{CONTEST C} MY DEEP SECRET – Part 2

MY DEEP SECRET

Song Title(*) : Ring Ding Dong

Author(*) : Charleea

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Lee Taemin SHINee, Ryu Reila

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) : Rest of Member SHINee

Length(*) : Drabble, Ficlet, Vignette, Oneshot, Trilogi

Genre(*) : Romance, Life, Friendship

Rating(*) : General / PG-13/ PG-15/ NC / H

Summary : “Apakah sesulit itu untuk mengatakannya? Butuh pengorbanan sebesar apa lagi? Bahkan jika kau yang menyuruhku untuk mencampakkanmu, aku takkan pernah bisa! Kenapa tak kau tancapkan saja sengatmu itu pada orang lain? Tak tahu kah kau kalau aku itu….”

“Ssstt! Setelah bertahun pun  kau tetap seperti ini, sungguh ingin mendengarnya?”

A.N(*): Note; Saya mengikuti kontes B.

[Part 2]

= Taemin POV =

‘Tuan muda, cepatlah kembali. Ayah anda sakit keras, jika anda berubah pikiran, hubungi ka…’ CIh!! Apa-apaan pelayan itu? Bagaimana caranya mereka mendapatkan nomorku? Mau menjebakku hah? Tak perlu membawa-bawa ayahku yang otoriter itu.. seenaknya saja bertindak, tidak sadarkah sifatnya itu sudah merenggut nyawa ibuku? Hah, harus berapa kali lagi kubuang kartu SIM hpku?

Wah, sayang sekali ada dinding sekosong ini.. harusnya dihiasi, hehe.. Ehm, beginilah kebiasaanku, semenjak kabur dari rumah aku senang sekali mencorat-coret dinding, ralat… ‘menyebarkan hasil karyaku’ dimana ada lahan kosong, haha.. Tunggu! Siapa itu? Sepertinya aku kenal yeoja itu, ekspresi bingungnya khas sekali.. Matta!! Dia.. Reila!

“Hey!! Sedang apa kau anak muda?? Mencoret-coret dinding disini?? Berani-beraninya kau! Ayo kita kejar!!” wahh seperti biasa, masalah kecil ini! Sebenarnya, aku ingin meladeni orang-orang ini, tapi tatapan mata Reila yang kebingungan menggerakkanku untuk berlari dan membawanya bersamaku, tak tahu kenapa, sepertinya aku memang harus membawanya. Ada semacam alarm di otakku yang menggerakanku untuk membawanya. Kulihat dia terkejut setengah mati..

= Author POV =

Sepasang manusia terlihat berlari menghindari kejaran massa kearah belakang terminal kereta yang marak bersebaran di kota Seoul saat ini, aksi kejar-kejaran tersebut berlangsung dengan sangat sengit, hingga akhirnya Taemin mengajak Reila bersembunyi di dalam gerbong kereta yang rusak, dan mengelabui massa yang semenjak tadi mengejar mereka.

= Taemin POV =

Kenapa ini? Kenapa denyutan di dadaku sama kencangnya dengan di kepalaku? Jangan-jangan aku sudah gila lagi! Sadar Taemin, sadar! Ini Cuma tipuan sesaat, jangan sampai terlena! Palingan hanya adrenalinku yang terpacu karena berlari tadi, sekarang mari kita tengok keadaan diluar…

“Aman.. sudah aman, cepat pulang sekarang atau kau akan dapat masalah juga!” suruhku pada Reila yang tengah meringkuk di sampingku, badannya bergetar cukup hebat. Ya! Kenapa penampilannya sudah seperti ini? Bukankah tadi dia masih baik-baik saja? Dan kenapa sekarang aku peduli padanya? Geez! Terlalu banyak hal di otakku!

“Pakailah.. besok mintalah seragam lengkapmu di koperasi” kuambil jas seragamku dan memakaikannya ke Reila, yang langsung mendongak menghadap wajahku

“Thank you, Taemin…” Yayaya, kata-kata yang bosan terdengar oleh telingaku. Secepat mungkin aku melangkah menuju tempat kerjaku, sudah terbuang banyak waktu kali ini..

………………

“Hya!! Taemin-ah, kau bawa pelayan untuk kami? Cantik juga!” gurauan salah seorang pelanggan di tempatku bekerja mengagetkanku, apa yang baru saja dia katakan? Perasaanku tak enak dan akupun berbalik.

“Hey, nona.. mari bergabung! Kelihatannya kau masih fresh~” timpal pelanggan lainnya yang mendekati orang yang mereka maksud. Secepat mungkin kuhalangi tangan pelanggan itu yang hendak menarik tubuh ‘pelayan’ itu.

“Maaf tuan, nona ini bersama saya” tegasku sopan

“Huh? Memangnya berapa harganya?” tanyanya sambil mengarahkan sesuatu ke dadaku bermaksud mengancam. Sepertinya, tanganku juga sudah mulai gatal.

“Tae..Taemin..” desis ‘pelayan’ itu yang melihat aksi pelangganku, dengan cepat kudorong tubuhnya dan meladeni pelangganku yang satu ini. Perkelahianku kali ini berjalan agak lama, sampai managerku datang dan menghentikan aksi kami.

“Taemin-ah, kau pulanglah dulu, biar aku yang urus. Bawa temanmu dan obati lukamu!” perintah bosku. Sial! Kali ini pisau lipat tadi mengenai dada kiriku, pantas saja kemeja seragamku sudah berubah warna begitu juga yang kurasa sekarang yaitu sakit luar biasa, sebelum pandanganku menghitam

………………….

Ring.. Ding.. Dong..

Ok, kali ini bisa kutrima kepalaku berdenyut dan menimbulkan suara aneh, tapi setelah kubuka perlahan mataku, sulit kupahami kenapa dadaku –jantungku- berdetak tak karuan juga hanya karena kusadari ada tangan seseorang diatas perban yang kuyakini bekas lukaku tadi.

“Oh? Sudah sadar Taemin? Maaf, aku ikut kesini karena temanmu menyuruhku merawatmu dan pula aku tak tahu jalan pulang dari tempatmu tadi, jadi aku..”

“Dokter??” racauku tak jelas

“Eh? Oh dokter, tidak Taemin. Kata temanmu, berbahaya membawamu ke rumah sakit, aku juga tak mengerti kenapa, jadi kurawat sebisa mungkin. Maaf, aku tidak terlalu ahli..” heh? Dia? Yang merawatku? Sepertinya perlu ku cek apa yang dilakukannya padaku, tapi… kenapa tangannya masih di dadaku? Sedetik kemudian, mata kami bertemu.. Tidak, jangan seperti ini!

“Kuantar kau pulang, kau tinggal dimana?” alihku tak mau larut dalam suasana

“Aha.. tidak usah Taemin, kau baru sadar, kalau terjadi..” dasar cewek aneh! Tak sadar kalau dia pulang sendiri akan lebih berbahaya? Masih saja menghawatirkanku.

“Kau mendoakanku? Cepatlah atau aku berubah pikiran” tawarku sedikit menggodanya sembari mengenakan kemeja sembarang yang bisa kuraih

“Iya iya! Flat Yatara!” jawabnya kemudian mengekorku

………………

“Thank you Taemin. Tapi, bagaimana kau pulang?” tanyanya setelah sampai di depan flatnya

“Aku punya kaki, mata dan idera penyeimbangku. Tak usah sebegitu khawatirnya padaku, memangnya kau belum dengar kalau aku ini badboy?” godaku lagi, entah kenapa aku mulai senang menggodanya

“Ti..tidak.. aku tidak khawatir, yeah badboy.. sudahlah aku masuk dulu!” jawabnya sedikit ketus, dengan sigap kutahan tangannya.

“Cepat perbaiki aksen bicaramu, wajah oriental sepertimu tak pantas memakai aksen barat. Ok?” refleks aku mencubit hidungnya, yang sukses membuat wajahnya merona merah. Secepat mungkin, dia masuk ke flatnya. Niatku akan langsung pulang, tapi lagi-lagi kepala dan dadaku berdenyut sama kencangnya, dari dengingnya bisa kutransferkan menjadi Ring…Ding… Dong… bunyi apa itu?

”Oh?? Apa yang membawamu kemari badboy? Kau tahu kan ini flat putri?” sial! Jangan sekarang! Kepalaku pusing sekali sekarang, yeoja dari mana lagi ini? Samar-samar kulihat dia meraih kerah kemejaku, mengelus pipiku yang penuh peluh, dan sedetik kemudian dia sudah melumat bibirku.

“Blam!!” apa itu? Kulirik sekilas, pintu flat Reila baru saja tertutup, berarti dia masih melihatku? Apa peduliku? Sekarang kepalaku benar benar sakit!

…………………

Kenapa masih saja pening begini? Semalaman beristirahat, tak ada efeknya! Tapi tunggu dulu, kenapa sepertinya ada yang salah dengan sekolah ini? Biasanya saat kulangkahkan kaki di gerbang, puluhan siswi menggelayutiku dengan menjijikan. Aneh! Tapi biarlah, jarang-jarang aku bisa setenang ini..

Parkiran.. aman! Lapangan… aman! Kelas-kelas.. aman! Lapangan indoor serbaguna… ada apa ini??

“Kau! Berani-beraninya kau berbuat seperti itu pada uri badboy! Kau pelet apa dia?? Mengapa tadi malam dia mengantarmu pulang? Atau jangan-jangan, kau sudah tidur dengannya? Yeoja murahan!!” pantas saja, jadi karena ini sekolah sepi? Tapi siapa  yang jadi bulan-bulanan mereka kali ini?

“A..aku.. tak mengerti apa yang ucapkan, berhenti menyiramku dan jangan tampar aku lagi!” suaranya, menghadirkan efek denging lagi di kepalaku. Berani sekali mereka bermain-main dengannya!

“Berani sekali kalian bermain dengan sesuatu yang bukan milik kalian?” teriakku yang langsung menciptakan kesunyian, bagai membawa mereka berpindah ke dimensi lain.

“Su..sunbae??” jawab salah seorang dari mereka dengan gugup. Kusempatkan menarik Reila ke sisiku, ya ampun! Kali ini dia lebih berantakan dari kemarin, jadi ini penyebabnya?

“Jaga ini baik-baik..” perintahku pada Reila seraya memakaikannya gelangku “Mulai sekarang, dia milikku! Tak ada yang berhak memainkannya, jika ada yang berani menyentuh sehelai rambutnya saja, kupatahkan lenganmu. Camkan itu!” seruku sembari mengangkat tangannya, dan menunjukkan gelangku. Baguslah! Sekarang semuanya merunduk dam mengutuk satu sama lain.

“Taemin, tak apa- apakah kalau kita telat mengikuti kelas?” tanya Reila saat kubawa dia ke Koperasi mengambil seragam lain yang layak untuknya

“Tenanglah, kita hanya mengambil seragam baru untukmu. Aku tak mau namja lain melihatmu dengan tatapan aku-ingin-memakanmu , get it?” sontak dia menatap dirinya sendiri, ya ampun! Sudah tembus pandang begitu masih tak sadar juga? Langsung saja kupakaikan jas almamaterku lagi. Segera setelah mendapat seragam baru, kami menuju ke toilet siswi.

“Cepatlah, kau sendiri yang ingin cepat kembali ke kelas kan?” ucapku sembari mendorongnya memasuki toilet. Kulihat rautnya sedikit ragu dan cemas.

“Kau.. tak.. ma..suk Tae..min?” tanyanya terbata-bata dengan pandangan tak tenang

“What?? Kau ini yeoja Reila!! Masih ingat kan?” teriakku tak percaya dengan pertanyaannya

“A..aku.. mereka… aku.. takut.. mereka… aduh!!” okay, sepertinya dia trauma, dari gerakannya yang gelisah, pandangannya yang tak terarah, dan badannya yang sedikit menggigil

“Masuklah, aku menunggu disini, kalau ada apa-apa langsung saja teriak, indera pendengaranku masih sangat normal untuk mengenalimu. Lagipula, sekarang tak ada yang akan mengganggumu..” ucapku menenangkannya dan mengingatkannya akan gelang yang sudah kuberi padanya. “Ayolahh..” tambahku. Gila! Kenapa sekarang, aku tak bisa mengenali diriku sendiri? Apakah sekarang aku… ..

……………………

… Ring … Ding … Dong …

“Reila-sshi, menghadap ke ruang Kepala Sekolah sekarang!” pesan Jang songssaengnim pada Reila, tepat sebelum meninggalkan kelas. Aku pun menatapnya, dan dia balas menatapku. Kenapa jadi tatap-tatapan gini?

“Kkaja Reila! Semoga saja berita baik untukmu J” ajakku membawanya ke ruang Kepala Sekolah. Setelah dia memasuki ruangan, kusandarkan badanku di dinding tepat di samping pintu ruangan tersebut. Kuputar kembali ingatanku tentang kemarin, saat pertama dia datang, tujuan awalku yang hanya ingin menggodanya, semua kejadian yang menimpanya karenaku, dan semua yang harus kuterima karena memainkannya, dan denyutan aneh yang menghinggapiku sejak memiliki rasa ini.. Interupsi! Rasa ini? Apa yang kurasa? Fall for her? Ahh!! Kupejamkan mataku sejenak, dan tiba-tiba saja seseoran seudah melumat bibirku. Siapa lagi yang berani bermain denganku? Sepertiny aharus kuhentikan kebiasaan ini.

“Taemin.. sudah selesai?” kubuka mataku dan kudapati Reila tengah memperhatikan ‘kegiatan’ku dengan yeoja-entah-darimana.

“Pergi kau! Jangan coba-coba menciumku lagi!” ujarku pada yeoja itu sembari mendorongnya menjauh. Kuarahkan penglihatanku pada Reila, wajahnya tertunduk dan bahunya pun sedikit bergetar, tangannya menggenggam sebuah surat yang sepertinya adalah penyebab dirinya seperti ini.

“Sekarang tunggu disini, aku hanya sebentar saja..” ucapku pada Reila sesaat setelah kududukan dia di bangku taman..

= Reila POV =

‘Sial! Baru saja 2 hari aku di sekolah ini, sudah banyak yang menimpaku. Apa masih tak cukup? Sampai harus kuterima surat seperti ini?’ kutatap lagi surat yang ada ditanganku. Sedetik kemudian, aku tersadar oleh dingin di pipiku. Apa lagi ini?

“Sudah puas melamunnya?” tanya Taemin yang sudah berlutut di depanku dan tangannya masih menempelkan semacam kantong es di pipiku. Yah, harus kuakui memang pipiku sedikit baikan sekarang setelah rasa perih tadi. Segera kuraih kantong esnya, tak mau orang-orang salah paham lagi padaku, dan langsung saja Taemin membaca surat yang sedari tadi kugenggam.

“Jadi karena ini kau seperti itu Reila-ya? Lalu apa gunanya aku jadi tutormu? Tenang saja, akan kubantu kau perbagus Bahasa Koreamu, bagaimana kalau kita mulai dari perpustakaan?” benarkah? Dia mau membantuku? Hahh.. baguslah! Tak perlu memikirkan siapa yang melaporkan aksen bicaraku sehingga aku diberi peringatan karena adaptasi yang gagal, sekarang aku hanya perlu focus belajar Bahasa Korea.. “Yayaya!” seruku semangat dan memberikan senyum pertamaku hari ini pada Taemin.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “{CONTEST C} MY DEEP SECRET – Part 2”

  1. ngebayangin taemin yg badboy pst keren bgt dgn style.a yg asal2an dn berandalan…..
    ky.a dy mly jth cnt ma reila….
    aahh so cool#mupeng….

  2. taeminnie yg imut berubah jd kereeen gini ……
    kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa ….
    jadi naksir taemin ,,
    *key: truz gw mw dkmanain ??*
    *sabar key ,, km te2p yg pertama..*

  3. KERENN~~
    btw,mian ru komen, ^^v..
    si taem dah mulai jatuh dinta tu!!wkwkwk..xDD..
    trus,ad mslh apa sih antr taem-sama appanya taem n taem-chingudeul…penasaraannn~~ 😀
    aq tgu next part.a.. 😉

  4. Apadeh gw?? knapa ak ga mudeng yah?? babo babo…

    itu yg cium2 taem siapa?

    hadehhh,,baca lgi ahhh

  5. ishhh itu cwe2 yg nyium taemi kayak ngak punya moral ajah !!
    taemin harusnya lebih hati2 ok … klo perlu pke masker yg ada pakunya !!! #plak!!

    ya kok yg ada di bayanganku si key sih ?#plak!!

    ya taemin keren juga klo di pikir2 .. huwaaaa manis bgt !! hey bad boy do you love her ?!
    good !! b^^d
    lanjut thor !!!

    1. yeah~ justru karna mau dicium sm sembarang cwe yang jadi salah 1 faktor badboy nya chingu, ceritanya dulu dia biasa aja tapi semenjak kenal Reila….. *jeda* huhh! jadilah dia mulai menolak ciuman2 itu, hehe 🙂

  6. aish apaan sih yeoja yang nyium2 taemin. marah nih aku sebagai istinya *plak*
    hehe :p
    taemin jatuh cinta ma reila nih… wkwk
    lanjut part 3…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s