{CONTEST C} THE ANSWER – PART 2

THE ANSWER – PART 2

Song Title : Hit Me

Author : Sagita

Main Cast : Lee Taemin, Shinee member, Kim Mintae (OC)

Support Cast : Victoria f(x), Luna f(x), and others

Length : Trilogi

Genre : Romance, Friendship, Family, Sad (?).

Rating : General

A.N      : Saya mengikuti kontes A (buat syarat aja sih, hehe)

Author’s POV

Ppichyeoitji malgo charari nal ttaeryeojwo, Nan geureokerado gibun pullyeosseum jokesseo
Sarangiran geureongeoya datumyeonseo kiwoganeun geojanha (Girl)
Naega ni mam apeuge han mankeumman ttaeryeojwo, Charari geumankeum ttaeryeojwo

Just hit me instead of  being mad at me, At least this way, I hope you can feel better
Arguing and growing from them is what love is about (Girl)
Hit me as much as I had hurt your feelings, Just hit me that much instead

 “Yaa! Oppa kemana saja kau? CEPAT PULANG! AKU LAPAR!”

Jonghyun menjauhkan handphonenya dan langsung mematikannya. Tangan kanannya kembeli menyetir sementara tangan kirinya mengelus telinganya.

“Mwo? Itu tadi Mintae? Yaa! Pabo, kenapa kau tidak bilang kalau di rumahmu tidak ada makanan? Mintae pasti kelaparan.” Tangan kiri Jonghyun berpindah ke kepalanya setelah mendapat jitakan dari gadis di sebelahnya.

“Aish, chagi kenapa kau bilang aku Pabo? Itu kan salahnya sendiri tidak bisa masak. Salahnya juga tidak punya pacar. Kalau punya pacar kan dia bisa mengajaknya pacarnya untuk makan diluar.”

“Menurutku kesalahannya adalah punya oppa sepertimu, yang tidak perhatian dengan dongsaengnya.” Jawab Luna cuek.

 “Yaa! Justru karena aku perhatian makanya aku ingin dia cepat punya pacar. Aku heran kenapa dia tidak pernah benar-benar punya teman lelaki yang dekat.” Jonghyun mencoba membela dirinya.

“Tapi bukankah Mintae dekat dengan Key sekarang?”

CIITT! Jonghyun tiba-tiba mengerem mendadak dan membuat Luna terdorong ke depan. Matanya langsung melebar mendengar perkataan Luna.

“MWO? KEY? KEY YANG PLAYBOY ITU? Sejak Kapan? Kenapa aku tidak tahu?”

“YAA! KENAPA KAU HARUS BERTERIAK? Salah sendiri kau tidak tahu? Itu berarti kau tidak perhatian. Lagipula kalau Key playboy, kau apa?” balas Luna sengit

“Aish, tapi aku selalu perhatian padamu kan? Dan masalah playboy, itu hanya masa laluku. Dan mulai sekarang kata itu tidak ada di kamus hidupku. Aku kan sudah punya kau.”

Jonghyun mengerling nakal dan mencium pipi Luna kilat, sementara Luna hanya bisa mematung dengan pipinya yang memerah.

***

“Kau sudah ke rumah gadis itu, Taem?” Onew duduk disamping Taemin, menanyakan hal yang dia sudah tahu pasti jawabannya.

“Iya hyung, tapi sepertinya aku melupakan beberapa hal. Selalu ada banyak kemungkinan kan? Bisa saja dia sudah melupakanku? Atau bahkan dia sudah memberikan jawaban yang begitu kuinginkan ke orang lain.” Taemin menghela nafas.

“Aku takut hyung, takut dia tidak bisa memaafkanku. Takut janji kami benar-benar hancur karena dia terlanjur sakit hati dengan ucapanku. Takut dia membenciku.”

“Kalau aku bisa memilih aku lebih ingin dia memukuliku Hyung. Selama itu bisa membuatnya merasa lebih baik. Aku juga tidak peduli kalaupun tubuhku hancur karena dipukulinya, aku rela jika itu bisa membayar semua sakit hatinya. Asalkan dia tidak marah padaku. Apa aku egois hyung?” Taemin masih memandang lurus ke depan tapi suaranya mulai bergetar.

“Kau memang melupakan banyak hal, ada banyak kemungkinan memang. Dan diantaranya, dia masih menunggumu, tidak pernah marah padamu dan akan memberikanmu senyum tulusnya saat tahu kau kembali. Atau bahkan menyimpan jawaban yang kau inginkan itu untukmu.”

“Dan kau harus tahu, Cinta memang membuat kita egois terkadang. Tapi jangan sampai keegoisanmu itu malah menyakiti orang yang kau sayangi.”

Seperti biasa, Onew akan mendengarkan cerita Taemin dan menyampaikan pendapatnya dengan senyum manis yang tak pernah hilang dari wajahnya.

“Tapi hyung, kemungkinan itu sangat kecil. Apalagi . .” Taemin menggantungkan kalimatnya.

“Tak ada salahnya bertanya langsung padanya tentang semua keraguanmu.”

***

“Oppa, aku berangkat!” Teriak Mintae sambil berlari ke luar.

“Yaa! Mau naik apa kau? Kenapa akhir-akhir ini kau tidak pernah memintaku mengan .. “ Jonghyun menyusul Mintae. Tapi betapa terkejutnya dia saat tahu siapa yang ada di depan pintu.

“Mwo? Hyung, apa yang kau lakukan dirumah Mintae? YAA! MINTAE, APA YANG DIA LAKUKAN DI RUMAHMU?” Key tak kalah terkejutnya dengan Jonghyun.

“BABO! Aku oppanya Mintae. Harusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan di sini?”

“Kau? Oppanya Mintae? Mwo? Bagaimana bisa?” Tanya Key dengan wajah bodohnya (Plakk,, Digampar Lockets).

Mintae yang menyaksikan apa adu mulut tidak jelas di depannya hanya mengerutkan dahinya. ‘Oh God, Jadi mereka saling kenal. Dua namja yang sama-sama aneh?’Lalu sesaat kemudian memutuskan untuk melangkah pergi meninggalkan mereka berdua.

“Aish, kau ini. Mana aku tahu? Yang jelas Mintae lahir dari perut eommaku sesudah aku lahir. Jadi dia dongsaengku.” Key mulai manggut-manggut mengerti.

“YAA!” Key mendongak  “Kau belum menjawab pertanyaanku, apa yang kau lakukan disini?”

“Oh, aku seperti biasa mau menjemput Min . .” Key mengalihkan pandangannya dari Jonghyun, “Yaa, Mana Mintae?” Key celingukan mencari gadis itu, tapi nihil.

“Oh, Dia sudah pergi jalan kaki dari tadi.” Jawab Jonghyun enteng.

“What? Kenapa kau tidak bilang padaku Hyung? Aish, ini semua gara-gara kau.” Rutuk Key sambil berlari ke mobilnya.

“MWO? GARA-GARA AKU? Salah sendiri kau menanyakan hal-hal bodoh padaku.”

“Aish, Whatever you say! Aku pergi. Annyeong!” Dan Key melesatkan mobilnya.

Sementara Jonghyun yang ditinggalkan cukup shock dengan kata-kata terakhir Key. Tapi, yang lebih membuatnya shock adalah bagaimana mungkin Key dan Mintae? Jadi yang dikatakan Luna benar?

“Aish, siapa yang harus kukasihani? Mintae? Dia sangat pintar, kasihan kalau mendapatkan Key yang berantakan dan playboy itu. Key? Dia tampan, popular, dan dikejar-kejar banyak yeoja sepertiku” #Narsisi banget lu Jong! Ckck#.

“Kasihan juga dia menyukai Mintae yang bahkan tidak pernah memberikan kesempatan seorang namja pun untuk menyatakan cinta padanya. Entah dia normal atau tidak?”

Jonghyun akhirnya cuma bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu kemudian kembali masuk untuk bersiap-siap berangkat kuliah. Tapi tidak bisa dipungkiri kejadian barusan cukup mampu menerobos masuk ke otaknya dan berdiam diri disana.

Key dan Mintae? Tapi bukankah Mintae dekat dengan Key sekarang?’ Kata-kata Luna ikut menerobos ke kepalanya. Kalau dipikir-pikir Mintae memang tidak pernah sedekat ini dengan namja sebelumnya. Setiap ada namja yang mendekatinya dan memberikan sinyal bahwa namja itu menyukainya, dia pasti langsung menjauhi namja itu. Tapi Key?

Aku seperti biasa mau menjemput Min ..’ Kini penghuni otak Jonghyun bertambah satu lagi. Seperti biasa? Berarti selama ini Mintae tidak memintaku untuk mengantarnya karena Key? Dan itu juga berarti selama beberapa hari ini Key selalu datang untuk menjemput Mintae?

“Key tidak pernah mau menjemput gadis-gadisnya kecuali mereka memaksanya. Tapi Mintae juga tidak mungkin meminta, apalagi memaksa Key untuk menjemputnya.” Gumam Jonghyun.

“Key si playboy itu? Apa dia menjemput Mintae karena kemaunnya sendiri? Mintae yang selalu menjauhi namja yang menyukainya? Tapi kenapa tidak dengan Key? Apa mereka saling menyukai?” Jonghyun terus berkutat dengan hal-hal yang ada di otaknya tentang Mintae dan Key sampai telfonnya berdering.

“Yoboseyo?”

“Onew? Onew teman SMAku yang pergi ke Paris waktu kelas 1?”

“Jadi kau sudah kembali? Aish, meskipun aku benci mengakuinya. Tapi yeah, aku merindukanmu.”

“Besok? Okay. Hubungi aku lagi nanti.”

***

Taemin’s POV

Anigetji seolma ibyeori oneun geon anigetji, (No) Na honja saenggangmatji?)
Mureobojido motaneun nan geopjaengi, Naman aneun yoksimjaengi

No, our time to breakup isn’t coming, right?,(No) I’m thinking to myself, right?
I’m a coward who can’t even ask you, A greedy person who can only think for himself

Kuamati sekelilingku. Hh, aku merindukan suasana sekolah di Korea. Kemeja, Celana, dan blazer. Yeah, pakaian semua murid termasuk aku. Di Paris aku tidak pernah memakai seragam, karena memang tidak ada seragam.

Kulangkahkan kakiku untuk mencari ruang seongsanim. Tapi aku terhenti saat melewati parkiran. Kim Mintae? Dan Laki-laki itu? Lagi. Ada hubungan apa sebenarnya mereka? Apa Mintae memang sudah melupakanku dan memberikan jawaban yang kuinginkan ke orang lain?

Tidak, dia masih mengingatku kan?  Janji itu tidak benar-benar hancur kan? Tidak, masih ada banyak kemungkinan lain kan?

Kembali kurasakan perih di hatiku.

“Taemin! Kau Taemin kan?”

Kupalingkan kepalaku kearah suara itu. Dari penampilannya seperti seorang guru. Kuanggukkan kepalaku. “Ne”

“Aku Han seongsanim, Ayo ikut aku sekarang. Ada berkas kepindahanmu yang kurang. Kau langsung ikut pelajaran hari ini kan?”

Lagi-lagi aku hanya mengangguk dan berjalan mengikutinya. Memaksa fikiranku untuk melupakan kejadian di parkiran tadi walaupun tidak bisa sepenuhnya aku melupakannya.

***

“Taemin, ayo masuk!” Hh, akhirnya masuk kelas juga, tak kusangkan mengurusi kepindahan cukup rumit.

“Annyeong haseyo, Lee Taemin imnida.”

Kembali kutegakkan badanku setelah memberi salam. Kuperhatikan sekilah wajah teman-teman sekelasku. DEG! Itu kan laki-laki yang bersama Mintae tadi. Aish, kenapa aku harus sekelas dengannya? Melihatnya saja membuatku cukup sakit.

“Taemin, Silahkan duduk.”

“Oh, uhm. Iya seongsanim.”

Kembali kulihat lelaki itu dan dia juga melihatku. Apa dia sadar aku tadi memperhatikannya? Terserahlah. Aku malas melihatnya.

“Taemin, kenapa kau memperhatikan Key seperti tadi?”

Aku menoleh untuk melihat orang yang telah menepuk pundakku dan tengah berbicara padaku sekarang. Oh, ternyata teman sebangkuku Krystal, teman SMPku dulu. Pantas aku agak mengenal suaranya.

Tapi, apa tadi yang dia tanyakan? Kenapa aku memperhatikan Key? Oh, jadi Key namanya. Hh, nama apa itu? kunci?

“Yaa, kenapa kau melamun? Kenapa kau memerhatikan Key, namja yang disana itu?” tanyanya lagi sambil menunjuk Key.

“Ehm, itu. Aku, eng, aku mau tanya. Kau kenal Mintae kan?”

“Apa hubungannya Key dengan Mintae? Oh, My God. Aku baru ingat. Apa kau masih menyukai Mintae? Ops, aku tidak bermaksud menyinggungmu.”

“Bagaimana kau bisa . .”

“Krytal Jung, Lee Taemin! Kalian bisa melanjutkan perkenalan kalian nanti.” Aish, perasaan aku sudah berusaha berbicara dengan suara sekecil mungkin.

Kutraktir istirahat nanti, banyak yang ingin ku tanyakan

Tentang Mintae kan? Hm, Anything

Bibirku terangkat membaca balasan Krystal untuk ‘paper message’ku.

***

“Kau mau mengantar Mintae pulang lagi Key? Aku heran, kenapa kau masih mau mengantar-jemputnya. Padahal dia terkesan menggantungkan pernyataanmu dan mempermainkanmu. Kalau aku jadi kau, aku sudah cari yeoja lain. Kenapa harus merendahkan diri seperti itu?”

Kutajamkan pendengaranku untuk mengetahui apa yang dibicarakan Key dengan sahabatnya. Hh, terdengar sedikit mirip dengan kisahku.

“Yaa, kalau kau tidak tahu diam saja. Kenyataannya kau tidak jadi aku kan? Aku tidak merasa merendahkan diri. Malah aku bangga karena tidak menjadi pecundang.”

“Apa maksudmu?”

“Kalau kau mencari yeoja lain atau menyerah itu berarti kau takut. Takut dia tidak mencintaimu seperti kau mencintainya. Takut menghadapi kenyataan. Tapi, aku tidak! Sekalipun kenyataannya dia hanya mempermainkanku dan tidak mencintaiku aku tidak peduli. Setidaknya aku sudah memperjuangkan cintaku.”

JDARR!! SHIT! Kenapa kata-katanya begitu tajam dan tepat menancap di hatiku.  Malah aku bangga karena tidak menjadi pecundang. Takut dia tidak mencintaimu seperti kau mencintainya Takut menghadapi kenyataan. Kata-katanya seolah sengaja ditujukan untukku, dan aku merasa kata-kata itu sedang menertawakanku sekarang.

Pecundang? Pecundang yang takut menghadapi kenyataan? Pecundang yang takut dia tidak mencintaimu seperti kau mencintainya? Aku pecundang?

Pecundang yang hanya memikirkan diri sendiri. Pecundang yang karena takut menghadapi kenyataan, lebih mendengarkan omongan orang lain tanpa berani menanyakan kebenaraanya,

“Aku tidak menyangka playboy sepertimu bisa berkata seperti itu, Key. Kau benar-benar berkenalan dengan ‘cinta’ kali ini, huh?”

“Heh, it can be. Aku pergi dulu. Bye.”

“Kau sudah lihat semangatnya kan? Jangan menyerah sekarang. Jika Mintae memang sudah melupakanmu karena kau telah menyakitinya, maka buatlah dia mengingatmu dan memaafkanmu.”

Gumam Krystal sambil membereskan bukunya tanpa sedikitpun melihatku. Tapi, aku tau kata itu untukku. Senyumku kembali terkembang. Mintae belum menerimanya kan? Selalu ada banyak kemungkinan kan? Baiklah, aku tidak akan menyerah. Akan kubuat dia memberikan jawaban itu hanya untukku. Apa aku serakah?

***

CIIIT! Kurasakan sesuatu menyentuh lututku pelan. Kubuka mataku perlahan. Oh God. Untung dia mengerem. Yeah aku baru saja menghentikan mobil Key secara paksa dengan menghadangnya dan berdiri di tengah jalan.

Key memicingkan matanya. Jelas dia kaget dengan apa yang kulakukan bahkan mungkin dia berfikir bahwa aku gila. Diahendak membuka pintu mobilnya.Tapi, sepertinya dia teringat sesuatu.

Key menoleh ke Mintae, memastikan gadis itu baik-baik saja. Tapi, sepertinya tidak. Bukan, bukan karena Key yang mengerem mendadak, tapi karena melihatku. Mintae terbelalak menatapku, aku bahkan tidak bisa mengartikan ekspresinya. Tapi, yang pasti. Untuk kesekian kalinya, hatiku perih, entah kenapa kau sakit saat mekihat tatapan matanya.

“Mintae. Tolong buka kacanya, banyak yang ingin kubicarakan denganmu.”

“Yaa! Apa yang kau lakukan? Mintae kau mengenalnya?” Mintae hanya diam.

“Kumohon.” Kini aku berlutut si samping mobil Key.

***

Jamansimiraneun eoriseogeumi, Jakku gidarirae everyday
Niga meonjeo naege ondamyeon, Mianhadago hal tende

This stupid thing called vanity, Told me to wait everyday
That if you came to me first, You would apologize

5 menit, 10 menit, Tak ada yang berbicara. Kami terdiam. Tak ada  yang menatap satu sama lain. Dia mungkin bingung denganku. Aku yang dulu berkata kasar padanya dan sekarang malah mengajaknya ke taman ini dan akhirnya tidak berkata apapun. Tapi, aku juga tidak tahu apa yang harus kulakukan.

“Maaf.” Refleks kuputar kepalaku menghadapnya.

Kenapa? Kenapa dia yang meminta maaf? Tapi, bukankah ini yang selalu kuinginkan sejak 3 tahun lalu? Ucapan maaf darinya? Dia memang berkali-kali menelfonku saat itu, dan aku yakin itu untuk meminta maaf. Tapi, aku terlalu angkuh. Emosiku membuatku mengabaikannya. Bahkan setelah aku menyadari semuanya, aku tidak langsung meminta maaf padanya. Sampai akhirnya dia berhenti menghubungiku.

Dan keangkuhan itulah yang membuatku menunggu. Aku terus menunggunya, berharap dia kembali menghubungiku dan kembali meminta maaf padaku. Sampai aku sadar bahwa penantianku sia-sia. Sampai aku sadar bahwa dia mungkin sudah terlalu sakit hati dengan ucapanku. Sampai aku sadar bahwa akulah yang seharusnya minta maaf.

“Maaf, Maaf Taemin. Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu. Aku tidak tahu kalau kau tersakiti dengan semua sikapku. Maaf. ”

Omo! Kenapa ini? Kenapa dia malah menangis? Taemin! apa yang kau lakukan? Kenapa kau membuat gadis yang begitu kau cintai menangis?

“Tidak Mintae, Kau tidak harus meminta maaf. Aku yang salah. Kau tidak pantas menangis untukku.” Kurengkuh dia dalam pelukanku. Dan bisa kurasakan bajuku basah. Aish, berhentilah menangis Mintae. Ini membuatku sakit.

“Aku takut, a-aku takut. Aku takut saat kau pergi ke Paris tanpa mengucapkan selamat tinggal padaku. Aku takut, takut saat kau membaca sms terkahirmu. Aku takut Taemin. Takut kau marah padaku. Maafkan Aku. Aku tidak pernah bermaksud menyakitimu. Aku terus mencoba menghubungimu. Sampai akhirnya kau putus asa. Aku takut kau benar-benar marah padaku. Dan aku frustasi saat membaca sms terakhirmu, hingga aku membanting handphoneku.”

Aish, Jadi yang dikatakan Minho benar. Dia sedih saat aku ke Paris. Aish, TAEMIN BABO!! Dan dia sampai membanting handphonenya. SHIT! SHIT! Kenapa aku begitu jahat?

“Kumohon, kumohon. Berhentilah menangis. Aku yang seharusnya minta maaf. Aku tidak seharusnya pergi tanpa berpamitan padamu apalagi mengucapkan kata-kata kasar itu. Aku tidak seharusnya begitu angkuh dan terus mengharapkan ucapan maaf darimu, karena aku yang seharusnya minta maaf.”

Mintae masih sesenggukan dan itu benar-benar menyesakkan dadaku, membuatku merasa bersalah. Dan rasa bersalah itu berubah menjadi ranting berduri. Mengikatku kencang dan menusuk katiku..

“Aku minta maaf. Aku sangat menyesal dengan semua kata-kata kasar yang pernah kuucapkan padamu. Aku tidak pantas kau tangisi, maafkan aku. Kau tidak pernah menyakitiku. Kau tidak pernah mempermainkanku. AKu hanya terbawa emosi saat itu. Seharusnya aku tidak begitu saja mempercayai ucapan Hara dan Junsu sampai akhirnya menyakitimu seperti ini.”

Mintae melepaskan pelukanku? Matanya masih berair. “Ucapan Hara dan Junsu?”

Kuhela nafasku. Rasa takut kembali menyergapku. Harus kuakui aku senang dia menangis untukku meski aku tahu aku tidak pantas untuk ditangisinya. Tapi itu menunjukkan bahwa aku berarti untuknya kan? Itu berarti dia tidak ingin kehilangan aku kan? Dan kenyataan itu membuatku semakin takut.

Bagaimana kalau setelah aku menceritakannya dia malah membenciku? Membenciku karena lebih mempercayai orang lain. Membenciku karena telah berkata kasar padanya hanya karena alasana konyol. Bagaimana jika dia yang awalnya tidak ingin kehilanganku malah berniat untuk menghilangkanku dari hidupnya?

“Taemin?” Dia menatapku dengan tatapan memohon.

“Hh, sebelumnya aku minta maaf. Aku tahu aku bodoh tapi saat itu emosiku sedang labil.”

Kucritakan semua peristiwa yang terjadi sebelum aku berangkat ke Paris. Dan semua hal yang ada dipikiranku hingga aku bisa berkata sekasar itu padanya. Aku memang takut. Tapi aku teringat kata-kata Key. Aku tidak mau jadi pecundang untuk selamanya. Aku tidak mau memanfaatkan rasa bersalahnya yang sama sekali tidak perlu. Karena akulah yang sebenarnya bersalah.

“Jadi kau mengira aku mempermainkanmu, memberimu harapan palsu, itu semua karena kau termakan ucapan Hara dan Junsu? Kau berkata kasar padaku itu semua karena kau percaya pada ucapan mereka?”

Matanya kembali berair. Tidak, tidak hanya berair. Karena air itu sekarang telah keluar, mengalir deras membasahi pipinya, sama seperti tadi. Hanya saja, jika tadi yang kulihat adalah kesedihan dan rasa bersalah. Maka yang kulihat sekarang adalah kekecewaan.

“Kumohon jawab aku Taemin? Kau lebih mempercayai mereka daripada aku? Mereka yang baru saja jadi temanmu? Mereka yang bahkan tak mengenalku? Kau percaya apa dengan apa yang mereka katakana tentangku?”

Air matanya mengalir semakin deras, tubuhnya bergetar hebat. Aku tidak sanggup, aku tidak sanggup melihat matanya. Rasanya sangat sakit. Aku tidak ingin dia menangis karena merasa bersalah tapi aku juga tidak ingin dia menangis seperti ini.

“Maafkan aku, maafkan aku Mintae. Emosiku sangat labil saat itu. Kumohon, maafkan aku. Aku baru sadar saat menerima sms Minho jika kau sedih dengan kepergianku. Tapi kau sudah tidak menghubungiku lagi. Dan harus kuakui aku memang terlalu angkuh.”

“Aku bodoh. Aku terus menunggumu untuk menghubungiku lagi. Sampai akhirnya aku sadar akulah yang harus menghubungimu. Tapi aku terlambat, Aku tidak pernah bisa menghubungimu. Maafkan aku, aku benar-benar menyesal.”

“Jadi jawabanmu adalah iya?” Aku tidak bisa menjawab. Mulutku benar-benar kelu. Kuanggukkan kepalaku.

Tidak, aku tidak bisa menatap wajahnya. Ranting berduri ini mengikat tubuhku rapat, membuatku tidak bisa bergerak. Dan duri-duri itu menusukku setiap aku mendengar isakannya.Tapi kini duri itu telah berhenti menusukku. Aku tidak lagi mendengar isakannya. Tapi kepalaku masih belum bisa bergerak.

Aku hanya bisa melihat melalui sudut mataku. Key menghampirinya, memeluknya dan menuntunnya ke mobilnya. ‘JANGAN PERGI! KUMOHON! KUMOHON MAAFKAN AKU! AKU MENYESAL! AKU MENYESALI SEMUANYA MINTAE! KUMOHON!’ sekuat tenaga aku meneriakkan kata itu.

Tapi percuma, tidak bisa keluar. Kata itu tertahan, teenggorokanku tercekta. Dan akhirnya kata itu menggema di hatiku. Yeah, tidak berbeda jauh dengan air mata yang juga hanya bisa mengalir pelan di hatiku. Pelan tapi seukses membuatku perih.

***TBC***

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

16 thoughts on “{CONTEST C} THE ANSWER – PART 2”

    1. Horeee,,, sampe’ banjir,, #plakk,,
      Hahha,, kasihan ya?? Mintaenya gimana??
      Okay,, makasih udah baca ya,, 🙂

    1. Hahha,, maklum shiningeffect shipper,,
      Kasihan ya?? kenpa gak nembak aku aja?? #plakk
      Makasih uda baca ya,, 🙂

  1. huwaaa taemin kasan … key !! ternyata kau huh !!! pulang !! enak bae di sini .. !! #plak!!

    hyaa mintae .. kasihan taemin .. key jgn bawa minta bawa saja aku .. huwaa keren …
    lanjutann ..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s