{CONTEST C} Cute, But Impressive

Cute, But Impressive

 

Song Title       : One Fine Day (Haru)

Author            : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda

Main Cast      : Lee Taemin (SHINee), Im Yoona (SNSD)

Support Cast : Choi Minho (SHINee), Kwon Yuri (SNSD)

Length            : Oneshot

Genre              : Friendship, romance

Rating             : PG-15

Summary       : ‘Seperti yang dikatakan orang bijak, kesalahan atau kelalaian  yang pernah dibuat tak selalu berarti harga mati bagi seseorang. Manusia memiliki potensi berbuat benar atau salah. Selama orang mau mengakui bahkan memperbaiki kesalahan, kebaikan akan datang juga kepadanya.’

A.N                 : Saya mengikuti kontes A

Inspired by : Cerpen Majalah – “Cowok Manis”

 

***

 

Fall in love, please hold onto my hand tightly

I wanna be, please stay only by my side
Oh, happy day, I’m going to give you my all
I can’t stop, I only love you

Oh, shiny day, your happy smile
You so sweet, and my embarrassing nervousness
Take my heart, I’m going to give it to you
I can’t stop my love for you (Love)

            Bola dengan lincah melambung di sisi ring. Dengan semangat seorang namja jangkung menggiringnya. Ia terlihat menyeringai. Ring yang telah ada di depan matanya dia abaikan begitu saja. Ada sasaran yang lebih empuk di sudut lapangan. Dengan sigap namja itu melayangkan bola ke tempat itu. Bola melambung dengan cepat ke arah yang telah menjadi sasaran namja jangkung itu, namja imut yang ada di sudut lapangan. Namja imut yang menjadi sasaran itu terdiam. Ia berdiri mematung. Kedua matanya membulat memandang sesuatu yang tengah mendekat ke arahnya. Ia sama sekali tak siap. Hanya selang beberapa detik bola itu sukses menghantam wajahnya dan membuat tubuhnya terjengkang ke belakang.

            Suasana lapangan basket menjadi riuh. Namja jangkung itu terlihat puas telah berhasil mempermalukan sasarannya.

            Perlahan namja manis yang menjadi sasaran itu bangkit. Ia sedikit menggeliat. Tulang hidungnya ngilu dan terasa bergeser. Cairan kental dan anyir juga terasa membasahi areal di sekitar hidung dan bibirnya. Beberapa bagian pakaiannya juga ternoda oleh lumpur. Tempatnya terjatuh barusan masih tergenang air akibat hujan semalam. Meski demikian, ia tak berkata apa-apa. Dengan gontai kakinya melangkah menjauh dari tempat yang telah menghancurkan harga dirinya itu.

            Baru beberapa langkah seorang yeoja mendekatinya. “Kau tak apa-apa, Taemin-ah?” tanya yeoja itu, sedikit panik.

            Namja bernama Taemin itu tersenyum tipis. “Ne, gwenchana, Yuri-ya,” ucapnya datar.

            Yeoja bernama Yuri itu tetap khawatir. Ia tak percaya meski Taemin mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Ia mengeluarkan saputangan putih yang tersimpan di sakunya. Dengan hati-hati ia mengelap sisa-sisa darah yang masih melekat wajah Taemin.

            “Ya! Mau kemana kau, Choi Minho?!” suara lantang seorang yeoja terdengar dari arah tengah lapangan.

            Taemin terkesiap kaget. Yeoja itu sahabat Yuri―keponakan kepala sekolah―Im Yoona. “Ya, kapten basket! Kau dengar aku tidak, sih?!” sekali lagi dia mengeluarkan lengkingannya.

            Minho menatap Yoona tajam sesaat lalu melangkahkan kakinya ke sudut lapangan, malas menghadapi ocehan tak penting yang dilontarkannya.

            Taemin diam membeku. Ia terlihat pasrah saat Minho mencengkram kerah bajunya. “Beruntung sekali kau, dua orang membelamu sekaligus. Tapi…, yeoja. Hahaha.., dasar lemah!” namja jangkung itu menyeringai. “Ingat urusan kita belum selesai! Dasar waria!”

            Deg, jantung Taemin berdetak semakin kencang. Sejurus kemudian tangannya terkepal. Ia balas menatap tajam ke arah Minho, tapi tak ada yang dilakukannya. Hanya rasa kesal yang terpancar.

            PLAKK…!! Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi Minho. Tamparan dari seorang primadona sekolah, Kwon Yuri.

            “Dasar pecundang! Jaga ucapanmu, Choi Minho!” sungut Yuri. Ia menarik tangan Taemin, membawa namja itu pergi dari sana.

            Minho terdiam. Entah apa yang ada di dalam otaknya. Tapi, dia merasa dirinya baru saja melakukan kesalahan yang amat besar.

            “Choi Minho!” seseorang mencekal pundak Minho dari belakang. Im Yoona, yeoja itu masih belum menyerah.

            Minho mendesah kesal. “Apa?! Aku tak ada urusan denganmu. Pergi sana!”

            “Ya!” Yoona mendelik. “Taemin itu teman sekelasku. Jadi, sebagai ketua kelas dia urusanku juga!”

            Minho tak suka jika seseorang mencampuri urusannya. Sementara Yoona, ia bukanlah orang yang akan berdiam diri melihat orang yang menjadi tanggung jawabnya dipermalukan begitu saja. Perang mulut semakin berlanjut. Kalau saja anak-anak lain tak melerai mereka, mungkin tamparan kedua akan mendarat dengan sukses di wajah Minho.

***

My heart beats fast
The more I look at you
My heart pounds so much
Again and again like this
Little by little every day
I love you today more than yesterday
I love you

More radiant than that sunlight
Is our memories that fill the day

 My severely trembling heart
Shouts that it loves you
Who looks over me

            Jam istirahat.

            Dengan malas Taemin menyantap bekal makan siangnya. Ia terlihat berpikir keras. Pandangannya mulai menyelidik ke seluruh isi kelas. Apalagi yang dilakukannya kalau bukan memandang pasangan mesra yang ada di kelas. Mulai dari pasangan penyanyi terbaik di sekolah yang dijuluki sing couple, Jonghyun dan Jessica, food couple yang suka mengurusi pudding jelly dan ayam, Jinki dan Taeyeon, sampai pasangan unik yang kadang dikira sesama namja, Key dan Amber.

            Taemin mendesah. Melihat pasangan-pasangan itu membuatnya iri. Bagaimanapun imutnya dirinya, tetap saja ia seorang namja normal berusia 16 tahun yang sedang dalam masa puber. Intinya dia juga ingin punya pacar. Tapi, mungkinkah dia mendapatkan yeoja yang diinginkannya….

            “Annyeong, Taemin-ah!” seseorang menyapanya.

            Oh, tidak. Yeoja itu, Im Yoona, kini telah ada di hadapannya.

            Taemin tersenyum kecil. “Ann.. Annyeong, Yoona!” ia tergagap.

            “Mian jika aku mengagetkanmu,” Yoona tertawa kecil.

            “Gwenchana,” Taemin masih salah tingkah. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tak gatal. “Untuk yang kemarin, terima kasih, ya?” kini ia membungkukkan tubuhnya.

            “Tak perlu berterima kasih. Yang lebih banyak membantumu kan Yuri,” ucap Yoona ringan. Ia menghela nafas sesaat. “Lagipula, kenapa kau diam saja diperlakukan seperti itu?”

            Pertanyaan terakhir Yoona membuat Taemin terdiam. Mendadak raut wajahnya mengeras. “Itu bukan urusanmu!” nada bicaranya juga berubah dan terdengar ketus. “Tapi, sebaiknya kau tak usah membelaku. Kau itu seorang gadis. Jangan buang-buang tenagamu untuk itu,”

Yoona mengernyitkan alisnya, masih belum mengerti dengan maksud Taemin. “Kalau begitu, harusnya kau bisa membela dirimu sendiri. Apa kau tak kesal diperlakukan seperti itu?”

Taemin tetap tenang. Ia sama sekali tak terprovokasi dengan ucapan Yoona. “Untuk apa?” tanyanya lirih. “Seperti yang kau tahu, bagaimanapun juga Minho pernah menjadi sahabat terbaikku,”

Yoona terdiam. Oh, hampir saja dia lupa akan hal itu.  2Min, itulah julukan mereka dulu. Partner terkompak setelah JongKey. Kemana-mana selalu berdua. Mengerjakan tugas, bermain, menikmati bekal makan siang, ah.. hampir seluruhnya. Tapi, kenapa sekarang berakhir? Persahabatan antara Lee Taemin yang imut dan Choi Minho yang tampan? Apa masalah yang terjadi diantara mereka?

Yoona menyimpan banyak pertanyaan di hatinya. Rahasia kedua orang itu benar-benar rapat. Huh, mengerikan juga. ‘Semoga saja persahabatanku dan Yuri tak akan berakhir seperti itu juga’ batinnya.

***

 

Underneath the blue sky, the two of us
Walk the inescapable path where we’ve fallen into sweetness
Like in a love story that appears in a fairytale, we look at each other
We dream about what this is, is it love?

 Feel like paradise, you are my day
Do you know my day is meaningful when you’re in it, girl?
If it’s not you, I don’t need anything else
Let today be the day

            Yuri-ya, aku mau ke sana dulu,” ucap Yoona, tertarik dengan sosok yang duduk di sudut perpustakaan.

            Yuri mengangguk tanda persetujuan. “Oh ya, sekalian berikan buku ini padanya,”

            Yoona meraih buku sains yang diberikan Yuri. Ia mengangguk, lalu berbalik dan bersiap menuju ke sasarannya.

            Yoona tersenyum. Wajahnya terlihat cerah. Senang juga bisa melihat wajah imut dan manis Taemin di perpustakaan. Namun, baru beberapa langkah, ia mengurungkan niatnya. Minho, namja itu kini telah berada di hadapan Taemin.

            Taemin dan Minho. Wajah kedua namja itu sama-sama tegang. Mengingat kejadian di lapangan basket tempo hari Yoona merasakan suatu firasat aneh. Apa yang akan dilakukan Minho? Apa dia ingin melecehkan Taemin lagi?

            Emosinya mulai bangkit. Dia memang gadis yang tak akan tinggal diam selama bisa menolong orang lain. Itulah yang diajarkan pamannya, Sooman, padanya.  Tapi, melihat reaksi Taemin kemarin tentang pertolongan yang telah diberikannya, ia mengurungkan niatnya.

            Yoona mendecakkan lidahnya. “Untuk apa aku membela anak seperti dia, jika dia tetap bertingkah seperti orang akan mati? Dibela tak mau, membela diri pun tak punya niat! Huh, menyebalkan!”

            Begitu melemparkan pandangannya, Yoona terkejut. Sosok Minho sudah tak ada lagi di hadapan Taemin. Dan ia hampir saja menjerit saat mendapati namja itu telah berdiri di hadapannya.

            “Kau kaget?” Minho terkekeh.

            “Minho, kau?!” Yoona semakin kesal dengan tingkah arogan namja itu.

            Minho mendecakkan lidahnya. Ia memandang Yoona dengan aneh. “Wah, wah.., kau ini selalu ada dimana Taemin berada. Kau bodyguard-nya, ya? Ahh.., aku tahu.., kau suka dia, kan?”

            Kontan saja pipi Yoona memerah. Jika ini bukan perpustakaan, ingin sekali rasanya ia menampar mulut namja menyebalkan itu.

            Minho berlalu. Yoona masih memandangi namja itu dengan kasa kesal yang membuncah. Sekilas Minho berhenti, ia menatap dalam ke arah Yuri. Entah apa artinya itu, namun Yoona bisa merasakan rasa sayang sekaligus cemburu dalam tatapan namja itu.

            Yoona mengangkat kedua bahunya, tak ingin memikirkan hal itu lebih jauh. Ia mendekati Taemin, kembali dengan senyum cerahnya.

            “Taemin-ah, ini buku sainsmu yang dipinjam Yuri kemarin,” tegur Yoona sambil menyerahkan buku itu pada Taemin.

            Taemin meraih buku itu. Ia tersenyum tipis. “Oh, ne, gomawo, Yoona!” jawabnya sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam.

            “Hanya begitu saja?” tanya Yoona tiba-tiba.

            “Mwo?!” Taemin menjadi heran dengan pertanyaan yang rasanya tak masuk akal itu.

            “Ah, aniyo!” Yoona cepat-cepat mengelak. “Err.., aku harus kembali menemani Yuri,”

            Taemin memiringkan kepalanya, sebelah alisnya terangkat. “Oh, ya sudah,”

            Yoona buru-buru membalikkan badannya. Ia menghela nafas berat. Hampir saja mulutnya keceplosan. Dengan gontai ia berjalan ke arah Yuri. Rasanya kecewa juga. Padahal ia ingin Taemin menceritakan apa yang baru saja dikatakan Minho padanya. Tapi, itu mustahil. Namja imut itu tetap saja bungkam, tertutup terlalu rapat. Dan satu lagi, kenapa dia selalu mengucapkan terima kasih sedemikian tulus?

***

 I think about you the entire day
It’s just full of things we can do together
In my day, you are
Such a special person
I shout that I love you

            “Taemin-ah, jebal!” terdengar suara seorang namja yang tengah memohon dari dalam ruang olahraga.

            “Tidak, aku tak bisa melakukan itu. Biarpun dia sahabatku sejak kecil, aku tetap tak bisa!” Taemin menolak permintaan namja itu.

            Mendengar suara yang hampir mirip teriakan itu, Yoona dan Yuri yang sejak tadi berdiri di depan ruang olahraga tertarik untuk menguping. Meski ruang olahraga tertutup, tapi mereka bisa mendengar suara kedua namja itu dengan jelas. Suasana sekolah telah sepi satu jam setelah pelajaran terakhir selesai.

            “Tolonglah, hatiku hanya untuknya,” namja itu memohon. “Kejadian di lapangan basket waktu itu, kau tahu, aku kesal padamu, kerena ternyata dia lebih membelamu dibanding aku,”

            Taemin mendecakkan lidahnya. “Ya! Siapa yang tak akan kesal jika melihat sahabatnya depermalukan seperti itu? Jika itu caramu, maka kau salah besar, Minho!”

            Deg, Yoona dan Yuri terperanjat. Astaga! Benarkah itu Taemin? lantas Minho? Namja itu memohon? Apa yang sebenarnya terjadi?

            “Kau disegani semua orang, Minho-ya!” Taemin melanjutkan kata-katanya yang sempat tertunda. Ia mendesah, lalu menghardik lawan bicaranya, “Tapi, mengapa untuk urusan cinta kau selemah ini? Sebaiknya kau terus terang padanya. Kau katakan sejujurnya tentang perasaanmu. Masalah kau akan ditolak atau tidak, itu urusan belakangan. Yang penting kau telah mengucapkannya. Dengan begitu kau akan lega. Dan Yuri pasti akan menghargai apa yang telah kau ungkapkan padanya!”

            Brakk!! Pintu ruang olahraga terbuka. Kwon Yuri, yeoja itu yang rupanya telah membanting pintu. Ia terlihat tak percaya. Perlahan kakinya melangkah mendekati Minho dengan perasaan tak menentu, sementara yang didekati hanya diam seribu bahasa.

            Yuri menarik lengan Minho. Ia menarik namja itu ke arah lapangan.

            Yoona dan Taemin terdiam. Reaksi mereka polos. Hanya memberikan tatapan (O.O) pada pasangan yang baru saja melewati mereka.

            “Ikuti mereka!” Taemin menarik tangan Yoona.

            Yoona yang masih bingung menurut saja dengan ajakan namja itu. Mereka mengendap-endap, menyembunyikan tubuh mereka rapat-rapat diantara semak-semak di pinggir lapangan.

            “Kenapa kau tak jujur padaku sejak awal, Minho-ya?” Yuri meminta kepastian.

            Minho tertunduk. “Mianhae,” ia menelan ludah. Pertama kali ia merasakan rasa malu sebesar ini. Ia tak menyangka Yuri akan memergokinya dalam keadaan seperti ini.

            Yuri mendesah. Ia menyibakkan rambut yang menutupi seperempat bagian wajahnya. “Jika kau jujur padaku sejak awal, aku tak perlu menamparmu waktu itu. Taemin itu sahabatku sejak kecil. Terang saja aku marah jika kau memperlakukannya seperti itu. Kau ini.., huh.., menyebalkan!” sungutnya dengan wajah merah padam.

            Minho memberanikan dirinya menatap Yuri. “Maaf jika begini. Ini pertama kalinya aku jatuh cinta,” ungkapnya, terdengar polos dan jujur. ”Maaf telah membuatmu kesal. Mungkin aku terkenal cool di mata teman-teman. Tapi untuk urusan cinta, aku sangat pemalu,”

            “Hahaha!” Yuri terkekeh. Ia bingung. Haruskah ia marah, menangis, ataukah senang?

            Minho meraih tangan Yuri dengan segenap keberaniannya. “Kau sudah tahu perasaanku padamu. Jadi, apa jawabanmu?”

            Mendadak Yuri terdiam. Ia menatap kedua bola mata Minho yang terlihat begitu serius. Perlahan ujung bibir Yuri terangkat. Ia tersenyum samar. “Mungkin ini terlalu cepat. Aku belum bisa menentukan perasaaku padamu,” ucapnya pelan. “Kuhargai keberanianmu. Terima kasih sudah menyukaiku, tapi aku tak bisa menjawabnya sekarang,” ia menepuk pundak Minho.

            “Oh,” Minho tertunduk. “Kau menolakku?”

            “Hahaha, bukan!” Yuri kembali terkekeh. Namja tampan ini sangat polos rupanya. “Aku hanya belum bisa menjawabnya. Bagaimana kalau kita PDKT dulu? Kau mau?”

            Minho tertawa kecil. Semua yang ada pada diri Yuri membuatnya salah tingkah. “Ne, tentu saja. Anything for you,”

***

Fall in love, please hold onto my hand tightly
I wanna be, please stay only by my side
You so sweet, I’m going to give you my all
I can’t stop, I only love you

            “Omo, tontonan yang hebat!” ujar Yoona dari balik semak-semak.

“Setuju!” Taemin turut menanggapi perkataan Yoona. “Menurutmu, bagaimana akhir kisah mereka nanti?”

            “Mereka pasti jadian!” celetuk Yoona yakin. “Lihatlah!” ia menunjuk Minho dan Yuri yang berjalan menuju lorong sekolah sambil bergandengan tangan. “Mereka sangat serasi,”

            Taemin mengangguk setuju. Ia menarik nafas dalam-dalam. Ini saat yang tepat juga baginya. Ia juga harus menyatakannya sekarang. “Yoona-ya,” Taemin berbisik pelan.

            Yoona menoleh. Mendadak ia membeku. Taemin, jarak tubuh namja itu hanya beberapa inchi saja darinya.

            Taemin menyentuh ujung dagu Yoona. Ia tersenyum manis. “Kurasa aku akan mengungkapkannya sekarang juga,”

            “N.. Ne?” Yoona menjadi gugup dengan perlakuan ini. Kedua bola matanya membulat dengan sempurna.

            “Saranghae,” sekali lagi Taemin berbisik, ia mendaratkan ciumannya dengan lelmbut di bibir Yoona.

            Yoona tak habis pikir dengan pengakuan ini. Ia benar-benar bingung harus bagaimana. “Ba.. bagaimana bisa kau menyukaiku?” akhirnya pertanyaan polos itu yang keluar dari bibirnya.

            Taemin tertawa Kecil. “Ceritanya panjang. Kau heran kenapa namja yang dikatakan imut oleh orang-orang ini bisa jatuh cinta juga?”

            Yoona mengibaskan tangannya di udara. Ia berdalih, “Yah, bagaimanapun imutnya rupamu, itu terkadang menipu. Kau tetaplah seorang namja. Aku kagum dengan ketegasanmu di ruang olahraga tadi. Bagaimana mungkin kau bisa menghardik Minho setegas itu?”

            Taemin menekan ujung bibir Yoona dengan telunjuknya. “Jangan kaget, aku hanya melakukan apa yang menjadi tugasku sebagai sahabatnya. Seperti yang dikatakan orang bijak, kesalahan atau kelalaian yang pernah dibuat tak selalu berarti harga mati  bagi seseorang. Manusia memiliki potensi berbuat benar atau salah. Selama orang mau mengakui bahkan memperbaiki kesalahan, kebaikan akan datang juga kepadanya,”

            Yoona mengangguk, mengerti dengan apa yang dimaksudkan Taemin. “Setelah kejadian ini, apa kau dan Minho akan kembali bersahabat seperti dulu lagi?”

            Taemin mengangguk yakin. “Yah, itu harus. 2min pasti akan berjaya lagi meski butuh sedikit waktu. Err.., lalu, apa jawabanmu untuk ungkapan perasaanku barusan?” Taemin berbisik nakal di telinga Yoona.

            Yoona tersenyum malu-malu. “Seperti yang telah dituduhkan Minho padaku saat di perpustakaan, nado saranghae..,” ungkapnya, setengah berbisik.

            Taemin tertawa kecil. Sifat sebagai namja imut serta malu-malu masih terlihat jelas dari dirinya.

            “Oh ya, terima kasih telah membawa Yuri ke sini. Kalau tidak, mungkin dia tak akan mengetahui perasaan Minho padanya,” Taemin membungkukkan badannya.

            “Ne, cheonmaneyo,” papar Yoona sedikit bingung. “Kalau boleh tahu, kenapa kau selalu mengucapkan terima kasih? Terhadap hal kecil pun kau seperti itu?”

            Pertanyaan yang sederhana namun berarti dalam. Taemin tersenyum penuh makna lalu berkata, “Karena kita harus menghargai kebajikan seseorang, sekecil apapun itu. Paling tidak, budayakan mengucapkan terima kasih karena perbuatan baik orang tentu dilakukannya melalui sebuah pengorbanan,” jelasnya lembut.

            Yoona tersenyum manis. Namja imut yang kini telah menjadi namja chingu-nya itu selain tak terduga, ternyata bijaksana juga.

            “Kurasa couple di Seoul High School ini akan bertambah,” ujar Taemin sambil menggandeng tangan Yoona, masih rada canggung dan malu-malu.

            “Maksudnya kita, Minho, dan Yuri?” Yoona tertawa pelan, berusaha menormalkan suasana yang terkesan berbeda ini.

            “Ne,” Taemin mengangguk. “2gether couple untuk Yuri dan Minho. Lalu kita adalah childish couple. Hehehe..,”

            Kedua mata Yoona membulat. “Kenapa childish?”

            “Karena pasanganku adalah kau,” Taemin menculik hidung Yoona nakal.

            “Karena aku?!” Yoona mendelik.

            “Akan kubuktikan!” seru Taemin yakin.

            Chu~ sebuah kecupan kilat mendarat di pipi Yoona.

            “Ya! Awas kau, Lee Taemin!” Yoona berteriak, siap-siap mengejar Taemin yang sudah berlari mendahuluinya.

            Bagaimanapun juga Yoona tetaplah perempuan, seliar apapun tingkahnya. Darahnya akan berdesir hebat dengan kejutan seperti ini. Bibir dan pipinya juga masih terasa panas setelah dikecup seorang Lee Taemin. Apalagi itu ciuman pertamanya.

            Pasangan baru yang penuh semangat. Yah.. itulah jiwa muda. Seperti yang banyak dikatakan orang, ‘Hasrat cinta adalah awan putih yang datang dari cakrawala, naik dan tumbuh sampai memenuhi wajah langit lalu jatuh di atas bunga-bunga dalam ladang kehidupan, membuka mahkota mereka untuk mengetahui cahaya.’

 

Oh, shiny day, your happy smile
You so sweet, and my embarrassing nervousness
Take my heart, I’m going to give it to you
I can’t stop my love for you (Love)

FIN

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

68 thoughts on “{CONTEST C} Cute, But Impressive”

  1. Hiyaaa… Chandra.. Ikut kontes juga rupanya…
    Uwow.. Pairingnya SHINee Generation… Keren, Chan,, tumben liat pairing itu di blog ini..
    YooMin.. Hmm~ childish parah mereka berdua, *plakk*
    minho malu-malu nih… Lucu deh ngebayanginnya…
    Keren, Chandra. Ceritanya manis. Pas sama ostnya..
    God job, lah..!!
    ^^ Chan,, tumben liat pairing itu di blog ini..
    YooMin.. Hmm~ childish parah mereka berdua, *plakk*
    minho malu-malu nih… Lucu deh ngebayanginnya…
    Keren, Chandra. Ceritanya manis. Pas sama ostnya..
    God job, lah..!!
    ^^

    1. iya, Eon. saya ikut…
      Tumben… saya iseng buat pairing itu nih… hehehehe

      setuju! childish parah.. *ditabok*
      syukurlah kalau mau pas.. aku kira malah menyimpang. hehehehe…

      makasih komennya Eon meskipun keulang-ulang.. hehehehe

  2. Huwaa.. Ada MinYul nih,, aku suka banget sama couple itu..
    Hot… Kkkk~
    di awal Minho nyebelin deh.. Tapi ternyata.. Dia suka yuri,.
    Taem keren.. Ga nyangka dia sebijak itu…. Takjub deh!
    Nice FF, Chandra!

  3. Taem keren… ^^
    entah kenapa aku senyum-senyum sendiri ngebayangin Minho malu-malu kayak gitu.. Hehehe
    overall ceritanya bagus. Alurnya menarik..
    Good job pokoknya!yak gitu.. Hehehe
    overall ceritanya bagus. Alurnya menarik..
    Good job pokoknya!

  4. Percaya deh. Kalau chandra yang buat FF pasti pembawaannya selalu daebak.. ^^
    ceritanya manis, menarik, dan gak ngebosenin!
    Jadi makin cinta nih sama Taemin.. *digetok Onew*
    good job!

  5. Wahaaa.. Saya baru ngeh kalau FF buat nyambut ultah Taemin udah dipublish..
    Coba milah-milah.. Eh ketemu yang pairing sesama artis. Castnya sesama cildish lagi *geplakk*
    suka banget deh sama FF ini,, sederhana tapi berkesan. Menarik dan gak membosankan. Terus ada pesan moralnya juga..
    Good Job pokoknya!
    Hwaiting, ya..

    1. Loh.. kok baru ngeh? ngelindur ya, Yun?? hehehehehehe.. *plakk*
      setuju dah kalau mereka childish..

      syukurlah kalau suka dan bisa nangkep pesan moralnya..
      makasih udah Komen, yun…

  6. Taem,, hmm.. Setuju sama judulnya. Cute, but impResSive…
    Keren deh Taemin + Yoona. Kecil-kecil, tapi pengen juga.. Wkwkwkwk *apa emang?*
    nice story! + Yoona. Kecil-kecil, tapi pengen juga.. Wkwkwkwk *apa emang?*
    nice story!

  7. Huwaa Taem… Dirimu main kissu kissu Yoona aja… *jealous berat*
    #diGetok Jjong#

    suka banget dah sama ceritanya.. Manis, romantis, dan menghibur!
    Daebak!

  8. Omo~ terkesan banget sama karakter Taemin di sini… Imut,, tapi bijak… ^^

    MinYul… Uwow.. Love them so much,, hot and lovable *ngomong apa, sih?*

    jalan ceritanya ok banget, Eon!
    Daebak,…

    Eon udah sebulan hiatus nih~
    apakah lagi nulis FF baru?
    Aku tunggu deh, ya..
    Hwaiting, Chand Eon! Imut,, tapi bijak… ^^

    MinYul… Uwow.. Love them so much,, hot and lovable *ngomong apa, sih?*

    jalan ceritanya ok banget, Eon!
    Daebak,…

    Eon udah sebulan hiatus nih~
    apakah lagi nulis FF baru?
    Aku tunggu deh, ya..
    Hwaiting, Chand Eon!

    1. kamu komen lagi, Ta???

      iya nih…. aku harus hiatus buat ngurus kuliah…
      FF selanjutnya??? aku mau buat chronicles pairing SHINee Generation..
      gimana??? hehehe
      ok.. tunggu aja..

      makasih ya udah komen..

  9. Maaf nih.. Tadi komenku kepotong. Jadi masuk dua kali. Dan jadi 3 kali sama yg ini. Tak apa kan, Eon?
    Hehehehe

  10. lega ,, akhirnya ada juga ff taemin yang gag bikin nangis guling2 ….

    bener2 impressive dhe taeminnie ..

    kyaaaaaaa ,,,,,,, taem jd bijak buanget ….

    good job author !!!!!!!!! muach ,, *author: apaan siieyy???*

  11. Yey SHINee Generation..
    Aku suka couple ini….

    Taemin impressive banget dah…
    So sweet! ^^
    like this FF!!

  12. Taemin-Yoona.. Aku suka couple ini..
    MinYul juga..
    FFnya bagus.. Ringan dan enak dibaca..
    Aku makin suka karyamu, Chandra Eon..
    Dari dulu selalu daebak..
    1000 JEMPOL deh buat eon..

  13. aigoooo. . . . .
    awalnya minho jahat banget deh
    cool tapi malu sama yuri
    mana taemin yang kena bola lagi
    sampe berdarah begitu
    tapi akhirnya happy ending huaaaaa
    childish daebak!!!!!
    bagaimana nasib 2min selanjutnya?? *abaikan
    taemin imut imut lebih gentle dari pda minho ternyata
    daebakkkk (y)

  14. ADSAJDNBSHDUIRJNXASJKZ

    gila gila gila! dalam sehari langsung terbentuk dua couple!

    walaupun rada ga setuju sama pairingnya, tapi ceritanya daebak! apalagi ada pesan moralnya!

    percakapannya bisa kutranslate ke english trus publish ke tumblr deh wkwkwk

  15. huwaaa ….
    aku kira si minho kenapa .. taunya … cape deh !!
    lagian dodol !!
    hyaa ngak kebayang si taemin lebih pemberani dri pda minho ..
    hyaaa key hanya milikku !! #Plak!! di hajar lockets!!

    taemin omongan mu berat !! ngak seberat berat badan mu (loh?)
    hyaaa ahahahahah seru .. bgus baget onn … ^^

  16. Huwaa.. Taemin Yoona..
    Couple fav aku banget tuh… ^^
    2 couple dalam sehari.. Keren,,
    minho.. Bah.. Malu buat nembak Yuri?
    Ckckck~
    but Endingnya Nice,
    great fiction!

  17. 2Min.. Jangan sampai retak kayak gitu lagi dEh.. Gak rela.. *mentang2 2Min shipper*

    nice story. Alurnya menarik dan gak ngebosenin,,
    god job!

  18. Ya!
    Minho… Bah, karaktermu polos amat di sini.. Awalnya aku kira bad boy.. Ternyata,, suka Yuri yah?
    Omo, Taemin so sweet banget. Suka caranya nembak Yoona.. ^^
    daebak FFnya..

  19. Ceritanya ringan dan enak dibaca. Kagum deh sama karakter Taemin di sini..
    Cute, but impressive..
    ^^
    NICE FF

  20. Wow.. Uri Taemin udah dewasa di sini,, ^^ jadi makin cinta… Awalnya aku kira Minho bad boy.. Ternyata malu nembak Yuri,,
    ceritanya manis..
    Aku suka..
    Keep writing yah, Chand Eon.. Hwaiting!

  21. uwa~~~
    Keren keren keren eonni 🙂
    aku bacanya senyum2 gaje terus 🙂 🙂 🙂
    taemin.. aigo klepek2 saya dibuatnya >.<
    ternyata minho masih polos (?) ya dlm urusan cinta. wkwk
    hyaa~ aku dukung 2min untuk selalu berjaya!!! hahaha 😀

  22. Wow, tumbenan ada pairing Shinee-snsd,, #aku gak tau nama couplenya,,
    Next time buat yang shining effect dong eonn,,
    Tapi aku masih kurang ngeh ni eonn,, Minho sama Taemin sebenernya berantem kenapa sih?? sampe panggil Taem war**a gitu??
    Tapi aku suka endingnya,, Taemin lebih berbakat daripada Minho,, 🙂
    Nice eonn,,

    1. nama couplenya SHINee Generation…

      nanti yah aku buat,… aku udah ngerancang chronocles SHINee Generation soalnya.. hehehehehehe….

      kenapa? baca ulang deh… Minho minta Taem ngebantu dia buat nyatain perasaannya ke yuri, tapi Taem gak mau.. karena dia mau Minho usaha sendiri…

      ok.. makasih, Sagita…. ^^

  23. knpa klo soal cinta minho jd pemalu eh malah taemin yg brni ?
    Aigoo minho jng malu2in gtu dunx*diburu minho*
    ff’y bagus
    suka.suka.suka
    baru petama kali baca ff yg crita’y minho tuh pemalu dlm percintaan.

  24. @ruthniedlich:
    kenapa, yah?
    Kayaknya aku lagi iseng buat karakter Minho kayak gitU.. *dibakar flames*
    pertama kalikah?
    Huwehehehe…
    Makasih ya udah nyempetin baca FF ini… *hug*

  25. Author..
    ceritanya bgus. Tapi, aku pernah baca cerita kayak gini di sebuah majalah. Dari awal, sampai yg adegan di toilet, MIRIP bgt sama cerita yg pernah aku baca itu. Bedanya, cuma ending sama tokoh ceweknya. Tokoh cewek di cerita itu, cuma 1. Maaf ya, author, tapi mirip bgt! Apa author pengarang cerita itu? Kalo bukan, seharusnya dibuat kalau emang author terinspirasi darisana. Mohon maaf, kalo salah2 kata.

  26. @shilya dee:
    eh iya.. Cerita itU ya..
    Aku tahu..
    MaAf.. Aku lupa nyantUmin.. Memang terinspirasi dari sana..
    Tapi karena pas ngirim waktUnya mepet, aku lupa nyantUmin..
    MaAf ya, tapi bener dEh aku bukan plagiat!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s