{CONTEST C} Talking About Love? – Part 2 [END]

Talking About Love?part 2

Song Title(*) : Love Like Oksigen

Author(*) : Bibbib ( Rafika ) a.k.a Hyosan

Main Cast(*) (Tokoh Utama) : Lee Taemin, Jung Hyori, Han Hyosan, Onew

Support Cast(*) (Tokoh Pembantu) :  Jonghyun, Key, Minho

Length(*) : twoshoot

Genre(*) : Romance, sad, Friendship

Rating(*) : PG-15

Summary : cinta itu membuat hidup lebih berwarna, bila kita mempunyai luka itu bisa diobati dengan cinta. Cinta bisa membuat airmata kepedihan menjadi airmata kebahagian. Dan satu lagi menurutku cinta itu seperti oksigen yang kita butuhkan setiap harinya.

A.N(*): Saya mengikuti kontes B

 

Singkat sekali waktu terasa kini sudah tiba waktunya istirahat. Pelajaran tadi sangat membosankan. Sejarah, aku paling membenci pelajaran itu.

Kulihat dia -hyora- melenggang pergi. Bukan menuju kantin melainkan tempat di mana aku menemuinya sore itu. Sepertinya itu tempat favoritnya.

Ku ikuti langkahnya, kuambil pula tempat di sebelahnya.

Diam, hanya senandung-senandung kecil yang terucap dari bibirnya. Ya, seperti biasa ia selalu mendegarkan lagu melalui headphone kesayangannya itu. Ntah lagu apa yang sedang ia dengarkan. Namun tampaknya ia sangat menikmatinya.

“kau tau, dari pertama aku melihat kau perasaanku menjadi tak karuan. Ntah mengapa aku merasa seperti itu. Kata hyosan mungkin aku sedang jatuh cinta. Kepada siapa? Kau? Yeoja yang baru kukenal. Haha sepertinya benar. Wajahmu memang tak sesempurna atau secantik yeoja lainnya tapi entah mengapa di mataku kau terlihat berbeda”semoga ia mendengarkan apa yang kuucapkan tadi. Semoga semoga semogaaa.

“euhm..sejak kapan kau di sini?”

GUBRAK

“kau baru menyadarinya?”tanyaku sedikit kesal.

Ia menganggukkan kepalanya.

“kau tak mendengar apa yang kubilang tadi?”

“ani”ujarnya dengan tampang innocent.

“memangnya tadi kau bilang apa?”lanjutnya.

“aah sudahlah”panjang lebar aku mengutarakan persaanku padanya tapi ia tidak mendengarkannya -_-

“ppali!apa yang kau katakan tadi?”desaknya.

Aah! Tepat sasaran, inilah kesempatannya.

“begini saja, kalau kau memang ingin tau, datanglah nanti malam ke namsan tower. Aku akan menunggumu di sana”jelasku.

“mwo?euhm..aku harus ke toilet. Annyeong!”dia meninggalkanku…begitu saja. Aaah sesulit itukah mendekati seorang yeoja?

“hyora!headphone dan i-pod mu tertinggal”dasar ceroboh.

Ku ambil headphonenya dan kudengar lagu yang sedang diputarnya.

‘ love like oxygen ‘

mworago? Inikan laguku? Apakah dia shawol?

Kuperiksa seluruh isi i-podnya, benar saja semua isinya adalah laguku. Haha hyora sekarang aku tau kunci-anmu.

Hyora’s pov

“begini saja, kalau kau memang ingin tau, datanglah nanti malam ke namsan tower. Aku akan menunggumu di sana”ujarnya.

Apakah ini mimpi? Taemin, seorang taemin SHINee mengajaku kencan nanti malam?

Aiiish! Hyora pabo! Dia kan hanya berkata untuk menemuinya nanti malam di namsan tower. Bukanlah untuk mengajakmu berkencan. Naega jeongmal baboya!

—————–

still hyora’s pov

malam ini aku akan bertemu dengannya. Walaupun bukanlah sebuah kencan tapi aku harus menampilkan yang terbaik.

Kupilih dress hijau muda ku lalu ku pakai sebuah bando kecil bewarna senada di kepalaku.

Sedikit risih memang. Tapi aku harus menahannya, demi bertemu idolaku sekaligus orang yang kusukai.

——————–

aku sudah sampai di tempat kami berjanji. Arlojiku menunjukan pukul setengah sembilan. Kupikir aku sudah terlambat setengah jam karena jalanan yang cukup padat tadi.

———————

se-jam sudah berlalu. Cuaca semakin memburuk. Taemin masih belum menampakan dirinya. Ke mana dia? Apakah ia lupa akan janjinya? Ahh itu tidak mungkin. Hyora, buang semua fikiran burukmu itu!

——————–

Menunggu, menunggu dan terus menunggu. Itu lah yang kulakukan sejak 3 jam yang lalu. Ya, memang benar aku sudah menunggunya hampir 3 jam.

Apakah sebaiknya aku pulang saja? Atau tetap menunggu kedatangannya di sini?

Aigoo~ sabarlah sedikit hyora. Sebentar lagi taemin pasti akan datang. Letihku berdiri menunggunya sedari tadi. Akhirnya kuputuskan untuk duduk bersandar pada sebuah tiang.

Dingin sekali malam ini~ aku tak tahan dingin. Kenapa aku lupa membawa baju hangat?pabo! Kupeluk lututku dan sesekali menggosokan kedua tanganku agar menjaga suhu tubuhku tetap hangat.

Taemin’s pov

“HYUNG!aku harus pergi sekarang, dia pasti sudah menungguku”aku berlari dan tak lupa menyambar jaket kesayanganku setelah manager hyung keluar dari ruang latihan koreografi.

Aku tak habis fikir ia memintaku menciptakan gerakan-gerakan baru dalam waktu sehari saja. Ia fikir aku robot yang bisa diprogram sesuka hatinya?

Semua umpatan-umpatan telah keluar dari mulutku. Apa yang harus aku katakan pada hyora? Sudah hampir 3 jam ia menungguku di namsan tower. Ditambah lagi dengan cuaca yang cukup buruk.

Aku tidak bisa berfikir dengan jernih. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Jika sampai itu terjadi aku lah orang yang patut disalahkan.

Aku berlari menyusuri koridor gedung SM ini. Berlari ya, hanya itu yang dapat kulakukan sekarang tak lupa aku berdoa agar hyora baik baik saja.

Tidak banyak waktu yang kubutuhkan untuk keluar dari gedung sialan itu. Akhirnya kini aku sampai di tepi jalan raya. Aku harus naik apa? Di tengah cuaca buruk ini mana ada taxi yang berkeliaran.

“aigoo~taemin mengapa kau masih di sini?”yak! Dewi penyelamatku datang. Jeongmal gumawo hyosan, kau datang di waktu yang tepat.

“euhm..bisakah kau mengantarku ke namsan tower sekarang? Akan kujelaskan semuanya nanti di mobil”tanpa menunggu persetujuannya aku lansung melesat ke dalam mobil sedannya.

“tentu saja taemin, pasang sitbeltmu. Sepertinya kita harus menambah kecepatan dari biasanya”hyosan melajukan mobilnya di atas kecepatan rata rata.

Di jalan aku menjelaskan semuanya kepadanya. Dia hanya membalas dengan beberapa anggukan. Sepertinya dia memang harus fokus mengendarai mobil dengan kecepatan ini.

————————

akhirnya kami sampai di tempat tujuan.

“hyosan gumawo, jeongmal gumawo. Kau sudah terlalu banyak membantuku. Bagaimana aku harus membalas semuanya”ujarku sambil membetulkan jaket yang ku pakai.

“kau cukup menjaga hyora baik-baik. Jangan lukai dia. Itu sudah cukup bagiku. Ppali!dia pasti sangat kedinginan di luar sana”hah hyosan, kau memang selalu begitu. Peduli terhadap sesama. Beruntung sekali onew hyung memiliki yeoja sepertimu.

“baiklah aku pergi dulu.annyeong”kubuka kenop pintu mobilnya.

“chakkaman, ini ambilah sweaterku. Kau pasti membutuhkannya. Di luar udara sangat dingin”dia melemparkan sweater birunya ke arahku.

“gumawooo hyosan-ah”sorakku lalu berlari ke arah namsan tower.

Berlari dan terus berlari. Aku tidak tau sudah berapa jauh aku berlari. Au menaiki tangga denga sangat tergesa-gesa. Tiga anak tangga pun aku langkaui sekaligus. Aku hanya ingin melihat muka hyora sekarang.

Aku sampai di anak tangga terakhir. Aku bisa melihat dari kejauhan sesosok yeoja sedang duduk sambil memeluk lututnya. Dia bersandar ke sebuah tiang untuk menopang tubuhnya. Aku berjalan perlahan mendekatinya. Apakah dia menangis? Namja macam apa aku ini? Belum dia -hyora- menjadi yeojachinguku aku sudah menyakitinya. Kini perasaan bersalah memenuhi relung hatiku.

Aku berlulut di hadapannya. Bisa kulihat semilir angin menerpa rambut hitamnya.

“hyora-ah”panggilku, tapi ia tetap mempertahankan posisinya.

“jeongmal mianhaeyo aku datang terlambat”lanjutku. Tapi dia tidak bergeming sama sekali. Semarah itu kah ia denganku?

“hyora-yaa ku mohon jangan marah denganku”aku memohon dengannya. Kupegang tangannya tapi……..tangannya dingiiin sekali. Berapa lama dia menungguku?

“hyora-yaa gwenchanayo??”aku mulai panik, kugoyangkan badannya. Tapi apa yang kudapat? Iya jatuh terkulai begitu saja.

Oh tuhan apa yang terjadi dengannya?

Aku lansung menggendong tubuhnya. Bagaimana pun caranya, bertahanlah hyora-ya. Aku tak sanggup bila tak ada dirimu di sisiku.

Dengan sisa-sisa tenaga yang kumiliki kugendong terus dia hingga tempat hyosan mengantarku tadi. Tak lupa kupakaikan sweater yang telah hyosan pinjamkan tadi.

Hyosan’pov

aku putuskan untuk menunggu di sini beberapa saat. Menikmati pemandangan seoul khususnya di sekitar namsan tower ini.

OMO! Apa yang kulihat saat ini? Aku tidak salah lihatkan? Kucubit kedua pipiku sekeras mungkin. Dan memang benar aku tidak sedang bermimpi. Tapi, apa yang terjadi dengan hyora? Mengapa taemin harus menggendongnya. Tak ku peduli kan udara dingin yang tengah menyelimutiku tanpa baju penghangat sedikit pun, aku lansung berlari mendekati mereka berdua.

“taemin?apa yang terjadi?????”aku shock, aku lupa bahwa temanku ini sangat tidak kuat dengan udara dingin.

“aku juga tidak tau. Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang juga”ku bantu taemin yang sudah kehilangan tenaganya menggendong hyora. Kubuka pintu mobil dan kubaringkan tubuh lemahnya di jok belakang.

Lalu, kulesatkan mobil sedanku. Tak lupa kuhidupkan lampu darurat agar mobil-mobil lain memberiku rongga di jalan.

————————–

taemin’s pov

kenapa perjalanan ini terasa sangat lama. Padahal hyosan telah menggunakan kecepatan di atas 60 km/jam. Hyora bertahanlah.

——————

akhirnya kami sampai, hyosan turun lalu memanggil beberapa perawat. Mereka menurunkan hyora dari atas mobil lalu dengan cekatan membawanya ke ruang unit gawat darurat.

Gelisah itu lah yang kurasakan sekarang. Aku terus berdiri di depan pintu tempat di mana hyora diperiksa. Dadaku sesak, aku sulit bernafas. Pikiranku tak lepas dari hyora. Semua kemungkinan terburuk yang tidak aku harapkan membayang-bayang terus di otakku. Akhirnya aku terduduk di sini. Di depan pintu bangsal ini lalu perlahan satu per satu cairan bening itu jatuh membasahi pipiku.

Hyosan’s pov

‘tuhan, tolonglah sahabatku ini. Selamatkanlah dia’ sedari tadi kalimat itu terus ku ucapkan dalam hatiku. Aku tidak ingin menangis. Karena aku tau itu akan semakin membuat taemin tertekan. Onew oppa!ya aku harus memberi tau-nya.

To : onew oppa

oppa, datanglah ke rumah sakit sekarang. Hyora dalam keadaan darurat. Aku dan taemin menunggumu di sini

KLIK. Kutekan tombol send lalu pesan tersebut terkirim.

Aku tak tega membiarkan hyora berjuang di dalam sana seorang diri. Kugigit bibirku agar airmata kesedihan ini tak keluar.

Sepertinya cuaca sangat tau apa yang kami rasakan sekarang. Serasa ia-cuaca- juga merasakan kesedihan dan kegelisahan ini, ia pun turun menurunkan airmatanya. Salju, yaa salju turun malam ini. Dinginnya sangat menusuk hingga ke tulangku.

———————-

onew’s pov

drt..ddrt..

Telfon genggamku bergetar. Sepertinya satu pesan masuk. Ku buka dan kubaca perlahan.

MWO? Hyora masuk rumah sakit? Aku harus segera ke sana.

“minho, key ada berita buruk. Hyora masuk rumah sakit. Sebaiknya kita segera ke sana”jelasku kepada mereka.

“OMONA!ppali hyung kita harus cepat ke rumah sakit”key dia sangat sayang dengan hyora. Dia telah menganggapnya sebaik donsaengnya sendiri. Wajar dia shock seperti itu.

“kkaja”ujarku.

“tapi bagaimana dengan jonghyun hyung? Dia kan sedang take vocal”minho mengingatkanku.

“eum..nanti biar aku yang memberitahunya agar segera menyusul”

——————–

kami sudah sampai di seoul international hospital. Key langsung melesat ke arah UGD. Aku mengerti perasaanya. Pasti ia sangat khawatir akan keadaan hyora.

Dari kejauhan aku melihat sesosok namja sedang terduduk di lantai. Dia menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. Kulitnya yang putih dan rambutnya yang merah. Dapat kupastikan dia adalah taemin. Dia pasti sangat terpukul.

Key dan minho berjalan mendekatinya. Merangkul magnae kami itu dan sedikit menghiburnya.

Sedangkan aku? Aku menangkap seorang yeoja sedang terduduk sambil memeluk dirinya sendiri. Aku yakin dia adalah hyosan. Dia pasti juga sangat shock akan keadaan ini. Bagaimana tidak yeoja yang telah dianggapnya sebagai saudara sendiri kini sedang dalam keadaan kritis.

Aku duduk di sampingnya. Tapi sepertinya ia tertidur. Kuelus pipinya. OMONA!dingin sekali! Aku baru menyadari kalau dia tidak memakai baju hangatnya. Kutarik badannya dalam pelukanku dan membiarkan tertidur lelap di dadaku.

Taemin’s pov

Dadaku terasa sakit sekali. Seolah-olah ada beban yang menghimpitnya. Ternyata benar apa yang dikatakan hyosan. ‘Bila orang yang kau cintai merasakan kesedihan atau kepedihan kau pasti akan turut merasakannya’.

“taemin, gwenchanayo?” tiba-tiba minho hyung dan key hyung datang. Dari mana mereka tahu aku di sini?

Kuusap airmataku lalu menatap kedua sosok namja yang sangat kusayangi itu.

“hyora hyung..hyora”ujarku terbata-bata.

“ne ne aku tau. Semua akan baik-baik saja. Uljimayo, sudahlah kita harus berdoa demi keselamatannya” key hyung memeluku.

“kau belum makan malam kan?”Tanya minho hyung.

“ani..aku tidak lapar hyung”

“kau harus makan taemin, hyora tidak akan senang melihatmu sakit nantinya. Kau mencintainya kan? Oleh karena itu kau tidak boleh sakit dan membuatnya khawatir”jelas key hyung.

“kkaja!ayo kita pergi ke tempat makan terdekat. Setelah itu kau boleh kembali ke sini lagi”lanjutnya.

Benar juga apa yang dikatakan key hyung. Aku harus tegar, tidak boleh lemah seperti ini.

——————————————————————

Onew’s pov

Beberapa jam telah berlalu, akhirnya dokter yang menangani hyora keluar dari ruangan mengerikan itu. Appa hyora berbincang dengan dokter tersebut. Ya, appa hyora memang sudah kami beritau sedari tadi. Dapat kulihat air muka beliau berubah. Aku berharap ini bukanlah pertanda buruk.

Minho berjalan mendekati appa hyora. Mereka berbincang-bincang cukup serius. Appa hyora pun sempat menitikkan airmata.

Minho memberitahuku sesuatu, sesuatu yang menurutku akan menjadi kenyataan yang pahit bagi kami semua.

————————————————————-

Dia menggeliat di pelukanku. Sepertinya ia sudah terbangun.

“oppa? Kau sudah sampai? Sejak kapan?” tanyanya yang masih setengah sadar.

“kau sudah bangun?aku? Hm…sekitar se-jam yang lalu”jelasku.

Dia melihat sekeliling, aku mulai cemas. Bagaimana cara aku menjelaskan padanya?

“oppa, mengapa taemin menangis?” tanyanya.

DEG

ottohkae?

“oppa? Apa yang terjadi? Hyora, bagaimana keadaannya?” berturut-turut pertanyaan keluar dari bibir tipisnya.

“oppa? Kenpa oppa diam saja?”tanya lagi.

“euhm..kau tenang dulu hyonnie, e..eum..hyora…”

“ah..dokternya sudah selesai memeriksa hyora?ottae?bagaimana keadaannya oppa?” matanya membulat.

“hyora sudah meninggalkan kita”jelasku.

“mwo?ani..oppa kau jangan bercanda sekarang”matanya yang tadi bulat berbinar, kini berubah mengeluarkan cairan bening.

“kau harus menerima kenyataan hyonnie”

dia menunduk, menggigit bibir bawahnya sehingga mengeluarkan cairan merah yang segar.

“jangan sakiti dirimu hyonnie, menangis lah sepuasnya. Kau harus belajar merelakannya” kutarik tubuh mungilnya ke dalam pelukanku.

“oppa..ini semua tidak mungin”ujarnya sambil sesegukan.

“sst..uljimayo”kuelus puncak kepalanya. Sakit rasanya melihat senyuman yang biasa merekah di wajahnya kini berubah menjadi tangisan. Aku tak tahan melihatnya seperti ini

————————————————————-

Taemin’s pov

Semangkuk bimbimbap cukup mengisi perutku. Aku tak sabar ingin kembali ke rumah sakit. Aku ingin mengatahui bagaimana keadaan hyora sekarang. Apakah ia sudah siuman?

Aku dan key hyung sudah sampai di tempat tadi-UGD- . Tapi, ada apa ini? Hyosan menangis begitu juga appa hyora.

“hyung apa yang terjadi?”

“nan molla taeminnie”jawab key hyung.

“minho hyung, apa yang terjadi? Bagaimana keadaan hyora?”

“hyora terkena hipotermia yang sudah akut taemin, dokter tak bisa menyelamatkannya”

Ribuan  anak panah serasa merobek jantungku. Paru-paruku tidak bisa menerima oksigen. Nafasku sesak pikiranku kalut. Ini semua..ini semua di luar dugaanku.

Aku terduduk, menangis sekeras kerasnya. Mengapa kau ambil dia secepat itu tuhan? Bahkan kau tidak memberikanku waktu untuk menyatakan perasaan sayangku padanya. Aku hanya bisa menangis, tak perduli berapa pasang mata yang menatapku sekarang.

———————————————————-

Hari ini, hari yang seumur hidup akan kuingat. Hari dimana ia meninggalkanku untuk selamanya. Tak ada lagi senyum dari bibirnya. Matanya yang indah sudah tak bisa kulihat lagi. Headphone yang biasanya ia pakai untuk mendengarkan lagu kami –SHINee- kini sudah tak ada yang memiliki.

Ini akhir kisah cinta pertamaku. Dimulai dari rasa penasaranku akan artinya cinta sampai kehilangan orang yang kucintai.aku tahu aku tidak boleh berlarut-larut dalam kesedihan. Aku yakin di suatu tempat di sana, ia akan menunggu kehadiranku. Selamat jalan hyora, aku yakin suatu saat nanti di saat aku tak bisa lagi menikmati segarnya udara pagi, melihat keindahan dunia, di saat raga dan jiwaku sudah tak bersatu lagi. Kita pasti akan bertemu lagi hyora. Saranghae jeongmal saranghae.

—————————————————————–

Di sini lah aku sekarang. Berdiri di tengah-tengah ribuan fans ku. Bersama dengan hyung-hyung yang menyayangiku. Mengadakan the second SHINee World Concert in Seoul. Kini, kami akan melantunkan sebuah lagu, lagu yang memberitahu kita akan artinya cinta yang sebenarnya. Sanso gateun sanso gateun sanso gateun neo…..

 FIN

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

9 thoughts on “{CONTEST C} Talking About Love? – Part 2 [END]”

  1. Yaampunnnnn
    Uri taeminnie kasian banget banget!!!
    Baru pertama kali jatuh cinta
    Malah ditinggal
    Aduh gakebayang itu nyeseknya begimana
    Pasti nyesek banget

  2. Wah HyoRa meninggal…!!! *evilsmile*
    Biarin aja Taemin Oppa,, ada aku yang slalu menemanimu… #plakk
    #abaikan yg comment d atas

    Nice FF…
    aku suka, ceritanya ngk berbelit” jadi ngk mikir kelamaan…
    My Price, neomo kyeopta.. ^^

  3. aaah mian ceritanya agak aneh.. kenapa minho key tau hyora?? bukannya taemin aja baru ketemu yaa??
    but nice ff 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s