{CONTEST C} THE ANSWER – PART 3 (END)

THE ANSWER – PART 3 (END)

Song Title : Hit Me

Author : Sagita

Main Cast : Lee Taemin, Shinee member, Kim Mintae (OC)

Support Cast : Victoria f(x), Luna f(x), and others

Length : Trilogi

Genre : Romance, Friendship, Family, Sad (?).

Rating : General

A.N      : Saya mengikuti kontes A (buat syarat aja sih, hehe)

Geu jaemi itdaneun DVDreul teureo nook. Oh museun naeyonginji I just don’t know
ni jeonhwaman gidarimyeo crazy bout U. What can I do

 I turn on that supposedly fun DVD.  Oh, I just don’t know what it’s about
Waiting only for your call, crazy ’bout you.  What can I do?

Author’s POV

Onew tengah menonton DVD, – Tangled yang baru saja dibelinya bersama Victoria sepulang kuliah

“Hahhaha, Yaa! Chagi liat kudanya! Hahhaha.”

Victoria tertawa terbahak-bahak, sementara Onew malah sudah memukul-mukul lantai dengan tangannya dan tangan satunya memgang perutnya yang mulai sakit.

Mereka bahkan tidak mendengar suara pintu yang terbuka. Taemin berjalan dengan lesu. Semua tubuhnya lemas. Dilihatnya hyungnya yang sedang tertawa bersama Victoria nuuna. Entah kenapa dia malah menghampiri mereka dan duduk di sebelah Victoria.

Berharap bisa ikut terhibur, tertawa seperti mereka dan melupakan masalahnya, meski itu hampir tidak mungkin. Dia hanya duduk, diam, tanpa suara.

“Aku tidak menyangka bisa tertawa seperti ini hanya karena film kartun yang seharusnya ditonton oleh anak-anak.” Ucap Onew sambil tertawa begitu film itu berakhir.

Victoria tersenyum, “Hahha, Aku mau buat jus.”

Victoria hendak melangkah ke dapur. Tapi dia terhenti saat melihat Taemin.

“Taemin, sejak kapan kau pulang? Aku bahkan tidak mendengar suara tawamu sama sekali.”

“Molla, Aku pulang sekitar sejam tadi. Tapi tak sedikitpun aku tahu tentang apa crita itu? Kau mau mencritakannya padaku nuuna?”

Victoria memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Taemin. Namja itu tersenyum.Tapi senyum itu justru terlihat menyedihkan sangat menyedihkan.

Onew yang mendengar nama Taemin menolehkan kepalanya agar menghadap Taemin setelah membereskan DVD yang baru saja ditontonnya. Matanya langsung menyipit melihat ekspresi Taemin.

“Kau kenapa?”

“Aku hanya tidak mengerti tentang DVD yang baru saja kulihat dan aku meminta Victoria nuuna untuk menceritakannya padaku.” Ucapnya kembali dengan senyum.

Tapi sama seperti Victoria, senyum itu malah terlihat menyedihkan untuk Onew. Matanya yang sembab, mukanya yang  kusut, pandangannya yang kosongnya,sorot matanya yang sedih, dan rambutnya yang berantakan. Onew bertanya heran dalam hati kenapa lagi dengan dongsaengnya ini?

Onew melihat kea rah Victoria, bibir Victoria bergerak mencoba mengatakan sesuatu. Mata mereka yang saling bertatapan memantulkan kekhawatirkan satu sama lain. Mintaekah? Setidaknya kata itu yang bisa ditangkap Onew.

“Kami siap mendengar critamu, apapun itu.”

“…”

Taemin masih diam. Dia menunduk, senyum masih menghiasi wajahnya. Tapi, untuk kesekian kalinya. Senyum itu sangat menyedihkan. Kembali Victoria dan Onew berpandangan.

“Apa ini tentang Mintae?” Akhirnya Victoria memberanikan diri untuk menyebut nama itu.

Sunyi. Tapi beberapa detik kemudian terdengar isakan. Taemin mendongakkan kepalanya. Dan betapa kagetnya Onew saat mendapati air mata mengalir disana. Sementara Vidtoria malah tersenyum dan memeluk Taemin.

“Begini lebih baik, menangislah. Kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk tersenyum.” Dielusnya kepala namja yang sudah dianggapnya seperti dongsaengnya sendiri itu.

Onew ikut tersenyum dan mengelus pundak Taemin. “Kau punya kami. Ceritakanlah.”

“A-apa yang kutakutkan terjadi.”

***

Jonghyun berlari begitu mendengar suara mobil. Dia benar-benar cukup frustasi dengan segala fikirannya. Dan dia memutuskan untuk bertanya langsung ke Mintae. Kalau perlu dia juga akan menahan Key untuk sesaat, demi kelangsungan investigasinya.

Tapi betapa terkejutnya dia saat mendapati Mintae dengan keadaan yang menyedihkan. ‘Dia terisak? Apa dia habis menangis? Kenapa ini? Jonghyun menatap ke pintunya yang masih terbuka berharap mendapat jawaban dari Key. Tapi ternyata namja itu sudah pergi.

“Oppa, Aku-aku. .” Jonghyun langsung memeluk dongsaengnya itu.

“Tenanglah, tenangkan dulu dirimu. Apa Key menyakitimu?” Mintae menggeleng.

Jonghyun menghela nafas dan mengelus rambutnya lembut. Dia semakin frustasi, Bahkan pertanyaannya tadi pagi belum terjawab. Sekarang Mintae malah menangis seperti ini. Dan ini bukan karena Key, lalu kenapa?

“Kau mau bercerita pada oppa?” Tanya Jonghyun halus.

“…”

Tidak ada jawaban, hanya isakan, dan baju Jonghyun yang semakin basah karena tangisnya yang tak kunjung henti. Jonghyun akhirnya hanya bisa membiarkannya.

“Aku ada kalau kau membutuhkanku, Aku mendengarkan kalau kau mau bercerita.”

“Dia . . kembali.” Kening Jonghyun mengerut tidak mengerti.

“Siapa?”

“Dia kembali dari Paris.”

Jonghyun memutar otaknya. Siapa? Dia siapa? Jonghyun benar-benar tidak mengerti sampai akhirnya kelebatan memoro masa lalu menghampirinya. Dia ingat, dia ingat ini pernah terjadi sebelumnya. 3 Tahun lalu. Bukankah Mintae juga pernah seperti ini dulu.

Saat itu Mintae juga pulang dengan wajah yang tak kalah sedih. Dia bercerita tentang Sahabatnya, yang begitu disayanginya, yang pergi ke Paris tanpa mengucpkan selamat tinggal padanya. Dan berkali-kali dia mengatakan dia merasa bersalah. Bahkan dia sampai membanting handphonenya saat itu.

Tapi Jonghun tidak pernah tahu kenapa? Karena hanya sebatas itulah critanya. Saat Jonghyun menanyakan apa Mintae menyukai sahabatnya itu? Dia hanya tersenyum dan tidak pernah menjawab.

‘dia kembali dari Paris’  Kata-kata Mintae kembali mengiang di kepalanya. Jonghyun bermaksud untuk bertanya lebih jauh apa yang sebenarnya tadi saat isakan Mintae terhenti. Gadis itu tertidur.

Jonghyun segera mengangkatnya ke kamar dan membaringkannya. Handphone Jonghyun bergetar. Sms dari Onew. Dia baru ingat kalau ada janji dengan Onew. Tapi, dia tidak ingin meninggalkan dongsaengnya dalam keadaan seperti ini. Dia lalu menelfon Luna, sesaat kemudian gadis itu datang.

“Kau bisa menjaganya untukku kan? Aku harus menemui teman lamaku. Aku akan segera kembali. Dan segera hubungi aku begitu dia bangun.”

“Sebenarnya dia kenapa?”

“Aku akan langsung memberitahumu begitu aku tahu. Dia masih belum bercerita tadi. Mungkin dia kelelahan menangis jadi tertidur.”

***

“Duduklah, Sebenarnya, ada banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu. Tapi wajahmu tampak cemas. Jadi aku langsung saja.” Ucap Onew begitu Jonghyun datang.

“Maaf, aku sedang ada sedikit masalah. Tapi, kau juga terlihat cemas?”

“Sama sepertimu, sedikit masalah. Atau bahkan mungkin masalah kita berhubungan?” Jonghyun langsung memicingkan matanya mendengar ucapan Onew.

“Kau kenal Taemin kan?”

Seketika itu juga Jonghyun terkesiap. Saat Mintae menangis 3 tahun lalu. Saat yang sama ketika Jinki pindah ke Paris. Saat Mintae berkata ‘Dia kembali dari Paris’ . Saat Onew berkata  mungkin masalah kita berhubungan. Pertanyaan Onew barusan. Semuanya bagaikan bayangan yang berkelabatan di kepalanya.

“Jadi sahabatnya itu Taemin?” Tanya Jonghyun miris.

“Apa yang dilakukaknnya? APA YANG DILAKUKANNYA PADA ADIKKU?” Jonghyun mengepalkan tangannya.

***

Ppichyeoitji malgo charari nal ttaeryeojwo, Nan geureokerado gibun pullyeosseum jokesseo
Sarangiran geureongeoya datumyeonseo kiwoganeun geojanha (Girl)
Naega ni mam apeuge han mankeumman ttaeryeojwo, Charari geumankeum ttaeryeojwo

Just hit me instead of  being mad at me, At least this way, I hope you can feel better
Arguing and growing from them is what love is about (Girl)
Hit me as much as I had hurt your feelings, Just hit me that much instead

“Mintae kau tidak sekolah?” tanya Jonghyun sambil membangunkan Mintae pelan.

“Aku ingin di rumah Oppa. Untuk hari ini saja kumohon.”

“Baiklah, dan aku juga akan bolos kuliah untuk menemanimu.” Mintae tersenyum senang mendengar ucapan oppanya.

“Benarkah? Hahha, tak kusangka ternyata kau perhatian juga padaku.” Jonghyun mematung melihat tawa adiknya, tapi kemudian dia tersenyum.

“Tentu saja babo. Kau kan dongsaengku? Jadi?”

“Jadi apa?” Tanyanya polos

“Apa critamu untukku. Aku membolos bukan hanya untuk menyaksikan kau terus bersedih kan?”

“Aku bingung dengan perasaanku sendiri.”

Jonghyun dengan sabar mendengarkan semua crita Mintae dan setelah membandingkan crita Mintae dengan crita Onew kemarin, dia mulai berbicara.

 “Aku tidak ingin kau bersedih, jadi jawab pertanyaanku dengan jujur.”

“Kenapa? Apa hubungannya?”

“Aish, kau ini. Aku ingin membantumu, jadi kau harus menjawab pertanyaanku dengan jujur.”

Mintae menghela nafas, dia sebenarnya tidak terlalu suka urusannya dicampuri tapi harus diakui dia memang sedang butuh teman untuk sharing. Akhirnya dia mengangguk.

“Apa hubunganmu dengan Taemin 3 tahun lalu.”

“Entahlah oppa, yang aku tahu ……….” Jonghyun tersenyum mendengarkan jawabannya. Dia mengamati Gelang putih yang sekarang ada di hadapannya. Gelang dari Taemin.

“Lalu bagaimana dengan Key? Apa hubunganmu dengannya?”

“Awalnya tidak ada apa-apa, kemudian .………” Kali ini Jonghyun tidak tersenyum. Dia sedikit kaget melihat boneka teddy bear di depannnya. Hadiah Key untuk Mintae. Tapi kemudian dia tersenyum.

“Lalu bagaimana perasaanmu dengan Taemin?”

“Entahlah oppa, . . . . . ”

“Lalu perasaanmu dengan Key? Selama ini kau menjauhi namja yang menyukaimu, tapi kenapa tidak dengan Key?”

“Aku juga tidak tahu oppa, .. . . ….”

Jonghyun kembali tersenyum.

“Kyaa! Oppa kenapa kau terus tersenyum? Aku sudah menjawab semuanya dengan jujur. Sekarang bantuan apa yang mau kauberikan?”

“Kau tahu, satu hal yang paling membuatku senang adalah kenyataan bahwa kau normal.” #kurang ajar nih si Jong, adik lagi sedih juga, ckck

“MWo? Apa maksudmu?”

“Kau selama ini tidak pernah dekat dengan namja tau’. Kukira kau tidak normal. Aku bersyukur aku salah.” Ucap Jonghyun dengan senyum lebar

“Well, well, terserah apa katamulah. Sekarang apa bantuanmu?”

“Baiklah, pertanyaan terakhirku. Kau masih kecewa dengan Taemin sekarang?” Mintae menggeleng tapi tidak tampak seperti gelengan.

“Kau masih ragu? Well, sebenarnya dari critamu aku bisa menyimpulkan siapa yang sebenarnya kau sukai. Yang perlu kau lakukan adalah yakinkan perasaanmu. Fikirkan semua jawaban yang kauberikan padaku tadi. Jangan membiarkan ini semua mengalir begitu saja. Semakin lama kau berdiam, semakin mereka tersakiti, Key dan Taemin. Kau sebenarnya sudah tau jawabannya.”

“Benarkah? Kenapa kau tidak langsung memberitahuku saja?”

“Aku takut salah. Jadi sebaiknya, kau memikirkannya sendiri.” Jonghyun nyengir lalu berlari meninggalkan kamar Mintae.

“Mwo? YAA! OPPA! Kau menyebalkan!” Teriak Mintae sambil melemparkan bantal yang ternyata berhasil dihindari dengan mulus oleh Jonghyun.

***

Sementara di sekolah, Taemin dan Key tidak bersuara sama sekali. Sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Fikiran yang sama, Mintae.

“Taemin aku ingin berbicara denganmu.” Taemin mendongak, dia kaget mendengar ucapan Key. Tapi harus diakui dia memang ingin berbicara dengan Key.

“Pulang sekolah kutunggu kau di café depan sekolah.”

***

“Apa hubunganmu dengan Mintae?” Tanya keduanya bersamaan. Lalu sesaat kemudian mereka menunduk. Terdiam.

“Biar aku dulu yang crita.” Putus Key akhirnya. Taemin mendengarkan dengan seksama semua bagian crita Key. Dia memang sudah mendengar dari Krystal tapi dia belum puas.

“Sekarang giliranmu.” Taemin memerhatikan Key.

“Aku tidak pernah benar-benar membencinya. Aku selalu mencintainya. Dan selalu menunggu jawabannya. Dan kau tahu? melihatnya menangis kemarin membuatku sangat sakit. Aku sakit melihatnya marah padaku. Aku tahu, aku telah menyakitinya. Dan pantas jika dia membenciku ataupun mendiamkanku. Tapi, aku tidak bisa.”

“Kalau aku bisa memilih aku lebih ingin dia memukuliku. Selama itu bisa membuatnya merasa lebih baik. Aku juga tidak peduli kalaupun tubuhku hancur karena dipukulinya, aku rela jika itu bisa membayar semua sakit hatinya” Taemin mengulang kata yang diucapkan ke hyungnya, mengakhiri critanya.

“Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu Key. Kau bilang Mintae selalu menjauhi namja yang menyukainya. Tapi kenapa tidak denganmu?”

***

Neoreul ango sipeunde (Oh no), Neoreul wonhago inneunde (Yeah)
Jakku mame eomneun mare, Sangcheo juneun nareul yongseohae

 I want to hold you in my arms (Oh no). I’m wanting you (Yeah)
I kept saying words that weren’t in my heart. Forgive me for causing you pain

“Kau sekolah kan hari ini? Aku akan mengantarmu.” Ucap Jonghun seraya menyambar kunci mobilnya.

Tapi, alangkah terkejutnya Jonghyun saat membuka pintu. Untuk Key, dia sudah mengira Key akan menjemput Mintae. Tapi Taemin?

***

Taemin’s POV

Kubuka helmku sesampainya dirumah Mintae. Dan di depanku terparkir Mobil Key dengan dia bersandar dimobilnya seperti biasa.

Entah kenapa, tapi sejak pembicaraanku dengan Key kemarin aku jadi ingin menjemput Mintae hari ini. Melihat semangat Key, mau-tak mau semangatku ikut tersulut. Benar kata Krystal, ‘maka buatlah dia memaafkanmu.’ Kata-kata Krytal juga menambah semangatku.

Sesaat kemudian, Mintae keluar diikuti Jonghyun hyung. Yeah, Onew hyung telah menceritakan semuanya padaku kemarin. Kutatap Mintae, dan saat itu juga dia menatapku. Dan entah ini hanya perasaanku atau memang kekecewaan itu tidak terlalu terlihat di matanya.

“Masuklah ke mobil dulu.” Jonghyun hyung membukakan pintu mobil  untuk Mintae lalu menghampiriku dan Key.

“Aku yang akan mengantar Mintae. Dan kusarankan pada kalian, jangan membiarkan keadaan seperti ini berlangsung lebih lama. Kalian hanya akan saling menyakiti. Kalian mengerti maksudku kan?”

Jonghyun menepuk pundak kami, lalu masuk ke mobilnya dan melesat pergi. Sementara aku dan Key masih mematung.

***

Author’s POV

Sudah hampir seminggu, tapi keadaannya masih tetap sama. Taemin belum berbicara lagi dengan Key juga dengan Mintae. Begitu juga dengan Key dan Mintae, mereka juga tidak saling berbicara. Setiap hari mereka datang ke rumah Mintae dan menunggu di gerbang saat pulang sekolah. Tapi tak ada seorangpun yang akhirnya berangkat ataupun pulang bersama Mintae.

Dan semua keadaan ini membuat Jonghyun cukup frustasi, dia juga sering memergoki Mintae yang melamun dan memandang bingung Gelang dan Teddy Bear yang selalu dibawanya tidur. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menemui Key dan Taemin.

“Dengar, Jangan membiarkan ini berlangsung lebih lama atau kalian semakin tersakiti.” Mereka diam, membuat Jonghyun cukup geram.

“Kalau kalian mencintai Mintae, katakan padanya. Aku tahu kalian sudah mengatakannya. Dan dia belum meberikan jawaban kan?  Kalian dulu mengatakannya saat keadaan belum serumit ini. Dan jika kalian beralasan ingin memberikan Mintae waktu agar dia memikirkan pilihannya dengan baik tanpa ada tekanan. Itu justru membuatnya tertekan.”

“Bagaimana jika kenyataannya dia sudah memilih salah satu diantar kalian? Tapi dia tidak mau mengungkapkannya, karena takut menyakiti salah satu diantara kalian? Asal kalian tahu saja, itu semakin membuatnya tertekan. Memendam peresaaannya kepada orang yang dia cintai, karena takut menyakiti yang lain.”

“Jadi katakan padanya sekali lagi, dan yakinkan dia bahwa apapun jawabannya kalian akan menerimanya. Mungkin aku memang ikut campur terlalu jauh, tapi aku tidak membiarkan adikku terus-menerus seperti ini. Setiap malam melamun dengan memandang bingung pada hadiah yang kalian berikan. Aku hanya berusaha untuk menjadi oppa yang baik, meski mungkin caraku ini salah.”

***

Malamnya kedua namja itu tidak bisa tidur. Setelah pembicaraan mereka kemarin, mereka sadar bahwa mereka saling mencintai Mintae. Entah perasaan siapa yang lebih besar. Entah bagaimana perasaan Mintae terhadap mereka.

‘jangan membiarkan ini berlangsung lebih lama atau kalian semakin tersakiti.’

‘itu semakin membuatnya tertekan’

‘yakinkan dia bahwa apapun jawabannya kalian akan menerimanya’

Tak bisa dipungkiri perkataan Jonghyun memang benar. Mereka semua tersakiti. Setiap hari bertemu di sekolah tanpa saling menyapa. Tak peduli sekeras apapun hati mereka berteriak. Tapi toh tak pernah ada suara yang keluar saat mereka berhadapan dengan Mintae. Dan berada di dekat orang yang kau cintai tanpa bisa melihat senyumnya untukmu itu sangat menyakitkan. Sangat menyiksa.

***

Hari ini minggu pagi, dan seperti biasa Mintae akan jogging keliling kompleks. Dia butuh refreshing apalagi setelah semua peristiwa belakangan ini. Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat pemandangan di depan rumahnya.

Begitu Mintae membuka pintu, dia melihat Taemin dan Key barus saja memakirkan kendaraan mereka. Mereka saling menatap untuk sejenak, kemudian menghampirinya berlutut dengan satu kaki sebagai tumpuan.

“Aku mencintaimu.” Ucap mereka bebarengan.

“Dan tak peduli apapun jawabanmu, aku akan menerimanya. Tak perlu takut salah satu diantara kami tersakiti. Kau semakin menyakiti kami dengan berdiam diri seperti ini. Aku merindukan senyummu, aku merindukan tawamu. Dan aku rindu mengacak rambutmu.” Tambah Key dengan senyumnya.

Key lalu berdiri, menghampiri Mintae, mengacak rambut gadis itu lalu pergi. Sementara Taemin masih mematung di tempatnya. Takut-takut dia melihat ke arah Mintae. Mata gadis itu berkaca-kaca. Dia melihat kerinduan di sana. Apa dia juga merindukan senyum dan tawa Key?

Taemin memejamkan matanya, melihat kejadian itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuatnya sakit. Taemin mencoba menghapus pikiran yang hanya membuatnya semakin sakit.

“Aku minta maaf. Aku tahu kau kecewa. Aku memang bodoh. Dan aku menyesal, sangat menyesal. Tapi, kau harus tahu. Perasaanku tidak pernah berubah. Aku mungkin sempat kasar padamu karena kebodohanku, tapi aku selalu mencintaimu.”

“Aku selalu menunggu jawabanmu. Dan kau tahu? Aku sadar saat mendengar ucapan Key. Aku sadar aku telah menjadi pecundang, aku begitu takut kalau kenyataannya kau memang hanya mempermainkanku saat itu. Sehingga dengan mudahnya aku lebih mempercayai orang lain. Tapi tidak sekarang, aku telah belajar dari Key. Apapun jawabanmu aku akan tetap menerimanya.”

“Meski tak kupingkiri, aku menginginkan jawaban yang berbeda darimu. Tapi akan kucoba untuk mencukupkan diriku dengan keputusanmu. Asalkan janji kita tidak hancur. Asalkan kau mau memafkanku.  Maafkan aku.”

Taemin menghampiri Mintae, dia saat ingin memeluk gadis itu, membiarkan gadis itu menangis dalam pelukannya. Tapi akhirnya dia hanya mengusap air mata Mintae.

“Jangan menangis, tersenyumlah.”

***

“Jangan biarkan ini semua berlarut-larut Mintae. Berapa kali aku harus mengatakan ini hanya akan menyakiti kalian semua.” Ucap Jonghyun untuk kesekian kalinya. Dia benar-benar frustasi dengan cinta segitiga dongsaengnya ini.

“Aku bingung oppa.”

“Kau tidak bingung, kau sudah tahu jawabannya. Kau hanya takut menyakiti yang lain. Tapi, kau akan semakin menyakiti keduanya jika membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Fikirkanlah baik-baik jawaban yang kau berikan padaku saat itu. Kau tahu jawabannya. Aku pergi sebentar”

Mintae akhirnya melangkah ke kamarnya. Yeah, kejadian barusan membatalkan acara joggingnya.

 ***

“Untuk apa kau mengajakku bertemu Key? Kalau ini ada hubungannya dengan Mintae. Aku tidak akan ikut campur lebih jauh lagi. Semua keputusan ada di dia sekarang.”

“Aku tahu hyung? Aku hanya ingin menanyakan beberapa hal.” Jonghyun menyruput milkshakenya lalu menatap Key.

“Kau dulu berkata ‘bagaimana jika kenyataannya dia sudah memilih salah satu diantar kalian’. Apa memang itu kenyataannya? Dia sudah memilih?”

“Itu hanya kesimpulanku. Tapi dia lebih tahu apa yang ada di hatinya Tapi jika kau fikir aku akan mempengaruhi Mintae dalam memilih diantara kalian. Kau salah. Aku kenal kau, dan aku tahu kau benar-benar mencintai Mintae. Begitu juga dengan Taemin, hyungnya telah menceritakan semua padaku dan aku tahu Taemin juga sangat mencintainya. “

Key tersenyum. Tapi bukan senyum Key si palayboy yang dikenalnya Jonghyun sebenarnya tidak tega melihat Key seperti ini. Tapi dia sudah janji pada dirinya tak akan ikut campur lebih jauh. Lagipula kesimpulannya belum tentu benar kan?

“Beberapa hari lalu aku berbicara dengan Taemin. Aku terkesan dengan critanya. Aku bisa melihat dia begitu menyesal. Dia memang begitu mencintai Mintae.”

“Tadi pagi, Aku tidak benmar-benar pulang. Aku melihat dan mendengar apa yang dikatakan Taemin ke Mintae. Dan entah ini hanya perasaanku atau memang tatapan Mintae ke Taemin tidak pernah diberikan sebelumnya.”

“Jadi aku juga sudah mempersiapakan diri seandainya Mintae memang lebih memilih Taemin. Tapi ada satu pertanyaan yang mengganjal di hatiku. Mintae selalu menjauhi namja yang menyukainya kan. Tapi kenapa tidak denganku?”

Jonghyun hanya tersenyum mendengarkan semua ucapan Key. Benar-benar tidak menyangka seorang playboy yang menjadi rivalnya saat Key kelas 1 dan Jonghyun kelas 3 di SMA dulu bisa berkata seperti ini.

“YAA! Kenapa kau terus tersenyum?” Key akhirnya mulai emosi dengan Jonghyun

“Hahhaha, Kau tahu, sangat aneh bagiku untuk melihat playboy sepertimu berkata seperti itu dengan senyum aneh diwajahmu itu.” Tawa Jonghyun akhirnya lepas, yang mau tak mau membuat Key tertawa juga, meski tak selepas Jonghyun.

“Diamlah kau hyung. Bagaimana dengan pertanyaanku?”

***

Sudah seharian ini Mintae di kamar. Langit yang awalnya biru mulai gelap. Mintae kembali menghela nafas. Dia kembali melihat teddy bear dan gelang dihadapannya. Mengingat jawabannya pada Jonghyun saat itu. Merasa belum cukup yakin. Otak Mintae memutar ulang kejadian tadi pagi.

Direnungkannya ucapan Key dan Taemin. Mintae mencoba kembali membangkitkan perasaan yang tadi dirasakannya saat melihat mereka dan mendengarkan apa yang mereka katakan. Sejam kemudian dia kembali menghela nafas. Dia meyakinkan dirinya.

 ‘Aku sudah siap memberikan jawabannya’

Mintae menyentuh tulisan send, setelah menambahakan nama Key dan Taemin di bagian send to. Dia lalu mengambil kotak berukuran sedang, kembali memandang teddy bear dan gelang itu untuk kesekian kalinya. Sebelum akhirnya menyambar salah satu benda itu dan memasukkannya ke dalam kardus.

TOK! TOK! TOK!

“Mintae, kau sudah siap?” tanya Jonghyun. Jonghyun tersenyum melihat kotak yang dibawa adiknya. Mintae lalu menyambar sweaternya dan keluar dengan memeluk kotak itu tentunya.

***

Mintae telah sampai di luar, dia tersenyum pada mereka. Senyum pertama yang dia berikan setelah pertemuan dengan Taemin saat itu.

“Maaf kalau ternyata ini menyakiti salah satu diantara kalian. Aku tidak mau seolah memberikan harapan palsu.” Mintae meletakkan kotak itu lalu masuk.

Ada sedikit penekanan di 3 kata terakhir. Penekanan yang cukup membuat Taemin terhenyak. Tarlihat jelas kecemasan di wajah Taemin. Apalagi saat dia tahu tak ada apapun di pergelangan tangan gadis itu. Berbeda dengan Key, seulas senyum menghiasi wajahnya entah senyum apa.

“Kau tidak mau mati penasaran kan?” ucap Key sambil melangkah maju mengambil kotak itu.

“Ayo kita buka.”

Mendengar ucapan Key, Taemin akhirnya takut-takut memegang tutup kotak itu. Dia terkesan dengan Key yang bisa dibilang sangat tenang. Key memegang sisi lain tutup itu.

“1”

“2”  Tangan Taemin gemetaran, Key memejamkan matanya.

“…”  Keduanaya menghela nafas.

“3“

“ . . .”

Hening. Key mulai membuka matanya. Taemin memberanikan diri melihat apa yang ada di dalam. Taemin mengerutkan keningnya, dia tidak mengenali benda itu.

“Selamat, Kau pantas untuk mendapatkannya.” Senyum Key sambil memungut teddy bear di kotak itu. Taemin tercengang, tidak percaya.

Dia melihat Mintae yang ternyata masih berdiri di depan pintu. Mintae menggulung ujung lengan sweaternya. Dan betapa senangnya Taemin melihat gelang pemberiannya terpasang manis di sana.

This is the answer I’ve been waiting for so long”

***END***

Huwaaa!! Akhirnya ada juga FF sequelku yang tamat. Gak Jelas?? Aneh?? Emang. Maav banget kalau endingnya jelek. Author kurang berbakat emang. Huhuu,, Tapi tolong tetep comment ya, kritik juga gakpapa kok. Biar next time bisa lebih baik..  J

Makasih buat admin yang udah mau ngepost FF aneh ini. J

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “{CONTEST C} THE ANSWER – PART 3 (END)”

  1. wuaaa ,, jadi first lagee ..
    seneng dhe …

    akhirnya mintae ama taemin ,, key ama aku dhee .. *dibacok lockets*

    jong oppa dewasa banget disini ,, seandainya punya oppa kayak dia …..
    daebak dhe author!!

    1. Chukkae,,chukkae,, #tiup terompet geje..

      Mau sama Key?? Langkahi duu mayat lockets,, hahha..
      Jong?? dewasa?? hahha, sengaja aku usahain gitu, tapi tetep konyol,, 😀
      Jong itu oppaku lho,, #pletakk

      Huwaa,, dibilang daebakk lagi,, guling-guling seneng nih,,
      Makasih udah baca ya,, 🙂

      1. waahh ,, q tw bkal banyak yg menentang hub q dgan key … wkwkwkwkwkwk

        yaa nech ,, tumben jong oppa bijak banget .. salah makan obat kalee yaaa ????

        seneng dhe bkin author seneng ,,, berati aku bkal dibwtin ff yg main cast’na key nich !!
        hehehehehehehehe

        1. Hubungan apa dulu nih?? 😛

          Jong gak salah makan obat kok,, Jong emang gitu kalo abis ketemu aku,, #buang aja ni orang,,

          Aku juga seneng uda dibikin seneng,, #nah loh? mbullet,,
          Pengen dibuatin FF yang castnya Key?? ntar nyesel lho kalau aku yang buatin,, hehhe,,

    1. Setelah semedi berbulan-bulan, Mintae akhirnya dapet wangsit buat milih Taem,, #apaan sih?
      Makasih ya,, 🙂

  2. Akhirnya si Mintae bisa menetapkan pendiriannya 😀 😀 😀
    dari dulu aja kek . . .

    Skuelnya dong thor , rada nggak rela juga nih ngeliat Key kaya gtu
    syukur dia tuh lapang dada ya . . . 😀 😀 😀

    1. Taeminnya keburu ke Paris sih,, Jadinya dia bimbang lagi,,
      Sekuel?? Liat ntar deh,, kalo lagi dapet ilham,, aku usahain buat,, 😀
      Makasih ya,, 🙂

  3. AAAAAAAA
    sumpah bahagia banget akhirnya mintae balik sama taemin
    walopun taemin melukakan kesalahan besar
    apa jangan jangan dia dari dulu udah suka ya??
    cuma gamau merusak persahabatannnya aja?
    aigoooo ga kebayang taemin dimaafin
    dan pas gulung sweaternya!! ada gelang huhuhu terharu jadinya
    key kasian deh
    walopun dia itu playboy
    tapi keliatan banget kalo dia serius sama mintae
    ternyata dia rivalnya jong hahahahaha
    dan jinki temennya jong
    mudah mudahan langgeng
    juga buat jinki sama victoria mudah mudahan langgeng
    aduh mereka berdua emang perhatian banget ama dongsaengnya
    jonghyun juga sampe kasih saran dan bantuin mintae terus
    sampe sampe ikutan bolos terus anter jemput
    selama mintae diperebutkan 2 orang ganteng

    1. Huwaa,, komennya panjang banget,, aku terharu juga jadinya,, 🙂
      Suka dari dulu?? Hm, mungkin,, aku pengen buat sekuelnya,, tapi nunggu dapet wangsit dulu,, 😀
      Masalah endingnya itu sebenarnya aku juga bingung,, jadi dibuat aja gitu,,
      Mengharukan kah?? Syukur deh kalo iya,, 🙂
      Iya, pengen banget punya oppa kayak Onew ma Jonghyun,, #ngarepp,,
      Kita do’akan saja biar semuanya langgeng,,
      Makasih ya,, 🙂

    1. Kurang ya?? ya ntar deh kalo dapet wangsit dibuatin afterstory,,
      Menyentuh kah? sampe’ nangis?? YEYYEye,, akhirnya FFku isa buat orang tersentuh,, #Plakk
      Makasih ya,, 🙂

  4. yaaaa !!! pas si taemin ma key ngitung aku ikut deg-deg an ..
    akhirnya cinta mereka selama bertahun2 itu ada hasilnya juga ..
    key … makanya jgn macem2 .. !!! sini sma aku ajah !! dah di bilangin berapa kali !! #plak!!
    huwaa ngak nyangka dah abis ajah nih cerita .. huwaaa
    klo bisa sih di bikin sequelnya .. #plak!!

    1. Hahhaha,, bisa bikin deg-degan juga bagian itu,,
      Emang harus ada hsilnya dong,,:)
      Hahha,, mau sama Key?? yakin nih gak nyesel,, harus saingan sama aku lho,, #pletakk
      Sequel?? ntar deh kalau uda dapet wangsit,,
      Makasih ya,, 🙂

  5. happy endiiiiiiiiiiiinggggggggggggggg,johaaaa 😀
    tp msh pnsaran dg knp mintae ga jauhin key 🙂

    1. Hoooreeee,, tapi blum sepenuhnya happy buat Key,,
      penasaran kah?? hahha,, Doa’in aku dapet wangsit deh biar bisa buat after stroy,,
      Makasih ya,,:)

  6. Suka bagian yang itu kah??
    Abisnya bingung sih mau buat end yang gimana, jadi di buat gitu aja..
    Iya,, dan akhirnya ending juga,, 😀
    Makasih ya,, 🙂

  7. Horee,, Horee,, Alhamdulillah, akhirnya ending,, 🙂
    Semua yang uda setia baca, setia komen dari part 1 sampe ending,, jeongmal kansahamnida,, #bener gak sih nih tulisannya?
    Pokoknya makasihlah buat semuanya,,
    Uda bersedia buang waktu buat FF gagal ini,,
    Yang masih penasaran doa’in aja ada member shinee yang kerumahku buat kasih inspirasi, #Plakk
    MAkasih, makasihh,, 😀

    1. Mian baru bales,
      Nah lho? dilema kan? padahal blum ngalamin beneran tuh,, 😀
      Jeongmal?? Yey!! maksih,, 🙂

  8. wuahh, so sweet banget chingu…d^o^b…
    Aku suka banget , ceritanya ngalir, enak dibaca dan di nikmati..
    Good luck for ahead..^^

  9. chukae TAEMIN~~~
    akhirnya mintae menjawabnya pernyataan cintamu yang bertahun2 itu~~
    hahaha 😀
    tapi, aku penasaran kenapa mintae ngejauhin semua namja yang suka ma dia. tapi dengan key enggak?

    1. Mian baru bales,
      hahhaha, Akhirnya setelah penantian panjang,, 😀
      Itu ya? ntar deh kalo dapet ide di buatin oneshootnya,, gak tau kapan,,
      Makasih uda baca,, 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s