hitme

Hit Me – Part 3 [END]

Hit Me 

Part 3 [END]

Author : Ayi

Beta-reader : Zika, Lana

Main Cast : Lee Taemin, Ivy

Support Cast : Silver, SHINee, Kwangmin – Youngmin (Boyfriend), Shim Hak.

Genre : Family, Life (based on trues story), Romance.

Length/Type : Trilogy/Marriage Life

Rating : General – Parental Guidance

Story by : Mom & Dad

Inspired by : Parenthood, 90210

Unofficial Song : SHINee – Hit Me, Blink 182 – I Miss You, Lady Antebellum – Need You Now, OneRepublic – Good Life

Summary : “Bicaralah padaku Ivy. Jangan seperti ini. Aku tidak akan bisa bertahan jika kita terus seperti ini. Pukulah aku sepuasnya. Pukul aku sekeras mungkin jika kamu marah padaku. Setidaknya itu bisa membuatmu merasa lebih baik. Tapi jangan pernah seperti ini. Aku takut. Sangat takut kehilanganmu. This stupid thing called vanity, told me to wait everyday. That if you come to me first, you would apologize.”

A.N : Aku takut ending ini gak sempurna. Maaf ya kalau ternyata masih mengganjal. Kalau masih ada yg susah membayangkan Taemin sebagai sosok dewasa nonton endingnya Drama TV Com0edy MBC Taemin yg THJ deh😀 waktu dia nyium terus akhirnya gandeng Shim-goon *panggilan Taemin buat si cewek*. Aku tersepona (?) hohoho. Ah enjoy your reading guys!😀

♦♦

As soon as I open my eyes, I remember

Yesterday’s memories come back to me

What should I do, what should I do? Oh my

Honestly, I know it’s my fault

05.00

Taemin menarik nafas panjang, menyadarkan diri bahwa pagi ini tidak berubah. Dengan lesu ia bangkit dari pembaringan, berjalan menuju kamar mandi. Ia memiliki Silver yang harus ia asuh, seperti pagi kemarin ia harus membangunkan gadis itu dan menyiapkan segala sesuatunya.

Taemin memijit keningnya saat melihat tumpukan kemeja kotornya, hanya tersisa satu kemeja bersih untuk ia pakai kerja hari ini. Mungkin ia harus pulang cepat nanti dan mencuci semuanya. Setelah rapih ia beranjak menuju dapur dan membuat beberapa roti panggang dan telur goreng. “Hey, baby wake up. Sudah jam setengah tujuh, cepat mandi kalau tidak mau terlambat sekolah.” Taemin menggandeng putrinya menuju kamar mandi.

“Mandi sendiri, ok? Pakaiannya appa taruh di kasur seperti biasa, setelah itu turun dan kita sarapan bersama.” Silver mengangguk, masih setengah sadar.

“Appa, tolong ikat rambutku.” Taemin menoleh saat mendengar suara putrinya. “Aigo[1], tidak seperti ini cara memakainya sayang. Lihat, ini roknya yang di depan. Kausnya terbalik, sini-sini kita perbaiki.” Pagi ini sudah bukan hal baru bagi Taemin saat ia di minta mengikat rambut Silver, membuat sarapan, memperbaiki pakaian Silver, membuatkan bekal, dan mengantarnya ke sekolah. Dan bukan hal baru lagi baginya, menyesali seluruh perbuatannya dan membuat Ivy memutuskan untuk pergi entah kemana.

Because of this stupid thing called pride

I break down everyday

When my sharp words cut into your heart

(Damn) Yesterday’s tears

Taemin mengangkat kepalanya, menarik nafas dalam-dalam. Berusaha menikmati cerahnya hari ini, memandangi pepohonan yang menari, burung-burung yang bernyanyi, dan angin yang membelainya lembut. Namun indahnya hari ini tidak akan terasa seindah hari-hari saat Ivy masih berdiri di sampingnya, menggelendoti lengannya, dan tersenyum riang padanya. Sampai kapanpun kesalahan yang telah ia buat, luka yang telah ia hasilkan di hati Ivy tidak akan bisa di tarik lagi.

Air matanya selalu ingin mengalir, setiap ia teringat pagi saat dirinya tak lagi menemukan Ivy dimanapun. Tangannya yang ia biarkan terluka pagi itu sudah terobati dan terbalut rapih oleh perban. Namun sosok Ivy menghilang tanpa sepatah kata, bahkan dirinya tidak sempat mengucapkan terima kasih karena sudah mengobati tangannya. Pandangan Taemin terhenti pada satu titik, dimana seorang laki-laki yang ia kenal betul berdiri dan memandanginya lekat-lekat.

“Aku tahu hyeong masih belum memaafkanku untuk hari itu. Tapi jika bukan karena Ivy, aku tidak akan datang kemari dan membuatmu teringat kembali kejadian itu.” Taemin mendengus. “Aku pikir setelah kejadian itu kamu akan pergi dalam jangka waktu yang panjang, tapi ternyata tidak juga.”

“Sepertinya hyeong masih belum bisa membedakan antara aku dan Youngmin. Aku sudah menjauh dari kalian selama dua tahun hyeong, selama ini yang menjadi rekan Ivy di dunia teater bukan aku tapi Youngmin.”

“Terserahlah mau itu Youngmin atau kamu, aku tetap tidak menyukai kalian berdua. Saudara kembar sama-sama menyebalkan dan menempel pada Ivy, menggelikan.” Kwangmin tersenyum, memaklumi keadaan Taemin yang benar-benar kacau sekarang. “Hyeong. Apa kamu tidak akan berusaha? Apa kamu hanya akan duduk menunggunya kembali?”

“Tidak ada urusannya denganmu. Kenapa? Mau merebut Ivy kembali?” ejek Taemin. “Aku sekarang mengerti kenapa hyeong sangat tidak suka denganku apalagi Key hyeong. Selama 2 tahun menjauh dari kalian, aku baru sadar kalau berhubungan dengan mantan yang bahkan sudah menikah adalah sesuatu hal yang aneh dan tidak lazim. Dan sedikit tidak pantas sepertinya. Biar bagaimanapun, pohon yang sudah menggugurkan daunnya akan kembali memiliki daun. Tapi aku sadar kalau aku tidak pantas mengejar Ivy kembali, hingga akhirnya aku tahu kalian berdua sedang memiliki masalah. Jika hyeong sama sekali tidak mengejarnya, maka aku tidak akan segan-segan merebutnya kembali. Saat itu aku bilang bahwa Ivy hanya pantas untukmu. Dan Ivy hanya pantas mendapatkan mu. Tapi jika seperti ini keadaannya, mungkin aku akan meragukan itu.”

“Apa kamu pikir masalah kami semudah itu? Tidak mudah membina sebuah keluarga, kamu tidak tahu rasanya. Jadi jangan sok!”

“Masalah kalian mudah hyeong, hanya kalian saja yang tidak tahu cara menyelesaikannya. Dan apa hyeong sadar, kalau sebagaian besar kesalahannya ada pada hyeong? Ivy bukan lah tipikal wanita yang akan berselingkuh saat ia menjalin hubungan dengan orang lain. Hatinya akan tertutup rapat untuk orang itu saja, tidak akan pernah ada laki-laki yang bisa menyelinap masuk. Aku pikir kalian sudah cukup mengerti satu sama lain, tapi ternyata tidak. Kalian berdua sangat gegabah.”

“Kamu tidak tahu apa-apa, Kwangmin!”

“Aku tahu hyeong, justru hyeong yang tidak tahu apa-apa! Aku tahu apa yang terjadi, aku tahu perasaan Ivy, aku tahu ia dimana, aku tahu bagaimana harus menyikapi masalah ini jika aku ada di posisi mu hyeong! Tanyakan pada hatimu, seberapa besar rasa cintamu padanya? Bagaimana mungkin hyeong meminta Ivy yakin dengan cintamu padanya, saat hyeong sendiri tidak yakin dengan perasaanmu padanya. Sadarlah hyeong! Kalian menikah, kalian punya anak. Apa masih pantas saling menuduh tanpa alasan jelas dan tidak mau saling mendengar penjelasannya? Bahkan tidak mau mengakui kesalahan masing-masing. Seharusnya hyeong sekarang berlari kemanapun, tempat dimana ada kemungkinan Ivy bersembunyi di sana.”

__________________

[1] Aigo = Aduh

Holding that supposedly fun comic book in my hand

I read the same chapter over for an hour

Waiting only for your call

Thinking ’bout you, what can I do?

Ivy melempar komiknya ke kasur. Well, ia memang tidak pernah suka komik sebelumnya. Tapi saat otaknya kacau, Taemin akan datang padanya dengan senyum mengembang lalu memberikan sebuah komik lucu untuknya. “Akan membantu untuk merileksan diri.” Kata Taemin setiap kali memberikan koleksi komik nya.

Namun tidak, tidak pernah sekalipun komik itu membuatnya tersenyum apalagi tertawa. Yang selalu membuatnya tenang hanya memeluk komik pemberian Taemin, dan mengingat wajahnya yang begitu mengagumkan.

Tapi sekarang, saat yang mengacaukan pikirannya adalah Taemin. Membaca komik hanya membuatnya semakin kacau, mengingat senyumnya membuat semakin miris, mengingat wajahnya semakin mengiris hatinya.

Seharian penuh ia hanya berbaring di kasur tanpa tahu apa yang harus di lakukan. Ia butuh sebuah petunjuk, atau setidaknya seseorang yang bisa menghiburnya. Key? Tidak. Youngmin? Tidak. Shim Hak? Tidak. Silver? Aaahh itu apalagi. Bukannya terhibur mungkin ia justru semakin kacau dan menangis tidak karuan. “Kwangmin.” Gumam Ivy. Tiba-tiba saja ia teringat rasa rindunya terhadap laki-laki yang satu itu. Betapa bahagianya ketika setelah 2 tahun tidak bertemu, akhirnya ia kembali melihat wajah itu lagi.

Ivy menekan bel berkali-kali tapi tetap tidak keluar, akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Kwangmin. “Ya, Kwangmina. Eodiga[2]?”

“Aku di supermarket, baru teringat kalau sudah banyak kebutuhan yang habis. Kenapa?”

“Tidak apa-apa, hanya bingung saja kenapa kamu tidak keluar dari apartement padahal aku sudah tekan bel 5 kali.” Terdengar suara tawa di seberang sana. “Mian-mian, aku lagi tidak di rumah. Mungkin satu jam lagi pulang, nanti aku langsung ketempatmu.”

“Ok!” Ivy bergumam, mendadak merasa sangat lapar. “Mungkin makan di luar sebentar tidak apa-apa.” Dengan senyum mengembang Ivy mengambil dompet di apartement nya lalu buru-buru keluar, karena perutnya sudah tidak bisa di ajak berkompromi.

“Eoso osipsio[3].” Ivy tersenyum pada ibu kios yang sedang sibuk memasak. “Ajumma[4], aku mau sundubu[5] ya.” Pinta Ivy sambil mencari meja kosong. “Dengan soju tidak?”

“Ne!” hanya jelang beberapa menit pesanan Ivy sudah matang dan langsung di antar ke mejanya. “Sendiri saja?” Ivy menganggung. “Gomawo ahjuma.” Wanita paruh baya itu menganggung. “Nikmati makanan mu ya.” Ivy mulai menikmati makanannya, tapi makin lama semakin merasa bosan. Biasanya selalu ada orang yang menemaninya makan di luar, ia memang kurang suka makan sendirian. Tiba-tiba wajah Taemin terbayang oleh nya, seolah pria itu duduk di hadapannya dan menikmati sundubu bersamanya. Seperti saat kencan pertama mereka, sore yang begitu sejuk di musim gugur.

“Haahh, molla molla[6].” Ivy langsung meneguk habis soju nya dan kembali menuangkan lagi ke gelas, berencana meneguk lagi gelas soju kedua. “Aaahh Ivy, ingat ingat! Nanti mabuk, kamu ini tidak kuat minum soju lebih dari dua gelas!” tegur Ivy pada dirinya sendiri, cepat-cepat menghabiskan sundubunya agar bisa kembali ke apartement nya.

“Gomawo ajumma! Uangnya di meja ya.” Langkah Ivy langsung terhenti saat melihat keadaan di luar. “Nooooo!” bahu Ivy langsung merosot saat melihat hujan yang turun membasahi jalanan. “Sedihnya.” Gumam Ivy sambil berjongkok di dekat pintu masuk, menanti hujan mereda. Setidaknya hingga ia bisa berlari menembus hujan menuju apartementnya.

“Ivy?” ia mendongak untuk melihat siapa yang berdiri di hadapannya. “Kwangmina! Terima kasih tuhan.” Ivy cepat-cepat berdiri, bersyukur tuhan memberikan bantuan. “Bukannya kamu habis belanja? Mana belanjaannya?”

“Di mobil.” Jawab Kwangmin singkat sambil kembali membuka payungnya. “Woah, kamu punya mobil? Bagaimana bisa tahu aku di sini?” Kwangmin menoyor kepala Ivy, jengkel. “Kamu pikir aku masih bocah seperti dulu? Tidak mengerti bagaimana cara mencari uang? Terus menerus mengemis pada orang tua? Enak saja. Tadi waktu lewat toko ini tidak sengaja melihatmu, sudah ayo cepat. Kalau tidak mobilku bisa di sita karena parkir sembarangan!”

“Aku pikir kamu tipikal yang lebih suka sedan.” Ujar Ivy begitu Kwangmin masuk ke dalam mobil. “Cuma mempersiapkan kendaraan untuk istri dan anakku nanti, juga barang-barang kami.” Gurau Kwangmin. Kalau boleh jujur, ia membeli SUV karena dulu Ivy bilang suaminya harus punya SUV. Sedan bagus, tapi menurutnya sedan lebih pantas untuk perempuan. Atau city car, baginya laki-aki yang menggunakan sedan atau city car kurang keren. “Tenang, Taemin pasti akan mengejarmu.” Suara Kwangmin langsung membuyarkan lamunan Ivy.

“Kata teman perempuanku, wanita itu biasanya suka mengenang sesuatu saat hujan turun. Dan kata mereka hujan adalah saat-saat romantis, dan ketika petir menjadi sangat ganas lalu hujan turun terlalu deras. Maka itu akan menjadi tanda kalau tidak ada yang kekal, dan yang bersinar tidak selalu indah. Karena itu mereka harus menyediakan ruang untuk semua hal yang ada di dunia, manis maupun pahit. Walaupun aku dan Taemin hyeong tidak pernah seakur Key hyeong dan Taemin hyeong, aku tahu bahwa saat ini ia sedang kacau. Ia butuh waktu untuk berfikir dan membuat keputusan, yang baik untukmu, untuknya, dan untuk anak kalian.”

“Aku merasa seolah aku jauh lebih muda darimu, sejak kapan kamu jadi sangat dewasa?” seolah tidak menganggap perkataan Kwangmin serius, Ivy justru terkagum-kagum dengan saudara kembar Youngmin – yang pernah menjadi kekasih paling kekanak-kanakannya – yang terlihat begitu tumbuh.

I’m serious, silly!” Kwangmin kembali menoyor Ivy. “Setidaknya hargai aku yang akhirnya bisa berceramah!” protes Kwangmin membuatnya terkekeh. “Dan setidaknya hargai aku yang lebih tua 2 tahun dari mu, bocah ingusan!” Ivy balik menoyor Kwangmin. “Ya! I’m a man now!”

“Ya ya, just drive properly.” Kwangmin mendengus, tapi Ivy justru terkekeh.

“Ok, karena pahlawan mu ini telah melindungi mu dari hujan. Maka kamu berhutang makan malam denganku.” Gurau Kwangmin saat keduanya masuk ke dalam lift. “Owe you? I’m not! You’re not a hero instead.” Balas Ivy. “Kalau aku tidak membawa belanjaan, sepertinya kamu harus berlindung di dalam brankas besi. Atau aku akan mencabut matamu!” Ivy tergelak. “Oh, come on! It’s a joke!”

Lame joke!” tukas Kwangmin. “Terserahlah. Hey, Kwangmin! Kamu ngambek? Serius? Kwangmin, aku kan hanya bercanda! Ayolaaahh.” Ivy mulai menggoyang-goyangkan pundak Kwangmin, tapi begitu lift terbuka Kwangmin malah melesat pergi. “Kwangmina! Ayolaaahh.. jangan ngambek. Kamu mau apa? Permen? Ice cream? Balloon? Anything for you! Kwangmina!!”

“Aku mau kamu, puas?” Ivy tergelak. “Kamu belajar gombal dari mana sih?” ledek Ivy di sela tawanya. “Ayolah, Ivy! Setidaknya aku punya usaha untuk mengencani gadis-gadis kan?! Memangnya aku tidak mau menikah apa? Berhenti menertawakan usahaku!” oceh Kwangmin sepanjang jalan menuju apartemenya, sedangkan Ivy masih mengekor dengan tawa. “Aw! Kalau berhenti bilang-bilang dong!” omel Ivy yang menubruk Kwangmin.

Just hit me instead of being mad at me

At least this way, I hope you can feel better

Arguing and growing from them is what love is about (Girl)

Hit me as much as I had hurt your feelings

Just hit me that much instead

“Hai.” Senyum riang yang semestinya mengembang, justru meredup dan berganti dengan senyum canggung. “Hai? Mau bertemu Kwangmin ya? Kalau begitu aku masuk ya.” Ivy hendak berjalan menuju flat-nya sendiri, tapi tangan Kwangmin dengan cepat menangkan lengan Ivy. “Jangan jadi pecundang. Kalian berdua bicaralah, aku akan masuk.” Saat Kwangmin meninggalkan keduanya di lorong, tidak ada suara sedikitpun kecuali suara hela nafas dan tarikan nafas berat. Setelah sekian lama menimbang-nimbang, Ivy mengajak Taemin masuk ke apartement nya untuk bicara.

“Minumlah.” Ivy memberikan secangkir teh hangat yang selalu keduanya minum saat ingin berbicara serius. “Terima kasih sebelumnya karena mau menemuiku. Aku… kita harus bicara, tapi aku… tidak tahu harus mulai dari mana.” Taemin memijat keningnya, berusaha membuat otaknya berfikir cepat. “Tidak bisakah kamu mengerti keadaan ku, Ivy? Kumohon, kamu tahukan sulit bagiku untuk mengatakannya?” Taemin menyerah, sampai kapanpun kalmiat itu tidak akan keluar dari bibirnya. Walaupun tangannya gemetar, dan tubuhnya menegang ia tetap tidak akan bisa mengucapkan apa yang ada di hatinya.

“Terserah. Aku tahu sampai kapanpun kamu tidak akan berubah, sungguh sangat mengecewakan telah percaya pada orang sepertimu. Lee Taemin yang tidak akan pernah dewasa dan sangat pengecut.”

“Aku minta maaf.” Tangan yang begitu dingin tiba-tiba menangkap pergelangannya. “Aku… aku minta maaf… untuk semua… segalanya… apapun. Apapun yang aku.. aku lakukan. Semua-yang. Semua perbuatanku, ucapanku… kelakuanku yang… yang membuatmu sakit hati. Aku. Aku… aku ehhh… hhh… aku.” Taemin memejamkan matanya erat-erat, menahan tangannya yang mulai gemetar, dan rasa sesak nafas di dadanya.

“Aku mencintaimu. Jangantinggalkanakusetidaknya… untuk Silver. Silver yang juga mencintaimu. Kalau kamu tidak mau bertahan untukku, maka bertahanlah untuk Silver. Untuk anak kita. Aku tahu maaf tidak akan menyelesaikan apa-apa, kalaupun aku memasak ratusan jenis makanan untukmu. Itu juga tidak akan menyelesaikan apa-apa dan tidak bisa menebus semuanya. Tapi aku. Hanya ingin mewujudkan impianmu. Mendengar aku mengucapkan kata maaf dari hati, hidup dengan anak kita, dan melihatku memasak untukmu. Aku… hanya ingin mewujudkan impianmu, karena aku mencintaimu.” Keduanya terdiam. “Aku yang salah. Aku sudah mencoba berfikir dengan kepala dingin, aku tahu aku yang salah. Aku sudah dengar semua kejelasan ceritanya, Jonghyunni hyeong, Shim Hak, Kwangmin, Key. Aku malu. Demi tuhan aku malu dengan semuanya. Maaf karena aku tidak bisa ah belum bisa mendengar penjelasannya darimu. Maaf karena aku terlalu mementingkan ego dan harga diriku. Mungkin kamu merasa aku bersikap berlebihan, tapi kamu harus tahu kalau aku sangat malu saat melihatmu dengan laki-laki lain. Malu karena tidak bisa menjagamu sebagai istriku, memperlakukanmu seperti orang lain yang selalu membuatmu nyaman, tidak bisa memegang tanggung jawab sebagai suami dengan benar. Aku mengerti lebih dari 3 minggu kamu sudah bersabar untukku yang tidak menepati janjiku dulu, ketika melamarmu. Saat aku bilang akan menjagamu, membahagiakanmu, menadi ayah yang baik bagi anakmu dan menjaga keutuhan rumah tangga kita hingga akhir hayat. Padahal nyatanya aku malah mementingkan urusan kanto, menomor satukan Silver, dan menjadikanmu sebagai cadangan. Merangkulmu saat pemain utama tak bisa bermain dengan baik. Semua ini tidak aku rancang Ivy, ini spontan keluar karena sudah cukup kita seperti ini. Menutup sebuah masalah tanpa menyelesaikannya. Aku mau kali ini semuanya jelas, sehingga tidak ada lagi yang mengganjal. Agar perahu kita bisa berlayar dengan sempurna.”

Ivy menggigit bibirnya keras-keras, menahan air matanya sekaligus berusaha berfikir, apa yang harus ia lakukan. “Bicaralah padaku Ivy. Jangan seperti ini. Aku tidak akan bisa bertahan jika kita terus seperti ini. Pukulah aku sepuasnya. Pukul aku sekeras mungkin jika kamu marah padaku. Setidaknya itu bisa membuatmu merasa lebih baik. Tapi jangan pernah seperti ini. Aku takut. Sangat takut kehilanganmu. This stupid thing called vanity, told me to wait everyday. That if you come to me first, you would apologize.”

I want to hold you in my arms (Oh no)

I’m wanting you (Yeah)

I kept saying words that weren’t in my heart

Forgive me for causing you pain

“Jika hal ini terulang, dan ketika itu kesabaranmu sudah habis untukku. Hatimu sudah terlalu penuh dengan luka oleh ku. Maka aku berharap kamu tetap mengingat Silver anak kita, yang membutuhkan sosok ibu. Dan selalu berharap ayahnya memeliki seorang wanita yang di cintainya hingga akhir hayat. Aku tidak tahu harus seperti apa menyikapi ini semua, aku adalah seorang pengecut yang bahkan tidak bisa mengucapkan isi hatiku. Tapi setidaknya aku berusaha untuk berubah Ivy, aku mohon. Terima lah aku lagi. Aku masih akan berharap hingga kapan pun. Maafkan aku untuk segalanya. Bisakah kita menutup masalah ini untuk mengambil langkah baru bersama? Bicaralah padaku saat waktunya tepat bagimu. Terima kasih sudah mengizinkan aku mengucapkan ini semua.”

Perlahan, tangan dingin itu melepaskan cengkramannya. Tubuh rapuh itu kembali berdiri, dan berjalan gontai keluar dari flat kecil milik Ivy. “Demi Silver…” tangisnya meledak dalam tawa, tidak tahu harus bagaimana. Ia sendiri pun tidak pernah lebih dewasa dari Taemin, tidak pernah tahu bagaimana cara menghadapi saat-saat genting seperti kemarin selain kabur. Menghindari semuanya, menarik diri, meredam amarah, dan kembali saat semuanya menerima. Membuka lembaran baru tanpa pernah menutup yang lama.

Talk to me, talk to me when the time is right for you

Talk to me, talk to me when the time is right for you

Talk to me, talk to me when the time is right for you

Talk to me, talk to me when the time is right for you

_______________________

[2] Eodiga? = Dimana? | [3] Eoso osipsio = Selamat Datang | [4] Ajumma = Bibi | [5] Sundubu = Sup seafood pedas | [6] Molla molla = Tidak tahu tidak tahu

♦♦

Hello there the angel from my nightmare

The shadow in backround of the morgue

The unsespecting victim of darkness in the valley

We can live like Jack and Sally if we want

Where you can always find me

And we’ll have Halloween on Christmas

And in the night we’ll wish this never ends

We’ll wish this never end

(Blink 182 – I Miss You)

Taemin menghela nafas berat melalui mulutnya, lalu bangkit mematikan radio. Bukan saatnya mendengarkan lagu Blink sekarang, lagu itu hanya akan membuatnya semakin merindukan Ivy. Ia berfikir dirinya akan tetap bertahan meskipun tanpa Ivy, karena Silver sudah cukup. Namun entah mengapa semakin hari dirinya semakin menginginkan Ivy, rasa rindunya terasa semakin mencekat. Keadaannya dan keadaan rumah mereka yang semakin kacau membuatnya terus melawan kenyataan bahwa ia dan Silver sangat membutuhkan Ivy.

Picture perfect memories

Scattered all around the floor

Reaching for the phone ’cause

I can’t fight it anymore

“Aku lapar.” Sambut Silver begitu Taemin keluar dari ruang kerjanya. “Maaf, appa lupa. Tunggu sebentar, biar aku masak dulu.” Kata Taemin lesu, lalu berjalan menuju dapur. Mencari bahan-bahan yang bisa ia masak dalam waktu singkat.

And I wonder if I

Ever cross your mind

For me it happens all the time

“Cukup Taemin! Fokus! Silver harus makan.” Taemin berusaha membangunkan dirinya dari kenyataan, bahwa sampai kapanpun menanti sosok itu tidak akan datang ke rumah ini lagi untuk memeluknya. Mungkin akan datang, tapi bukan untuknya. Untuk Silver. Pasti.

“Silver, bisa tolong bukakan pintunya untukku nak?” pinta Taemin sedikit berteriak saat samar-samar mendengar bel rumahnya berbunyi. “Yes, sir!” Taemin tersenyum lalu kembali melanjutkan kegiatan memasaknya. “Sup sayur? Sup ayam? Sup jagung? Apa yaaa… sup daging lumayan sepertinya.” Taemin membuka freezer untuk memeriksa daging, lalu mengeluarkan sebuah tempat makan berisi daging mentah yang membeku.

“Hey Sil, siapa tamunya? Sudah di izinkan masuk?” tidak ada jawaban, Taemin mengerutkan alis lalu memutuskan untuk keluar. “Kwangmin?… engh… silahkan masuk.” Ucap Taemin canggung.

“Hyeong.” Panggil Kwangmin menghentikan langkah Taemin. “Apa hyeong masih menunggu Ivy kembali? Apa hyeong masih mengharapkannya kembali?” Taemin berbalik, memandangi Kwangmin dengan wajah. Apa yang kau bicarakan? “Apa hyeong masih mau mencoba untuk memintanya kembali?” lanjut Kwangmin. Bingung, tapi Taemin tetap mengangguk. Tahu-tahu, sosok Ivy muncul dari balik tubuh Kwangmin. Tangan kanannya menggandeng Silver, yang memohon pada Taemin melalui mimic wajahnya.

It’s a quarter after one

I’m all alone

And I need you now

Said I wouldn’t call

But I’ve lost all control

And I need you now

Kwangmin mendorong Ivy mendekat pada Taemin, setidaknya jarak mereka tidak sejauh ruang tamu mereka. “Engh… sepertinya aku juga harus minta maaf. Untuk semuanya. Segala sesuatunya. Perbuatanku yang membuatmu, membuat kita seperti ini. Aku yang salah. Apa aku akan di maafkan? Setelah di pikir-pikir ternyata aku tetap tidak bisa hidup tanpa Lee Taemin yang pengecut dan tidak dewasa.”

“Itu seharusnya lucu atau tidak?” tanya Taemin polos. “Engh… itu… seharusnya jadi romantis. Tapi kalau ternyata jadi lucu ya sudah, seharusnya itu lucu.” Ivy meremas pinggiran bajunya, mendadak gugup karena pertanyaan Taemin tadi. “Karena ternyata itu sama sekali tidak lucu, maka itu artinya tadi itu romantis. Kemari.” Taemin melangkah lebar, dan lebih cepat dari yang Ivy sadari tubuh tinggi itu kini sudah memeluknya. Seolah melepaskan sebuah perasaan yang sudah lama bernaung di dirinya dan membuatnya tidak nyaman, pelukan ini begitu erat namun seperti memiliki rasa lega dan melepas rasa rindunya. Begitu… nyaman? Entahlah!

And I don’t know how

I can do without

I just need you now

“Taemin.”

“Hm?”

“Kamu merebus sesuatu?”

“Tidak.”

“Menggoreng sesuatu?”

“Tidak.”

“Memanggang sesuatu?” masih sambil berpelukan, detik demi detik berlalu sementara Taemin berusaha mencari jawaban kenapa Ivy memberinya 3 pertanyaan tadi. “WORTELKU!! OH TIDAAKK!!” Ivy terhempas kebelakang saat Taemin tiba-tiba melepas pelukannya –yang lebih seperti melempar Ivy dari pelukannya, lalu berlari menuju dapur. Dimana dengan cerdas ia meletakkan wortel dan tomat di atas wajan yang sedang di panaskan, di ats kompor. Sempurna!

“Kwangmin, duduk lah. Kamu akan sarapan dengan kami, tidak ada alasan untuk menolak. IVY KEMARI!!” Ivy memutar bola matanya lalu melirik pada Kwangmin yang masih berdiri di depan pintu, bersebelahan dengan Silver yang bersandar padanya. “Pergilah, aku akan bermain dengan Silver. Ya kan, Sil? Ayo!” Ivy tersenyum lalu menyusul Taemin.

“Kenapa kita tidak bisa membuat adegan yang lebih romantic dari drama sih.” Gumam Ivy pelan sambil mencuci sayuran. “Huh?” Ivy menggeleng cepat, membuat Taemin kembali teralih perhatiannya pada wortelnya yang setengah gosong. “Mengenaskan.” Dengan sedih Taemin menyerut wortelnya. Keduanya mulai sibuk memasak tanpa topic pembicaraan yang pasti.

“JADI!! Kwangmin, Silver, duduk di meja makan sekarang! Masakannya sudah mau keluar.” Seru Taemin riang, akhirnya setelah menempuh perjalanan yang luar biasa menegangkan. Sup dagingnya berakhir sempurna, dengan bantuan tangan Ivy. Walaupun potongan dagingnya berantakan –Taemin bersikeras bilang potongan dagingnya rapih, yang penting tetap bisa di makan. “Duduklah bersama mereka, biar aku yang menyiapkan makanannya.” Perintah Taemin sambil mengeluarkan peralatan makan.

“Tidak, kamu saja yang duduk di meja. Biar aku yang melakukannya.”

“Tidak, aku saja.”

“Aku saja.”

“Biarkan aku saja yang melakukannya, Ivy.”

“Lebih baik aku yang melakukannya Taemin.”

“Duduk saja di sana dan menanti!”

“Bersiap saja di meja, biar aku yang menyiapkan semuanya.”

“Duduk di sana atau kamu tidak akan mendapat jatah, Lee Ivy!”

“Duduk di sana atau Kwangmin dan Silver aku bawa pergi, Lee Taemin!” keduanya saling menatap nanar selama beberapa menit, sebelum akhirnya memutar bola mata bersamaan. “Terserahlah, kita lakukan saja berdua.” Taemin menyerah, lalu Ivy mulai membantunya menyiapkan makanan. “Dasar keras kepala.” Gerutu Taemin. “Oh yeah? Dasar anak kecil!” balas Ivy tidak terima. “Anak kecil?! Kita seumuran, Ivy!!” Taemin menyipitkan matanya, geram. “Aha! Umur tua tapi kelakuan masih seperti anak kecil, bahkan Silver lebih baik. Membuatku merasa seperti orangtua tunggal dengan dua anak, tanpa suami satupun. Menyedihkan.”

“Oh ya?! Setidaknya aku yang anak kecil ini masih bisa mengalah pada wanita tua yang mengaku orang tua tunggal ini.” Keduanya masih sibuk berdebat sambil meletakan peralatan makan, sayur, dan lauk pauk di meja, sementara Kwangmin dan Ivy menatap keduanya takjub.

“Kelak, cari suami yang lebih baik dari ayah mu dan jadilah istri yang lebih baik dari ibumu.” Gurau Kwangmin, Silver mengangguk yakin. “Aku akan jadi istri yang baik untuk oppa, tenang saja!” Kwangmin tergelak. “Dari mana kamu belajar bicara seperti itu?” tanya Kwangmin di sela tawanya, namun Silver hanya menggedikkan bahu sambil meringis lebar.

“Eh omong-omong, tidak ada adegan ibu yang merindukan anaknya? Saling berpelukan selama berjam-jam?” tanya Taemin di sela perdebatannya, masih sibuk merapihkan meja.  “Tidak, untuk apa? Lagipula sudah cukup bagi kami saling menelpon setiap hari, aku juga mengantarkan bekal untuknya setiap siang. Katanya makanan mu kurang enak, jadi aku makan punyamu dan dia makan punyaku.”

“APA?! Jadi kalian sama sekali tidak lose contact, sementara aku sudah hampir gila karena tidak bisa menghubungimu?! Keterlaluaaaann!!! SILVER!!!” Taemin membanting langkahnya. “Oppa tolong aku.” Gadisnya itu cepat-cepat bersembunyi di balik bangku Kwangmin, membuat kedua orang tuanya menganga lebar. “OPPA?! Laki-laki setua ini kamu panggil oppa?! Dia ini ajussi tau!!” sembur Taemin tidak terima. “Ya, Jo Kwangmin! Kenapa kamu menyuruhnya memanggilmu oppa?! Merasa masih muda, huh?”

“Aku tidak mengajarkannya! Memang pada dasarnya pesona ku sangat luar biasa, anak kecil saja bisa luluh. Dia bahkan tahu kalau aku masih pantas di panggil oppa.” Goda Kwangmin. “APANYA YANG PANTAS?!” nada bicara Taemin meninggi, sementara Kwangmin menahan tawanya. “Tentu saja pantas! Umurku baru 23 kan? Kelak, jangan kaget kalau 20 tahun lagi. Ah tidak 10 tahun lebih baik. Kelak, jangan kaget kalau 10 tahun lagi kalian melihat kami berdua berdiri berdampingan di depan altar dan kalian berdua menjadi saksinya.”

“NO!” Kwangmin tertawa terbahak-bahak, tidak menyangka bisa menggoda pasangan ini dan mendapatkan reaksi konyol mereka. Mana yang dewasa? Taemin. Deng! Tidak. Ivy? Deng! Tidak juga. Siapa? Tidak ada sepertinya -.- . Hahahaha~

Oh this has gotta be the good life

This has gotta be the good life

This could really be a good life, good life

Say oh, got this feeling that you can’t fight

Like this city is on fire tonight

This could really be a good life

A good, good life

(OneRepublic – Good Life)

♦♦♦

Kehidupan memang tidak pernah lebih sederhana dari fiksi, tidak pernah lebih indah dari fiksi, tidak pernah lebih mudah dari fiksi, dan tidak pernah lebih fiksi dari cerita, impian, dan mimpi. Yang berkilau tidak selalu indah, yang putih tidak selalu suci, yang hitam tidak selalu buruk, dan yang nyata tidak selalu terlihat. Hidup ini, biarlah apa adanya. Tapi jangan berhenti untuk membuat sesuatu ada dalam hidup. Tidak ada yang selalu benar, dan tidak ada yang selalu salah. Sulit untuk menerima, tapi terima lah. Sulit untuk memberi, tapi memberilah.

Hidup yang kita jalani sekarang memang hanya satu, tapi pandanglah hidup itu dari 100 jendela yang berbeda. Dan ketika kita bisa memandang melalui 100 jendela, maka itulah saat di mana semua jawaban dari pertanyaan yang ada terlihat. Membuat kita mengerti hal yang tidak pernah bisa di mengerti. Tidak ada yang berjalan dengan mutlak. Maka jadilah air yang selalu mengalir, jadilah angin yang berhembus kemanapun dengan lembut, dan jadilah udara yang membuat makhluk di bumi ini tetap hidup. Jangan pernah memandang sesuatu sebelah mata. Karena hal yang di cetak dengan huruf kecil, adalah sesuatu yang memiliki arti besar. Lakukan dulu kewajiban sebelum menuntut untuk hak kita.

Mungkin kalian yang sedang pubertas, masa-masa remaja, masa-masa dimana kalian sedang memperkuat jati diri kalian, orang tua menjadi seseorang yang sangat menyebalkan. Tapi percayalah, mereka yang melalui segalanya lebih dulu, mereka yang memiliki pengalaman lebih banyak darimu, mereka yang tahu mana yang benar dan mana yang salah. Jangan melawan, tapi teguhlah pada pendirian. Memberontak bukan jalan keluar, luangkan waktu untuk saling mengerti satu sama lain. Ketahuilah, di balik kehidupan kalian yang sekarang. Kedua orang tua kalian menempuh jalan yang begitu sulit agar kalian mendapatkan kehidupan yang kini kalian nikmati, hargailah. Jika saja kalian merasakan apa yang mereka rasakan, hidup ini akan terasa begitu mudah. Namun itu bukan jalan keluar apalagi alasan. Kelak, suatu saat kalian berada di posisi kedua orang tua kalian jangan lah merasa menyesal karena kesalahan kalian yang sudah membekas di hati keduanya.

Apa lagi yang kalian ragukan akan cinta dan kasih mereka? Apa salahnya mulai membiasakan diri untuk memeluk mereka setiap pagi, dan mengucapkan terima kasih? Nikmati semuanya, hargai semuanya, cintai semuanya, lakukan apa yang bisa di lakukan, selagi kalian bisa melakukan semuanya. Jangan pernah menyesal.

END

P.N : Endingnya abal ya? haha makasih kawan! ._. *sob*

♦♦♦♦

THANKS TO

First of all, my thanks goes to GOD ^^. Walaupun cuma FF, bukan novel atau cerpen yang di muat di Koran/majalah. Setidaknya aku bersyukur, akhirnya bisa bikin FF yang well kata beberapa orang lumayan berbobot lah. Hahahha ^^v

Second, my thanks goes to my mom and dad. Definitely, yes! Karena kisah ini di dasari kisah nyata mereka, yang baru aku tahu saat sedang berbagi cerita di hari ulang tahun pernikahan mereka :p . Hehehe.

Third, it goes to my beloved beta-reader. Lana dan Zika ^^. Makasih udah mau nyempetin diri memperbaiki ff kasar ku, memperhalus, dan merapihkan FF nya. Ehehehe… maaf karena maksa kalian ngebantu padahal kalian sendiri sibuk bikin ff dan ngurus sekolah. Kkkk, for friend lah. Apa sih yang enggak? Hahaha. Eh iya special thanks buat Zika karena bikinin kalimat-kalimat epilog nya tuh, ternyata lebih bagus di tambah narasi lagi dari pada langsung end. Kekeke~ Terus special thanks buat Lana karena mau bersusah payah bikin cover, bahkan sampe debat sama Ivy segala hahaha. ._.v udah gitu bikinin mini dict pula. *kecuplengketlana* hahah love you :3

Fourth, untuk Ivy yang gak tau baca FF ini apa enggak. Makasih ya namanya hahaha maaf ya gak bilang kalau namanya di pake, tapi makasih banget loh. Makin cinta deh sama Ivy, apalagi udah bikinin cover nya. Cium yah? *Ivy : No thanks, stay away!* Ahh udah sini cium aja *smooch* *Ivy : Yucks -.-* hahaha *gila*

Fifth, heemm Tv series Parenthood S1 & S2, How I Met Your Mother S5, dan 90210 S3 yang bikin aku jadi semangat nulis saat waktu jenuh tiba. Dimana FF ini terancam terlantar di laptop ku hahaha. 3 drama favorite ku sepanjang masa deh itu ^^.

Last but not least, pastinya untuk reader ku yang tercinta. Apalagi yang memberi komentar atau saran, oh dan yang nge-like FF perdana ku. Hahaha. Maaf karena aku hampir gak pernah komen di ff kalian, tampar lah aku ._.v hehehe. Eh lupaaaa, suamiku tercinta Lee Taemin ahahay. Maafkan aku yeobo, hampir lupa bilan makasih hoho *ciumcium*

eh btw, tadinya ini ff mau masuk ke contest C makanya judulnya Hit Me. Tapiiiii takut kalaahh :(( apalagi kalau saingannya main author di sini. Ah nyerah deh =.= . loh kok jadi curhat ya? hahaha udah aaahh~

Love, Peace and, Gahuull – slapped – hahaha. Terima kasih temans! A for Ayi *pelukcium*

Eh ada PN (Please Note) dari Zika hehehe : Maaf ya kalau narasi akhir aneh =.= , makasih! Hahahha *sarap*-.-v


©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

61 thoughts on “Hit Me – Part 3 [END]

    1. Wew! Thanks thanks😀

      Waaaahhh syukurlah ^^

      Makasih banget serius deh
      Makasih banget udah baca dan komen :* *kecupkecup*

    1. Hahahhha iya yah?
      Oh ya? Hwuuaaahh senang ^^
      Makasih, sangat-sangat terima kasih karena sudah baca dan komen😀 *kecupkecup*

  1. Yeay… HapPy ending…
    Aku suka Endingnya, Ayi Eon!
    Ivy sama Taem sama-sama childish ternyata.. *ditabok silver*
    .
    Keren endingnya… Aku suka pesan Moralnya..
    Ivy sama Taem yg sering berbeda paham.. Karena ibAratnya, perbeDaAn paham yg sudah mengakar pada diri setiap insan tumbuh menjadi koNflik sehingga menOdai pertemuan yg sudah dibAngun bertahun-tahun…
    .
    Tapi di sini akhirnya semua kembALi… Yah.. Kita semua menjadi dEwasa dEngan belajar saling mengerti dan memahami…
    Belajar mengakui kesalahan.. ItU juga salah satUnya.. Karena meminta maAf membutUhkan keberanian besar yg mempertaruhkan harga diri..
    Bener tak, Ayi Eon?
    .
    Silver,…. Kagum dEh sama anak kecil itU.. Polos, penurut, dan gak suka membAntah…
    BAnyak juga niH yang bisa dipelajarin dari karakternya…
    Karena dia menjalani hidup dgn polos, apa adanya serta tanpa beban….
    .
    Overall nice bAnget.. Dan buat Zika, narasi akhirnya gak aneh kok… Bagus, dan bermakna..
    Hehehehe..
    GoOd job!
    DitUngGu karya berikuTnya!
    Hwaiting!

    1. WHOAAHHHH
      Aku selalu suka komenmu Chandra😀
      Selalu panjang yaaahh hahahha~

      Iya ternyata mereka sama ekeke~
      fiuuhhh.. untuk ada yang suka ^^
      Heemm kamu emang selalu dapet aja ya pesan moral dari suatu FF😀

      Bener banget!

      Hahahha iya kah?
      Aku pikir di sini karakter Silver sama sekali gak kebaca loh
      soalnya si Silver aku masukinnya random banget hahaha~
      Iya laahh kan masih kecil jadi belum ngerti ^^

      Seriusan? Wuaaahh senangnyaaa😀
      Tuh Zika! Denger!!! Hahaha
      Thanks a bunch!
      Neee!! Doakan aku akan bikin ff yang lebih baik dari ini yaaa ^^
      Hwaiting!!!

      Sekali lagi terima kasih, karena sudah membaca, komen, dan memuji😀 *kecupkecup*

  2. Anti klimaks bgt, jd terkesan… “udah? gitu aja?”
    Well, overall bagus.
    Epilognya juga bagus, hmmm… ada bagian tertentu yg kayak pernah denger ato mbaca di mana gitu.

    Aku setuju bgt tuh, hidup bakalan lebih “sederhana” kalau kita memandangnya dari sudut pandang yg “sederhana”. Nah, segala sesuatu itu tergantung sudut pandangnya kan?

    Yg msh dalam masa-masa memberontak, gapapa, silahkan. Tapi jgn sampai menghancurkan diri sendiri. Sewajarnya aja, lalui dan nikmati. Kita nggak akan tahu apa itu benar, klo nggak pernah berbuat salah #Kekeke… terdengar seperti nasehat yg menyesatkan dan menjerumuskan nih.

    Di tunggu karya selanjutnya ya….

    1. Anti klimaks tuh apa sih sebenernya?
      Sepertinya kamu salah memaknai soal anti klimaks. Kalau kamu bilang part ini udah anti klimaks iya bener banget. Karena anti klimaks itu sama dengan pendinginan konflik kan? Di mana konflik utama mendingin dan masalah utama di selesaikan🙂
      Kalau kamu bilang endingnya “udah? gitu aja?” emang yang memuaskan tuh yang gimana sih?
      Sekalian buat pelajaran😀

      Makasih banyak ya karena udah mengikuti dari part 1 sampai 3
      tetep komen dan mengkritik juga memuji, memberi saran dll😀
      Sekali lagi makasiiihhh!!! *kecupkecup*

    1. Keyen? Maaciiihhhh kekekek~
      Jangaaannn!! Taemin suami kuuuu hohoho
      terima kasih banyak sudah komeeeenn ^o^ *kecupkecup*

  3. Oh my??? ini kerennn *pasang muka bego…

    ini kerennnn banget banget banget bangetttt..pkoknya suka bangettt..

    ak dftar dong d fansclubnya ayi eonni..pkoknya ngfans abiss sma author stu ini…

    bikin lagi dong eonn..ya ya ya?? *maksa

    suka banget ma taem d sni,,kesannya manly banget trus silvernya jg unyu banget..

    oh trlalu banyak ‘banget’ disini,,

    tapi emang daebakk bangetttt..

    lam knal yah ayi eon..*sok akrab..

    hehe ^o^

    1. Oh my??? Ini serius??
      Makasih banget banget banget.. pokoknya makasih bangettt..😀

      Hahaha fansclub? Mane club??? Hahahha~
      Belum aaahh aku belum pantes dapet fans. Entar aja kalau udah ada karya ku yang bener-bener booming kekeke~

      Bikin lagi? Aku usahakan deh yaaaa😀

      Iiihh senangnya ada yang suka the manly Taemin ekekeke😀
      Silvernya unyu?? Hahahhahah makasih kkkk

      Terlalu banyak ‘banget’ gimana? hihihi
      Makasih banget
      Dan salam kenal chocopie? kekeke~

      Makasih banyak atas komen dan pujiannyaaaaa ^o^ *kecupkecup*

  4. Ahh.. Demi apapun ya FFnya keren bgt.. bgt.. bgt ^^. Huwe… Klo tdnya dimasukin jd kontes c, psti menang deh ahh.. n__n. Ahh.. Ini sih bkn FF perdana, Ayi udh kyk penulis maestro. Yeii… ^_^ Ahh… Pokoknya setiap huruf”nya tdk ada yg tdk mnghasilkan kalimat yg deeply sangat lah. (aku ini drtd ngomong apa! sih?!) Ahh… Pokoknya bagus deh🙂. Keep writing ya ^^

    1. Ahh… Demi apapun ini gak keren deeehh!
      Ah enggak.. belum tentu. Aku liat yg ikut contest C semua ff nya bagus T.T
      Hahahha mane stro? maestro dari mana coba? kkkk~
      Ini tuh masih banyak typo nya😀
      Deeply? hahahha~
      Okeeeee~ ^^

      Makasih banyak ya Iza atas komen dan pujiannya ^o^ *kecupkecup*

  5. WAWWW!
    DAE DAE BAK BAK!
    haha..

    Kwangmin jjang!!! hahaha . . .
    Huu, akhirnya bersatu kembali ya Taem-Ivy ^^ senangnya~
    Walaupun adegan hug2 rianya disambut sama masakan gosong xixixi

    Tapi benarkah based on ur fam story? Cool!
    Btw, Ivy siapa?

    FF perdana sequel kali eon,, kan dlu eon udh pernah bikin oneshot
    hehe, benergaksi? Miankalausalah

    Oya, Tapi klu ff ku keluar, eonnie kudu, wajib, harus, mesti, have to COMMENT ya!!
    Hehehe~ Dikritik aja sekalian =D

    Teruslahmenulis eonnie~~!! Ok? Wait 4 it!

    1. WAWWW!
      JEO JEO JEONGMAL??
      Hahaha~

      YEAH!!! KWANGMIN JJANG!!! *Taemin : (glare)*
      Iyaaa akhirnya.. walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu (?) hohoho~
      Hahahaha sebenernya sih itu wortel lagi gak dimasak tapi gak sengaja kemasak
      hihihi

      Yep yep😀
      Kisah pernikahan muda nan labil dari orangtua ku hahaha~
      Ivy? Ma be-be-best friend of ma best😀
      Aku suka namanya jadi aku pinjem deh hahaha~

      Aaaahh itu mah bener-bener baru awaaalll banget
      Jangan di anggep deh aku malu hahaha

      Heeeemm aku usahain yaaa😀
      Belakangan ini sih aku berusaha ol buat baca-baca FF😀

      Ne ne
      Tunggu karya ku selanjutnya yaaaa😀
      Makasih banyak atas komen dan pujiannya ^^, makasih juga karena udah baca dari awal sampai akhir *kecupkecup*

    1. speachless?? Wiiihhh😀
      Oh ya? Hohohho senang senang ^o^
      Makasih banyak atas komen dan pujiannyaaaaa ^-^ *kecupkecup*

  6. Aaaa suka bangettt endingnya
    Silvernya genit hahahahahah
    Bisa bisa nya bilang “aku akan menjadi istri yang baik untuk oppa” ahahhaha
    Mana manggilnya oppa lagi
    Yang emosi malah si taemin wakakakakakaka
    Aih sumpah suka bangetttt
    Kwangmin kayanya yang bahagia bukan taemin atopun ivy
    Hadohhhhh sabar pasangan satu itu
    Mudah mudahan tetap harmonis selamaynya~

    1. Aaaahhh seriusan suka?
      Hahahha iya nih, salahkan mamanya xixixi
      Kekeke… tapiiii kalau buat Kwangmin sih sampe umur berapapun oppa tetep pantes hahaha~
      Yaa ceritanya bapak yang cemburuan hahah~
      Aih sumpah bahagia banget kalau kamu suka😀
      Hahaha mungkin? Yaaa.. karena ceritanya udah 2 tahun Kwangmin hidup dalam rasa bersalah. Jadi saat akhirnya bisa menyelesaikan masalah pasangan ini dia jadi exited sendiri kikikiki🙂
      Amiiinnn hahahha
      Makasih banyak ya komen dan pujiannyaaa ^O^ *kecupkecup*

  7. Wahhh.. udah tamat ternyata..hehe
    Kerennn fanfic nya..!!!
    Yeee Happy Ending..!! Yeee =D
    Aku suka kata-katanya, meskipun berat tapi bermakna.
    Bagian epilognya juga, bener-bener kasih motivasi…^^

    1. Iyaaa🙂
      Gak berasa kah? kekeke~
      Yeay aku juga suka happy ending kekeke~
      Terlalu berat kah?
      Takutnya saking berat kalimatnya malah gak sampe ke makna yg di tuju hohoho~
      Iya kah? Kalau gitu ZIka makasiiiihhhh :*
      Makasih ya Onit atas komen dan pujiannya ^^ *kecupkecup*
      Eh iya makasih juga udah ngikutin cerita ini dari awal sampe akhir😀

  8. ish! napa ga dilombain? ni ff keren bgt kali…
    suka pake bgt ma endingnya!

    oh ya sekalian mastiin. rapi/rapih? kyknya yg bner rapi kan eon? mian klo salah…

    ni ffnya DAEBAK!!!
    ditunggu bgt karya2 slanjutnya!🙂

    1. Kenapa? karena aku gak pedeeee ;___;
      Hahah udah suka pake banget.. makasih pake banget deh karena udh suka ^O^

      yang bener rapi😀 tapi kadang aku msh suka kebiasaan kebawa nulis rapih. Dulu kan tau nya rapih. Jarang buka EYD sih hahahah~

      Neeeee ^o^~
      Makasih banyak yah udah ngikutin ff ini dari awal sampe tamat gini, makasih karena komen terus dan makasih atas pujiannyaaaaaaaa😀 *pelukcium*

  9. daebakkkk buangett. . .
    pesan moralnya dapet banget. .
    jujur permasalahan yg d angkat hampir sama dengan kisahku #curcol
    kereeeeng d angkat hampir sama dengan kisahku #curcol
    kereeeen

    1. Makasih buangett….
      Syukurlah kalau pesan moralnya berhasil di tangkep😀
      Oh ya? Emang kamu udah nikah? -slapped- ohhh is your parents like.. engh.. ya begitu lah? Kayak Taemivy?
      Gak apa-apa kalo sama aku mah curcol sering2 juga hahahha ^^
      Makasih banyak ya atas pujian dan komennyaaaa ^-^
      semoga masalah keluargamu cepat selesaaaaiiiii~
      *kecupkecup*

    1. Waw! Makasih banget atas pujiannya😀
      Syukurlah kalau kamu bilang gitu ^^
      Makasih banyak atas komennya yaaaa *kecupkecup*

  10. waw keren endingnya bagus
    lawak tapi bagus haha
    amanatnya juga banyak banget
    ini yang buat kayaknya bijak banget deh haha

    1. Wuaaahh senangnya😀
      Maaf ya baru bales hehehe~
      Hah? Masa?
      Hahaha enggak kok, aku gk sebijak itu😀
      Lebih banyak rangkaian katanya dari beta-reader eheheh~
      Makasih banget atas komennya dan makasih udah baca ^o^ *kecupkecup*

  11. terharu!!!
    TAEMIN MAKIN CINTAAAAAAAA…
    masih ada beberapa typo di beberapa titik (?)
    hehehe :p
    pesan moralnya aku simpan buat ntar aku udh punya keluarga deh🙂🙂🙂
    100000000 jempol!!!
    *ps: ditunggu undangan pernikahan silver ma kwangmin. kekeke :p*

    1. Oh ya??
      Hahhaha iya iya kata Taemin makasih hoho~
      Iya nih emang, part ini emang gak maksimal editing nya😀
      Semoga berguna di masa depaaann😀
      Makasiiiihhhhh :):D:):D
      *ps : pssstt jangan di bahas, nanti Taemin marah. Hahaha*

  12. ahahah keren … setelah masalah yg ribet bagiku ini !!
    akhirnya ending yg luar biasa …
    ya !! kwangmin !! anak kecil masih mau di embat ?!!
    ya silver !! sma yoogeung saja ya !!!
    ok..ok…

    aku suka akhirnya … setelah tdi bernangis2 ria di ff love in suffer…
    akhirnya bisa bersenyum-senyum gaje disini .. ahahahahah

    taemin sma ivy ??!! good couple … ^^

    1. Akhirnya yaaa selesai juga hohoho~
      Serius luar biasa? syukur syukur…
      Hahaha, tenang cuma bercanda..😀
      Eh iya tuh bener! Silver sama Yoogeun ^^

      Ah iya, aku juga terharu tuh baca ff itu ^^
      Hahahah ternyata lumayan menghibur yaaa😀

      Oh ya? Uwaaahh next ff bisa nih pake couple Taemivy lagi😀

  13. Dah ending yah??._.,,gpp..KEREENNN!!!!!!Ke to the Ren=KEREN!haha
    akuu suka!>.<,,so sweet..wkwkwk,,si kwangmin usil amat sih, -_-,,kwangmin?ahjusshi??o~tidak bisa..dia kan imutt…haha
    aku seneng banget ma nih ff!!lucu,romantis,..pokoknya komplit dah!hahaha…

    aq tgu karya2 lainnya,😀

    1. Iyaaa ^^
      Uwaaa seriusan keren? Hahaha melayang nih
      So sweet? kikikiki… habisnya Taemivy nya gampang tersulut sih hahaha~
      Imutan Youngmin deeeehh ._.a
      Aku juga seneng sama kamu karena seneng sama ff ku ekekek~

      Okeeee!! Doakan aku yaaa ^o^
      Makasih banyak atas komen dan pujiannyaaaa😀 *kecupkecup*

  14. Kyaa,,, keren-keren,,
    Kenapa gak diikutin kontes aja sih?? Kenapa gak PD??
    Ini mah bagus banget,,
    masalah salah paham yang sederhana tapi jadi ribet gara-gara komunikasi yang kurang baik,,
    Suka banget lah,,
    Tapi masih belum bisa sepenuhnya bayangin Taemin uda punya anak,,
    Masih cute gitu juga,,

    Waiting voo next FF,,🙂
    Salam Kenal,, ^^

    1. Kyaaa,,, makasih makasih😀
      Habisnya ada main author yang ikut sih. Jadi minder deh ;_;
      Enggak belum bisa pake embel2 banget ^^
      Hahaha iya ya susah?
      Bisa aja kan jadi ayah yang imut😀

      Oke okeeee, salam kenal juga ^o^
      Makasih atas komen, pujian dan mengikuti ff ini sampe end😀

  15. Wah pasangan yang lucu, emang tiada yang dewasa, kayanya si silver lebih dewasa dari pada orang tuanya deh ◦°◦нå◦нä◦нã◦нä◦нâ◦°◦ ..
    Ff nya mantap bisa menghibur + dapat maknanya, kata2 terakhir bagus dh,,😀

  16. Suka sm ff ini. pasangan yang Childish ^^ sm2 keras kepala.
    Taemin aku jg kadang ga bisa bedain lo antara Youngmin sm Kwangmin,,*apaan sih
    O iaa pas d,part 2 aku suka waktu Taemin mukul tembok -manly bgt-hoho

    ahh kata2.y nyentuh ei..aku langsung ngangguk2 baca’y..

    *apaan ini,, udah ngomen cuma d.part ini telat pula,,keke Joengmal mianhae Yaa !!!*Bow

    Good job Thor !

  17. yeaaaahhhh!!happy ending, suka banget sama ff ini!!!
    apalagi endingnya, kata-katanya. manteb!!!
    bikin ff lg thor, suka sama gaya penulisan & gaya bahasanya =)

  18. Aaaahh happy ending~
    Sumpah sumpah sumpah cerita ini super daebak eon! Penuh makna wkwk
    Dan bener-bener suka sama narasi akhirnya. Wah gila top banget dah ini udah
    Aahh gatau mau ngomong apa lagi, eon. Maaf sampah banget ini -_-
    Terus berkarya ya ayi eon!😀

  19. 1 kata JOHAYO~~~~~

    banyak pelajaran berharga… terutama utk kehidupan setelah menikah… whwhwhwhwhww
    baru baca skrg pdhl dr kemarin2 udh ngelirik nih ff

  20. ga’ bisa ngomong apa-apa lagi selain “DAEBAK”
    caracter castnya hidup. ditambah pemlihan kata dan bahasa yang ga’ monoton dan santai, tapi tidak menghilangkan formalitas-nya. ceritanya keren dari cerita nyata dan ga’ ngebosenin. alurnya jelas dan penulisannya rapi. plus pesen moral yang sangat berguna. love it🙂

  21. Kejadian dapet ff ini, langsung seneng karena main castnya taemin. hehe. Aku seneng sm ff ini. Aku bisa belajar buat jadi anak yg baik dan berbakti ke ortu. aku akui aku anaknya dingin pendiem abis, nyampek sklh beda lagi. Pesan dari ff ini bikin semua org utk mencoba menjadi lebih baik. ff ini mampu bikin aku nangis. Aku juga bisa pengen kyk taemvy couple kalok udh ada keluarga. bisa lebih terbuka, jujur, not lose contact, senang & sedih bersama. *sorrymlhcurcol*

    Terima kasih sudah membuat ff ini. Aku bangga bisa jadi bagian dari SHINee Fan Fiction From ShawolIndo.
    Teruslah berkarya, AWESOME! :D:)

  22. maaf untuk authornya kalau aku baru komen di part 3-_- Hehe
    aku cuma mau bilang kalo ff ini… Kereeeeeeeeeeeeeeen bgt! Karakter taemin beda bgt, udah kawin(?) Walaupun sifat kekanak-kanakan nya masih ada😛 *ditendang taemtaem*

  23. Pidatonya panjang banget author.
    Nasihat author seperti orang yang sudah tua banget.
    HeHeHeHe
    Akhirnya jauh dari abal-abal author.
    Lebih kepada perfect.
    Yang sejak tadi ceritanya sedih, deg-degan dan berakhir dengan kocak.
    Tapi susah ngebedain KwangMin ama YoungMin.
    Hanya beda di rambut dengan aura.
    Keren banget lah author.
    Ga bisa di jelasin lagi karakter dari TaeMin, ngeri* iya, manly* iya, melancholy* iya, kocak* iya juga.
    Keren banget, pastinya ga bisa lagi dijelasin.

  24. nice ff thor ^^
    mian baru koment di chap terakhir hehe
    omong2 aku bacanya telat banget LoL
    tapi nggak apa2lah ya daripada nggak pernah baca sama sekali hihi

  25. Daebak!!
    Ff nya keren banget thor. 2 jempol deh buat author.
    Author mian ! Aku cuma coment di part terakhir ini.
    Author, fighting !!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s