Love In Story

Love In Story

Author            : onzea a.k.a zesha

Main Cast      : Han Eunhee, Key a.k.a kim kibum, Lee jinki

Other cast       : Kim Jonghyun, Taemin a.k.a lee taemin, Choi Minho,

Length            : Oneshot

Genre              : Romance

Rating             : PG 15

Summary       : Ini adalah kisah cinta eunhee, sahabat dan suaminya.

BackSound    : The Name I loved-onew, Please Don’t go – onew feat Jjong, Lonely- 2NE1

Note : ini ff pertamaku, ide cerita murni hasil karya otakku, jinki juga punyaku *dilempar parang ma MVP’s*. Langsung saja deh…

Happy reading!!

~~~~

Aku percaya jodoh, dan takdir yang telah ditentukan tuhan untukku. Mengatur pertemuan dan perpisahan. Tapi satu hal yang membuatku ingin merubah takdirku, hanya satu yaitu pertemuanku dengannya…

Key POV

Aku memandangi bayangan diriku di dalam cermin, namja yang duduk di atas kursi roda itu aku. Dua tahun yang lalu aku mengalami kecelakan. Dokter mengatakan kakiku lumpuh, hanya keajaiban yang bisa menyembuhkannya.

 Inikah takdir yang aku inginkan?? Jawabanya tentu saja tidak.

Tok tok tok ~~

Samar-samar ku dengar seseorang mengetuk pintu kamarku. Itu pasti dia…

 “annyeong !!” sapanya ceria.

“key-shi, hari ini aku memasak makanan kesukaanmu. Kau pasti manyukainya” katanya lagi.

‘Cihh!! Aku bahkan tak sudi makan makanan dari tanganmu’ gerutuku dalam hati.

Dia tersenyum lebar saat ku ambil piring makanan yang ia telakkan diatas meja. Sedetik kemudian kutumpahkan semua makanan itu kelantai.

“Ige mwoya?? wae??Aku susah payah membuatnya untukmu key!!” teriaknya.

“cih~ untung aku hanya membuangnya kelantai bukan kemukamu. Kau sudah tau aku tidak akan makan makanan darimu. Suruh park ahjumma yang membuat makanan untukku, arayo!!”

Matanya mulai berkaca-kaca, dia berlari meninggalkan kamarku. Dasar yeoja cengeng, ini tak sebanding dengan apa yang kau lakukan padaku.

***

Eunhee POV

Aku sedikit berlari keluar dari kamar key, aku benar-benar merasa seperti di neraka. Sekalipun dia tak pernah bersikap manis padaku, aku muak selalu diperlakukannya seperti itu.

Kuseka airmataku saat melihat eomonim.

“Eunhee, gwaenchanayo?” katanya saat melihat mataku sembab.

“Gwaenchana eomonim” elakku.

 “Jjinja?? Aku tau kau tak pandai berbohong. Apa key menyakitimu lagi?” , Belaian lembut tangan yeoja ini membuatku merindukan umma yang telah tiada. Selama 2 tahun tinggal dirumah ini hanya eomonim yang memberikan limpahan kasih sayang untukku layaknya seorang ibu.

“ne, eomonim. Gwenchana, ini hanya masalah kecil tak perlu dipikirkan”

“key beruntung sekali memiliki istri sepertimu. Besok aku berangkat ke amerika menyusul suamiku, jaga diri baik-baik dan aku titip key. Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami, arachi??”

“ne, arraso eomonim”, aku mengerti kalau mereka sangat sibuk bahkan jarang sekali berada dirumah.

 Walaupun statusku sekarang bukan lagi seorang lajang, ya~ karena aku telah bersuami. Tapi kehidupanku tak seperti seorang istri lainnya, dia tak pernah mengangapku ada. Inikah takdirku? entahlah.. aku tak pernah menginginkannya tapi aku harus menerimanya.

***

Sudah beberapa kali kuganti chanel tv yang sedari tadi hanya kutatap kosong. Sejak pagi tadi key tidak keluar kamar, aku sangat mencemaskannya.

Tok tok tok~

Berkali-kali ku ketuk pintu kamarnya tapi sama sekali tidak ada jawaban. Sebaiknya aku mengambil kunci cadangan untuk membukanya, aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi sesuatu padanya.

Saat kunci pintu berhasil aku buka, tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh.

BRUAKKKKK!!!!

Apa langsung berlari menghampiri key yang terjatuh dari kursi rodanya.

“key!!!! Apa kau baik-baik saja??” tanyaku cemas.

“JANGAN MENYENTUHKU!!PERGI DARI SINI!!” bentaknya.

“aku hanya ingin membantumu key~” ucapku lemah.

“AKU TIDAK BUTUH BANTUANMU, CEPAT PERGI DARI SINI!!!”

“ ara~ aku pergi, tapi ijinkan aku membantumu naik kekursi roda dulu setelah itu aku akan pergi. Aku janji”, ucapku sambil menahan isak tangisku.

Dia hanya diam, tak menjawab sepatah katapu. ku simpulkan saja kalau dia mengijankannya. Ku lingkarkan lengan kanannya di bahuku dan membopohnya kembali ke kursi roda.

“ aku pergi, kalau kau lapar aku sudah menyiapkan makanan diatas meja. Park ahjumma sedang sakit jadi aku yang memasak, kalau kau tidak mau aku bisa pesankan makanan untukmu”

Dia masih terdiam, memandang kosong kearah jendela. Tanpa menunggu jawabanya aku langsung keluar meninggalkannya sendiri, aku tidak kuat lagi dengan sikap dinginnya itu.

***

 “noona??” suara minho membuatku terbangun dari lamunanku.

“ ah, kau mengagetkanku minho. Ada apa?”

“Ani, dari tadi ku lihat kau terus melamun? apa ada masalah, katakan saja noona aku tau ini pasti tentang namja itu”

Sepupuku satu ini memang sangat perduli padaku, dia selalu menghiburku saat aku ada masalah dan sebaliknya. Tapi kali ini aku belum ingin bercerita tentang sikap key yang semakin membuatku kesal.

 “ Gwenchana, minho. Sebaiknya kau layani dulu pelangganmu. Kita bicarakan lagi nanti”

“ara, kalau kau tidak mau memberitahuku noona. Aku permisi dulu”

Aku kembali termenung menatap jalanan yang basah diguyur hujan dari balik kaca cafe ini. Suatu pemandangan yang tidak biasa bagiku, bukan karena hujan tapi karena namja yang sedang berdiri di sebrang cafe ini. Namja itu kehujanan, badannya menggigil kedinginan.

***

Dia seakan tidak menyadari keberadaanku yang sedari tadi berdiri disampingnya.  Ku pandangi setiap jengkal wajahnya, sangat kusut. Sebenarnya apa yang terjadi padamu jinki?

“jinki-ah~ apa yang kau lakukan disini? kau bisa sakit..”, Dia hanya  menatapku bisu.

“ada apa denganmu jinki?” tanyaku lagi. Dia belum juga menjawab.

“JINKI~” akhirnya aku berteriak untuk menyadarkannya tapi tak ada jawaban.

Dia mulai beranjak dari hadapanku. Ku rentangkan kedua tanganku untuk menghadang jalannya.

“kita belum selesai!!” kataku. Ku tatap lagi wajahnya, kini kami hanya terdiam dibawah guyuran hujan.

Dia sedikit menunduk meraih payung yang tadi aku lempar sembarangan lalu menyerahkannya padaku.

“pulanglah, kau bisa sakit” ucapnya lembut.

“aniyo, ada yang perlu kita selesaikan jinki!!”

Aku menarik tangannya masuk ke cafe milik minho, banyak hal yang ingin aku katakan padanya, diapun hanya pasrah mengikutiku.

***

Jinki POV

Dua tahun yang lalu, di tempat ini kami berjanji akan bertemu. Saat itu aku ingin mengatakan perasaan yang aku pendam selama ini padanya. Tapi dia tidak pernah datang. Dan hari ini aku kembali menunggunya disini. Guyuran hujan sekalipun tidak bisa menghentikan tekadku.

Apa aku bodoh? ya!! aku hampir gila karena mencintainya.

“jinki-ah~ apa yang kau lakukan disini? kau bisa sakit..”, suara itu. Aku mengenal suara itu, bahkan sangat mengenalnya.

Sekarang dia berdiri di depanku, tapi apa yang aku lakukan? aku hanya bisa diam mematung menatapnya. Tak dapat beralih sedetik saja dari wajahnya. Ku akui aku sangat merindukannya. Tapi entah mengapa aku merasa takut bertatapan langsung dengannya, keberanianku mulai goyah.

Aku beranjak pergi tapi dia mengahalangi jalanku dengan kedua tangannya.

“pulanglah, kau bisa sakit” kata-kata itu mengalir begitu saja dari mulutku. Aku tidak bisa melihatnya kehujanan sepertiku. Semua kalimat yang dikatakannya berhasil menghipnotisku, walaupun aku sama sekali tak mengerti apa yang dia katakan.

“jinki~” dia memangilku dan menyodorkan sebuah handuk padaku. Sekarang kami tengah berada di sebuah cafe, entah sejak kapan kami berpindah kemari.

Dia terdiam sambil mengaduk-aduk cokelat panas di depannya. Terus kupandangi wajahnya dengan seksama, dia masih sama, sabahatku.

“Jinki”

“Eunhee” ucap kami bersamaan, suasana terasa sangat canggung.

“Bogosipoyo…” ucapnya lagi yang langsung membuatku membulatkan mata.

“Na do, bogosipo Eunhee” ucapku parau.

“Jeongmal?? lalu kenapa kau menghilang? kemana saja kau selama 2 tahun ini? kenapa kau tega sekali meninggalkanku jinki? katakan, wae??” tanyanya bertubi-tubi.

Kuhapus airmata yang mengalir di pipinya dengan ibu jariku. Dia kaget dan langsung menghempaskan tanganku.

“saranghae Eunhee, jeongmal saranghae…” akhirnya kata-kata itu berhasil kuutarakan setelah sekian lama hanya bisa ku pendam.

“Dua tahun yang lalu aku menunggumu disini untuk mengatakan ini Eunhee, tapi kau tak pernah datang. Dan hari ini aku kembali menunggumu ditempat ini…”

“Aku- aku berusaha datang jinki, tapi karena kecelakan itu…aku tidak tau kalau kau menungguku. Mianhe jinki, jeongmal mianhe” ucapnya semakin terisak.

“Gwenchana, aku mengerti. Aku yang seharusnya minta maaf karena tidak menghadiri pernikahanmu. Saat itu umma sedang sakit, aku harus menemaninya berobat ke Jepang”

“Tapi seharusnya kau berpamitan padaku sebelum kau pergi jinki. Kau tau aku sangat kesepian tanpamu. Aku…”

Dia tak melanjutkan ucapannya. Kini aku tau jawaban dari kebimbanganku selama ini, dia tak pernah mencintaiku, dia menyayangiku sebagai sahabat. Inilah takdirku, akan aku terima dengan lapang dada.

***

Eunhee POV

Kulirik lagi jam dinding yang ada di kamarku, hampir jam 12 malam tapi key belum juga pulang dari terapi. Selama ini dia trus melarangku menemaninya terapi, dia hanya mau ditemani park ahjjumma.

Dia tak pernah pulang selarut ini, aku benar-benar cemas. Handphonenya bahkan tidak dapat dihubungi.

Samar-samar ku dengar decak kaki seseorang, apa mungkin itu pencuri? Dengan berbekal tongkat baseball kuberanikan diri mencari asal suara tadi. Betapa terkejutnya saat ku lihat seorang namja berdiri didepanku.

“omo!!kenapa kau membawa tongkat baseball, kau kira aku penjahat?beginikah caramu menyambut kedatanganku??”

Aku masih tercengang dengan apa yang aku lihat sekarang, sampai – sampai tak mendengar dia memangil namaku berkali-kali.

“ Eunhee!!! apa aku membuatmu terkejut??”

Dia lalu menuntunku kehalaman belakang, dan aku yakin ini pasti mimpi. Kutepuk-tepuk pipiku agak kasar, untuk membangunkanku dari mimpi aneh ini.

“hey!! Kau tidak bermimpi, ini nyata. Aku memang dapat berjalan lagi dan semua ini kupersiapkan khusus untukmu. Saengil chukae hamnida Eunhee…”

Aku masih tidak percaya, tiba-tiba key berubah 360º bahkan memberi kejutan ulang tahun untukku. Tapi aku sangat senang melihat perubahannya ini.

“gomawo key-ah~” hanya kata itu yang terucap dari bibirku. Dia menarik sebuah kursi dan mempersilahkanku duduk. Aku diperlakukan layaknya seorang putrid olehnya. Semua hidangan yang ada didepanku saat ini membuatku semakin takjup. Ini semua makanan kesukaanku, dan mawar merah itu juga bunga favoritku. Dari mana dia tau semua ini???

“ apa kau tidak lapar??kenapa hanya memandangi makanan ini?”

“ah, ne~ aku sangat lapar. Bagaimana kau tau semua makanan kesukaanku key?”

“ini semua makanan kesukaanmu? Kebetulan sekali, seseorang yang membantuku menyiapkannya”

“jadi kau tidak tau? Lalu mawar merah ini” lalu aku menunjuk mawar merah yang ada di depanku.

“ige? dia juga yang menyiapkannya. Apa kau tidak suka?? Aish~ aku terlalu sibuk, jadi aku meminta bantuannya. Mianhe, seharusnya aku sendiri yang mempersiapkannya untukmu”

“ani, aku sangat menyukainya. Sekali lagi gomawo key-ah…” . Kami kembali menyantap hidangan yang ada di depan kami. Beberapa kali key membuat lelucon yang sukses membuatku terpingkal-pingkal. Baru kali ini ku sadari key orang yang sangat hangat berbeda dengan sikapnya selama ini.

 Walaupun sudah pukul 2 pagi, rasanya mataku belum ingin tertutup masih ingin terus melihatnya senyumannya. Aku takut ketika aku bangun semua ini hanya mimpi.

***

Hari ini aku mengantar key memeriksakan kakinya kerumah sakit. Walaupun dia sudah dapat berjalan tapi kakinya masih harus diperiksa sebelum dinyatakan sembuh total oleh dokter.

Aku tidak kuat mencium bau obat jadi kuputuskan untuk duduk ditaman rumah sakit sambil menunggu key selesai diperiksa.

“annyeong, Eunhee-shi” seseorang mengagetkanku.

 “annyeong, nuguseyo?” tanyaku sopan.

“Nan jonghyun imnida. Aku dokter pribadi keluarga kim” ucapnya tak kalah sopan.

“Eunhee imnida, bengapsumnida jonghyun-shi”

“apa kau sedang menemani key?”

“ah!!ne~ jonghyun-shi, gomawo sudah membantu key sehingga dia dapat berjalan kembali”

“hey!! kau tak perlu berterima kasih seperti itu. Ini karena usaha key sendiri yang membuatnya cepat berjalan kembali. Kau tau, kaulah sumber kekuatannya”

“mwo? aku? ani, kau pasti bercanda”

“tanyakan saja padanya kalau kau tidak percaya. Dia selalu bilang padaku, ingin menjadi suami yang sempurna untukmu. Dia ingin membahagiakanmu, memperbaiki semua kesalahannya. Dia sangat mencintaimu Eunhee…”

Kalimat terakhir yang diucapkan jonghyun membuatku sesak nafas, dadaku bergemuruh tak tentu. Tidak mungkin key mencintaiku,

“Ani, itu tidak mungkin??”

 “Kau tau dulu dia sempat putus asa bahkan ingin bunuh diri karena kelumpuhannya. Dan orang yang menyelamatkannya dari kematian itu kau. Kau bahkan menawarkan pertanggungjawaban diluar kesalahanmu”

“Itu karena aku bertanggung jawab atas kelumpuhannya. Aku yang menyebabkan kecelakan itu…”

“Tapi yang kau lakukan itu lebih dari bertanggung jawab Eunhee. Kau mau menikahinya, selalu disampingnya menggantikan tunangannya yang kabur entah kemana. Dia mencintaimu tak perlu kau ragukan lagi, tapi apa kau juga mencintainya?”

Seperti tersambar petir, aku tidak tau apa yang harus aku jawab. Selama ini aku hanya berusaha mempertanggungjawabkan kesalahanku, tak pernah terblesit sedikitpun pikiran untuk mencintainya.

“sudahlah tak perlu kau pikirkan pertanyaanku barusan, yang pantas mendapatkan jawaban itu hanya key. Aku permisi dulu masih ada pasien yang menungguku..”

“Chankaman!! ada yang ingin aku tanyakan. Apa key meminta bantuanmu untuk mempersiapkan kejuatan saat aku ulang tahun kemarin?”

“kejutan? ani, dia dibantu seseorang. Aku tidak pandai dalam hal seperti itu”

“siapa?”

“kalau tidak salah namanya jinki, dia pemilik toko bunga samping rumah sakit ini”

Sekali lagi aku merasa bagai disambar petir, jadi selama ini jinki dan key saling mengenal. Apa jinki tau kalau key itu suamiku?

***

Jinki POV

Ini waktunya mengucapkan kata perpisahan padanya, aku tak ingin semakin larut dengan perasaan ini. Kisah kami akan kusimpan rapat-rapat dalam hatiku, seperti selama ini.

“hyung~”

“ne, ada apa taemin?” jawabku tanpa beralih dari aktifitasku mengepaki barang.

“apa hyung tidak akan menyesal?”

“wae, kenapa aku harus menyesal taemin?” aku berhenti dan menatapnya tajam.

“aku yakin noona juga mencintaimu hyung”

“apa yang membuatmu seyakin itu?”

“karena aku tidak sengaja membaca buku dearynya dulu” katanya polos.

“itu tidak sopan taemin” dia mengaduh kesakitan saat kujitak kepalanya.

“Sebaiknya hyung memastikannya lagi pada noona Eunhee, sebelum terlambat hyung” ucapan dongsaengku ini ada benarnya juga. Dia belum mengutarakan isi hatinya padaku. Aku masih bisa merubah takdir…

***

Eunhee POV

Beberapa hari ini aku mengurung diri di dalam kamar. Aku tau key sangat kawatir tapi aku belum sanggup menerima kenyataan setiap kali melihatnya. Kenyataan kalau dia mencintaiku, apa yang harus aku lakukan? membalas perasaannya? ini sangat sulit.

Ku tatap nanar dua bingkai foto di atas meja. Fotoku bersama jinki dan foto pernikahanku dengan key. Mana yang harus aku pertahankan, cintaku pada sahabatku atau kesetianku pada suamiku?

Aku hanya bisa menangisi kebodohanku yang belum bisa melupakannya dan menyadari tempatku saat ini. ‘yeoja yang sudah bersuami tidak boleh mencintai namja lain selain suaminya’ ucapku pada diriku sendiri.

“EUNHEE~ keluarlah kau membuatku cemas, kalau ada masalah kita bicarakan baik-baik jangan seperti ini!!!”

Ku beranikan diri menerima kenyataan yang ada didepanku. Aku sudah menikah, aku pasti akan bahagia, ini pilihanku.

Yang ku lihat pertama kali saat pintu kamarku terbuka adalah key. Dia langsung menghambur memelukku sangat erat sampai-sampai aku tidak dapat bernafas. Dia mengendurkan pelukannya dan menatapku.

“Eunhee~ aku hanya akan mengatakannya sekali, Jadi dengarkan baik-baik. Saranghae…” bisiknya tepat ditelingaku. Jantungku berdetak dua kali lebih cepat ketika merasakan sesuatu yang hangat menyentuh bibirku. Key menciumku, tepat dibibirku. Tapi entah mengapa airmataku jatuh begitu saja. “mianhe jinki, jeongmal mianhe…” kata-kata itu yang membuatku meneteskan airmata, karena saat ini hanya jinki yang ada di otakku bukan key.

Setelah beberapa detik key melepas ciumannya dan menyunggingkan sebuah senyuman padaku.

“gomawo, aku harap ini akan menjadi kenangan termanis setelah perceraian kita”

“mwo? cerai?” aku masih tidak percaya dengan yang dikatakannya.

“Mianhe, selama ini telah membuatmu menderita. Sekarang kau bebas Eunhee, kembalilah padanya. Orang yang kau cintai sedang menunggumu, katakan padanya kalau kau mencintainya” dia membuatku semakin merasa bersalah, kenapa kau terlalu baik key.

“Sirho, aku tidak mau kau menceraikanku!!” aku menunduk lesu meratapi kebingunganku ini.

“tak usah membohongi dirimu sendiri Eunhee. Aku tau kau tidak mencintaiku, kita tidak akan bahagia. Kembalilah padanya sebelum terlambat, setengah jam lagi pesawatnya akan berangkat. Kau akan menyesal…”

aku berlari dan terus berlari, tapi tak mampu mengejar waktu yang telah berlalu. 3 menit lalu pesawat yang ditumpangi jinki telah lepas landas. Benar kata key, aku akan menyesal…

Aku terduduk lemas dikursi masih mengatur nafasku karena berlari tadi. Seseorang yang ada disampingku memberiku minuman kaleng dan aku langsung menerimanya, ya!! ini yang aku butuhkan.

“jeoseonghamnida” kataku padanya.

“apa yang membuatmu berlari sampai seperti itu? kau kehilangan sesuatu”

“ne, aku kehilangan…” belum sempat ku selesaikan kalimatku sesuatu yang hangat melumat bibirku dengan lembut. Ku dorong tubuhnya menjauh, jujur aku terkejut menerima ciuman tiba-tiba itu.

“JINKI!!!” teriakku sambil beracak pinggang di depannya.

“hey!! aku belum tuli Eunhee!!”

“Apa yang kau lakukan tadi?”

“tentu saja menciummu, apa lagi? kau ingin aku melakukannya lagi” katanya menggodaku.

“ANDWE!!” ku silangkan kedua tanganku menghalanginya untuk mendekat.

“apa kau mencintaiku?”

“mwo??”

“ku ulang lagi, HAN EUNHEE APA KAU MENCINTAIKU?” dia berteriak keras sekali sampai semua orang memandangi kami. aish~ kau membuatku malu jinki.

“Ne, sarange onew..” jawabku berbisik ditelinganya, aku yakin hanya dia yang mendengarnya.

~END~

Geje?? Mian, semua kesalahan murni dari author *author mbungkuk 90º ma jinki oppa*

Yang sudah baca mohon dengan sangat meninggalkan jejak 😀

RCL!!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “Love In Story”

  1. ommmooooo ……….
    sweeet niech ceritanya ,,, sampe aku deg2an gag jelas gituw bacanya ..

    tapi kasian key ,, sini nikah ama aku ajja .. aku rela koqqq .. *dibakar lockets*

    2 thumbs up bwt author !!

  2. Aaaaaaaaa
    Sweetnyaaaa
    Key bisa jalan lagi demi eunhee
    Walopun aku ga ngeerti kenapa key bisa lumpuh
    Kenapa eunhee ngerasa bersalah
    Dan!!
    Untungnya jinki ga jadi pergi
    Aduhhh taemin malaikat penolong
    Coba kalo dia ga baca diarynya eunhee
    Bisa kabur si jinki
    Key baik juga udah ngertiin eunhee
    Malah dia yang ngerein
    Bukan kemauan eunhee
    Padahal awalnya kan eunhee nya udah milih key
    Tapi key membuka matanya supaya jujur ama diri sendiri
    Aigooo ini baguss benerr

  3. Keeeyyy kok bisa rela bangeeettt? Aisshh gilaaa hatinya dari apa cobaa
    Hmm jadi ceritanya Key itu dulu punya tunangan, terus kecelakaan. Abis itu eunhee nyelamatin Key terus nikah sama Key? Terus Jinki itu sahabatnya eunhee yang suka sama eunhee? Hhehehe maaf aku agak bingung :s
    Tapi overall bagus bangeett! Johaa~~!

    1. singkat cerita, key pngen balas dendam ma eunhee, soalnya eunhee yg buat key lumpuh & dtinggaln tunangannya

      author juga sbenernya bingung ~_~ *geje*
      mian uda buat km bingung *bow* ^_^

      gomawo uda mau baca ^_^

  4. huwaaaa kasian bgt key … dy udah relain eunhee dan key baik banget sih .. jujur sma perasaan ..
    jinki !! kok masih ada di bandara ??!!
    ahahahah maen nyosor…
    eunhee juga bukannya liat dulu siapa tuh org ..
    huwaa di buat sequelnya seru ..

  5. AHh….
    Key kau sama aku ajaaaaaaaah!!!!!!!!!!
    *dicere abang minho*
    *digebukin flames*
    *digampar lockets*
    Huaaaaaa ceritanya daebak!!
    keren!!
    sweeeet!!!
    ahhh!!!
    XDDD

  6. aoooo,, my key, you are the sweetiest guy in this world…
    kasiaaan banget key ku… tapi gak papa deh, asal eunhee bahagia ama jinki, key pasti bahagia sama aku *plakk…

    nice ff thor..

  7. sedih, terharu, n hampir nangis,, TT
    endingnya keren.. 🙂 *kasi2jempol*
    mau dong jdi eunhee, dicium jinki sm key gt..
    *d’massa lockets n mvp*
    pkkya lanjutkan!!,

  8. hiks hiks hiks 😦
    sedih eunhee nya gak jadi ma key.
    key baik banget >.<
    tapi, seneng juga jinki ma eunhee bersatu.
    tapi, penasaran dengan kecelakaan yang bikin key lumpuh??
    hehe :p

  9. kya… kasian amat yak si key???? yaudah deh…. key ama aku aja…… hahahahaha…
    btw,, keren eonni,,, aku ga nyangka akhirnya bakal jadi kaya begini… ahhahahahaa… keren keren keren,,,, for thumbs buat eonni….:)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s