My Day – Part 2

Author : Anggi a.k.a Lee Hyo Seok a.k.a Kim Seung na a.k.a Jojo

Main Cast :

Lee Jinki

Hwang Nimi

Lee Hyo Seok

Kim Key bum

Support Cast :

Choi Minho, Lee Taemin, Kim Jonghyun

PG : all age

Length : Sequel

Genre : Romance

Another Fanfiction from Author Hyo, this story belongs to me, if there’s any part similar with other, there’s must be some accidental.

Anyeong, jangan bosen baca FF saya yah *wink* kalau ceritanya ga bagus, bilang ajah, curhat ajah *ga ada yang mau*. kekekeek, gomawo yahh sebelumnyaa

Nimi POV…

Aku terdiam melihat betaba banyaknya gaun pengantin yang sangat bagus dihadapanku, berjejer gaun berwarna putih bersih, dengan juntaian penutup kepala yang anggun, banyak manekin memakai gaun itu terlihat sangat cantik, berbagai macam bentuk, dari yang pendek sampai yang panjang menjuntai kelantai, aku ingin mencobanya satu per satu, apakah aku akan memakai gaun yang ada disini saat pernikahanku nanti, aku sangat bersemangat untuk hal ini, aku mulai meraba,dan meihat satu per satu gaun yang ada tergantung. Aku melihat sesuatu yang sederhana namun anggun, namun tak lepas pikiranku dari desain yang dibuat Hyo, bentuknya sangat anggun dan sangat mencirikan personal Hyo. Baru saja gambar yang dibuat, aku sangat penasaran seperti apa nantinya jika telah dipakai, pasti akan cantik. Aku terdiam, melihat sebuah gaun cantik yang berada paling pojok. Aku memperhatikanya seksama, aku mengambil dan melihatnya. Inilah yang kuinginkan, gaun inilah yang aku mau. Akupun mencocokkan gaun itu kearah badanku.

“kalau ingin dicoba, silakan masuk kedalam. . “ kata ahjumma yang sedari tadi menemaniku memilih gaun. Dan akupun mengangguk, lalu pergi ketempat yang ia tunjuk.

“ nee. . ahjumma. . ini ukurannya sangat kecil.  .apa aku bisa meminta ukuran yang sedikit lebih besar???” kataku sewaktu mencoba gaun yang kupilih tadi, seharusnya aku diet, tapi pikiran tentang Jinki , aku yakin aku semakin kurus.

“ ah nanti jika ingin dan sudah pasti, kami akan ubah semuanya sesuai dengan ukuran anda. . “ kata ahjumma itu menjelaskan.

“ tapi aku ingin mencobanya sekarang, tapi sepertinya gaun ini tak cukup untukku. . “ kataku memelas.

“lebih baik dicoba saja dulu. . tidak perlu di kancing sampai atas” kata ahjumma itu sambil membantuku berganti.

Jinki POV

Akupun siap dengan tuksedo berwarna putih, sangat mudah bagiku untuk memilih pakaian, karena semua yang kupakai pasti bagus. Dan dimana Nimi, sudah setengah jam aku menunggunya, namun masih saja belum selesai, apa dia tak bisa memilih satu gaun yang bagus untuknya?

“Lee-sshi.. pengantin wanitanya sudah siap. . “ kata ahjumma yang sedari tadi membantu Nimi berpakaian.

“ ah ye. . “ akupun duduk dibangku dekat pintu tempat ruang ganti.

Nimi pun keluar dengan gaun pernikahan yang bewarna putih dan berjulur panjang, rambutnya diikat keatas dan ada tudung dikepalanya, terlihat sangat cantik *bwat Jinki* aku sampai tak mengenali Nimi sama skali, dia terlihat sangat cantik, aku bahkan tak menyadari jika mulutku ternganga melihatnya.

“ Nimi???” kataku tak percaya.

“ nee. .  ohtoke???” katanya malu-malu.

“ yeppo da. . “ kataku spontan.

“ jinja???” katanya tak percaya.

“ yee. . “ kataku sambil tersenyum. Akupun mendekati Nimi.

“ kau juga sangat tampan dengan setelan jas putih itu. . “ katanya sambil tersenyum.

“ Nimi-sshi. . “ aku berlutut sambil memegang tangannya, Nimi terlihat kaget.

“ yee. . “ jawabnya.

“ maukah kau menjadi pengantinku???” dan wajahnya langsung bersemu kemerahan.

Nimi POV

Aku benar-benar tidak percaya diri dengan mengenakan gaun pengantin ini, bahkan aku malu jika aku melihat kearah cermin yang ada dihadapanku, apa aku terlihat aneh? Akupun memutuskan untuk keluar dari ruang ganti, kudapati Onew dengan balutan tuxedo berwarna putih, dia sangat tampan, entah kenapa hatiku berdebar-debar melihatnya, diakah yang akan menjadi calon suamiku nanti, aku rasa akulah orang yang paling bahagia di dunia ini. Akupun mendekat, dan dia mengatakan aku cantik dengan gaun ini, aku sangat tersanjung mendengarnya.

“ Nimi-sshi. . “ tiba-tiba saja Jinki memegang kesua tanganku dan berlutut, rasanya aku ingin berteriak pada dunia bahwa aku bahagia.

“ yee. . “ aku tak tau lagi apa yang harus kukatakan.

“ maukah kau menjadi pengantinku???” semua perasaan bercampur aduk menjadi satu, rasanya aku ingin menangis ditengah kebahagiaan yang kurasakan, aku ingin meloncat kegirangan dan berteriak se-histeris mungkin, tapi aku tak dapat melakukannya, entah seperti apa wajahku sekarang, terasa seperti terbakar, apakah wajahku sudah sama seperti udang rebus? Aku benar-benar malu.

“ah yee. .” aku mengangguk tak sabar.

“ aku sudah tak sabar menunggu 3 bulan lagi. . apakah ga bisa dilakukan besok???” katanya sambil tetap memegang tanganku.

“ ah. . semuanya juga belum ada yang siap . . “ kataku, senyumku seketika hilang mengingat persiapan pernikahanku yang belum siap juga.

“ saranghae. . “ katanya tiba-tiba, dengan senyumnya yang terbaik.

“ nado saranghae. . “ kataku otomatis, aku sangat tak bisa  menolak pernyataanya.

Entah seperti apa mukaku, pasti sudah seperti udang rebus, memerah tanpa sebab, yang menyebabkan adalah Jinki. .

Akhirnya kami telah memilih gaun yang sangat cantik, walau tadi sedikit ada masalah dengan ukurannya, banyak sekali bagian yang harus diubah dan membutuhkan waktu yang lama, akhirnya ahjumma akan mengusahakan gaun itu siap pada waktunya, dan Jinki berjanji akan membelikan gaun itu untukku. Walaupun tak seperti harapanku, tapi gaun itu sangat cantik, aku sangat menyukainya, begitupun Jinki, akhirnya satu masalah sudah selesai, aku sedikit lega.

“ kau lapar jagi??? Aku lapar sekali. . “ katanya sambil merangkulku, tak biasanya dia melakukan seperti ini.

“ tapi banyak sekali yang belum kita lakukan. . “ kataku, terlihat wajahnya yang sedikit kecewa dengan jawabanku.

“baiklah kita selesaikan dulu, lalu kita kmana???” katanya kemudian.

“ kita ketempat restoran tempat memesan makanan setelah itu baru kita makan, ottae?” kataku sambil tersenyum.

“kita berangkat” katanya sambil menggenggam tanganku. Jinki tak melepaskan pegangan tangannya sama skali selama kami menyusuri jalan, banyak sekali orang yang melihat kearah kami, tapi Jinki tak sedikitpun menghiraukan mereka, aku menyukainya, dia adalah calon suamiku, seorang Leader dari SHINee. Banyak juga yang mengabadikan keadaan kami, banyak yang diam-diam mengambil gambar kami di handphonenya, apa aku orang yang cocok untuknya? Kenapa aku memikirkannya lagi? Jinki pernah bilang, ‘kau yang kucintai, dan mereka pun fans yang kucintai juga, dan aku tak bisa kehilangan keduanya, oleh karena itu tetaplah disampingku, seperti fansku yang selalu mendukungku dimanapun aku berada, dan apapun yang kulakukan’. Dan itulah yang akan kulakukan, aku adalah seseorang dari ribuan orang yang paling beruntung,.

$$$

Kami pun sampai di tempat kami akan memesan makanan untuk pesta pernikahan kami. Sebuah restoran dengan gaya Italy yang sangat kental, kami pun masuk kedalam dan bertemu dengan chef utama. Dan mereka membuatkan semua makanan yang ada di menu untuk kami cicipi, dan menu itu tak sedikit, cukup banyak yang harus kami coba, apa harus sebanyak ini, aku terkejut melihat makanan yang sudah tertata rapih di meja makan.

“ ah. . apa makanan sebanyak ini???” kata Jinki bingung.

“ kita harus memilihnya dulu. . “ kataku sambil maju dan mengambil piring dan memberikan salah satunya pada Jinki.

“ apa bisa dicoba semuanya???” kata Jinki pada sang koki, wajahnya sangat bersemangat.

“ ah yee. . silakan saja. . “ kata Koki itu menyilakan. Tanpa ragu Jinki mengambil makanan sebanyak-banyaknya dipiringnya.

“hei oppa apa yang kau lakukan???” kataku bingung.

“ aku hanya ingin mencoba semua makanan disini..” katanya sambil mengangguk-angguk.

“ tapi tak sebanyak itu khan???” kataku tak percaya.

“ ah kalau sedikit pasti tak terasa. “ katanya polos, dan masih saja mengambil makanan sebanyak yang ia bisa.

“ Jinki. . “ aku ingin menahannya.

“ ah tidak apa-apa” kata koki.

“ tapi ahjushi. . “ kataku namun Jinki segera menjauh, mengambil makanan yang lain, sepertinya percuma juga aku melarangnya. Ah Jinki knapa kamu seperti ini??? Benar-benar membuatku gila, tadi kau membuatku tersipu malu dan sekarang kau membuatku malu didepan umum.

“ jadi kamu mau pilih yang mana???” kataku masih mencoba makanan, tak terkira banyaknya.

“ semuanya enak. .” katanya dengan makanan yang masih penuh di mulutnya.

“ kau harus memilih salah satunya. .  maksudku dari lauk dan sayurnya, , “ kataku sambil menjelaskan.

“ semuanya enak .aku ga bohong. . “ katanya masih focus dengan makananya.

“ aisshhh. .  “Aku mulai kehilangan kesabaran.

“ apa kamu ga bisa memilih jagi?” tanyaku.

“ apa saja tak masalah. .” katanya sambil menyuap sesendok besar makanan ke dalam mulutnya.

“ aaarrrrgggghhhh. . tnang Nimi. . tenang. .” kataku pada diriku sendiri.

“ wae???” tanyanya polos, sambil melihat kearahku.

“ ah  kamu tak membantuku sama skali. ..” aku pun beranjak dari tempat dudukku, memutuskan sendiri mana yang harus ku pesan untuk acara nanti.

“ aku harus membantu bagaimana???” katanya bingung. Aku melirik tajam kearahnya, namun dia malah melanjutkan makannya. Aku sangat gemas dengannya, lebih baik aku pergi dengan Hyo daripada dengan si Babo Jinki. Akhirnya aku lagi yang memilih tanpa bantuannya sama skali.

“ baiklah kita makan sekarang. .”kataku sambil menariknya keluar dari restoran Italy tadi.

“ aku sudah kenyang. . barusan aku makan banyak skali.. “ katanya sambil mengelus perutnya.

“ mwo???” tanyaku tak percaya.

“ tapi kau memesan maakan ayam khan? Itu harus ada!! ah Nimi. . aku lupa. . aku harus latihan jam 4. . bagaimana ni???” katanya sambil mengecek jam tangan yang ada di tangan kirinya.

“ MWO????” makinlah aku kesal dengannya.

“ aku antar kamu kerumah. .aku harus pergi skarang. .” katanya sambil menarikku.

“ kau pergi saja, sudah stengah 4. . “ kataku tanpa perlawanan, percuma juga menahannya disini.

“ lalu kau pulang bagaimana???” katanya bingung.

“ masih banyak taksi atau bus khan???” kataku tak sabar, inginnya aku emukulnya, menggigitnya, benar-benar hatiku kesal dibuatnya.

“ ah kau memang yang terbaik.” Katanya sambil menepuk pundakku, tak tahukah kau aku ingin sekali mencekekmu? Jinki pun langsung meninggalkanku begitu saja dengan mencium keningku, lalu langsung menghilang dari pandangan.

“ AAAARRRRRRGGGGGHHHHHHHHHHH~~~~~” aku berteriak kesal di tengah jalan. Dan semua orang menatapku aneh.

“ WAE???? ADA YANG SALAH?????” teriakku pada orang-orang yang menatapku. Dan mereka langsung pergi.

Aku memang sudah gila, aku berjalan pelan disepanjang jalan Kota Seoul yang padat. Aku menunduk berharap seseorrang mengingatkanku jika aku masih hidup. Dan tiba-tiba melintas sebuah mobil, berhenti tepat didepankuu, dan kaca mobilnya pun turun perlahan. Penyelamatku datang.

“ YAA!!! Kau sudah gila????” teriak Hyo dari dalam mobil.

“ yee. . aku sudah gila. .kau puas????” kataku sambil membuang muka.

“baiklah, aku duluan. . “ katanya sambil menutup kaca mobilnya.

“ Hyo aku ikuuuuuttttttt. . “teriakku padanya.

“ Shieroooo. . .” katanya tetap menutup kaca mobilnya.

“ aku benar-benar sudah gila Hyo, aku mohon..” kataku sambil memelas. Hyo pun terlihat menghela nafas.

“ cepat masuk. . “ katanya sambil membuka kunci mobilnya. Akupun masuk kemobilnya dengan langkah gontai. Dan duduk dengan nyaman.

“ mobilmu baru lagi???” kataku sambil memeriksa mobilnya.

“ anni~~ ini mobilnya Key. .” katanya sambil menancap gasnya.

“ mobilmu???” kataku bingung.

“ aku tak pulang semalam. . “ kata Hyo polos.

“ mwo???” aku tak mendengar dengan jelas, Hyo tak pulang, dan semalam bersama dengan Key?

“ ah knapa mukamu seperti itu?” kata Hyo mengubah pembicaraan.

“ Jinki. .” kataku sambil menunduk.

“ bukannya kau bilang akan pergi dengannya??” tanya hyo.

“ yee. . tapi dia bahkan tak membantu sama skali. . hanya membuatku tambah gila. . “ curhatku pada Hyo.

“kau harus smangat Nimi” kata Hyo sambil menepuk pundakku.

“yee, ah Hyo  apa benar ada latihan hari ini???” tanyaku pada Hyo.

“ latihan??? Key sedang fitness tadi. .aku akan menjemputnya.. “ kata Hyo polos, tetap focus dengan menyetirnya.

“ mwo???? Lalu Kemana Jinki???” kataku bingung.

“ entahlah. . mungkin ada latihan untuk drama musical?” kata Hyo. Namun aku tak bisa percaya. Apa dia punya drama musical yang baru? Dia tak pernah cerita.

“ ah Jinki kemana dia? Hyo . . aku ingin memesan undangan. . apa kau bisa mengantarku kesitu dulu?” rengekku pada Hyo.

“ ah baiklah, aku tau tujuanmu, lagian Key juga blom telp” jawab Hyo.

$$$

Hyo POV

Kehidupanku, dan sekarang ini ceritaku bukan cerita tentang Hwang Nimi, ceritaku sebagai kekasih sang Superstar.

Aku rasa aku butuh waktu untuk hidup, menjadi diriku sendiri dan menyendiri. Aku melangkahkan kakiku keluar dari apartemen, tapi tetap dengan masker lengkapku dan segala bentuk penyamaran, tidak lucu rasanya jika aku sedang berjalan diserang oleh gadis atau preman jalanan. Apa kalian pikir hidupku sempurna, kaya, cantik dan memiliki kekasih seorang artis terkenal? Aku rasa itu fenomenal, tapi tidak untukku. Apapun sudah kulakukan untuk bisa sejajar dengan Key, agar aku bisa diakui sebagai pacar dari Key, tapi masih banyak saja kekurangan, tak sedikit yang mencemoohku, dan tak sedikit pula seseorang menghadiahkanku sebuah  ranjau kecil untuk menyakitiku, agar aku lepas dari sang Diva, belum lagi tekanan dari SM, mereka selalu saja mencari cara untuk dapat memisahkanku dari Key, lalu apa yang membuatku bertahan selama ini?

Aku rasa aku akan lelah dengan keadaan ini, ingin sekali aku melepaskannya, ingin sekali aku melepaskan beban yang selama ini aku tahan sendiri. Key tak pernah tau apa yang kualami, aku harus membuatnya tenang, menganggap semuanya baik-baik saja.

Seperti apa gadis yang cocok dengan Key? Secantik apa yang wanita yang bisa menjadi pacar Key? Atau sepintar apa perempuan yang bisa bersama dengan Key? Itu semua hanya Key yang tau, dan dia memilihku, apa itu salah? Salahkan Key kalau begitu. Ingin sekali aku mengatakan hal ini terhadap Agency nya, tekanan terbesarku berasal dari mereka, mereka menginginkan sesuatu yang perfect. Dan bagaimana perasaanku. Mereka tak pernah memikirkan perasaanku, aku sangat menyayangi Key, aku selalu ketakutan jika dia pergi bersama dengan wanita lain, tentu saja banyak, artis atau mungkin fansnya yang lebih baik dariku, dari segi penampilan, atau kekayaan. Ahhhh kenapa bebanku sangat berat.

Aku memandang ke sekitar, tak terasa aku sudah berjalan cukup jauh, hembusan angin membuat tubuhku kedinginan, tepat di pinggir sungai Han aku berdiri. Dan aku baru mengingat sesuatu, aku tak membawa uang sepeserpun di kantong celanaku. Lengkap sudah, aku harus berjalan lagi nanti. aku menarik nafas panjang dan duduk di tepi jalanan, memandang Sungai Han di malam hari, berkilauan lampu-lampu yang menyinari sepanjang sungai Han, sungguh indah, ingin rasanya aku menangis, namun…

“butuh tumpangan??” tanya seseorang yang ada di belakangku, aku menoleh, sebuah mobil mewah berhenti tepat dibelakangku, aku pun beranjak dari dudukku untuk mengetahui siapa yang menegurku. Dan kudapati Key disana sedang tersenyum.

“Key? Sedang apa kau?” tanyaku bingung.

“Aku mengikutimu sedari tadi, kau tak tahu?” kata Key masih tersenyum. Akupun menggeleng.

“aku rasa kau butuh waktu sendiri karena itu aku tak ingin menganggumu tadi, tapi kau berjalan sangat jauh” kata key sambil tertawa.

“untunglah kau datang, aku tak membawa duit sepeserpun” kataku.

“mwo??? Apa kau gila? Naiklah, mau kubuatkan coklat panas? Apartemenku sudah dekat” kata Key sambil emmegang tanganku. Akupun mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil. Mobilnya sangat hangat, sama seperti senyumnya.

“apa yang kau pikirkan?” tanya Key padaku.

“anni. .” aku harus menutupi semuanya.

“hanya butuh waktu untuk jalan-jalan, menghirup udara segar” lanjutku.

“dasar aneh” kata Key sambil tertawa.

Aku melihat sesuatu di dashboard, bukan sesuatu yang biasa, berkilauan, aku mengambilnya seketika.

“ini milik siapa?” tanyaku pada Key, setelah mengetahui itu adalah cincin yang sangat cantik, pasti milik wanita.

“Itu milikmu” katanya cepat.

“mwo?” aku bingung dengan jawabannya, aku tak pernah memiliki cincin seperti ini, tiba-tiba saja Key menepikan mobilnya.

“itu milikmu, menikahlah denganku Hyo” kata Key kemudian, aku shock mendengar apa yang dia katakan.

“mwo? Kau bercanda, kau sama sekali tak romantic Key” kataku sambil tertawa.

“aku serius” diapun mengambil cincin yang ada ditanganku, dan memakaikan cincin itu di jari manisku. Aku melihat dengan seksama cincin itu, dan akupun meneteskan air mataku.

“hei Hyo, kau kenapa??” kata Key yang melihatku menangis.

“ini khan sekali seumur hidup, kenapa kau tidak romantic sama sekali” kataku semakin keras menangis.

“hei hei, apakah ada yang salah?” kata Key makin bingung.

“ulang, aku tak ingin seperti ini” dan tangisanku pun pecah, bukan masalah dia melamarku seperti apa, tapi kegundahan hatiku selama ini lenyap begitu saja, dia memberikanku jawaban kepastian dari hubungan kami saat ini, aku sungguh bahagia. Diapun memelukku dan membisikkan sesuatu ditelingaku.

“hei, maskaramu nanti luntur” katanya, ingin sekali aku tertawa saat itu, dia selalu saja seperti ini, menyebalkan.

“aku pakai waterproof, jadi tak perlu khawatir luntur” kataku sambil melepaskan diri dari pelukannya.

“emm, bagus, kumohon jangan menangis” katanya sambil menyeka air mataku.

“unn” kataku sambil mengangguk. Dan dia pun mulai menyetir mobilnya lagi. Sambil bernyanyi kegirangan.

“kau tau, aku akan nge-rap untuk calon istriku” kata Key senang.

“aku tak mau dengaarrr” kataku sambil menutup kedua telingaku. Dan diapun mulai bernyanyi. Ingin sekali mata ini menangis, tapi kutahan karena dia paling tak suka melihatku menangis.

Alasan inilah yang selalu kupikirkan, dia tak boleh tau masalahku dan air mataku.

“Key, saranghae” kataku kemudian.

“aku tau itu, semuanya mencintai Diva Key” katanya sambil melihat cermin di kaca spionnya. Dan kamipun tertawa bersama.

Dan itulah kenapa aku tak pulang semalam, aku ke apartemen Key, dia membuatkan coklat panas yang sangat enak, dan tanpa kusadari aku tertidur di sofa ruang tengahnya, saat ia sedang mandi, dan dia tak pernah tega untuk membangunkanku.

“kau tersenyum terus sedari tadi, ada apa Hyo?” tanya Nimi padaku.

“anni, ahh kita sudah sampai” kataku pada Nimi. Aku tak bisa memberitahukan berita bahagia ini, karena Key harus berusaha menaklukan SM untuk pernikahan kami nanti.

Nimi pun turun dan segera masuk kedalam toko, aku menunggunya di mobil, karena aku tau dia pasti akan bingung jika aku ikut memilih, dan memilih di mobil menunggu telepon dari Key, namun tiba-tiba…

“MWOYAAAAAA?????” teriak Nimi dari dalam, sepetinya ada yang tidak beres, dengan cepat aku menghampiri Nimi.

TBC

kekekekeke. . TBC dulu yah, otaknya ga bisa mikiirr. . uwaahhhh. . kekekekek

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “My Day – Part 2”

  1. yaaaaaah kok TBC sih -__-

    yaampun tapi untuk ngelamar seperti itu, udah cukup romantis loooh! aduh kalo aku yang dilamar, pasti aku………ngapain yah? aduh gakepikiran deh!

    jadi sebenarnya ada apa dengan Nimi, thor? aku penasaran ._.

  2. YAAA
    Rasanya pengen lemparin onew pake ayam
    Jahat banget apa apa suruh nimi
    Ya walopun ada kejadian sweet pas nyoba gaun
    Tapi tetep aja ga perhatian malah makaaan mulu
    Disuruh milih aja susah huh sabaryaaa nimi
    Hyo juga walopun keliatannya. Baik baik aja
    Ternyata dia juga mendem masalah yang complicated
    Untung key selalu disamping dia nemenin terus
    Lanjuuuut

  3. ckckckckckckckc ,, onew gag sensitif bgt ….
    aku pun kalo jd nimi pasti gondok berat tow ..

    huuuuuuaaaa ,, almighty key selalu keren apapun yg dilakuinnya ..
    saranghae keeyyy !! *hyo: enak ajja ,, jangan menggodanya dia calon suamiku !!*

  4. yaampun hyo .. udahlah …
    jgn di pikirin …. pokoknya key sma hyo harus tetp ..!!
    jinki !! masyaalah !!! ckckckck
    nimi kasian tau !!
    huwaaaaaa
    bgus thor .. lanjutannya jgn lma2 ya !!
    huwaaa key .. key…key… love you ..
    #plak!! di tampar hyo ..

  5. Si oneww mah parahhhh..niat nikah gak sih ~,~

    beda banget ma key yg care

    knapa tuh si nimi?

    lanjutt

  6. si abang onyu ini gimana sih? udh bagus awalnya romantis2 an eh malah merusak suasana hati nimi -_-
    pasti gara2 ketemu makanan otaknya jadi lemot deh *ditabokonew*
    kasian hyo ternyata banyak dibash sama orang.
    key~~ so sweet banget deh 🙂
    kenapa itu? ada apa?
    uwa~~ penasaran >.<
    ditunggu lanjutannya^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s