FIRST KISS ACCIDENT

FIRST KISS ACCIDENT

Author                        : ANIS EKA DEWANTI / @dewanise

Main Cast       :  Lee Taemin

                           Choi Minho

Support Cast  :  Kim Jonghyun

   Kim Kibum

   Lee Jinki

Length                        : One Shoot

Gendre                        : Romence, Friendship

Rating             : PG-15

Komentarin ya readers.. komentar kalian bakal nyemangatin gue untuk membuat FF lagi, lagi dan lagi dan komntar kalian pasti membaun gue untuk membuat yang lebih baik lagi. Gumawo udah mau nyempetin baca ff gue^^ dan jangan lupa ninggalin jejak kalian dengan komen di FF ini oke??

Adinda Pov

Sungguh teledornya Appa ku, baru mengetahui bahwa nenek ku yang di Soul pindah rumah ketika aku sudah di bandara Sukarno Hatta menuju bandara Incheon, sehingga aku tidak dapat langsung datang kerumah nenek ku. Appa berjanji lusa akan menjemput ku di Hotel yang bernama Luxurious. Ya, kami berangkat terpisah, masih ada yang harus diurus Appa ku di Indonesia. Untung saja uang tabungan ku sudah ku tukar dengan mata uang Korea, apa jadinya jika masih dalam mata uang rupiah?

Aku mendapatkan kamar nomor 2080 di lantai 22, ketika aku menuju lift aku melihat keramaian di depan pintu masuk. Keramaian itu sebagian besar berisi yeoja yeoja yang masih remaja,mereka membawa spanduk dan poster sambil berteriak teriak histeris.

Aku sudah di dalam lift, ketika pintu lift sudah benar benar akan tertutup tiba tiba saja, ada tangan yang menahan pintu lift. Pintu lift terubuka kembali dan tampak sekerumunan namja yang tergesa gesa untuk masuk lift. Aku terkejut akan tiga hal sekaligus. Pertama, salah seorang namja dari kerumunan yang tergesa gesa itu tersandung kaki pot yang letaknya tidak jauh dari pintu lift, dan badannya pun mulai roboh. Kedua, namja itu tidak dapat menjaga keseimbangan badannya dan menarik pundak ku untuk mencari tumpuan berdiri. Dan yang ketiga, badan namja itu terdorong oleh kerumunan namja yang berlari bersamanya. Aku terkejut bukan karena badan namja itu terdorong, aku terkejut karena hal itu membuat bibirnya menempel tepat di atas bibir ku.

Outhor Pov

Badan Dinda mengejang terkejut, ia mulai merasakan sengatan listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya tepat setelah Taemin mendaratkan bibirnya di atas bibir Dinda. Lima detik kemudian setelah kesadaran Dinda kembali penuh, ia hempas tubuh namja itu menjauh dengan sekuat tenaga. Hal itu membuat Taemin tersungkur.  “Hey!!! Apa yang kau lakukan kepada teman ku? Minta maaf padanya!! Teamin kau baik baik saja kan?” tanya Onew hyung panik. “Oh my God. Is it my fault?” keluh Adinda sambil memeang bibir ku. “Onew Hyung, sepertinya yeoja itu bukan orang korea. Ia tak mengerti perkataan mu hyung”, ucap Jonghun. Taemin masih membeku di tempat ia tersungkur, sambil meraba bibirnya. “Ciuman pertama ku”, ucapnya.  “APA??”, ucap tiga dari lima orang namja yang ada di dalam lift berbarengan. Teamin tidak menjawab pertanyaan hyung hyung nya, ia masih terdiam membeku, dan masih meraba bibirnya sendiri. Akhirnya yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Minho, “Sepertinya ketika kita sedang terburu buru masuk lift, Teamin tersandung, ia berpegangan kepada yeoja ini, lalu sepertinya badan teamin terdorong oleh mu Jonghyun hyung, yang mengakibatkan first kiss accident itu”. Taemin hanya mengangguk lesu tanda pembenaran. “Ottoke, kasihan sekali kau taemin”, seru Key sambil menepuk nepuk bahu Taemin.

Adinda baru menyadari bahwa pintu lift sudah terbuka dan menunjukan bahwa ia saudah berada di lanatai 22. Akupun segera keluar dari dalam lift, sebelum benar benar keluar dari lift, Adinda bergumam dalam bahasa Korea, “Lebih berhati hatilah, dan gunakan mata mu dengan baik. Kau telah mengambil ciuman pertama ku. Pabo”. Lalu terdengar suara key yang mengatakan, “Itu dia bisa bahasa Korea, tetapi sepertinya ia tidak mengenali kita. Tak mungkin orang Korea tidak tahu SHINee. Kita kan sudah sangat terkenal. Aneh”.

Taemin Pov

“Berhentilah memegangi bibir mu dan lekaslah tidur Taemin, kau harus cukup istirahat, jaga kesehatan mu di jadwal yang padat ini. Apa kau sudah menyikat gigi mu sehabis memakan cemilan?” kata Key hyung mengingatkan ku. “Dengarkan perkataan Hyung mu itu Taemin!”, perintah Onew hyung kepadaku. Dan aku hanya menjawab, “Arasseo” sambil bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.

Di depan kaca kamar mandi setelah sikat gigi, aku memandangi dan meraba bibir ku kembali. Hingga saat ini aku masih teringat kejadian dalam lift tadi. Wajah yeoja itu tidak mau pergi dari ingatan ku,  Wajahnya cukup cantik, dan mata bulatnya yang berwarna coklat bening itu terlihat sangat indah. “Taemin!!! Kau sedang mandi atau sedang sikat gigi?? Lekaslah!!!”, teriak  Key hyung yang membuatku terkejut. “Araseo, Hyung aku datang”, aku berteriak sambil berlari ke kamar.

Minho Pov

Kami sedang makan pagi di resotan hotel, ketika mata Taemin menemukan sosok yeoja first kiss accident-nya. Tanpa pikir panjang Teamin menghampiri yeoja itu. “Minho kau kan sudah selesai makan, tolong ajaklah Teamin kembali ke kamar untuk mempersiapkan barang yang perlu ia bawa.” pinta Onew hyung kepada ku. “Arasseo hyung” jawab ku singkat sambil beranjak ke arah Taemin dan Yeoja itu berdiri. “Anyeong, Joneun Taemin imnida. Mianhe atas kejadain di lift kemarin malam. Aku sungguh tak sengaja. Siapa nama mu?”, kata Teamin membuka pembicaraan. “Adinda imnida. Sudah lupakan sajalah kejadian bodoh tersebut.” Jawab yeoja itu dengan wajah kesal sambil berjalan ke arah ku. Ketika berhadapan dengan ku, Adinda berhenti sejenak dan begitu pula diri ku. Kami saling menatap satu sama lain. Mata coklat bening itu! Aku merasa mengenali mata itu. Tak salah lagi…

Taemin Pov

“Park Soen Na!!?” kata Minho hyung dengan nada sedikit ragu kepada yeoja yang mengaku bernama Adinda itu. Wajah yeoja itu Nampak sedikit terkejut. “Min..ho!!? Minho oppa?!!” kata Adinda dengan wajah riang. “Aku tidak menyangka akan bertemu dengan mu di sini.”, ucap Minho dengan wajah yang masih terkejut. Tiba tiba yeoja itu memeluk Minho nyung sesaat. Wajah hyung Nampak lebih terkejut saat mendapatkan pelukan dari Adinda, namun tak butuh waktu lama untuk hyung membalas pelukannya. “Aku kembali. Untuk kedepannya aku akan tinggal disini. Oppa aku sangat merindukan mu”, ucapnya. Aku terkejut dan kesal melihat kejadian itu. “Kalian saling mengenal? Apa hubungan mu dengan gadis ini hyung? Jadi namanya itu Adinda atau Park Soen Na?”, Tanya ku dengan nada kesal. “Ne, kami saling mengenal dengan baik. Amma nya adalah anak angkat nenek ku. Ia sempat tinggal di Korea, namun Sembilan tahun lalu setelah amma nya meninggal, ia pindah ke Negara appa nya lahir. Park Soen Na adalah nama korea Adinda.” Jelas Minho hyung kepada ku sambil memegang bahu Adinda. “Hey apa yang kalian lakukan?!! Ayo Cepat. Kita harus kembali ke kamar hotel untuk packing persiapan manggung sore ini”, teriak Jonghyun hyung kepada kami. “Arasseo. Ayo hyung!”, ajak ku ke Minho hyung. “Nanti aku akan menyusul!”, kata Minho hyung kepada ku. Dengan berat hati aku pun pergi meninggalkan mereka berdua.

Adinda Pov

“Aku harus segera pergi. Namun sebelumnya, berikanlah aku nomor telfon genggam mu!” kata Minho oppa kepada ku. “Oppa, aku belum punya nomor telfon genggam di Korea. Apa kau lupa aku baru tiba disini kemarin sore?” Jelas ku kepadanya. “Oh iya. Baiklah aku akan memberikan telfon genggam pribadi ku ini kepada mu. Anggap saja sebagai hadiah selamat datang.”, kata Minho oppa sambil menyodorkan telfon genggam flip berwarna silver kepada ku. Dengan ragu ku ambil telfon genggam itu sambil bertanya, “Apa tidak apa apa kau memberikan telfon genggam mu kepada ku?”. “Tenanglah, aku masih punya banyak. Aku harus pergi. Angkatlah telfon dari ku, dan kita harus bertemu lagi secepatnya!” kata Minho oppa sambil berlari kecil meninggalkan ku. Senyumnya tak pernah berubah,dan kini ia terlihat jauh lebih tampan.

Sambil menunggu pesanan ku datang, aku melihat lihat isi telfon genggam yang diberikan Minho Oppa kepada ku. Background layarnya terdapat graffiti yang bertuliskan SHINee. Dan dalam telfon genggam tersebut banyak terisi vidio. Ku putar vidio yang paling atas, yang bertuliskan “Hello-SHINee”. Aku terkejut setelah beberapa saat vidio itu mulai. “Itu Teamin kan? Lohh.. lohh itu kan namja namja yang tadi.  Minho oppa juga ada.” Seru ku terkejut.

Taemin Pov

Ketika sedang Break latihan aku mendekati Minho hyung. Sepertinya ia sedang menelfon, “Setelah appa mu menjemput mu, kau akan tinggal dimana? Kembali ke rumah nenek? Ohh.. Kau juga belum tahu. Oh baiklah, aku akan menelfon mu kembali, pastikan diri mu baik baik saja Soen na.”, kata Minho hyung dengan seseorang di telfon. Sepertinya Hyung barusan sedang berbicara dengan Adinda.

Aku malu, namun aku akhirnya memberanikan diri menyatakan keinginan ku kepada Minho hyung, “Hyung, sebenarnya.. emm.. akuu.. aku menyukai adik sepupu mu. Bantulah aku. Dekatkanlah aku dengannya hyung.” Minho hyung tidak terlihat terketut mendengar penyataan ku, malahan aku yang terkejut mendengar perkataannya, “Jangan menggunakan puppy eyes mu ketika kau ingin sesuatu dari ku! Berusahalah sendiri. Apa lagi urusan cinta. Ingat itu magnae” lalu ia pergi meninggalkan ku. Aku kesal mendengar jawaban hyung, sungguh aneh. Ia dapat merelakan Nicol “KARA” untuk Key hyung, yang notabennya Nicol adalah orang yang disukainya pada saat itu, tapi mengapa ia menolak untuk mendekatkan ku dengan Adinda?! Ia kan hanya adik sepupunya. Aiisshhhh~ ada apa dengan Minho hyung?

Author Pov

“Minho, sudah malam begini kau mau kemana? Penampilan mu sangat rapih!”, tanya Jonghyun kepada Minho yang sedang mengancingkan jas non formalnya. “Aku hanya ingin mencari angin segar. Katakan kepada Key, Onew dan Taemin aku akan segera kembali”, jelas Minho dengan wajah yang agak kaku sambil lalu. “Arasseo”, kata Jonghyun kepada diri sendiri. Tiba tiba Taemin datang dan bertanya, “Loh, ku fikir kau bersama Minho hyung. Dimana dia? Aku tidak melihatnya dimanapun. Aku ingin meminjam laptopnya untuk bermain game.” “Taemin berhentilah memakan lollipop dimalam hari! Apa kau mau mendengar Key hyung mu it uterus bernyanyi kepada mu? Minho Hyung mu itu sedang keluar, katanya ingin mencari angin segar. Tapi agak aneh, ia terlalu rapih untuk sekedar keluar mencari angin”, Taemin yang mendengarnya langsung menjatuhkan lolipopnya, dan tanpa pikir panjang ia mengambil jaketnya dan keluar kamar.

Minho sudah duduk berhadapan dengan Adinda di restoran. Mereka duduk di meja paling pojok dekat pot bunga yang besar, mungkin Minho memang memilih tempat yang tidak mencolok.

Minho meraih tangan Adinda, lalu menggenggamnya erat. “Park Soen Na, masih kah kau mengingat kenangan masa kecil kita bersama? Ingatkah kau hari terakhir musim gugur kita bersama? Mungkin itu hanya permainan anak kecil saja untuk mu, Tapi tidak untuk ku.”, ucap Minho. “ehh~ sejujurnya aku lupa” kata Adinda dengan wajah meminta maaf. “Sore itu kita bermain di taman. Kita bermain peran, kau berperan menjadi istri ku, dan boneka Taddy mu adalah anak kita. Kita bermain selayaknya keluarga bahagia.” Jelas Minho. Namun Adinda hanya terdiam, akhirnya Minho melanjutkan perkataannya. “Mari memiliki keluarga bahagia bersama. Dan menikahlah dengan ku” ucap Minho dengan tegas, sambil menatap mata Adinda dalam. Adinda terkejut mendengar pernyataan Minho, lalu ia pun bertanya, “Apa kau serius oppa? Setelah dewasa kita baru bertemu 26 jam yang lalu?”. “Tentu saja. Apa kau masih memiliki dan menyimpan ini?”, tanya Minho sambil menyodorkan sebuah gelang perak berukuran kecil yang warnanya sudah mulai kusam. Adinda mengangguk sambil berkata,”Ya. Gelang kembar yang diberikan nenek kepada kita sebelum aku pergi.” “Aku sengang kau masih memilikinya. Gelang ini adalah benda paling berharga bagi ku, karena hanya benda ini yang tetap mengingatkan ku pada mu. Hanya benda ini yang meyakinkan ku bahwa kau benar benar ada. Karena aku sulit mengingat mu setelah aku mengalami peristiwa terjatuh di kolam renang, setahun setelah kau pergi. Dokter mengatakan bahwa aku menderita gagar otak ringan yang melemahkan daya ingat ku. Apa lagi kenangan masa lalu”, jelas Minho dengan nada yang agak muram, dan Adinda membalas genggaman tangan Minho.

Ternyata dibalik pot besar tempat Minho dan Adinda duduk, terdapat Taemin yang sedang bersembunyi. Taemin yang sedang berjongkok di belakang pot pun, mulai merosot mendengar percakapan antara Minho dan Adinda. Ia sangat sedih dan kecewa, karna ini kali pertamanya  ia menyukai seorang gadis. Ia tidak menyangka bahwa Minho hyung-nya sendirilah yang menjadi saingannya untuk mendapatkan Adinda. “Baik. Aku mau menjadi pendamping hidup mu. Namun dengan  syarat, buatlah aku jatuh cinta pada mu, dan yakinkanlah aku bahwa kau adalah belahan jiwa ku”, Adinda dengan tegas menjawab lamaran Minho.  Mendengar itu Teamin membakap mulutnya sendiri, tanpa terasa ari matanya mengalir. Teamin sudah tidak kuat untuk menahan suaranya, akhirnya ia pun secara diam diam pergi dari tempat persembunyiannya.

Setelah selesai makan malam, Minho mengantarkan Adinda hingga di depan pintu kamar hotelnya. “Oppa, tapi kau masih mengingat berapa umur ku kan? Aku baru akan menginjak umur 18 tahun (dalam Korea). Aku memang ingin menikah muda, tapi tadak semuda ini oppa!”, pernyataan Adinda itu membuat minho tertawa kecil. “Tentu saja, aku tidak akan menikahi mu besok. Aku masih memiliki banyak target yang harus ku capai sebelum menikah. Aku ingin menikahimu disaat hidup ku sudah terbilang mapan. Itu butuh beberapa tahun lagi ku kira”, pernyataan Minho membuat Adinda tertunduk malu. Lalu Minho memegang pipi Adinda, mengusapnya dengan perlahan. Lalu Minho mengangkat wajah Adinda yang tertunduk. “Izinkan aku menghapus bibir Taemin dari Bibir mu”, ucap Minho lalu mengecup bibir Adinda dengan lembut.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

52 thoughts on “FIRST KISS ACCIDENT”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s