Lose

Title                 : Lose

Author             : Park Ha Ki a.k.a Nysa

Main Cast        : Song Yoora (imaginary cast)

Support Cast   : Kim Kibum SHINee, Choi Minho SHINee, Park Raena(imaginary cast).

Other Cast       : Yoora Umma, Yoora Appa

Length             : Oneshoot

Genre              : Romance, Friendship, Life

Rating             : General

Summary       :Tidak ada yang abadi di dunia ini. Segala yang berasal dari-NYA, akan kembali kepada-NYA.

A.N                 : Adakah yang sudah membaca Oneshoot ku yg judulnya “HIS GONE”??? FF Oneshoot aku kali ini masih berkaitan dengan yg judulnya His Gone itu. (sekedar info). bisa dibilang lanjutannya. Karena reader minta FF itu dilanjutkan, jadilah ini lanjutannya. jadi kalau kalian mau tau masa lalunya para pemeran disini, baca deh FF oneshoot His Gone *Promosi*. Okelah kalau begitu, selamat membaca and DON’T BE SILENT READER!!

(FF ini terinspirasi dari sebuah film *tapi aku lupa judulnya* kekeke mianhe!!)

 

LOSE

 

Author POV

 

            Yoora berjalan menyusuri koridor sekolah SMA nya, namun lebih tepatnya bekas sekolahnya. Karena sekarang Yoora sudah tidak bersekolah di SMA itu lagi, kini Yoora telah menjadi seorang Mahasiswi di sebuah universitas swasta di Seoul. Sore itu Yoora ke SMA lamanya adalah untuk mengikuti acara reunian yang diadakan oleh teman-teman seangkatannya, seharusnya ia senang karena bisa bertemu dengan teman-teman lamanya beserta guru-guru. Tapi Yoora malah merasa sebal karena sahabat-sahabat dekat Yoora ketika SMA tak tampak seorangpun yang menghadiri acara reunian tersebut.

            “Hhh, tau begini mending aku dirumah aja nonton tivi” Yoora mendengus kesal. Sejak setengah jam yang lalu ia hanya berkeliling sekolah sambil sesekali tersenyum kepada orang yang dijumpainya. Yoora sudah merasa bosan dan berniat hendak segera pulang. Namun baru saja ia akan melangkahkan kakinya menuju gerbang, tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah foto yang dipajang majalah dinding sekolah. Dua buah foto yang sama tapi diambil oleh orang yang berbeda. Disitu tertulis sebuah judul “Matahari Kembar”. Sejenak Yoora terpaku dengan foto itu, foto itu membangkitkan ingatannya kemasa 3 tahun yang silam. Masa dimana ia dan Kibum saling bersaing untuk jadi yang nomor satu. Namun tiba-tiba ia sadar bahwa tidak ada gunanya lagi mengingat-ingat masa lalu yang membuatnya hampir gila itu. akhirnya tanpa disadari kaki Yoora melangkah menuju bukit belakang sekolah.

            Yoora memandang pemandangan dari atas bukit yang terletak dibelakang sekolah. Ia mengarahkan kamera nya kesegala penjuru dan memotret apa saja yang menurutnya bagus.

            “zaman semodern ini, kau masih menggunakan kamera butut mu itu? ck, kau ketinggalan zaman sekali Song Yoora” ejek sebuah suara yang datnganya dari belakang Yoora.

            “Deg!” Yoora tersentak mendengar suara itu. ia belum berani menoleh, ia masih terpaku memandang lurus kedepan. Ia berfikir dan menerka-nerka dalam hati siapa pemilik suara tersebut. Ia sangat kenal suara itu, hanya saja ia merasa ragu dengan tebakannya.

            “Ya! Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak rindu kepadaku?” suara yang sama kembali terdengar. Kali ini Yoora yakin kalau pemilik suara itu adalah Kibum. Perlahan-lahan ia menoleh kebelakang dan ternyata benar. Sesosok namja tampan sedang berdiri dibelakangnya. Namja yang selama ini memenuhi fikirannya dan sangat dirindukannya.

            “Ki-Kibum??” ucap Yoora terbata.

            “Ne, ini aku. Apa kau sudah lupa padaku Yoora?” Tanya Kibum ramah seraya tersenyum kepadanya.

            “Andwae, hanya saja kenapa kau tiba-tiba ada disini? Bukankah kau seharusnya di Canada?” Tanya Yoora penasaran.

            “Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa sampai disini. Mungkin rasa rinduku kepadamu yang membawaku sampai kesini” jawab Kibum yang sukses membuat wajah Yoora merah padam seperti kepiting rebus. Stelah itu, mereka terlibat dalam perbincangan. Mereka membahas masa lalu mereka di SMA yang menurut mereka seru untuk dibahas. Seperti ketika Jonghyun mengusulkan untuk membuat keonaran satu hari disekolah. Waktu itu dengan sengaja Jonghyun membasahi seragam sekolahnya dan menggantung seragam basahnya didepan kelas lalu ia belajar dikelas hanya menggunakan Boxer dan kaos dalam. Konyol memang, namun ia hanya ingin meninggalkan kenangan untuk sekolah tercintanya itu. lalu tentang Onew yang dengan nekatnya bernyanyi ditengah lapangan menggunakan toak ketika jam pelajaran sedang berlangsung. Tak ketinggalan Minho yang biasanya pendiam ikut berbuat onar dengan menembak 5 yeoja disekolahnya pada hari yang sama sehingga menimbulkan perdebatan seru antara 5 yeoja tersebut. Belum lagi Yoora yang notabene Presiden sekolah, untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia melanggar peraturan sekolah dengan menggunakan sepatu putih dan kaus kaki berwarna-warni kesekolah. Dan terakhir Kibum yang menggambar dinding kelasnya dengan gambar Power Rangers. Alhasil mereka berlima dihukum oleh guru BK.

            Tak terasa hari pun mulai senja, Yoora dan Kibum mulai merasa lelah karena duduk berjam-jam diatas batu. Akhirnya mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke taman kota. Sesampainya disana, mereka duduk disebuah kursi. Keheningan pun menghampiri mereka. Sepertinya mereka mulai kehabisan bahan cerita. Untuk sekian menit mereka hanyut dalam fikiran masing-masing.

            “Kibum, ada yang ingin aku tanyakan” ucap Yoora memecah keheningan.

            “tanyakan saja” jawab Kibum kemudian.

            “aku sudah membaca surat yang mau kau berikan kepadaku itu, dan aku terus memikirkannya. Apakah benar perasaanmu seperti itu kepadaku?” Tanya Yoora takut-takut.

            “Ne, memang begitu perasaanku yang sebenarnya. Aku memang menyukaimu, ah tidak tapi lebih tepatnya mencintaimu. Dari dulu hingga sekarang” jawab Kibum mantap.

            “mungkin ini terlambat, tapi aku hanya ingin bilang kalau aku juga mencintaimu” balas Yoora dengan wajah menunduk. Ia tidak berani menatap kearah Kibum karena saat ini wajahnya pasti sudah sangat merah karena malu.

            “jinca?” Tanya Kibum meyakinkan. Dan Yoora hanya mengangguk kecil.

            “tapi…” Yoora menggantungkan kalimatnya. Ia seperti enggan melanjutkan kata-katanya.

            “wae?” Kibum memandang serius kearah Yoora.

            “ Bagaimana hubunganmu dengan Raena?”

            “Oh, Raena? Dia itu yeodongsaeng tiri ku”

            “tapi…”

            “ dia memang seperti itu. dari dulu ia selalu mengikuti aku kemanapun aku pergi. Dan dia selalu bilang akan menikah denganku bahkan ia memperkenalkanku kepada chingu-nya kalau aku ini namjachingu-nya” jelas Kibum panjang lebar. Sementara Yoora hanya mengangguk-angguk kan kepalanya tanda mengerti.

            “Yoora, maafkan aku karena sudah pergi begitu saja. Dan maafkan juga sikap Raena waktu itu’

            “Gwenchana Kibum. Aku juga minta maaf karena sudah marah kepadamu. Seharusnya aku bertanya dulu kepadamu” sesal Yoora. Sejenak suasana menjadi hening. Baik Yoora ataupun Kibum keduanya seperti sedang hanyut dalam fikiran masing-masing.

            “Aku lapar. Ayo kutraktir makan Ramen” suara Yoora memecah keheningan.

            Lalu mereka pun pergi menuju kedai yang berada tak jauh dari taman. Dan Yoora memesan semangkuk Ramen sedangkan Kibum hanya memesan secangkir coffelate.

            Malam itu Yoora tampak begitu bahagia. Ia ngobrol dann bercanda dengan Kibum tanpa henti. Bahkan ia tak peduli dengan beberapa pasang mata dari pengunjung yang menatapnya karena terlalu heboh ketika mengobrol.

            “Kibum, kapan kita bisa bertemu lagi?’ Tanya Yoora setelah mereka keluar dari kedai Ramen.

            “Kalau akau ada waktu, aku akan menemuimu”

            “Baiklah, kalau begitu ini nomor ponselku. Simpan ini dan hubungi aku ketika kau akan menemuiku” ucap Yoora seraya meletakkan secarik kertas yang berisi nomor ponselnya kedalam genggaman Kibum.

            “Oiya, besok datanglah kerumah. Aku mengundangmu makan malam” pinta Yoora lalu berjalan masuk menuju rumahnya. Kemudian ia melambai kearah Kibum dan masuk kedalam rumahnya.

&&&

            Malam ini, Yoora sedang menyiapkan makan malam special karena Kibum akan datang kerumahnya. Ia pun berencana hendak memperkenalkan Kibum kepada Appa-nya.

            “ siapa yang mau datang?” Tanya appa Yoora penuh selidik.

            “Chinguku appa” jawab Yoora tanpa mengalihkan perhatiannya dari sup yang sedang dimasaknya.

            “nugu? Onew? Jonghyun? Atau Minho?”

            “Aniyoooo”

            “Lalu?”

            “Rahasia” canda Yoora sembari berlalu meninggalkan appa nya yang masih dirundung rasa penasaran.

            Jam sudah menunjukkan pukul Sembilan malam. Namun tak tampak tanda-tanda kedatangan Kibum. Yoora yang sedari tadi menunggu pun sudah tampak mulai lelah dan mengantuk. Appa dan Umma Yoora yang melihat anak semata wayangnya seperti itu pun merasa cemas.

            “Yoora, coba hubungi chingu mu itu’ usul Umma Yoora.

            “Aku tidak punya nomor ponselnya Umma. Padahal aku sudahh memberikan nomor ponselku. Tapi kenapa ia tidak menghubungiku?” Desah Yoora kemudian.

            “Ting tong” terdengar bel rumah berbunyi. Dengan semangat Yoora pun melesat hendak membuka pintu.

            “Kibum!” sambut Yoora riang seraya membuka pintu. Namun wajahnya yang semula ceria kini kembali sendu karena ia tak mendapati siapa-siapa diluar sana. Dengan lesu Yoora masuk kedalam rumah dan kembali menunggu Kibum hingga akhirnya ia pun tertidur disofa.

&&&

            Pagi itu mentari telah muncul dan sinarnya masuk melalui celah-celah ventilasi kamar Yoora. Perlahan Yoora mengerjapkan matanya lalu membukanya.

            “KIBUM!!” ia kembali teringat akan Kibum. Bergegas Yoora turun dari ranjangnya dan mencari Kibum keseluruh penjuru rumahnya.

            “Yoora, kau mencari siapa?” Tanya Umma Yoora yang bingung melihat tingkah anaknya.

            “Kibum Umma, dia bilang akan datang. Apa semalam ia sudah datang? Dia pasti pulang lagi karena aku sudah tertidur ya? Hah, seharusnya aku tidak tidur” sesal Yoora.

            “ jangan salahkan dirimu. Kibum memang tidak datang semalam” ujar Umma Yoora.

            “aku harus mencarinya!” ucap Yoora seraya berlari menuju kamar mandi.

            Kini Yoora sedang berada dibukit belakang sekolah. Ia berharap Kibum akan datang ketempat ini lagi. Namun setelah hampir 3 jam menunggu, tak tampak tanda-tanda kedatangan Kibum. Akhirnya dengan perasaan kecewa Yoora pun pergi.

            “Yoora~~” suara seseorang memanggil namanya. Air muka Yoora kembali cerah. Ia berharap itu Kibum. Namun ketika ia menoleh, cerah diwajahnya berubah kembali menjadi kecewa.

            “Kau sedang apa disini?” Tanya orang itu lagi.

            “Ani, aku hanya rindu dengan tempat ini” bohong Yoora.

            “Kau sendiri?” Yoora balik bertanya.

            “Aku hanya mencari objek yang bagus untuk dipotret. Oia, ayo kita ke studio. Sudah beberapa minggu ini kau tidak pernah mampir ke studio kan?”

            “Ne, kajja”  Yoora  lupa dengan rencananya mencari Kibum, dan kini ia pergi bersama Minho ke dtudio foto milik mereka.

            Sesampainya di studio, Yoora hanya duduk termenung sambil memandangi album foto nya bersama sahabat-sahabatnya yang mendirikan studio foto tersebut.

            “Minho, kemarin aku bertemu dengannya” ucap Yoora tiba-tiba. Minho yang sedang membereskan berkas-berkas diatas meja pun mendadak menghentikan aktifitasnya.

            “dia? Nugu?” Tanya Minho kemudian.

            “Kibum” jawab Yoora singkat.

            “Jinca?” Tanya Minho memastikan. Dan Yoora hanya menjawabnya dengan anggukan.

            “Kenapa ia harus datang lagi?” ucap Minho didalam hati. Sebenarnya selama ini ia masih menyimpan perasaannya kepada Yoora. Ia hanya ingin memberikan waktu untuk Yoora melupakan Kibum. Namun setelah hampir 3 tahun berlalu, Kibum malah datang lagi. Dan penantiannya selama ini menjadi sia-sia karena tampak jelas kalau Yoora masih mengharapkan Kibum.

            “Ajak aku bertemu dengannya. Aku mau lihat seperti apa dia sekarang” pinta Minho kemudian.

            “itu dia masalahnya. Sejak kemarin ia tidak pernah muncul lagi.” Ucap Yoora sendu.

            “bagaimana kalau kita kerumahnya?” usul Minho. Air muka Yoora berubah cerah. Ia mengangguk lalu dengan semangat ia menggandeng tangan Minho dan berjalan dengan riang menuju rumah Kibum. Bagi Yoora menggandeng tangan Minho hanyalah hal biasa karena bagi Yoora Minho tak lebih dari sekedar sahabat. Namun bagi Minho, ini adalah anugrah karena kini tangan orang yang dicintainya sedang berada dalam genggamannya.

            Sesampainya dirumah Kibum, mereka memncet bel. Namun tak ada sahutan dari dalam. Lalu Yoora memencet  lagi bel itu berkali-kali namun hasilnya nihil.

            “mungkin dia sedang tidak dirumah. Lain kali saja kita kembali’ ucap Minho.

            “aniyo, kita tunggu sebentar lagi” tolak Yoora. Ia tampak gigih dan pantang menyerah. Namun setelah hampir 2 jam mereka menunggu, tak juga kunjung sahutan dari pemilik rumah. Dengan perasaan kecewa Yoora pun akhirnya mau meninggalkan rumah Kibum.

            Semenjak hari itu, Yoora kembali menjadi gadis pendiam. Ia hanya berangkat kuliah lalu pulang. Sesampainya dirumah, ia akan mengurung dirinya dikamar. Ia akan keluar kamar ketika waktu makan telah tiba dan setelah itu ia akan kembali kekamar. Kedua orangtua Yoora sangat khawatir melihat perubahan pada diri anaknya. Mereka ingin mengajak Yoora bicara tentang masalahnya. Namun Yoora tak pernah memberi kesempatan itu kepada orangtuanya.

            “annyeong” sapa Minho kepada kedua orangtua Yoora.

            “ne, annyeong Minho. Syukurlah kau datang. Kami sudah tidak tahu bagaimana caranya berbicara dengan Yoora. Semakin hari ia semakin menutup dirinya” papar Umma Yoora panjang lebar.

            “Minho. Hanya kau satu-satunya yang paling dekat dengan Yoora. Tolong bantu kami, bicaralah dengan Yoora” tambah Appa Yoora kemudian.

            “baiklah ahjuma, ahjussi, akann saya coba” jawab Minho sambil membungkukkan badannya.

            “kalau begitu, temui Yoora. Ia ada dikamarnya” pinta Umma Yoora kepada Minho.

            Kemudian, minho berjalan menyusuri anak tangga menuju kamar Yoora. Sesampainya didepan kamar Yoora, kamarnya tertutup rapat dengan sedikit ragu Minho mengetuk kamar Yoora.

            “tok…tok…” minho mengetuk pintu kamar Yoora. Namun tidak ada sahutan dari dalam.

            “Yoora, ini aku Minho. Buka pintunya” bujuk Minho dari luar.

            “Kreeek…” pintu kamar Yoora terbuka dan tanpa disuruh Minho segera masuk kedalam kamarnya.

            “wae?” Tanya Yoora datar sambil menatap Minho penuh selidik.

            “ini, bacalah” pinta minho sembari memberikan beberapa lembar kertas HVS kepada Yoora. Yoora menerima kertas tersebut lalu membacanya dengan seksama.

            “apa maksudmu?” Tanya Yoora kepada minho begitu ia selesai membaca artikel yang tertulis pada kertas tersebut.

            “seperti yang kau lihat. Sudah jelas kan mahasiswa yang kecelakaan itu Kibum” jawab Minho datar.

            “hh, kau fikir aku akan percaya dengan berita murahan seperti ini? Asal kau tahu, diberita ini kecelakaan terjadi tgl 20 mei 2011. Yang benar saja, tgl 20 mei itu bertepatan dengan acara reunian angkatan kita. Dan pada tgl itu juga aku bertemu dengannya. Lalu, bagaimana mungkin kalau ia kecelakaan pada tgl yang sama? Aku rasa itu Kibum yang lain” ungkap Yoora menolak kesimpulan dari Minho.

            “tapi Yoora, berita itu sudah sangat jelas. Mahasiswa yang menjadi korban kecelakaan itu adalah Kim Kibum warga Negara Korea selatan, alumni Chungdam high school angkatan 2007. Kau fikir, ada anak angkatan kita yang namanya Kim Kibum selain dia? Tidak kan? Hanya dia satu-satunya angkatan kita yang bernama Kim Kibum” jelas Minho panjang lebar.

            “tapi malam itu aku benar-benar bertemu dengannya Minho!” sanggah Yoora.

            “apa kau yakin? kau bisa buktikan?” tantang Minho kepada Yoora.

            “geure! Ayo ikut aku! “ Yoora menarik tangan Minho.

            Yoora membawa Minho menuju kedai ramen tempat dimana ia dan Kibum makan waktu itu. sesampainya disana Yoora segera menemui ahjussi penjual ramen.

            “ahjussi, tolong bilang pada chingu ku ini kalau beberapa hari yang lalu aku makan ramen disini” pinta Yoora kepada ahjussi penjual ramen.

            “ne, Song Agassi memang makan ramen disini beberapa hari yang lalu” ucap penjual ramen membenarkan.

            “sendiri atau bersama seseorang?” Tanya minho kepada penjual ramen.

            “sendiri” jawab penjual ramen sedikit gugup.

            “?? Apa maksud anda? Jelas-jelas saya kemari bersama seorang namja. Bahkan ia memesan coffelatte” sanggah Yoora .

            “memang benar Agassi memesan ramen juga coffelatte. Tapi Agassi hanya memakan ramennya saja sedangkan coffelatte nya tidak Agassi sentuh sama sekali” penjual ramen kembali menjelaskan. Dan Yoora kembali mengingat-ingat kejadian malam itu, ya Kibum memang memesan coffelatte namun ia tidak meminumnya karena coffelatte nya terlalu panas.

            “tapi ahjussi.masa kau tidak lihat namja yang bersamaku??” rengek Yoora kepada penjual ramen.

            “ada apa sih riut-ribut?” tukas seorang pria paruh baya yang berpenampilan sedikit acak-acakan. “oh kau” ujarnya sambil menoleh kearah Yoora.

            “ya! Bukankah dia yeoja gila yang waktu itu?” Tanya pria tersebut kepada penjual ramen.

            “apa maksudmu tuan?” Tanya Yoora sedikit emosi.

            “kufikir kau gila karena beberapa hari yang lalu kau datang kemari dan bicara seorang diri” jawabnya sambil menatap rendah kepada Yoora.

            “apa mata kalian bermasalah? Aku tidak sendiri. Aku bersama chingu ku malam itu” bantah Yoora tak terima.

            “Ya! Bawa chingu mu ini pergi sebelum pengunjung lain merasa terganggu” pinta pria tersebut sambil menepuk pundak Minho dan berlalu meningglakan mereka.

            “ahjussi, tolong diingat lagi” mohon Yoora kepada ahjussi penjual ramen.

            “mianhe agassi tapi memang anda datang sendiri malam itu”

            “ANDWAE!! TIDAK MUNGKIN!! PASTI ADA YANG SALAH PADA MATA ANDA!!” bentak Yoora kepada penjual ramen.

            “Yoora! “ Minho menarik Yoora dengan paksa dan membawanya keluar dari kedai tersebut.

            “sudah puas kau Minho? kau juga ingin bilang kalau aku gila?” Tanya yoora sambil memegang dadanya yang mulai terasa sesak.

            “andwae. Yoora, dengarkan aku. Lupakan kalau malam itu kau pernah bertemu dengannya. Mungkin itu hanya halusinasimu, efek dari rasa rindumu. Oke?”

            “bagaimana bisa kau bilang begitu? Jelas-jelas aku bertemu dengannya Minho. Hh, bagaimana bisa aku percaya kepada ucapanmu kalau kau sendiri tidak percaya padaku” Yoora berlalu meninggalkan Minho. Namun baru beberapa langkah, ia merasa dadanya makin sesak. Yoora mulai kesulitan bernafas , pandangannya kabur dan ia pun  tak sadarkan diri. Beruntung minho segera menangkapnya danrsegera membawanya ketumah sakit.

&&&

Seminggu sudah Yoora terbaring dirumah sakit. Dan hari ini ia sudah diperbolehkan pulang kerumah. Minho yang selama seminggu ini tak pernah absen untuk menjenguknya bahkan menjaganya dirumah sakit pun ikut bersama kedua orangtua Yoora untuk menjemput yoora pulang kerumah.

“bagaimana keadaanmu?” Tanya minho begitu mereka sampai dikamar yoora.

“seperti yang kau lihat. Aku masih lemah”

“kalau begitu, istirahatlah” ucap minho seraya memasang selimut pada tubuh Yoora dan pergi meninggalkan kamar yoora.

 Malam itu, Yoora sedang memandang foto-foto dirinya yang dipotret oleh Kibum dan ia juga membaca kembali berulang-ulang surat pemberian Kibum 3 tahun yang lalu. “hh..” ia melenguh panjang memandang surat yang entah sudah berapa kali ia baca, bahkan ia sampai hafal isi surat tersebut.

            “Kibum, kau dimana?” ucapnya lirih sambil memandang foto-nya bersama Kibum ketika di SMA dulu.

            “drrrt…drrttt…” suara dering ponsel Yoora membuyarkan lamunannya. Ia pun mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah panggilan masuk dari nomor yang tidak dikenalnya. Dengan sedikit ragu ia pun memangangkat telpon tersebut.

            “yeobboseo” sapa Yoora kepada lawan bicaranya.

            “yeobboseo, apakah benar ini Yoora?” sahut suara diseberang.

            “ne, saya Yoora. Nuguseyo?”

            “perkenalkan, saya Kim Sera Umma nya Kim Kibum”

            “Deg” jantung Yoora seakan berhenti berdetak mendengar pernyataan dari lawan bicaranya.

            “ng.. ada apa dengan Kibum?” Tanya Yoora sedikit ragu, karena perasaannya mulai terasa tidak enak.

            “begini Yoora, beberapa minggu yang lalu Kibum mendaki gunung. Dan pada hari itu terjadi badai salju dan Kibum beserta beberapa temannya terkena badai salju tersebut. esoknya tim SAR menemukan Kibum dalam keadaan yang sudah sangat parah sekali. Sekarang ia sedang dirawat dirumah sakit di Canada. Mungkin kau bingung kenapa aku tiba-tiba meneleponmu, pada hari itu ketika aku menjenguk Kibum aku melihat tangan Kibum menggenggam sesuatu. Ketika aku ambil ternyata itu secarik kertas yang berisi nomor ponselmu yoora. Dan pada hari itu Kibum terus-terusan mengingau memanggil-manggik namamu. Akhirnya hari ini aku beranikan diri untuk meneleponmu, karena kurasa ini adalah permintaan kibum” jelas umma kibum panjang lebar. Sementara yoora membelalakkan matanya tak percaya. Air mata mengalir dari pelupuk matnya. Ia tak menyangka kalau hal ini akan terjadi menimpanya juga menimpa kibum. Sungguh ia tak habis fikir, hari dimana ia bertemu kibum adalah hari yang sama ketika kibum ditemukan sekarat di gunung es.

            “lalu, bagaimana keadaan kibum sekarang?” yoora memberanikan diri untuk bertanya.

            “begitulah, dokter sudah angkat tangan. Bahkan kalau alat bantu medis dilepaskan, mungkin kibum tidak akan bisa bertahan”

            Yoora terdiam, ia seakan membeku. Ia berharap semua ini hanyalah mimpi buruknya dan akan segera pergi ketika ia tersadar dari mimpinya. Namun itu semua hanyalah harapannya saja. Karena pada kenyataannya memang inilah yang terjadi saat ini. Kibum yang ditemuinya malam itu bukanlah kibum yang sesungguhnya. Mungkin itu adalah roh kibum yang menemuinya. Dan jika itu benar, maka terjawab sudah segala keganjilan yang terjadi.

&&&

            Pagi itu yoora menemui minho di studio foto. Ia menceritakan kepada minho segala hal yang diketahinya tentang kibum. Ia menangis sejadi-jadinya dihadapan minho menumpahkan segala perasaannya. Minho tak kuasa menahan rasa sakit dihatinya melihat orang yang dicintainya mengalami hal tragis seperti ini. Dengan sedikit ragu, minho merengkuh yoora dalam dekapannya dan memeluknya dengan erat.

            “Yoora, beri kesempatan untukku. Aku akan membahagiakanmu. Beri aku kesempatan, kali ini saja” bisik minho lirih tepat ditelinga yoora. Yoora melepaskan pelukan minho dan menatap minho dengan seksama seolah mencari tahu apakah minho serius dengan ucapannya.

            “apa kau yakin?”

            “aku yakin. Aku akan bisa membahagikanmu”

            “tapi.. aku masih mencintai kibum” jawab yoora lirih.

            ‘tidak masalah, seiring berjalannya waktu aku akan membuatmu jatuh cinta kepadaku” ujar minho mantap. Lalu kembali menarik yoora kedalam pelukannya. “saranghae yoora” bisiknya kemudian.

&&&

            Hari itu Yoora sedang menyiram tanaman dihalaman rumahnya, ia tampak asyik mengerjakan pekerjaan tersebut sampai-sampai tidak sadar jika sudah ada seorang yeoja yang berdiri dibelakangnya sedari tadi memperhatikan gerak-geriknya.

            “annyeong Yoora” sapa yeoja tersebut. Yoora menoleh kebelakang dan mendapati sesosok yeoja cantik dengn rambut pirang dan mengenakan celana jeans hijau dipadu dengan  sweather kuning.

            “nugu?” Tanya yoora kepada yeoja tersebut.

            “apa kau lupa? Aku Raena”

            “oh Raena. Bagaimana kabarmu?’ Tanya Yoora ramah seolah tidak perbah terjadi apa-apa diantara mereka.

            “aku baik-baik saja. Em.. Yoora….” Tiba-tiba Raena memeluk Yoora dengan sangat erat.

            “mianhe Yoora. karena aku kau kehilangan Kibum oppa, karena aku Kibum oppa juga kehilanganmu. Semua karena keegoisanku yang ingin memiliki Kibum oppa seutuhnya. Mianhe” sesal Raena kepada Yoora.

            “gwenchana, semuanya sudah terjadi. Tidak ada yang perlu disesalkan lagi” jawab Yoora sembari melepaskan pelukan Raena. Ia menyinkirkan beberapa helai rambut yang menghalangi wajah Raena dan menatapnya dalam-dalam.

            “lalu, bagaimana keadaan Kibum?”

            “ng.. sebenarnya itu yang ingin aku sampaikan. Aku disuruh umma kemari untuk memberikanmu ini” ujar Raena sembari meyerahkan sebuah amplop coklat kepada Raena. Dengan diliputi rasa penasaran, Yoora membuka amplop tersebut dan ia menemukan sebuah foto matahari terbit beserta sepucuk surat dari Umma nya Kibum.

            Kepada            ; Yoora

Apa kabar Yoora? Semoga kau baik-baik saja.

Maafkan aku karena tidak bisa menemuimu.

Tapi kuharap kehadiran Raena bisa menggantikanku.

Aku ingin memberitahumu bahwa kemarin Kibum telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Sebelum ia meninggal, ia sempat sadar dari koma nya.

Dan ia memberikan foto ini kepadaku.

Ia memintaku untuk memberikannya kepadamu.

Aku rasa, sampai saat ini Kibum masih sangat mencintaimu.

Terima kasih Yoora, karena kau sudah pernah hadir dalam hidup anakku.

Semoga kau bahagia.

-Kim Sera-

            Yoora tak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya. Berulang kali ia membaca surat tersebut namun isinya tetap tidak berubah. Kibum telah meninggal, Kibum telah meninggal kalimat it uterus terngiang dikepal yoora. Tak terasa bulir-bulir air mata mengalir membasahi pipinya. Ia menatap nanar kepada foto matahari terbit pemberian Kibum. Ingin rasanya yoora kembali ke masa lalu, masa dimana ia dan Kibum masih bisa bersama-sama. Namun semuanya sudah terlambat. waktu tidak akan pernah bisa diulang kembali bahkan sampai nangis darah sekalipun waktu tetap akan terus berputar tanpa henti. Kini yoora hanya dapat pasrah menerima takdir dan kenyataan yang ada. Bagaimana pun juga ia tidak dapat terus-terusan mengharapkan Kibum akan kembali kepadanya. Karena Kibum sudah tidak ada didunia ini lagi.

&&&

Satu tahun kemudian….

            Yoora dan minho berdiri berdampingan. Hari ini adalah hari pertunangan mereka, yoora tampak cantik mengenakan gaun berwarna pink muda, begitu juga minho tampk gagah dengan tuxedo berwarana putih.

            “chukkae” ujar Onew dan Jonghyun serempak memberi selamat kepada minho dan yoora.

            “gomawo” jawab yoora dan minho serempak.

            “ng..boleh aku mengambil gambar kalian?” Tanya jonghyun kepada yoora dan minho.

            “tentu saja” jawab yoora semangat. Lalu, jonghyun segera mengambil kamera kesayangannya dan mulai membidik yoora dan minho yang kini menjadi objeknya.

            “JPRET”

Beberapa hari kemudian…

            “minhooo~ ~ ~, lihat foto pertunangan kita sudah dicetak” ucap yoora riang seraya mengacungkan amplop berwarna coklat. Lalu minho berjalan menghampiri yoora dan segera membuka isi amplop tersebut. Mereka tampak tersenyum bangga dan bahagia melihat foto-foto mereka. Namun, tiba-tiba mata mereka membelalak tak percaya melihat sebuah foto.

“min..minho.. ap-apa aku salah lihat?”  Yoora tergagap saking terkejutnya.

“apakah itu dia?’ Tanya minho kepada yoora.

“kurasa’ jawab yoora lirih.

Mereka memandang dengan tatapan tak percaya kepada foto tersebut. Karena Foto itu adalah foto minho dan yoora yang dipotret oleh jonghyun. Namun yang mereka lihat sekarang di foto itu ada tiga orang. Yaitu yoora, minho dan kibum. kibum tampak tersenyum damai difoto itu meski wajahnya tampak putih dan pucat. Ya, mungkin kibum sudah bahagia dialam sana melihat orang yang dicintainya sudah bahagia dengan namja lain yang merupakan sahabatnya sendiri. Tidak ada yang abadi didunia ini. Segala sesuatu yang berasal dari-NYA, maka akan kembali kepada-NYA.

FIN

N.b : akhirnya selesai juga FF ini… Yeey!!! Semoga pada suka sama ceritanya. Jangan lupa komentar nya ya!!!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

41 thoughts on “Lose”

  1. hwaaaaaaaaa…
    bnyak kenangan bngt..!
    so sweet pula..
    kibun meninggal huhuhuT.T.
    tpi dua” nya bias q.*pletak
    nice ff thor..!

  2. Tuh kan! Wktu baca summarynya di atas aja udh ngrasa gk enak; jngan2 ada yg mninggal, nih..
    Dan terbuktilah kbenaran feelingku.. *halah!* Tapi knapa msti Key yg mninggaaal.. TTATT

    Nice ff! Ayo bikin lagi! 😀 #didamprat

    1. hehe thanks reene …………….
      selalu nongol ditiap FF aku.
      gak ding hampir disemua FF.
      Emang reader and komentator setia
      hug

  3. yyyyyaaaaaaaaccccccchhhhhhhh ,,,,,,,,,, koq kibum meninggaaall ????
    gag rela ,, gag rela ,, gag rela ……
    hikkzzz ,, knpa km meninggalkanku ?? *lebay tingkat tinggi*

  4. Aaaaaaa
    Kibum jangan matii
    Kasian yooraa huaa
    Mau nangiss udah denger berita meninggal
    Tau tau kibu megang kertas nomer telfon

    1. ia kibum megang no telp karena yoora yg kasih
      kok bisa???/
      karena kan roh nya kibum ketemuan ama yoora
      dan yeah ada unsur horror disini. tapi aku lupa cantumkan
      hehe
      mianhe
      thanks ya uda baca

  5. mungkin nggak kalau film yang menginspirasi itu ‘postman to heaven’nya jaejoong? *soktau hehe..

    ceritanya sedih tapi happy ending!!yay..

    tp mau saran nih mending yang pas yoora baca artikel itu jangan dibilangin kibum kecelakaan soalnya kejadian badai salju di gunung itu jarang dbilang kecelakaan. kecelakaan biasanya dipake buat tabrakan atau semacamnya.. hehe..

  6. ihhh ada unsur horor nya y? haha, daebak thor! bhsnya jg mdh dphami kq lanjutin karya2nya ^_^

  7. huwaaaa author !!! andwae !!!
    kibum jgn mati ..
    huwaaaaaa nyesek bgt bacanya !!
    kira aku bakal happy ending !!!
    hyaaaaa!!!!!
    hebat euy !! si key ada di foto .. ngikut eksis !!
    aaahah #plak!! *memperburuk suasana !

    huwaaa bgus thor … ^^

    1. key nya tetep mau eksis mesti uda gak didunia ini lg
      hehe
      ellaaaaaaaaaaaaaaa
      aku mau no hape mu ……….
      tapi api
      gmna caranya ya??????

  8. Aduuh mianhe ya kalau msh ad yg missing. Abis aku bgung kata apa yg pas uTk blg kibum mengalami tragedi di gunung es itu.
    Yg kibum tiba2 megang n0m0r tlp yoora itu krn yoora yg kasih.emg g msuk akal,krn kn ad mystery na dkit.aku lupa cntumin.mianhe *bow

  9. kyaaaaa~ suka suka suka!!! gila ni ff brhasil bikin air yg ada d mata gw keluar dr peradabannya (?)
    sedih bgt laah :((
    tp suka.. sangat suka!! 😀

  10. ah setelah penasran sama ff yg pertama, akhirnya ada lanjutannya..
    kenapa keynya meninggal?
    hiks hiks hiks
    padahal tadi berharap happy ending buat key..
    sukses bikin sedih nih 😦

  11. mwo? meninggal? nyesek daaah!!!!
    tp aku saat ada sesosok kibum disamping mereka bikin kesan menakutkan hahahahay
    penampakan kibum hihih

  12. nyesek + merinding ..
    seneng sama gaya bahasanya, flow banget, nggak buru” *sotoy
    cuma yang bagian baca korannya itu .. jadi udah ketebak deh .. hmm,

    nice ff 🙂 udah pernah bikin sequel belum ? kalo udah judulnya apa? pengen baca 😀
    maap ya komennya kebanyakan . hehehe ..

  13. nyahhh~
    merinding disko, udah mah bacanya jam 12 malem. hiiii…. yang terakhir menakutkan tuh.
    daebak FF-nya *sambil meringis ketakutan*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s