Mon Destin – Part 1

Mon Destin (Part 1)

Author : Ditia, I-el, Lia Ijjem

Cast     : –  SHINee

–          Han Hyejin

–          Kim Iseul

–          Kim Minna

–          Park Seoyeon

–          Shin Hyorin

Genre  : Romance, friendship

Length : Series

Apa kalian berpendapat bahwa melakukan hal yang menyeleweng akan selalu berdampak buruk? Jika memang itu jalan pikiran kalian, bisa ditebak kalian tak membuka aliran otak sebelah kanan kalian untuk berpikir. Atau mungkin kalian tergolong dalam orang yang hanya melihat semua situasi dari segi negatif. Sibak sisi positifnya dan kalian pasti akan mengetahui ungkapan sebenarnya.

Apa kalian memikirkan kehidupan yang damai bisa diwujudkan dengan perilaku yang wajar dan terkesan baik? Oh tidak, tak sepenuhnya perilaku seperti itu akan membuat kehidupan kalian berjalan mulus. Pernahkah kalian sadari hal itu?

Seperti cerita di salah satu drama: si gadis yang berperan protagonis akan bersikap baik, ramah bahkan memperlakukan sang kekasih dengan sangat istimewa dibanding pria lain. Dan sang pria? Coba tebak apa yang bisa ia lakukan? Disaat dia merasa bosan dengan gadisnya, ia mencoba berpaling dengan gadis lain. Brengsek memang. Lihat hal sederhana yang akan dilakukan sang gadis yang dicampakkan. Dia akan menutup kedua mata dan telinganya hanya untuk menyangkal desiran para koleganya yang menyebarkan kebrengsekan sang kekasihnya. Dia memegang teguh keyakinan untuk bertahan dan setia mencintai sang kekasih. Namun disaat dia mulai lelah meyakini kesetiaannya terhadap sang kekasih, ia berpikiran untuk menyerah dan mengiyakan bahwa semua desiran koleganya adalah fakta. Kekasih yang teramat dicintainya telah meninggalkannya dan lebih memilih untuk bersanding bersama gadis lain yang jauh lebih sempurna dibanding gadis protagonis tersebut. Akhir cerita, tubuh gadis yang tercampakkan tersebut ditemukan terapung di permukaan sungai yang terletak tak jauh dari rumahnya. Bunuh diri, itulah yang ia lakukan.

Well, tak sepenuhnya hal yang menyeleweng akan berdampak buruk, ok? Dan tak sepenuhnya hal yang wajar akan berdampak baik. Apa kalian masih tak mengerti? Baiklah, sepertinya kalian memang harus diberi gambaran lain tentang sebuah fakta bahwa hal menyeleweng akan berdampak baik. Sebaiknya kalian membuka aliran otak kanan kalian—berani bertaruh,kalian hanya menggunakannya satu atau dua kali tanpa kalian sadari—dan segera telisik sisi positifnya. Kalian bisa mengulik ke dalam cerita kami..

*

Siang hari yang cukup terik menyelimuti atmosfer udara di kawasan Gangnam. Sang surya gencar menyebarkan sinarnya di musim panas ini. Terlihat seorang gadis berkali-kali mengibaskan tangannya didepan lehernya. Ia merasa cukup gerah dengan cuaca saat ini. Musim panas terasa amat menyebalkan untuknya. Dimana ada musim panas pasti akan ada keringat dan ia sedikit tidak menyukainya—tapi tak seberlebihan salah satu temannya yang alergi terhadap keringat.

Kini gadis itu menyesap kuah samgyetang dihadapannya. Ia mengedarkan pandangan ke sekitar kedai makanan yang ia tempati. Kedai itu sudah cukup ramai dengan para pelanggan seumurannya yang seperti mempunyai tulisan “Kami lapar.” di setiap wajah mereka. Gadis itu tersenyum kecil, untung saja ia datang lebih awal dan bisa mendapatkan salah satu kursi. Bahkan sekarang para pelanggan yang kelaparan bisa melihat rasa puas di wajah gadis itu, karena kenyang mungkin. Semangkuk samgyetang dihadapannya sudah habis. Menurutnya makanan itu enak. Ia berniat akan menambah lagi porsi makannya sebelum sesuatu hal yang harus disadarinya sejak awal mengisyaratkan padanya untuk segera melarikan diri dari area kedai itu. Dompetnya tak terselip di saku celananya­—Ia juga tak yakin akan membayar pesanannya. Jadi apa lagi yang harus ia lakukan selain K-A-B-U-R.

Kini ia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, kurang lebih seperti seorang penjahat yang akan menjalankan aksinya. Ia memastikan bahwa ahjussi pemilik kedai sedang berdiri didepan kompor untuk membuat pesanan para pelanggan. Dan sekaranglah saatnya, gadis itu berjalan mengendap-endap menuju pintu keluar. Oke, satu langkah lagi ia akan mencapai pintu dan bisa menghembuskan nafasnya lega. Tapi sebelum ia menuntaskan aksinya terasa sebuah dehaman kecil dibelakang tengkuknya. Gadis itu bergidik, siapapun yang sekarang sedang berdiri dibelakangnya, ia tak berniat membalikkan badannya. Setelah meregangkan kedua kakinya ia segera berlari keluar melintasi pintu kedai.

Tak terlihat sedikitpun semburat lelah di air mukanya, justru ia terlihat menikmatinya. Berlari kencang menghindari ahjussi pemilik kedai yang siap memotong tubuhnya dengan pisau daging ditangannya—jalan pikir gadis itu karena si ahjussi terus mengacungkan pisau besar yang dibawanya—membuatnya tertawa kencang. Mari bermain­-main orang tua, coba lihat sampai berapa menit kau bisa bertahan mengejarku, batinnya dalam hati bersemangat.

“YA~!!! Bayar dulu!! Hei agasshi jangan lari kau!” masih dengan mengacungkan pisaunya, ahjussi tersebut tak berniat membiarkan pelanggan buruk seperti gadis itu bisa dengan mudah meloloskan diri darinya. Ia meregangkan sedikit celemek yang melekat di luar tubuhnya untuk memudahkan langkahnya.

“Hahahaha~ahjussi terima kasih banyak atas samgyetang gratisnya! Aku kenyang hahaha…” gadis berambut pendek dengan ikatan rambut di puncak kepalanya itu berteriak dari kejauhan. Langkah gesit kaki tirusnya ternyata menyisakan jarak yang lumayan jauh diantara dia dan ahjussi yang terlihat kehabisan nafas mengejarnya. Tentu saja, kaki gadis yang berumur 17 taun jauh lebih baik dibanding kaki seorang pria paruh baya yang sudah bau tanah. Gadis itu membungkukan badannya dan memegangi sebelah kakinya yang terasa sedikit lelah. Pria tua itu tak main-main dengan ancamannya. Ia tak bisa membayangkan jika seandainya ia tertangkap, hal terburuk apa yang akan didapatkannya? Sebuah pisau daging yang menggores kulit putihnya? Oh God, bahkan ia tak mengharapkan mimpi buruk itu. Ia kembali berlari setelah menyadari bahwa si ahjussi pemilik kedai itu masih terus mengejarnya.

“Aish~ si ahjussi ini lincah sekali. Eotteokhe?” gumam Iseul—nama yang ia dapat dari kedua orangtuanya— seraya masih terus berlari. Jiwa semangatnya yang pada awal menggelora kini mulai memudar. Matanya berkeliaran mencari tempat yang sekiranya aman untuk bersembunyi. Oh Tuhan, terimakasih, bisiknya pada diri sendiri. Manik matanya menangkap sesosok pria yang sedang berdiri menyender di kap mobil sport hitam dengan mata yang terpejam menikmati sejuknya udara yang ia peroleh dibawah pohon. Ingat pelajaran tentang ilmu pengetahuan alam? Tumbuhan— dalam hal ini pohon—membutuhkan karbondioksida, bisa disebutkan bahwa pria itu mengeluarkannya. Dan pohon tersebut akan mengeluarkan oksigennya yang bisa membuat pria itu nyaman menikmati oksigen memenuhi ruang paru-parunya. Simbiosis yang cukup bagus. Iseul menggerutu pelan, sekarang bukan saatnya untuk bernostalgia dengan pelajaran di tingkat dasar. Ia harus segera memulai aksi keduanya jika tak mau berurusan serius dengan ahjussi pemilik kedai. Iseul mengeluarkan evil smirk-nya lalu menarik pria yang masih terhanyut dengan oksigen-oksigennya itu untuk mendekat ke arahnya.

“Ahjussi !! Kemari!” Iseul berteriak dengan keras sehingga mampu membuat ahjussi tersebut menoleh geram ke arahnya dan menghampirinya dengan langkah yang tergopoh-gopoh. Iseul bisa melihat air muka orang tua itu sudah menjadi ungu, memendam kemarahan yang dalam karena ulah Iseul.

“Dasar kau gadis nakal! Berani-beraninya kau makan di kedaiku tanpa membayar dan kabur begitu saja. Ayo cepat bayar!” bentak ahjussi itu. Iseul mengatupkan kedua tangannya ditelinga menghindari kemungkinan gendang telinganya akan pecah. Dan pria yang telah diusik ketenangannya itu? Ia hanya mengerutkan kening dalam, bahkan kedua alisnya sedang bertaut menjadi satu. Ah tidak, bukannya dia tak mengerti dengan perkara yang ada dihadapannya. Jelas ia bisa menebak bahwa si gadis pengganggunya itu tak membayar makanan di kedai pria tua yang membawa pisau besar dihadapannya. Yang mengganjal pikirannya adalah apa alasan gadis itu menyeretnya paksa hanya untuk menyaksikan pembicaraan dua orang yang terlibat masalah itu? Apa serunya? Lebih seru melihat pertandingan klub sepakbola Super Junior melawan Girls generation (?)

Beberapa detik kemudian pria itu membeku seketika. Ia terpenjak saat wajah Iseul mampir di sepasang manik matanya. Jantung pria itu hampir melonjak. Dia mengelus pelan dadanya. Terasa sebuah sengatan disana. Benarkah ini kau, Lee Hyena? Pria itu mencatut pikir. Aku merindukanmu..

Kata-katanya tersendat saat mendengar suara Iseul menggelitik telinganya. Pikiran dan hatinya berkecamuk. Torehan garis tajam yang membentuk wajah gadis itu mirip sekali dengan Lee Hyena. Tapi ya Tuhan, suaranya sangat berbeda dengan Hyena. Pria itu tak akan pernah mendengar teriakan melengking sama seperti yang keluar dari mulut gadis yang berdiri dihadapannya. Ia hanya akan mendengar suara halus yang nyaris seperti bisikan dari mulut Hyena. Tapi, bolehkah hatinya berharap lebih banyak? Ia ingin berpura-pura bahwa gadis itu adalah Lee Hyena, kekasihnya. Bolehkah? Ia menatap lekat-lekat wajah Iseul. Benar-benar mirip Hyena atau mungkin dia memang Lee Hyena? Gadis yang selama ini ia nanti.

“Tenang dulu, ahjussi, aku akan membayarnya kok. Nih pacarku mau membayar.” Ujar Iseul percaya diri. Ia mengerlingkan matanya pada pria yang tengah berdiri disebelahnya yang semakin memperdalam kerutan di keningnya.

O-oh, sepertinya gadis ini terlalu agresif. Lee Hyena takkan mau secara terang-terangan mengakui hubungan mereka. Pria itu menatap Iseul, menyusuri detail tubuh gadis itu dengan kedua matanya yang masih berfungsi dengan baik. Sepertinya dugaannya salah. Hyena memiliki manik mata berwarna coklat, sedangkan gadis ini berwarna hitam. ketebalan bibirnya pun berbeda. Bibir Hyena sedikit lebih tebal dari gadis ini. Hanya hidung, bentuk mata, dan postur tubuh mereka yang hampir serupa. Delapan puluh persen hipotesisnya telah membiarkan pikirannya—untuk menganggap gadis itu bukan Hyena—menang. Pria itu mengalihkan pandang ke kening Iseul. Tak ada bekas jahitan—bukti yang bisa ia pastikan tentang Hyena—di kening gadis itu. Pria itu menghembuskan nafasnya sambil tersenyum pahit. Kini ia telah tersadar sepenuhnya, gadis yang berdiri didepannya bukan Hyena.

“Maksudmu apa?” pria itu angkat bicara ia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Gadis itu bukan Hyena, dan ia tak mengenal seorangpun yang berwajah sama seperti Hyena. Jadi, Iseul adalah orang asing bagi pria itu. Iseul hanya membalasnya dengan senyuman manis. “Ah, kau ini lucu sekali chagi~ dimana dompetmu? Biar aku yang mengambil ok?” tangan Iseul bergerak meraba-raba celana jeans pria itu tanpa ijin si pemiliknya. Pria itu sedikit terkejut, belum ada satupun gadis yang berlaku tidak sopan terhadapnya, bahkan Hyena sekalipun. Belum sempat pria itu membuka mulutnya hendak memprotes. Iseul sudah berseru keras sambil mengacungkan tinggi-tinggi dompet pria itu.

“Ketemu! Tunggu sebentar, ahjussi.” Iseul membuka dompet tersebut dan mengambil asal beberapa lembar uang kertas dari dalamnya lalu menyerahkannya kepada si ahjussi. “Ini, ahjussi. Terimakasih.” Merasa puas, ahjussi itu segera enyah meninggalkan Iseul yang tersenyum manis dan si pria yang sedang membuka mulutnya lebar-lebar. Oh God, apa yang baru saja dialaminya? Benar-benar hal buruk yang tak pernah melintas di pikirannya.

Iseul berbalik menghadap pria yang masih melongo memandanginya lalu mengembalikan dompet milik pria itu. “Ini. Terimakasih atas traktirannya, Lee Jinki.” Ujar Iseul kemudian, masih dengan senyum manisnya. Namun kali ini plus memamerkan deretan giginya yang rapih dan putih. “Well, urusanku sudah selesai. Kalau begitu sampai jumpa, Jinki. Ah tidak, tidak. Selamat tinggal,Jinki. Aku harap kita tidak berjumpa lagi karena aku tak akan membayar jika kau menagih hutang padaku. Hahaha.. Annyeong~!” Iseul melangkah riang meninggalkan pria yang telah menjadi korbannya itu. Pria itu menggelengkan kepala, menyadarkan dirinya sendiri sebelum berkata, “Kau tidak seharusnya mencuri dollarku!”

Iseul membalikkan badannya tepat dilangkah ketiganya tertapak, kemudian mengucapkan, “Bersyukurlah karena aku tak mengambil seluruh isi dompetmu Lee Jinki. Dan jangan heran bagaimana aku bisa mengetahui namamu. Kurasa foto di KTP-mu lebih menggemaskan dari wujudmu yang sekarang. Selamat tinggal!” Pria yang disebut Lee Jinki itu mendengus, nalurinya mengatakan ini bukanlah pertemuan terakhir mereka.

***

“Opppppaaaaaaa.. aku sakit peruutttt…” rengek seorang gadis imut dengan rambut semi ikal hitamnya kepada seorang pria—bermata tajam dengan kulit putih pucat— yang dipanggilnya dengan sebuan oppa tadi. Setelah lelah berjalan mondar-mandir—cara yang dilakukannya untuk meredakan sakit perutnya­—gadis itu perlahan mendekati pria yang sedang duduk membelakanginya. Ia memanjangkan kepalanya melewati pundak si pria dan mencoba untuk melihat aktivitas apa yang dikerjakan pria yang merupakan kakak kandungnya itu. Kemudian gadis itu mendengus pelan setelah mengetahui aktivitas yang sedang dilakukan oleh kakaknya. Huh, lagi-lagi membaca buku kedokterannya. Ckckck. Aku heran dengan daya tahan otaknya. Apa ia tak punya selera yang hebat sepertiku? Baca komik doraemon, misal. Huh, gak gaul! rutuk gadis itu dalam hati. Kakaknya memang berbanding terbalik dengan dirinya yang masih berkepribadian terlalu anak-anak.

Kemudian ia memegang perutnya dan kembali merengek. “Oppaaaaaaa… aku sakit peruuuuuuut…”

Tapi pria bermata tajam itu masih saja memfokuskan kedua matanya pada buku tebal dihadapannya. Merasa diabaikan, gadis itu pun kini mendengus keras dan menggembungkan kedua pipinya. “KEY!! AKU SAKIT PERUUUUT..!!”

Pria a.k.a kakaknya a.k.a Key itu langsung menutup bukunya dan memutar kepalanya ke belakang, lalu bertanya,“Kenapa, Minna?”

Gadis yang bernama Minna itu masih sebal dengan tingkah kakaknya. Ia terlihat masih menggembungkan pipinya. “Aku sakit perut, tapi oppa tak peduli padaku!” teriaknya dengan suara sopran yang memekakan telinga.

Key tertawa pelan dan melepaskan earphone yang menempel di kupingnya “ Aku tak mendengarmu, sayang.” ucapnya sambil mengangkat dan menunjukkan earphonenya kepada Minna. Minna hanya melongo, matanya kurang jeli. “Oiya, kenapa kau bisa sakit perut? Apa kau telah memakan makanan pedas hari ini?” lanjutnya setelah menyimpan buku tebal miliknya ke atas meja.

Minna menggeleng cepat kemudian memegang ‘anu’ nya dengan tangan kirinya. “Aku lagi PMS, oppa..”

Biasanya seorang wanita sedikit malu mengakui hal itu terhadap lawan jenisnya. Tapi Minna memiliki darah yang sama dengan kakaknya. Ia tak seharusnya bersikap jaim didepan pria itu. Lagi-lagi Key tertawa sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya, “Pantas saja kau sakit perut. Ayo, duduk sini”

Minna menuruti perintah Key lalu menyenderkan kepalanya di dada Key. Tangan Key bergerak ke atas perut Minna dan mengusap-ngusapnya secara perlahan. “Nanti kalau kau sudah menikah nanti, perutmu ini akan membuncit karena akan ada nyawa di dalamnya. Dan kau tau apa kemungkinan terbesarnya?” Tanya Key dan Minna menggeleng pelan, wajahnya terlihat polos. “Kemungkinan terbesarnya adalah.. kau akan menjadi jelek!” lanjut Key dengan tawa di akhir kalimatnya. Minna mengangkat kepalanya lalu memukul dada Key cukup keras, namun itu tak memberikan efek apapun pada tubuh Key. Otot tubuh Key terbentuk sempurna untuk menerima pukulan enteng Minna =,=

Key tergelak lalu kembali menarik kepala adiknya itu hingga bersandar di dadanya lagi. “Aku bercanda, sayang.. kau akan tetap menjadi adikku yang paling manis”

“Yang paling cantik..” ralat Minna. Lagi-lagi Key tertawa “ Apa sakit perutmu sudah hilang? ” Tanya Key sambil menciumi puncak kepala Minna. Minna menggelengkan kepalanya “Masih sakit, oppa.. dan kau tak akan tahu bagaimana sakitnya ini.”

Key tersenyum, bibirnya kembali menciumi puncak kepala Minna dan tangannya menyelinap masuk ke dalam pakaian Minna. Dengan perlahan ia kembali mengusap kulit perut Minna, sampai Minna tertidur di dalam dekapannya. Ia ingin menjadi kakak yang terbaik dalam sudut pandang Minna.

***

@Seoul Senior High School

“Rinnie~”

“Aissh~ lagi-lagi anak itu” Hyorin memutar kedua bola matanya lalu berbisik kepada dua orang gadis yang berada di sampingnya dan dua orang gadis yang berada di belakangnya. “Hei,.. dalam hitungan ketiga, kita harus bergerak cepat. Ok?” Hyorin menghela nafas pendek sebelum melanjutkan, “1, 2, 3.. Lari!!”

Kelima gadis itu berlari serempak. Tak jarang mereka secara tidak sengaja menubruk orang-orang yang dilewatinya. Mereka harus rela mendengarkan umpatan dari setiap siswa yang ditabraknya. Sedangkan makhluk yang membuat mereka berlari-lari seperti itu malah memperlebar senyumannya. Baginya ini kebiasaan wajib yang harus dilakukannya setiap hari. “Rinnie~ kau tak akan bisa lari..”

Kelima gadis itu telah sampai di dalam kafetaria sekolah. Nafas mereka terdengar memburu. Mereka buru-buru berjalan kearah meja kosong yang berada di tengah ruangan dan akhirnya menarik tempat duduk untuk tempat melepas lelah.

“Yaa! Hyorin! Kau yang dikejar Taemin, tapi jadi kita semua yang ikutan capek!” protes si gadis yang berambut pendek seleher dengan nada mengintimidasi. Ia menggelung rambutnya yang berantakan sambil sibuk mengatur nafasnya agar kembali menjadi normal. Ia mendengus saat gadis yang diprotesi itu malah nyengir dan sibuk membenahi poninya yang tak beraturan. “ Hehehe.. Iseul galak gitu, ah ”

Well, apa tidak sebaiknya kita langsung memesan makanan? Dan kalian, bukankah akan lebih baik menutup mulut dibanding semakin membuat diri kalian lebih lelah dengan bersiteru?” usul seorang gadis berambut hitam legam bergelombang dengan kacamata yang bertengger di matanya. Ia berusaha mengakhiri pertengkaran kedua temannya itu. Setidaknya ia terlihat lebih tenang diantara gadis-gadis lainnya yang bertengger di meja itu.

“Iyaaa, Seoyeon!! Aku sudah lapaaaaaarr~” seru Minna keras sambil menepuk-nepuk perutnya. Seperti biasa, Seoyeon, Hyorin, Iseul, dan Hyejin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya apabila Minna telah mengeluarkan kalimat kebangsaannya itu. Hyorin berteriak kencang agar pegawai kafetaria mendatangi meja mereka. Keempat gadis lainnya mengingatkan. “Ini bukan restoran, nona Shin.” Hyorin nyengir sembari menggeraikan rambutnya dibahu kiri.

“Hyo, lehermu kenapa?” Tanya Hyejin yang duduk disebelah kanan Hyorin. Matanya menangkap sesuatu yang janggal dileher Hyorin. Perhatian ketiga temannya teralihkan, mereka menatap lekat-lekat ke sebuah kissmark merah di leher kanan Hyorin.

“Adult games.” bisik Hyorin nakal. Semua membelalakkan matanya.

“Kau? Bersama—” Minna mulai menginterogasi, sedangkan yang lain menyerukan pesanan mereka setelah pegawai kafetaria—yang dipaksa Hyorin datang ke meja mereka—berdiri dan bersiap mencatat semua pesanan gadis-gadis berwajah kami-butuh-makanan tersebut. Pegawai kafetaria tersebut undur diri setelah mencatat semua yang diperlukan gadis-gadis itu untuk memenuhi perut mereka. Setidaknya mereka memesan banyak jadi bagi pegawai kafetaria yang dianggap seorang pelayan bagi Hyorin itu semuanya terasa impas.

“MIR.” tukas Hyorin enteng, memotong ucapan Minna. Minna menggeleng tidak percaya. “Hanya itu? Atau..”

“Pikiranmu busuk sekali, Minna.” cibirnya. “Tentu saja hanya sekedar French Kiss, dan well..kissmark ini juga.” sambung Hyorin menunjuk lehernya, menjawab beberapa pertanyaan yang berkelebatan di otak keempat temannya dengan santai. Ia sudah terbiasa mendapati respon teman-temannya yang belum berubah ketika ia mengaku pertama kali. Terkejut, ingin tahu dan kemudian menginterogasinya.

Tak berapa lama pegawai kafetaria tadi menyajikan pesanan di atas meja mereka. Mata Minna berkilat-kilat. Makanan-makanan itu terlihat lebih menarik dibanding topik penyelewengan sikap Hyorin. Sehingga ia memutuskan berhenti menginterogasi Hyorin lebih jauh. Hyorin mengucapkan terimakasih dan maaf secara bersamaan sebelum pegawai kafetaria itu undur diri untuk kedua kalinya.

“Menjijikkan, kau tahu?” protes Iseul, kemudian menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. Ia merasa tak nyaman dengan tingkah sahabatnya itu.

“Kau tak akan mengerti, karena kau bukan perempuan.” ledek Hyorin. Ia menyeruput strawberry yoghurt miliknya dan sesaat kemudian tersedak karena mendengar suara seseorang yang berseru memanggil namanya.

“Rinnieeeeeeeeee~ Rin Rin, Rinnieeeeeeeeee~” keempat gadis lainnya terkikik geli melihat raut wajah Hyorin yang berubah seketika. Hyorin menelan ludahnya sendiri dengan susah payah, “Guys, sepertinya aku harus bersemedi di dalam toilet sampai bel pelajaran berbunyi.”

***

Wait, guys. Sepertinya buku diaryku tertinggal di dalam kelas.” Hyejin melangkahkan kakinya berlawanan arah dengan keempat sahabatnya menuju ruang kelasnya. Ketiga gadis lainnya menurut dan akhirnya memutuskan berbalik mengikuti Hyejin yang sudah berjalan melewati anak tangga. Sesaat mereka menghentikan langkah mereka di anak tangga terbawah.

“ Ok, 2 menit ” Iseul mentolerir. “Kami akan menunggumu disini. Kurasa kau tahu apa akibatnya membuatku menunggu lama.” Sambungnya memperingatkan Hyejin yang masih berjalan seperti siput menaiki tangga. Seolah-olah gadis itu mengamati permukaan setiap anak tangga dan berharap menemukan lembaran atau mungkin recehan uang disana.

“Hyejin, apa kau tak mengenal kata ‘Lari’?” teriak Iseul tak sabaran ketika matanya masih menangkap tubuh Hyejin masih berada di tengah tangga.

“Aiisssh..!!!!! Tunggu aku, cerewet!!” Hyejin berlari menuju kelasnya. Ia tak mengharapkan kemarahan Iseul setelah ini.

Hyejin mencoba untuk mengatur napasnya setelah berlari cukup jauh. Ia melirik jam tangannya sekilas kemudian mengumpat. Tinggal 1 menit lagi. Ia berharap cemas dalam hati kemudian berlari menuju bangkunya. Ia berjongkok untuk mengintip kolong bangkunya “Tidak ada..” gumamnya frustasi.

Han Hyejin POV

G to the A to the W to the A to the T!! Ini benar-benar gawat. Buku. Diaryku. Hilang. Dan masalah terbesarnya adalah..disitu ada.. Ya Tuhan, apakah aku harus menyebutkan isi hatiku yang tertumpah disana?

JEPRET

“Wow, merah dan bermotif kelinci.”

Ng? Merah dan bermotif kelinci? Maksudnya? Lagipula, suara siapa itu? Gede banget =,= ngebass juga. Mungkinkah seorang pria?

Aku menengokkan kepalaku ke belakang—masih berjongkok—dan YA EOMMAAAA~!!! Di belakangku. Ada pria. Bertubuh jangkung. Sedang berjongkok. Sambil memegang sebuah ponsel di tangannya. Dan ia. Tersenyum sangat manis. Ah bukan. Bukan tersenyum. Tapi menyeringai. Aku tak bisa menggambarkan seringaiannya. Sangat menyilaukan bagiku.

“Yaaa!!! Kau sedang apa?!” bentakku menghilangkan segala pikiranku yang tak masuk akal. Refleks aku berdiri dan memasang tampang galakku.

Aku tak habis pikir pria itu malah tertawa sambil terus memandangi ponselnya. Cih~ aku mempunyai firasat buruk.  Well, senyumannya takkan mampu menembus dinding pertahanan diriku. “Perbuatan buruk apa yang telah kau lakukan barusan?” tanyaku seakan bisa membaca pikirannya, ia kembali tertawa keras.

“Coba aktifkan bluetoothmu” titahnya. Hemeeh..apaan? Tapi aku menurut. “Sudah.”

“Sip. Nama bluetoothmu Hyejintralalatrilili?” tanyanya, aku mengangguk.

Tak lama kemudian file yang dikirim si pria jangkung itu sampai di ponselku. Aku membukanya, “APAAAAAKKHHH??!! I, ini, kan..” foto pantatku yang terbungkus celana dalam berwarna merah dan bermotif kelinci? Jangan-jangan dia memotretku pada saat aku sedang berjongkok? Sialan!

“Hei, kau! Apa-apaan? Kau mengambil fotoku barusan?! Dasar hina! Cepat hapus!” aku mencoba untuk meraih ponsel dari tangannya. Percuma, Hyejin..dia itu T.I.N.G.G.I.

“Aku punya dua kartu matimu. Pertama ini..” pria itu mengangkat ponselnya ke atas, “dan yang kedua, ini..jangan bertanya kenapa aku bisa menemukan benda seperti ini disini” si jangkung itu mengeluarkan sebuah buku yang berwarna pink dan ada tanda Love di cover depannya. YA APPAAAAAA~!!! ITU BUKU DIARYKUUU!!

“Yaaa!! Kembalikan, dedemit ” aku melompat-lompat untuk meraih buku diaryku, tapi lagi-lagi gagal. Ya Tuhaaaaan.. apa mau pria ini?

“Dear Diary, hari ini aku sedang jatuh cinta. Kau mau tau pada siapa? Ya, aku jatuh cinta pada ketua OSIS di sekolahku. Haah.. Cho Kyuhyun, Cho Kyuhyun, Cho Kyuhyun.. hanya dengan menggumamkan nama kamu saja hatiku sudah cenat-cenut tak karuan. Senyummu bak pangeran berkuda putih yang..”

“HENTIKAN!! TAK USAH KAU BACAKAN SEPERTI ITU, DEDEMITT!!”

“Tak kusangka kau menyukai sepupuku” Pria itu tertawa ngakak sambil memegangi perutnya, tapi 2 detik kemudian ia tiba-tiba menghentikan tawanya. Wajahnya langsung berubah menjadi serius. Ia mendekat ke arahku. Sangat dekat.

“Sekali lagi kuingatkan, kartu matimu ada padaku. Jadi, jangan macam-macam dan turuti perintahku. Mengerti?” bisiknya tepat di depan wajahku. Untung aroma nafasnya wangi, aku jadi ‘sedikit’ betah.

“Minho, Kau sedang apa?”

Aku tersadar kemudian menoleh ke pintu kelas. Disana ada Taemin yang sedang berdiri kebingungan menatap kami berdua.

“Tak ada, ayo!” pria jangkung itu berjalan menghampiri Taemin, merangkulnya, kemudian pergi meninggalkan kelasku.

Minho? Jadi namanya Minho? Ah apaan, bagiku, nama dia itu adalah.. DEDEMIT.

+++++++

“Sepi sekali rumahmu, Min. ” ujar Seoyeon yang baru saja masuk ke dalam rumah Minna. Ia mengedarkan padangan dan memasang telinganya baik-baik. Tak ada satupun orang, hanya hembusan angin yang terdengar diikuti bunyi sayap-sayap jangkrik. Well, ini musim kawin untuk para jangkrik. Dan mau tak mau dia harus mendengar bunyi ‘krik-krik-krik’ yang berisik itu.

“Iya, Key oppa belum pulang dari kampusnya.” Jawab Minna yang berdiri disamping Seoyeon. “Eh ayo langsung ke kamarku saja. Bukumu ada disana.” ajak Minna, tapi Seoyeon menggeleng, ia lebih memilih menghempaskan tubuhnya ke sofa. Mencoba mendengarkan suara jangkrik-jangkrik yang sedang berpesta. Mungkin akan membuatnya sedikit nyaman. “Aku tunggu disini saja.”

Minna memutar kedua bola matanya. “Baiklah, eh tapi kayaknya bakalan lumayan lama, soalnya aku lupa nyimpen bukunya dimana.” ucapnya sebelum menaikki tangga untuk menuju kamarnya yang terletak di lantai dua. Ia mengabaikan Seoyeon yang hendak memprotes.

Seoyeon menghela napasnya kemudian menyenderkan punggungnya di senderan sofa. Ia tau jelas bahwa jika Minna telah memasuki kamarnya, maka ia akan lupa waktu dan segalanya. Pasti ia akan masuk ke kamar mandi lalu berendam selama 30 menit, setelah itu ia pasti akan memilih-milih baju yang akan dipakainya selama 15 menit dan kemudian berdandan semanis mungkin selama 20 menit. Well, Seoyeon sangat tahu pasti bahwa ia akan menunggu selama 1 jam lebih 10 menit di ruang tamu rumah Minna yang bergaya Eropa itu.

Ia berdecak, suara jangkrik-jangkrik itu tak sedikitpun menghiburnya. Untuk membunuh waktu, ia pun mengangkat tubuhnya dan berjalan perlahan ke arah meja panjang yang dipajangi sederetan foto keluarga Minna.

Matanya bergerak menyusuri foto-foto yang dapat menarik perhatiannya. Frame-frame foto disitu terlihat sangat bagus. Pasti seluruh keluarga Minna memiliki darah seni yang kuat, pikirnya. Tak jarang ia tertawa sendiri melihat foto masa kecil Minna yang sedang dijahili oleh Key. Foto yang paling menggelitik perutnya adalah foto dimana Minna sedang mengeluarkan ekspresi yang tak dapat dilukiskan ketika Key menaruh ular di lehernya. Kemudian ia tertegun melihat sebuah foto yang menampilkan sesosok pria bertubuh tinggi dengan kulit yang putih hampir ke pucat sedang mengacak rambut (?) seekor anjing besar dengan tawa lepas yang menghiasi wajahnya. Tanpa sadar tangannya bergerak untuk mengambil foto yang terbingkai rapih itu. Ia mengusap wajah pria yang berada dalam foto itu dengan jari tengah dan telunjuknya kemudian mendekapnya kedalam pelukannya.

“Apa aku sebegitu tampannya sehingga kau terus menatap fotoku dengan tatapan intens seperti itu?” jantungnya hampir copot, Seoyeon terperanjat setelah: 1. Mendengar suara berat yang sangat dikenalnya, 2. Merasakan hembusan napas—hasil dari suara yang dikeluarkan oleh orang yang mengagetkannya —yang berhembus tepat di tengkuknya. Jika boleh ia tak akan membalikkan badannya dan membiarkan Key melihat wajahnya yang merona merah. Tapi kemudian ia berpikiran tentang kemungkinan Key akan membuatnya membalikkan badannya dengan kedua tangannya—menyentuh tubuhnya, membuat Seoyeon mengeluarkan suaranya dengan sangat gugup, “Key, Key oppa?” buru-buru Seoyeon menyimpan kembali foto yang sedari tadi dipegangnya. Ia menundukkan kepalanya dan dalam hati ia merutuki kebodohannya sendiri.

Tapi key mengambil kembali foto itu kembali dan menatapnya dengan tatapan sedih. “ Boogie.. ia telah meninggal 2 tahun yang lalu. ” ujarnya parau.

Dengan segenap keberanian yang ia kumpulkan, Seoyeon mengangkat kepalanya­—ia tak ambil pusing jika setelah ini Key akan menertawakan wajahnya yang merah padam—dan bertanya pada pria yang berdiri di hadapannya,“ Boogie.. apa Boogie yang kau maksud itu sama dengan anak anjing ini? ” Tanya Seoyeon, nada bicaranya masih terdengar gemetar, jarinya menunjuk pada sebuah foto dimana disitu ada Key kecil yang sedang menggendong seekor anak anjing.

Key mengangguk dan meletakkan foto itu ke tempatnya kembali. “Ya, Boogie adalah anjing pemberian dari ayahku. Ia lah yang menemaniku selama 10 tahun ini. Tapi sayang, Tuhan lebih memilih untuk membiarkan ia menyusul kedua orang tua-ku yang telah meninggal 4 tahun yang lalu. Well, aku rasa kau telah mengetahui hal itu.” jelas Key dengan menambahkan senyuman tipisnya di akhir. Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu. Seoyeon harus berusaha keras menstabilkan getaran jantungnya yang meledak-ledak.

Seoyeon memastikan tenggorokannya tak terhalang apapun—sehingga tak akan menyusahkannya ketika mengeluarkan suara—lalu kembali duduk di sofa. Ia lebih memilih untuk menyibukkan dirinya sendiri dengan melihat foto-foto di galleri ponselnya—meskipun ia telah melihat foto-foto itu ribuan kali. Well, apa yang akan kalian lakukan apabila sedang berduaan dengan seseorang—yang bisa membuat jantung kalian berdetak sepuluh kali lebih cepat dari biasanya—dalam satu ruangan?

“Minna tak memberimu minum? ” Tanya Key tiba-tiba. Lagi-lagi Seoyeon harus merasakan jantungnya bertalu-talu membentuk sebuah irama lagu. Disatu sisi ia menyukai perasaan itu, artinya ia masih normal, merasakan hatinya bergetar terhadap seorang pria. Ia bukan gadis yang terlalu naïf seperti temannya, Kim Iseul. Di sisi lainnya ia membenci perasaan itu. Tak ada yang bisa menebak kapan kemungkinan ia terkena serangan jantung dan sesak nafas mendadak karena perasaan itu.

“Ah, tidak apa-apa, oppa. Lagi pula aku hanya sebentar disini.” jawab Seoyeon cepat. Ia mengusap-ngusap dadanya diselingi tak berhenti menarik-menghembuskan nafasnya ketika Key berjalan menuju dapur dan meninggalkannya seorang diri. Ya, baru kali ini mereka berinteraksi seperti ini. Biasanya apabila ia berkunjung ke rumah Minna bersama ketiga teman lainnya—dan kebetulan ada Key di rumah—ia hanya mendapatkan senyuman selamat datang, itupun bukan ditujukan khusus padanya. Ia yakin Key tersenyum pada Iseul, Hyorin, dan Hyejin juga. Arti dari senyum itupun sama. Hanya sebatas senyuman persahabatan. Ya, tentu saja. Tapi pernah juga sekali waktu mereka berdua berinteraksi. Kapan? Yep, sewaktu Key memperkenalkan dirinya dan Seoyeon juga ikut memperkenalkan dirinya. Hanya itu. Itupun tak hanya Seoyeon yang berperan, lagi-lagi Iseul, Hyejin, dan Hyorin pun diikutsertakan. Maka dari itu, setelah insiden tadi.. bolehkah Seoyeon merasa senang?

Tek

Seoyeon mendongakkan kepalanya setelah melihat seseorang meletakkan segelas orange juice di meja dihadapannya. Ia melihat key tersenyum manis padanya lalu duduk di sofa yang berseberangan dengannya. Ok, Seoyeon memang merasa senang, tapi ia juga merasa tersiksa di waktu yang sama. Ia harus merasakan jantungnya menggedor-gedor—meminta untuk keluar dari tempatnya, merasakan keringat dingin yang mengalir di sekujur tubuhnya dan merasakan seluruh tubuhnya sedang berusaha kuat menahan getaran yang timbul secara tak terkendali. Kharisma Key terlalu kuat menembus dinding pertahanannya.

“Kau kenapa? Sakit?” Tanya Key menyadari Seoyeon bergerak-gerak tak menentu, ada sedikit nada cemas dalam suaranya. Dan Seoyeon menyukai itu.

“Ah, tidak oppa. Aku hanya.. hanya kedinginan.” jawab Seoyeon gugup. Dalam hati ia mengutuk Minna yang telah tega membiarkannya berusaha mati-matian menahan rasa gugupnya.

“Apa kau mau meminjam jaketku?” Tanya Key lagi, kali ini dengan posisi siap bangkit dari tempat duduknya. Seoyeon makin tak dapat mengendalikan kegugupannya, dan beruntung karena beberapa saat kemudian terdengar suara seseorang yang sedang menuruni tangga. Nah.. si aktris yang membuatku terjebak bersama pria berkharisma ini akhirnya muncul juga, batin Seoyeon lega.

“Yeonnie~ya, maaf membuatmu lama menunggu. Ini, bukumu.” Minna berjalan menghampiri Seoyeon lalu memberikan buku padanya.

“Oppa, kau sudah pulang?” lanjutnya ceria lalu langsung menghambur ke pelukan Key yang kini berdiri dengan memasang posisi ingin menerima pelukan.

Sedikit banyak Seoyeon merasa cemburu dengan kedekatan Minna dan Key yang kini terpampang jelas dihadapannya. Tapi sedetik kemudian ia menertawakan dirinya sendiri yang dengan konyolnya merasa cemburu melihat keakraban yang memang wajar dilakukan oleh adik-kakak yang lahir dalam perut yang sama. Aku bisa gila karena pesonanya, teriaknya dalam hati.

“Ah, aku pulang dulu kalau begitu. Minna, oppa, annyeong!” pamit Seoyeon dan ia langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah Minna. Minna dan Key mengantarkannya sampai ke depan teras kemudian melambaikan tangan. Dalam hati ia merasa sedikit kecewa karena Key tak mengeluarkan kalimat ‘ Perlu kuantar? ’ padanya. Ya, ia berharap. Sayangnya dewi fortuna terlalu jahat untuk tidak mampir kepadanya hari ini. Tapi lain dengan bibirnya, bibirnya tiba-tiba tersenyum setelah membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika Tuhan membiarkan dirinya berduaan dengan pria pujaannya dalam satu mobil. Ia harus mempunyai stok kantung oksigen yang banyak ketika berdiam diri bersama Key, kalau-kalau ia sesak nafas. Atau mungkin ia membutuhkan sebuah topeng untuk menyembunyikan semburat merah yang tak diundang diwajahnya. Ia bahkan tak tahu apa yang harus dipersiapkannya ketika sedang bersama Key. Pria tampan yang membuat adrenalinnya terpompa diatas normal.

TBC~

P.S: Ada yang ngeh nggak kalau salah satu pemerannya diganti? Hehehe. Sengaja, sih. Dan nggak usah nanya kenapa. *emang ada yang nanya? Muahahaha*

Trus..udah bisa nebak kan 5 couple disini siapa aja? Ah pasti, lah. Kkk~ Dan orang yang berhasil nebak kelima couple dengan sempurna di MON DESTIN (Teaser) adalah..

YEORIN_TAEMINTS!!!! YEEEAAAHHH!! Selamat, yaa~ sini kita cium. Huakakakak. Tapi kamu katanya gamau jerawatan =___=. Yaudadeh hadiahnya kita ganti jadi..umm..nakor kamu apa? Kamu bakalan nongol di MON DESTIN (gatau di part berapa, mungkin di part 3?), meskipun sebagai cameo *dipasung*. ya gapapalah~ sebutin aja nakor ama bias kamu (except SHINee, ya~). Mmmuuuuuuaaaaahhhhh :*

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

67 thoughts on “Mon Destin – Part 1

    1. ujuh ujuuh
      komennya pendek banget.
      tapi gpp deeh~
      udah ngejadiin mondest sebagai ff yang ditunggu juga udah uhuy banget. huakakakak

      makasih, yah..
      yah alhamdulillah yah..

  1. 1st kah? Hya..knapa dedemitny bkn key..kn lebih cocok, yg cocok berkarisma ria tu si minho..tp gpp lah, ep ep ini tetep daebak
    oh iy yg diganti si minna kan?
    Next part y😀

    1. si minna gantiin yoora jadi main cast nya…
      hahaha😀 si iseul ada2 aja nih main ngambil2 dompet onew + ngaku2 jadi pacar onew…
      penasaran dengan hubungan key-minna yang lebih dalam (?)
      si hyorin jadi kayak buronan sama taemin. wkwk🙂
      minho ” DEDEMIT” mesum foto2 clna dlm hyejin. hahaha😀
      jonghyun disini belum muncul yah ? *celingakcelinguk*
      ditunggu part 2🙂🙂🙂

      1. IH KAMU HEBAT!! PINTERR!! MASIH INGET AJA AMA SI YOORA YANG DIGANTI JADI MINNA
        HUAHAHAHAHAHA

        iyaa
        si iseul mah masalah ginian aja akalnya bulus
        hubungan keyna? huahahaha
        ya hubungan kakak-ade aja gimana
        cuman ya si key agak overload gitu. huakakakakak
        si hyorinnya aja yang sok nolak2 si tetem😛
        iya. dia mah udah dedemit, mesum pula ==”
        iyaa..
        si jjong munculnya di part 2, tunggu ajayaa

        makasih :*

  2. aaaaa, layalnya ini bakalan seru banget…
    hehehe
    daripas baca teasernya aku udah tertarik sama jalan ceritanya:D
    keren keren! suka penyampaian bahasanya…

    1. Iya?? kamu suka? aigoooo…. terimakasih *Ditia, Lia, El, –> bow*
      Heum…. iya ditunggu aja ya sayang lanjutannya. masih pda sibuk dengan kesibukan masing” sih ^^
      Mkasih sdh comment disini🙂

  3. Akhirnya, keluar juga! Ini ff yg saya tunggu2.
    Waktu itu baca teasernya udah penasaran aja,
    soalnya kalimatnya keren-kerennn. Iri u,u
    kok bisa sih bikin kalimat2 kaya gitu?
    maap thor, kmaren saya tak komen di teasernya, karna ada sesuatu yg menghambat, hhe.
    Jadi disini komennya agak panjang. Hehe gapapa kan?😀
    2 words, NICE FF!
    Daebak lah pokok ee haha

    1. ah makasih udah nungguin nih ff yaa
      keren? masa? pas nulis cuman semedi jaga lilin doang kok hhi
      gwaenchna🙂
      iya gapapaaa. lebih panjang lagi malah semakin ajiiibbbbb
      makasih :*

  4. YEAH! UYEEEEEEEYYY!!! SAYA BENAAAAAAARR!!!
    nakorku Park Yeorin. bneran bkalan muncul? jincha? jincha?
    woaaaahh!!! gpp lah jd cameo, yg penting muncul…
    tp perannya org baik ya! *nawar*
    tapitapi.. bisaku ontae n aku ga bisa milih. trserah unni *sok kenal* aja deh pilih slah satunya😉

    pertamanya aku ragu2 itu dedemit key atau minho. tp trnyata tebakanku bner!
    emang dedemit bgt tuh si mimin! jd namja kok ya sopan bgt!
    btw, itu hubungan key ma minna tuh gmna sih? minna 17 kan? masa perutnya diusap-usap bgitu? hiiiiiyy…
    klo onew sperti biasa mnjadi namja yg patah hati… hahay!
    dan taemin… anak kecil yg sbenernya udh ga kecil… kekeke

    woaaahh! ni critanya seru sangat!
    ditunggu lanjutannya!🙂

        1. eh, tp kan disitu kyuhyun udh ada. klo gabisa kwangmin aja deh!
          maap bgt ya ini aku komen riweuh bgt berkali-kali, pdahal jd cameo doang. abis aku bcanya ga teliti sih, hehe😀

    1. mau dijadiin nenek lampir!
      huakakakak

      gak cocok ya si mimin jadi dedemit?
      banyak yang bilang cocokkan si key ni ah.
      tapi emang bener, sih. suami aku emg pantes ngededemit. huahahaha
      hubungan key ama minna yah..alhamdulillah yah..mereka kakak ade gitu yah..cuman dasar akunya aja yang lagi yadong pas bikinnya, jadi aja adekakak juga aku buat kayak gitu
      MUAHAHAHA
      oh si onyu biasanya jadi cowok yang pahat (patahhati)??
      hiihihihihi..kasian ih. tapi gak lama kok kasiannya disini mah
      NAH ITU DIA! aku juga benci sebenrnya ngebuat si tetem kayak gini. tapi mau gimana lagi. ini buat kepentingan cerita *ecieesokgaya

      iyadeh ntar ama kwangmin, yaa
      tunggu ajaa~

    1. Ihhh…,ga boleh ga boleh ga boleh. harus adil atuh scene antara yg satu dgn yg lain. nanti kalau Key dibanyakin, cast yg lain pada ngamuk sama sama kami (read: author) ^^
      Thanks for ur comment ^^

  5. MASYAOLOH THOOOORRRRRRRRRRRRRRRRR XDDDDDD
    TUHKAN TUHKAN …. AKU MENGGELINJANG LAGI *kaya tau aja arti menggelinjang*
    IHHH PART 2 MANA ???? MUSTI CEPETAN PART 2 NYA HAHAHAHAHAHAHAH ~

    ITU SI ISEUL KETERLALUAN BANGET YA😄
    BELOM KENAL AMA SI ONYU KAN ? WAAHAHHAHHA ~
    AYOLAH ONYU ITU MIRIP HYENA LOH ~ TEBAS TEBAS MUAKAKAKAK

    ehh itu cast nya kenapa diganti ?? ._.
    yaudah lahh pokoknya siapapun yg menjadi adik key saya terima😄 #apasihlu
    TAPI ENAK BANGET SI MINNA DI ELUS ELUS KEY !!!
    MAAAUUUUUUUUU MAUUUU .. IHH MAUUUUUUUUUUUUU *teriak dikupingminho*

    EBUSEH SI HYORIN MENGHINDAR MULU😄
    AHH NANTI TAEM AMA SAYA, DIA NYESEK LAGI MUEKEKEKEKEKE #abaikan
    itu dia adult games ama MIR ? ama tetem aja noh kekekekekkeke

    DAAAAAAAAAAAAAANNNN AUTHOOORRRR !!!!!!!!!!!!!!!!
    APA MAKSUD ANDA !!!! MEMBUAT UNDERWEAR HYEJIN KELIATAAAANNNNN ?????
    SAYA MALUUUU THOOOORRRR !! *nangis didada minho*
    wkwkwkwkwkwk
    EHH TAPI … MAU TANYA NAMA BLUTUT SI MINHO APANOH ??? minta donk .. mau transfer hatiku ke hati minho :3 hehehehehehehe ~
    hyejin, kamu tinggi donk sayaaang TT___TT

    AAHHHHHHHH SCENE MINJIN BANYAAAKIIINN XDD
    HYEJIN dan DEDEMIT JJANG !! HAHAHAHAHAHAHAHA

    ehem .. oke lanjut ke si key …
    SEOYEON SALTING .. IIII SEOYEON SALTING ~
    MUAHAHAHA
    BAGUS IH BAGIAN SEOYEON x) COCUIIIITTTTT ~
    KEY kasiaaaaannnn … sini key nangis ama akuuhh .. hiks ..
    TAPI KEY KETERLALUAN ! MEMBIARKAN GADIS ITU PERGI TANPA DIANTAR !!
    etapi mungkin key kagak punya bensin kaliyah muekekekekek #digampar

    POKOKNYA SAYA SUKAAAA PART INI …..
    LIA DITIA EL .. SINI SAYA CIUM HAHAHAHA ~😄
    LANJUTTTTT POKONYA ! GABOLEH KELAMAAN PART 2 NYA !
    DITUNGGUUU NEXT PARTNYA ~

    I LOVE YOU AUTHOR *ciumin bias author*

    wassalam

    1. Ampun DJ, sabar yaaaa part 2 entaran juga out
      Belom. Entar mereka juga pasti kenalan kok
      Emangnya si iseul ayaaam maen tebas segala ih

      Adalah alasannya.
      Benerrrr aku juga mau dielus2 sama key, apalagi kalo sampe dikawinin. MAU BANGETTTTTTT
      WHUAAATTT????? Taemin sama hyejin. Minho sama hyorin berarti. Setujuuuuuu
      Taem masih kecil, eonni, gaboleh diajarin sesat!!

      Alaaah yg udah biasa telanjang kotak(?) didepan mata kepala minho aja gak maluuu.
      Minhocaiyankhyejincelalucelamanya huahahaha itu di add bluetooth si elias, dijamin cintanya ngepending ke minho
      Gampaang, entar minho nyusuin hyejin tiap hari biar tambah tinggi

      Ah insyaallah dibanyakin, MinRin jjang!!! *ditendang

      Iyaa kebayang mukanya si seoyeon warnanya merah kayak underwear hyejin tuh haha
      Eh dia jedag jedug mulu kalo sebelahan sama key.
      Ogaaahh mending key nangisnya sama aku, dijamin entar dibeliin balon kok
      Makasih komennya kaksay
      I Love you too reader *cakar

  6. waachh ,, waacchh ,, seru2 …..
    minho kok jail banget sech dcini ,,
    key dan minho seperti bertukar jiwa ..
    tp kereeenn dhe ..
    lanjuutttt !!!!

    1. AHAHAHA…. Pembunuhan karakter sedikit gapapa, kan?😛
      Bosen ahh kalau Minho -suami saya tercinta- mulu yg berkarisma, kali” ya oppa saya gitu😛 (brrti aku…. ahh ya sudahlah lupakan)
      Heum… baiklah tunggu ya kelanjutannya ^^
      Thanks for ur comment🙂

  7. Wahhh… seru bangetttt
    Thor nnti key ama sooyeon aja,trus kyk’a kissmark’a si hyorin itu jonghyun yg cium yaa??
    #sotoybanget
    Part jangan LAMA-LAMA!! gk tahan soalnya seruuuu banget hehehe
    Author~~~ fightinggg
    ♥♥♥♥♥♥♥♥

  8. hoaaaa
    Onew ya
    Knp kisahmu agak menyedihkan ya T.T
    Itu minho otaknya gk beres ya aneh2 aj yg dftoin
    Hahaha
    Lanjutannya sgera ya chingu

    1. Onew begitu pas kan sama tampang polos nan sangtaenya??😛 (dibejek foundernya)
      Minho? ahahaha…. dia bosen fotoin aku mulu sih krn keseringan makanya cri suasana baru. hehehehe…
      sippo… tungguin kelanjutannya ya ^^
      Thanks for ur comment. annyeong ^^

  9. PART2 NYA GA LAMA LAMA YA. “mendingan nonton pertandingan bola suju vs snsd” hahaha, bisa kita wujudkan, haha. eeh~ iseul tau kan uang yg di ambil tuh dollar onew, ckckck, harusnya minta kembalian uang ke tuh tukang dagang, kan bayar pke dollar! sekian comment saya… dan HWAITTING THOR NGE PUBLISHNYA (?)

  10. daebakkk!!!! *tepuk2 bantal*
    gak tau knapa aku sneng pertemuan iseul ma jinki unik hehehe. . .
    kog dedemitnya minho?? kirain key hmm tapi kereeeeeen

    1. haduhhh.. bantalnya ga kesakitan apa itu ditepuk’ begitu? (?)
      ahaahaha…. unik soalnya nyolong duit kan tuh? ehehehe…
      wait for next part okay?
      thanks for ur comment ^^

  11. oala~ternyata dedemit itu minho to,.,…kirain sapa,wkwkwk..
    yang nikah ma yeoja laen tu jjong yah??soalnya dia sendiri yg lum muncul di part ini,…
    iseul brani amat,wkwkw,,xDD..tiba2 ngaku2 pacarnya jinki trus ngambil uangnya, ._.v
    aq tgu part 2.a,,seruu>.<,,jangan lama lama yah,😉

    1. iya dasar itu si Minho -suami saya tercinta-
      heum… siapa ya? siapa nih? pokoknya tunggu aja ya sayang ^^
      ok. ditunggu next partnya ya?
      thanks for ur comment ^^

  12. wewwww,
    itu inseul, bakat bener cari masalah yak…hehehheee

    wait..wait…
    itu minho poto underwear…??
    Kyaaaaaa … >OOO<

    Muaacchhhh….*cipok semua authornya dech, biar semangat ngelanjutinnya lagi…
    babaaaayyyy, di spam saiiaa part selanjutnya..
    hahahahah😀

    1. si iseul emang berbakat dalam mencari masalah
      huahahahah

      ih miss pasti mau ya difoto2 gitu celana dalemnya ama si mimin?
      hahahahangakuajaamissss

      makasih, miiiiiisss :*

  13. pembukaannnya beeerraaattt …. alis akuu keritiing bcanyaa .. wkkwkwkw .. *apa otak aku yg tak sampai?? ekekkkeke .. :p

    kheemm ..
    pembukaannyaa sama iseul yaahh ???
    *tistaaa naha iseul kya gitu sifatnya ??? gga reellaa ttaaooo !!
    jngan bilang klo iseul bkalan jd sosok penggantu hyena ? *bener yah itu namanya ???

    key pnya pnyakit sister compleks yah ??? intim bnget ih sma minnah ..
    tapi maulaah klo pnya oppa kyak dia .. *apalagi SUAMI ?? eehh dia mah udah jdi suami aku ket . kekekekekk ..

    minooong …
    subhanallah dirimuu …
    bagi doongg fotonya ???
    wkakkakakk …
    bentuk kelincinya kya gmna siih ?? jdi pnasaran .. hoooohoo ..

    taemin ama jjong belom dteng sepenuhnya yaahh ??
    tae cuma nama doang ..
    jjong malah sama skali gg ada .. *klo gg salah baca …

    L to be A to be N to be J to be u to be T .. LANJUUTTT !!!!!

    1. huahahahaha
      masya ah??

      malah si hyena yang bakal jadi pengganggu si iseul
      atuh da bingung mau ngebuat karakter dia kayak gimana😦

      ADEEEEEEEUUHHH
      SYIRIK AMA SI MINNA
      HAHAHAHAHAHA

      eyy
      ternyata si fonso..
      beuki cangcut cewek..

      iyaa..si jjong emang belom ada. ntaran di part 2

      OKEEEEEEEHHH
      MAKASIIIIIIIIHH :*:*

      1. oohh dia yang bakalan jd pngganggu iseul ..
        dedeeuuhh ..
        sini sama aku dimusnahkan saja .
        biar gg ada yng ganggu hubungan mereka .
        kekekek ..

        IYAAAHH!!
        MASA SUAMI AKU MAEN SAMA ADEKNYA SENDIRI SIIHH???
        GG IKHLAASS!!!

        eehh ..
        buat majalah porno akuu tistaa .
        kekekek ..
        kya yg gg doyan jugaa ahh tista ..
        hohohohooh ..
        kita kan berkomploot .
        ahahha ,

  14. WOAHHH minho sumpah.. image dia sungguh buruk klo kelakuannya ky gitu. ampun.
    Jinki.. keren. jangan sampe ke sambet ma orang ga jelas kaya gitu.
    Author (ada bnyk kan ya..bingung mau nanya ke siapa.)
    jadi Mon Destin itu artinya apa? keseluruhan ceritanya nyeritain apa?kk~~ kasih tau lah. ne ne ne..^_^ gomawo

    1. KYAAAAAAAAAAAAA
      ADA TEMOT
      EH TEH MAMOT MAKSUDNYA
      HUAKAKAKAKAK

      jadi inti dari mon destin itu adalah..
      kami juga gatau
      huakakakak
      gado2 ajasih
      jadi nyeritain ttg love story dari mereka bersepuluh gitu, teh
      ehehehehe

      makasih yaah :*

  15. huahahaha itu bahasa yg pertama2nya berat euy, aku ampe ngulang2 jg gak ngeh/plakkkk
    kerenlah bahasanya🙂

    ahahah itu si iseul berani bgt ckckckc
    wiiihhh asyekkk euy si minna perutnya di elus2 sama si key muahahahah
    lagi lagi dong ahahah
    aihhh key sayang bgt sama minna hehehe
    wkwkwkwk itu si hyorin knpa di kejar2 sm taemin hahah punya utang ya*di tabok ditia
    wihhh hyorin udh tau adult games muakakak sapa yg ngajarin hahah
    huaaaa suami ane minho knpa jail amat!!!!!
    gak puas ya ngeliat pnya aku aja/plakkkkk

    lanjutkan!!!!!
    pengen baca si minna di sayang2 sama key muahahhaha

    1. eh iyaaa, pas pembukaan aku lg galau berat, makanya bahasanya ngelantur hahah
      hadeh, kayaknya mina surga banget disini jadi adeknya key yaa, mustinya jadi pembantunya aja. adeuh si eonni mah pedee, key bukannya sayang minna, tapi itu dipelet sampe mau begituan.

      *nabokeonnie
      iyaaa si hyorin emang punya utang sama taemin. utang cinta hhi
      yang ngajarin kan eonnie. siapa yg ngajarin hyorin jadi obok hayoo
      enggaak, eonni kurang menggairahkan buat minho.
      ah makasih eonnie :*

  16. ISEUL! KNAPA ITU.. IH! ITU KAN DUIT BUAT JATAH BLANJA AKU(?)! KNAPA NGMBIL SEENAKNYA, SIH?! *seret Onew* #dihajarmassa

    YA, EOMMAA! YA APPAAA! MINHO-DEDEMIT MESUUUM! *treak2 ala Hyejin* #plakk
    Minho.. Ente gk ada krjaan bner, deh. Foto2 underwear orang =..= Tapi kyak.a ada kamsud(?) trselubung nih dia ngancem2 gitu..
    Ih itu lagi isi diarynya bikin ngakak.. Hahahah~

    Rin Rin Rinnie~ ASTAGHFIRULLAH HALADZIIIM.. Adult games?! Tobat Rin, tobaat.. Udh mau bulan puasa nih, tnggal ngitung hari.. *apaan sih lu?*

    Jjong blom nongol, ya? *clingak-clinguk*

    IH NEXT PART DITUNGGU BANGEEET!! KALO BISA INI DIPUBLISH TIAP HARI AJA!! #dilemparpopcornseblog

    1. hahaha iyaa, itu kan duit buat beli ayam sekarung buat onyu. maafkanlah si iseul
      em apa yaa, maksud terselubungnya, adadeh

      iyaa eommaaa. hyorin udah tobat kok. gamau adult games lagi. tapi NC boleh yaa haha
      part 2 ada jjong kok eon, tungguin yaaa
      hahaha doakan kami.
      makasih komennyaaa :*

  17. Ini dia cerita yg selama ini kucari” akhirnya sesuai jg dngn seleraku. Kesan pertamanya adalah WOW…d^o^b
    Onew natap pohon, soalnya aku ada disana lg gelantungan makan pisang(?)…
    Thor, yg pake kacamata seoyeon bukan?
    Hmm… Sepertinya minho kini berbeda dari biasanya. Minho jd tdk berkharismatik dimata para yeoja. Kini gelarnya diambil ahli oleh key. Sepertinya peran mereka tertukar thor?
    Oh, ya jjong blm muncu,,, kurasa dia akan bergelar menjadi badboy lagi disini…hmm…*nebak.
    Thor, aku akan setia dengan ceritamu ini. Aku suka gaya menulismu yg santai dan ngalir…
    Fighthing chingu, , , d^o^b… Daebak!!!

    1. ah alhamdulillah kalo ada yang nyari nih cerita deh
      bukan, onyu natap pohon soalnya ada kuntilanaknya disana
      iya,yg pake kacamata si seoyeon, mau jadi fansnya?

      iyabangettt kayaknya si minhokey bertukar jiwa disini, semoga suka yaaa
      iyaa makasih, kami juga bakal setia mencintai reader ini hhi

  18. ‘Otot tubuh Key terbentuk sempurna untuk menerima pukulan enteng Minna’ HUAKAKAKAK. Ngakak salto baca tu kalimat😄

    Oiya. Aku mau tanya lg, siapa tuh yg bikin paragraf pembukanya? Keren bgt. Aku suka, aku suka.

    Trs, trs. Jangan2 yg bobo ama Jjong waktu di teaser itu Minna ya? #sotoykumat

    Cpt dilanjut, ya. ASAP, ok😀

    1. hahaha, ngelawak ya bahasanya
      paragraf pembuka? kayaknya aku sih, kalimatnya ngelantur abisan etapi makasihlah kalo eonni sukaa, cium nih :*

      em bener ga ya bener ga yaa, stay tune ajaa. entar juga dapet jawabannya.
      makasih eonnie :*

  19. HHWWEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!

    APAAA APAAANNN IIIIITTUUUUUUUUUU SSSSSSIIIII KKKKKKKEEEEEYYYYYYYYYY????
    KALO MAU NGELUS” PERUT CEWE,, NGELUS PERUT AKU BOLEH KOO!!
    KNPA MSTII PERUT ADE’NYAAA??
    KENAPA GAK PERUT AKU AJJAH?
    KENAPA THOOR?? KENAPAAAA???
    #gonjreng

    hadeeeuuuuuhhhh,, iseul iseul,,
    niih aku kasih lah uang mah banyak..
    buat bayar tuh makanan seribu cukup gak??
    wkakkakkakakka,,
    sii onyu bagaikan tersambar petir disiang bolong didatengin sii iseul,,
    kasiaaan,,

    MMINNHHOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!
    ahahhahahhaaaa kamu bikiin gemeeessss deeeehhh!!!!
    *nyingsatin rok

    thor thor,,
    ni ff lanjut cepetan yaaaaa!!!
    hahahhahhah

    dadaaaaaahhhh *kibas rambut

  20. wakakaka,lucu adegan minho dan hyejin
    kayak penguntit LOL
    hahahaha
    huh, mau jadi minna. kapanlah oppaku seperti key*tidak akan pernah kali*
    kekeke
    lanjut thor, tapi aku lebih menanti yg taemin hyorin sih
    kayaknya complexnya ribet deh
    tapi onew juga, rada sedih jadinya
    aku baca part 2 dulu ya thor

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s