A Year Love Story Part 1 : In the Beginning of February [1.2]

A Year Love Story

{NC-17} Part 1 — In the Beginning of February 1.2

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Ahra and so many others ……

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance, No Children

Length             : Sequel/ ??? (More than 10 maybe)

Rating             : {NC-17} NO CHILDREN!! WARNING!!

Summary         : Pertemuan antara Chaerin dan Onew secara tidak sengaja telah terjadi di Dongdaemun Market. Apakah takdir akan mempertemukan mereka kembali? Dan dalam situasi seperti apa? Akankah semua mengubah sesuatu yang mustahil menjadi mungkin?

A/N                 :  bagian ini ada sedihnya dan ada juga yang menuju ke arah dewasa (dikit kok?) …… So, bagi yg UNDER AGE … maaf yach?? (*gomenasai, sambil deep bow). Dan lagi, author tidak terbiasa menulis dengan bahasa gaul ataupun sebangsanya. Finally, kalo baca keep cool your head, heart and mind! Baca sendiri aja ya?????

~ ~ ~

*J* Quotes:

♥    ‘When you love someone, all your saved-up wishes start coming out – Elizabeth Brown’

♥    ‘If you love someone, let them go. If they return to you, it was meant to be. If they don’t, their love was never yours to begin with …’

♥    Hana eonni said ‘Cemas akan kegagalan adalah tanda tak siap. Niat, usaha dan proses adalah tahap yang patut dilalui. Kegagalan bukanlah aib tapi itu pembelajaran. Semoga selanjutnya, tak pernah terjadi kegagalan itu kembali’

~ ~ ~

*J* Chaerin POV

Still in winter, a two weeks later …

“Umma, … aku berangkat dulu ya?” aku berteriak saat menuruni tangga, tergesa-gesa.

“Ne, be careful sweetheart and … enjoy your day” jawab Umma dari dapur.

“Ne” potongku sambil memakai kaos kakinya yang bermotif Pororo berwarna biru.

“Oh ya, … jangan telat pulang ya?” pesan Umma.

“I can’t promise that, Mom. Ehm, … ntar aku coba minta ijin ke restoran dulu” selaku.

“Sweatheart, … ?” desah umma pelan.

“I’ll try my best, wish me luck” jawabku.

“Ok honey … Ka” kata Umma saat mengambil sepatuku dan memberikannya.

“Oh, … I almost forget it” aku berlari kembali ke meja makan mengambil lunch box-nya yang hampir saja ketinggalan.

“Ehm, … don’t hurry dear” gumam Umma sambil berkacak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Mianhae, … love you Mom. Ittekimasu” aku mencium pipi Umma-nya.

“Itterasshai” jawab Umma.

Di otakku sekarang … ‘Jangan sampai Raena teriak lagi gara gara dia terlalu lama menungguku …’

~ ~ ~

At school …

Huuffttt ……

Hari ini adalah hari terakhir ujian praktek semester 5 (*kalo di Indonesia kelas 3 semester ganjil semester depan mau lulus). Apakah aku akan bekerja atau kuliah nantinya? Akupun merasa bingung dengan apa yang harus kupilih, …

Tapi, bekerja … itulah satu-satunya solusi dari masalah keluarga kami. Setalah Umma diceraikan Appa dan dipulangkan dari New York ke Korea, Umma hanya bisa bekerja seadanya. Membuat pesanan kue dan masakan diwaktu senggang, sedangkan aku harus menjadi pelayan di restoran temanku, Raena, setelah pulang sekolah. Itupun hanya seminggu tiga kali saja.

Beberapa bulan terakhir ini, Umma agak tidak sehat. Aku takut terjadi sesuatu denganya, karena Umma tidak pernah membahas penyakit yang di deritanya selama ini.

Ya Tuhan, … haruskah Umma-ku hidup pas-pasan seperti ini? Haruskah aku tak kuliah? Kenapa Appa jahat pada kami? Itu semua karena wanita itu, …

Ya, … wanita berambut sebahu, yang merupakan cinta pertama Appa sebelum menikah dengan Umma. Tapi, …

Ada apa dengan Umma hari ini? Tiba-tiba saja dia memintaku untuk libur dari restoran? Apakah ada sesuatu yang disembunyikan Umma ya?

Aiiissshhhh, … makin memikirkannya makin besar rasa penasaranku.

~ ~ ~

Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankeum

Jungmal geudaeneun naega saneun eeyuin geolyo

Geudaereul aju mani geudael michidorok anajugo shipeo

Ajik mani ppareungeojyo geureongeojyo

Hp-ku berbunyi …

“Yoboseyo, …. what do you want from me …” teriakku.

“Chaerin-ah!”  suara seseorang dengan pelan. L*

“MWO!” teriakku semakin kencang.

“Lima menit lagi masuk. APA YANG KAU LAKUKAN! BERDIRI DIDEPAN GERBANG! BENGONG LAGI!” tiba-tiba Raena berteriak padaku …

Dengan setengah sadar aku menengadahkan kepalaku lalu menatap Raena yang ada di lantai 2 sambil melambaikan tangannya. Aku tersenyum padanya, …. ya …. pada sahabatku. J*

“Mianhae, … kepalaku agak pusing nih” jawabku sambil memegang pelipis yang sedari tadi kupijat pelan sembari melepas kacamataku.

“Weniriseyo?” tanyanya.

“Molla? Just …” mataku mulai buram, tanah yang kupijak mulai terasa bergerak pelan lalu …..

Tiba-tiba badanku terhuyung tak jelas arahnya dan …

“OK! Come here and I’ll take you to the clinic” Raena menutup hp-nya segera berlari menyusulku ke bawah. Seketika dia mengapit lenganku dan ditariknya aku pelan-pelan ke klinik sekolah yang terletak di sebelah kanan tempatku berdiri tadi.

Sebentar kemudian, kami berdua sudah sampai di depan pintu klinik kesehatan sekolahku tapi, …

Kenapa pusing ini tidak hilang, rasanya seperti dicengkeram ribuan tangan yang terus memukul-mukul kepalaku. Ada ribuan paku kecil terasa menancap bersamaan. Apa ini mau kiamat? (*HEH??).

Aku bahkan sudah tak ingat lagi, sakit kepala ini sudah yang keberapa kalinya kurasakan. Aku berjalan agak terhuyung, ….. lagi …

“Wooooo, ….. gotcha. Kwaenchana?” tanya nya sambil membukakan pintu klinik.

“Ne, gomawo” kataku tanpa berani menatap matanya, …

Untunglah Raena secepat mungkin memapah tubuhku yang mulai limbung. Aku berusaha menyeret kursi kecil di pojok untuk duduk saat Dokter sekolah mulai memeriksa tekanan darahku.

~ ~ ~

*J* Raena POV

At school clinic …

“Chaerin-ah, …” kupegang pundaknya.

“Ehm, …” jawabnya pelan … tanpa berani memandangku.

“Tell me something” kataku kemudian.

“Mwo?” dia tetap menunduk.

“Sudahlah, … istirahatlah disini. Nanti saat pulang, kita harus bertemu lagi ada sesuatu yang mau aku katakan padamu” pintaku padanya.

“Araso. Gomawo” katanya kemudian.

Dia berbaring di klinik, memunggungiku, tanpa berani menatap mataku, tanpa memberiku penjelasan yang pasti …

Apa yang terjadi dengannya??? Akhir-akhir ini sahabatku itu sering mengeluh pusing, berkeringat dingin, dan mulai gampang lupa …

Haruskah aku memaksanya untuk jujur padaku? Sebagai sahabat, aku tahu setiap gerak geriknya, tak sesuatupun yang dapat disembunyikannya dariku selama ini, … selama 3 tahun ini.

Ottohke??? What should I do???

 

Wa chagapda chagapda, eoreumdongju osyeotda

Hajiman sexy

Ada sms masuk …

To me: Apa kau kenal yang punya no hp ini?

Inikan, … no hpnya Chaerin yang hilang?

From me: Ne, dia yeoja chinguku. Nuguseyo?

Balasku kemudian.

 

To me: Kau nanti akan tahu. Beri tahu aku dimana kalian. Akan kuantarkan hp ini nanti.

Orang itu minta alamat sekolah ini. Bagaimana ini?

 

From me: Korean International School, jam 2 siang.

Balasku lagi J*

 

To me: Baiklah tunggu aku di parkiran.

Jawabnya singkat.

~ ~ ~

*J* Chaerin POV

Ya Tuhan, maafkan aku????

Aku harus menutupi semua ini dari sahabatku, sahabat yang selalu mendengarkan keluh kesahku, yang selalu menghapus air mataku, yang selalu mengusap punggungku, yang selalu menyediakan waktunya dan menjadi yang pertama tahu tentang apa saja yang terjadi padaku dan Ummaku …

Raena, … mianhae … chongmal mianhae …

“Chaerin-ah?” sapa Dokter Jung membuyarkan lamunanku.

“Ne, …” jawabku sembari menoleh dan bangun dari tidurku.

“Apa kau sudah mengatakannya pada Umma-mu atau bahkan Raena-ssi?” tanya Dokter Jung.

“Ehm, … aku tak berani … maafkan aku?” aku menggeleng pelan, kemudian menunduk dan menutupi wajahku dengan kedua tanganku. Tak terasa air mataku menetes … dibalik kacamataku.

Ya tuhan, … apa yang harus kulakukan …..

“Chaerin-ah, … ini bukan main main hanya …” Dokter Jung berhenti dan tidak meneruskan kata-katanya, dan …

“Hanya apa, Dok?” aku merasa penasaran, penasaran tentang kaka-kata yang akan diucapkannya kemudian.

“Kau, … harus ada seseorang yang berada disampingmu, menemanimu. Kau tak bisa berfikir berat, kau… kau…” Dokter Jung berhenti berkata, … dia menunduk, bersimpuh dihadapanku, matanya berkaca-kaca … Aku bingung, apa yang mau di katakannya?

“Jika kau membiarakan dirimu seperti ini, kau akan kehilangan memorimu sedikit demi sedikit. Aku akan berusaha mencari informasi untuk operasi, kau tidak usah memikirkan biayanya dulu. Kau …”

“MWO? Operasi? Tidak tidak, bagaimana mungkin? Aku … Umma … tidak akan mampu membayarnya …” aku tidak percaya pada apa yang baru kudengar. Memoriku akan hilang …

“Kau punya waktu 3 bulan sayang, setelah itu kau akan sedikit demi sedikit melupakan apa yang baru kau lakukan” kata Dokter Jung kemudian.

“Tapi, … bagaimana aku bisa?” tanyaku heran.

“Sekarang istirahatlah, aku akan menemui gurumu di kelas untuk menyampaikan ijinmu. OK” pintanya.

“Ne, gomawo Dokter Jung” sahutku sembari kembali berbaring.

Mengapa rasa pusing ini semakin sering kurasakan?? Tapi, bagaimanapun, aku harus tetap terlihat sehat dan tegar demi orang yang kusayangi.

Demi Umma dan Raena.

~ ~ ~

In front of Chaerin’s class …

*J* Dokter Jung POV

Ya Tuhan, …

Mengapa nasib gadis itu sangat menyedihkan …

Apa yang harus kulakukan …

O …! Akan kucoba ini, semoga …

“Yoboseyo, Dokter Jung-imnida. Bisa saya berbicara dengan Tuan Lee”

“Ne, ini aku sendiri Jung, ada apa? Tumben pagi-pagi kau menelfonku?”

“Cheongsonghamnida, Tuan Lee. Apakah Anda punya waktu pas waktu makan siang nanti?”

“Kau mau menemuiku ya? Ok, … jam 1 di restoran seberang kantor ya?”

“Gamsahamnida Tuan Lee. Annyeong hasimnikka”

“Ne, annyeong”

Akhirnya, …

Aku harap Tuan Lee bisa membantuku saat ini. Aku tak punya jalan lain, walaupun aku tahu kalo kemungkinannya kecil. Bukan karena dia adalah Bos-ku tetapi ini lebih untuk kemanusiaan.

Ya, … untuk seorang gadis yang mengagumkan tapi malang nasibnya.

~ ~ ~

*J* Tuan Lee POV

Tumben tumbennya Jung menelfonku, … ada apa ya??????

Tidak biasanya dia seperti ini, nada bicaranya sangat serius, nafasnya tidak beraturan sehingga aku bisa tahu kalo ada yang disembunyikannya dariku.

Apakah terjadi sesuatu padanya atau … dia ada masalah yang sangat pelik …

~ ~ ~

*J* Raena POV

Aku harus segera menemuinya….

Dimana dia? Apakah di tempat biasa? Oh, … itu dia.

“Chaerin-ah, kau sudah lama menungguku?” Saat kutatap matanya, ya tuhan … dia sangat pucat sekali …

“Apa kau sudah baikan, …?” tanyaku padanya.

“Ehm, kwaenchana” jawabnya pelan.

“Aku akan mengantarkanmu pulang, tak usah mampir ke restoran” sahutku.

“Tapi, … “ sergahnya kemudian.

“Don’t try to push me …!” kataku memaksa.

“Anio, ….. hajiman …” selanya lagi.

“Kajja!” aku segera menarik tangannya dan …

“Tunggu Chaerin-ah, tadi ada orang yang kirim sms padaku. Katanya mau mengembalikan hpmu. Sekarang dia menunggu di parkiran” kataku.

“Chongmallyo?” jawab Chaerin riang. Aneh, kan sudah hampir dua minggu lalu hp ku hilang, mengapa tiba tiba ada yang mengembalikan??

Wa chagapda chagapda, eoreumdongju osyeotda

Hajiman sexy

“Ha, ini sms-nya” sergahku.

To me: No, odiga?

Tanya orang itu.

 

From me: Kami ada di dalam Hyundai Equus merah sebelah kanan gerbang. No?

Tanyaku kemudian.

 

To me: Sebentar lagi aku sampai dan langsung disebelahmu.

Jawabnya singkat.

Tak lama kemudian ada mobil BMW M3 Silver yang … hwaaaaa ♥ ♥ ♥ … mewah sekali … langsung berhenti disebelah mobilku. Si pengemudi membuka jendela mobilnya, berpindah tempat kesebelah kanan dan langsung menyerahkan hp itu padaku.

Dia memakai jaket kulit hitam, berkacamata hitam, bersyal coklat yang melingkar dilehernya dengan sempurna dan rambutnya dicat bersemu pirang kemerahan. Seperti?? ♥

“Mian, aku tergesa gesa. Lain kali hati-hati kalo jalan” katanya sembari memutar mobilnya langsung dan membuatku bengong. Kyaaaaaaaaaaa …….

“Raena-ya?” tanya Chaerin kemudian.

“Heh! Ada apa?” jawabku tanpa menoleh sama sekali.

“Tutup mulutmu, banyak lalat” katanya sambil terkekeh. J*

“Ehm, … mian. Kayaknya aku baru bertemu Onew-nya SHINee dech?” kataku (*PD amat ya??).

“Dimana?” sahutnya.

“Barusan, … yang naik mobil silver tadi?” kataku.

“Kamu mimpi atau kesambet? Mana mungkin?” katanya (*kesambet? EMANG!!).

“Iya, ya …? Aku lagi sarap kaleeee” jawabku ikut terkekeh. J*

“Nih hp-mu. Kita pulang sekarang ya? Kajja!!” teriaknya senang. J*

~ ~ ~

That afternoon, at the restaurant …

*J* Dokter Jung POV

“Annyeonghaseyo Tuan Lee” sapaku padanya.

“O, annyeonghaseyo Jung. Ayo duduk” sahutnya singkat.

“Ne, gamsahamnida” aku menjawab sembari mengambil duduk disebelahnya.

“Weniriseyo?” tanya Tuan Lee

“Cheongsonghamnida, Tuan Lee. Merepotkan Anda. Apakan Anda punya waktu mendengarkan cerita saya?” tanyaku.

“Kwanchana. Tell me …” jawab Tuan Lee.

“Begini … “ akupun memulai menceritakannya.

Tak terasa sudah 20 menit lebih aku menceritakan hal tentang Chaerin dan apa yang menjadi dilemaku selama ini. Sebenarnya, antara aku dan Tuan Lee ada kepentingan yang sama, kepentingan yang tidak akan merugikan kami dalam hal apapun.

Tetapi, … apakah Tuan Lee akan menyetujui segala usulanku????

“Jung, … kutunggu kau dan gadis itu Sabtu nanti disini. Jangan katakan apa-apa dulu padanya. Aku akan mempertimbangkan sesuatu terlebih dahulu. Oh ya kabari aku kalo kau sudah sampai nanti”

“Chongmallyo? Hwa … gamsahamnida Tuan Lee” sahutku dengan senang.

“Sudahlah Jung, terkadang kita harus keluar dari aturan sesekali” katanya.

“Hajiman, bagaimana dengan Nyonya Lee? Lalu sekolah Chaerin?” tanyaku kemudian.

“Itu bagianku Jung, istriku yang sebenarnya menginginkan hal itu. Jadi, kau tak usah terlalu khawatir”

“Kalau begitu saya pamit dulu Tuan Lee, saya harus kembali kembali ke klinik. Sudah waktunya jadwal siang berjalan” pamitku padanya.

“Ne”

“Hanbondo, chongmal gamsahamnida. Annyeonghasimnikka” kataku sembari membungkukkan badan dan berpamitan.

“Chonmaneyo Jung, annyeong”

Akhirnya, … aku mendapatkan solusi dari semua masalahku ini. Ya tuhan, betapa beruntungnya Chaerin. Semoga apa yang Tuan Lee rencanakan memang sudah menjadi nasib baik Chaerin.

~ ~ ~

That night, at Mr. Lee private house …

*J* Tuan Lee POV

Aku dan istriku sedang menikmati makan malam. Hari ini memang aku sengaja pulang lebih awal untuk membicarakan hal yang kubahas dengan Jung tadi siang.

“Yeobo, aku tahu kau ingin membicarakan sesuatu padaku kan?” kata Nyonya Lee

“Bagaimana kau tahu? Aku belum berbicara ataupun mengatakan sesuatu padamu kan?” kataku.

“Sudahlah, aku kan istrimu. Sudah lebih dari 25 tahun mendampingimu. Bagaimana aku tidak akan hafal dan tahu gerak-gerik suamiku sendiri?” katanya.

Istriku mengerlingkan sebelah matanya sambil mengambil segelas air putih yang kemudian diteguknya pelan-pelan. Wow, … daebak!!!! Selama ini kukira hanya diam dan selalu setuju pada hal yang kulakukan.

Ternyata …????? Dia juga ahli membaca pikiran!! (*cenayang kaliiiiii???)

“OK! You win! Selesaikan dinner kita dulu, lalu bicara di ruang kerja” ajakku padanya.

“OK honey, I’m finish. Kajja” Kami pun segera pergi ke uang kerja yang berada di dedan ruang makan, setelah kami masuk dan menutup pintu, terjadilah pembicaraan yang serius antara aku dan istriku.

Setelah 15 menit, akhirnya …

“Yeobo, aku akan berbicara dengan Jinki. Kau tahu kan, … kau agak menakutkan baginya???”

“Araso, … dia memang sepertimu, manja dan agak kekanak-kanakan. Tapi sama cakepnya kan denganku??” kataku pada istriku ini.

“Aih, … kau bisa saja. Tapi kurasa, lebih cakep Jinki, nae yeobo ♥ ♥!!”

“Kau …???”

Aku tidak bisa menahan tawaku karena godaan istriku ini, ya … Walaupun kami dijodohkan dan menikah tanpa cinta, tapi dia sangat pintar segalanya. Pintar memasak, mengambil hati, merayu, menggoda, dan melayaniku. Dan itulah yang akhirnya membuatku jatuh cinta padanya …

Kuharap Jinki bisa mendapatkan wanita seperti dia, Umma tercintanya.

Bagaimana dengan Jinki ya???? Na do molla!

~ ~ ~

Almost midnight, at one place …

*J* Ahra POV

“Honey, I miss you …” kataku padanya.

“Ehm, me too” jawabnya singkat, masih dengan tampang yang dingin. Seketika aku bangkit dari tempat dudukku dan menghampirinya.

“Kau seharian tadi kemana? Aku menelfonmu terus, tapi … kau tak menjawabnya” tanyaku sambil mendekatinya yang sedang duduk disofa.

“Mianhae, aku sama member lain sedang belanja di DDM. Coz minggu depan kami butuh kostum untuk MuBank” jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari hp-nya sedari tadi.

“Kau pasti sangat lelah? Kupijat yach?” aku melepaskan highheels yang kupakai kemudian merangsek naik ke sofa dan memutar badannya yang memunggungiku. Dia mulai bereaksi, menaruh hp-nya dan kemudian memandangiku terheran heran.

“Wae? Ada yang aneh?” tanyaku padanya.

“Ani, tumben kau mau memijatku. Pasti ada maunya ya????” sahutnya sambil tersenyum.

PINTAR! Aku memang ingin meminta sesuatu padanya, tapi … aku takkan terburu buru.

“Ah, kau? Aku takkan meminta sesuatu padamu tapi, … kalo kau ingin membelikanku sesuatu, aku tak akan menolaknya??” kataku.

GOTCHA! KENA KAU ONEW!!

“Same purpose in different ways, honey” katanya kemudian. Aku tak ingin ada perdebatan malam ini, padahal hari ini keberuntunganku bisa berduaan tanpa diganggu dengan member SHINee yang lain.

Aku memang sengaja mengajak Jinki ke apartemenku malam ini. Mungkin, … aku akan sesuatu yang tak akan diduganya malam ini …

~ ~ ~

Then …

*J* Jinki POV

Tanpa kusadari …

Ahra sudah memijat punggungku, diatas ranjangnya yang sangat empuk. Dia tak perduli walaupun aku bertelanjang dada dan tanpa sungkan dia terus memijatku …

Sebenarnya, pijatannya lumayan nyaman kurasakan. Tiba tiba …

Tangan Ahra mulai mengarah ke dadaku … Lalu … dia membalikkan tubuhku.

YA TUHAN! Dia memakai lingerie merah muda yang transparan, hingga bra dan underwearnya terlihat membungkus sempurna tubuhnya. Walaupun ini masih musim dingin, tiba tiba hawa ruangan ini terasa seperti musim panas saja.

“Apa yang kau lakukan?” tanyaku padanya dengan setengah melotot.

“Sudah diam, rasakan pijatanku saja ya?” jawabnya.

Dadaku semakin berdebar debar, jantungku terasa mau meloncat ketika Ahra mulai mencondongkan tubuhnya keatas dada bidangku (*HEH??). Wajahnya mulai mendekat … seketika, tangannya langsung meraih kepalaku, semakin dekat …

Secara tidak sadar, akupun seketika mulai memutar kepalaku, mataku tetap terbuka …

Dan akhirnya bibir kami bertemu dengan sempurna …

Bibir kami mulai bergerak sesuai alur, lembut dan semakin dalam …

“Emmppph …” desah Ahra.

Aku semakin terhanyut  dengan permainan bibirnya …

Ya, … bibir Ahra yang lembut, bersemu merah, hangat dan … ingin sekali aku menggigitnya. Tak terasa, lidahnya mulai masuk lebih dalam ke rongga mulutku …

“Emmpphh … emmpphh … emmpphhh …” desah Ahra semakin tak terkendali. Ahra pun semakin leluasa mempermainkan lidahku dan, … dalam hitungan ketiga …

AHRA MELAPASKAN LINGERIE YANG DIPAKAINYA …

“Wooooo, … tunggu! Apa yang kau lakukan?” tanyaku sembari berusaha melepaskan ciumannya.

“Sudahlah … kita teruskan ya???” jawabnya. Ahra melanjutkan sesi penciuman yang sangat … panas, bersamangat dan menggebu- gebu tadi, yang sempat terhenti oleh ulahku …

Kini hanya tinggal bra dan underwearnya yang masih tersisa membalut tubuhnya …

Tubuhnya yang halus, harum dan seksi …

Tanpa kusadari, kedua tangannya meraih tanganku meminta untuk membelai punggungnya, kemudian menuju perutnya dan … semakin naik keatas … menuju … buah dadanya tanpa melepaskan bibirnya dari bibirku.

OH MY GOD, apa yang akan terjadi nanti …

Sesungguhnya, aku mulai semakin terhanyut oleh permainannya …

Tapi aku mulai merasa takut, takut kalo aku melanggar janjiku sendiri.

AKU TAK KAN BERCINTA KECUALI DENGAN ISTRIKU!

Lalu … tangan Ahra mulai meraba celanaku, membuka resletingnya, mulai menyentuh juniorku dan …

JoJo! seulpeun eumagi heureul ttae neol saenggakhae

JoJo! janinhan neoneun wae jiwojiji annnyago

“Yoboseyo” jawabku J*

“Hyung, kau dicari Manager Hyung. Dimana kau sekarang?” teriak si ‘Baby’

“Heh, …. iya. Mwo?” jawabku.

“Pokoknya, CEPAT KE DORM SEKARANG!” kata Taemin agak berteriak padaku.

“Mian, aku dalam perjalanan ke dorm. Kidariseyo?”

Huuufffft, … aku merasa terselamatkan oleh telefon dari Taemin-nie. Jika tidak, … aku sudah ternoda malam ini! (*sama siapa bang?? Author mau pingsan nih??)

“Honey, mian. Aku harus kembali ke dorm sekarang” kataku. Seketika itu aku bangun dari tempat tidur Ahra, membenahi celanaku dan memakai kemejaku kembali.

“Aisssh, … mengapa mereka selalu mengganggu kita? Aku kan juga ingin berduaan denganmu” katanya manja, sangat manja dan membuatku merasa (sedikit??) bersalah L*

“Neil, chonhwa halkoeyo?. Sweet dreams Baby” sahutku sambil mencium keningnya selembut mungkin dan keluar (*Baby? Author gak terima!!! #PLAK).

~ ~ ~

*J* Ahra POV

Sialan ……

Jinki …..

Malam ini memang belum berhasil.

Jadi, masih akan ada malam malam selanjutnya.

Mari kita lihat, seberapa tahan dirimu akan godaanku.

Dan saat kau menyerah, itulah saatnya kau membayar hutangmu padaku!

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

97 thoughts on “A Year Love Story Part 1 : In the Beginning of February [1.2]

  1. Errr wew ff nya hehe,daebakk bang nyu bisa tahan,eh is ahra jahat ya?mau apa dia?meres?andwae,,,trs itu sapa tu chaerin?dia alzeimer kah?kanker kah?

  2. oooh jadi jinki punya pacar -_- penasaran dengan cerita selanjutnya hehe ahra kayanya punya niat yg aneh2 deh sama onew. chaerin miris sekali hidupnyaaa

  3. hana eonn ff ini kh yg eonni mksd?
    Tp ini cm 2 part kh eon? bknnya long chapter yaa??
    Ini ff udh lama bgt yaa eonn.. dr cara pnulisannya udh beda bgt ama yg ff eonni yg skrg..
    Back to story
    Chaerin skit apa? trus trus apa yg drncanakan dokter jung dan appa nya jinki? jgn² mrka mau ngejodohin Jinki-Chaerin O.O gpp aku setuju drpd ama Aeri -_-

  4. maaf thor, baru baca dan komen ^.^v

    penasaran si chaerin sakit apa ?? kanker kah ?? trus gmna jinki dan ahra ??
    lanjut part selanjutnya deh.. ^^

  5. ahra licik nih, onew oppa jgn pernah tergoda sama dia, arraseo???
    mending sama charrin aja,, nah loh plakk…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s