Untitled

Untitled

Author: Nazhki

Main Cast: Lee Jinki as Him self and Reader as Lee Ji Eun

Support Cast: Shinee Member

Length: One Shot

Genre: Drama

Rating: General

3 Januari 2011

Pagi ini, seperti biasa aku terburu-buru untuk berangkat ke sekolah. Bangun tergesa-gesa sambil berlari mencari seragam yang akan kukenakan hari ini lalu berhenti di depan poster yang berukuran 50 cm. Yah betul! Berukuran 50 cm, besar bukan?.

“Oppa! hari ini aku ulangan, bahkan aku tidak belajar karena kemarin aku melihat penampilanmu di televisi jadi tolonglah aku hari ini” kataku sambil tersenyum.

Entah dari kapan aku memiliki ritual bicara kepadanya seperti ini, tapi setiap aku melakukannya tubuhku seperti mendapatkan energi baru.

4 Januari 2011

Hari ini, seperti biasa aku akan datang ke dorm SHINee berharap aku akan dapat melihatnya. Aku hanya ingin melihatnya dari dekat lalu aku akan pulang. Aku tak ingin mengganggu kenyamanannya. Namun, entah berpuluh-puluh kali aku datang tapi aku belum pernah melihatnya.

Aku beruntung karena tanteku tinggal di apartment yang sama dengannya, jadi aku bisa mengatakan kepada receptionist dengan mengatakan aku ingin mengunjungi tanteku.

Tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku ketika aku sedang menunggu pintu lift terbuka, tak sampai disitu orang itu juga menarikku masuk kedalam lift.

Orang itu meminta maaf, dan mengambil ponselnya dan meminta seseorang untuk mengambil tasku yang tadi terjatuh didepan lift.

Aku hanya terpaku memandanginya, orang itu Onew oppa.

“maaf aku menarikmu kedalam, aku khawatir jika kau tidak masuk kedalam lift kau akan terluka karena dibelakang ada banyak orang yang mengikutiku” Onew menjelaskan panjang lebar.

“kau tidak apa-apa kan? Oh ya.. kau mau kelantai berapa?” lanjutnya.

“a..a..aku tidak apa-apa. Aku akan ke lantai 13” jawabku dengan terbata-bata.

Onew tersenyum melihat tingkahku.

“kita tinggal dilantai yang sama ya!” katanya sambil tersenyum dan aku hanya bisa terdiam ditempat.

Pintu lift terbuka, aku  melangkahkan kakiku keluar lift.

“a.. a.. aku sebenarnya ingin ke dorm oppa” ucapku dengan jujur. Kulihat wajahnya terlihat sedikit takut.

“oppa.. aku hanya ingin melihatmu lalu pergi” lanjutku lalu pergi meninggalkannya.

“tunggu.. apa kau sedang tidak enak badan? mengapa wajahmu begitu pucat?”

“tidak, aku hanya gugup karena ini pertama kalinya aku melihat oppa” aku menundukkan kepalaku.

Ia tertawa mendengar penjelasanku tadi.

“baiklah, ayo kita kerumahku” ia menarik tanganku dengan erat.

Ya tuhan, aku merasa melayang di udara. Aku tak percaya semua yang telah terjadi kepadaku hari ini.

Onew memberiku segelas air minum dan menyuruhku untuk menunggu sampai mnanagernya datang membawa tasku yang tadi terjatuh didepan lift.

Tak lama setelah managernya memberikan tasnya kepadaku, aku pamit untuk pulang.

“oppa, aku pamit dahulu maaf merepotkanmu dan terima kasih karena telah memberikanku segelas minum” aku pamit seraya membungkukkan diri.

“baiklah, ya! Janganlah terus datang ke Music core. Belajarlah dengan benar, mengerti?”

Aku tercengang mendengar perkataannya tadi, bagaimana dia tahu aku selalu datang ke mucore? Aku menatapnya dengan heran.

“tentu saja aku tahu, hahahaha” onew mengacak-ngacak rambutku.

“pulanglah” lanjutnya lagi.

Aku membungkuk dan berbalik meninggalkannya. Tiga langkah kemudian aku membalikkan badanku lagi padanya dan menyodorkan sebuah buku. Dengan muka tertunduk aku berkata “oppa, tolong tanda tangani buku ini”.

“buku matematika?” Onew bertanya dengan heran.

“aku tidak pandai matematika, jika tanda tangan oppa ada di dalam buku itu tentu saja aku akan sering membukanya” jelasku panjang lebar.

“hahahaha baiklah”

Belajarlah dengan baik, aku akan marah jika kau mengabaikan pesanku ini. Mengerti? SHINee Onew ^^.

16 Januari 2011

Aku melangkahkan kaki-kaki ku dengan cepat. Aku ingin cepat sampai dirumah karena udara diluar dingin sekali bahkan aku telah menggunakan tiga lapis baju.

Dari kejauhan kulihat seseorang yang tak kukenal berdiri didepan pagar rumahku.

“ji-eun ah!” orang itu meneriakkan namaku.

Aku menatapnya dengan curiga, ia melepaskan topi yang ia kenakan. Orang itu.. orang itu Onew oppa. Bagaimana ia tahu namaku? Bagaimana ia tahu rumahku? Dan untuk apa ia datang kerumahku disela-sela jadwalnya yang tak sedikit. Aku mempercepat langkah kakiku.

“oppa..”

Onew mengeluarkan sebuah ponsel, tunggu.. itu adalah ponselku. Ah! Ternyata ponsel itu tertinggal di dorm SHINee.

“terima kasih oppa..” aku membungkukkan badanku tanda berterima kasih padanya.

“hari ini aku ingin makan kue beras, kau belikan aku kue beras ya!” Onew berkata sambil tersenyum simpul.

Belum aku mengiyakannya, ia menarikku menuju kios kecil tempat menjual kue beras.

Aku tersenyum melihatnya melahap semua kue beras dengan cepat, tak lama kemudian ia meminta maaf karena baru sempat mengembalikan ponselnya kepadaku. Setelah itu ia pergi dan aku terus menatapnya sampai ia hilang dari pandanganku.

Kunyalakan ponselku, aku tertawa melihat wallpaper layar ponselku yang telah berganti dengan fotonya. Foto Onew yang sedang mencibirkan bibirnya, ia mengganti wallpaperku dengan foto yang diambilnya sendiri.

27 Januari 2011

Ibu menyuruhku untuk tinggal dirumah tante Jisoo. Dengan senang hati aku melaksanakannya. Bagaimana tidak? Aku akan berada satu gedung dengannya.

31 Januari 2011

Kulihat segerombolan remaja putri didepan dorm SHINee. Bagaimana bisa mereka masuk dengan jumlah sebanyak itu?. Aku menelepon recepcionist, meminta mereka untuk  menyuruh remaja putri itu pergi dengan alasan kenyamananku terganggu. Tentu saja aku berbohong, aku hanya tak ingin kenyaman Onew terganggu dengan kehadiran mereka, aku memandang mereka dengan denyuman licik. Maafkan aku…

3 Februari 2011

Kulihat Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin berjalan menuju lift, dari raut wajahnya aku yakin mereka pasti dalam keadaan yang sangat melelahkan. Ku urungkan niatku untuk masuk ke lift yang sama dengan mereka. Aku tertawa kecil melihat Onew bercanda dengan Taemin dan Minho tapi tak ada satupun dari mereka yang tertawa, mungkin mereka terlalu lelah. Tapi senyuman Onew tak pernah hilang.

12 Februari 2011

Aku melompat karena terlalu senang melihat karena Onew memakai gantungan tas berbentuk ayam pemberianku. Ia melihat kearahku dan tersenyum manis. Aku mengepalkan tangan tanda memberi semangat kepadanya, ia melambaikan tangannya kepadaku dan berlalu meninggalkan apartement.

22 Febuari 2011

Kemana ia akan pergi? Bahkan matahari belum terbit. Apakah ia tidur dengan cukup? Aku menghembuskan nafasku, andai saja aku dapat membantu meringankan bebannya akan kulakukan apapun untuknya.

28 Februari 2011

Seseorang mengagetkanku dari belakang, ketika aku menoleh aku kembali terkejut bahkan lebih terkejut dari sebelumnya. Onew..

Kami berbincang sejenak dan ia menanyakan sesuatu yang aneh kepadaku.

“haruskah aku memperjuangkannya?”

Tanpa penjelasan yang lebih lanjut ia memaksaku untuk menjawab iya atau tidak.

Aku menjawab iya.

3 Maret 2011

Aku mengantarkan kue buatanku ke dorm SHINee. Aku menunggu lebih dari satu jam, tapi tak ada tanda-tanda kedatangannya. Aku meletakkan kue tersebut dibawah pintu, semoga mereka memakannya. Aku kembali dengan langkah yang gontai.

15 Maret 2011

Mataku bengkak, tak tahu sudah berapa lama aku menangis. Onew dikabarkan sudah memiliki kekasih, Nam Ji Kyung.

Seseorang yang bukan dari kalangan selebritis namun sangat cantik. Kumatikan televisi, kubenamkan wajahku ke bantal dan berteriak sejadinya.

Mulai saat itu aku selalu menjauh darinya, aku tahu ini kekanak-kanakkan tapi hatiku belum dapat menerimanya.

“ya! Apa kau bukan MVP ku lagi?” aku terkejut mendengar suara itu. Namun, aku mengabaikannya dan terus berjalan menjauhinya. Tanpa kusadari air mata ini mengalir tanpa diperintah.

Harusnya aku sadar aku hanyalah satu dari jutaan orang yang mengaguminya, mengagumi suaranya, mengagumi perilakunya dan semua yang ada padanya.

Harusnya aku tak salah mengartikan semua perilakunya kepadaku.

Harusnya aku sadar akan diriku, sehingga aku tak berani bermimpi untuk memilikinya.

Mataku nanar, semakin aku berusaha untuk menghentikannya semakin banyak air mata yang kukeluarkan.

Bodoh… aku mengutuki diriku sendiri, betapa bodohnya aku.

12 April  2011

Aku mengamatinya dari kejauhan, kulihat ia sedang menangis. Apa yang ia tangiskan? Bukankah seharusnya ia tertawa dengan kekasihnya saat ini. Kukumpulkan seluruh keberanianku, kulangkahkan kakiku mendekatinya lalu duduk disampingnya.

Aku memandang hamparan awan dilangit yang biru dan menghela nafas panjang. Onew menyadari keberadaanku dan menghentikan tangisnya.

“apa kau juga marah kepadaku?” aku mengangguk pelan lalu tersenyum tipis.

“apa aku tak boleh memiliki kebahagiaanku sendiri? Bukankah kau yang menyuruhku untuk memperjuangkannya? Aku kira kau berada si pihakku..” lanjutnya.

Aku terbelalak mendengarnya, air mata yang sedari tadi sudah kutahan tak dapat kubendung lagi. Aku menangis mendengar pernyataannya.

“maaf..” aku berkata dengan lirih.

“tak peduli jika aku memiliki seseorang yang kucintai, kau memiliki tempat tersendiri dihatiku terlebih lagi aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri” balasnya.

Seharusnya dari dulu aku menyadarinya, menyadari bahwa ia hanya menganggapku sebagai adiknya. Mungkin saat ini aku tidak akan terluka seperti ini.

14 April 2011

Mereka berpisah, aku tak tahu apa yang seharusnya aku rasakan. Dari yang kudengar hubungan mereka tak direstui oleh agensi Onew dan terlebih lagi ribuan perlakuan buruk yang didapat oleh Nam Ji Kyung selama bersama dengan Onew. Aku berlari menuju Dorm SHINee, setelah beberapa lama menunggu orang yang kutunggu datang juga. Ia melepas kacamata hitamnya dan tersenyum kepadaku. Matanya bengkak, aku tak sanggup melihatnya. Melihat kesedihan yang terpancar dari wajahnya. Walaupun ia tersenyum, aku yakin bahwa sebenarnya ia menangis.

Ya.. Tuhan, apa yang telah kuperbuat?.

Bukanlah cinta jika saat melihatnya bahagia bersama dengan orang lain tetapi aku bersedih, aku merasa menjadi orang paling bodoh.

“oppa..” aku memanggilnya.

“bukankah cinta yang tak bisa memiliki juga disebut cinta?* Onew berkata dengan sangat pelan lalu pergi meninggalkanku masuk ke dorm. Aku terpaku ditempat, air mata ini mengalir lagi. Kali ini bukan air mata egois yang kukeluarkan tapi air mata kesedihan melihatnya terluka oleh fansnya sendiri.

Fans yang telah merampas kebahagiaan yang selama ini ia cari dan perjuangkan.

Fans yang telah mengeluarkan kata-kata kasar dan perlakuan-perlakuan buruk untuk orang yang ia cintai.

Fans yang telah menjauhkannya dari kebahagiaannya sendiri.

Air mata ini mengalir dengan deras ketika aku sadar aku termasuk dari fans yang telah membuatnya kehilangan kebahagiaan itu.

Ya tuhan.. tolong kembalikan senyuman itu seperti sebelumnya.

-End-

* Irul su eopneun sarangdo sarang inikka (The One I Loved-Onew ft Yeon Woo)

Hwaaaa~ makasih ya udah di publish, maaf banget kalo ada typo >,< jangan lupa di komen yaaaa!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

56 thoughts on “Untitled”

  1. Yaaaa tbc dongggg
    Lanjutin akhirnya gimana
    Aaaa suka banget ffnya
    Onew tapi kasiannn
    Huhuu (-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ )

  2. Daebak!
    Kasian onew, kalo nnti dia punya pacaran walau hatiku sakit(?) Tapi saya bersedia mendukungnya 😀
    Onew, Shinee fighting!!
    Author fighting!!^^

  3. *lap air mata*,huwaa,,aq nangis,tpi gg tau buat sapa,..onew ato ji eun? ._.v
    love it~jadi nyadar kalo sebagai fans qta mang harus mendukung apa yg dilakukan idola qta, 😀

  4. hyaaa aku suka !! buat after storynya dong !! hyaaa nyesek !! ini membuat aku terbuka betapa mengerikannya fans di banding anti fans …
    sedih … 😦

  5. Onyuuu…
    Jgan nangiiiss!!
    Ayam2ku ntar ikutan nangis(?)

    Keren, thor!!
    bikin fans trgugah hatinya..
    Eh, ga ada lnjutnya??
    Hhm…
    Jd inget Jjong-kyung,,
    😦

  6. huahh sdih dh bneran
    ampe brkca” nih mta’ku
    pngen nangis
    pas bca kalimat demi kalimat (?) trakhir itu

  7. wah mngkin aku bkal nglakuin hal yg sma kya ji eun klw dngr 0new pny pcr…ptma psti sedih and shock bngt..py akhr na hrs rela demi kbhgian 0new..and bnr2 ga mau 0new tluka krna pbuatan egois kita yg HANYA SEORANG FANS…

  8. author.. ceritanya bagus ^^
    lanjutkan dan buat berpart dong Thor *maunya kkk
    terus berkarya ya thor… *wink

  9. ternyata ga mudah jadi seorang yg diidolakan banyak orang
    iya, belum tentu aku bisa rela kalo bias aku punya pacar
    tapi kita ga boleh egois, mereka berhak atas kebahagiaannya karena mereka udah ngasih banyak kebahagiaan ke orang lain

  10. nyampe nangis baca’y…semoga kita bukan fans yg merebut kebahagiaan dan cinta idola kita…
    Ff’y baguusss…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s