You and I – Part 6

Tittle : “You and I”.
Author : Maulida Kimkeyong
Mian Cast :
-Kim Kibum SHINee
-Kim Hye Jin (Reader)
Support cast :
– Soo Yun (fiksi)
– Chang Hyun (Fiksi)
– Hyu Ra (Fiksi)
– Jun Hoon (Fiksi)
Length          : Chapter
Genre           : Friendship, romance
Rating          : General

PENGUMUMAN!!!

hai readers DI PART INI SAMPAI SELANJUTNYA ada perubahan nama tokoh di antaranya :
Eun Hoon = Jun Hoon
Seung Yeon = Soo Yun
Taeyan = Chang Hyun

alasan kenapa kok bisa ganti?? FF ini dulu aku pernah ikutkan kompetisi buat aku jadikan novel tapi nggak Lolos. nah karena itu part selanjutnya nggak aku ambil dari FF yang awalnya tapi yang udah aku perbaiki. karena aku rasa dari segi kalimat/ceritanya lebih bagus jadi aku post buat kelanjutannya. ^0^


MUNGKIN ADA SEBAGIAN KECIL YANG NGGAK NYAMBUNG CZ EMANG AKU UBAH TOTAL. JADI READERS BACA YANG MULAI INI DAN SETERUSNYA YANG MASA LALU JANGAN DI INGAT2 LAGI hehehehe ^0^. MUNGKIN YANG  BEDA YANG MASALAH OBAT ITU hehehe

=Part sebelumnya=

Hye Jin beranjak berdiri dan cepat-cepat keluar dari kamar Kibum. Sepeninggal Hye Jin, Kibum menghela nafas panjang. Dia tidak menyangka merasakan hal ini lagi. Kibum meraba dadanya, sambil terus berpikir, kenapa dia bisa deg-deg’an seperti itu?Kenapa juga dia merasa tidak nyaman saat melihat Hye Jin dan Jun Hoon bersama? Apakah dia sudah mulai menyukainya?

********

Malampun menjelang, Hye Jin dan Kibum pertama kali makan bersama di rumah baru mereka. duduk mereka saling berhadapan, diantara mereka tidak ada yang berani menatap satu sama lain semenjak kejadian di kamar Kibum  tadi. Makan malam ini adalah murni masakan Hye Jin sendiri, walaupun tingkahnya seperti preman tapi Hye Jin bisa memasak dengan baik. asal usul Hye Jin bisa masak karena didikan ibunya sejak kecil, jadi kalau  ibu Hye Jin pulang malam bekerja jadi dia bisa membuat makanan untuk adiknya dan juga dirinya sendiri. Kibum awalnya ragu untuk memakan makanan buatan Hye Jin, namun sesuap aja membuatnya terus-terusan makan karena masakan Hye Jin sangatlah enak.

“Hye Jin-ah, aku tidak menyangka kau pintar sekali memasak padahal kau itu seperti…”.

“Preman”. Sahut Hye Jin, namun Kibum hanya mengangkat bahunya. “Kau jangan meremehkanku, walaupun sifatku agak urakan tapi masih ada sisi perempuan dalam diriku”. Kibum diam tidak mengatakan apa-apa. Hye Jin terus makan tanpa memandangnya, ingin sekali dia bertanya perihal Jun Hoon.

“Hye Jin, apa sebelumnya kau dan Jun Hoon saling mengenal?”. Hye Jin sontak melihat Kibum karena mendengar pertanyaan itu dari mulutnya.

“Tidak, kami baru kenal sekarang. Memangnya kenapa?”

“Karena, aku lihat kalian terlihat sangat akrab dan dekat”. Ujar Kibum.

“Lalu kau sendiri, bagaimana dengan Hyu Ra, aku melihat kalian mesra sekali?”.

“Dia adalah mantan kekasihku”. Ujar Kibum. Hye Jin menghentikan makannya dan beralih memandang Kibum. “aku juga tidak menyangka dia bisa pindah sekolah disini”.

Hye Jin diam tidak mengatakan apa-apa, mendengar ucapan kata “Mantan kekasih”, membuat hatinya terasa sedikit aneh. Pantas saja mereka berdua terlihat mesra.

*****

Nyanyian burung di pagi hari terdengar dengan jelas. Hye Jin dan Kibum melakukan aktivitas mereka sehari-hari yaitu berangkat ke sekolah. Untuk hari ini mereka berangkat tidak lagi diantarkan oleh sopir neneknya melainkan berangkat dengan naik bis. Hye Jin berangkat ke sekolah tidak seperti biasanya karena dia harus membawa obat yang di berikan nenek padanya. Tadi sebelum berangkat nenek menghubunginya untuk membawa minuman itu ke sekolah. Di belakang Hye Jin terlihat Kibum berjalan, jarak mereka tidak terlalu jauh. Sudah menjadi kebiasaan bagi mereka kalau berangkat sekolah selalu berusaha untuk berjauhan. Sesampainya di halte, tidak perlu menunggu lama bispun datang. Hye Jin dan Kibum bergegas naik bus, tentu saja mereka tidak satu tempat duduk. Hye Jin memandang pemandangan kota seoul di jendela kaca bis sambil memninum obat instan pemberian nenek. Rasanya hampir mirip dengan minuman jahe, dia mengira minuman itu rasanya pahit ternyata dia salah besar. Bus perlahan berhenti di halte selanjutnya, terihat sosok cowok yang amat sangat tampan naik kedalam bis. Hye Jin sedikit terpesona dan melihatnya tanpa henti. Di kursi penumpang hanya ada kursinya dan kursi Kibum yang kosong. Hye Jin berharap cowok itu duduk dengannya. Kibum memperhatikan tingkah Hye Jin yang tidak henti-hentinya memandang cowok itu, Kibum merasa sedikit risi, apa lagi dia bisa melihat cowok itu tersenyum manis kepada istrinya dan berjalan menghampiri Hye Jin. Entah siapa yang menggerakan tubuhnya, secara spontan dan otomatis Kibum berjalan menuju tempat duduk Hye Jin dan duduk. Kibum melihat kearah cowok itu dengan pandangan sinis namun kemudian dia tersenyum. Benar-benar Lucifer sejati. Cowok itu pun mau tidak mau memakai tempat duduk Kibum yang kosong. Hye Jin memandang aneh kearah suaminya.

“Kibum, kenapa kau tiba-tiba duduk di sebelahku?”.

“Itu…Itu karena pemandangan di sebelah sini lebih bagus”. Kibum mencoba mencari-cari alasan padahal sebenarnya dia tidak rela kalau Hye Jin harus satu kursi dengan cowok itu. Hye Jin hanya menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya dengan alasannya. Kibum memandang Hye Jin yang asik minum bingkisan pemberian nenek. “Hye Jin, apa yang kau minum itu?”.

“Ini obat herbal pemberian nenek katanya untuk mengecangkan kulit wajah agar terlihat lebih muda”

“Oh, jadi ini obat yang nenek maksud dari kemarin”. Hye Jin mengangguk pelan.

“Apa kau mau mencobanya?”. Hye Jin menyodorkan minuman itu ke Kibum. Dengan ragu Kibum menyeruput sekali minuman itu.

“Hoeeeek..!!! tidak enak sama sekali minuman apa ini?bagaimana bisa kau minum minuman seperti ini?”. Kibum memandang ngeri kea rah Hye Jin yang menyeruput obat herbal itu dengan rakus.

“Menurutku obat ini enak”.

“Kau benar-benar orang aneh”.

Tidak lama kemudian sampailah mereka di sekolah. Tidak seperti biasanya Hye Jin berjalan beriringan dengan Kibum. Sejak kejadian di dalam bis, membuat hubungan mereka lebih baik walaupun tidak seutuhnya. Tiba-tiba Kibum merasakan ada seseorang yang memegang lengannya erat, dan ketika dia melihatnya, sosok orang itu adalah Hyu Ra mantan kekasihnya.

“Oppa, selamat pagi”. Senyum Hyu Ra bahagia. Kibum membalasnya hanya dengan senyuman. Pandangan Hyu Ra sekarang tertuju pada Hye Jin yang dari tadi berada di samping Kibum. “Hai!! Ketemu lagi, ngomong-ngomong siapa namamu? Maaf aku lupa”.

“Namaku Hye Jin, Kim Hye Jin”. mata Hye Jin melirik tangan Hyu Ra yang tadi di lengan, sekarang berubah mengenggam tangan suaminya. Rasanya benar-benar sakit sekali. Kibum juga merasa tidak enak dengan Hye Jin yang terang-terangan bergandengan dengan wanita lain. Entah kenapa dia selalu merasa seperti itu.

“Ah..iya Hye Jin”. katanya manggut-manggut.  “Oppa, ayo kita ke kelas”.

Hyu Ra menarik tangan Kibum dan membawanya pergi menjauh darinya.  Hye Jin hanya bisa menatap tanpa mengatakan apa-apa. Hatinya terasa aneh, hatinya seolah mengatakan dia tidak rela Kibum pergi dengan Hyu Ra dan meninggalkannya sendirian disini. Dia berjalan dengan terus melihat dimana Kibum pergi. Kibum juga merasakan hal yang sama dia sebenarnya tidak ingin meninggalkan istrinya sendirian, ingin sekali dia menolak ajakan Hyu Ra tapi dia tidak bisa melkukannya. Yang bisa dia lakukan hanyalah, berbalik dan menoleh ke arah Hye Jin yang sekarang jauh darinya.

Hye Jin berjalan menuju kelas, tampak tidak semangat. Dia sama sekali tidak menyangka kalau melihat Hyu Ra dan Kibum seperti itu membuat moodnya buruk. Hye Jin sempat berpikir apakah dia mencintainya?Namun dia tidak bisa menjawab pertanyaanya sendiri. Suasana dalam kelas sudah terlihat ramai. Dia berjalan menuju bangku, namun lagi-lagi Hye Jin melihat Kibum dan Hyu Ra disitu. Lagi-lagi rasa tidak nyaman itu datang.

 “Hye Jin-ah, mulai sekarang bolehkah aku duduk dengan Kibum oppa?? Sebagai gantinya kau bisa duduk dengan Jun Hoon”. Tanyanya sambil tersenyum manis.

“Oh..tentu saja.

“Hyu Ra sudahlah..!!”. Kibum merasa jengkel dengan sifat Hyu Ra.

Dia tidak mengatakan apa-apa. Hye Jin sedikit demi sedikit memindahkan semua peralatan sekolahnya ke bangku Hyu Ra. Kibum ingin sekali mencegahnya tapi dia tidak bisa melakukan hal itu. Nampaknya Tubuhnya tidak mau bekerja sama dengan hatinya. Saat itu juga Jun Hoon datang, dan menuju ke bangkunya, dia sedikit bingung karena Hye Jin memindahkan barang-barangnya ke bangkunya.

“Oh, kau sudah datang?”, sapa Hye Jin.

“Ada apa? Kenapa kau memindahkan buku-bukumu di sini?”.

“Mulai sekarang kau sebangku denganku. Apa kau merasa keberatan?”.

“Benarkah. Sama sekali tidak keberatan, aku malah senang kau bisa jadi sebangkuku jadi kita bisa lebih dekat lagi hehehehehe”. Jun Hoon begitu girang setelah tahu Hye Jin menjadi teman sebangkunya.

Kibum diam seribu bahasa, dia melebarkan kupingnya agar tahu apa yang di bicarakan antara Jun Hoon dan Hye Jin. Jujur dia tidak suka melihat kedekatan mereka berdua.

*******

Hari ini adalah hari sabtu, hari dimana kelas Hye Jin, kelas 3-5 melakukan jadwal olahraga. Semua murid sudah sia-siap di lapangan melakukan stretching agar nanti masuk ke olahraga inti mereka tidak mengalami kram. Selama stretching, mata Jun Hoon selalu memandang lurus ke arah Hye Jin yang agak jauh darinya. Sejak awal dia mengenalnya dan sejak awal dia melihatnya, dia memang sudah tertarik dengan Hye Jin yang memperlakukan dia dengan baik walaupun penampilannya terlihat culun dan sama sekali tidak modis. Semua teman sekelas menjauhinya atau terkadang malah menghinanya, namun berbeda dengan Hye Jin yang selalu memberinya kehangatan dalam berteman setiap mereka bertemu. Tanpa di duga Hye Jin tidak sengaja melihat ke arahnya dan tersenyum manis padanya. Hati Jun Hoon makin berbunga-bunga karena sudah mendapat senyuman manis dari Hye Jin di pagi hari, sehingga semakin semangat membuatnya untuk menjalani kegiatan sekolah.  Jun Hoon tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang memperhatikannya dengan pandangan sinis dan tidak suka. Kibum merasa kalau Jun Hoon itu terlalu berlebihan dengan Hye Jin dan membuatnya sedikit muak. Pandangan Kibum sekarang terarah pada Hye Jin dan memandangnya tanpa henti. Hyu Ra yang ada di sampingnya, melihat ke tempat dimana Kibum melihat.

“Oppa, apa yang kau lihat?”. Suara Hyu Ra membuat Kibum tersadar dari lamunannya.

“Ah, tidak apa-apa”. Jawabnya bohong.

Hyu Ra tidak percaya dengan yang dikatakan Kibum dan ikutan melihat ke arah yang dilihat Kibum tadi, tapi sayang dia tidak menemukan apa yang Kibum lihat.

Setelah stretching olahraga di lanjutkan dengan lari mengelilingi lapangan sebanyak lima kali. Hye Jin paling benci dengan olahraga lari. Di antara semua murid Hye Jin yang larinya paling lambat dan urutan paling akhir. Hye Jin tidak bisa bernafas, paru-parunya seakan pecah. Tiba-tiba Hye Jin merasakan seseorang yang mengiringi dia berlari. Hye Jinpun menoleh dan melihat Kibum yang ada di sampingnya.

“Apa kau baik-baik saja?”. Tanya Kibum penuh perhatian.

“Ah, Iya aku baik-baik saja”. Katanya dengan nafas tesengal-sengal.

“Kalau kau merasa capek dan tidak kuat lagi, lebih baik istirahatlah. Oke”. Ucap Kibum sambil mengacak-ngacak rambut Hye Jin dan tersenyum kemudian berlalu meninggalkannya. Langkahnya terhenti seketika, dia sedikit shock dengan perlakun Kibum yang begitu hangat kepadanya. Biasanya Kibum bisanya Cuma marah-marah dan membentak padanya. Dia meraba kepalanya sendiri, sentuhan tangan Kibum di kepalanya membuat hatinya terasa hangat, dadanya terasa nyeri. Senyum gembira terlukis di wajahnya, Sebtuhan Kibum itu membuat Hye Jin semangat dan berlari.

Guru olahraga kali ini tidak menyampaikan materi olahraga, beliau hanya menyuruh murid-murid untuk olahraga bebas sesuka mereka. Hye Jin, Hyu Ra, Chang Hyun dan Soo Yun memilih untuk istrihat. Sedangkan Jun Hoon dan Kibum mereka memilih untuk mengikuti olahraga basket bergabung dengan murid lainnya. Semua murid cewek kebanyakan bersorak untuk menyemangati Kibum. Memang dia adalah sosok pria yang menjadi idaman semua wanita di kelas. Hye Jin, Chang Hyun dan Soo Yun duduk berjejer, sedangkan Hyu Ra terpisah dengan mereka namun jaraknya tidak jauh. Terlihat Hyu Ra yang sibuk menyemangati Kibum penuh semangat, Soo Yun sahabat Hye Jin merasa sedikit risih dengan Hyu Ra yang seperti itu. Dia menganggap Hyu Ra adalah cewek agresif yang pernah dia temui di dunia ini.

 “Hye Jin, kenapa Hyu Ra begitu dekat denganKibum??padahal dia murid baru disini apa kau tidak curiga dengan hubungan mereka?” Katanya berbisik takut Hyu Ra mendengarnya.

“Hyu Ra itu adalah mantan kekasih Kibum”.

“Apa!! Mantan kekasihnya?” Hye Jin mengangguk.

=TBC=

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “You and I – Part 6”

  1. wah wah… Udah saling suka, cemburu2an pula.. Kibum, hyejin..ngaku aja kalu udh saling cinta.
    Eh penasaran ma obat dari nenek kibum, obat apa y?mencurigakan..kan nenel kibum rada ekstrim gitu, next part ya 😀

  2. yeyyy !! udah saling suka nih !!!
    bgus dong !! ishh hyura mengganggu !! pergi sono!! hush!!hush !!
    aku panggil nenek nih biar urusannya kelar !!
    #plak!!
    jun hoon sabar ya hye jin dah jadi milik kibum !!
    wkwkwkwk …
    lgi seru juga thor!! malah tbc .. ngak pp deh di tunggu lanjutannya !!

  3. Waaahhhh, udah ada sinyal suka nihh di antara mereka berdua(Kibum-hyejin)….
    A-yo, bikin lagi scene romantis diantara mereka berdua..^^
    Next partnya jngn lama2 ya chingu..^^

  4. LANJUT THOR LANJUT!!!

    kalo aku jadi salah satu diantara double-L couple (terserah mau jadi changhyun atau sooyun wkwkwk) aku mau nampolin Hyura -___-
    eh tapi kan aku juga mau jadi Hyejin. okelah Hyejin yang nampolin *plak

  5. TBC. yah pdhal blm puas bc’y

    syukur deh akhir’y udh da tanda2 cinta nie antara kibum ma hye jin

    tp obat yg di ksh nenek tuh apa ya?jgn2 da efek laen lgi,bkn cM bt mengecangkn kulit aja

    KELANJUTAN’Y sngt ku nantikan. . . .

  6. Buat Chingu semuanya terimakasih ya sudah komentari FF aku mohon kritik dan sarannya juga. aku benar2 berterima kasih ^^

  7. wahaha key grasak grusuk didalem bis.. XD
    hye jin ati.ati dimasukin obat yg aneh aneh lho ke dalem minuman yg dikasih nenek!
    ah itu mantannya key ganggu bgt sih-_-

  8. wah wah wah……bunga” cinta udah brtebaran dhati key & hye jin nih,, ahahahaha

    key…..ayo semangat!! rebut hati hye jin,, hwaiting!!

    tu si hyu ra ngapain sih!! yeoja kecentilan!!

    lanjuuuuutttttttttttt

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s