Hey, Can You See My Heart – Part 7

Title    : Hey, Can You See My Heart  part 7

Cast    : Choi Minho, Kim Jong Eun, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Jinki, Lee Yoora, Park RaeNa

Genre : Romance

Rate    : PG15

Author: Mutiaadha

Minho POV

Sepi.

Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di sekitarku, tapi aku sama sekali tidak perduli. Aku terus menyusuri jalan panjang menuju rumahku ini sambil sesekali mendrible bola basket yang sejak tadi kubawa.

Sepulang dari bertemu dengan Jong Eun di taman sore tadi, aku kembali ke sekolah hanya untuk bermain basket. Sendirian. Ya, basket adalah pelampiasanku. Disaat semuanya terasa begitu sulit untuk ku, aku melampiaskannya dengan basket atau sepak bola. Karena hanya dengan cara itulah perasaanku aku menjadi lebih baik.

Kim Jong Eun.

Entah mengapa aku sangat sulit untuk melepasnya. Padahal kalau dipikir, aku ini adalah namja yang jahat padanya, namja yang tidak pantas untuk orang sebaik dia. Tetapi kenapa tadi, sejak bertemu dengannya, perasaanku berubah lagi.

Sebenarnya apa yang terjadi padaku?

Aku tau, aku mencintai Jong Eun, ya aku sangat mencintainya. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini aku ingin sekali menghindar darinya. Bukan karena Rae Na, aku yakin bukan karena yeoja itu perasaan ini berubah. Aku hanya menganggap Rae Na sebagai seorang teman biasa, tidak pernah lebih dari itu. Jika kalian berpikir aku meninggalkan Jong Eun karena Rae Na, kalian salah besar. Aku tidak mempunyai perasaan apapun padanya. Keputusanku ini didasarkan pada masalah hati. Aku hanya lelah dengan hubungan ini, aku yakin setiap orang juga memiliki titik kejenuhan dalam menjalin satu hubungan dan titik jenuh itulah yang sedang kualami.

 “Haish” kutendang kaleng soda kosong yang kebetulan tergeletak di jalanan. Pikiranku benar-benar kacau.

Tiba-tiba saja handphoneku berbunyi. Ada panggilan masuk. Dan nama Rae Na lah yang muncul dilayar lcd ku. Ah yeoja ini, kenapa menelfon diwaktu yang tidak tepat. Maka, tanpa berpikir panjang, aku pun melepas batrei handphoneku dan kembali memasukannya kedalam tas.

Mianhae, aku hanya tidak ingin diganggu saat ini.

***

“Noona, aku minta coca colanya satu!” seruku pada noona penjual minuman diwarung pinggir jalan taman.

“Ini”

“Gumawo”

“Ne”

Kubuka kaleng sodaku sambil kemudian meneguknya. Saat ini aku sedang menunggu seseorang di taman dekat rumahku. Walaupun ragu Ia akan datang malam-malam begini, tapi aku tetap menunggunya disini.

“Ya Choi Minho, mengapa kau menyuruhku datang malam-malam begini? Kau gila ini sudah jam setegah dua belas malam!!!”

Aku tersenyum tipis. Akhirnya orang yang kutunggu datang juga.

“Mianhae Taemin, aku hanya ingin bicara padamu sebentar”

“Masalah apa, Jong Eun?”

“Menurutmu masalah apa lagi? Kau juga tidak mungkin rela datang malam-malam begini kalau bukan karenanya kan?”

Aku melihat Taemin terpaku dan menatapku tajam.

“Kenapa dengannya? Kau ingin menyakitinya lagi?”

“Ani” aku duduk dibangku sambil kemudian menerawang jauh kelangit yang malam itu gelap tanpa berhias bintang satu pun. Lama aku menahan kata-kataku, dan aku tau Taemin masih meminta kelanjutannya dariku “Aku ingin melepasnya” kataku akhirnya.

“Mwo?!”

“Aku bukanlah namja yang baik untuknya, aku telah menyakitinya, aku tidak pantas untuknya. Jadi aku memutuskan untuk…. mengakhirinya”

Taemin menatapku tajam. Aku tau Ia sangat terkejut dengan keputusanku ini.

“Lalu, kau ingin melanjutkanya dengan Rae Na hah?”

“….”

“Ya kau pikir dengan mengakhiri ini dan berpaling ke Rae Na semua masalah selesai?”

“Lalu aku harus apa? Aku tidak punya jalan lain”

Taemin memandangku sengit. Aku tau aku salah, aku terima jika Ia menghajarku sekarang, memukuliku sampai aku tidak bisa berjalan juga aku rela.

“Kau..” tangannya mengepal “aku benar-benar tidak menyangka kalau kau adalah orang seperti ini. Ternyata apa yang dikhawatirkan Jonghyun hyung tentangmu semuanya benar, kau memang orang yang seperti ini ya hah?!!”

“Taemin, kau tidak mengerti…”

“Apa yang perlu ku mengerti? Yang aku tau kau mengkhianatinya dan menghancurkan persahabatan mereka”

Haish anak itu. Dia pikir ini semua gara-gara siapa? Tidak sepenuhnya salahku, tapi kau juga terlibat Taemin!!!

“Persahabatan? Aku dan Rae Na..”

“Aku tidak perduli ada apa kau dan dia. Lalu sekarangbagaimana dengan Jong Eun?”

“Mianhae. Aku sudah memikirkan semuanya dan aku siap menerima hal yang terburuk”

“Ya terserah kau!!!” Taemin kini menatapku seolah-olah aku adalah narapidana pelaku pembunuhan “kau yang memintanya Choi Minho, kau yang menginginkan ini semua. Jangan salahkan aku jika aku benar-benar merebutnya dari sisimu Minho”

“Ya, kuharap aku tak menyesal”

Taemin menggelengkan kepalanya pelan “Baik, lepaskan dia untukku, lepaskan Kim Jong Eun untukku”

“Kau tenang saja, besok aku akan bicara padanya”

***

Jong Eun POV

 

“Oppa” aku melambai kearahnya “lihat ini!!!” kataku sambil menunjuk tulisan dipasir dengan menggunakan sebuah ranting ditanganku.

“Mworago?” Ia menatap takjub tulisan yang baru saja kubuat dengan ranting itu.

“Bagus kan~”

“Heh apa ada namja lain?” tanyanya padaku.

“Mwo?” Ia kini menarik ranting itu dari tanganku.

“Cho Minho siapa? Yang benar kan Choi Minho!” Ia kini menambahkan huruf ‘I’ pada tulisanku.

Aku tersenyum kecil. Hehe berarti aku salah menulis namanya ya? Hehe pabo!

“Apa kau sedang memikirkan namja lain hah?” Ia menatapku pura-pura marah. “Haish dasar!!!” kini tangannya sudah merangkul pundakku erat.

“Kim Jong Eun dan Choi Minho~” aku membaca tulisan pasir itu sambil tersenyum. “he sini kameranya, biar ku foto” aku hendak merebut kamera polaroid dari tangannya tetapi Ia mencegahnya.

“Ada yang kurang” Ia menambahkan sedikit tulisan lagi. “nah ini baru sempurna”

“Kim Jong Eun dan Choi Minho. Uri yongwonhi hana~” aku tergelak. Dasar!

KLIK KLIK.

“Ya!!” teriakku ketika Minho oppa mengarahkan kameranya kearahku “haish, kalau mau foto bilang-bilang”

KLIK

Ia tidak menghiraukanku, Ia malah memotretku sekali lagi.

“Haish.. jinja YAAAA!!!” aku mengejarnya yang kini sudah terlebih dahulu berlari menghindariku.

“Kim Jong Eun tidak mungkin bisa mengejarku!!!”

“Kata siapa hah?” aku menambah kecepatan lariku sampai akhirnya berhasil memeluknya dari belakang “kena kan?”

“Itu karena aku sengaja mengurangi kecepatan lariku agar kau bisa memelukku seperti ini” Minho oppa tertawa jahil dan aku pun langsung melepaskan pelukanku.

“Dasar curang!”

“Biar saja”

“Ya.. Ya.. Oppa kau mau apa?!!” kini Minho oppa sudah menggendong tubuhku. “oppa lepaskan aku berat”

“Ani kau ringan sekali. Hey kau diet ya?” aku menggeleng “kalau begitu makan yang lebih banyak lagi biar beratmu bertambah” kini Minho berlari sambil masih menggendongku.

“Ya Oppa mau kemana~”

“Mau kubuang kau ke laut”

“YA OPPA! Oppa!!!” aku teriak sekencang-kencangnya ketika Minho merebahkan tubuhku dipinggir pantai. Tiba-tiba saja dari arah yang tak terdunga muncul ombak kecil yang kemudian menguyur seluruh tubuhku sampai basah semua.

“Kekekekeke” disudut sana aku melihat Minho tertawa menatapku yang kini basah kuyup.

“Ya awas kau Choi Minho!!!” aku kembali mengejarnya dan menyibakan air laut dengan tanganku kearahnya.

Kami akhirnya main siram-siraman sampai baju yang kami kenakan basah semua. Dan sehabis itu, karena kelelahan, akhirnya kami merebahkan tubuh kami berdua diatas pasir sambil menatap lagit biru yang terbentang luas dihadapan kami.

“Hari ini melelahkan sekali, kau berlari sangat cepat, aku susah sekali mengejarmu Oppa!”

“Itu karena kakiku panjang, makanya makan yang banyak biar kau dapat mengejarku”

“Haish dasar!” aku mengelus rambutnya yang basah itu. “Oppa~”

“Hmm..”

“Gumawo, hari ini aku sangat bahagia”

“Ne, aku juga. Sampai aku tidak ingin hari ini cepat berakhir” Ia bangkit dari tidurnya dan kini menarikku juga untuk bangkit dari tidurku “kita foto yuk, untuk kenang-kenangan”

“Ah benar, harus ada kenang-kenangan ya”

“Siap? Hana.. dul.. set.. KLIK” Minho mengarahkan kameranya kearah kami berdua.

“Jong Eunah~~” suara itu tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Ternyata Jonghyun oppa sudah berdiri tepat disebelahku.

Aku menggelengkan kepalaku pelan. Jadi tadi itu aku sedang melamun? Ya Tuhan, kenapa ingatanku waktu aku dan Ia berlibur ke pantai itu tiba-tiba muncul?

“Belum tidur?” tanya Jonghyun oppa, aku menggeleng. “Memikirkan Minho ya?” aku menggeleng lagi. “lalu?”

“Aku tidak bisa tidur”

“Tidak bisa tidur atau sedang memikirkannya?” Jonghyun oppa kini merebut foto ditanganku “ini kapan diambil?”

“Beberapa bulan yang lalu waktu kami pergi ke pantai”

“Kau… sudah bertemu dengannya?”

“Sudah, tadi sore” sebenarnya aku tidak ingin membahas ini pada Jonghyun oppa, tapi ya sudahlah sebaiknya aku beri tau dia, biar bagaimana pun dia adalah oppaku.

“Lalu?”

“Kami… break untuk sementara”

“Break? Heh memang ada yang seperti itu?” emosi Jonghyun oppa mulai memuncak.

“Oppa..”

“Anak itu benar-benar tidak waras. Heh kau sadar tidak sih, kau sedang dipermainkan, mana ada hubungan begini, ini sama saja hubungan tanpa status”

“Ya aku mengerti, tapi ini kan hanya sementara. Dan aku juga sepertinya butuh waktu untuk ini..”

Jonghyun oppa menatapku aneh dan kemudian menghempaskan nafas pelan

“Gureyo, terserah kau lah, aku tidak perduli. Tapi yang jelas kalau Ia menyakitimu, cepat beri tau aku, karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi”

“Oppa..”

“Sudah sebaiknya kau tidur, ini sudah larut malam”

“Ne. Kau juga tidur”

“Ya nanti, aku mau nonton bola dulu. Sudah sana, tidak baik anak perempuan belum tidur, ini sudah hampir jam satu pagi”

“Ne” aku beranjak dari bangkuku dan berniat pergi tidur.

Hubungan tanpa status ya? Benarkah seperti itu?

***

“Ya.. ya.. ya.. Jong Eun, jebal sebentar saja” Yoora merengek padaku.

“Ne.. tapi sebentar saja kan?”

“Iya aku janji. Oke jadi kau mau?” aku mengangguk “kyaaaaa gumawo chingu” Yoora memeluk tubuhku erat.

Ya hari ini Yoora memintaku untuk menemaninya mencari hadiah untuk eommanya Jinki, karena besok eommanya berulang tahun. Dan kami memutuskan untuk berbelanja di mall yang tidak terlalu jauh dari sekolah karena aku takut nanti pulangnya kemalaman, aku kan belum membuatkan malam untuk Jonghyun oppa.

“Sebaiknya aku beli kan apa ya?”

“Emmh bagaimana jika sepatu” saranku.

“Sepatu, sepertinya bagus”

“Ya aku tau tempat sepatu yang bagus, kkaja!” aku mengajak Yoora ke toko sepatu yang waktu itu ku kunjungi bersama Taemin. Di toko itu sepatunya lengkap dan bagus-bagus, ditambah lagi harganya yang murah, pasti Yoora suka.

“Bagaimana kalau ini?” Yoora menunjuk sebuah sepatu high heels 7cm berwarna biru muda.

“Kau serius mau memberikannya itu, memang umur eomma Jinki sunbae berapa? Bagaimana jika yang ini” aku menunjuk sepatu high heels yang tingginya sekitar 3cm berwarna coklat muda.

“Hah iya, ini saja. Ah pilihan bagus, kalau begitu aku ke kasir dulu ya, sekaligus minta ukuran yang cocok!”

Sambil menunggu Yoora membayar sepatunya, aku kembali melihat-lihat sepatu flat yang waktu itu kutaksir. Siapa tau masih ada, kalau masih ada besok aku akan kembali lagi ke toko ini besok dan membelinya. Tapi sayangnya sepatu yang kutaksir itu sudah tidak ada lagi, pasti sudah dibeli orang ya.

“Sudah?” tanyaku ketika Yoora sudah membawa satu kantung besar ditangannya.

“Sudah. Ah gumawo ya Jong Eun~ah. Kalau begitu bagaimana kalau sekarang kau ku traktir makan sebagai ucapan terimakasih”

“Aniyo, tidak usah. Aku harus segera pulang, Jonghyun oppa pasti menungguku”

“Kau serius?” Aku mengangguk mantap “oke kalau begitu ayo kita pulang”

Aku dan Yoora baru saja akan keluar dari pintu mall ketika tiba-tiba saja aku melihat seseorang yang amat ku kenal.

Choi Minho

Ia disana sedang bersama dengan seorang yeoja.

“Op..pa” kataku tertahan.

“Siapa?” Yoora mengikuti arah pandanganku “ya Tuhan, itu bukannya Minho oppa?”

Aku terpaku. Tidak bisa berbuat apapun selain berdiri tanpa mengalihkan pandanganku dari sosoknya. Mendadak tubuhku lemas, kakiku terasa seperti tidak bertulang sampai aku harus dipegangi Yoora agar aku tidak tumbang.

Choi Minho Oppa.

Sedang apa Ia disana, dengan seorang yeoja? Apa yang mereka lakukan sampai mereka terlihat sangat dekat.

“Jong Eun~ah, gwaenchana?”

“Ne.. gwaenchanayo!” aku berusaha mengatur nafasku yang terasa begitu sulit keluar. Ya tuhan, kumohon jangan biarkan aku pingsan disini.

“Yeoja itu siapa? Seperti pernah lihat, tapi dimana ya? Apa kau tau siapa yeoja itu Jong Eun?”

Aku menggeleng pelan. Wajahnya tidak terlihat karena Ia mengenakan topi dan kacamata hitam. Tapi aku juga tidak berniat tau siapa yeoja itu, aku sungguh tidak ingin tau. Aku berharap apa yang kulihat ini tidak benar-benar nyata, aku harap ini hanya halusinasiku saja.

“Jong Eun kau jangan langsung berpikiran macam-macam, siapa tau itu noonanya Minho Oppa”

“Oppa hanya punya seorang hyung, Yoora”

“Haish kalau begitu, apa sebaiknya kita hampiri saja mereka, kkaja”

Yoora sudah beranjak pergi menghampiri mereka tapi buru-buru kucegah.

“Kita pulang saja, jebal”

***

Taemin POV

“Haish aku pusing!!!” kulihat Jonghyun hyung mengacak-acak rambutnya karena lelah menghadapi soal matematika dihadapannya.

“Ayolah Jonghyun, kau ketinggalan banyak pelajaran saat dirumah sakit!” Jinki hyung tetap memaksanya mengerjakan soal itu.

Hari ini memang berbeda seperti biasanya, hari ini setelah pulang sekolah, Jinki hyung mengajarkan beberapa soal matematika pada Jonghyun hyung karena besok kelasnya akan ada ujian matematika. Dan kebetulan karena aku tidak ada kerjaan, aku ikut saja dengan mereka dengan perjanjian tidak mengganggu mereka sedikitpun.

“Sudahlah Jinki, aku pusing, jebal..”

“Lima nomor lagi ya”

“Haish”

Aku tertawa kecil melihat Jonghyun hyung. Dari dulu tidak pernah berubah, selalu lemah di matematika, ckck dasar.

“Ya itu sepertinya Jong Eun pulang!” kata Jonghyun hyung ketika mendengar suara-suara seseorang dari arah pintu “biar aku bukakan pintunya”

“Jonghyun, kerjakan! Biar Taemin saja yang membukakan pintu untuk Jong Eun!” perintah Jinki hyung tegas.

“Haish dasar!”

Aku menurut, aku langsung berjalan kearah pintu dan kemudian membukanya. Kulihat Jong Eun pulang bersama Yoora dan Jong Eun langsung berlari masuk kedalam tanpa menyapaku terlebih dahulu.

“Ia kenapa?” tanyaku pada Yoora.

“YA JONG EUN KAU KENAPA?” dari dalam kudengar suara teriakan Jonghyun hyung.

“Yoora, apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Jong Eun menangis?” Jinki hyung kini bertanya pada Yoora ketika aku dan dia telah kembali keruang tegah tempat Jinki dan Jonghyun hyung belajar.

“Jong Eun menangis? jinja?!!” aku nampak terkejut. Menagis? Karena apa? Apakah namja itu sudah bicara padanya?

“Ne.. Tadi aku dan Jong Eun tidak sengaja melihat Minho bersama yeoja lain”

“JEONGMAL?!” aku dan Jonghyun hyung teriak bersamaan.

“Haish bocah itu!!” Jonghyun hyung langsung berlari hendak menghampiri Jong Eun dikamarnya.

“Hyung, biar aku saja” aku mencegahnya.

“Tapi Taemin..

“Hyung kau emosi, aku takut jika emosimu tidak terkontrol kau akan melakukan hal diluar dugaan. Kumohon biar aku saja ya..”

Jonghyun hyung mentapku pasrah. Ia mengangguk, mengizinkan aku yang menghampirinya. Aku dengan segenap keberanian yang tersisa melangkah menapaki anak tangga untuk menuju kamar Jong Eun yang berada dilantai atas.

Aku tidak menyangka jika Minho benar-benar serius dengan ucapannya semalam, Ia benar-benar serius ingin mengakhiri hubungannya dengan Jong Eun? Aku kira Ia tidak mungkin.. Hmm maksudku tidak secepat ini.

Ya Choi Minho, kau benar-benar hebat! Terimakasih telah membuatnya jadi seperti ini?!!!

Lama aku terdiam di depan pintu kamarnya tanpa berani masuk kedalam. Aku hanya dapat melihatnya dari sela-sela pintu yang tidak tertutup rapat. Aku melihatnya disana, disudut kamarnya, sedang berdiri membelakangiku sambil memegang handphonenya. Aku tebak Ia sedang menelfon seseorang yang aku tidak tau siapa, tapi aku yakin kalau orang itu pasti Minho.

“Ne.. arraseo oppa” katanya disela-sela tangisnya yang ditahan “gwaenchana, aku harap ini yang terbaik untuk kita, oppa”

Aku melihat Ia menutup telfonnya. Ia lalu terdiam sebentar sebelum akhirnya terjatuh kelantai dengan posisi duduk dan menutupi wajahnya dengan tangan. Ia terisak dan aku pun langsung berlari menghampirinya.

“Gwaenchana?” tanyaku khawatir.

Ia tak menjawab, ia menoleh kearahku, memandangku dengan tatapan yang sulit kujelaskan. Aku segera memeluknya dan ia pun membenamkan wajahnya dalam dadaku. Tangisnya pecah dan aku tak tau apalagi yang dapat kuperbuat selain memeluknya erat, berharap apa yang kulakukan dapat membuatnya lebih baik.

“Aku.. Minho.. Kami berakhir” katanya dalam isak tangisnya.

“Gu.. gureyo?”

Ia mengangguk lemah.

Duk!

Seperti ada yang menghantam kepalaku dari belakang.

Mereka berakhir.

Benar-benar berakhir? Ya Tuhan, eottokhae?

(Bangeum), Geunyeo jeonhwareul badgo saenggaki cham manhi jyeosseo 

(baru saja) setelah dia selesai dengan handphonenya, aku dapat mendengar sesuatu tentangnya

(eojae) saranghadeon aeinaegae beorimbadatdae

(kemarin) dia menemukan pacarnya telah berbohong padanya

(jigeum) ulmeogideon geunyeol dalraejureo gajiman nan

(sekarang) dia menangis dan aku melindunginya

(naeshim)gibbeojineun maeumeul chameul suga eobtneundae

(tapi di dalam hatiku) aku tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia

Nan inareul gidaryeosseo

aku telah menunggu datangnya hari ini

Nae eoggaereul bilryeojumyeo

ketika aku dapat meminjmi bahuku padanya

Nunmureul daggajugo

dan dapat menghentikan tangisnya

Geunyeoui eopae, Yongwonhi gyeotae

aku ingin berada disisinya selamanya

Nae jaril mandeuleo nogoseo, Chingu anin. Namjaro byeonhae

mendapatkan tempat sebagai kekasihnya, bukan temannya

Seulpeumeun eobdorog

Jikeojul georago

Anajumyeo malhalgeoya

aku akan memeluknya dengan tanganku

dan lihatlah, setelah itu dia tidak akan bersedih lagi

 

One For Me – SHINee

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

25 thoughts on “Hey, Can You See My Heart – Part 7”

  1. Kok pngen nangis ya baca yg bagian akhr? #aneh

    minho? Kau serius mau putus? Hikz. Aku kasian sama Jong Eun nya…

    D tunggu lnjutannya wahai author~ 🙂

  2. huaaa, minho jahat minho jahat.. ishh ngeselin bgt 😦
    untung raena ga d munculin d part ini, mksdnya ga ada dialognya raena, kalo ada beuh aku tmbh ksel ama raena, ya mskipun minho ga suka ama raena, tp aku jd ga yakin minho cinta ma jongeun.. dah jongeun ama taemin aja.. tp kalo bsa minho dbkin nyesel senyesel2nya..trus dia kejar lg dah si jongeun.. 😀

  3. Minhooooo
    Tegategategaa
    Raena ihhhh sahabat sendirii
    Taemin jaga jongeun baik baik
    Jangan bikin dia nangis
    Jongeun, jangan mikirin minhoo mulu
    Sekalisekali peka sama taemin okee
    Jonghyun, sabar sabar jangan emosi
    Lanjutttt

  4. untung ngak ikut nangis baca ini, sedih. . . .
    Minho egois bgt sih jd sebel kata y ngak suka ma Rae Na tp tetep ja mau jalan b’2. .
    . . . .
    AKU SEBEL MA MINHO!!!!!

  5. hya bener2 kesel ma minho !! taemin jaga jong eun ya !! jjong belajar matematika sonoh sma jinki biar jong eun taemin yg ngurus !! #plak!! di tabok jonghyun !!

    huwaaa author !!! apa itu rae na ??!! temen macam apa itu ?!!!
    hyaa author lanjut !!!

  6. oh jadi minho gag suka raena? Bagus deh kalo gituh. Udah jong eun sm taem aja biar aq yg sm minho heheh lanjoot tor!

  7. Yahh,, kok uda TBC?? kurang panjang nih,,
    Argh, Minho kenapa dilepasin?? Kamu kan gak suka ma Raena?? Dan kalau masalah Taemin, toh dia juga gak akan ngerebut Jong Eun kan selama kamu gak macem-macem??
    Aish,, gak rela Jong eun pisah ma Minho,,

    Waiting vo next part,, 🙂

  8. itu translatenya one for me? ohmygawd
    nyambung bgt!!! lol
    taeeeemiiiiiiiiiiiiiiiiiin fighting!!!
    unnie authooooooooooorr juga fighting! keke

  9. MWO?????????????? MINHOOOOOOOOOO *nonjok minho pke bola basket #dibakar flames*
    KAU KETERLALUAAAAAAAAAAN *capslock keinjek heebum*
    jong eun,tenang masih ada bang taem….!!! *aslinya sih cucok ama bang minho #digampar taem*
    buang MINHO ke LAUUUT *maaf,,capslocknya drtd diinjek2 ama heebum hehe*

  10. Okok di part ini sya kecewaa skali melihat jonghyun yg gk lngsung bertindak ngasih pljaran buat minho,,, ckckckckckkc

    #plakkkk,, jahat skali sya,, kEkekekek

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s