The Phantom of The Opera – Part 3 (End)

The Phantom of The Opera – Part 3  (End)

Author: Shin Chaerin

Cast: Lee Sooyun (imaginary), Lee Jinki (SHINee)

Support Cast: Key (SHINee), Kim Jonghyun (SHINee), Lee Taemin (SHINee), Choi Minho (SHINee), Leeteuk (Super Junior), Victoria (Fx), Shin Chaerin (author)

 

Genre: Mystery, Romance, Friendship

Disclaimer: Picture © Andrew Lloyd Webber’s film poster.

The story is adapted from Goosebumps: The Phantom of The Auditorium by R.L Stine.

Rating: PG-13

Length: Sequel

 

Warning: AU, typo, alur gaje

A.N: Khusus di FF ini, semua member Shinee beserta Sooyun dan Chaerin adalah seumuran.

Okay, Happy Reading ^ ^

Summary:

You must make the audience enjoy the show to finish..

 

Therefore you must finish the story..

 

The story that never ends..

Previous story..

Sepulang sekolah tepat, aku, Jinki dan Key pergi ke auditorium. Tapi kurasa yang lainnya masih belum datang termasuk Miss Victoria. Saat kami tiba di auditorium, mata kami bertiga langsung terfokus pada sesuatu yang terpampang jelas di background panggung. Kami menatapnya dengan ngeri, kain putih yang menempel di background panggung dan ditulisi dengan menggunakan suatu cairan berwarna merah pekat seperti darah, disitu tertulis,

MENJAUH DARI RUMAHKU!!

***

Beberapa saat kemudian Miss Victoria dan murid-murid lainnya tiba di auditorium, bisa tebak bagaimana ekspresi mereka? Bingo! Ekspresi mereka sama dengan kami bertiga, ngeri melihat pemandangan seperti itu. Namun kali ini ditambah kemarahan, bagaimana tidak marah? Hiasan panggung yang susah payah kami buat kemarin sudah tak berbentuk dan berserakan di lantai panggung. Sebagai gantinya kain putih konyol itu yang sekarang menjadi background panggung.

Huh, ini tidak lucu!

“Apa-apaan ini! Setting panggung kita kenapa jadi seperti ini? Siapa yang berani merusaknya? Ditambah lagi, oh ya Tuhan, siapa yang berani menulis background panggung dengan tulisan seperti itu?!” racau Miss Victoria.

Tak ada satupun dari kami yang bisa menjawab.

“Tidak ada yang mau mengaku?!!”

“Err Miss, mungkin saja ini perbuatan si hantu yang telah menghuni tempat ini”, ujar Key pelan-pelan.

“Huh, kau pikir aku percaya pada cerita konyol kalian! Setiap ada keanehan, kalian selalu menimpakan pada si hantu, seolah-olah dia yang melakukannya. Dan itu, sudah jelas perbuatan manusia bukan perbuatan hantu”, ujar Miss Victoria sambil menunjuk setting panggung kami yang berantakan.

Miss Victoria menghampiri kain putih yang tertempel pada background panggung kemudian menariknya. “Tulisan ini ditulis dengan cat merah. Pelakunya pasti ada diantara kita. Aku harus mendapatkan buktinya untuk mengetahui siapa pelakunya. Kalau begitu, saatnya penggeledahan!”

“Tapi Miss, bisa saja yang melakukan ini bukan kami tapi murid lain, supaya acara kita gagal”, kata Jinki.

“Hm, bisa jadi. Tapi langkah awal, kalian dulu yamg harus diperiksa. Untuk selanjutnya, biar aku yang memeriksa murid-murid kelas lain”, ujar Miss Victoria tegas.

Kami akhirnya digeledah satu persatu, mulai dari tas, kolong meja tempat duduk kami, loker kami, tapi tak satupun barang bukti ditemukan. Lokerku selesai diperiksa, tidak ditemukan apa-apa di dalamnya. Kini tiba giliran loker Jinki yang diperiksa.

Dan kami semua tidak percaya, di loker Jinki ditemukan cat setengah kering berwarna merah pekat seperti darah.

***

“Tidak, tidak! Bukan aku pelakunya! Untuk apa aku melakukannya! Aku mohon kalian percayalah padaku.” Jinki terus mengelak bawa ia bukanlah pelakunya, ia bersikeras bahwa ia dijebak. Awalnya aku ragu, aku sempat berpikir bahwa ini memang ulah konyol Jinki si tukang iseng.

“Sooyun-ah, kau percaya padaku kan? Kau percaya kalau aku bukan pelakunya kan? Jawab Sooyun-ah?” ujar Jinki memelas.

“A..aku tidak tahu”, hanya itu yang keluar dari mulutku. Dasar Sooyun pabo! Seharusnya kau sudah menyadari bahwa Jinki dijebak oleh seseorang?! Seburuk-buruknya Jinki, ia tidak mungkin melakukan ini. Apalagi bertindak bodoh dengan menaruh barang bukti di lokernya sendiri. Ia pasti dijebak. Tapi lidahku rasanya kaku, bahkan aku tidak bisa melakukan pembelaan terhadap Jinki. Miss Victoria mengambil tindakan mencabut peran Jinki dan mengeluarkan Jinki dari drama, ditambah lagi Jinki diskors selama 3 hari dengan tuduhan merusak properti sekolah.

Hari itu kami tidak jadi latihan, yang kami lakukan adalah memperbaiki setting panggung. Yang menggantikan peran Jinki sebagai Sang Hantu adalah Minho. Dia senang sekali mendapatkan peran itu. Walaupun Minho murid kelas lain, itu tidak masalah. Apalagi Minho anak klub teater yang sama denganku dan Jinki.

***

Saat ini aku dan Key berada di rumah Jinki. Jinki sedang menjalani masa skorsnya, jadi kuputuskan untuk menjenguknya.

“Mianhae, aku tidak melakukan pembelaan apapun kemarin”, kataku memelas.

“Sudahlah Sooyun-ah, percuma saja membantah nenek lampir itu”, ujar Jinki kesal.

“Apa orangtuamu tahu masalah ini?” tanya Key.

“Iya, nenek lampir itu menelepon orangtuaku dan menceritakan masalah ini. Akibatnya aku dimarahi habis-habisan dan uang sakuku ditiadakan selama 3 bulan. Siaaal!”

“Kalau kau memang bukan pelakunya, aku akan membujuk Miss Victoria untuk mengembalikan peranmu. Aku tahu kau kecewa karena peranmu dicabut”, kataku yakin.

“Tenanglah Jinki, kami akan membantumu”, ujar Key sambil mengedipkan sebelah matanya. Jinki hanya tersenyum.

***

Keesokan harinya, aku mencoba membujuk Miss Victoria untuk mengembalikan peran Jinki dengan mengatakan bahwa Jinki tidak bersalah, Jinki hanya dijebak.

“Apa kau punya bukti kalau Jinki tidak bersalah?” ujar Miss Victoria santai sambil menyeruput kopinya.

“Aku memang tidak punya. Tapi aku mengenal Jinki dengan baik, Jinki tidak mungkin melakukan hal itu”, protesku.

“Maaf, kalau hanya dengan pernyataan begitu kau akan kalah di ‘pengadilan'”, ujarnya.

“Miss, aku rasa aku tahu siapa pelakunya. Sebenarnya beberapa hari yang lalu aku, Jinki dan Key menyelidiki lubang panggung itu malam hari. Saat itu kami bertemu Leeteuk, dia mengaku sebagai pembersih sekolah malam yang sering berkeliaran di sekolah pada malam hari. Waktu itu ia marah pada kami karena kami telah mengganggu ketenangannya. Jadi aku rasa, dia dalang dari kekacauan ini. Dia sengaja menulis itu untuk mengancam kami supaya menjauhi rumahnya”

“Apa? Jadi kau menyelidiki lubang panggung itu tanpa izin?!”

Aku hanya nyengir kuda. “Baiklah untuk sementara kasus ini kita biarkan saja, aku akan memastikan terlebih dahulu apakah ada pembersih sekolah yang bernama Leeteuk. Itupun kalau kesaksianmu bukan cuma bualan”, kata Miss Victoria.

***

“Bagaimana? Apa Miss Victoria percaya pada ceritamu?” tanya Chaerin setibanya aku di kelas.

“Entahlah, Miss Victoria masih ingin memastikan dulu apa ceritaku memang bisa dipertanggungjawabkan atau tidak, lagipula gara-gara ceritaku itu mungkin aku, Jinki dan Key akan dikenai detensi karena berada di sekolah tengah malam.”

“Wah kalau begini akan sulit mengembalikan peran Jinki. Eh, Sooyun-ah, kau tidak curiga pada Minho? Bisa saja kan?”

“Ya aku pikir juga begitu, tapi selama tidak ada bukti kurasa percuma.”

***

Aku berjalan sendirian di koridor menuju perpustakaan. Sekolah sudah mulai sepi karena saat ini jam pulang sekolah. Perpustakaan juga sepi namun aku selain aku dan penjaga perpustakaan ternyata ada seorang lagi, aku melihat sesosok yang tengah bersandar di dinding dan tersenyum padaku.

“Halo”, ujarnya.

“Lee, Lee Taemin! Sedang apa kau disini?”

“Kau tidak lihat? Aku sedang membaca buku.”

Aku segera menghampiri namja itu. “Aku kaget saat kau tiba-tiba bicara. Sebelumnya kau bahkan mengacuhkan semua orang yang mengajakmu bicara. Kupikir kau autis?” cibirku.

“Sudah selesai menyindirku?”

“Apa sih maksudmu?!”

“Lupakan saja. Ngomong-ngomong Lee Jinki kena kasus dan diskors ya? Wah kasihan..” tanya Taemin dengan nada prihatin yang dibuat-buat.

“Kalau iya memangnya kenapa?” jawabku ketus.

“Wah kau sebal karena pacarmu dihukum ya?”

“Di,dia bukan pacarku!”

“Tampaknya aku harus berterimakasih pada orang yang membuat Jinki kehilangan perannya dalam drama dan diskors selama 3 hari. Dengan begitu ia tak lagi dekat-dekat denganmu. Namun sayang, perannya diambil alih oleh Minho bukan aku”, ujar Taemin sambil tersenyum dingin kemudian berlalu pergi dari hadapanku.

Apa sih maksud anak itu?!

***

“Sooyun-ah bisa bicara sebentar?” lenganku ditarik oleh Kim Jonghyun menuju taman sekolah yang kebetulan sepi.

“Maaf Sooyun-ah kemarin aku tidak datang latihan karena ada keperluan. Aku dengar Jinki diskors dan dikeluarkan dari drama. Aku juga dengar kalau Minho yang menggantikan peran Jinki. Wah sayang sekali, padahal aku pikir aku bisa karena aku yang memerankan Sang Hantu yang menyamar sebagai manusia. Wah sayang sekali ya? Tapi kenapa harus Minho yang terpilih?”

“Itu sudah keputusan Miss Victoria”

***

Aku segera menuju ruang Miss Victoria. Apa dia memanggilku karena ingin mengembalikan peran Jinki?

“Permisi, anda memanggilku, Miss?”

“Ya, silakan duduk.”

“Ye.” aku segera memposisikan tubuhku di hadapan Miss Victoria.

“Aku sudah memastikan kepada semua guru disini dan kepala sekolah, mereka semua mengatakan bahwa sekolah ini tidak mempunyai pembersih sekolah malam. Tidak ada pembersih sekolah malam disini”, ujar Miss Victoria.

“Mu,mustahil. Tapi saya benar-benar bertemu orang itu, dia mengaku sebagai pembersih sekolah malam. Miss, saya yakin dialah pelakunya, dialah orang yang merusak properti panggung kita. Jinki tidak bersalah.”

“Kau tidak bisa seenaknya menimpakan masalah ini pada orang lain, Lee Sooyun!”

“Kalau begitu izinkan kami memeriksa lubang panggung itu sekali lagi. Saya yakin Leeteuk masih ada disana.”

“Tapi kau bisa kena detensi, lagipula kau bisa saja kena detensi kalau aku mau melaporkan pada kepala sekolah kalau kau sudah menyusup ke lubang panggung itu tengah malam beberapa hari yang lalu..”

“Maka dari itu hari ini saya meminta izin untuk menyusup lagi, kalau anda tidak percaya anda bisa ikut bersama kami.”

***

Malam sudah tiba. Aku, Jinki dan Key, kali ini ditemani Miss Victoria berencana menyusup ke lubang panggung itu lagi. Yang menyusup aku dan Jinki. Sedangkan Key dan Miss Victoria berjaga diluar.

“Miss, kalau dalam waktu 1 jam kami tidak kembali. Segera panggil bantuan, karena kami mungkin dalam bahaya”, pesanku.

“Baik, tapi kalau ternyata di dalam lubang panggung itu tidak ditemukan siapapun, maka kalian semua akan dikenai detensi. Mengerti?”

Uhh, inilah bagian yang paling sulit. Apakah aku dan Jinki bisa membawa Leeteuk ke hadapan Miss Victoria dalam keadaan hidup-hidup? Atau Leeteuklah yang membawa kami berdua kehadapan Miss Victoria dalam keadaan tak hidup. Andweee!!!

“Ayo Sooyun, kita masuk. Akan kuhajar orang yang bernama Leeteuk itu!” ujar Jinki berkoar-koar.

***

Sudah 15 menit kami berdua di lorong yang gelap dan pengap ini. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Leeteuk. Kami terus menyusuri lorong menuju ruangan yang kemarin kita yakini sebagai tempat tinggal Leeteuk. Steleh cukup lama berjaln akhirnya kami menemukan ruangannya. Ketika kami membuka ruangannya, kosong. Sama seperti kemarin, ia tidak ada di ruangannya. Kami kembali meneruskan pencarian kami.

“Jinki, bagaimana ini kalau kita tidak menemukan Leeteuk? Kita bisa dikira pembohong dan dikenai detensi.”

“Hhh, aku tidak tahu. Sudah kita lanjutkan saja pencarian kita.”

Tanpa sengaja aku melihat ke arah Jinki. Mataku terbelalak saat mengetahui di belakang Jinki ada Leeteuk yang sedang mengarahkan kayu yang dipegangnya ke arah Jinki.

“JINKI AWAS!!!” teriakku.

DUAKK

“Argh!” Jinki mengerang dan jatuh tersungkur.

“JINKI!!” aku segera berlari menghampiri Jinki, namun belum sempat aku meraihnya, Leeteuk sudah terlebih dahulu menarikku dan menyeretku.

“Andwe!!! Tolong aku! Tolo- mmph..mmph!”

Leeteuk membekap mulutku. Sial! Mau dibawa kemana aku sebenarnya? Apa setelah ini aku akan dibunuhnya?! Andweee!! Aku segera menggigit tangan Leeteuk.

“Aaakh! Dasar perempuan sialan!”

Aku segera berlari dan berteriak, kuharap Jinki dengar teriakanku walaupun jarak kami terpaut kurang lebih 200 meter. “Jinki!!! Kau masih sadar kan!!! Cepat hubungi Miss Victoria dan suruh dia panggil bantuan.”

Sial! Lagi-lagi kakiku keseleo saat lari. Aku terjatuh dan.. Leeteuk sudah berada di hadapanku. Disini tidak ada senjata. Aku melemparkan segala yang ada di ranselku padanya. Dan ia berhasil menghindari seranganku dengan mudah. Aku meraih senterku dan menyinari wajahnya, ia segera menutupi wajahnya karena silau.

Ia semakin marah, kemudian ia menghampiriku, meraih senterku lalu menghancurkannya.

“Sudah cukup main kucing-kucingannya! Sekarang kau akan merasakan akibatnya!” ujar Leeteuk seraya menarik kerah bajuku dengan kasar. Apakah riwayatku akan tamat sampai disini? Kurasa tidak.

“Jangan bergerak!! Kami polisi!”

Dari kejauhan aku bisa melihat kawanan polisi menyinari kami dengan senternya, ada beberapa yang mengacungkan pistolnya.

Merasa posisinya terancam, Leeteuk mengancam akan membunuhku. Namun aku mengambil kesempatan dengan menginjak kakinya kuat-kuat kemudian melepaskan diri. Leeteuk segera mengambil langkah seribu, polisi-polisi itu segera mengejarnya. Namun ada beberapa yang menolongku. Aku berhasil keluar dari lubang panggung dan langsung berlari menuju Key dan Miss Victoria.

“Sooyun, kau tidak apa-apa?” tanya Key dan Miss Victoria berbarengan. Mereka kelihatan cemas sekali.

“Aku tidak apa-apa. Tadi aku sempat tertangkap oleh Leeteuk namun polisi segera datang menyelamatkanku. Dimana Jinki? Apa dia baik-baik saja?”

“Dia pingsan, tapi Jinki sudah dibawa ke rumah sakit. Kurasa dia akan baik-baik saja”, sahut Key.

***

Polisi mengabarkan kalau pengejaran tersangka Leeteuk kemarin tidak berbuah apa-apa. Polisi sudah melakukan pengejaran sampai pagi namun Leeteuk tak ditemukan dimanapun di lorong itu. Ia berhasil meloloskan diri. Kabar itu tentu membuatku kecewa.

Polisi menduga Leeteuk adalah salah satu perampok yang menjadi buronan polisi sejak 5 tahun yang lalu. Ada salah satu anggota perampok yang menghilang, padahal dua orang lainnya sudah tertangkap. Ternyata buronan itu bersembunyi di lorong bawah tanah yang tersambung dengan lubang panggung sekolahku. Sampai sekarang polisi masih melakukan penyelidikan.

Sekarang Miss Victoria mempercayai ceritaku dan ia tidak jadi memberi kami detensi. Jinki sudah baik-baik saja, tidak ada luka fatal akibat pukulan di kepalanya. Sebenarnya bisa saja Miss Victoria mengembalikan peran Jinki namun tampaknya ia tidak bisa melakukannya karena keadaan Jinki yang tidak memungkinkan. Jadi peran Sang Hantu tetap diperankan oleh Minho.

Sepulang sekolah aku kembali menemukan surat yang isinya ‘Menjauh dari rumahku!!’ di lokerku. Hei,hei bukannya si tersangka yang menulis ini sudah menjadi buronan polisi sekarang? Kenapa masih ada tulisan seperti ini? Apa sejak awal ini memang bukan kerjaan Leeteuk? Kalau memang bukan, lalu ini kerjaan siapa?

***

Besok adalah hari pementasan drama kami. Kami semua sibuk mempersiapakan setting panggung. Aku dan Minho sedang memcoba kostum kami. Wow, aku seperti putri saja. Minho juga tampak seperti pangeran.

“Hahh, sayang sekali adegan ciumannya harus dihilangkan. Aku jadi tidak semangat”, ujar Minho.

“Tentu saja harus dihilangkan!! Ini kan drama sekolah!” sahutku geram

“Padahal menurutku akan lebih romantis kalau ada adegan ciumannya. Ck!”

“Mworago?!”

Dasar mesum!! Setelah mencoba kostum aku segera membantu yang lainnya mempersiapkan panggung. Jinki sudah sembuh, ia juga membantu yang lainnya mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk drama besok. Sebenarnya aku tidak enak pada Jinki karena pada akhirnya Minho tetap memerankan Sang Hantu. Tapi sepertinya Jinki tidak mempermasalahkannya lagi.

“Sooyun-ah!”

“Key!”

“Semangat untuk besok ya! Kau pasti bisa memerankannya dengan baik. Aku yakin!” ujar Key sambil tersenyum manis.

“Key, sebenarnya ada yang ingin aku katakan sejak kemarin..”

“Oh ya? Kau mau bilang apa?

“Anu Key..mm..sebenarnya aku su..suka-“

“Apa? Kau mau bilang apa?”

“Err.. besok saja deh, setelah drama ini selesai, aku akan mengatakan hal itu padamu. A-aku akan serius mengatakannya, dan setelah aku mengatakannya kau jangan tertawa apalagi menganggap kata-kataku itu sebagai lelucon. Me,mengerti?!” aku segera pergi dari hadapannya. Sedangkan Key hanya menaptapku heran dari kejauhan.

Aduh jantungku! Jantungku rasanya hampir copot! Tapi, aku harus mengatakannya kalau aku menyukainya. Bagaimana ini? Pipiku rasanya panas. Sooyun-ah fighting!!

***

Hari pertunjukan telah tiba, apakah aku gugup? Jangan bercanda! Tentu saja aku gugup! Bagaimana kalau aku gagal memainkan peranku?! Ahh tidak boleh! Aku tidak boleh berpikir yang tidak-tidak!

20 menit lagi pertunjukannya dimulai, aku sudah terlihat cantik dengan kostumku. Ngomong-ngomong dari tadi aku tidak melihat Minho. Kemana dia? Ah mungkin dia sedang sibuk membereskan penampilannya. Dia kan cowok metroseksual! Adegannya memang sedikit. Ia hanya muncul di awal sekilas, kemudian ditengah juga tidak terlalu banyak, kemudian di akhir waktu adegan perpisahan. Yang banyak memerankan adegan disini adalah aku! Hey, kenapa aku baru sadar. Aku jadi makin gugup.

***

“Hadirin sekalian, mari kita saksikan drama romansa yang berjudul ‘The Phantom of The Opera’, kita beri tepuk tangan yang meriah!”

Terdengar riuh penonton memberikan tepuk tangan. Wah banyak sekali yang menonton. Drama dimulai dengan tarianku dan para penari lainnya. Kami sukses dengan adegan ini, kemudian kami melanjutkan adegan-adegan selanjutnya. Kami memerankan tiap-tiap adegan dengan sempurna. Kurasa dramanya akan berjalan dengan lancar.

Tibalah saat adegan terakhir dari pertunjukan ini, adegan yang sangat ditunggu-tunggu karena mengharukan dimana setelah lady Christine sukses dengan operanya maka ia harus berpisah dengan Sang Hantu yang dicintainya.

“Aku mencintaimu wahai penyelamatku. Aku bersedia menyerahkan diriku untukmu yang telah membuatku bersinar seperti ini, Phantom..”

“….”

Hei kenapa kau diam saja Minho? Harusnya kau bilang ‘Aku juga gadisku, namun aku tidak bisa’, ah dasar Minho pabo! Aku segera menghampiri Minho.

“Kumohon tetaplah disisiku. Jadilah penyelamatku untuk selamanya. Kita nikmati dunia ini bersama.”

“….”

‘Ya! Kau lupa dialogmu ya?’ bisikku pada Minho.

“….”

‘Minho?’

“Maaf, aku harus pergi.. Tapi sebelum itu, biarkan aku menciummu..”

MWO?? Itu kan tidak ada di dalam dialog? Yang benar saja! Ottokhae?

Aku melihat kebelakang panggung, dan melihat Miss Victoria mengacungkan dua jempolnya sedangkan Chaerin mengangkat kertas yang bertuliskan ‘Teruskan Saja!!’ tinggi-tinggi.

Sial aku dijebak!! Ternyata mereka bersekongkol! Awas saja mereka berdua! Tapi sebelum itu..Sang Hantu di hadapanku ini mulai mendekati wajahku.

5 cm..

4 cm..

3 cm..

2 cm..

Cup

Aku merasakan ia mencium bibirku lembut, ciumannya begitu membuai. Tubuhku rasanya kaku. Hua! First kiss-kuu! Minho awas kau ya!

Lagu penutup segera dilantunkan kemudian tirai ditutup perlahan-lahan. Ending yang sangat mengguggah suasana hati. Penonton bersorak sorai memberi tepuk tangan. Kurasa penonton sangat terkesan dengan cerita kami yang dramatis.

“Ya Minho! Apa yang kau lakukan?! Tadi kan tidak ada dalam skenario!!”

“Maaf..”

Ia mengucapkan kata maaf lagi, kali ini aku dapat melihat tatapan matanya yang sendu dibalik topeng putihnya.

“Maaf karena sudah mengagetkanmu.”

Seketika aku sadar bahwa namja dihadapanku ini bukan Minho. Jinki kah? Atau Jonghyun? Atau siapa? Yang jelas ia bukan Minho.

“Ka..kau siapa? Kau bukan Minho kan?” tanyaku dengan suara yang mendadak parau.

“Kau menyadarinya ya?”

Apa-apaan namja ini?! Sudah berbuat dosa mengambil first kiss-ku, sekarang malah sok innocent!

Kemudian ia bercerita tentang siapa dirinya, bahwa ia adalah seseorang yang seharusnya memerankan Sang Hantu 70 tahun yang lalu, namun ia jatuh ke lubang tangga dan mati. Dan ia telah menunggu kesempatan untuk menjadi Sang Hantu lagi setelah sekian lama. Kini kesempatan yang ditunggu-tunggunya telah tiba.

Aku benar-benar terkejut oleh ceritanya, jadi peristiwa itu memang benar! Berarti yang di hadapanku sekarang ini adalah si hantu asli!

“Terimakasih, berkat kalian aku bisa menjadi Sang Hantu kembali, setelah sekian lama aku menunggu ada orang yang akan memainkan drama ini lagi, akhirnya kesempatan itu tiba. Akhirnya aku bisa menyelesaikan dramaku.”

Aku hanya bisa menganga, mu..mustahil!

“Baiklah urusanku sudah selesai, saatnya aku pergi. Sampai jumpa..”, ujarnya sambil tersenyum padaku. Senyuman yang sangat manis, yang membuatku terpaku sesaat. Setelah berpamitan, ia segera menghilang ke lubang panggung.

Hah..hah apa-apaan tadi?! Aku benar-benar syok! Dan yang tahu kenyataan ini cuma aku! Cuma aku!

“Sooyun..Sooyun!” Miss Victoria dan yang lainnya memanggil-manggilku lalu memelukku.

“Kau berhasil sayang! Aku sangat terkesan dan hampir menangis melihat drama kalian!” ujar Miss Victoria bangga.

“Benar, kalian romantis sekali!” kata Chaerin.

“Selamat ya! Kita pasti menjadi yang terbaik! Oh ya, mana Minho?” ujar Jinki.

Tiba-tiba Minho berlari tergopoh-gopoh kearah kami sambil memohon ampun. Ia bilang, ia dipukul oleh seseorang hingga pingsan saat menuju auditorium. Aku yakin itu ulah si hantu. Tapi Miss Victoria mengacuhkan kata-katanya dan terus memberinya selamat dan pujian bahwa saat di panggung Minho sangat keren seperti pangeran.

Oh iya, aku tidak melihat Key, apa dia ada di bangku penonton ya? Aku segera turun panggung untuk menemui Key dan menanyakan bagaimana pendapatnya mengenai aktingku. Setidaknya ia harus mengucapkan selamat atas keberhasilan dramaku.

Oh sepertinya aku akan gagal menemui Key! Karena saat aku turun panggung penonton segera berbondong-bondong menghampiriku. Banyak lampu blitz yang mengenaiku. Mereka semua bilang aktingku bagus dan suatu saat nanti aku bisa menjadi aktris. Banyak guru-guru yang menyalamiku. Wah, ternyata penggemarku banyak juga.

Pasti Key sedang menungguku? Kalau begini keadaannya mana bisa ketemu. Ternyata banyak penonton yang mengajakku berfoto bersama, guru-guru juga mengajakku berfoto, aku juga diwawancarai untuk mengisi headline koran sekolah. Ternyata jadi artis itu melelahkan. Kalau begitu aku bertemu Key besok saja.

***

Akhirnya aku bisa pulang pada sore harinya. Aku capek! Aku langsung tertidur begitu sampai di rumah. Keesokan paginya aku dan Jinki berangkat sekolah bersama, rumah kami berdekatan jadi tak jarang kami berangkat sekolah dan pulang sekolah bersama.

Aku mengahampiri lokerku kemudian membukanya, ingin mengambil buku yang kusimpan kemarin, syukurlah tidak ada surat ancaman itu lagi tapi sebagai gantinya aku menemukan sesuatu.

Koran usang.

Aku melihat tahun penerbitan koran ini, 1943. Ternyata koran ini terbit sekitar tahun 40-an. Siapa yang  menaruh koran usang ini di lokerku?

“Hei Jinki! Lihat ini!” aku menunjukkan koran itu pada Jinki.

“Koran kuno? Kau dapat darimana?”

“Aku menemukannya di lokerku.”

Kemudian kami membaca sekilas berita yang tertulis disitu. Berita itu menyatakan tentang pementasan drama The Phantom of The Opera di sekolah kami pada tahun 40-an dulu, beserta pemeran Sang Hantu, alias anak yang tewas di lubang panggung tersebut dan menjadi Sang Hantu sungguhan.

 “Hei, ada fotonya. Tapi tidak jelas karena gelap, kita seharusnya tidak membelakangi lampu”, ujar Jinki.

“Iya, iya!”

Aku segera mengarahkan koran berisi foto si anak yang tewas 70 tahun lalu itu tepat di bawah lampu.

“Mwo?!”

Aku benar-benar terkejut melihat foto anak itu, kurasa Jinki juga sama terkejutnya denganku.

Karena, anak yang ada difoto itu adalah Key.

The End

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

41 thoughts on “The Phantom of The Opera – Part 3 (End)”

  1. First kah? Hehe
    Wow akhirnya misterinya terungkap.
    Aku kira hantu sebenernya si taemin tapi malah key.
    Jadi taemin itu siapa? Manusia biasa ya?

  2. Key!!!!!!!
    Yaampunnn ternyata selama ini dia
    taemin kamu tak bersalah nak #abaikan
    Wakakaka minho lawak banget
    Udah berharap dicium malah ga jadi main
    Tapi ko bisa key si
    Sebenernya masih kuranag ngerti sii
    Terus hantunya ilang kemana yang dulu?

  3. Hahahahaha ..
    Ternyata Key, baru sadar pas di akhir ..
    Pas si Sooyun baca koran tahun 70n itu, aku jadi teringat Key yg jadul ..
    hehehehehe ..

    Daebaaaak ..
    10 jempol untuk Authooor ..

  4. Yeee… !!! Yg kali ini aku ga telat baca..yeee~

    Woohh jadi Key ya??
    Tapi aku masih penasaran sama Taemin.. Dia kenapa sih??
    Itu si sooyun bisa ga nyadar ya, kalau sebelumnya key udah mati?? kekeke * aku juga ga nyadar

    Deabak author..!!

  5. Awalnya aku juga berfikir key karena stylenya yang culun. Haha. Tapi apa hubungannya dengan pernyataan ‘JAUHI RUMAHKU?’. Aku masih gak mudeng.

  6. hyaaaa pantes pertama2 aku dah bilang curiga ma key !!
    huwaa kenapa key menghilang !! aku ikut key !!
    huwaaa keren !! kasihan key !! terus yg nulis menjauh dari rumahku itu siapa ?!!!
    hyaaa key !! sooyun tuh suka ma kmu kenapa kmunya malah ngilang!!! huwaaa !!!!

    keren…keren !!!!!

  7. AAAHH OMGOMG jadi Key itu hantunyaaa??? Wastsgfgtd
    Sooyun nya gajadi nyatain perasaannya doong? ._.
    Terus Taemin itu gimana nasibnya? Dia siapa emang sebenernya? Hehe maaf nanyanya… -_-

    Ceritanya keren looh (y) sueerr 😀 aku suka yang fantasy2 gini ㅋㅋ :p

  8. Eh, dah end yah? Loh, trnyata key tohh yg jd hantunya, aq kira taemin, krn misterius, eh, bkin epilog dong, msh ngegantung, *readermaksa* hehe, maap

  9. Wha… Suka bgt sama nii critaa…
    Tapiii… Taemin,kemanakah dirimu… #plak
    Trus,yg ngirim tulisan menjauh dari rumahku siapa?teukikan udh jadi buronan…
    Nah lohh.. Ayoo…,bikin Epilog.. 😀
    Tapi,Dae to the Bak deh… Haha…

  10. Kyaaaaaaaaaa… *gaje,
    Tapi, yang bikin aku bingung di kemanakan kah si Taemin itu? kok tiba-tiba abis aja gitu? kirain endingnya dijelasin tentang taemin(?)
    yaaa, tapi tetep daebak lah, khu..khu..khu…
    lanjutkan ke ff yang berikutnya unnie.. ^_^

  11. key~~ ternyata kamu toh si hantunya…
    enak yah bisa dapet first kiss nya soohyun. hehe :p
    masih banyak mistery yang belum terpecahkan nih…
    leeteuk nya sbenranya siapa? beneran buronan kah?
    taemin kemana? trus kenapa taemin ngomong kalo seharusnya dia yang dapet peran si hantu…
    masih penasaran~~~

  12. uaaaah…. * muka girang
    FF nya ku suka, ceritanya bagus banget,,,
    author nya daebak,,
    100 jampol deh buat authornya,, hehehe * pinjem jempol sekampung

  13. Ahhhhhh! Kukira hantunya itu Taemin!!!!

    Berarti Sooyun udah dicium sama Key sebelum bilang kalau dia suka Key.

    Beruntung ya ckckc ._.

    FF yang bagus! Kutunggu FF-FFmu yang lain^^

  14. KEY T_T kok key pake adegan kiss kiss segala sih? *nangis dibawah disepenser* *gue nggak punya shower*
    Ah tapi gapapa deh, cerita tetaplah cerita -__-

  15. eh jadi itu KEY ??
    kirain taemin . jadi taemin disitu ceritanya nyampah doang dong ya haha
    KEREEEEN author . hands up nih !

  16. aaargh! aku masih penasaraaaaaaan!!
    Taemin siapa? yang nulis ‘Menjauh dari rumahku’ juga siapa?
    tapi aku cukup terkecoh, ternyata Key hantunya toh-,,- kukira Taemin! Mianhae telah menuduhmu Minnieku T^T #ditabokTaemints

    Daebak FF~!

  17. author Shin Chaerin~ mau izin cerita ini dibuat drama musikal gpp? tp ada cerita yg agak diubah hehe *biar semua pemain bs ngomong*
    kamsha ^^

  18. wahhh,, ceritanya bgus….
    ternyata key si hantunya,, aku dari awal curiga antara key sama taemin sih…
    cerita yg dibawain benar2 dialamin sama pemeran utama ceweknya dong…
    kan key selalu ngasih motivasi dan semangat buat sooyun….

  19. aaaaaaaaaa sumpah shock banget pas tau hantu nya key, gak terduga banget loh thor! serius ini kereeeeen banget *lebay
    awalnya aku kira hantunga e-teuk kalo nggak tetem, tapi ternyata…….
    aaaaa keren-keren, 4 jempol deh buat authornya.

  20. wah! so sweet banget! ternyata hantunya Key.kekek. sempet bingung karena begitu banyak orang yang mencurigakan. Padahal kan Sooyun juga suka sama Key, sayang sekali Key hantu.
    sempet berasumsi bahwa cerita hantu itu emang ga ada karena pembawaan cerita yang begitu oKEY.

    Ah! ga tau kenapa pas adegan Sooyun sadar pemeran hantu itu bukan Minho, aku jadi deg2an sendiri loh.
    oKEY, ini jadi salah satu FF favoritku di blog ini b^^d

  21. Terlalu cepet dan gak ada penjelasan kenapa tiba2 key yg jadi hantu u,u padahal dia ikut penyelidikan dll~
    Kuang ngegigit gimana gitu pas ngungkapin kalau key itu hantu

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s