Destiny – Part 1

Title                            : Destiny

Author                        : Ai Isozaki

Main Cast(s)              : Han Hyesoo (OC), Kim Jonghyun (SHINee)

Support Cast(s)         : Kim Kibum (SHINee), Han Eunsuh (OC, belongs to my friend), Choi Hyewook (OC, belongs to my friend). *castnya akan nambah seiring berjalannya chapter ^^

Length                        : Sequel, chapter 1 of ?

Genre                          : Romance, Family, Friendship

Rating                         : G to PG13

Summary                   : Yeah, permainan dimulai sekarang.

A.N                             : Pernah nonton drama Prosecutor Princess? Fanfic ini terinspirasi dari drama itu. Tapi tetep aja beda sama yang asli. Baca ajalah, baru tau dimana bedanya. Happy reading! ^^ Uhm, ini fic pertama yang di post di SF3SI, tapi udah pernah dipost di blog sendiri. Mohon bantuannya *bows

# # #

 

Kalah. Entah untuk keberapa kalinya dalam minggu ini aku kalah taruhan dari mereka. Hanya tubuh yang penuh memar ini yang bisa kuselamatkan dari preman-preman gila itu. Sudahlah. Setidaknya mereka tidak tahu dimana tempat tinggalku.

 

Hujan mengguyur tubuhku. Membuatku terhuyung dan akhirnya jatuh di jalan sempit itu. Mungkin duduk sebentar akan memulihkanku.

 

Semenit. Dua menit. Lima belas menit kurasa sudah kuhabirkan hanya untuk duduk, melepas lelah. Aku mendongak. Kenapa air hujan tidak terasa lagi? Mataku terbelak menatap bundaran bening yang menghalangi rintik-rintik hujan membasahiku. Dia… untuk apa dia disini?

 

“Kau tak apa?” tanya gadis yang berjongkok dihadapanku. Aku tidak menjawab.

 

Ia merogoh tasnya, mencari-cari sesuatu. Tangannya menghampiriku, hendak membersihkan lukaku dengan saputangannya. Kusentakkan tangan hangatnya.

 

“Jangan sentuh.” Ucapku.

 

Ia terdiam sejenak. “Pasti sakit, ya?”

 

Tanpa menunggu jawabanku, ia meletakan saputangannya di pangkuanku kemudian berdiri. Gadis itu membungkukan badannya kemudian berlari ergi meninggalkanku. Heran, bingung, aneh. Apa ia mengenalku?

* * *

 

—1 year later—

Kurogoh kantong celanaku, mencari-cari benda yang terus bergetar di dalamnya. Kim Ki Bum calling. Senyum tipis mengembang di wajahku. Aku tahu apa yang akan dikatakannya nanti.

Yeoboseyo?”

“Kau sudah sampai?” tanya Ki Bum di seberang telepon.

“Ya.” Jawabku singkat.

“Bagaimana menurutmu?” tanyanya lagi.

“Rumahnya bagus. Kurasa aku benar-benar merasa beruntung tinggal di rumah ini.”

“Kena—oh! Aku mengerti.”

“Dasar. Aku akan memukulmu kalau kau melupakan itu. Hey, kapan kau kembali ke Seoul?”

“Tidak tahu.” Ki Bum berdeham. “Akan kuusahakan secepatnya.”

“Baiklah. Aku akan menghubungimu kalau aku sudah bertemu dengannya.”

“Ya. Jaga dirimu.”

Kumasukkan kembali ponselku ke kantong celana. Angin musim semi bmembelai wajahku lembut. Kupandangi jalanan sepi dari balkon rumah baruku. Saat aku bertemu dengannya nanti, semua akan dimulai.

TING-TONG!

“Permisi!”

Kuputar kenop pintu, mendapati seorang gadis membawa sekotak makanan yang kurasa… oh! Wanginya sedap sekali. Ia tersenyum padaku. Kubalas senyumnya.

“Kau baru pindah ke rumah ini ya?” tanyanya.

Aku mengangguk. “Ya. Ada apa?”

“Ini.” Ia menyodorkan kotak yang kurasa isinya ddukboggi itu. “Ommaku yang membuatkannya. Aku tinggal tepat di sebelahmu. Kalau kau membutuhkan sesuatu datang saja.”

“Kau tidak perlu repot-repot.” Kuterima kotak makanan bening itu darinya. “Terima kasih. Akan kukembalikan secepatnya. Kau mau menunggu dulu sambil minum teh?”

“Ah, tidak perlu. Kau tidak perlu terburu-buru. Kau lupa kalau kita bertetangga?”

Aku tertawa kecil. “Kau benar.”

“Aku permisi dulu.”

Kulontarkan senyum tipis padanya lagi. Ia berlari kecil dan kembali ke rumahnya. Yeah, permainan dimulai sekarang.

+++

“Hye Soo! Mau sampai kapan kau tidur?”

“Aku sudah bangun, omma!” seruku pada omma yang sudah berteriak heboh di bawah.

“Kalau begitu, cepat turun! Kau ingin telat di upacara pembukaan semester baru?”

“Ya, aku turun sekarang!”

Buru-buru kuremas besi disampingku sebelum aku terpeleset di tangga. Huft… hampir saja aku membuat kasus gadis SMU dilarikan ke rumah sakit akibat terjatuh dari tangga hanya karena terburu-buru berangkat ke sekolahnya.

Kusambar sandwich yang baru saja dbuatkan omma untukku. Dengan mulut penuh sandwich, kuusahakan memakai sepatu secepat mungkin.

Omma, aku berangkat!” seruku.

Tanpa menunggu jawaban omma, aku berlari keluar rumah. Kulirik jam tanganku sekilas. Oh, kurasa aku masih punya waktu untuk menghabiskan sarapanku dengan tenang.

Aku menoleh ketika bahuku disentuh seseorang. Laki-laki yang lebih tinggi dariku dengan rambut cokelat gelap dan seragam yang sama denganku… tunggu! Seragamnya… apa ia siswa baru di sekolahku?

“Kurasa pakaianku sudah memberitahumu.” Ucapnya.

Aku mengangguk pelan. “Kau ingin berangkat bersama denganku?”

“Tepat.”

Aku terus mengunyah sandwichku tanpa bisa melepaskan tatapanku darinya. Ia menoleh, kemudian tersenyum. Sial! Aku tertangkap basah memperhatikannya.

“Ada apa?” tanyanya.

“Tidak. Kau… tetangga baruku ‘kan?”

“Ya.”

“Ah, kupikir aku salah orang.” Aku tertawa kecil. Laki-laki yang duduk di sebelahku—di dalam bus tentu saja—ikut tertawa. “Aku belum tahu namamu.”

Ia menyodorkan tangannya. “Kim Jong Hyun.”

“Han Hye Soo.”

* * *

“Hey, dimana ruangan kepala sekolah?” tanya Jong Hyun.

“Em, di lantai tiga. Ruangannya tidak jauh dari tangga.” Jelasku. Jong Hyun mengangguk-angguk mengerti.

“Aku harap kita akan sekelas nanti.”

“Eh?”

“Lupakan saja. Sudah dulu, ya.”

Ia berlari menaiki tangga ke lantai tiga. Aku terdiam, memandangi jejaknya—walaupun aku tidak yakin jejaknya terlihat di anak-anak tangga. Jadi, ia seumuran denganku? Kenapa terlihat seperti ia lebih dewasa? Ah, aneh. Apa peduliku pada orang yang baru saja kukenal kemarin?

Kulempar tasku keatas meja. Ya, disinilah aku setelah melewati upacara yang berlangsung tiga puluh menit yang amat sangat membosankan. Tidak ada seorangpun yang kukenal di kelas ini. Hhh… menyebalkan. Kuharap hari ini cepat berakhir.

Refleks aku menoleh ketika terdengar pintu kelas terbuka. Lee songsaenim masuk ke kelas. Aku dipisahkan dari Eun Suh dan Hye Wook tapi wali kelasku tetap orang itu?! Oh, kenapa hidup rasanya terlalu tidak adil?

“Baiklah. Sebelum songsaenim memulai pelajarannya, akan songsaenim perkenalkan dulu teman baru kalian.” Jelasnya saat menaruh buku-bukunya di atas meja.

Ya, ya, ya. Bicaralah sepuasmu. Siapapun dia, aku tidak peduli. Kualihkan pandanganku keluar jendela. Lebih baik memandang bunga-bunga yang sedang bermekaran daripada mendengarkan orang itu mengoceh.

“Nah, Kim Jong Hyun, bagaimana kalau kau duduk di sebelah… oh, Hye Soo.”

Aku menoleh ketika namaku disebut. “Eh?”

Senyum laki-laki yang baru saja diperkenalkan di depan kelas itu mengembang. Ia berjalan menghampiriku, kemudian duduk di sampingku. Aku tersenyum tipis.

“Ternyata harapanmu terkabul, ya?” sahutku.

“Ya, dan lebih dari itu.” Balasnya.

“Apa maksudmu?”

“Aku bahkan dapat tempat duduk di sampingmu.”

“Lalu?”

“Kau bisa menemaniku keliling sekolah saat jam istirahat nanti.”

“Aku tidak yakin. Aku ada urusan nan—”

“Han Hye Soo! Bisakah kau mengunci mulutmu saat pelajaranku? Dan kau Kim Jong Hyun! Kau bisa berbicara panjang-lebar dengan Hye Soo-ssi saat jam istirahat nanti. Mengerti?”

Seharusnya kau dulu yang mengunci mulutmu, menyebalkan! Aku benar-benar ingin pulang sekarang! Aku tidak suka dengan laki-laki separuh baya yang menjadi wali kelasku ini! Dan yang pasti, aku tidak ingin menemani laki-laki di sampingku ini keliling sekolah! Hhh… memangnya ia ingin memijat kakiku nanti karena menemaninya berkeliling sekolah sebesar apartemen ini? aku berani bertaruh, ia tidak akan mau.

* * *

“Itu… ruang musik?”

Aku mengangguk kecil. “Sudah terlihat ‘kan, ada gitar, drum, bass, dan teman-temannya di dalam ruangan itu?”

“Hanya klub musik yang boleh memainkan alat musiknya?” tanya Jong Hyun lagi.

“Aku rasa. Lagipula belum ada orang yang bukan anggota klub musik memainkan alat-alat musik di dalam sana.”

Jong Hyun tidak mengatakan apa-apa. Ia terus menatap pintu ruang musik yang jarang sekali terbuka lebar. Kenapa? Ia ingin kutinggalkan disini sendirian, atau apa?

“Kau tertarik?” tanyaku.

Ia tersentak. “Ah, tidak. Hanya… yah, mungkin.”

“Kau aneh.”

“Apa?”

“Lupakan saja. Ayo ke—akh!”

Buru-buru kugenggam sesuatu entah-apa-itu agar aku tidak benar-benar jatuh. As I thought. Kakiku seperti mati rasa menemaninya—bahkan aku melewatkan jam makan siangku!—seharian hanya untuk mengenalkan setiap ruangan yang ada di sekolah kami.

“Hey, kau tak apa?”

Suara Jong Hyun membuatku sadar bahwa aku sedang menggenggam pergelangan tangannya.  Refleks, kulepaskan genggamanku.

“Maaf.” Ucapku sambil memaksakan untuk tetap berjalan normal. Oh, ternyata tidak semudah yang aku kira.

“Hey, hati-hati!” Jong Hyun menahan tanganku tepat sebelum kau jatuh. Kh, terlambat sedikit saja, aku pasti sudah jatuh berguling menuruni tangga.

Aku nyaris berteriak ketika tiba-tiba Jong Hyun menyentuh pergelangan kakiku.

“Mana yang sakit?” tanyanya.

“Tidak, tidak apa-apa. Hey, hentikan—akh!”

Sial. Ia menyentuh bagian yang benar-benar menyiksaku. Jong Hyun memperlambat gerakannya menjadi lebih halus… memijat kakiku?! Astaga! Memangnya ia siapa, seenaknya saja memijat kakiku?

“Hey, hentikan! Jong Hyun!” seruku.

“Tidak ada yang melihat. Tenanglah sedikit.” Ucapnya setengah bergumam. “Kenapa kau tidak bilang kalau kau kelelahan menemaniku berkeliling?”

Aku tidak menjawab. Memangnya kalau kukatakan ia akan berhenti mengoceh dan membiarkanku istirahat? Kurasa tidak. Makan siang saja aku rasa ia melupakannya.

“Bagaimana sekarang?” Jong Hyun bertanya lagi.

Kugerakkan kakiku perlahan. Oh! Tidak sakit. A-ah, mungkin lain kali ia bisa kusewa untuk kuminta memijat kakiku. Ha ha ha ha.

“Em, terima kasih.” Kataku. Ya, mau tidak mau aku harus berterima kasih padanya.

“Sama-sama. Kau bisa berjalan?”

Aku mengangguk yakin. Tanpa memperhatikan anggukanku, Jong Hyun langsung menggandeng tanganku sambil mengajakku menuruni tangga. Kutarik tanganku kembali, tapi ia menahannya.

“Kau tidak takut terjatuh lagi?” tanyanya.

“Aku bisa jalan sendiri.”

“Kau ingin seperti ini atau kugendong?”

Ck, aku tidak bisa menjawabnya selain dengan mempererat genggamanku dengannya. Jong Hyun meringis kecil saat kuremas kuat tangannya. Ha! Rasakan!

“Hey, Hye Soo.”

“Hm?”

“Kau percaya takdir?”

To Be Continued

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

21 thoughts on “Destiny – Part 1”

  1. huwaaaa keren !!!!
    ahahah jonghyun!! maksudmu apa permainan dimulai ?!!!
    kibum dimna ???
    huwaaaaa hye so hati2 aku rada kaga enak nih perasaan ! sma si jjong .. ^^
    author !!! di tunggu lanjutannya !
    huwaaa cwe yg pertama kli itu siapa ??
    aku suka karakter hye so … !!!!

  2. Penuh misteri.
    Aduuh kenapa perasann q g enak ya sm jjong.
    Permainan apa?takdir??oh tidak..nih ff bikin aq bikin dugaan2 yg g msuk akal.
    Cepet update ya chingu…^^

  3. ahh!!! TBC-nya cepet banget!!! itu si jjong ada apa ya???
    wuah… apa mungkin gadis yg pertama itu si hye soo? mungkin ada kasus hilang ingatan atau apalah.. hahaha.. ayo lanjutin thor :DDD

  4. takdir? aku percayaaaaaa

    tapi kenapa TBC sih? menurutku sih ini kependekan wkwkwk
    jadi pengen nonton Prosecutor Princess deh~

    ffnya cepet diselesaiin yah, soalnya abis itu mau nonton dramanya ihihi :3

    tapi tadi aku ga fokus bacanya. jadi yang pindahan itu Jonghyun ya? Jonghyun itu agen? aku liat dari komen diatas, ada yang bertanya-tanya seperti itu. benarkah?

    heummm sebenarnya aku lebih penasaran sama peran biasku nanti. Key jadi apa ya thor? baik ga thor? kalo ga baik, jangan jahat-jahat banget ya thor ehehehe

  5. Menarik niH kayaknya…
    Suka dEh sama karakter Jjong di sini.. Misterius gimana gitU..
    *ngoMoNg ap siH lu, Chan?*
    ayo lanjut!
    Part selanjuTnya pasti lebiH menarik!
    Hwaiting!

  6. Menarik niH kayaknya…
    Suka dEh sama karakter Jjong di sini.. Misterius gimana gitU..
    *ngoMoNg ap siH lu, Chan?*
    ayo lanjut!
    Part selanjuTnya pasti lebiH menarik!
    Hwaiting!!

  7. seru neh ceritanya…
    cewe yg nolongin jjong ntu Hye Soo kah???
    truz Key da dmn tuh??
    Penasarang author…
    d tnggu next part nya…

  8. SERUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU XDD
    LANJOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOTTT XDD
    (^_^)

    (^0^)

    (^_^)

    (^0^)

  9. Hua.. Penasaran..
    Cewek yg diawal itu siapa?
    Permainan apa thor? Kibum dimana?
    Takdir?
    Seru FFnya.. Kata”nya ringan (?)
    tapi TBCnya kecepetan dan gantung.. Hehe
    gak sabar nunggu next partnya..

  10. wakakakakkaa
    doanya dikabulin semua
    harusnya mau tuh digendong jong
    biar sosweet gimanaa gitu wkwkwkw
    emangnya hyesoo itu yang nolongin jong??
    ko jong kaya berencana sesuatu gitu??
    lanjuuuttt

  11. Aku prcy kok, Jong?! +prcyaa bgt kl km tu takdirku…
    -Jjong: ga tanya

    Ehm, jjong kok msterius gt ya??
    Jjong intel ya? Ato FBI?
    Ato malah dah jd buronan lg??
    Ah… apapun drimu psti kau sdah mmbunuh sseorang(?)*sotoi ayam*
    lanjoot, thor.
    lanjoott…

  12. loh? perasaan baru baca sebentar udah ‘bersambung’ aja..
    Hye soo noona. jangan membela si bling-bling, dia licik, awas nanti di makan lho,
    author : ngomong seenak jidat yee!

    intinya ( [hah? baru intinya?] [ah, bawel] [dih, ngomong sendiri] [YA!!] [Ne..ne..] ) lanjutkan thor!! jangan lama-lama, oke author cantik??? *maksa*

  13. aaaa!!! DAEBAK. apalagi kalo yang jadi maincast kim jonghyuun :3 ulala~
    hehehe –v itu jonghyun kok baik banget ya? 😀 tapi aku penasaran sama awalnya itu..
    maksudnya jonghyun yang nelpon key itu malah buat aku penasaran sama jalan ceritanya, sama yang jonghyun itu, akh pokoknya daebak thor, aku gak sabar bacanya nih.. hehe
    lanjutannya jangan lama-lama ya author ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s