A Year Love Story Part 2 : In the Beginning of February [2.2]

A Year Love Story

{PG-15} Part 2 — In the Beginning of February 2.2

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Ahra and so many others ………

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance

Length             : Sequel/ ??? (More than 10 maybe)

Rating             : {PG-15}

Summary         : Apakah pertemuan kedua antara Chaerin dan Onew dapat mengubah takdir mereka akhirnya? Akankah terkuak rahasia yang disembunyikan Ahra? Ataukah terjadi sesuatu yang diluar dugaan nantinya? Apa yang direncanakan Umma dan Appa-nya Jinki?

Note                : Mianhae, …… kalo ada reader yang gak seberapa paham dengan bahasa Korea yang unnie pake’, lihat di Note-nya fb unnie aja yach??? Happy reading chingudeul???!!!

~ ~ ~

*J* Quotes:

♥    ‘Love is a simple condition in which the happiness of another person is the most important thing’

♥    ‘To the world you may be one person, but to one person you may be the world’

♥    Hana eonni said ‘Kesempatan yang datang hari ini, mungkin tak akan terulang kembali. Kerjakan dan rasakan pengalamanmu sendiri. Karena penyesalan rasanya sungguh tak tergantikan’

~ ~ ~

Suatu siang 3 hari kemudian …

*J* Chaerin POV

“Tadaima” salamku.

“Okaeri, honey” sahut Umma.

“Ne, ….. ehmmmm …… Marinated Chicken (Pollo En Escabeche), vegetable salad, and Crisp Tortillas with Beef (Tostadas Con Carne)” hidungku yang sudah tidak bisa dibohongi lagi.

“Change your clother first, palli!” suruh Umma.

“Ehm!” sahutku dan segera berlari menuju kamar tidurku yang terletak di lantai 2. Seketika itu, pusing yang kurasakan seakan hilang setelah mencium bau harum masakan Umma-ku.

Ya, …. Umma-ku memang tahu apa yang menjadi masakan kegemaranku. Terkadang kurasa kalo aku yang terlalu manja dan kekanak-kanakan. Tapi, Umma tetaplah seorang Umma, apa yang diinginkan putri kesayangannya selalu akan dituruti.

Setelah meletakkan buku dan tasku diatas meja belajar, aku segera mengganti baju yang tadi aku pakai. Sekarang aku turun ke lantai dasar dengan hanya mengenakan kaos pendek warna hijau muda dan short pants hitam.

“Sayang, ……” sela Umma.

“Ne, Umma. Weniriseyo?” jawabku sambil menoleh padanya.

“Kau tadi sudah ijin tidak masuk?” tanya Umma kemudian.

“Iya Umma, aku tadi bertemu Raena. So, sekalian aja nitip ke dia” jelasku.

“Is that OK?” tanya Umma meyakinkanku.

“Ne, kwaenchana Umma” sahutku singkat

Sedetik kami pun diam, tenggelam dalam pikiran kami masing-masing, lalu …..

Sebenarnya aku sangat penasaran tentang apa yang akan Umma katakan padaku nanti. Apakah Umma membutuhkan uang? Umma terlibat hutang? Umma belum membayar kontrakan rumah ini? Umma penyakitnya tambah parah?

Aishhhhh, ……….. otakku semakin membuat diriku merasa ketakutan sendiri!!!!

“Chaerin-ah, …..” kata Umma kemudian.

“Ne” sahutku tanpa menoleh pada Umma.

“Mianhae, Umma …… tak bisa …… kuliahmu???” kata Umma terbata-bata.

“Umma, kwaenchana. Lagian, aku kan sudah bekerja jadi kuliah bisa kulakukan kapan saja ketika tabunganku cukup” jawabku ringan.

“Sayang, ….. “ Umma berjalan mendekatiku, tiba tiba memelukku dengan erat. Kuhentikan sesaat menyantap makanan dipiringku, kemudian aku spontan berbalik menatap dan memeluk Umma. Air matanya menetes …… jatuh di pundakku.

“Umma, …… gokjonghajima. Chaerin sudah terlalu menyusahkan Umma selama ini” sahutku pada Umma.

“Seharusnya Umma yang minta maaf, sayang. Umma belum pernah menyenangkanmu, 4 tahun terakhir Umma hanya bisa menyusahkanmu. Keadaan keuangan kita, penyakit Umma ……”
”Sssstttttt, sudahlah Umma. Umma tahu kan kalo Chaerin sayang Umma?” jelasku.

“Ara. Gomawo” Umma melepaskan pelukannya dan segera pergi kedapur.

Aku tahu, Umma bersembunyi, ….. menyembunyikan air matanya yang semakin tak terbendung. Yang kudengar hanyalah bunyi gemericik air kran. Itu semua untuk menutupi isak tangis Umma. Isak tangis yang teramat menyakitkan bagiku.

~ ~ ~

The same day, at 4 p.m in the afternoon ……

*J* Dokter Jung POV

“Yoboseyo”

“Ne, yoboseyo. Dokter Jung, ada apa?” jawab Chaerin.

“Chaerin-ah, bisakah kau menemuiku sekarang?” pintaku kemudian.

“Ne, odiseyo?” dia balik bertanya.

“Kau tau kan ada restoran didepan HKConstruction?” jawabku.

“Ne, arasso. Aku berangkat sekarang”

“Be careful?”

Lima belas menit kemudian Chaerin sampai dan langsung menuju ke meja yang sudah sejak tadi kupesan. Hawa musim dingin ini terasa semakin dingin karena rasa penasaranku.

~ ~ ~

*J* Chaerin POV

“Annyeong, Dokter Jung. Weniriseyo?” tanyaku yang dengan sangat penasaran. Tapi Dokter Jung sepertinya tak ingin segera memberitahukannya padaku.

“Sabar. Sebentar lagi kau juga akan tahu” jawab Dokter Jung yang semakin membuatku penasaran.

Tiba-tiba ada seorang laki laki berjas dan berkacamata hitam menghampiri meja kami. Umurnya sekitar 50 tahun , rapi, berwibawa dan terlihat sabar.

Dia kemudian membuka kacamata hitamnya dan langsung disambut oleh Dokter Jung. Seketika itu Dokter Jung berdiri, kemudian membungkuk dan bersalaman yang otomatis aku ikuti juga.

“Kau, Chaerin?” tanya laki- laki itu.

“Ne, Lee Chaerin imnida” jawabku memperkenalkan diri sambil membungkuk memberi salam.

“Dokter Jung sudah bercerita padaku semua tentangmu, Chaerin” katanya.

“Heh, ….. “ aku sekarang yang agak kebingungan tentang semua hal ini.

“Aku adalah pemilik HKConstruction. Jangan salah paham, aku hanya ingin menolongmu” katanya.

“Menolongku? Maksud Anda?” tanyaku sejurus kemudian.

“Ne. Aku akan memberimu beasiswa untuk kuliah, biaya operasimu dan pengobatan Umma-mu dan segala kebutuhan kalian sehari-hari” kata laki laki itu.

“Tunggu, Tuan. Aku jadi benar benar bingung sekarang?” sahutku.

“Baiklah, sekarang dengarkan aku baik-baik Chaerin. Jangan menyela sampai aku selesai, arasso?” pinta laki laki itu kemudian.

“Ne, arassoyo” jawabku singkat.

“Aku adalah Appa-nya Lee Jinki SHINee. Kau tahukan, SHINee itu siapa? Sebenarnya aku mengidap kanker usus stadium akhir. Aku ingin anak lelakiku satu-satunya menikah dengan wanita yang patut untuknya sebelum aku meninggal. Dan akhirnya pilihanku jatuh padamu. Dokter Jung sudah bercerita semua tentangmu. Tentang kepandaianmu, tentang Umma-mu dan penyakitnya, tentang cita-citamu dan penyakit yang sekarang semakin menggerogotimu. Bukan aku bermaksud menyepelekan atau memanfaatkanmu tapi kurasa kau adalah orang yang tepat menjadi menantuku, Umma dari cucuku dan penerus HKConstruction” Beberapa saat, laki laki dihadapanku tersebut menghela nafas panjang, dan kembali meneruskan kalimatnya yang belum selesai.

“Chaerin-ah, JinKi sangat manja, kekanak-kanakan dan agak keras kepala. Umma-nya JinKi sudah menyetujui rencana ini, malahan dia sendiri yang menyarankan ide ini padaku. Kau akan bisa membantu Umma-mu, menyembuhkan penyakitmu dan melanjutkan kuliahmu. Tidak ada ruginya bagimu kan?” katanya.

Aku terdiam sesaat. Aku tak tahu apa yang harus katakan. Apa laki laki ini sudah tidak waras? (*maaf).

Aku mencoba menenangkan pikiranku dengan meminum jus jeruk yang ada didepanku. Lalu, ……

“Apa Anda sudah selesai Tuan Lee?” tanyaku padanya.

“Ne” jawabnya kemudian.

“Aku butuh waktu Tuan Lee, setidaknya berikan aku waktu untuk berfikir. Anda juga tahukan kalo aku masih sekolah?” pintaku.

“Aku akan memberikanmu waktu Chaerin, tapi ingat, …… kau juga harus tetap menjalani terapi untuk penyakitmu sebelum waktu operasi tiba. Arasso” tambahnya.

“Maksud Anda?” tanyaku terheran heran.

“Entah kau setuju atau tidak tawaranku tadi, tapi …… kau tetap akan menjalani operasi. Semua biayanya akan kuberikan. Masalah sekolahmu, aku akan mengurusnya nanti” jelasnya lagi.

MWO!!!! ORANG INI MEMANG SUDAH TIDAK WARAS!!

“Jung, segera ajukan proposal operasinya pada Direktur RS Gyeonggi. Bilang padanya, kalo operasi ini masuk kedalam salah satu agendaku bulan depan dan lakukan kapan kau siap. Bagaimana?” pintanya pada Dokter Jung kemudian.

“Ne, Tuan Lee. Saya segera mengurus proposal tersebut” jawab Dokter Jung.

“Chaerin, aku ada rapat setelah ini. Jawabanmu kutunggu atau kalau kau ragu-ragu, pergilah kerumahku dan temui istriku. Kau bisa minta antar pada Dokter Jung. Ingat Chaerin, kuberi kau waktu seminggu. Jung, aku pergi dulu ya? Annyeong” pamitnya beberapa saat kemudian.

“Ne, Tuan Lee. Gamsahamnida” jawab Dokter Jung.

“Annyeongi kyeseyo, Tuan Lee” jawabku sejurus kemudian. Segera mungkin aku dan Dokter Jung berdiri dan membungkukkan badan saat laki laki paruh baya itu melangkah pergi dari meja kami.

~ ~ ~

*J* Dokter Jung POV

Ketika Tuan Lee sudah menjauh, raut muka Chaerin masih terlihat kebingungan. Mungkin, …… bingung tentang tawaran Tuan Lee padanya.

“Chaerin, kau tak usah bingung. Dialah yang merawatku, menyekolahkanku sampai aku jadi dokter seperti sekarang ini. Aku sudah hidup sendiri sejak umur 12 tahun. Appa-nya Tuan Lee menemukanku di jalan ketika aku pingsan karena kelaparan. Tuan Lee sudah seperti hyung-ku sendiri. Kau sangat beruntung” jelasku pada Chaerin.

“Tapi, …… “ potongnya sejenak.

“Direktur RS Gyeonggi adalah teman karibnya selama kuliah dulu. Proposalmu akan dimasukkan pada dana sumbangan pribadi rutin mereka tiap bulan. Kau tak usah memikirkan hal itu” jawabku lugas.

“Dokter, ……?” sela Chaerin lagi.

“Kuberi waktu kau untuk berfikir. Tuan Lee mungkin akan mengundangmu dan Umma-mu ke kediamannya. Sekarang aku pulang dulu karena ada pasien yang menungguku” kataku sembari berdiri.

“Ne, gamsahamnida Dokter” sahutku.

“Ehm, chonmaneyo”

~ ~ ~

*J* Chaerin POV

Sejurus kemudian, aku sudah berada didalam bus yang akan mengantarkanku pulang. Entah apa yang berkecamuk dalam pikiranku saat ini. Antara senang, sedih, bingung dan heran. Haruskah aku menyetujui tawaran Tuan Lee untuk menikah dengan anak lelakinya?

Oh, ….. namanya tadi Jinki, Lee Jinki.

SHINee! Ya Tuhan, dia salah satu member SHINee!!!!

Tapi, ….. yang mana ya???? Yah, akibat kurang gaul, telat info, dan kesibukanku bekerja sambilan, ….. membuatku TIDAK TAHU YANG NAMANYA BOYBAND SHINee!!!!!

Haruskah aku menceritakan hal ini pada Raena???? Hwaaaa, …… jangan jangan nanti Raena yang pingsan kalo tahu siapa tadi yang kutemui. Raena selalu updates berita tentang mereka.

Berikanlah petunjuk padaku Tuhan. Aku yakin, apa yang Kau berikan, pasti semua sudah menjadi takdir yang terbaik untukku. Kuraih hp di saku jeans ku dan kemudian ……

“Yoboseyo”

“Ehm, Chaerin-ah. Ada apa? Tumben?” jawab wanita diseberang.

“Kau ada waktu besok siang pulang sekolah?”

“Ne, tunggu aku diparkiran ya???”

“Ne, gomawo” kataku padanya.

Aku harus menanyakan sesuatu padanya besok ……. biar aku tahu hal apa yang kuhadapi dan rasa penasaranku lenyap.

~ ~ ~

The next day at 8 in the morning, SHINee dorm ……

*J* SHINee POV

Member SHINee berlima terlihat sibuk dengan kegiatan pagi hari mereka.

“Hyung, kau bisa mengantarku ke sekolah hari ini kan?” pinta si ‘Baby’ pada si ‘Umma’ memelas sambil menghabiskan sarapannya.

“TAEMIN-NA!” terdengar teriakan dari kamar Hyung pertamanya.

“MWO???!” Taemin-nie balik teriak sambil menoleh.

“KAU BARENG AKU AJA YA?” selanya kemudian sembari berteriak.

“GLEK, UHUK UHUK UHUK!!!” Taemin tersedak seketika (*Baby, pelan dong?? #PLAK!!!)

“Tumben??? Dia sudah bangun, biasanya paling akhir???” sahut si ‘Umma’ yang menata piring lainnya di meja makan saat Jjong dan Minho keluar dari kamar.

“Morning everybody” sapa Jjong yang sudah membawa tas besar dipunggungnya.

“Pagi …” sela Minho kemudian. J*J*J*J* (*CHOA!!! 1000x)

“Ne, annyeong Hyung. Ada acara apa nih hari ini?” tanya Taemin ingin tahu. J*

“Aku mau ke studio, check sound. Minho?” jawab Jjong dan langsung mengoper pertanyaan ke Minho.

“Ntar lagi dijemput temen nih. Ada acara di kampus. Kamu bareng siapa?” Minho langsung balik tanya ke Taemin.

“Onew hyung yang ngantar aku. Tapi, … tumben ya dia mau. Gak biasanya….” jawabnya sambil meneguk segalas susu di depannya.

“Baby, susunya harus habis. Kalo tidak, ……” sela seseorang lelaki bercelemek sambil membawa peralatan menggoreng yang seketika dibelakangnya, melotot.

“Ne, Umma” jawab Taemin menyerah.

“Biar kau bertambah tinggi, OK?” selorohnya.

Ya, …… itulah Key, si ‘Umma’ nya SHINee. Tiap pagi selalu menyiapkan sarapan bagi para member lainnya.

“YEOBO, AYO SEGERA TURUN! NTAR TAEMIN-NIE TELAT!” teriaknya kemudian. Key akhirnya duduk disebelah Taemin-nie setelah menaruh alat menggorengnya ke tempat semula.

Seketika itu pula, Onew turun dan bau harum parfumnya mengalihkan perhatian para dongsaengnya yang sedang sarapan dari sarapannya dan langsung menoleh kearahnya.

“WAEYO??!!” teriaknya. Onew langsung duduk didepan Key dan menikmati sarapannya.

“JANGAN TERIAK!! AKU GAK TULI!!” balas Key dengan nada yang lumayan tinggi juga.

Tapi Onew tak bergeming. Keempat member …… muncullah jiwa selidik mereka.

“Hyung, tumben rapi. Tadi malam kau pulang agak aneh, pulang tergesa gesa rasanya kau habis dikejar banci kaleng di pojok gang ya?” tanya si Jjong (*hwa ha ha ha … emang ada banci kaleng di Korea??? GUBRAK!!).

“Hyung, tumben pangun pagi. Tak biasanya kau sudah rapi sepagi ini, emang ada apaan sih? Tadi malam  kau mimpi buruk atau sebaliknya, senyum senyum sendiri” tanya si Minho (*penasaran, emangnya mimpi apaan sih?? J*).

“Hyung, tumben mau mengantarku kesekolah. Emang ada panggilan dari guru ya? Apa aku melakukan kesalahan? Aku jadi takut …..” tanya si Taemin L* (*PLAK!! Terlalu polos).

“Yeobo, kau lagi jatuh cinta ya?! ……” tanya Key yang sukses membuat Jjong, Minho dan Taemin mengalihkan pandangannya dari Onew dan langsung bengong massal (*author ikutan???)

“MWO!” sahut mereka bertiga, bebarengan, setengah berteriak keheranan ……

“Ehm, …..” Key menggantung kalimatnya dan mengangguk pelan.

“Malhaebwa. Palli” sela mereka bersamaan pada Key.

“Pertama, dia sedang jatuh cinta. Kedua, terjadi sesuatu dengannya tadi malam …… mungkin dengan seorang yeoja. Ketiga, dia sedang menyembunyikan sesuatu dari kita” jelas Key.

Sanshirun, …… analisa yang diungkapkan Key yang selalu tepat dan tak pernah meleset.

“HWAAAAA …… DAEBAK!!!” Jjong terheran heran dan menggeleng gelengkan kepalanya.

“Kau seharusnya jadi cenayang aja Key, tapi kau juga berhasil membuatku semakin takut padamu” sela Minho (*takut ketahuan pas mikir yadong ya?? PLAK!!! Author teringat ff-nya #Chamkkamanyo …)

“YA! KALIAN JANGAN MENGHAKIMIKU! Aku kan hanya ingin menikmati waktu luang, lagian Umma-ku tadi telefon dan menyuruhku pulang. Katanya ada sesuatu yang mau dibicarakan. Tuh, supirku dah didepan” jawabnya sambil terus menghabiskan sarapannya kembali.

“Benarkan dugaanku, aku tak pernah salah menerka seseorang. Aku memang tahu segalanya!” sahut Key (* narsis amat ya??).

“Trus, aku yang jemput nanti, siapa?” tanya Taemin sejurus kemudian, memelas ……

“Aku yang jemput, aku akan belanja ke supermarket untuk kebutuhan kita. KARENA KALIAN HANYA MAKAN SAJA!” gerutu Key dan langsung meninggalkan mereka menuju ke kamar mandi.

“Taemin-na, kajja” ajak Onew.

“Hyung, kau sudah mengembalikan hp gadis itu?” tanya Key yang tiba-tiba balik dari kamar mandi.

“Sudah, kemarin siang” jawab Onew.

“Apa dia mengenalimu?” seloroh Key penasaran.

“Ehm, …… kelihatannya tidak. Tapi aku sudah membuat temannya bengong dan mungkin …… terpesona olehku” katanya.

“PD amat ya kau!” sahut Key sambil manyun dan masuk lagi ke kamar mandi.

“Begitulah kelihatannya. TAEMIN-NIE, PALLI!” teriak Onew kemudian.

“JANGAN LUPA PAKAI KACAMATAMU, TAEMIN-NIE. ATAU …… KAU TAK BISA PULANG NANTI!” teriak Key dari dalam kamar mandi.

“Ne, hyung. Semua, annyeong” pamitnya.

“Annyeong, Taemin-nie” jawab yang lainnya (*annyeong juga ‘Baby’ #GUBRAK!).

~ ~ ~

One moment, ……

*J* Tuan Lee POV

“Bagaimana?” tanya Tuan Lee pada seorang lelaki di seberang telefon.

“Baiklah, aku setuju. Kalau Anda sudah selesai membuat suratnya, kita akan bertemu untuk membuat kesepakatan” kata laki laki itu.

“Jangan lupa kau urus juga masalah sekolah yeoja itu, aku tak ingin ada rumor yang mempengaruhinya nanti” pintaku padanya kemudian.

“Ne, arasso ……” sahutnya singkat.

“OK! Asal kau juga bisa menjaga rahasia ini, jangan sampai Jinki tahu. Arasso?” sahut Tuan Lee

“OK! Kita tidak akan saling merugikan, Tuan Lee” jawabnya singkat.

~ ~ ~

That afternoon, ……

*J* Raena POV

“Whoi, kau sudah menungguku lama ya?” sapaku. J*

“Ani, barusan kok? Ehm, ……” dia berhenti sejenak.

“Ayo katakan, ada apa sebenarnya?” tanyaku padanya.

“Kita bicara selama perjalanan aja ya?” pintanya padaku.

“OK? Ayo”

Sejurus kemudian, mobilku melaju menuju restoran pamanku. Hari ini aku agak memperlambat lajunya karena ingin tahu apa yang diberitahukan Chaerin padaku.

“Raena, ehm …… kau tau SHINee ya?” tanyanya kemudian. Sebenarnya aku agak terkejut, tumben tumbennya dia tanya masalah SHINee. Kesambet setan darimana ya? (*setannya Onew hi hi hi hi …)

Selama ini, Chaerin memang lumayan aktif disekolah. Dia ikut ekstra musik terutama piano, dia editor koran sekolah, dan wakil presiden siswa disekolah kami. Chaerin jarang atau bahkan tak suka membahas dunia gosip dan keartisan yang emang selalu gempar oleh rumor yang panas yang tiap harinya.

“Raena??” dia melihatku kebingungan.

“Eh, iya. Yang boyband dengan 5 member itu lho, …… ntar aku kasih lihat deh posternya. Ada kok di lokerku” jawabku.

“Loker? Loker yang mana?” tanyanya.

“Mau yang mana? Loker sekolah? Ada. Loker restoran? Ada juga. Tinggal milih deh ….” sahutku.

“Ya ampun Raena, kamu nge-fans banget ya sama SHINee?” tanyanya J*

“Iya, terutama yang namanya Key, lengkapnya Kim Ki Bum. Hwaaaaa ……… tiap malam aku mimpiin dia terus” kataku girang.

“Arasso, arasso” katanya sambil manggut manggut tanda mengerti.

“Chaerin-ah, apa kau tahu? Semua member SHINee itu berbakat, tampan, gak sombong ….”

“Stop! Ceritakan padaku dengan menyebut nama mereka. Kau tahu kan aku tak hafal satu persatu?” potongnya.

“OK! Sang leader, Lee Jinki atau tapi biasa dipanggil Onew. Dia sangat manja, suaranya sangat menghanyutkan, tapi cuek, susah bangun pagi dan paling suka makan yang serba ayam”

“Lanjut?” pintaku. Ya  Tuhan, itu dia orangnya …… J*

“Kim Jonghyun atau Jjong, itu sangat manly, cassanova, romantis, pintar ngarang lagu, perhatian tapi agak pendiam” Aku menghela nafas sebentar.

“Lalu Kim Kibum atau Key, nae namja. Pintar menari, cerdas, agak narsis, fashionable dan terkadang terlalu jujur. Sedangkan Choi Minho adalah putra pelatih sepakbola dan si bungsu Taemin atau tepatnya Lee Taemin yang dijuluki “Dancing Machine” karena pintar menari” jelasku sejelas jelasnya.

“Lee Tae Min?” tanyanya.

“Iya. Wae?” tanyaku sembari menoleh kearahnya.

“Kedengarannya nama itu tidak asing bagiku?” jawabnya kemudian, yang membuatku penasaran.

“Tak asing bagimu?” sahutku.

“Iya? Ada seorang hoobae kelas 1 yang masuk wakil presiden sekolah yang namanya Lee Tae Min. Tapi ……? Apa mungkin dia?” aku bertanya pada diriku sendiri.

“HEH! CHONGMALLYO????” kataku terheran heran.

“Ho oh, ada kok? Cuman …… aku pernah bertemu dengannya beberapa kali. Dia pake kacamata, kayak aku juga. Itu yang sering membantu kita sampai membawakan makan siang kita juga???” jawabnya.

“Ah, mana mungkin ada salah satu member SHINee yang sekolah ditempat kita. Lagian, bakal ketahuan. Jangan ngaco Chaerin-ah” kataku.

“Iya ya …… terlalu ngayal juga nih?” sahutnya sambil tertawa sendiri.

Ya tuhan, hatiku damai melihat dia tertawa. Tertawalah terus seperti itu Chaerin-ah, hilangkan semua bebanmu, biarkan sahabatmu ini menghiburmu. Walau, …… tak mampu sepenuhnya meringankan, setidaknya aku bisa melihatmu bahagia.

Aku tahu, kau sebenarnya menyembunyikan sesuatu dariku.

Jika saatnya tiba, akankah aku orang pertama yg dapat membantumu? Only God knows …

~ ~ ~

*J* Tae Min POV

“Hyung, kau sudah sampai belum?” tanya Tae Min di depan gerbang sekolahnya saat menelfon Key.

“Aku ada diparkiran, aku pake mobilku sendiri. Ada yang menguntitku tadi. NO, PALLI!” teriak Key

“Eh, iya. Chamkkamanyo, aku kesana” jawab Tae Min saat menutup telfonnya dan berlari ke parkiran yang ada disebelah kanan belakang gerbang dimana aku berdiri tadi.

Aku melihat Jaguar XF 4.2 V8 Supercharged silver yang terparkir sendirian. Ah, ….. itu pasti Key hyung. Aku mengetuk jendela mobil dan seketika Key hyung membuka pintu mobilnya.

“Hyung, tumben pake mobil sendiri. Kenapa gak minta antar Manager hyung” tanyaku.

“Kau ingin aku dikerubungi para yeoja dan ahjuma yang sedang berbelanja ya?” jawabnya padaku dan langsung melotot.

“Ehm, ….. mianhae hyung” katanya.

“Kita langsung ke dorm, gak usah mampir kemana mana” katanya.

“Pesananku, apa sudah kau belikan?” tanyaku kemudian.

“Itu. Ada di kantong coklat, untuk persediaan sebulan” jawabnya tanpa menoleh padaku dan langsung melajukan mobilnya.

“Hwaaaaa, ……. ‘Banana Milk’ kesukaanku. Gomawo” teriak Tae Min kegirangan. Mobil Key hyung sangat nyaman, halus dan mewah. Mobil ini seharusnya baru keluar tahun depan, tapi Appa-nya Key hyung yang memang pegawai pajak dengan mudah memboking duluan satu unit untuk mobilitas anak mereka satu satunya dengan harga 240 juta Won (setara dengan Rp 1.920.000.000).

~ ~ ~

That afternoon, at other place ……

*J* Jinki POV

“Umma? Bogoshiposo” sapa Jinki yang datang langsung memeluk Umma-nya yang sedang menonton TV di ruang keluarga.

“Sayang, kapan datang?” tanyanya kemudian.

“Ah, barusan kok. Umma lagi asyik ya? Lihat apa sich?” tanyaku saat aku mengambil segelas air dingin di lemari es (*orang Korea punya kebiasaan musim dingin minum dingin musim panas makan pedas … aneh) dan kembali duduk disebelahnya. Umma langsung mengambil remote control dan mematikan TV. Raut mukanya berubah, matanya terlihat sayu, apa yang terjadi?

“Umma, ada apa?” tanyaku penasaran. Sejurus kemudian, Umma meraih tanganku dan mendekapnya erat, seolah akan ada hal buruk yang akan terjadi.

“Jinki, dengarkan Umma baik baik. Umma tak akan mengulangi perkataan Umma, dan kau …… boleh memikirkan apa yang sebentar lagi Umma katakan” kata Umma.

“Ne” jawabku singkat.

“Kau sudah dewasa, Umma yakin kau tahu hal terbaik untuk dirimu dan keluarga. Tapi, sebelum Umma selesai kau jangan bertanya, menyela ataupun mengatakan sesuatu. Arasso?”

“Ne, Umma” kataku.

“Minggu lalu, Umma mengantarkan Appa-mu medical check up rutin dengan Dokter Jung. Sebelumnya Appa-mu memang sering mengeluh sakit perut dan tak enak makan, tapi Umma tak akan mengira kalau akan separah ini. Jinki, …… Appa-mu … ada tumor di usus-nya. Memang ada terapi dan kemoterapi tapi itu semua tidak menjamin semua berjalan lancar. Appa-mu ingin kau segera menikah, dia sudah membuat kesepakatan dengan pihak agency-mu dan mereka tak keberatan karena mereka tahu keadaan Appa-mu yang sebenarnya. Kami sudah memilihkan seorang yeoja untukmu. Kau tak usah meragukan kualitas dan kuantitasnya sebagai yeoja, calon istri dan calon ibu dan Jinki ….. dia buka berasal dari kalangan artis. Minggu depan kau akan bertemu dengannya dan Umma-nya. Dia sunbae-nya Taemin-nie di sekolah, mereka satu sekolah dan tahun depan dia lulus. Aku dan Appa-mu sudah membicarakan hal ini bersama sama, dan kami tinggal menunggu persetujuan Umma-nya Chaerin. Oh ya, ….. namanya Chaerin, Lee Chaerin. Dia blasteran Korea-Amerika”

HEH??, …… penjelasan Umma sangat lengkap. Tapi, …… Appa sakit?

Ya tuhan, aku adalah anak satu satunya dan kalau sampai aku menolaknya mungkin akan memperburuk keadaan Appa. Selama ini aku tahu kalau aku anak manja dan keras kepala tapi untuk hal ini aku akan menuruti apa yang mereka inginkan.

Mana mungkin aku akan menikah dengan yeoja itu yang belum kukenal sebelumnya? Bagaimana dengan Ahra? Aku harus bisa menjelaskan padanya. Walaupun kutahu, Ahra mendekatiku hanya untuk bersenang-senang, tapi aku tak pernah mengenal yeoja lain yang sangat menarik hatiku sepertinya.

Tapi, menikah tanpa cinta??? Could it be??

“Jinki, kau melamun ya?” tanya Umma padaku.

“Ah, …. ani. Umma ……” aku menggantung kalimatku.

“Ehm, lalu?” tanya Umma padaku

“Baiklah. Aku tahu semua itu untuk kebaikanku dan demi kebahagiaan kalian” kataku kemudian.

“Aku tahu, sayang. Kau memang anak yang baik. Semoga Appa-mu lega dengan persetujuanmu ini” kata Umma.

“Ne, Umma. Aku akan mandi dulu lalu …… bisakah Umma menyiapkan makan malam kesukaanku?” pintaku kemudian.

“OK!” jawab Umma dan langsung menuju kedapur.

Aku naik kekamarku yang ada dilantai 2. Ah, sudah agak lama aku tidak tidur dikamarku sendiri, hampir 3 bulan. Memang kami agak sibuk dua bulan terakhir ini setelah comeback album terbaru. Ketika aku masuk, kamarku masih seperti dulu saat aku meninggalkannya. Aku harus menelefon seseorang di dorm ……

“Yoboseyo”

“Hyung, ankayo?” tanya Key.

“Ani, onul chibeso dan onul pame mungkin aku akan menginap”

“Ada masalah ya?”

“Besok aku akan cerita pada kalian. Aku akan pulang jam 10 dan kuharap kalian bertiga menungguku” jawabku.

“OK. Aku tak kan bertanya lebih jauh. Salam untuk ahjuma ya?”

“Ne, chayo”

Di dalam otakku terus terngiang-ngiang ‘Whatever she says and asks me, it must be the right and good for me. Majayo????’

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

91 thoughts on “A Year Love Story Part 2 : In the Beginning of February [2.2]”

  1. eonni si ‘umma’ disini mirip eonni yaa hehehe
    Nahh kan mau dijodohin.. terima aja Jinki g usah mikirin aeri. Ah jinja aku bener² g suka ama aeri -_-

  2. maaf baru baca dan komen ^^v
    tuh kan jinki nya mau d jodohin semoga berakhir dengan cinta ^^ trus jinki-ahra gmana ??
    next part ^^

  3. huwaaaa key umma kau daebakk…
    Ck, judis tapi manissss …

    Ah, chaerin beruntungnya kau mendapatkan jinkiku… 🙂

  4. Ngebyangin si key emang emak2 bgtt…wkwkwk !!!
    Kok bza taemin g ketauan y..
    Penyamaranx daebak…
    Onyu dijodohin…huaaa

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s