Egoistic Married – Prolog

Author : Ria QR (twitter @riaQR)

Main Cast :

–          Choi Min Ho

–          Kim Ki Bum

–          Kim Jong Hyun

–          Lee Taemin

–          Lee Jinki

–          Kang Hye Mi (Imaginative Character)

Support Cast :

–          Nenek Goo Hara (silahkan membayangkan KARA’s Hara yang asli hehehe^^)

–          Kakek Kang Nam Gil

–          Yoon Ha Na (a.k.a Inu)

–          Shin Min Mi (a.k.a Uthie)

–          Shin Min Ri (a.k.a Widi)

–          Park Ha Chan (a.k.a Ai)

–          Park Ri Rin (a.k.a Ria QRà author ikutan eksis #plaks)

–          Lee Chaerin as Taemin and Jinki’s eomma (bayangkan 2ne1 CL hehe^^)

–          Kim Taeyeon as Key and Jonghyun’s eomma (bayangkan SNSD Taeyeon yaa^^)

–          Choi Soo Young as Minho’s eomma (bayangkan SNSD Soo Young juga yaa^^)

–          Lee Dong Hae (Ini juga bayangin Suju’s Dong Hae yang asli yang main yaa^^)

–          Goo Siwon (bayangin suju’s siwon juga yaa^^)

leght : Sequel

genre : romance, family

rating : PG 15

AN :

HELLO! INI RIA! Dan ini fanfic comeback sayaaa (yeay)! yang mau baca fanfic saya yang lain bisa ke blog saya atau bisa klik page library dan cari nama saya deh hehehe.

Buat yang ada namanya jadi cast EHEM! hahaha, selamat menikmati yaa. FF ini juga buat kalian^^. Trus, aku nyoba buat mengartikan tiap kata korea, berhubung bahasa korea aku masih level tiarap, jadi maafkan saja ya kalo ada kesalahan^^

Perlu aku jelasin kalau ENDING FF INI TERGANTUNG POLLING TERBANYAK. maksudnya, tiap komen, aku minta tolong disertakan voting, alias VOTING COUPLE  si Hyemi (alias pemeran utama) dengan salah satu member SHINee. Voting terbanyak, akan seperti itulah endingnya^^ (voting disetiap chapter ya).

Mianhae kalau FF ini jelek dan membuang waktu banget buat dibaca^^ do not plagiarism and comment like oxygen^^ happy reading^^

(PROLOG) Egoistic Married

Hyemi menutup wajahnya. Bahu gadis bertubuh sangat kurus itu terguncang hebat. tangisannya tidak berhenti sejak sejam yang lalu. Seandainya saja Minri, sahabat Hyemi tidak menahan tubuhnya, gadis itu mungkin saja sudah hampir merusakkan semua benda yang ada di rumah duka ini. Tadinya Hyemi hampir saja meninju semua orang disekitarnya. Beruntunglah Minri adalah gadis berfisik kuat, hingga akhirnya ia berhasil menenangkan Hyemi di pelukannya.

            Sejam telah berlalu dan Hyemi masih saja menutup wajahnya sambil terus menangis. Orang-orang dan petugas kremasi sudah pulang.

            “Hyemi-ah…” panggil Minri pada sahabatnya itu dengan suara selembut mungkin.

            Hyemi tidak menjawab. Minri semakin khawatir. Gadis itu terhitung sudah menangis tiga jam non stop! itu belum terhitung saat Hyemi menangis semalaman, dan kemarin kemarinnya lagi. Minri bahkan berfikir mungkin airmata Hyemi sudah mengering.

            “Hyemi-ah… semua orang sudah pulang. Malam sudah larut. Kajja, kita pulang…” jelas Minri lembut. Hyemi tidak bergeming. Minri sudah malas dan sudah terlalu kasihan pada Hyemi lalu melepas pelukannya. Hyemi mau tidak mau memperlihatkan wajah menangisnya.

            “OMO! Hyemi-ah… matamu bengkak sekali!!! Berhentilah menangis!!!” pekik Minri begitu melihat wajah Hyemi terlebih pada bagian mata. Mata Hyemi benar-benar bengkak dan tampak kontras sekali dengan wajah tirusnya. Hyemi malah masih menunduk membuat Minri tidak tahan dengan Hyemi yang pendiam sekarang.

            “Hyemi-ah…” panggil Minri.

            “Minri-ah…” balas Hyemi yang akhirnya bersuara. Mendengar sahabatnya bersuara untuk pertama kalinya dalam tiga jam terakhir membuat Minri seakan mendapat oasis.

“Ne?”

“Aku boleh minta sesuatu?”

“Ne. Malhaebwa (katakan)?”

“Bunuh aku,” kata Hyemi sambil menatap Minri tepat dengan kedua mata bengkaknya. Minri membulatkan mata. Apa ia tidak salah dengar?

“Kau masih shock, Hyemi-ah. Sebaiknya kita pulang. Tidur dan istirahat,” kata Minri. Tampak tidak peduli dengan permintaan bodoh Hyemi.

Hyemi menatap Minri. Minri bisa merasakan kedua tangan Hyemi mencengkram kuat kedua lengannya. “pulang katamu??? pulang???”

Minri mulai ketakutan dengan Hyemi yang sedang shock ini. “Ne. pulang. tidur dan istirahat.”

Hyemi menguatkan cengkraman tangannya dilengan Minri membuat Minri bisa merasakan kuku-kuku jari tangan Minri menusuk lengannya dibalik pakaian hangat yang ia pakai. “PULANG KATAMU??? HAH??? mana bisa aku pulang sementara  kakek masih disini!!! TIDUR??? Aku tidur dalam keadaan begini??? Jika tidur bisa membuat kakek kembali begitu aku membuka mata saat bangun, baru aku mau!!! Istirahat macam apa yang akan kudapatkan???”

Minri berkedip-kedip menatap Hyemi. Perlahan cengkraman tangan Hyemi mengendur seiring Hyemi menundukkan wajahnya. Minri tahu, ia tak sedang dimarahi. Hyemi hanya mengeluarkan semua yang sesak dihatinya. Hyemi hanya ingin didengar sekarang.

“Kakek…” bisik Hyemi serak, berat dan penuh kesedihan. Dan Akhirnya Minri hanya mengulang hal yang sama. Menarik Hyemi dan memeluknya.

“Aku akan menemanimu Hyemi. Kita akan tidur disini,” kata Minri akhirnya.

***

Hyemi, atau lebih lengkapnya Kang Hyemi baru saja kehilangan satu-satunya anggota keluarga yang ia punya. Sang kakek, yang merawat Hyemi sejak Hyemi lahir sampai 18 tahun dalam hidup Hyemi. Kemarin penyakit ginjal kakek kambuh dan inilah puncaknya. Hal yang tidak Hyemi inginkan terjadi, kakek meninggal.

Hyemi tidak bisa apa-apa semalaman. Semalaman yang ia tahu hanya menangis dan menangis dalam diam. Tadi pagi saat kremasi di rumah duka, Hyemi menjadi-jadi. Hyemi meronta, menangis dan berteriak. Kakek adalah satu-satunya yang ia miliki dan sekarang ia harus kehilangannya. Rasakan saja jika kamu kehilangan orang yang kamu sayangi. Rasanya perih dan sakit sekali. Ingin rasanya ikut mati bersama orang itu. Itulah yang dirasakan Hyemi sekarang.

Minri bangun lebih dulu dari Hyemi. Hyemi masih tidur bertopang tangannya sendiri. semalaman keduanya tidur di rumah duka, tepat didepan almarhum kakek Hyemi. Minri ikut menemani. Minri adalah sahabat Hyemi sekaligus tetangga Hyemi. Sebagai sahabat, Minri tidak butuh berfikir untuk membantu Hyemi sekarang. Bolos sekolah demi menemani Hyemi pun tidak masalah. Sekarang saja mereka berdua masih memakai seragam universitas.

Baru saja Minri mau membangunkan Hyemi, Hyemi membuka mata.

“Ayo pulang…” kata Hyemi dengan suara pelan.

“Pulang? Kau sudah mau pulang?” tanya Minri tidak mengerti.

“Ne… aku harus membuka toko…” kata Hyemi lagi. Minri hampir saja menangis. Ia tidak tahan melihat Hyemi yang seperti ini.

“Hyemi, mulai sekarang kau tinggal dirumahku. Mari pulang,” kata Minri lalu membantu Hyemi berdiri.

***

Seminggu sudah pasca hari meninggalnya kakek.Hyemi sekarang tinggal di rumah keluarga Shin, rumah Minri. Sedikit-demi sedikit Hyemi sudah mulai menerima kematian kakek. Meskipun begitu, Minri belum pernah kembali ke rumahnya yang dulu. Apalgi ke toko kue milik kakeknya. Hyemi belum siap dan takut teringat dengan kakek. Hyemi akan kembali dengan hati yang siap.

“Hyemi! sarapan! kita ada kuliah pagi kan?” teriak Minri dari ruang makan.

“NE!!! Jankaman(Tunggu sebentar)!” balas Hyemi sama berteriak dari kamar. Hyemi memperhatikan penampilannya lagi. seragam universitas suah menempel rapi di tubuhnya. Hyemi mengambil jepitan berbentuk bintang pemberian kakeknya lalu menjepitnya disela-sela rambutnya. Hyemi sudah siap sekarang.

“Minri… aku sudah siap. Apa sarapan yang dibuat nyonya Shin?” tanya Hyemi riang tapi anehnya tidak ada seorangpun di ruang makan. Hyemi pun bergerak ke ruang tamu dan mendapat pemandangan yang tidak bisa ia artikan. Nyonya Shin dan Minri sedang berada di ambang pintu dan tampak serius berbicara dengan beberapa orang berpakaian setelan hitam yang rapi.

“Musun iri issesseo (apa yang sedang terjadi)?” tanya Hyemi membuat Minri dan nyonya Shin kompak berbalik ke arah Hyemi diikuti oleh orang-orang bersetelan hitam di luar.

“Wae?” tanya Hyemi masih tidak mengerti.

***

“MALDO ANDWAE (Mustahil)!!!” pekik Hyemi begitu selesai membaca kertas ditangannya. Hyemi sontak bediri tegap dari tempat duduknya menimbulkan bunyi decitan keras dari gesekan sofa milik nyonya Shin.

“Musun soriya (apa maksudmu) ???” seru Hyemi lebih keras. Hyemi menatap ketiga orang bersetelan hitam tadi dengan tatapan sinis khasnya. Hyemi bukanlah gadis yang gampang diajak kompromi. Ia termasuk gadis galak yang tidak menyukai pemaksaan.

Salah seorang dari ketiga orang bersetelan hitam tadi yang berkacamata berdehem sebentar. Berusaha menenangkan diri dari gertakan seorang gadis umur awal 18 tahun.

“Ne. Seperti yang telah aghassi baca dari surat itu. Aghassi Hyemi-sshi adalah cucu sah dari Kang Nam Gil. Dan cucu dari Kang Nam Gil akan dijodohkan—atau tepatnya dinikahkan—dengan cucu sah dari nyonya Goo Hara. Perjanjian ini sah dan ditanda tangani oleh nyonya Goo Hara dan Tuan Kang Nam Gil sendiri,” ujarnya panjang lebar.

Nyonya Shin cepat menutup mulut dan Minri sudah tergelincir dari tempat duduknya. Hyemi malah sudah memegang vas bunga, bersiap-siap melempari satu satu ketiga orang aneh yang menganggu pagi harinya.

“Ni michesseo (kau gila) !! Kalian semua,” kata Hyemi sambil menunjuk satu satu ketiga orang tersebut, “kau, kau, dan terlebih kau tuan berkacamata!! pulanglah kalian!! Kalian salah orang kalau tidak berarti kalian gila!!!”

“Kami hanya asisten,” kata si kacamata lagi. Hanya ia yang bisa bersuara karena sepertinya kedua rekan disebelahnya seperti mendadak bisu melihat kemarahan Hyemi.

“HAH! kalau asistennya saja sudah gila begini bagaimana majikannya???” seru Hyemi lagi.

“Omona… aku hampir gila. Minri-ah, ppalli (cepat). kita harus berangkat ke kampus. Kita mempunyai urusan yang jauh lebih penting daripada mengurusi perjodohan bodoh dari perjanjian bodoh yang dilakukan orang bodoh dan aku yakin kakekku tidak pernah melakukannya!!”

“Annyeong Nyonya Shin. Suruhlah orang-orang aneh ini pulang nanti,” kata Hyemi. Minri berdiri. Masih dalam keadaan setengah shock, Hyemi menarik tangan gadis itu sampai keluar pagar.

Tapi sebelum mencapai pintu pagar, Hyemi menangkap sosok perempuan tua bertubuh tinggi semampai berdiri angkuh tepat didepan pintu pagar Minri.

“Mworago (apa katamu)? Kau mengatakan aku gila?”

***

Goo Hara tidak mengerti kenapa kinerja asisten-asisten pribadinya makin hari makin lamban. Masa hanya disuruh membawa gadis bernama Kang Hyemi ke mobilnya begitu susah? Kalau tidak bisa dengan cara kata-kata, seret saja! Begitu gampang.

Karena sudah tidak sabar, Goo Hara turun dari mobil menuju rumah Shin, rumah yang katanya menjadi tempat tinggal Hyemi sekarang. Dipayungi seorang pelayan, Goo Hara berjalan menuju rumah Shin.

Baru saja Goo Hara mencapai pintu pagar, ia mendengar suara marah-marah seorang gadis dari dalam rumah.

“HAH! kalau asistennya saja sudah gila begini bagaimana majikannya??”

Goo Hara hampir saja menyuruh asisten-asistennya menyeret siapapun yang mengejeknya sebagai orang gila. Pemilik resort, jaringan hotel, dan restauran yang seperti apa yang gila? Goo Hara mendapati sosok yang keluar dari rumah. Dua orang gadis sedang berjalan keluar. satunya berwajah merah padam tampak marah besar, yang satunya hanya bengong.

“Mworago? Kau mengatakan aku gila?” tanya Goo Hara pada keduanya.

Minri melihatnya langsung menarik lengan Hyemi. “Hyemi, dia majikannya! eotthokhae?” tanya Minri setengah berbisik.

“Kau yang mengatakannya?” tanya Goo Hara pada gadis yang bengong tadi alias Minri. Minri makin menarik lengan Hyemi.

Hyemi menghela nafas panjang dan membuangnya paksa lewat mulut.

“Aku yang mengatakannya,” kata Hyemi tampak tidak takut meskipun dibelakang Goo Hara ada beberapa orang yang berpakain sama seperti ketiga orang yang tau-tau sudah keluar dari rumah diikuti nyonya Shin.

Goo Hara tertawa sinis. “Siapa namamu ya aghassi cilik?”

“Kang Hyemi imnida,” jawab Hyemi mantap membuat Goo Hara sukses menganga. “Sekarang biarkan kami lewat, nyonya. Aku sudah terlambat ke kampus.”

“MWO? mworago??” tanya Goo Hara lagi. Memastikan telinganya tidak salah menangkap informasi.

“Aku mau ke kampus,” jawab Hyemi asal lalu mulai melangkah lagi.

“Ani. Maksudku namamu. Siapa namamu?”

“Kang Hyemi,” jawab Hyemi datar membuat Goo Hara mengangga lagi. “Sekarang biarkan aku lewat, nyonya.”

Goo Hara lagi-lagi tertawa sinis. “Begitukah cara Nam Gil mengajarimu sopan santun?”

“YA! jangan sebut-sebut nama kakekku seakan kau tahu segalanya!!” seru Hyemi. Bahasa formalnya sudah melayang entah kemana begitu nama kakeknya disebut orang yang tidak dikenalnya. Apalagi mengejeknya.

“Arashi! Aku tahu!”

Hyemi meniup udara kosong didepannya. “Jangan bicara yang aneh nyonya. Anda tahu apa? selama 18 tahun hidupku aku tak pernah melihat anda! Bahkan kakekku tidak pernah  berbicara soal seorang nyonya kaya seperti anda!”

“Aku tahu karena aku hampir dinikahinya!” pekik Goo Hara. Hyemi menyipitkan mata. “Apa buktinya?”

Goo Hara mengorek-ngorek tasnya lalu mengambil dompet, membukanya dan mengambil sebuah foto kusam. Foto dirinya bersama namja bernama Kang Nam Gil.

Hyemi mengambil foto itu. Hyemi tampak memperhatikannya dengan seksama sebelum akhirnya membekap mulutnya sendiri. Namja pada foto itu benar adalah kakeknya. Hyemi tau lekuk-lekuk wajah kakeknya seperti apa. Dan cara tersenyum namja muda yang berada dalam foto bersama sang nyonya itu… benar adalah senyuman kakeknya. Tanggal pengambilan foto yang berada pada ujung kanan atas foto itu makin menguatkan argumen goo Hara. foto itu diambil sekitar 50 tahun yang lalu.

Mendadak otak Hyemi terasa terputar. Kakeknya… nyonya ini… perjanjian… perjodohan… semuanya berputar dikepala Hyemi. Hyemi tampak kehilangan keseimbangan dan dengan sigap Minri menahan tubuh hyemi.

“Nyonya, pulanglah dulu. Hyemi belum stabil pasca kematian kakeknya. Tolong berikan dia waktu berfikir,” kata Nyonya Shin.

“Hyemi-ah…” panggil Goo Hara begitu melihat Hyemi hampir pingsan.

“Pulanglah nyonya.”

***

“Hyemi-ah, sepertinya memang sudah saatnya,” kata Nyonya Shin tiba-tiba. Ibu Minri itu masuk ke dalam rumah kemudian kembali lagi dengan sepucuk surat ditangan. “sebelum meninggal, Nam Gil-shhi datang padaku dan memberiku ini. Katanya ini untukmu jika keadaannya sudah tidak sehat lagi bahkan mungkin mati. ketika kutanya ini apa, ia bilang semacam wasiat. terimalah,” kata Ibu Minri lalu memberikannya pada Hyemi.

Hyemi menerimanya lalu dengan cepat membaca isinya.

“Hyemi-ah… bintang kecil kakek… Jika kau membaca ini, mungkin saja kakek sedang sekarat atau mungkin sudah mati…

            Hyemi menitikkan airmata. Kakek… panggilnya dalam hati.

            “…Kakek tidak punya apa-apa untuk diwariskan padamu. Mianhae… Bahkan tanah tempat tinggal kita dan toko kue kita itu milik orang lain.

            Hyemi-ah… jika setelah ini ada seorang nenek kaya mencarimu… terimalah.

            Sebab aku telah melakukan perjanjian dengannya.

            50 Tahun silam aku hampir menikahinya… Tapi karena ia dari keluarga kaya sedangkan kakek tidak lebih dari pemuda miskin yang berpenghasilan rendah, keluarganya tidak setuju. Kami pun berpisah. Tapi kami tidak begitu saja melupakan kisah cinta kami. Kami yakin suatu saat nanti kami akan bertemu lagi.

            Maka untuk bertemu lagi kami membuat perjanjian. Yaitu apabila kami kelak memiliki cucu, maka cucu kami akan di jodohkan.

            Hyemi-ah… kau mengerti?

            Artinya kau ku jodohkan dengan cucunya.

            Nama nenek itu adalah Goo Hara. Pemilik usaha resort, real estate, dan jaringan perhotelan Korea.

            Terimalah perjodohan ini, Hyemi-ah… Hanya ini yang kakek bisa tinggalkan untukmu. Hidupmu akan lebih baik bersama Goo Hara. Lanjutkan sekolahmu, dan berlajarlah mencintai keluarga barumu. Cintai Goo Hara seperti kakek mencintainya dahulu. Anggap dia sebagai nenekmu sendiri. Dan jangan lupa cintai pula calon suamimu kelak.

            Hyemi-ah, bintang kecilku… sehat selalu. Kakek selalu bersamamu.

            Hyemi mencengkram surat itu pelan. Hyemi terlalu tidak siap dengan semua ini.

(and another story about love has begin…)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

137 thoughts on “Egoistic Married – Prolog”

  1. daebak ceritanya … kkkk ~ xD
    walaupun bias ku minho … tp, akk pengennya hyemi sama key ajj … hehehe
    soalnya minho oppa kan cuman buat aku seorang … hhaha *dibakarflames*

  2. Klo Karakter cowonya dingin, cuek, nyebelin gitu, pantesnya Key deh.. Hyeminya juga galak, bakalan seru klo berantem sama Key.. Tapi klo cowonya baik, mm…pairingnya Key juga^^… Soalnya dia cocok mau karakternya gimana juga. Part 1 cepet ya…

  3. GOMAWO BUAT YANG UDAH KOMENT HEYAAAAA~~~~~~~~
    baru prolog aja udah rame gini…
    berkah ramadhan~
    maaf ga balas komen satu-satu *bow

  4. bias q taem c.jd bingung.cyp aj dee.yg pentink bwt q crita nya kudu menarik.q ikutan votting nya ntar aj klo ud kliatan prkembangan critanya. pi aq pengen krakter taem yg agak badboy/dingin” gmn gt dg model rmbut merahnya.cool bgt! pi klo karakter co nya yg agak” sengak en suka ngajak brantem,,lebi ccok key. yah jd ntar de votting nya.bingung

  5. Annyeong ria~ya ^^
    tau aku kan? *ria: sapa yah? Ga kenal*
    tau gak? Ff mu ini, ff shinee pertama loh yg aku baca *yg nanya sapa?*
    aku suka ceritanya^^
    hyemi d jodohin ma sapa tuh?
    Ama key aja deh, aku kan suka key hehe XD
    okay lanjut part 1

  6. Hwaaa keren thor (•̯͡.•̯͡) tadi aku buka2 shining story, nemu yang part 7, kok tertarik, hehehehe jadinya aku cari dari awal. Ternyata kereeeenn~ telat banget yah, itu udh agustus. Hehehe sorry thor._.V tp tetep keren kok ☺

  7. ceritanya keren, author^^ hehe hmm tp spertinya sy reader kesiangan yah ._. gpp kan?

    trus klo aku voting skrng msih brlaku ngga? aku maunya hyemi sipasangin sm Jjong aja^^

  8. Waah, ceritanya seru, bikin penasaran Thor! 😀
    Kayaknya aku telat nih komennya hehe -__-
    Sekedar ninggalin jejak aja deh XD
    Baca lanjutannya dulu ya Thor ^^v

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s