Bad Boy Sitter – Part 11

Bad Boy Sitter – Part 11

Author : Firdha

Main Cast : Park Jiyeon, Lee Taemin, Lee Jinki (Onew), Choi Minho, Park Yeorin, Yoo Seung Ho

Support Cast: Other SHINee member, Cho In Su, etc.

Length: Sequel

Genre : Friendship, Romance, Family

Rating : PG-13

***

Jiyeon sedang sibuk berkutat dengan gitarnya, mempersiapkan lagu untuk ekskul nanti. Namun kegiatannya itu terhenti saat tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Tanpa basi basi lagi, Jiyeon pun segera bangkit dan bergegas menuju pintu. Ia terkesiap saat mendapati Taemin lah yang mengetuk pintunya.

“Taemin sunbae! Wae-yo?” Tanya Jiyeon bingung.

“Cepat ganti baju!” Perintah Taemin tegas.

Jiyeon mengerutkan keningnya. “Untuk apa?”

Taemin menarik napas dalam. “Tidak usah banyak tanya! Akan kujelaskan nanti.” Jawab Taemin dingin seraya mendorong tubuh Jiyeon pelan ke dalam kamarnya dan menutup pintunya kembali.

Jiyeon yang bingung dengan perintah Taemin itu pun bukannya cepat mengganti baju tapi malah terpaku di tempatnya. Seakan tau apa yang terjadi, Taemin kembali berseru.

“Jangan melamun! Cepat ganti baju!” Seruan Taemin tersebut berhasil membuat Jiyeon terperanjat dan sadar dari lamunannya. Dengan tergesa-gesa, ia pun segera bergegas menuju lemari pakaiannya. Diambilnya celana jeans dan hoodie warna biru muda bergambar lumba-lumba, lalu memakainya dengan cepat. Setelah selesai ia pun segera membuka pintunya dan mendapati Taemin sedang bersandar di dinding dengan memegang sebuah helm berwarna hijau.

“Taemin sunbae!” Seru Jiyeon ragu. Taemin pun menoleh, lalu memerhatikan Jiyeon dari atas sampai bawah. Ia berjalan menghampiri Jiyeon dan melongok ke dalam kamarnya, mencari-cari sesuatu. Setelah melihat sesuatu yang ia cari itu, ia langsung masuk ke dalam kamar Jiyeon dan mengambilnya. Jaket berwarna pink dan putih milik Jiyeon.

“Pakai ini juga!” Perintah Taemin seraya menyodorkan jaket yang baru diambilnya. “Kajja!”

Taemin berjalan mendahului, sedangkan Jiyeon mengekor di belakangnya seraya memakai jaketnya. Jiyeon masih bingung dengan apa yang mau Taemin lakukan. Sejak tadi ia sibuk berpikir keras, berbagai spekulasi pun muncul di benaknya. Tetapi ia hanya bisa diam, tidak berani bertanya lebih jauh. Namun ia pun tidak bisa membendung rasa penasarannya lagi saat dilihatnya Taemin menaiki motornya dan menyodorkan helm berwarna hijau yang tadi ia pegang kepadanya.

“Taemin sunbae!” Panggil Jiyeon pelan, namun cukup keras untuk bisa membuat Taemin menoleh. “Kita… mau ke mana?”

Taemin mendesah. “Kau pengasuhku, bukan?” Jiyeon mengangguk ragu. “Kau tentu ingat tugasmu, kan?” Jiyeon mengangguk lagi. “Kalau begitu apalagi yang kau pikirkan?” Mendengar ucapan terakhir Taemin, Jiyeon pun segera memakai helmnya dan menaiki motor Taemin dengan ragu. Membuat seulas senyum tipis tersungging di bibir Taemin.

***

“Ke mana dia? Kenapa belum muncul juga?” Gumam Key sambil sesekali melirik jam tangannya.

“Apa kalian tidak merasa ada yang aneh dengan sikap Taemin tadi?” Tanya Sang Hyun was-was.

“Ne. Aku juga curiga, sebenarnya apa yang ia lupakan?” Jino balas bertanya.

“Entahlah. Tapi… perasaanku jadi tidak enak.” Ucap Minho menerawang.

Saat mereka sibuk berspekulasi, terlihat dua orang datang dengan motornya. Setelah sampai, mereka pun segera menghentikan motornya dan membuka helmnya. Selesai menyapa teman-temannya, mereka pun menghampiri Sang Hyun dkk.

“Lama tak bertemu.” Sapa namja yang bertubuh kekar namun lebih pendek dari namja yang satunya kepada Sang Hyun. Mereka pun berpelukan ala laki-laki.

“Apa kabar, Jjong? Kau masih di Jepang?” Tanya Sang Hyun memulai pembicaraan.

“Ne. Tapi sekarang aku akan tinggal di sini lagi.” Jawabnya yang sontak membuat Sang Hyun terbelalak.

“Jeongmalyo?”

“Ne. Aku akan pindah sekolah ke Hanyoung High School. Kau tau sekolah itu?” Tanya Jonghyun lagi yang langsung membuat Sang Hyun tersenyum lebar.

“Geureom. Aku sekolah di sana.”

“Jincha? Wah! Berarti kita akan satu sekolah…” Kalimat Jonghyun terhenti saat dirasakannya seseorang menyikutnya. “Ah, ya! Aku lupa kau ada di sini Onew.”

Mendengar gurauan Jonghyun, Onew mengangguk jengah, membuat orang di sekitarnya tertawa. “Walau pun kita rival, kalian tidak menganggapku musuh, kan?” Tanya Onew yang ditunjukkan pada Sang Hyun dkk.

“Kami? Kau itu rival Taemin. Kami tidak ada masalah apapun.” Jawab Minho sekenanya.

“Ah! Benar juga.” Onew mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kalau boleh tau, dia itu ada masalah apa, ya? Kenapa sepertinya dia tidak menyukaiku?”

“Dia memang seperti itu. Jadi tidak usah dipikirkan.” Tukas Key santai.

“Geurae. Lalu, soal sekolah tadi, kalian berlima sekolah di sekolah yang sama, bukan?” Tanya Onew antusias.

“Ne. Wae-yo?” Ucap Sang Hyun dengan alis terangkat.

“Sejujurnya aku benar-benar bosan harus melihat mukanya terus sejak kecil. Tapi apa boleh buat, ayah kami adalah rekan kerja di tempat yang sama. Dia juga akan pindah ke sini dan sekolah di Hanyoung.” Ujar Jonghyun dengan nada penyesalan yang dibuat-buat.

Mereka pun hanyut dalam obrolan, sesekali mereka tertawa saat membicarakan hal yang lucu. Namun tiba-tiba Minho terdiam saat dilihatnya Jinyoung yang datang bersama seorang yeoja. Jika yeoja yang dibawanya adalah yeoja seperti biasa yang suka berpakaian terbuka bahkan di udara yang dinginnya mencapai di bawah nol derajat, Minho tidak akan heran. Namun kali ini Jinyoung membawa seorang yeoja yang usianya sudah pasti lebih muda darinya dan ia berpakaian tertutup rapi sambil memerhatikan sekelilingnya dengan bingung.

Jino yang bingung melihat Minho terdiam langsung menghampirinya. “Hyung! Wae-yo?”

Minho tidak menjawab, ia masih bergeming dan sibuk dengan pikirannya. Melihat Minho yang tidak juga menjawab pertanyaannya, Jino pun berinisiatif mencari tahu sendiri. Ia perhatikan Minho dan mengikuti arah pandangannya. Saat tahu apa yang sedang diperhatikan hyung-nya, keningnya berkerut.

“Tidakkah sekarang kau tahu apa yang dilupakan Taemin?” Pertanyaan Minho itu seketika membuat Jino terbelalak. Ia langsung mengingat apa yang ditanyakan Taemin tadi. “Murid yeoja kelas satu.”

“Jiyeon.” Desis Jino tidak percaya.

“Taemin sudah da… siapa yang diboncengnya?” Ucap Key bingung.

Rahang Sang Hyun mengeras, dan tangnnya pun terkepal kuat. Jelas sekali kalau sekarang ia sedang menahan amarahnya. “Apa yang dilakukan anak itu? Berani sekali ia membawanya?”

“Jiyeon.” Desis Key dengan keterkejutannya. Benar-benar tidak menyangka kalau Taemin nekat membawanya.

“Siapa yang kalian bicarakan?” Tanya Jonghyun bingung.

Mereka berempat tidak memperdulikan pertanyaan Jonghyun. Mereka langsung menghampiri Taemin dengan ekspresi yang jelas terlihat marah. Melihat keadaan yang sepertinya akan bersifat privat, Onew dan Jonghyun pun tetap diam di tempatnya sambil memerhatikan Sang Hyun dkk yang menghampiri Taemin dari jauh.

“Aku terpaksa.” Ucap Taemin tanpa menunggu pertanyaan dari teman-temannya. “Tidak ada orang lain. Aku benar-benar terpaksa.”

Mendengar ucapan Taemin, keempat temannya hanya bisa terpaku di tempatnya, tidak tau harus bersikap bagaimana. Mereka jelas tau kalau tindakan Taemin salah, namun mereka juga tau kalau Taemin tidak punya pilihan lain. Alhasil, mereka hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata apa-apa.

“Sunbae, sebenarnya kita mau…”

“Jangan lepas helmmu!” Ucap Taemin dengan nada tinggi. Sebenarnya ia tidak bermaksud membentak, namun karena saat ini ia merasa sangat cemas, kalimat itu jadi terkesan seperti bentakan, membuat Jiyeon terkesiap dan langsung berhenti meneruskan niatnya membuka helm. “Tolong kau diam saja. Jangan buka helmmu dan jangan bicara apapun!”

Jinyoung yang melihat kedatangan Taemin langsung turun dari motornya untuk ‘menyapa’. Dengan ditemani yeoja yang ia bonceng tadi, ia berjalan santai ke arah mereka dengan penuh percaya diri.

“Kau sudah sampai, Taem.” Ucap Jinyoung basa basi. Awalanya pandangannya terarah pada Taemin, namun kini matanya terpaku pada sosok yeoja yang duduk di belakang Taemin. “Boleh kutahu siapa namamu?” Tanya Jinyoung yang sontak membuat Jiyeon terkesiap, bingung harus bagaimana. “Apa kau menyuruhnya untuk bungkam?”

“Kita kan hanya akan balapan dengan syarat membawa yeoja kelas satu. Tidak harus ada proses perkenalan, bukan?” Tanya Taemin berusaha mengelak.

Jinyoung menyeringai lebar. “Kau pikir aku sebodoh apa? Mana kutahu yeoja yang kau bawa itu benar-benar kelas satu atau bukan jika ia menutupi wajahnya dan tidak bersedia bicara?”

Mendengar pernyataan Jinyoung, kelima namja itu pun menegang. Taemin menatap keempat temannya dengan tatapan yang sulit diartikan, namun terkesan memohon. Sedangkan mereka hanya bisa menatap Taemin pasrah.

“Buka helmmu!” Perintah Taemin singkat namun langsung membuat keempat namja tampan yang merupakan sahabat karibnya terbelalak. Sementara Jinyoung menikmati keadaan itu dan terus memasang senyum liciknya.

Dengan ragu, Jiyeon pun membuka helmnya. Dan saat wajahnya sudah jelas terlihat, keempat namja itu langsung merasa lemas, sedangkan yeoja yang dibawa Jinyoung langsung terbelalak.

“Jiyeon-ah!” Serunya terkejut.

Jiyeon memasang senyum terpaksa. “Annyeong, Kyung Mi-ah!”

Jinyoung mengangkat sebelah alisnya. “Kau mengenalnya? Dia benar murid kelas satu?” Tanya Jinyoung yang dijawab dengan anggukkan oleh Kyung Mi. “Geurae. Kalau begitu kita mulai saja.”

Jinyoung dan Kyung Mi pun bergegas menuju motornya. Sedangkan Jiyeon hanya bisa menatap semua orang di sekelilingnya bingung sekaligus takut. Tanpa banyak berpikir lagi, Taemin pun segera melajukan motornya menuju tempat start, diikuti keempat temannya.

Melihat suasana di sekelilingnya, tubuh Jiyeon seketika menegang dan tangannya terkepal kuat menahan takut. “Sunbae! K-kita mau apa? Ba… balapan? Tapi…”

“Pakai helmmu dengan benar dan pegangan yang erat!” Perintah Taemin pada Jiyeon.

Kini suasana menjadi bising oleh suara tarikan gas motor sekaligus tepuk tangan dari semua yang menonton. Jinyoung dan Taemin saling menatap tajam dengan seringaian yang tentu saja tidak terlihat karena mereka memakai helm. Sedangkan keempat teman Taemin hanya bisa menatap mereka cemas.

Yeoja pemegang bendera telah bersiap di antara mereka. “Ready… 1… 2… 3… go!

Mereka pun langsung melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Saat ini Jinyoung memimpin dengan Taemin yang terpaut jarak tidak terlalu jauh di belakangnya. Taemin terus mempercepat laju motornya, berusaha menyusul Jinyoung. Rahangnya mengeras, dan matanya pun nyaris tidak berkedip. Menyadari ada tikungan, Taemin pun menyeringai. Ia tau betul kelemahan Jinyoung. Walaupun sudah berkali-kali menghadapinya dan menyadari kelemahannya, namun Jinyoung belum juga bisa mengatasinya saat dilihatnya Jinyoung memberikan ruang untuk Taemin. Tanpa basa basi lagi, Taemin pun langsung meng-gas motornya hingga akhirnya ia berhasil mendekati motor merah milik Jinyoung lalu mendahuluinya, membuat seringaian lebar tersungging di bibir Taemin. Namun seriangaian itu perlahan menghilang saat dirasakannya tangan seseorang memeluknya sangat –terlalu– erat. Taemin bisa merasakan dengan jelas kalau kini tubuh Jiyeon menegang di punggungnya. Tangannya terasa sangat dingin, dan samar-samar Taemin mendengar isakan.

Fokus Taemin terganggu. Perasaannya yang benar-benar tidak enak itu membuatnya tidak menyadari bahwa Jinyoung melaju semakin dekat hingga akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Taemin menoleh sekilas, terkejut saat mendapati Jinyoung yang berada tepat di sampingnya. Dengan susah payah Taemin mencoba tidak peduli dengan keadaan yeoja yang menegang di balik punggungnya itu. Ia percepat laju motornya, berusaha mendahului Jinyoung. Namun tidak semudah itu karena Jinyoung pun tentu saja melakukan hal yang sama.

Mereka saling menyusul dengan kedudukan yang tidak menentu. Saat dilihatnya garis finish telah dekat, Taemin meng-gas motornya sambil mengerang kesal, lalu… berhasil! Kini Taemin telah mendahului Jinyoung hingga akhirnya ia mencapai finish. Tepukan tangan pun seketika terdengar riuh. Namun mereka semua menjadi bingung saat dilihatnya sang pemenang tidak menghentikan laju motornya, namun justru terus melaju.

“Mau ke mana dia?” Tanya Jino bingung.

“Biarkan saja! Lebih baik kita susul nanti.” Tukas Minho berusaha mengontrol situasi.

***

Taemin menghentikan motornya tidak jauh dari arena balapan tadi. Kini suara isakan Jiyeon jelas terdengar di telinganya karena suasana yang lengang. Taemin memegang tangan Jiyeon perlahan, berusaha merenggangkan pelukan gadis itu.

“Turun!” Perintah Taemin datar seraya memegang tangan dan bahu Jiyeon, mencegahnya agar tidak jatuh.

Jiyeon turun dengan –sangat– perlahan. Wajahnya terus tertunduk, sedangkan tubuhnya benar-benar lemas. Sambil terus memegangi Jiyeon, Taemin pun turun perlahan, lalu memapahnya ke arah bangku yang berada di dekat pohon. Setelah Jiyeon duduk, Taemin pun mengarahkan tangannya ke helm yang dikenakan Jiyeon, bermaksud melepasnya. Namun gerakan tangannya terhenti saat tiba-tiba Jiyeon memegang helmnya dan menggeleng pelan, menolak untuk membukanya. Dengan ragu, Taemin pun menarik tangannya kembali, lalu berbalik dan bersandar di motornya.

Selama beberapa menit suasana hening, hanya terdengar suara isakan Jiyeon. Taemin tetap bersandar di motornya sambil bersidekap, membiarkan Jiyeon menenangkan dirinya. Saat isakan Jiyeon sudah tidak terdengar lagi, Taemin pun menghampirinya perlahan.

“Sudah selesai?” Tanya Taemin datar yang dijawab oleh anggukan pelan Jiyeon. “Lebih baik buka helmmu, napasmu sudah tersengal.”

Mendengar anjuran Taemin, Jiyeon pun membuka helmnya perlahan. Dan kini Taemin bisa melihat jelas keadaannya. Wajahnya merah dan pucat dengan air mata yang benar-benar membasahi keseluruhan wajahnya, sedangkan matanya terlihat sembab dan rambutnya acak-acakan. Tanpa bicara apapun, Taemin langsung merebut helm yang dipegang oleh Jiyeon saat dilihatnya gadis itu kerepotan membenahi penampilannya sambil memegang helm. Jiyeon melirik Taemin sekilas, lalu kembali mengalihkan pandangannya dan menghapus air matanya dengan agak kasar.

Di tengah suasana canggung itu, tiba-tiba terdengar suara deru motor yang perlahan mendekat. Tidak berapa lama kemudian terlihat cahaya yang mengarah pada Jiyeon dan Taemin, membuat mereka mengerjapkan matanya karena silau.

“Taemin-ah!” Seru Jino seraya meletakkan helmnya.

“Jiyeon-ssi, gwaenchana?” Tanya Sang Hyun cemas.

“Ya! Apa yang sudah kau lakukan pada Jiyeon sampai jadi seperti itu?” Tuding Key menggebu-gebu.

“Gwaenchanayo. Kalian tidak perlu khawatir.” Ucap Jiyeon lirih sambil terus menundukkan kepalanya.

“Jeongmalyo? Tapi… kenapa kau menangis?” Tanya Minho.

Jiyeon mendongak. Ia bingung saat mendapati semua mata tertuju padanya, tak terkecuali Taemin. Mereka semua menatap Jiyeon lekat, membuat Jiyeon menjadi agak risih.

Jiyeon tersenyum kecil. “Aku hanya takut. Ini adalah pertama kalinya aku naik motor dengan kecepatan yang seperti tadi.”

Di tengah-tengah obrolan mereka, lagi-lagi terdengar suara deru motor yang perlahan mendekat, namun sepertinya jumlahnya hanya sekitar satu atau dua motor. Tidak berapa lama kemudian terlihat cahaya dan dua motor dari arah samping menghampiri mereka. Semuanya langsung memerhatikan dua orang yang tiba-tiba menghentikan motornya itu was-was, sedangkan Jiyeon hanya melirik sekilas lalu kembali menunduk dan merapihkan ikatan rambutnya.

Kedua orang itu membuka helmnya, membuat kewaspadaan Sang Hyun dkk menguap saat menyadari siapa orang itu. Namun tiba-tiba salah satu di antara mereka mendapat telepon, lalu segera mengangkatnya dan menyuruh temannya mendahuluinya.

“Ya! Sedang apa kalian di sini?” Tanya Jonghyun seraya berjalan mendekati mereka.

“Seperti yang kau lihat.” Jawab Key sekenanya.

Jonghyun mengalihkan pandangannya ke arah Taemin. “Ah, ya! Ngomong-ngomong, tadi kenapa kau tidak berhenti, Taem?”

Taemin menoleh, lalu menunjuk ke arah Jiyeon dengan dagunya. Jonghyun pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjukkan Taemin, ke arah seorang gadis yang sedang menunduk di sampingnya. Jonghyun menyipitkan matanya, berusaha memperjelas penglihatannya. Namun percuma karena ia hanya dapat melihat wajah gadis itu dari pinggir.

“Ya! Kau sedang memerhatikan apa?”

Hati Jiyeon mencelos dan napasnya tercekat. Suara itu… walaupun sedikit berbeda, namun tetap saja terdengar jelas bahwa itu adalah miliknya, milik seseorang yang sangat ia rindukan. Jiyeon pun mendongakkan kepalanya dan menoleh ke asal suara itu.

Jonghyun yang melihat gadis itu mendongak seketika terbelalak. Walaupun sudah lama tidak bertemu dengannya, namun ia masih ingat dengan jelas bagaimana wajahnya. Dan gadis yang ada di hadapannya sekarang ini, benar-benar mirip. Tidak mungkin salah.

“Jiyeon.” Desis Jonghyun pelan.

“Mwo? Kau bilang apa?” Tanya temannya bingung.

“Jo… jonghyunnie oppa?” Ucap Jiyeon lirih.

Mendengar suara Jiyeon, kali ini teman Jonghyun lah yang terkesiap. Tubuhnya seketika menegang, dan tanpa sadar ia menahan napas. Ia mengerjapkan matanya, lalu menoleh ke arah Jiyeon. Dan pandangan mereka pun bertemu. Membuat Jiyeon semakin terbelalak.

“Cho… chonsa…” Ucap Jiyeon lirih.

Suasana hening. Jiyeon, Jonghyun dan Onew masih tetap bergeming dengan mata yang terbelalak, sedangkan yang lain memandang ketiganya bergantian dengan bingung.

“Chonsa (angel)? Siapa yang kau maksud chonsa?” Tanya Key memecah keheningan, membuat ketiga orang yang sejak tadi saling memandang dengan mata terbelalak langsung mengerjapkan matanya, namun tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka.

Menyadari suasana yang tidak nyaman, Jonghyun pun berusaha mengendalikan situasi. “Ehem… eh… lebih baik kalian antar aku ke toilet dekat sini saja. Kajja! Kajja!” Ucap Jonghyun canggung seraya mengajak semuanya –kecuali Onew dan Jiyeon– menjauh  dari sana. Sedangkan yang diajak hanya bisa menurut dengan ekspresi bingung.

Setelah semuanya pergi, suasana pun kembali hening. Jiyeon masih duduk di tempatnya dengan kepala tertunduk. Sedangkan Onew tetap bergeming di tempatnya berdiri, bingung harus memulai dari mana. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Onew pun memberanikan diri membuka mulutnya.

“Bagaimana kabarmu?” Tanya Onew ragu.

Jiyeon mendongak, namun tidak menatap Onew –yang biasa ia panggil ‘chonsa’. “Baik… Oppa?”

Onew menatap Jiyeon nanar. “Sejujurnya… tidak terlalu baik.”

“Wae?” Tanya Jiyeon datar.

Onew terdiam sejenak, lalu melangkahkan kakinya perlahan. “Nan neol… jeongmal bogoshippo ttae mune.” Jawab Onew yang berhasil membuat Jiyeon menoleh, membuatnya terlonjak di tempat duduknya saat mendapati Onew ternyata sudah berdiri tepat di sampingnya. Jiyeon membuang muka, berusaha mengindari tatapan Onew.

Onew duduk perlahan di samping Jiyeon, membuat gadis itu semakin menunduk. “Mianhae… jeongmal, mianhaeyo karena telah meninggalkanmu.”

Jiyeon terus menundukkan kepalanya, dan air mata yang sejak tadi membendung di pelupuk matanya pun kini berhasil menerobos keluar. Onew yang sejak tadi hanya bisa menatap Jiyeon pun memberanikan diri untuk menyentuhnya. Tangannya perlahan bergerak, berusaha menjangkau tangan Jiyeon. Saat tangannya telah menyentuh tangan Jiyeon, ia menariknya dan merengkuh Jiyeon ke dalam pelukannya. Membuat air mata Jiyeon perlahan membasahi kausnya.

***

“Ya! Sebenarnya kalian ada hubungan apa? Bagaimana kau bisa mengenal Jiyeon?” Tanya Key penasaran.

Jonghyun menatap Key dengan ekspresi datar, lalu menghela napas. “Jiyeon sudah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri, aku sudah mengenalnya sejak kecil, sejak Jinki membawanya ke rumahku.”

“Lalu kenapa Jiyeon memanggilnya dengan sebutan ‘chonsa’?” Tanya Minho tidak kalah penasaran.

“Soal itu…” Jonghyun menggantungkan kalimatnya sambil memandang menerawang. “… aku juga tidak tahu pasti. Saat itu, saat kami pertama kali bertemu, aku sedang tidur…”

Flashback

Jonghyun POV

Malam ini cuaca sedang bagus. Di langit bintang-bintang sedang bersinar terang, ditambah lagi bulan purnama yang sedang penuh, membuat pemandangan menjadi benar-benar indah. Namun entah kenapa perasaanku tidak enak. Sejak tadi aku tidak bisa diam di tempat tidurku, terus saja mengubah posisi, dari telentang, tengkurap, miring, hingga duduk, semuanya sudah kulakukan, namun mataku tetap saja tidak mau terpejam. Alhasil, tempat tidurku pun menjadi berantakan dengan seprai dan selimut yang sudah tidak beraturan letaknya.

Di tengah kesunyian kamarku, tiba-tiba kudengar suara ketukan dari arah jendela. Sontak aku pun terperanjat, takut dengan apa yang ada di balik jendela. Namun sesaat kemudian terdengar teriakan seseorang yang memanggil namaku. Dengan ragu, kuberanikan diri berjalan ke arah jendela, lalu membuka gordennya perlahan dan mengintip keluar. Aku pun terkejut saat mendapati Jinki sedang menggendong seorang gadis kecil di punggungnya. Tanpa banyak berpikir lagi, segera kubuka jendela kamarku.

“Jinki-ya! Apa yang terjadi?” Tanyaku cemas.

“Ceritanya panjang. Yang penting sekarang aku butuh bantuanmu. Bisakah kau membiarkan dia menginap di rumahmu dulu?” Tanya Jinki tergesa-gesa.

Aku mengernyitkan keningku. “Emph… tapi… bagaimana caranya? Aku takut membangunkan omma dan appa.”

Jinki berpikir sejenak. “Ah! Lewat pintu belakang saja. Eotthae?”

“Ah! Benar juga. Ya sudah, aku akan bukakan pintu belakang.”

Flashback End

Author POV

“Lalu, bagaimana ceritanya On… Jin… anni. Ah! Terserahlah kau memanggilnya apa. Bagaimana ceritanya ia bisa bertemu dengan Jiyeon?” Tanya Jino antusias.

“Nan mollayo. Jinki tidak pernah mau menceritakannya. Tapi yang pasti keesokan harinya oppanya mencarinya dan orang tua Jiyeon diberitakan meninggal.” Jawab Jonghyun.

“Meninggal?” Tanya Minho terkejut.

“Ne. Meninggal di sekitar tempat tinggalku. Appanya ditemukan di jurang, sedangkan ommanya tertabrak mobil dan terlempar sekitar 200 meter.” Ujar Jonghyun yang berhasil membuat semuanya diam dengan mata terbelalak.

“Jincha? Memangnya dia tinggal di dekat rumahmu? Lalu, mengapa bisa terjadi? Apa penyebabnya?” Tanya Sang Hyun bertubi-tubi.

Jonghyun menghela napas panjang. “Jarak tempat tinggal Jiyeon lumayan jauh dari rumahku, itulah yang sampai saat ini masih menjadi pertanyaan, mengapa mereka bisa ada di sana? Banyak rumor yang berkembang mengenai kematian orang tuanya. Ada yang mengatakan itu adalah kecelakaan, ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah pembunuhan yang telah direncanakan. Sampai sekarang kasus mengenai kematian orang tua Jiyeon masih menjadi misteri…” Jonghyun menghentikan kalimatnya sampai disitu, namun meneruskannya di dalam hati. “… karena satu-satunya orang yang merupakan saksi kunci tidak pernah mau membuka mulutnya.”

“Apa tidak ada orang yang melihatnya sama sekali?” Seakan dapat membaca pikiran Jonghyun, Taemin yang sejak tadi hanya diam dan memandang menerawang, tiba-tiba mengeluarkan suara.

Jonghyun menoleh cepat, menatap Taemin takjub, lalu tersenyum sangat tipis –hingga nyaris tidak terlihat. “Molla. Untuk hal itu… mungkin Jinki yang tahu.” Pungkas Jonghyun datar.

Suasana menjadi hening, mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing, namun mata mereka terfokus pada satu objek. Dari jauh bisa mereka lihat apa yang sedang dilakukan oleh dua orang yang tadi mereka tinggalkan. Dua orang itu sedang berpelukan, lebih tepatnya Onew memeluk Jiyeon yang dari jauh dapat mereka simpulkan bahwa gadis itu sedang menangis.

Semua pandangan sontak tertuju pada Taemin saat namja itu tiba-tiba berdiri dan beranjak menuju motornya. Merasa bahwa semua orang kini memandanginya, ia mendengus.

“Dia akan pulang dengannya, bukan?” Tanya Taemin sesaat sebelum motornya melesat menjauh.

“Kenapa dia?” Gumam Jino heran.

TBC

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

39 thoughts on “Bad Boy Sitter – Part 11”

  1. Yaaampunn
    Taemin cemburuuu
    Ketawan banget deh
    Sebeneernya bukannya
    Saksi yang tau itu jiyeon
    Onew kan nolongin
    Ato onew juga tau???
    Lanjuut

  2. yakin banget kalo onew yang tahu, tp nggak mau bilang

    setelah menunggu sekian ribu tahun, akhirnya keluar juga ini ff, huahhh…
    semangat thor, lanjutannya yg cepet ya, hehe,

  3. Hyaa! Author! Lama banget keluarnya, aku nungguiin banget nih ff..
    Makin seru deh kayaknya.. Hhee..
    Aku suka bagian taemin balapan,, kayaknya cool banget gtu..
    Author,jgn lama2 ya nge-post lanjutan.

  4. wah ternyata jinki cinta pertama jiyeon y??
    penasaran sama kejadian orang tuanya jiyeon meninggal ??
    kayaknya Taemin mulai cemburu tuh..
    hahaha..

    d tnggu next part nya..
    jgn lama2 y author… ^^

  5. nyiahahahaha, ada kipas gak??? si taetaem kepanasan tuh,,,
    cemburu nih,,, moga aja pada nyadar kalo suka,, amin,,
    terusannya jangan lama yah thor,, ffmu adalah ff yang paling aku tunggu di SF3SI
    i love you thor,,,//plakk
    heheheheh piss v

  6. huwaaa makin penasaran tentang masa lalu jiyeon … sma jinki .. huwaa makin hebat nih cerita !!
    taemin cemburu ??!!
    huwaaa ampun deh … jjong .. terus2 .. lanjutin critanya !! #plak!!

    author !! lanjutannya jgn buat aku jadi patung lumut oke!! (?)

  7. Wah tambah seru lanjut
    Author jangan lama lama ya aku Aja waktu di post NIH ff aku bingung perasaan udah pernah baca atau blm trs baca lagi dari part 1 ternyata aku udah pernah baca NIH ff sampe part 10 tinggal tunggu part 11 akhirnya keluar part selanjutnya jangan terlalu lama ya Thor hwathing 😀

  8. AIGO~~
    Ternyata ada yg cemburu,,suasana d s’kitarnya jd panas XD
    WAH~~
    Huft~~
    Gerah’y *(“-_-“)
    Jd mksd’y k’luarga jiyeon d bunuh atau cma k’celakaan biasa sich??
    Penasaran bgt nich XD
    Lanjuuuuuuuuuutttt THOR!! XDD

  9. haduhhh author lama bgt kluarnya ni ff.ampe agax lupa crita erakhirnya,,ckckck…lanjutannya jgn lama” yoh..seruu ni.pi adegan Taem ama jiyeon nya kurang greget niiii..tambah lgi yee..okok hwaiting!!

  10. Wahh,, ada Nyunyu,, ntar Onew perang (?) ama Taemin buat ngedapetin Jiyeon ya?? #sotoy
    OMo! Pengen jadi Jiyeon,,
    Eh, tapi,, ortunya Jiyeon itu kenapa ya??
    Wahh,, seru-seru,, next part jagn lama-lama ya,, 🙂

  11. oh no taemin!!
    jahat sekali
    jadi dia onew
    jadi mereka slg mencintai?
    dan onew satu satunya saksi mata?
    dan taemin cemburu ceritanya ni yee
    hah tambah seru ceritanya
    lanjut thor, tapi jgn lama lama kayak kemaren
    udah lumutan nih

  12. Hahahahaa .. Taemin cemburu , makin seru aja nihh cerita na ..
    Ayoo buruan d lanjutkan cerita na .. Hehee
    Jiayo !! Hehehee

  13. unni..cepetan post yg part 12 dong..sumpah,aku sua bgt nih FF..menarik bgt..tiap hari ngecek ke sini cm mau baca part slnjt nya loh..okey?aku tunggu.. ^^

  14. next donk, aku beneran penasaran. tiap hri ke wordpress shining story cuman mau baca kelanjutannya. firasatku mengatakan FF ini bakalan seru abis. please bgt kalok bisa skrg aja dilanjutin. ya? pleaseee

  15. aduhhh lama banget sihh lanjutannya, udah penasaran ini dari 5 agustus sampek skrg blm di post juga lanjutannya . kelewat 5 bulan lohhhh, kita udh nungguin lama bangeeeetttt

  16. Jinki tuh mantannya jiyeon ya?
    Aah semoga aja jiyeon ga ada perasaan lagi sama jinki, biar jiyeon sama taemin…
    Kayaknya si taem cemburu sama jinki deh wkwkwk
    Semoga jiyeon jadi ama taem, semoga semogaa
    Eon, kenapa jiyeon ama taem ga saling suka? Seharusnya jiyeon sering ngebantuin belajar ama bantu ngerjain pr taem, nah nanti taem juga ngajarin jiyeon main piano, nah semoga aja taem ama jiyeon mulai ada rasa, eheh semoga saran ku diterima….
    Aku suka ff bad boy sitter nya eon! Daebakk keren bgt! Semoga next partnya ga lama munculnya kekekeke

  17. hahhaha taemin mulai suka tuhhhh…hehehh
    wah ceritanya makin seruuu banyak konflik’y ,,, part 12’y jangan lama2 donk dipost’y… dah gx sabar nieh pngen baca kelanjutannya…. 🙂

  18. trusan ny donk mana nih.. seru bgt pnasaran m masa lalu jiyeon,nanti kira2 jiyeon suka ny m siapa y n taemin tll dingin bgt sm jiyeon

  19. imej taemin yang selama ini polos di FF ini jadi bad boy wahhh … gakk pernah terbayangkan … aku baru sadar kalo ternyata magnae satu ini udh gakk polosss lagii udahh dewasa ternyata … 😀

  20. Dan akhirnya taemin menampakkan ciri cemburu huhahha
    #jiyeon sebut onew “chonsa” ,v chonsa doyan naik motor ??😅😅😅😅#

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s