Katro & Stupid Family

Author : Firdha a.k.a Park Yeorin

Cast     : SHINee, Nyonya Lee & Nyonya Kim

Length : Oneshot

Genre : Comedy

Rating : PG-13

FF ini terispirasi dari buku yg baru saya baca. Disini onew, taemin & minho adalah satu keluarga, jadi marganya berubah jadi Lee.

***

Keluarga Kim sedang kedatangan tamu, mereka adalah sahabat lama dari Nyonya Kim yang berasal dari desa. Nama sahabatnya adalah Kyung Mi, sedangkan suaminya Jinki, mereka memiliki dua orang anak yang bernama Minho dan Taemin.

Kedatangan keluarga Lee itu tak pelak membuat Kibum, anak dari nyonya Kim –yang biasa dipanggil Key– uring-uringan. Karena kedatangan mereka bukan saja membuatnya kerepotan mengurusi keperluan mereka, tapi juga karena ia harus merelakan waktunya untuk menemani mereka keliling kota.

Seperti sekarang ini, ommanya menyuruhnya mengantarkan Taemin dan Minho untuk membelikan mereka sebuah ponsel agar nanti jika mereka pulang, ommanya bisa telpon-telponan dengan Nyonya Lee. Key pun dibuat kerepotan oleh sikap 2min bersaudara yang sangat katro.

Key      : ”Kalian pilih saja handphone yang kalian mau!”

Taemin: “Wah! Hyung! Ini kan HP  yang di iklannya SNSD itu!” (girang)

Minho : “Ia benar! Aku mau yang ini saja!

Taemin: “Aku juga!”

Key      : (memutar matanya dengan jengah) “Ya sudah. Saya ambil yang itu.”

Selesai membeli ponsel, mereka pun beranjak menuju Minimarket terdekat karena ommanya meminta Key membeli cemilan karena persediaan sudah habis. Namun saat mereka sedang di depan pintu, Taemin menghentikan langkahnya.

Taemin: “Kenapa pintunya sulit dibuka? EUUUUUHHHH!!! Minho hyung! Bantuin dong!”

Minho  : “Oh, iya, iya.”

Dan mereka berdua pun mendorong pintu dengan sekuat tenaga, namun tetap saja pintu tidak juga mau terbuka. Minho yang melihat Key hanya diam menatap mereka dengan tatapan takjub, langsung menegurnya.

Minho  : “Ya! Key! Kenapa kau diam saja? Bantuin dong! Pintunya susah dibuka gini juga.”

Tidak sanggup meredam kekesalannya lebih lama lagi, Key pun langsung bersuara.

Key      : “YAAAAAAA!!! Seberapa kuat pun kalian mendorongnya, pintu itu tidak akan terbuka. KALIAN TIDAK LIHAT ADA BACAAN ‘TARIK’ DISITU??!!!”

***

Key sedang makan di kantin bersama dengan Jonghyun, sahabat karibnya. Di sela-sela makan, Key pun menceritakan perihal keluarga sahabat ommanya yang sangat katro.

Key      : “Gila ya! Mereka tuh datang dari planet mana sih bisa sampe segitu katronya? Heran gue.”

Jjong    : “Sabar aja, Key! Cobaan Tuhan. Dapet pahala loh nolongin orang katro kayak gitu.”

Key      : “Sabar, sabar kening lu lebar! Kepala gue udah mumet nih ngadepin mereka.”

Jjong    : “Ya terus mau gimana lagi? Biar gimana juga mereka masih bakalan tinggal seminggu lagi kan di rumah lo?”

Key      : “Tau ah!

Mereka pun kembali meneruskan kegiatan makannya. Namun tiba-tiba Jonghyun mengeleng-gelengkan kepalanya saat dilihatnya Joon Hee sedang sibuk berdandan di depan cermin kesayangannya.

Jjong    : “Bingung gue… kenapa sih cewek itu lebih mentingin kecantikan dibandingin kepintaran? Udah gitu, mereka juga selalu nuntut punya cowok bermobil, padahal kan naik motor atau mobil sama aja.”

Key      : “Karena cowok bego kayak elo jumlahnya jauh lebih banyak dibandingin cowok buta.”

Jjong    : “Sialan lo!”

Key      : “Emang bener, kan? Lagian apaan naik motor atau mobil sama aja? Di mana letak persamaannya?”

Jjong    : “Sama dong! Naik mobil, kalo lagi panas ga kepanasan, lagi hujan ga kehujanan. Nah! Kalo naik motor, kalo panas ga kehujanan, kalo hujan ga bakal kepanasan. Sama aja, kan?”

Mendengar ocehan Jonghyun, Key pun langsung mendaratkan jitakan ke kepalanya.

Key      : “Itu sih namanya beda, dodol!”

Jjong    : “Sama!”

Key      : “Beda!”

Jjong    : “Sama!”

Key      : “Beda!”

Jjong    : “Ya udah deh beda, beda! Ganti topic aja. Soal kemaren, lo bilang ada cewek yang mau kenalan sama gue.”

Key      : “Ne. Wae?”

Jjong    : “Dia ngomong apa?”

Key      : “Dia nanyain umur lo berapa.”

Jjong    : “Terus lo jawab apa?”

Key      : “Karena dari cara ngomong lo kayak umur 13 tahun, cara dandan 15 tahun, cara berpikir 7 tahun. Gue bilang umur lo 35 tahun.”

Jjong    : “MWOOO!!!”

***

Key baru saja pulang sekolah. Namun ia bingung saat mendapati pohon di depan rumah yang sudah tidak ada dan Minho yang sedang sibuk mengelus-elus pagar rumahnya dengan ekspresi merengut. Karena penasaran, ia pun segera menghampiri Minho.

Key      : “Ya! Minho! Sedang apa kau disitu?”

Minho  : “Ah! Kebetulan Key. Aku mau isi pulsa.”

Key      : “Lha! Terus apa hubungannya megang-megang pagar dengan ngisis pulsa?”

Minho  : “Itu dia masalahnya. Dari tadi aku disuruh operator tekan pagar. Nah! Aku udah tekan pagar berkali-kali kok kagak bisa juga. Tanganku sampe gempor megang-megang pagar terus.”

Taemin yang tiba-tiba muncul dari dalam rumah, langsung nyeletuk.

Taemin: “Iya, iya, aku juga. Malah aku lebih parah.”

Minho  : “Emangnya kenapa?”

Taemin: “Aku malah disuruh pencet bintang. Kan jauh.”

Minho  : “Iya, yah. Gimana caranya?”

Melihat kekatroan dua orang di depannya, mulut Key menganga lebar.

Key      : “Ya Tuhan! Dosa apa gue sampe harus ketemu orang kayak begini?”

Di tengah-tengah suasana yang sangat konyol itu, datang tukang kebun rumahnya. Key pun segera menanyakan perihal pohon di depan rumah.

Key      : “Ahjussi! Pohon disini kenapa ditebang?”

Belum sempat ahjussi itu menjawab, Taemin tiba-tiba nyeletuk.

Taemin: “Ya iyalah ditebang, hyung. Kalo dicabut kan susah.”

Key & Ahjussi: ???

Tidak lama kemudian Nyonya Kim dan Nyonya Lee keluar dari dalam rumah. Lalu, pandangan Nyonya Kim langsung tertuju pada body mobil Key yang terlihat agak rusak.

Nyonya Kim : “Key-ah! Mobilmu kenapa?”

Key              : “Mobil? Oh, itu omma… tadi aku tidak melihat ada polisi tidur di jalan. Jadi, body-nya rusak.

Nyonya Lee : “Lagi kenapa sih polisi pake tidur di jalanan segala? Emangnya ga punya rumah, apa? Heran.

Nyonya Kim & Key : ?!%$?#@%#

***

Key sedang asik membaca majalah fashion seperti biasanya di dekat kolam renang. Ia sedang melihat-lihat koleksi baju musim panas terbaru. Namun ketenangannya membaca majalah terganggu saat tiba-tiba terdengar suara nada dering. Lalu tidak lama kemudian, Tuan Lee muncul, bermaksud mengangkat panggilan yang ternyata berasal dari ponsel Taemin karena Taemin sedang mandi. Tapi karena Tuan Lee tidak mengerti bagaimana cara menggunakan ponsel, ia pun hanya bisa menatap bingung ponsel yang ada di hadapannya.

Jinki     : “TAEMIN! PONSELMU BERBUNYI!”

Taemin: “Angkat aja appa!”

Jinki     : “Appa gak tau caranya!”

Taemin: “PENCET AJA TOMBOL YANG WARNA IJO!”

Jinki     : “Halo… halo… kok ga bunyi?”

Taemin: “MUNGKIN APPA TERBALIK!”

Jinki     : “Loha… loha…”

Key yang melihat kejadian itu sontak ingin tertawa, namun untung saja ia berhasil meredamnya dengan membekap mulutnya.

Tidak lama kemudian Taemin selesai mandi, ia pun segera menghampiri appanya yang super duper katro itu.

Taemin: “Appa! Tadi telpon dari siapa?”

Jinki     : “Molla. Tadi udah appa balik tapi tetep ga ada suara.”

Taemin: “Emangnya dibalik gimana?”

Jinki     : “Appa ngomong halo jadi loha.”

Taemin: “MWO?! Ya! Appa! Maksudku ponselnya yang dibalik, bukan ngomongnya.”

Jinki     : “Oh… appa kira ngomongnya. Hehe…”

Taemin: “Hah! Appa maaahh…”

***

Key, Minho, & Taemin sedang berkumpul di ruang tengah. Key duduk di atas sofa, sedangkan 2min bersaudara duduk di bawahnya. Jika Key sibuk dengan majalahnya, 2min bersaudara terlihat serius melihat tayangan di televisi. Melihat tayangan apa yang sedang dilihat dua saudara yang menuruni penyakit katro kedua orang tuanya, Key tersenyum geli. 2min bersaudara sedang melihat tayangan edukasi untuk anak SD.

Tayangan edukasi itu memberikan beberapa pertanyaan untuk bisa dijawab oleh pemirsa di rumah. Ini pertanyaan pertama:

Mana kalimat yang benar:

  1. Anak yatim itu dipukuli ayahnya.
  2. Anak yatim itu mukulin ayahnya.

Jawaban : Nomor 1

Melihat jawabannya, Taemin pun sewot, ia merasa kalau seharusnya jawabannya bukan nomor 1.

Minho  : “Emangnya menurut kamu yang bener yang mana, Taem? Kalo bukan yang nomor 1, berarti nomor 2 dong.

Taemin: “Bukan juga.”

Minho  : “Lha! Terus?”

Taemin: “Ga ada yang bener dong.”

Minho  : “Kok bisa gitu? Emang kenapa?”

Taemin: “Ya itu, mana ada anak yatim punya ayah?!”

Mendengar celetukan dongsaengnya, Minho pun langsung berpikir.

Minho  : “Iya juga ya.

Sementara Key hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan 2min bersaudara itu.

Taemin: “Ini acaranya ga bener hyung. Ganti aja mendingan!”

Tanpa basa basi lagi, Minho pun segera mengganti chanel. Setelah beberapa saat mencari acara yang bagus, mereka pun memilih chanel yang menayangkan mengenai kehidupan binatang. Saat sedang asik menonton tayangan mengenai kehidupan monyet, tiba-tiba terlintas pertanyaan di benak Minho.

Minho  : “Taem, menurutmu antara monyet dengan anjing lebih cerdas yang mana?”

Taemin: “Mana aku tahu, emangnya hyung pikir aku pernah sekelas dengan mereka?”

Minho  : “Ah! Iya juga… oh ya satu lagi. Menurutmu kenapa anak kucing sama anak anjing suka berantem?”

Taemin: “Ya hyung… namanya juga anak-anak, wajar aja kalo berantem. Kita aja yang udah gede masih suka berantem.”

Minho  : “Oh, bener juga.”

Melihat keo’onan Minho yang pasrah dengan setiap jawaban ngaco dongsaengnya, lagi-lagi Key hanya bisa geleng kepala.

Tidak lama kemudian, tuan Lee datang.

Jinki     : “Ngapain kalian liat sodara-sodara kalian? Mending ganti berita, biar pada pinter.”

Minho pun lagi-lagi menurut, ia pun segera mengganti chanel dan memilih siaran berita. Melihat berita mengenai kemajuan negara Amerika, Minho bertanya lagi.

Minho  : “Kenapa sih Amerika negaranya bisa maju banget kayak gitu?”

Jinki     : “Ya pasti maju. Lha! Disana mah anak umur lima tahun aja udah bisa bahasa Inggris.”

Taemin: “Iya. Coba kalo anak umur 5 tahun di Korea udah pinter B.Inggris, pasti bisa maju kayak Amerika juga.”

Mendengar jawaban dongsaeng dan appanya, Minho manggut-manggut, sedangkan Key kembali geleng-geleng.

Kali ini berita berganti tentang pencurian, Taemin nyeletuk.

Taemin: “Masa gara-gara isi gudang dibobol maling, penjaga gudangnya langsung dipecat? Ga adil.”

Minho  : “Ya bener dong. Kenapa ga adil?”

Taemin: “Ya ga adil dong. Ahjussi itu kan hanya disuruh menjaga gudang, bukan isinya. Gudangnya ga ilang, kan?”

Jinki     : “Wah! Anak appa bener-bener pinter. Pasti nurun dari appa.”

Minho  & Key: &%@$^?#?

Kali ini berita tentang Global Warming, Minho nanya lagi.

Minho  : “Kenapa ya makin ke sini dunia makin panas?”

Taemin: “Lha! Matahari buka cabang dimana-mana. Makin lama pasti cabangnya nambah. Jelas lah jadi panas.”

Minho hanya bisa manggut-manggut lagi sambil berpikir. Sedangkan Jinki manggut-manggut tanda setuju. Sementara Key makin geleng-geleng.

Kini berita berganti lagi mengenai perjudian. Lalu Jinki pun berkomentar.

Jinki     : “Orang-orang zaman sekarang ya, emang bener-bener serakah! Semuanya diambil! Udah tau judi itu permainan setan. Kalo mereka masih main judi, ntar setan main apa? Ular tangga?!”

Melihat kelakuan keluarga Lee itu, Key membatin. “Gila! Ini sih bukan katro lagi namanya, tapi blo’on. Dan parahnya sampe nular ke anak-anaknya. Bener-bener memprihatinkan.”

***

Tidak terasa satu minggu telah lewat. Keluarga Lee pun berpamitan untuk pulang ke kampungnya lagi. Sebelum mereka pulang, Nyonya Kim memberikan oleh-oleh untuk mereka semua.

Nyonya Lee: “Makasih ya Jeng udah mengizinkan kami menginap di sini. Maaf ya kalo selama ini saya dengan anak-anak saya sering ngerepotin.”

Nyonya Kim: “Ah, nggak repot kok. Malah saya senang karena rumah jadi rame.”

Nyonya Lee: “Ya sudah, kalo gitu kami pamit dulu.”

Nyonya Kim: “Ne… oh iya! Saya lupa. Ini Jeng, berhubung sekarang udah mau tahun baru saya mau ngasih kalender. Kebetulan kalender yang saya punya kebanyakan.”

Nyonya Lee: “Wah! Makasih banyak lho Jeng! Padahal ga usah repot-repot. Wong kalender tahun kemaren aja masih bagus, kok.”

Nyonya Kim: ?@#%^&?!#?

TBC

A/N: Woaaaaahhh!! Giamana? Gimana? Gimana? Gaje bgt kan? Huahaha…

Terima kasih bagi semua yg dah mo bca FF super gaje ini. Mohon maaf klo jelek & bkin mual. Maklum, baru pertama kali bkin FF humor. Jadi klo kadar kegaringannya brlebihan, mohon dimaafkan. Sekian dan komennya saya tunggu *Ngarep*. Gomawo… 🙂

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

72 thoughts on “Katro & Stupid Family”

  1. hahahhaahaahggg… bner” thor, perut aq udah gk tahan, XDDD
    kok adaaa y keluarga yg katroknya ajegile~ *apasih..? *di tendang keluarga Lee
    ckckckck,, jepol 4 dah buat Author ^^bbbb
    Daebakk !! >,<

  2. Gyahahaha..
    Lucu banget thor, aku ngakak bacanya.
    Taemtaem lagi ngelindur apa ya, jawabannya ngaco semua. Mana minhonya iyain aja lagi. Haha..
    Ide ceritanya baguss thor. Lanjutkan!

    Keep the good work!

  3. KEREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNN!!!!!!!!!

    Sumpah gak orang kota gak orang desa sama oonnya…. 😀 😀 😀 Yang desa katrok, yang kota stupid!!! *ngakakgulingguling*

    Bikin season 2nya plis…..

  4. wkwkwkwk ngakak dahh baca cerita na …

    tp emg bnr yg kta taemin anak yatim mana punya ayah … wkwkwkkw taemin jenius …. wkkwkwkwk

    ahhh lucuuu ….

  5. Aku pusing thor…
    soal’y jd ikut geleng2 kyk key ngeliat ke-katro-an keluarga satu tuh…
    hahaha…. lucu abis thor…

  6. Kocak, kocak, kocak, kocak. Aku sambil makan roti bacanya. Untung nggak tersedak ya. Aku sampe harus ngempet tawa dulu sebentar. Tapi nggak bisa saking lucunya FF ini.

    Gile bener yang ‘halo’ jadi ‘loha’. Dasar keluarga katrok. Kekekeke.

    Ini mah bukan nice lagi. Tapi GREAT! Author jjang! 😀

  7. The very next time I read a blog, I hope that it
    won’t disappoint me as much as this particular one. I mean, I know it was my choice to read, however I actually believed you would have something useful to say. All I hear is a bunch of moaning about something that you can fix if you were not too busy seeking attention.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s