Wish

Wish

Author: Shin Chaerin

Cast: Kibum (SHINee), Kim Sangee (imaginary)

Support Cast: Yeonji (imaginary)

Genre: Angst

 

Disclaimer: SHINee isn’t mine! Plot ceritanya terinspirasi dari komik (lupa judulnya) yang pernah aku baca.

 

Rating: General

Length: Oneshot

Warning: Typo, alur gaje, OOC, AU.

Song for this fic: DBSK – Insa

***

Kibum POV

Hahh~ putus cinta memang menyedihkan. Lagi-lagi aku menunggunya, menunggu yeoja yang aku cintai. Kau tahu dimana aku menunggunya? Di dekat palang pintu rel kereta api. Tak jauh dari sini ada stasiun kereta api.

Saat ini sedang musim semi, tapi kenapa dari tadi anginnya kencang sekali?

“Siapa kau? Sedang apa disini?”

Aku terperanjat dan segera menoleh ke arah si penanya yang ternyata seorang gadis kira-kira berusia 14 tahun. Ia memakai aksesoris yang terbuat dari rangkaian bunga melingkar di rambutnya dan setangkai bunga yang terselip ditelinganya.

Gadis itu menghampiriku, ia terlihat polos dengan gaun yang dikenakannya dan boneka yang dibawanya. Kemudian ia mengulangi pertanyaanya lagi. Apa aku perlu memperkenalkan diriku padanya?

“Namaku Kibum. Aku disini sedang menunggu seseorang. Memangnya tidak boleh?”

“Uhm, namaku Sangee, Kim Sangee.”

“Rupanya kau sedang bermain. Sendiri saja?” tanyaku. Hei, kenapa aku jadi sok ingin tahu seperti ini? Untuk apa aku ikut campur urusan anak kecil..

“Ne, aku sendirian. Kalau begitu apa oppa mau bermain bersamaku?”

Hei, hei, yang benar saja?! Aku kan orang dewasa. Lagipula memang salahku sendiri sudah meladeni bocah ini.

“Maaf aku sedang sibuk. Kau main sendiri saja ya?”

“Tapi kau tidak terlihat sibuk?”

Tiba-tiba terdengar isyarat peringatan dengan diikuti turunnya palang pintu rel kereta api. Semenit kemudian kereta api melaju dengan kencang, membuatku mengingat kejadian beberapa hari lalu yang membuatku hampir menangis.

“Oppa, kau kenapa?”

“Aku tidak apa-apa. Ngomong-ngomong, apa kau tinggal di dekat sini?”

“Ting tong, tepat sekali. Oppa mau main ke rumahku?”

“Ah tidak, terima kasih.”

Kemudian raut mukanya berubah seperti sedang memikirkan sesuatu, “Apa oppa tinggal disini juga? Kenapa aku tidak pernah bertemu oppa sebelumnya?”

“Aku tinggal di Seoul, aku ke Daegu untuk mengunjungi bibiku sekaligus menenangkan pikiran.”

“Oh begitu. Maaf oppa, sepertinya aku harus segera pulang kalau tidak eomma akan marah padaku.”

“Oh ya sudah, hati-hatilah.”

Kemudian gadis itu pergi begitu saja. Beberapa menit yang lalu aku merasa jengkel padanya tapi setelah melihat senyumnya entah kenapa rasa jengkelku lenyap. Apa karena senyumannya mirip dengan dia, yeoja yang aku suka.

***

Aku masih berada disini sampai pukul 5 sore, tak ada tanda-tanda munculnya seseorang yang kutunggu hampir 6 jam. Apa dia tidak ke Daegu? Apa dia marah padaku?

Yeoja itu adalah temanku sejak kecil, setelah lulus SMA, ia melanjutkan sekolahnya di salah satu universitas di Seoul. Aku sudah bekerja dan tinggal di Seoul juga. Sejak saat itu pula kami jarang berkomunikasi walaupun kami sama-sama tinggal di Seoul. Aku menyukainya sejak dulu, namun aku selalu tidak berani mengutarakannya. Setiap bulan ia selalu mengunjungi orang tuanya di Daegu. Aku selalu menyempatkan diriku ke Daegu dengan menyesuaikan hari kepulangannya supaya bisa bertemu dengannya.

Pertama kali kami bertemu setelah sekian lama, hubungan kami terasa agak canggung. Kami pun menjadi tidak nyaman saat berbicara, tapi setelah sering bertemu di Daegu, kami jadi lebih akrab.

Tapi aku berhasil membuatnya menjauhiku gara-gara satu hal, yaitu aku menyatakan cintaku padanya beberapa hari yang lalu disini. Dia langsung menolakku dengan alasan sudah punya pacar. Karena kegoisanku, aku memaksanya untuk menerima cintaku dan selalu menunggu jawabannya. Mungkin dia tersinggung, sehingga dia langsung meninggalkanku begitu saja. Hari ini seharusnya hari kunjungannya ke Daegu, tapi dia tidak datang. Sudah kuduga dia marah padaku. Dia tahu aku akan menunggunya disini, maka dari itu dia tidak datang. Sudah hampir malam. Aku melangkahkan kakiku ke rumah bibiku. Besok aku akan menunggunya lagi.

***

Hari ini pun ia tidak datang..

Sudah 5 jam berlalu aku menunggu yeojaku datang. Tapi sampai sekarang aku tak melihat sosok wajah yeoja yang aku suka dari seberang rel. Dia selalu datang dari arah sana.

Aku mengambil dompet di sakuku dan membukannya. Kuambil secarik foto seorang yeoja dari dalam dompetku. Kupandangi wajahnya yang tengah tersenyum dalam waktu yang cukup lama. Aku selalu terpesona setiap kali melihat senyumnya.

“Oppa, kau sedang lihat apa?”

Aku terperanjat dan mendapati sosok gadis kecil yang kemarin kutemui disini. Huh dia lagi..

“Bukan urusanmu”, jawabku singkat.

“Apa itu foto pacarmu?” tanyanya dengan wajah yang super polos.

“Hah? Dasar sok tahu!”

“Habis, tadi oppa melihatnya sambil terus tersenyum hihihi.”

Oh, kini aku benar-benar dipermalukan. Wajahku seketika memerah.

“Kau main sendirian lagi? Apa kau tidak punya teman?” aku mencoba mengalihkan perhatiannya.

“Teman? Ani. Eomma bilang aku tidak boleh berteman dengan anak-anak yang nakal.”

Hah? Dia sendiri anak nakal, dasar anak aneh!

***

Sepertinya hari ini pun tidak datang..

Jika tidak datang berarti dia tidak menyukaiku. Sial! Apa Yeonji membenciku?

Teng  Teng  Teng  Teng  Teng  Teng

AHH! Aku melihat seorang gadis tengah duduk di dekat rel kereta api, padahal ada kereta api yang mau lewat. Apa yang dia pikirkan?!

Aku segera melangkahkan kakiku secepat yang aku bisa, melompati palang pintu kereta api, kemudian menarik lengan yeoja itu.

NGUOOOOOONG…

“Kyaaa!”

“Hahh hahh ba..bahaya! Kau gila ya?!” pekikku.

Aku memandang kaget yeoja yang tertindih tubuhku sekarang.

“Hah? Kamu, gadis kecil yang kemarin?”

Ia hanya diam saja. Kurasa dia masih syok akan kejadian barusan. Bukan syok karena hampir tertabrak kereta tetapi syok karena tiba-tiba dia harus berdekatan dengan namja sampai sedekat ini. Pipinya memerah.

***

Aku mengantarkannya sampai depan rumahnya.

“Nah, gadis kecil, sekarang aku pulang.”

“Aku bukan gadis kecil! Namaku Sangee.”

“Ya terserah kau sajalah.”

“Eh, oppa, apa kau besok juga akan datang kesana? Atau lusa?”

“Entahlah, bagiku disanalah tempat yang paling cocok untuk menenangkan pikiran.”

“Kalau begitu sampai jumpa besok hihi.”

“Ya, sekarang masuklah.”

***

Setiap hari aku ketempat ini dan setiap hari pula aku bertemu dengan gadis kecil itu. Ternyata dia gadis yang ceria. Ia selalu tersenyum. Tingkahnya yang polos dan konyol membuatku bisa tertawa lepas. Perlahan-lahan aku pun dapat melupakan masalahku dengan Yeonji.

“Wah langitnya biru ya? Aku tidak tahu kenapa langit berwarna biru. Tapi kalau berwarna pink pasti lebih cantik hihihi”, ujarnya sambil bergelayut di lenganku.

“Hah? Kamu bodoh ya? Ternyata benar-benar bodoh. Hahaha.”

Ia hanya cemberut setelah kukatai bodoh, tapi sedetik kemudian ia tertawa lepas. Ternyata selain polos ia juga manja.

End of Kibum POV

***

Normal POV

Kebetulan ada dua orang wanita paruh baya yang melihat keakraban Sangee dengan Kibum.

“Eh, Ibu Eunsil, bukankah itu anak yang ada di samping rumah?” ujar wanita itu sambil menunjuk Sangee.

“Ah betul. Mengapa bersama laki-laki?”

“Apa perlu kita adukan kepada orangtuanya?”

“Benar Bu, Ayo!”

***

Kibum POV

“Hei, kau tahu kenapa aku datang kesini setiap hari?” tanyaku padanya. Aku memutuskan untuk menceritakan masalahku padanya. Sesekali curhat tidak apa-apa kan?

“Karena ada orang yang kusukai dan.. beberapa hari lalu aku menyatakan suka padanya. Di tempat ini”, tambahku.

Tampaknya ia merespon apa yang sedang kubicarakan. Aku melanjutkan ceritaku.

“Yeoja itu bilang kalau dia tidak menyukaiku, dia membenciku. Tapi dengan sok aku mengatakan ‘aku akan menunggumu disini sampai kau menyukaiku’. Haha saat itu aku berpikir bahwa tindakanku itu sangat keren dan romantis. Tapi sekarang jika aku ingat lagi, rasanya tindakanku sangatlah bodoh. Mungkin Yeonji tidak memperdulikan perkataanku saat itu. Oh iya, kau mau kuperlihatkan fotonya?”

Aku menunjukkan fotoku dan Yeonji pada Sangee. “Hehe, cantik kan?”

“Bodoh”, katanya singkat.

“Apa? Kau bilang apa?!”

“Bodoh. Payah. Bebal. Tidak berguna. Busuk. Jelek. Bau.”

“Diam! Kenapa aku harus mendengar kata-kata bodoh itu darimu?!” seruku.

“Kalau bodoh ya memang bodoh! Kau kan bisa main kerumahnya?”

“Ng, ya, tapi..tapi aku tidak berani hehe.”

“Bodoh. Bebal. Penakut. Tidak berguna. Jelek. Bau. Payah. Ikan teri.”

(˘_˘٥) ugh!

***

Karena kesal menerima hinaan ‘ikan teri’, aku segera datang ke rumah Yeonji. Tapi..

“Ah, Yeonji, aku ingin bicara denganmu..”

“Sampai kapan kau akan terus menggangguku?!” bentaknya.

“Aku..aku hanya ingin hubungan kita seperti dulu lagi.”

“Tidak mungkin, hal itu tak mungkin terjadi.”

“Wae? Apa kau pikir aku akan menyakitimu? Sampai sebegitukah..”

“Sudahlah. Aku tidak mau mendengarnya lagi. Sampai disini saja. Jangan temui aku lagi!”

Kemudian Yeonji berlalu pergi dari hadapanku. Aku memutuskan untuk kembali ke Daegu. Sepanjang jalan aku terus memandangi fotoku dan Yeonji. Huh, hubunganku dan Yeonji sudah berakhir. Sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Kemudian aku merobek fotoku dan Yeonji hingga berkeping-keping. Mungkin melupakan Yeonji adalah jalan satu-satunya.

Aku berjalan melewati pertokoan. Kemudian tanpa sengaja aku melihat boneka Teddy Bear berwana putih yang sangat lucu, seketika aku teringat oleh gadis kecil itu. Lalu aku membeli boneka itu untuk kuberikan pada Sangee sebagai oleh-oleh.

End of Kibum POV

 

***

 

Sangee POV

Hari ini aku tidak bisa keluar rumah karena eomma melarangku. Tapi di rumah benar-benar membosankan. Aku segera mengambil secarik kertas untuk membuat pesawat kertas dan menerbangkannya demi mengusir kebosanan. Tapi sayangnya pesawat kertas itu terbang dan mengenai seseorang yang sedang melintas di depan rumahku.

“Ah apa ini?” keluhnya.

Aku segera menghampiri kakak itu untuk meminta maaf. Eh?? Bukankah kakak ini..

Aku segera menarik lengannya, “Kakak. Kakak. Ayo ikut aku! Akan kutunjukkan sesuatu. Ayo cepat!” seruku sambil terus menarik lengannya.

“Hei, ada apa sih?? Memangnya kita mau kemana?”

“Cepatlah..”

End of Sangee POV

***

 

Kibum POV

Aku sengaja menunggu gadis kecil itu di tempat biasanya aku menunggu Yeonji, untuk menyerahkan boneka Teddy Bear yang kubeli kemarin padanya.

“OPPA! OPPA!!”

“Oh, datang juga..”, ujarku seraya menoleh ke arahnya.

“Lihat siapa yang datang bersamaku!” ujar Sangee sambil tersenyum lebar.

Aku benar-benar kaget dibuatnya. Kenapa dia bersama Yeonji?

***

“Yeonji, bagaimana kau bisa ada disini?”

Aku melihat Yeonji menghampiriku, kemudian..

PLAAKK

“Dasar brengsek! Karena tidak bisa melakukannya sendiri, kau menyuruh anak kecil?! Lain kali jangan lakukan hal seperti ini lagi!!” umpatnya sambil berlalu dari tempatku berdiri.

“O..oppa, apa kau tidak apa-apa? Mengapa kakak itu marah?”

“Kau, siapa yang menyuruhmu melakukan itu?!”

“Aku..”

“Dasar bodoh!!! Kau tidak mengerti masalahnya dan sekarang kamu membuat semuanya semakin kacau!! Siapa yang menyuruhmu melakukan ini hah?!” bentakku.

“A..aku..”, ujarnya sambil terisak.

“Sudahlah!” aku segera meninggalkan gadis itu, aku sudah terlalu pusing.

***

Pada akhirnya aku tidak jadi memberikan boneka beruang ini padanya. Aku sungguh keterlaluan tadi, aku memarahi anak yang tidak mengerti apapun. Jika aku bertemu lagi dengannya, aku harus minta maaf.

End of Kibum POV

***

Normal POV

“Suamiku, aku jadi khawatir dengan anak kita. Tadi dia pulang kehujanan, lalu seharian diam di kamar. Tidak mau makan dan menangis terus. Ketika kutanya kenapa, dia tidak mau menjawab dan sesekali bergumam ‘maafkan aku’.”

“Aku yakin dia tidak melakukan hal yang buruk. Tapi jelas terjadi sesuatu padanya.”

“Iya, kata ibu tetangga sebelah, ia melihat anak kita bersama seorang laki-laki. Jangan-jangan karena laki-laki itu?”

“Benarkah?! Kalau begitu, jangan biarkan dia keluar rumah lagi.”

“Baiklah.”

***

Sangee POV

Oppa, maafkan aku..hiks..hiks..

Aku harus menemui oppa dan segera minta maaf. Walaupun eomma melarangku. Walaupun eomma marah padaku. Aku harus pergi menemui oppa. Oppa pasti sedang menungguku sekarang.

***

“Kamu mau kemana lagi?” kata eomma, sepertinya dia mau menghalang-halangiku.

“Sebentar saja, eomma..”

“Kamu masih akan menemui lelaki aneh itu?! Tidak boleh!!!”

Aku berniat langsung kabur dari hadapan eomma, tapi eomma mencengkeram erat tubuhku.

“Pokoknya aku mau pergi!”

“Tidak boleh! Ini semua demi kebaikanmu, Sangee. Tenang sedikit!!”

“Lepaskan aku! Aku mau pergi!”

“Tidak boleh! Kau tidak boleh pergi kemana-mana! Arasseo?!”

“Aku ingin pergi..”

***

Aku berdiam diri lagi di kamar. Walaupun aku menangis seharian, eomma tetap tidak mengijinkanku keluar. Kemarin aku sudah gagal menemui oppa maka dari itu hari ini aku harus berhasil.

Aku mengendap-endap membuka pintu.

SREEKK

 

SIIIIING

 

Tidak ada orang. Aku segera melangkahkan kakiku keluar rumah sambil tak lupa membawa boneka kesayanganku yang selalu kubawa kemanapun aku pergi. Aku terus berlari. Aku harus cepat, oppa pasti sudah lama menungguku. Aku tidak mau membuat oppa menunggu lebih lama lagi.

Akhirnya aku sampai juga… oppa dimana?

Teng  Teng  Teng  Teng  Teng

Ah itu dia!

“Oppa!!”

End of Sangee POV

***

Kibum POV

Hari ini datang tidak ya..

Teng  Teng  Teng  Teng  Teng

“Oppa!!”

Eh?

“Oppa! Aku datang..!”

Aku segera mengarahkan pandanganku ke arah sumber suara.

Datang juga!!

Teng  Teng  Teng  Teng  Teng

Aku melihat Sangee melambaikan tangannya dari seberang rel kereta api. Tapi.. Hei! Ia menuju kemari dengan melintasi rel kereta api.

Teng  Teng  Teng  Teng  Teng

“BAHAYA!!” jeritku.

Sepertinya ia tidak mendengar suaraku, ia masih terus saja menghampiriku. Aku segera berlari sekuat tenaga menyelamatkannya. Gemuruh suara kereta api semakin jelas terdengar.

Teng  Teng  Teng  Teng

NGUOOOONG…

 

Tidakk..!

***

NGUOOOOOOONG…

Ter, terlambat..

Seketika tubuhku lemas. Kereta itu lebih dulu melaju dengan cepat dihadapanku, sebelum aku sempat menariknya.

Aku hanya terbelalak melihatnya. Boneka Sangee terpelanting tak jauh dari tempatku berdiri.

Dan terjatuh di rel itu…

“TIDAK!!!”

End of Kibum POV

***

Sudah lama sekali ya oppa, akhirnya aku bisa melihatmu lagi.

 

Rasanya banyak sekali yang ingin aku katakan, tapi aku lupa..

 

Aku hanya ingin minta maaf..

 

Maafkan aku..

 

THE END

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “Wish”

  1. A-apa ini??? APA INI??? Sangee-nya!sangee-nya meninggal? Ini menyedihkan..endingnya bikin aku kaget plus sedih.. Nice! Nice! Like it!

  2. huwaaaaa ~ knpa menti mati sblom minta maaff ,, sii yeonji jutek amat sii brani2’a nampar keyeobo,, author klo ada ff yg main cast’a key bagi2 k aku yaa haha

  3. hyaaa kasian sang ee …
    huwaaa … kibum …
    huwaaa apa yg di lupakan sang ee??
    huwaaa kenapa jdi sedih gini sih ..
    after story deh .. ^^ pasti keren ..

  4. Uwaaa,, kalo aku jadi emaknya sangee, Pasti aku minta pertanggung jawaban dari Key.
    Kasihan si gadis kecil itu. Padahal masa depannya masih panjang. 😦

  5. ah lagian, ngapain coba si key nongkrong deket rel kereta udah tau bahaya..padahal kan si yeonji ga mau lg ketemu sama dia. Kurang kerjaan tuh si key. *plak*
    Haha

  6. Huaaaaaaaaaaa
    Key!!!
    Ih younjinya ko tega sih
    Sangee nya baik deh
    Itu lagi si ibu ibu tetangga
    Merusak saja deh
    Pake ngadu pula
    Terakhirnya sedihhhh (╥﹏╥)

  7. aku pernah baca nie komik,, judul’na day…day apa gitu……
    pengarang’na “dady long legs” kan????? kalau gak salah nama pengarang’na “dochan”,,,,
    tp ff’na daebak!!!!!!!!

    annyeong….(n_n)….
    aku readers baru d sini, lam kenal…
    soka imnida

  8. apa-apaan ini? kenapa matiiii??? huhuhu, padahal kan belum selesai masalahnya. andwae, bikin lanjutannya, hidupin lagi sangee-nya. *sineronis*

  9. sabar ya key… aku juga bisa gantiin sangee.. aku juga masih 14 tahun, tapi bedanya dia orang korea aku orang indonesia. hehehe…. keren22. tapi kasian sangee, matinya tragis….#sok tau, emang sangee meninggal???# haha keren lah pokoknya…:)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s