Taemin’s Wierd Hyungs

TAEMIN’S WEIRD HYUNGS

Author : Sagita

Main Cast : Taemin, Key, Onew, Jonghyun, Minho

Length : Oneshot

Genre : Family, Comedy (?)

Rating : General

AN. : WARNING! First Comedy FF made by an amateur author! garing tingkat tinggi! Author tidak bertanggung jawab jika setelah membaca FF ini anda mengalami gangguan kejiwaan (?).

***

 “Yaa! Taeminnie, kenapa kerjaanmu cuma tidur? Kau mau lomba menggambar pulau dengan Minho dan Onew hyung?” Ujar Key sambil mengguncang-guncang tubuh Taemin.

“Aish, Aku ngantuk hyung. Lagipula aku tidak mengerti maksudmu. Menggambar pulau? Memangnya Aku, Minho, dan Onew hyung anak TK?” Gumam Taemin sambil menarik selimutnya hingga kepalanya tertutupi

“Kau pura-pura tidak mengerti Taeminnie? Sekarang kau lihat saja bantal Minho dan Onew hyung, pasti ada banyak pulau disana. Atau kau lihat saja bantalmu bangun tidur nanti pasti ada banyak pulau juga. Apalagi tidurmu melongo begitu.” #Key digampar Taemints.

Mendengar ocehan Key yang tiada henti, Taemin akhirnya bangun lalu duduk di kasurnya masih dengan rambut yang acak – acakan.

“Memangnya kenapa kalau tidurku melongo? Taemints bilang aku itu lucu, apalagi kalau tidur. Jadi seperti apapun tidurku aku akan tetap lucu dan ganteng bagi Taemints. Aish, sudahlah hyung pergilah. Bicaramu aneh.”  Gerutu Taemin sebelum akhirnya kembali tidur. #Ganti Taemin digampar Lockets.

 “Aish, masa’ kau tidak mengerti? Minho dan Onew hyung itu kan kalau tidur ngiler. Jadi begitu bangun pasti iler mereka tertinggal di bantal dan membentuk pulau-pulau aneh.” #Flames sama MVPs ikutan nggampar Key.

Untuk beberapa detik tak ada suara sedikitpun di ruangan itu. Hening. Sunyi.

“YAA! TAEM, BANGUN!! Atau kau harus mendengar suara Tenorku dengan Intensitas 200 desibel!” Ancam Key yang sadar kalau daritadi dia bicara sendiri.

“Maksudmu suara cemprengmu hyung?” Ujar Taemin pelan namun masih terdengar oleh Key.

“YAA! APA MAKSUDMU?” Key beringsut ke samping tubuh Taemin yang tertutup selimut dan berteriak tepat di bagian yang diyakini Key sebagai telinga Taemin.

Tapi Taemin tidak bergerak sama sekali. Seolah tidak terganggu dengan guncangan yang ditimbulkan oleh suara cempreng Key.

“TAEMIN HUU!” Key menyanyikan refrain lagu Juliette dengan lirik yang baru saja dimodifikasinya, berharap Taemin akan terganggu dan bangun. Tapi Nihil.

“BABY BABY  TAEMINNIE.” Sekarang giliran lagu Hello yang dimodifikasi olehnya. Tapi Taemin tetap tidak bergerak.

Key yang kesal akhirnya membuka selimut Taemin dan mendapati headset putih terpasang manis di lubang telinga Taemin.

“YUHUUU! TAEMINNIE!” teriak Key untuk ketiga kalinya.

“YAA! KAU MAU MEMBUATKU TULI HYUNG?” Teriak Taemin sambil menggosok-gosok telinganya. Sementara Key malah mengusap keringatnya yang membanjiri tubuhnya karena kerja kerasnya membangunkan Taemin dan tersenyum lega. #Author lebay.

“Hh, akhirnya kau bangun juga. Sekarang kau minggir.” Key meraih bantal Taemin dan mengamatinya. Sementara Taemin hanya bisa mengerutkan dahi melihat kelakuan hyungnya.

“HAHHAHA, AKU BENAR KAN! KAU NGILER TAEM. HAHHA, LIHAT INI! Ilermu menetes, hahha. Kalau kau tidur lebih lama lagi pasti kau bisa membuat lebih banyak pulau. HAHHAHA. MAGNAE SHINEE NGILER HAHHA!” Tawa Key lepas.

Taemin segera merebut bantalnya, dan benar saja dia menemukan setitik noda di sana. Dia mendekatkan hidungnya untuk mencium aroma noda itu. Keningnya mengerut. ‘tidak bau’ pikir Taemin.

“Hei, kau mencium bau ilermu? HAHHAHA! Sebau apa? Sebau kaos kakiku kah? HAHHA!” tawa Key semakin meledak melihat kelakuan Taemin.

“YAA! Itu bukan iler hyung. Buktinya tidak bau. Buktikan saja kalau tidak percaya!”

“Yang benar saja? Kau mau membunuhku? HAHHA. Sudahlah Taemin akui saja kalau kau ngiler. HAHHA!”

“Aku memang tidak ngiler hyung. Aishhh! Percuma aku berbicara denganmu hyung. Kau hanya memperburuk aura di sini Hyung. Pergi! ” Tawa Key menyebabkan Taemin meledak.

BUKK!

Dengan sekali gerekan Key menendang Key yang sedang duduk di tepi ranjangnya membuat hyungnya jatuh. Dan tanpa member Key kesempatan untuk mengaduh kesakitan, Taemin segera meraih kedua pergelangan tangan Key dan menyeretnya keluar.

“OMO! OMO! YAA!!! TAEMINNIE!!! AKU INI HYUNGMU!!! YAA!! LEPASKAN!!! APA YANG KAU LAKUKAN?? YAA!! LEPAS!! OMO!”

Key berteriak-teriak berusaha memberontak tapi entah setan apa yang telah merasuki Taemin. Key bahkan tidak bisa melepaskan tangannya dari tangan Taemin.

“Maafkan aku hyung. Moodku sedang buruk, dan ocehanmu memperburuk moodku. Kau baru saja membangunkan macan yang sedang tidur. Dan kau juga baru saja meledakkan bom waktu, yaitu aku. Sekali lagi mianhe Hyung.”

BLAMM! CKLEK!

“Mianhae Hyung.” Taemin langsung melangkah ke kasurnya dan menghempaskan diri.

“YAA! TAEMM! KAU KETERLALUAN! LIHAT SAJA NANTI!” Key menggedor – gedor pintu Taemin, tapi saat sadar itu percuma akhirnya dia berhenti. “Kenapa dia sensitive sekali hari ini? Membentakku, mengolokku, lalu barusan? Apa itu Taemin? Omo! Kerasukan apa dia?” gumam Key akhirnya.

***

“Aargh, kemana majalah itu? Seingatku tadi aku meletakkannya di sini.” Jonghyun mengacak rambutnya kesal.

“Kau cari apa sih hyung? Pagi-pagi pergi, pulang sebentar ke dorm, lalu pergi lagi. Dan sekarang datang-datang langsung kusut seperti anak ayam kehilangan induknya. Kau bahkan tak kalah kusut dengan jemuran yang belum disetrika Hyung.” Olok Key cuek.

“Aish, toh sekusut apapun aku, aku tetap lebih ganteng dirimu.” Balas Jonghyun tak kalah cuek.

“Mwo? Siapa bil-“

“Sudahlah, sebaiknya kau bantu aku cari majalah bersampul putih polos. Aku yakin tadi meletakkannya di sini sebelum pergi.”  Potong Jonghyun.

“Memangnya itu majalah apa? Sampulnya putih polos?  Apa isinya juga kertas putih polos? Miskin sekali penerbitnya.” Key beranjak untuk membantu Jonghyun.

“Kenapa kau malah mempermasalahkan sampulnya. Sebenarnya, aku juga tidak tahu itu majalah apa. Makanya aku mencarinya.”

“MWO?” mata Key langsung membelalak. “Kau tidak tahu itu majalah apa? Kenapa kau mencarinya sepanik itu?”

“Tadi aku main ke Dorm Suju Sunbae. Eh, aku malah dihadiahi Wookie hyung Buku resep ‘Aneka Hidangan Ayam’. Dan Eunhyuk hyung juga memberiku majalah. Anehnya, keduanya berukuran sama dan bersampul putih polos. Yang Buku resep sudah kuberikan Minra. Dan aku penasaran majalah apa yang diberikan Eunhyuk hyung karena aku belum sempat membukanya.” Jelas Jonghyun panjang – lebar.

“Aneka hidangan ayam? Kenapa tidak kau berikan padaku saja? Kenapa malah Minra? Kalau ada buku itu kan aku bisa masak ayam untuk Onew hyung dengan berbagai variasi.”

“Karena Minra yeojhachinguku, kau ceburu dengan Minra? Salah sendiri kau tidak mau menjadi yeoboku, malah jadi yeobonya Onew hyung yang jelas-jelas menduakanmu dengan ayam.” Goda Jonghyun.

“YAA! TAEMINNIE! APA – APAAN INI? KAU KAN MASIH DIBAWA UMUR.”

Key dan Jonghyun saling melihat satu sama lain, lalu detik berikutnya mereka telah mengambil langkah seribu menuju sumber suara.

“Apa? Kenapa? Ada apa? Apa yang terjadi?” Tanya Jonghyun

“Apa yang Taeminnie lakukan hyung? Apa itu Taeminnie?”

“Molla, aku tidak merasa melakukan apapun. Aku menemukan majalah ini di meja sana. Habisnya majalah ini aneh, masak sampulnya putih polos. Jadi aku membukanya, tapi belum sempat aku melihat apa yang ada di sana tangan besar Onew hyung sudah menutupnya.” Jawab Taemin polos.

Lagi, Key dan Jonghyun saling menatap satu sama lain. Key lalu menoleh ke arah Onew meminta penjelasan.

“Ini! Yang jelas ini bukan sesuatu yang pantas untuk dilihat Taemin. Aku tidak tahu dia dapat darimana bacaan seperti ini. Tapi ini terlalu . . aish! Pokoknya Taemin tidak boleh melihatnya.” Jelas Onew, terlihat kepanikan di wajahnya.

“HOAAAHMM! Kenapa rebut sekali? Apa itu hyung?” Minho dengan mata setengah terbuka berjalan ke arah Onew dan menyingkirkan tangan Onew tapi ditepis oleh Onew.

“Sesuatu yang tidak seharusnya dilihat oleh Taemin karena dia masih dibawah umur.” Mendengar itu mata Minho langsung terbuka sempurna.

“MWO? Memangnya ada apa di sana? Kau membuatku penasaran hyung.”

“Minho benar, sekalipun Taemin masih dibawah umur. Tapi kau bukan satu-satunya orang di atas umur (?) kan? Kami juga di atas umur.” kata Key.

“Tapi tetap saja Taemin masih di bawah umur.” Onew tetap bersikeras tidak mau mengangkat tangannya.

“Arasso, baiklah aku pergi.” Taemin akhirnya meninggalkan keempat hyungnya, meskipun dia tidak benar-benar pergi.

“Sekarang, tunjukkan apa itu.” Perintah Jonghyun yang diikuti anggukan Minho dan Key.

“Aish, aku benar-benar tak habis pikir. Taemin, hh, dia bahkan masih dibawah umur. Tapi bacaannya, OMO!”

“Yaa! Onew hyung jangan berbelit-belit. Apa yang ada disana?” Jonghyun yang yakin bahwa itu majalah yang dicarinya bertanya tak sabaran.

“Naked.” Bisik Onew.

Sontak mata JongKeyMin melebar hingga hampir keluar dari tempatnya.

“Naked? Telanjang? Omo! Apa – apaan eunhyuk hyung itu memberikan majalah seperti itu padaku.” Gumam Jonghyun pelan.

“Well, setidaknya itu bukan video.” Desis Key.

Dahi Minho dan Onew berkerut melihat Jongkey yang berbisik-bisik. Minho yang belum sepenuhnya mengerti apa yang dimaksud Onew dengan ‘naked’ memaksa Onew untuk menyingkirkan tangannya.

“Minggir hyung.”

Terlihat jelas Onew dengan berat hati menyingkirkan tangannya perlahan. Seolah benar-benar tidak rela dongsaengnya melihat hal seperti itu. Jongkey ikut mendekat untuk melihat secara langsung apa yang dimaksud Onew dengan ‘naked’. Apa benar-benar ‘naked’ sepenuhnya?

‘. . .’ Minho, kalau saja tidak ada jaringan ikat di rongga matanya, pasti bola matanya sudah keluar.

‘. . .’ Jonghyun, mulutnya terbuka lebar seolah siap untuk melahap apapun.

‘. . .’ Key, shock! Depresi! Ekspresinya paling mengerikan dan tak bisa dijelaskan.

“Sudah kubilang itu sangat tidak pantas untuk dilihat.” Ucap Onew seraya hendak menutup majalah itu.

Taemin yang penasaran dengan kesunyian yang terjadi setelah hyungdeulnya melihat majalah itu, akhirnya keluar dari persembunyiannya dan merebut majalah itu. Dan sayangnya Taemin terlalu gesit untuk Onew.

Onew yang kecolongan akhirnya hanya bisa pasrah membiarkan magnaenya melihat apa yang sudah ditutupinya. Dan seketika itu juga tubuh Taemin seolah mematung. Sementara ketiga membernya masih dengan posisi semula. Mencoba meyakinkan diri mereka bahwa yang barusan terjadi adalah kenyataan.

1o detik,,, 15 detik,,, 30 detik,,, 45 detik,,, 1 menit.

“YAA!! HYUNG!!! KAU GILA!!!” teriak Taemin akhirnya setelah memastikan penglihatannya tak salah.

“LEE JINKI, ARE YOU INSANE?” sekarang giliran Key.

“Kau butuh psikiater hyung.” Gumam Minho pelan.

“Kau tahu? Kau hampir membuatku mati karena rasa bersalah hyung.” Ucap Jonghun.

“Mwo? Memangnya aku salah apa? Aku kan hanya melindungi mereka agar mereka tidak melihat hal yang tidak sepantasnya.” Ucap Onew saat dongsaeng-dongsaengnya telah pergi.

Onew kembali memandang majalah itu. Dia bergidik ngeri membaca judul artikelnya,

LANGKAH-LANGKAH LENGKAP UNTUK MENGOLAH DAGING AYAM”

MULAI DARI MENCUCINYA, MEMBERSIHKAN SISA BULU, HINGGA MENGOLAHNYA MENJADI MASAKAN LEZAT.

Dan di bawah judul itu, ada gambar daging ayam putih yang masih utuh bentuknya dengan beberapa bulu yang masih tersisa. Dan gambar-gambar selanjutnya, merupakan gambar tangan yang memotong-motong daging ayam itu. Dan gambar-gambar lain, yang disimpulkan Onew sebagai gambar yang tidak pantas dilihat .

***

Jonghyun menghempaskan tubuhnya di kasur.

“Omo! Onew hyung sudah terbutakan dengan cintanya pada ayam. Kasihan sekali, dia sampai jadi gila seperti itu.” Key memijat kepalanya yang mungkin sedikit terguncang dengan kejadian barusan.

 “Sepertinya hyung. Aku tahut Onew hyung punya kelainan.” Gumam Taemin.

Sementara si pemilik kamar, Minho, kembali melanjutkan tidurnya. Sama sekali tak terganggu dengan kehadiran tamu-tamu yang tak diundangnya.

“Tunggu.” Jonghyun bangkit dan duduk di tepi kasur. “Kalau yang itu tadi buku resep, berarti yang kuberikan ke Minra . .” Jonghyun menggantungkan kalimatnya.

“Sesuatu yang diberikan Eunhyuk hyung.” Key meneruskan.

“Kenapa perasaanku tidak enak?” Tanya Jonghyun, lebih kepada dirinya sendiri.

Dia lalu mengambil handphonenya, mengetik sesuatu, lalu berhenti. Akhirnya dia menekan salah satu tuts di keypad handphonenya lalu mendekatkan handphone itu ke telinga.

“Kau menelfon Minra?” Jonghyun mengangguk.

Taemin yang tidak mengerti hanya bisa memperhatikan apa yang dilihat hyungnya.

“Yoboseyo Jagi, majala – “

“YAAA!!!!! “ belum sempat Jonghyun bertanya. Suara menggelegar Minra telah memenuhi kamar Minho. Membangunkan Minho dan Membuat jonghyun refleks melempar handphonenya ke kasur.

“KIM JONGHYUN!!! JEONGMAL PABOYA!!!! APA MAKSUDMU MEMBERIKU MAJALAH SEPERTI INI?? KAU GILA HAH?? ”

Sebelum suara yang ditimbulkan handphenenya merusak telinga mereka, Jonghyun segera mematikan telfonnya.

“Jadi yang kau berikan pada Minra . .” Tanya Key ragu.

“Sesuatu yang tidak pantas untuk dilihat dalam arti yang sesungguhnya.” Jawab Jonghyun lemas.

Sementara Taemin hanya menggeleng simpati untuk Jonghyun.

***

“Taemin! Mana sepatuku yang kemarin kau pinjam?” Tanya Key.

Sayangnya Taemin sedang ada di toilet. Akhirnya Key memutuskan mengobrak-abrik kamar Taemin sendiri. Dikeluarkannya semua sepatu Taemin dari lemarinya. Bahkan dia juga mencari di bawah kasur Taemin, kalau-kalau Taemin menyembunyikannya di sana.

Tapi sesuatu di kasur Taemin menghentikan aktivitas Key. Dia mendekat untuk memastikan apa itu. Dan detik berikutnya otak Key berputar cepat.

‘hari ini dia begitu sensitive, dia juga banyak tidur hari ini, dan dia meneriaki hyung-hyungnya, yeah meskipun untuk Onew hyung itu pantas. Tapi, ini sama sekali bukan Taemin yang biasanya. Omo! Apa jangan – jangan Taemin?’

“Aish, kenapa perutku sakit sekali. Eh, Kenapa hyung? aku tadi tidak mendengarmu.” Tanya Taemin sambil memgang perutnya.

“Kenapa perutmu tadi? Sakit?”

“Iya hyung, tapi sudahlah. Kau tadi bilang apa?”

“Aish, jangan disepelekan Taemin. Ini bisa jadi masalah besar. Ceritakan dengan jujur padaku.” Perintah Key serius.

“Mwo? Apa? Apanya yang dicritakan?” tentu saja Taemin kebingungan, karena dia tidak tahu apa-apa.

“Jawab pertanyaanku dengan jujur. Kau hari ini begitu sensitive, kau tidur lebih lama daripada biasanya, dan perutmu sakit, lalu ada- . Hm, apa kau . . Apa kau mengalami . .”

“Yah, aku tidak mengerti maksudmu hyung. Bicaralah to the point.” Potong Taemin tak sabar.

“Baiklah. Kau mengalami gejala yang sama Taemin, menjadi sensitive, selalu diikuti rasa ngantuk, dan juga sedikit sakit di perut.” Taemin tidak mengerti, dan hanya memperhatikan apa yang dikatakan Key selanjutnya.

“Fiuhh, Apa kau mengalami apa yang dialami perempuan remaja setiap bulan? Kau tahu siklus yang terjadi sekitar setiap 28 hari.“

JEDERRR!! Pertanyaan Key membuat Taemin merasa petir baru saja menyambarnya. Dan kali ini ekspresinya jauh lebih shock dibandingkan saat dengan Onew tadi. Untuk kedua kalinya Taemin mematung.

“Awalnya aku tidak percaya hal – hal seperti ini benar-benar ada. Mutasi kromosom kelamin yang menyebabkan seorang bisa berganti jenis kelamin secara alami. Dan yang aku lebih tidak menyangka adalah ini terjadi padamu.” Key menundukkan kepalanya terlihat cukup depresi.

“YAA! APA MAKSUDMU HYUNG?” Teriak Taemin lagi, entah sudah berapa kali dia meneriaki hyungdulnya hari ini.

“Tapi mungkin kita bisa mencegahnya, kau harus segera ke dokter. Aku akan mengantarmu, dan akan kupastikan tak aka nada orang lain yang tahu tentang hal ini. Tidak juga Minho dan OnJong hyung.” Key mulai bertindak cepat, menyiapkan segala sesuatu yang kiranya perlu dibawa untuk ke dokter nati.

“Aish, kapan semua keributan ini akan berhenti?” Ujar sebuah suara yang muncul dari kepala yang tersembul di pintu kamar Taemin.

Key kaget melihat kehadiran Minho, tapi sebagai hyung yang baik dia berusaha untuk menenangkan Taemin.

“Oh, baiklah. Aku akan memastikan Minho sebagai orang terakhir yang tahu tentang hal ini setelah dokter yang akan kita temui nanti. Kau tidak perlu khawatir Taeminnie.” Minho bingung mendengar pernyataan Key.

Minho menatap taemin, meminta jawaban. Tapi, Taemin masih tertegun, dia jauh terlihat lebih depresi daripada Key.

“Key hyung mengira aku mengalami mutasi kromosom kelamin atau entah apa itu. Dan yang terparah ..” Taemin mengalihkan pandangannya ke Key.

“Kau mengira aku mengalami menstruasi? kau gila hyung! Kau bahkan lebih gila dari onew hyung! Omo!” gumam Taemin lirih. Dan jelas kali ini Taemin benar-benar shock. Terlalu shock hingga tak mampu lagi berteriak.

“Memangnya apalagi Taemin? lihat! Noda merah kecoklatan di kasurmu itu. Aku tahu kau terguncang Taemin. Tapi percayalah aku akan ada untukmu.” Ujar Key simpati seolah dia bisa merasakan beban Taemin yang sagat berat karena kenyataan pahit yang menimpanya.

Mendengar ucapan Key, Minho masuk dan mendekati kasur Key, memastikan kebenaran perkataan Key. Sementara tubuh Taemin merosot, Kedua tangannya mendekap erat kepalanya.

“Dan percayalah hyung itu hanya bekas darah mimisan. Aku terlalu lelah jadi aku sedikit mimisan. KUTEKANKAN HYUNG ITU DARAH M.I.M.I.S.A.N. AISH HYUNG, KAU BENAR-BENAR MEMBUATKU PUSING. KEPALAKU TERASA MAU PECAH.”

Dari nada bicaranya bisa dipastikan Taemin memang benar-benar depresi dengan kelakuan hyung-hyungnya.

“Taemin benar Key, itu bukan bekas darah seperti apa yang kau bayangkan.” Ucap Minho.

“Benarkah?” Key mendekati noda itu memastikan dan sepertinya Minho dan Taemin tidak berbohong. Dia lalu tersenyum kaku ke Taemin dan Minho, dan melihat Taemin yang tampak frustasi, Key segera sadar kepergiannya sangat diharapkan Taemin.

“Hehhe, Sepertinya aku terlau cepat mengambil kesimpulan. Dan kurasa ada yang harus kulakukan. Aku pergi. Selamat tidur Taeminnie.” Ujar Key sebelum pergi meninggalkan kamar Taemin.

“OMO! Cobaan apa yang kau berikan pada hyungdulku Tuhan?” Taemin menepuk-nepuk pipinya dengan kedua telapak tangannya.

“Hahha, Aigo! Kau imut sekali Taeminnie.” Minho yang gemas langsung mengacak-acak rambut Taemin.

“Hm Taemin,” Taemin tidak menyahut, tapi kini tatapannya telah terarah ke Minho.

“Sebenarnya aku akan senang kalau saja yang dipikirkan Key itu benar-benar terjadi.” Taemin memberikan tatapan –maksudmu hyung?-

“Kalau kau mengalami mutasi kromosom dan menjadi perempuan. Dengan begitu kau bisa jadi Yeojhachinguku.” Senyum Minho.

“Tidak, aku pasti bermimpi, semua yang kualami hari ini pasti hanya mim . .pi.” BUKK! Tepat setelah mengucapkan suku kata terakhir Taemin jatuh pingsan.

***END***

Garing? Geje? Maaf, maaf, author gak berbakat emang. Bow. #Uda tahu gak berbakat masih juga di kirim ke sini#. Tapi udah ada warningnya kan? Mau Kritik? Silahkan. Mau muji? #ngarep# Silahkan. Mau Bash? Silahkan dilakukan dalam hati. J

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

64 thoughts on “Taemin’s Wierd Hyungs”

  1. whahagaaghahahahaXD
    parah bgt gaje nya thor XD
    ahahaha
    onyu” segitu cintany nya oppa ma ayam??
    dari awal dh berasa gila mbayangin key ngerocos pnjang lebar.. amp ngira taem mutasi???
    minoppa ^^ q jga stuju lw taemppa jdi yeojacingunya oppa »»dihajar taeminplustaemints..

    ayo oppa” kta k psikiater sma”(?)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s