You and I – Part 7

Tittle : “You and I”.
Author : Maulida Kimkeyong
Mian Cast :
-Kim Kibum SHINee
-Kim Hye Jin (Reader)
Support cast :
– Soo Yun (fiksi)
– Chang Hyun (Fiksi)
– Hyu Ra (Fiksi)
– Jun Hoon (Fiksi)
Length          : Chapter
Genre           : Friendship, romance
Rating          : General

PENGUMUMAN!!!

hai readers DI PART INI SAMPAI SELANJUTNYA ada perubahan nama tokoh di antaranya :
Eun Hoon = Jun Hoon
Seung Yeon = Soo Yun
Taeyan = Chang Hyun

alasan kenapa kok bisa ganti?? FF ini dulu aku pernah ikutkan kompetisi buat aku jadikan novel tapi nggak Lolos. nah karena itu part selanjutnya nggak aku ambil dari FF yang awalnya tapi yang udah aku perbaiki. karena aku rasa dari segi kalimat/ceritanya lebih bagus jadi aku post buat kelanjutannya. ^0^


MUNGKIN ADA SEBAGIAN KECIL YANG NGGAK NYAMBUNG CZ EMANG AKU UBAH TOTAL. JADI READERS BACA YANG MULAI INI DAN SETERUSNYA YANG MASA LALU JANGAN DI INGAT2 LAGI hehehehe ^0^. MUNGKIN YANG  BEDA YANG MASALAH OBAT ITU hehehe

=Part sebelumnya=

“Hye Jin, kenapa Hyu Ra begitu dekat denganKibum??padahal dia murid baru disini apa kau tidak curiga dengan hubungan mereka?” Katanya berbisik takut Hyu Ra mendengarnya.

“Hyu Ra itu adalah mantan kekasih Kibum”.

******
“Tapi apa kau tidak cemburu, melihat suamimu mesra dengan wanita lain?”. Sahut Chang Hyun.

Hye Jin diam. Dia tidak tahu dengan perasaannya sekarang terhadap Kibum bisa di bilang cemburu atau tidak. Tapi terkadang kalau dia melihat Hyu Ra  dan Kibum bergandengan tangan hatinya di selimuti rasa tidak nyaman dan rasa perih. Matanya sibuk melihat Kibum yang lagi bermain basket. Senyumnya, matanya, hidungya benar-benar memang sempurna. Tidak heran kalau banyak cewek yang menyukainya. Mungkin juga itu termasuk dirinya. Karena sejak kejadian di pantai Kuta itu, pikirannya tidak pernah lepas dari Kibum. Tanpa di duga Kibum melihat ke arahnya dan tersenyum. Hye Jin gelagapan, mendapat perlakuan itu darinya. Benar-benar membuatnya salah tingkah. Hye Jin tidak sadar kalau Soo Yun beserta Chang Hyun memandangnya dan melihat apa yang dia lihat.

“Hye Jin-ah, apa yang kau lihat? Kau dari tadi melihat Kibum ya?”. Tanya Chang Hyun ceplas-ceplos.

“Ah…Ti…Tidak aku tidak melihatnya”. Wajahnya memerah seketika.

“Aih, sudah aku duga kalau suatu saat kau pasti menyukainya”. Goda Soo Yun.

“Sudah aku bilang aku tidak menyukainya”. Jawabnya malu-malu.

*******

Jam pulang akhirnya tiba. Kibum pulang bersama dengan Hyu Ra sedangkan Hye Jin sendirian. Selama proses belajar mengajar Kibum tidak bisa konsentrasi semenjak Hye Jin tidak sebangku dengannya. Rasanya ada tembok pemisah yang jauh antara dirinya dan Hye Jin walaupun tempat duduk Hye Jin ada tepat di sampingnya. Selama pelajaran berlangsung mata Kibum tidak henti-hentinya melirik kea rah Hye Jin, dia sedikit kesal ketika melihat Jun Hoon dan Hye Jin terlihat sangat akrab dan sangat dekat. Ingin sekali dia menyeret Jun Hoon agar jauh dari Hye Jin. Kibum melihat Hye Jin yang berjalan di depannya sendirian, hatinya menyuruhnya untuk mendekatinya dan menemaninya tapi sayang Hyu Ra selalu ada di dekatnya. Kibum bimbang dengan  perasaannya sendiri dengan Hyu Ra apakah dia masih mencintainya atau tidak?. Entah kapan Jun hoon datang, Tiba-tiba dia sudah berada tepat di samping Hye Jin, mereka terlihat serius. Kibum melebarkan kupingnya agar bisa mendegar pembicaraan mereka.

“Hye Jin, apa nanti malam kau tidak ada acara?”

“Tidak ada, memangnya kenapa?”

“Aku ingin menraktirmu makan malam. Kita sudah berteman lama, jadi tidak ada salahnya kalau menraktirmu, bagaimana?”. Jun Hoon berharap agar Hye Jin mau menerima ajakannya.

“Baiklah, aku setuju. Lagipula aku bosan di rumah terus hehehe”. Tawa Hye Jin. Senyum kelegaan terpancar jelas di wajah Jun Hoon.

“Kalau begitu aku jemput di rumahmu ya?”.

“Ja..jangan, kita bertemu di tempat yang akan kita kunjungi nanti bagaimana? Rumahku jauh aku kasihan padamu kalau kau menempuh perjalanan jauh hanya untuk menjemputku”. Ujar Hye Jin bohong padahal sebenarnya dia takut kalau Jun Hoon tahu dia satu rumah dengan Kibum, bisa kacau semuanya.

“Ehm oke, aku tunggu kau jam 7. Aku pulang dulu”. Jun Hoon melambaikan tangannya kepada Hye Jin, begitu pula dengannya yang membalas lambaian itu.

Kibum mendengar jelas semua pembicaraan antara Hye Jin dan Jun Hoon. Semakin hari dia semakin jengkel dengan Jun Hoon. Beraninya dia mengajak Hye Jin yang sudah bersuami. Menurut Kibum, Jun Hoon hanya beralasan untuk menraktir Hye Jin, padahal sebenarnya diam-diam akan mengajak Hye Jin kencan. Kibum seolah tidak rela kalau Hye Jin benar-benar keluar dengan Jun Hoon. Dengan langkah pelan Kibum mengantarkan Hyu Ra di mobil jemputannya.

“Oppa, pulanglah bersamaku?”, ajaknya manja.

“ Maaf, Hyu Ra aku tidak bisa, lain kali saja”. Tolak Kibum halus. Kibum takut kalau Hyu Ra tahu rumah barunya. Dan tiba-tiba datang di rumahnya tanpa di undang. Sampai sekarang Kibum tidak tega untuk jujur padanya kalau dia sudah menikah. Melihat Wajah Hyu Ra yang polos itu membuat dia enggan untuk melukainya.

“Baiklah kalau begitu, Bye Oppaa”.

Kibum hanya tersenyum dan melambaikan tangan di saat Hyu Ra pergi dengan mobilnya. Dia kemudian melanjutkan jalannya menuju halte dekat sekolah. Matanya melihat Hye Jin duduk sendirian sambil meminum obat yang amat sangat tidak enak pemberian dari neneknya. Perlahan Kibum duduk di samping Hye Jin namun dia mengambil jarak yang agak jauh. Hye Jin tahu keberadaanya dan tersenyum namun Kibum enggan sekali membalas senyumanya  kalau dia harus mengingat lagi, Hye Jin akan pergi kencan dengan Jun Hoon nanti malam. Entah kenapa Kibum di buat panas dengan hal ini. Hye Jin juga merasa sedikit aneh dengan perubahan Kibum yang begitu berbeda jauh dengan saat jam olahraga tadi. Kibum yang tadi sangatlah hangat namun sekarang berubah dingin.

“Kibum-ah, apa kau baik-baik saja?”. Tanya Hye Jin basa-basi. Kibum hanya menoleh dan memalingkan wajahnya kembali tanpa mengatakan apapun lalu naik ke dalam bis kemudian di susul dengan Hye Jin. Hye Jin benar-benar tidak bisa mengerti dengan sifat Kibum yang kadang baik padanya namun juga dingin padanya.

“Benar-benar orang aneh”. Gumam Hye Jin pelan.

********

Hari sudah tampak mulai gelap. Di dalam rumah yang minimalis terlihat dua sosok cewek dan cowok  yaitu Hye Jin dan Kibum yang duduk santai sambil menyantap makanan mereka. Selama makan malam mereka berdua hanya diam bahkan saling memandangpun enggan. Hye Jin sesekali melirik Kibum yang asik makan. Dia sedikit tidak nyaman dengan perlakuan Kibum padanya sejak pulang kuliah tadi mendadak menjadi sangat dingin. Selama perjalanan pulang dia sudah berusaha untuk mengajaknya bicara namun Kibum sama sekali tidak menanggapi omongannya. Rasa sedih menghinggapi hatinya, dia tidak suka melihat Kibum pendiam dan tidak mempedulikannya seperti sekarang, Hye Jin berpikir lebih baik dia menerima makian dan amarah Kibum daripada seperti ini, karena setidaknya dia bisa berkomunikasi dengannya walaupun bukan komunikasi yang baik. Hye Jin tahu Kibum tipical orang yang mudah sekali emosi tapi bukan seperti ini cara dia mengeluarkan amarahnya, kebanyakan Kibum mengeluarkan amarahnya dengan cara membentaknya sepuas hati, walaupun itu bukan keselahannya. Hye Jin benar-benar tidak betah di perlakukan seperti ini.

Kibum terus makan dan makan tanpa melihat gadis di depannya. Masakan enak Hye Jin tetap tidak bisa meredakan amarahnya. Sebenarnya dia bingung dengan tingkah lakunya sendiri, kenapa bisa seperti ini dan marah-marah tidak jelas. Dia merasa kalau saat ini dia seperti anak kecil yang teman dekatnya di rebut oleh orang lain.  Tapi bohong kalau dia tidak mengakuinya. Karena dia marah mendengar Hye Jin yang pergi kencan dengan Jun Hoon. Menurutnya, Hye Jin tidak pantas keluar dengan pria lain karena dia bersuami, namun Kibum melihat kembali dirinya sendiri yang selama ini juga sering berduaan dengan Hyu Ra bahkan terkadang jelas-jelas bergandengan tangan di depan istrinya. Sebenarnya siapa yang lebih parah atau pantas di salahkan?. Kibum lama-lama tidak betah kalau diam terus seperti ini, akhirnya dia memutuskan untuk mengajak ngobrol Hye Jin.

“Hye Jin-ah, aku dengar kau akan pergi dengan Jun Hoon malam ini apa itu benar?”. Tanyanya tanpa memandangnya. Hye Jin sontak melihat ke arah Kibum.

“Dari mana kau tahu?”. Tanyanya singkat.

“Kau tidak perlu tahu darimana aku mengetahuinya. Kau tinggal menjawabnya”.

“Iya, aku malam ini akan pergi dengannya, karena dia mau meneraktirku makan malam”.

Kibum mengerutkan kedua keningnya dan berpikir keras. Kalau Jun Hoon akan meneraktirnya makan kenapa Hye Jin juga makan malam di rumah? pikirnya dalam hati.

“Meneraktirmu makan malam?? Lalu kenapa kau sekarang makan?”. Tanyanya penasaran.

“Karena porsi makanan di restoran sedikit dan itu tidak membuatku kenyang”.

Kibum tidak menyangka kalau Hye Jin memiliki porsi makan yang banyak atau mungkin lebih banyak dari porsi makannya. Tidak mungkin kalau Jun Hoon hanya meneraktir makan malam Hye Jin, pasti nanti bakal mampir kemana-mana. Meneraktir itu hanya alasan Jun Hoon untuk mendekati Hye Jin. Hye Jin saja yang bodoh, tidak tahu trik apa yang di gunakan Jun Hoon.

“Aku yakin sebenarnya dia bukan akan meneraktirmu namun mengajakmu kencan”. Ucapnya santai.

“Maksudmu?”.

“Selain makan malam dia pasti akan mengajakmu ke tempat lain. Kau itu bodoh sekali, tidak menyadari apa yang di maksud Jun Hoon sebenarnya. Aku tidak habis berpikir kenapa seorang gadis yang bersuami bisa-bisanya keluar dengan pria lain”. Emosi Kibum tidak bisa di bendung lagi, kata-kata yang ingin dia lontarkan kepada Hye Jin akhirnya keluar juga setelah dia berusaha untuk menahannya.

Mendengar perkataan Kibum, Hye Jin tidak terima dia merasa seolah menjadi seorang istri yang ketahuan berselingkuh dengan pria lain. Padahal selama ini kalau di pikir lagi Kibum yang berselingkuh duluan dengan wanita lain. Sudah jelas sekali siapa yang sering berduaan, dan bergandengan tangan. Dia apa Kibum?. Semua dunia tahu kalau bahkan anak kecilpun tahu siapa yang berselingkuh. Gara-gara kedekatannya dengan Hyu Ra semua teman sekelas menyangka kalau mereka pacaran. Padahal dia adalah orang yang tinggal satu rumah, makan bersama, bahkan tidurmu bersama walaupun bukan satu ranjang dan orang-orang itupun tidak menganggap itu semua. Hye Jin seperti istri yang di campakan oleh suaminya. Lagi pula Hye Jin merasa Kibum sedikit aneh, Kibum tidak pernah keberatan dia dekat dengan Chang Hyun tapi kenapa denga Jun Hoon dia jadi emosi seperti ini. apa dia cemburu?

“Ya!! Apa maksudmu itu? Memang apa salahnya kalau aku jalan dengan Jun Hoon sahabatku. Kau juga tahu sendiri kalau aku juga sering jalan dengan Chang Hyun, lalu apa bedanya dengan Jun Hoon. Lihat dirimu sendiri, kau terlihat mesra di depan umum dengan Hyu Ra aku pikir kau lebih parah dariku. Kami hanya keluar untuk makan malam, sedangkan kau bergandengan di tempat umum. Aku juga tidak menyangka kalau seorang pria yang sudah beristri, melakukan hal itu dengan wanita lain”.

Amarah Hye Jin akhirnya keluar semua, uneg-uneg dari dalam hatinya tentang Kibum dan Hyura akhirnya bisa di katakan dan membuat perasaannya lega. Apa hak Kibum mengatakan dia seperti itu? Padahal dia juga berduaan dengan wanita lain. Jujur Hye Jin sebenarnya ingin marah ketika tahu Hyu Ra dan Kibum bergandengan mesra di depannya. Namun dia terlalu bodoh untuk melakukan hal itu. Dia merasa kalau Kibum benar-benar aneh, atau jangan-jangan Kibum tidak mengajaknya bicara sejak pulang sekolah karena Kibum tahu kalau dia akan pergi dengan Jun Hoon. Kibum hanya diam mendengar omelan Hye Jin tanpa membantahnya sedikitpun. Kibum bisa melihat jelas kalau sekarang Hye Jin memandangnya lekat-lekat dan ingin mengatakan sesuatu padanya.

“Kibum-ah, apa kau cemburu?” Tanya Hye Jin ragu.

=TBC=

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “You and I – Part 7”

  1. `IYA`…. Katakan `IYA, AKU CEMBURU`, kim kibum… Awas klo gak, aku bkln laporin ke KPK*kgk nymbung/abaikan*..
    Next partnya ya^^

  2. ne .!!! ne!!
    kibum cemburu !! ahahah
    skak mat !!
    ayoloh !! jgn ngelak deh !! nanti klo jawab ngak .. si hyejin juga masa bodo loh !!
    ahahahah
    huwaa kok ini kerasa pendek ya ?? wkwkkw
    ayo thor lanjutannya !!

  3. hai Readers Annyong gomawo ya udah baca hehehe. Oh ya aku dah send lajutannya mulai dari Part 8-11 DI TUNGGU ya mungkin 2 bulanan/1 buan baru di publish ^^ Gamsahamnida

  4. aaaa >< mian baru baca,, wa bagus thor ^^b
    hyejin sama kibum itu soo sweeett.. kasian hyejinnya menurutku 😥 masa, suaminya gandengan sama yeoja lain di depannya… tapi kalo udah gitu, aku yakin mereka psati gengsi buat ngakuin perasaan mereka :p hehehe
    cepet ya lanjutannya authorr 😉 ga sabaar

  5. kekekeke~ key cemburu…..udah key,, akuin aja kalo cemburu??!!!

    si hye jin uga,, cemburu ga mau ngaku!! ahahahaha

    *tokkk….digetok palu sama key!!

    next part jngan lama” thor…..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s