The Chronicles of Behind her Cute Nickname 2

{TEASER} The Chronicles of : “Behind Her Cute Nickname”

1st ALL ANTIS SNSD a.k.a STAND MUST READ!:

SHINeeRation a.k.a SHINee Generation couple? Omo, kayaknya aku sengaja ngundang antis dengan nulis FF dengan couple ini! Tapi, jujur nih.. nggak. Aku cuma ingin membangkitkan couple yang rasanya cukup menarik ini. Kalian tanya kenapa aku bukan buat couple Shiny Effects? Itu kan couple yang lagi beken sekarang? Oh, come on! Aku cuma ingin mencoba sesuatu yang baru. Bukan cuma itu-itu aja. Bukan berarti aku nggak suka Shiny Effect loh, ya! Aku suka kok..

Maaf jika kalian nggak suka dengan FF ini. Tapi jika kalian bersedia membaca dan memberikan komentar, aku sangat berterima kasih. Jika kalian komen, harap jangan bash karena pairingnya, ya?! Aku rasa itu bukan alasan yang tepat untuk mengkritik karya seseorang. Pairing maunya siapa, terserah author yang buat, dong! Hehehe.. bercanda. Ehm, intinya kita semua cinta damai. Gak lucu dong kalau kita berselisih cuma gara-gara FF? So, be a good reader, ok?! Satu lagi. Aku memakai banyak sumber dalam pemakaian kata-kata di FF ini. jadi jika kalian merasa pernah membaca kata mutiara atau ejekan yang ada di sini, berarti aku mengambilnya dari buku. Mengerti, kan? gomawo..

 



 The Chronicles of Behind Her Cute Nickname {TEASER}

Title                     : Reason For You, Pudding’s Jelly

Author               : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast         : Lee Jinki (SHINee), Kim Taeyeon (SNSD)

Support Cast  : Other SHINee and SNSD members

Genre                  : Friendship, humor, romance

Rating                 : PG-13

Summary         : There is always a reason for everything,

                                    A reason to live

                                    A reason to die

                                    A reason to cry

                                But, if you can’t find a reason to smile, can I be the reason for a while?

Disclaimer        : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.

Akhirnya nemu ide juga buat Kid Leader ini. Sesuai karakter aslinya, aku buat mereka dengan sifat kid leader. Jadi jangan merasa aneh kalau sifat mereka kekanak-kanakan. FF ini aku buat bukan untuk menyinggung pihak manapun. Bentar dulu, bukannya nickname Taeyeon itu Little child that is like Pack Sol – Ge snack, bukan Pudding’s Jelly? Seperti yang kalian tahu, Pudding Jelly itu nama couple Taeyeon dan Hyeongdon di We Got Married. Dan karena Pudding’s Jelly lebih cocok untuk jalan cerita FF ini, jadi pake itu aja deh.. *maksa!*. So, happy reading, deh!!

***

 

Author POV


Jinki menghampiri yeoja yang duduk sendirian di kantin sekolah. Wajah yeoja itu terlihat muram. Sedikitpun tak ada gairah hidup. Bahkan segelas jus jeruk yang ada di hadapannya sama sekali tak menyita perhatiannya.

“Taeyeon-ah, ada apa denganmu?” Jinki menyapa yeoja bernama Taeyeon itu.

Taeyeon hanya menggeleng. Kedua bola matanya bahkan tak menatap ke arah lawan bicaranya.

“Teuki Hyung menolak pernyataan cintamu?” tanya Jinki, masih berusaha mencari tahu.

Sekali lagi Taeyeon menggeleng, masih menutup rapat mulutnya.

Ya! Kalau kau ada masalah, ceritatakanlah padaku. Jangan hanya geleng-geleng seperti celengan!” protes Jinki, kali ini dengan nada agak kesal.

“Dia sudah punya pacar,” akhirnya Taeyeon mau buka mulut juga.

Kedua mata Jinki membulat. Kalau Leeteuk sudah punya pacar, berarti dia sudah menjadi orang keempat yang membuat Taeyeon patah hati? Junsu, Jaejoong, Kyuhyun, dan Leeteuk, semua namja yang pernah memikat hati yeoja itu berwajah di atas rata-rata. Ah.. tidak, sangat tampan!

Jinki menepuk-nepuk pundak Taeyeon, simpati. “Jangan kau sesali. Lagipula sejak dulu orang-orang yang kau sukai selalu namja kelas atas semua. Mana mereka mau denganmu?”

Deg, astaga! Jinki terperanjat. Apa yang baru saja dikatakannya? ‘dasar mulut sialan!’ batinnya kesal.

Taeyeon semakin muram mendengar perkataan sahabatnya itu. “Aku tahu, Jinki-ya. Tapi, aku ini kan ‘nggak jelek-jelek amat!’ Hanya agak pendek dan berwajah bulat!”

Jinki menghela nafas lega. ‘syukurlah dia tak menangis!’, batinnya.

“Kalau wajahmu bulat sih memang! Tapi, tinggi badanmu yang 160 cm itu tidak buruk juga!” papar Jinki, sedikit menimbang-nimbang.

“Dibilang tidak buruk pun percuma. Tetap saja tidak ada yang mau denganku. Aku ingin punya pacar, Jinki-ya. Huwaaa!” Taeyeon mulai sesenggukan, membuat Jinki menjadi serba salah.

Ya! Jangan menangis, orang-orang bisa salah paham nanti!” Jinki cepat-cepat menbekap mulut Taeyeon.

“Mmpphh!” Taeyeon meronta minta dilepaskan. Tak ada jalan lain kecuali menggigit tangan namja itu. Kkrrrkk~

“Huwaa! Apa yang kau lakukan!” Jinki spontan menarik tangannya begitu merasakan ketajaman gigi Taeyeon.

Taeyeon tak menjawab. Ia hanya mengekerucutkan bibirnya sambil menatap tajam ke arah Jinki.

“Haahh!” Jinki mendesah kesal. “Ya sudah, kalau begitu ini untukmu saja!” ia menyerahkan semangkuk pudding yang barusan dibelinya.

Wajah Taeyeon melunak, sepertinya ini bayaran yang pantas. Ia mulai menyendok pudding itu lalu melahapnya.

Ya, Taeyeon-ah, jangan terus-terusan bersikap kekanak-kanakan seperti ini. Kalau kau mau, aku bisa mencarikan namja yang cocok untukmu,”

Taeyeon menggeleng. “Aku sudah menemukannya,” ujarnya.

Nugu?” tanya Jinki dengan kedua mata membulat. ‘Cepat sekali anak ini menemukan pengganti?’ pikirnya.

“Kau!” Taeyeon menunjuknya dengan wajah innocent.

“Hoeekk!” mendadak ayam yang ada di mulutnya tersembur keluar. “Mwo?!

Aish! Jorok sekali!” Taeyeon bergidik melihat tingkah Jinki yang arogan. “Err, kau mau, kan?”

***

*TBC*

 

Title                     : Ice Princess, Stop Your Black War!

Author               : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast         : Kim Jonghyun (SHINee), Jung Jessica (SNSD)

Support Cast  : Other SHINee, Other SNSD members, Super Junior, Park Gyuri (Kara)

Genre                  : Friendship, romance, sad
Summary     : Love is like war. Easy to start, difficult to end, and impossible to forget!
Disclaimer        : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.

Ehm! Di FF ini aku certain Jessica yang suka gonta-ganti pacar. Semua yang ada di FF ini cuma khayalanku semata dan tidak bermaksud menjelekkan pihak manapun, baik SHINee, SNSD, Sulli (F(x)) atau Super Junior. Jadi, harap kalian mengerti. Maaf jika kalian tidak suka. Aku hanya ingin mengekspresikan imajinasiku tentang Jessica dari sisi lain. Ok, happy reading!

***

Jessica POV

 Kutatap wajahku pada cermin yang terpajang di toilet sekolah. Kubasuh perlahan, mengikuti lekuknya. Mulus dan menawan. Sudah setahun aku menikmati wajah baruku ini―wajah yang memberiku banyak perubahan. Mengundang laki-laki datang, teman baru, serta musuh yang semakin banyak berkeliaran di sekelilingku.

Teknologi zaman sekarang memang canggih. Bahkan wajah masa laluku yang buruk pun bisa dirubah menjadi secantik ini. Operasi plastik, operasi yang lumrah di negara Korea ini. Tak seorangpun heran jika kau melakukannya. Hanya saja, setelah itu kau akan menanggung 2 buah resiko, terserang penyakit dan mendapat pandangan berbeda dari orang lain.

Yang kualami adalah mendapatkan pandangan berbeda dari orang lain. Hampir semua yeoja yang ada di sekolah ini memandangku dengan sinis. Aku tak heran, mungkin itu karena setelah operasi ini aku bisa memacari empat orang namja dalam hitungan bulan, Yesung, Heechul, Donghae, dan Kangin.

Ternyata operasi ini memang benar-benar membawa perubahan besar bagiku. Aku yang sejak dulu tak pernah punya namjachingu, dengan operasi ini bisa mendapatkannya dengan mudah. Hanya seperti membalikkan telapak tangan. Seolah aku bisa menggaet pria manapun yang kuinginkan. Tapi, taukah kau, ini semua ternyata melelahkan. Tak satupun kebahagiaan nyata yang kudapatkan dari keempat mantanku itu.

“Wah, ternyata kau di sini rupanya, Ice Princess?” sebuah suara mengagetkanku dari arah pintu masuk.

“Gyuri?” aku mengernyitkan alisku. “Ada apa mencariku?”

Gyuri tersenyum tipis. Ia melipat kedua tangannya di dadanya. “Kim Jonghyun, dia namjachingu-mu yang baru, kan? Mau bermain dengannya berapa lama?”

Kedua alisku bertaut. Aku tak suka dia mencampuri urusanku. “Molla!”

“Dasar wanita oplas murahan!” Gyuri memalingkan wajahnya seolah jijik menatapku.

Aku tersenyum. “Ya! Bukankah kau yang telah menyarankan ini padaku?”

Mwo?” Gyuri kembali menatapku, setengah terkejut.

-Flash back-

Ya, Jessica, kenapa kau sendirian di pojok perpustakaan?” Gyuri yang berada tak jauh dari posisiku menghampiriku.

Aku diam, malas menanggapi ocehannya, bahkan ekor mataku sedikitpun tak melirik ke arahnya.

“Kenapa diam? Oh.., jangan-jangan tak ada yang mau menemanimu karena wajahmu itu, ya?”

Kali ini aku menatapnya. Emosiku mulai merambat mendengar kata-katanya yang keterlaluan itu.

“Jangan menatapku seperti itu!” Gyuri mengkerucutkan bibirnya. “Baik, aku ke sini tak ingin bertengkar denganmu. Aku hanya ingin memberimu saran,”

“Apa?”

Gyuri mendecakkan lidahnya. “Hanya saran untuk wanita buruk rupa, upz.., kurang cantik maksudku,” ia sedikit terkikik, namun kurasa ia sengaja mengatakannya. “Pertama,” ia memulainya. “Jangan putus asa, tak semua orang menilai dari fisiknya. Kedua, jangan salahkan diri karena memang jelek. Cantik itu relatif, jelek adalah kenyataan. Ketiga, operasi plastik kalau cukup punya modal. Terakhir, pacarilah orang buta!”

“Oh,” aku mengangguk, tetap tak terprovokasi. “Terima kasih atas saranmu, mungkin salah satu diantaranya akan kupatuhi,” lirihku lalu meninggalkannya―yang masih menatapku heran.

 –Flashback end-

“Kau masih ingat kata-kata itu, bukan?” tanyaku, mencari-cari memori yang berusaha diingatnya kembali. “Terima kasih sudah memberiku saran. Dan seperti yang kau lihat, aku memilih saranmu yang ketiga!”

Gyuri terdiam, masih menatapku dengan kedua mata bulatnya. Bibirnya terbuka, seolah berkata ‘kau benar-benar mengikuti perkataan bodoh itu?’

“Ya sudah, kalau tak ada yang ingin kau katakan lagi aku pergi. Jonghyun sudah menungguku di luar!” paparku, lalu meninggalkannya dalam keadaan masih seperti patung.

***

Chagi, kenapa kau lama sekali?” tanya Jonghyun yang menungguku di luar kamar mandi. “Barusan aku lihat Gyuri masuk ke dalam. Apa kalian ribut?”

Aniyo, hanya basa-basi saja,” kataku seadanya. Kuraih lengan kanannya, berusaha mengalihkan perhatiannya agar tak penasaran dengan pertanyaanya tadi. “Ayo pergi,”

Jonghyun tersenyum. Dia mengikuti kata-kataku dan terkesan seperti anak polos.

Jika mengingat perkataan Gyuri tadi, apakah aku hanya bermain-main dengan namja ini? bermain-main dengan Jonghyun? Ahh.., aku bingung harus menjawab apa. Aku sendiri bahkan tak tahu mengapa aku bisa memilihnya untuk menjadi namjachingu-ku. Mungkinkah sekarang aku harus menghentikan permainanku bergonta-ganti pacar. Aku ingin serius pada diriku sendiri melalui seorang Kim Jonghyun. Apakah mungkin bisa?

***

*TBC*

Title                     : You’re Bitch, Happy Princess!

Author               : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast         : Kim Kibum (SHINee), Choi Sooyoung (SNSD)

Support Cast  : Other SHINee and SNSD members

Genre                   : Friendship, romance

Summary        : “Kau tahu, mengapa kecantikan lebih berharga bagi wanita dibanding kecerdasan? Karena laki-laki yang bodoh di dunia jumlahnya lebih banyak daripada laki-laki buta!”

Disclaimer        : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.

 Judulnya agak kasar, ya? Aku juga ngerasa gitu. Tapi, jangan marah dulu, deh.. karena ceritanya nggak sekasar judulnya. Ini hanya khayalanku dan tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Teasernya mungkin belum jelas. Jadi tunggu lanjutannya, yah.. So.. happy reading!

***

Author POV

Sore yang cerah di musim gugur. Seorang yeoja tengah berjalan keperpustakaan dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia menggenggam tiga buah buku di tangannya. Meski udara dingin, ia tetap terlihat bersemangat. Wajahnya terlihat letih, tapi masih ada urusan yang harus diselesaikannya di sekolah hari ini. Meski melelahkan, tak satupun keluhan keluar dari bibirnya. Hanya senyum dan semangat, itu saja yang terpancar.  Fun-Loving Princess atau Happy Princess, begitulah orang orang menjulukinya. Seorang gadis cantik yang ramah, pintar dan selalu ceria, Choi Sooyoung.

“Kau mau diam di sekolah sampai larut malam lagi?” seorang namja yang tengah berdiri di pintu perpustakaan menyapanya. Namja itu Kim Kibum atau yang akrab dipanggil Key―sang presiden sekolah―namja yang sedang melakukan tahap pendekatan dengan Sooyoung.

“Key, kau masih di sini?” Sooyoung menghentikan langkahnya. Ia membalas sapaan Key ramah.

“Masih apanya? Aku menunggumu sejak tadi siang, tahu?!” nada bicara Key meninggi. Nada kesal terdengar dari iramanya.

Kedua mata Sooyoung menyipit. “Wae? Kau masih marah karena aku tidak membalas SMS-mu semalam? Oh.., ayolah, jangan begitu!”

“Itu salah satunya!” nada bicara Key semakin memanas. “Kau pikir bagaimana khawatirnya aku membiarkanmu berada di sekolah sampai jam sepuluh malam? Bersama para namja pula!”

Mwo?!” Sooyoung menjadi tak mengerti. Mengapa namja ini menjadi sensitif begini? “Aku kan hanya mengerjakan tugas kelompok. Yang kuajak hanya Jinki, Jonghyun, Minho, Taemin. Mereka teman baikmu, kan? Kau tahu mereka orang seperti apa. Dan kurasa kekhawatiranmu itu berlebihan!”

“Mungkin itu aku,” kali ini nada suara Key sedikit melunak. “Tapi, bagaimana dengan orang lain? Apa yang akan mereka pikirkan tentangmu?”

Sooyong semakin bingung dengan tingkah laku Key. Dia memang namja yang sedang dekat dengannya. Tapi, apa ini tidak terlalu berlebihan? Hanya teman dekat, tapi care sekali.

“Oh, okay,” Sooyoung mengangguk, mencoba menahan rasa bingungnya. “Jika aku salah, aku minta maaf. Tapi, tolong beri tahu aku, apa inti dari perkataanmu?”

Key mendesah pelan. Perasaannya mulai campur aduk. “KARENA AKU MENYU.. aish! Kau itu menyusahkan, Pabo!”

“Hah?!” Sooyoung semakin tak mengerti. Berbelit-belit sekali namja ini.

“BITCH!” hardikan itu muncul begitu saja dari mulut Key.

Sooyoung bergidik. “Kau bilang apa?!”

“BITCH!” sekali lagi Key menghardik gadis itu.

‘JEPRETT!!’

Oh, sukses semua. Suara kamera terdengar tak jauh dari arah mereka. Kontan Key dan Sooyoung menoleh. Itu Nicole dan Hara, reporter sekolah.

Key dan Sooyoung membeku. Tak ada yang mereka lakukan kecuali memasang tampang terkejut dengan mulut menganga. Meski Tiffany dan Sunny telah lari dari hadapan mereka, mereka tetap tak bereaksi. Reputasi Happy princess dan President of School tamat sudah. Berita apa yang akan dimuat di mading besok?

***

*TBC*

Title                              : Black Pearl, Give Me Once More Chance!

Author                        : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast                  : Choi Minho (SHINee), Kwon Yuri (SNSD)

Support Cast     : Other SHINee and SNSD members, Jung Krystal (F(x)), Jung Yunho (DBSK)

Genre                            : Friendship, romance, sad

Summary                   : LOVE

                                              L = Lake of Sorrow

                                             O = Ocean of Tears

                                             V = Valley of Death

                                             E = End of Life

Disclaimer        : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.

Ehm! Bentar dulu, FF ini aku buat bukan untuk menyinggung Krystal ataupun Yunho, yah. Sekedar pemberitahuan aja. Aku bukan antifansnya Krystal, Yunho ataupun antifans Minstal couple. Aku suka kok. Cuman di sini rasanya mereka yang paling cocok aku jadiin tokoh antagonis. Itu gak bermaksud apa-apa, hanya untuk menyeimbangkan FF ini aja. Terima kasih, harap bisa dimaklumi. So, happy reading!

***

Yuri POV

 

Kulihat dia memasuki ruang kelas dengan enggan. Seragam sekolah yang dikenakannya sungguh berantakan. Rambut acak-acakan, kemeja keluar masuk, tali sepatu yang tak terikat. Kenapa dia masih saja seperti itu?

Ia membanting tas kumuhnya ke atas meja. Tubuhnya terhenyak, menghantam kursi yang telah siap menopangnya. Ia mendesah pelan sebelum akhirnya membenamkan kepalanya di atas meja dengan kedua lengan melingkar di sekitarnya.

Aku menarik napas pelan. Kudekati tubuhnya yang membatu seperti seonggok kotoran.

“Ya, Minho! Kenapa kau masih seperti ini?” tanyaku, sedikit meninggikan volume suaraku.

Perlahan ia mengangkat kepalanya, menatapku dengan kedua mata yang dikelilingi lingkaran hitam. Ia tersenyum, memamerkan lekukan wajahnya yang lusuh. “Gwenchana,

“Jangan bohong!” hardikku. “Bangunlah, biar kuperbaiki dandananmu,”

Minho tak membantah. Ia bangkit dan bersandar pada kursinya. Ia mengunci mulutnya, hanya menatapku yang memulai kebiasaan yang sering kulakukan selama beberapa minggu ini―merapikan pakaiannya.

“Minho-ya, sampai kapan kau akan terus seperti ini?” tanyaku sambil merapikan dasinya.

Molla,” jawabnya datar. Ia membuang muka, menghindari tatapanku yang penuh tanda tanya.

Aku menghela nafas pelan. Tanganku yang masih memperbaiki dasinya sedikit mengeras. Emosiku mulai merambat ke kepalaku. “Hentikan ini. Kenapa kau jadi seperti ini hanya karena kehilangan Krystal?!”

“Jangan bahas itu, Yuri-ya!” ia menekan nada bicaranya. “Aku sedang tak berminat,”

Aku diam, malas membalas perkataannya. Kalau saja dia bukan sahabatku, aku tak akan mau mengurus namja pengecut macam dia. Tak ada gunanya berdebat dengan dia sekarang. dengan keadaan seperti ini dia tak mungkin mau mendengar perkataanku.

***

Author POV

Jam istirahat.

Seluruh siswa yang ada di kelas raib. Hanya tinggal 2 makhluk yang masih subuk dengan pikiran mereka―Minho dan Yuri. Yuri mengeluarkan bekal makan siangnya. Ia menatapnya sesaat. Ujung bibirnya terangkat seolah berkata, ‘masakan yang dibuat Umma pasti enak’. Ia mengeluarkan sendok makannya. Mengelapnya dengan tisu sejenak, menghilangkan kotoran yang mungkin menempel di sana.

Yuri menengok ke belakang, memastikan apakah Minho sudah menyantap bekalnya. Tidak, itu sama sekali tidak terjadi. Namja itu masih masih sibuk dengan pekerjaannya―tidur di atas bangku dengan lengan melingkar di samping kepalanya.

Yuri menghela nafas berat.  Tampaknya dia harus berbagi kali ini. Ia bangkit dari bangkunya, mulai berjalan mendekati Minho.

“Minho-ya, kau tak makan?” tanya Yuri begitu sampai di depan bangku Minho. Ia menarik salah satu bangku temannya untuk tempat duduk.

Minho mengangkat kepalanya dengan malas. Ia terlihat sangat letih. “Aku tak lapar.” ujarnya, menatap Yuri seolah berkata, ‘tak usah pedulikan aku’.

‘Kruyyuukkk..,’

“Hahahaha!” Yuri terkekeh. “Ya! Jangan bohong. Kurasa cacing-cacingmu sudah mengadakan kudeta di dalam,”

Minho mengusap perutnya. Rasanya malu juga kebohongannya telah kentara.

“Ini, makanlah,” Yuri menyodorkan bekalnya.

“Itu milikmu. Kau makan saja, aku tak akan mati hanya karena tak makan siang,” Minho tetap berdalih. Kali ini raut wajahnya terlihat sedikit lebih santai.

Yuri menyendok bekalnya. “Kita berbagi saja. Bagaimana?” ia mengarahkan sendoknya ke bibir Minho. “Ayo, buka mulutmu,”

Minho tersenyum tipis. Rasanya sayang melewatkan kesempatan makan gratis ini begitu saja. Apalagi seorang primadona sekolah mau menyuapinya. Ia membuka mulutnya, menyambut makanan yang diberikan Yuri dengan senang hati.

“Nah, begitu,” Yuri mulai menyendok makanan untuk dirinya sendiri. “Kalau kau tak makan, tubuhmu akan semakin mirip dengan alien,” ejeknya. Itu ejekan yang suka ia tuduhkan pada Minho yang memiliki tubuh tinggi kurus, kaki panjang, kepala kecil, serta sepasang mata yang besar.

Minho tertawa kecil. Sahabatnya satu ini memang selalu berhasil menghiburnya. “Ya, Kwon Yuri, kau ini kalau makan yang benar!”

Kedua mata Yuri membulat. “Maksudmu?”

“Huh..,” Minho mendesah, ia mengeluarkan saputangan yang ada di sakunya. “Bibirmu belepotan, tahu?” ia mulai mengelap sudut bibir Yuri.

Deg, unntuk sesaat Yuri terdiam. Ada sengatan listrik yang mendadak menghantam jantungnya.

Minho masih tersenyum geli melihat tingkah Yuri hingga seorang yeoja lewat di luar kelasnya. Yeoja itu berjalan dengan menunduk. Tangannya menggengam sebuah amplop putih yang seolah akan menentukan nasibnya.

“Jung Krystal,” Minho mendesis. Nada bicaranya terdengar sinis.

Yuri tersadar dari lamunannya. Ia memalingkan wajahnya, turut mengikuti gerak pandang Minho. “Dia mau kemana, Minho-ya? Kenapa membawa amplop putih?”

Raut wajah Minho mengeras. Rahangnya mulai mengeras. “Ternyata hari ini,” lirihnya pelan. “Dia akan mengajukan surat pengunduran diri hari ini.”

Mwo?!” Yuri terperanjat. “Apa maksudmu? Dia akan berhenti sekolah di sini? Wae?”

Minho beralih menatap Yuri. Pandangannya nanar. “Kau tahu kenapa dia putus denganku?”

Yuri menggeleng.

Minho menghembuskan nafas berat. “Dia hamil karena laki-laki simpanannya, Jung Yunho.”

***

*TBC*

 

Title                      : Charming Girl? Oh, My God!

Author                : Chanchan a.k.a Chandra Shinoda (@chandrashinoda)

Main Cast          : Lee Taemin (SHINee), Im Yoona (SNSD)

Support Cast  : Other SHINee and SNSD members

Length                : Oneshot (tapi belum pasti)

Genre                  : Fluff, friendship, romance

Summary       : “Jika kau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah jalan kecil, tapi jalan setapak yang membawa orang menuju mata air.”
Disclaimer        : I don’t own all SHINee members. They’re God’s. They belong to themselves and SMent. I’m just the owner of the story.
 Awalnya agak susah juga nyari ide buat pairing ini. tapi karena lagi dapet ilham *hallah*akhirnya jadi seperti ini. harap dimaklumi kalau agak aneh. FF ini aku buat bukan untuk menyinggung pihak manapun. So, happy reading!

***

Yoona POV

Aku berjingkrak menuju kelasnya. Hmm.. rasanya senang, akhirnya aku bisa juga memasak untukya. Belajar memasak ternyata susah sekali. Aku harap bubur yang aku buat untuknya ini bisa dimakan. Paling tidak rasanya tidak begitu aneh.

“Selamat pagi, Taeminnie!” kusapa Taemin yang duduk di bangkunya dengan senyum cerahku.

“Ah, Noona, selamat pagi!” ia balas menyapaku. “Ada apa pagi-pagi begini sudah mampir ke kelasku?”

“Aku ingin memberimu ini,” aku menyodorkan kotak makanan yang kubawa. “Ini bubur, mudah-mudahan ini bisa dimakan. Hehehe, aku yang membuatnya,”

“Hahaha!” Taemin tertawa kecil. “Baiklah, karena kau sudah bersusah payah membuatnya sini aku coba. Tapi, suapi aku, ya?” ia merengek manja.

“Baiklah,” aku mendesah, tak tega menolak jika dia telah memasang tampang aegyo-nya.

Kubuka penutup kotak makanan itu perlahan. Aku mengernyitkan alisku. ‘bentuknya aneh’, pikirku. Kuhenyakkan pantatku di kursi yang ada di depan bangku Taemin. Kusendok sedikit bubur itu. Sesaat aku berdoa, mudah-mudahan rasanya tidak terlalu aneh.

“Ayo buka mulutmu, Taeminnie,”

Taemin membuka mulutnya. Perlahan kuarahkan sendok yang penuh bubur ke sana. Ia melahapnya pelan. Ekspresinya sedikit berubah saat sedikit mengunyah bubur itu. Beberapa kali matanya mengerjap seperti menahan sesuatu.

“Bagaimana, aneh tidak?” tanyaku, seolah tanpa dosa.

Taemin mengerjap lagi. Semburat merah mulai muncul di pipinya. “Hhh.., Ku-kurasa tidak terlalu aneh,” ia sedikit terbata, membuatku jadi curiga.

Aku menyendok lagi bubur itu. Kali ini aku makan sendiri. “Hooeekk!!” spontan aku langsung memuntahkan bubur itu. “Ya, kenapa kau bilang ini tidak aneh? Jelas-jelas rasa bubur inni seperti air laut! Astaga, berapa banyak aku  menambahkan garam saat memasaknya?”

“Hahahaha!” sekali lagi Taemin tertawa, masih dengan ekspresi wajah mengeras serta pipi memerah. “Gwenchana, Noona. Kau sudah berusaha. Kemarikan buburnya biar aku habiskan!”

Andwae! Kau bisa sakit perut kalau makan ini!” aku menolaknya keras. “Hah, aku ini memang tunangan yang payah untukmu. Ceroboh, arogan, bahkan tidak bisa memasak,”

“Jangan cemberut begitu,” Taemin mencubit gemas pipiku. “Kita kan baru tiga bulan bertunangan. Masih ada banyak waktu untuk belajar. Santai saja!”

Aku tersenyum. Dia terlihat manis sekali jika sudah seperti ini. inilah salah satu alasan mengapa aku menerimanya saat perjodohan hingga kini menjadi tunanganku.

.

-Flashback-

 

“Yoona, calon tunanganmu sudah datang,” umma berkata lembut sambil membelai rambutku.

Aku tersenyum hambar, bingung harus bersikap bagaimana. Sejujurnya aku tak terlalu keberatan, aku harus berbakti pada orangtuaku, selain itu karena saat ini memang tak ada namja yang aku suka. Tapi, bagaimana dengan calon tunanganku itu?

Ibuku beranjak keluar, membiarkanku duduk sedirian di ruang perjodohan. Sesaat aku bisa mendengarnya berbicara dengan seorang namja di luar. Apakah calon jodohku?

 Pintu terbuka perlahan. Mendadak jantungku memburu saat melihat namja berkemeja hitam masuk ke dalam ruangan. Kupandangi ujung kakinya. Perlahan beranjak ke atas.

“Astaga!” aku terkejut. “Kau kan adik kelasku Lee Taemin?”

Ia tak kalah terkejutnya dariku. “Yoona Noona! Kau yang akan menjadi…” ucapannya tercekal. Ia mengambil posisi duduk tepat di hadapanku.

Bagaimana mungkin? Apa benar dia anak direktur Lee yang menjadi rekan bisnis appa-ku?  Selama ini aku tak pernah melihat foto orang yang akan dijodohkan denganku. Dan melihat ekspresi Taemin yang terkejut, kurasa dia juga belum sempat melihat fotoku saat orangtuanya meminta dia untuk dijodohkan.

Awalnya ini cukup konyol dan terasa canggung. Tapi, karena aku cukup kenal dengannya, jadi percakapan yang kami lakukan jadi tcukup lancar.

“Apa kau tak keberatan dengan perjodohan ini, Noona?” tanya Taemin di sela-sela percakapan kami.

“Err..,” aku menjadi kikuk dibuatnya. “Ya! Harusnya aku yang bertanya begitu. Apa aku tidak keberatan? Bagaimana dengan yeojachingu-mu?”

“Aku tidak punya,” jawabnya sedikit tertunduk. “Namjachingu Noona bagaimana?”

“A-aku juga tidak punya.” paparku seadanya. Entah mengapa aku merasa perjodohan ini telah dirancang dengan sempurna.

 “Mau menjalaninya, tidak?” akhirnya dia mengajukan pertanyaan itu.

Aku bingung. Tapi, tak ada salahnya untuk mencoba. Selain menjaga perasaan orangtua, mungkin saja ada kecocokan diantara kami. “Baiklah, aku setuju!”

-Flasback end-

 

Mianhae, Taeminnie. Nanti aku pasti bisa memasak yang lebih enak untukmu.” ucapku, berusaha terdengar bersemangat. “Ya sudah, aku kembali ke kelasku dulu, ya?”

Tamin mengangguk. “Ne, hwaiting, Noona!”

Aku meninggalkan ruang kelasnya. Aku mendesah kecil. Ternyata pacaran itu rumit. Tapi, ini harus aku jalani. Lagipula aku sedikit mulai menyukainya. Aku harus berusaha, aku pasti bisa. Hwaiting, Im Yoona!

*TBC*

©2011 SF3SI, Chandra.

This post/FF has written by Chandra, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

121 thoughts on “{TEASER} The Chronicles of : “Behind Her Cute Nickname”

  1. Lanjut!
    Aku penasaran sama semuanya! Ini pakai nickname SNSD, kan? Wahh~ keren kayaknya ^^
    aku juga suka semua summarynya… Lanjutin yah.. Jangan lama-lama,,

  2. Keren! Jadi tiap ff ada 5 cerita gitu ya?
    Author gak coba bikin pairing SHINee – Kara? Aku suka pairing mereka soalnya😄

  3. se..se..se..seru..ru..rruuuu… sekaliii *PLak* ampe gagap gw hahaa😀
    aigoo tp yg bagian sica gak enak yah kat2nya, bwa2 oplas. okey gw jg sbner’y gak trlalu mntingin para atis koreak itu oplas apa enggk. toh emang disono oplas udh hal umum. tapiiiiii… yahh gitu deh, susah jelasinnya. yg pasti ksian sica sllalu aja keseret klo ada mlh oplas2an T.T
    hahaha tp ngakak gw pas sulli bilang “cantik itu relatif, jelek itu takdir” hahaa dalem bngt😀
    yg pling pnasaran critanya key-sooyoung!!! keknya bklan gempar tuh..
    aduuhhh kok jd pnjang yah..
    OnKey deh, dadah chan *sksd* kekeke

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s