Saranghae, Jeongmal Sarangahe

Title: Saranghae, jeongmal saranghae

Author: Icha Fasya Hapsari a.k.a Chaic (@ichayam)

Main cast: Kim Raehee (teman saya @rifaniPS), SHINee

Genre: Romance, Sad, Friend

Rating: PG15

Length: Oneshoot

Inspiration from Bigbang’s MV, Haru-haru.

Ini req temenku, dia minta dibikinin ff yang main castnya dia sama Taemin trus genrenya romance sad gitu, tapi jujur aku gabisa bikin yang romance-romance, jadi aku terinspirasi bikin ffnya dari mv bigbang haru-haru. Trus, maaf yah kalo hasilnya ‘romance gagal’ asli deh aku ga romantic orangnya ^^ tapi aku coba dulu bikin ff ini, semoga hasilnya memuaskan yah *bow*ohiya maaf juga kalo judulnya pasaran, aku gatau harus kasih judul apa *gagal* sekali lagi maaf dan mohon kritik dan sarannya ^^

TAEMIN POV

Aku melihatnya sedang bermesraan dengan sahabatku, Minho hyung. Hatiku sangat sakit melihat itu. Aku mengerti aku dengannya memang sudah tidak menjalin hubungan apa-apa lagi tapi mengapa kau sekarang dengan sahabatku sendiri, Kim Raehee.

Aku Lee Taemin. Aku melihatnya. Ia, yeojachinguku. Oh tidak, maksutku ia ‘mantan’ yeojachinguku, sedang bersama namja lain, bermesraan dengannya, tak lain dan tak bukan adalah Choi Minho, sahabatku sendiri. Sungguh, hati ini bagai diiris pisau yang sangat sangat tajam dan sakit. Aku dengannya baru putus tidak lama, tetapi ia sudah dengan namja lain. Apa ia murahan? Tidak! Aku percaya ia tidak seperti itu. Apa Minho hyung menyukainya sejak aku masih bersamanya? Itu tidak bisa dibiarkan.

Aku melihatnya, Raehee memberikan cincin yang sewaktu dulu aku berikan. Raehee, apa kau benar-benar sudah mau melupakanku hah? Sampai-sampai kau memberikan cincin pemberianku kepada namja lain? Apa kau tidak tau Raehee, hatiku sangat sakit. Sakit sekali. Minho hyung menerima cincin itu dan tersenyum padanya. Raeheepun membalas senyum Minho hyung. Cih, aku tidak suka pemandangan ini.

Aku menghampiri Minho hyung karna Raehee sudah pergi meninggalkannya. Saat aku ingin menghampirinya, Onew hyung melarangku.

“lepaskan aku Hyung! Ini tak bisa kubiarkan,” elakku.

“ya Lee Taemin! Jangan lakukan itu pada Minho,”

“hah, aku tak peduli hyung, ia sudah merebut apa yang aku punya!”

Aku menghampiri Minho hyung dengan tatapan marah. Ya aku sangat marah, mengapa ia melakukan ini padaku.

“Ya!! Minho hyung, apa yang kau lakukan hah?”

“kenapa kau membentakku Taemin,”

“hah, sudah tidak usah pura-pura tidak tau. Aku tau apa yang kau lakukan dengan Raehee hyung. Kau merebutnya dariku,”

“hah, memang kenapa? Ia sendiri yang sudah memutuskanmu kan? Dan ia sekarang? Memilihku Taemin-ah, bukan memilihmu,”

“aku percaya Raehee tidak akan menyukai dan mencintai namja lain kecuali aku hyung,”

“tapi sayang, nyatanya sekarang ia memilihku, Taem,,”

Buk!!

Tak tahan amarahku, kulemparkan tinjuku padanya.

Buk!!

Minho hyung membalas. Aku tak bisa biarkan ini.

“kau sungguhan Hyung, kau perusak hubungan orang! Jadi selama ini kau yang menggangu hubunganku dengan Raehee,”

“ya Taemin-ah, memang ini kenyataannya. Jadi kau sekarang jangan pernah menggangu Raehee, arasso?”

Buk!!

“aku tidak akan membiarkanmu memilikinya Hyung,”

Buk!! Untuk yang terakhir aku melemparkan tinjuku padanya. Aku pergi meninggalkan mereka, sahabat-sahabatku dan tentunya ‘mantan’ sahabatku yang sudah mengambil apa yang aku punya.

**

Prang!!

Aku tak bisa mengendalikan egoku. Ini semua karna mereka. Mereka yang telah mengkhianatiku. Aku melihat rekaman videoku dengan Raehee, itu membuatku sakit. Sakit.

Prang!!

Rasa sakit tanganku memecahkan kaca ini tidak sebanding dengan rasa sakit hatiku pada mereka. Sungguh kejam mereka melakukan ini padaku.

Tak kuasa aku menitikan air mataku, mengingat semua memoriku dengan Raehee, semua terekam dalam otakku.

*flashback*

“chagi-ya!! Sudah boleh dibuka belum mataku?”

“ani, sebentar lagi yah. Tunggu sebentar lagi,”

“jangan lama-lama”

“ne, sekarang kau buka matamu.”

“ye? Tidak ada apa-apa tuh”

“tadaaaa <membuka genggaman tangan> ini cincin untuk kita. Sebelum aku benar-benar melamarmu, aku belikan cincin ini dulu yah. Disini terukir nama kita. TaeRee. Kau suka?”

Tes..tes..

“ya Raehee, kenapa kau menangis?”

“aku..aku senang Taemin-ah. Gomawo, jeongmal gomawo untuk pemberianmu. Aku sangat suka. Boleh aku pakai cincinnya?”

“dengan senang hati <memakaikan cincin pada Raehee>, Kim Raehee, maukah kau menikah denganku?”

“ye?? Aish Taemin-ah jangan bercanda, kita sedang tidak di gereja,”

“haha aku hanya latihan, jadi nanti aku tidak akan gugup lagi,”

“aish, sudah ah, aku tidak mau bercanda lagi,”

“yaa, jangan marah. Mau berjalan-jalan? Kita beli es krim,”

“hmm okeeeee,”

*flash back end*

Memori dimana saat pertama kali aku memberikan cincin itu padanya. Ia terlihat senang mendapatkan itu dariku. Aish, andai kau sekarang masih menjadi milikku Raehee. Aku rindu denganmu, Raehee.

**

Onew, Jjong dan Key hyung mengajakku pergi. Mereka bilang untuk menghilankan rasa penatku. Tidaka da Minho hyung? Yeah aku tau ia pasti bersama..tunggu! aku melihatnya lagi. mereka, berada didalam mobil yang sama. Sedang apa mereka.

“Hyung, aku harus menghampiri mereka lagi. minho hyung tak kapok dengan pemberianku kemarin, hah?”

“Taemin-ah, jangan seperti anak kecil! Jangan memain tanga apalagi di depan Raehee,” ucap Jjing hyung. Aku tidak peduli apa yang mereka katakana. Aku hanya tidak suka melihatnya.

Tunggu. Minho hyung merangkul Raehee. Ya!! Apa yang kau lakukan hah Choi Minho. Kau benar-benar membuatku muak denganmu.

Aku keluar dari dalam mobil. Aku tdak peduli mereka berteriak-teriak memanggil namaku. Yang ingin kulakukan sekarang hanyalah menghabisinya.

“apa yang kau lakukan Choi Minho bersama Raehee, orang yang kucinta dan mencintaiku, hah?”

“hah, apa kau bilang? Mencintaimu? Lupakan Lee Taemin. Kau boleh mencintainya tapi sayang, sekarang ia sudah menjadi milikku, lupakan mimpimu untuk memilikinya Lee Taemin.”

“YA!! Kau benar-benar membuatku muak Choi Minho!!”

“Taemin-ah, ayo pergi darisini.” Ucap Key hyung dan membawaku pergi.

**

“hyung, mengapa kau membawaku pergi dari mereka hah?”

“ya, kau mau melakukan itu lagi kepada Minho? Didepan Raehee? Kau gila ya! Itu akan membuat Raehee makin membencimu Taemin.”

Aku merenungkan apa yang Key hyung ucapkan. Benar, tidak seharusnya aku melakukan itu terhadap Minho hyung di depan Raehee. Aku tidak bisa terus-terusan mengikuti amarahku. Ah!! Ini membuatku gila.

**

Aku berjalan, di kegelapan dan hujan. Tanganku diperban, kepalaku? Sangatlah pusing. Mataku, aish sudah tak tau aku seperti apa, entah mataku bengkak seperti kaki gajah atau apa, aku sudah tidak peduli lagi. Raehee, apa kau tidak memikirkanku hah? Aku sangat sangat menginginkanmu kembali Raehee.

Aku tak tau harus berbuat apalagi untuk mendapatkanmu kembali Raehee. Tuhan, aku mohon kembalikan Raehee kesisiku.

TAEMIN POV END

MINHO POV

Aku menemuinya, Raehee. ‘mantan’ yeojachingu sahabatku. Ia memintaku untuk bertemunya disini. Untuk membicarakan sesuatu.

“ada apa Raehee?”

“oppa, aku ingin kau membantuku,” pintanya. Membantu apa? Kau balik pada Taemin? Aish tentu saja aku akan membantumu.

“kau ingin balik dengan Taemin?”

“ani, aku ingin kau berpura-pura menjadi namjachinguku sekarang. Aku ingin Taemin melupakanku oppa, aku sakit..”

“mwoya? Aish, mengapa kau ingin melakukan ini padanya Raehee?”

“aku sakit oppa, umurku..dokter bilang umurku sudah tidak lama lagi, aku ingin Taemin dengan cepat melupakanku dan membenciku, oppa. Oppa, jebal, bantu aku,”

Kuusap rambut hitamnya. Sungguh, Raehee sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Aku memang sudah mengetahui penyakitnya. Penyakit ganas. Yang membuat umurnya tak lama lagi. tapi aku menentang itu semua. Aku yakin, ia dapat bertahan dan kembali pada Taemin.

“oppa, ini cincin yang Taemin berikan padaku, aku mohon nanti oppa kembalikan cincin ini yah,”

“ya!! Kenapa kau kembalikan cincin ini Raehee?”

“tolong berikan padanya saja oppa, arachi?”

“ne, nanti aku berikan.”

“oppa, ada Taemin disana dengan Onew, Jjong dan Key oppa. Aku mohon oppa mulai sekarang melakukan sandiwara ini semua yah,”

“tapi..”

“oppa, hanya sekali saja,”

“ne,”

“aku pamit pulang oppa, rambutku sudah rontok sedari tadi,”

Aku tak tega melihatnya seperti itu. Ia meninggalkanku disini. Aku melihat Taemin berjalan menghampiriku.

“Ya!! Minho hyung, apa yang kau lakukan hah?”

“kenapa kau membentakku Taemin,”

“hah, sudah tidak usah pura-pura tidak tau. Aku tau apa yang kau lakukan dengan Raehee hyung. Kau merebutnya dariku,”

“hah, memang kenapa? Ia sendiri yang sudah memutuskanmu kan? Dan ia sekarang? Memilihku Taemin-ah, bukan memilihmu,”

“aku percaya Raehee tidak akan menyukai dan mencintai namja lain kecuali aku hyung,”

“tapi sayang, nyatanya sekarang ia memilihku, Taem,,”

Buk!!

Taemin, kau meninjuku? Aish, kau tidak tau kalau Raehee hanya mencintaimu hah? Ia melakukan ini demi kau juga Lee Taemin.

Buk!!

Aku membalasnya. Aku ingin ia sadar bahwa Raehee sangat mencintainya, makanya ia melakukan ini/

“kau sungguhan Hyung, kau perusak hubungan orang! Jadi selama ini kau yang menggangu hubunganku dengan Raehee,” apa? Kau bilang aku perusak hubunganku? Kau berfikir aku sudah menyukai Raehee sedari dulu? Ya Lee Taemin, kau keterlaluan berfikiran ini padaku.

“ya Taemin-ah, memang ini kenyataannya. Jadi kau sekarang jangan pernah menggangu Raehee, arasso?” hah, aku terpaksa bohong padanya. Ini demi Raehee dan Taemin.

Buk!!

“aku tidak akan membiarkanmu memilikinya Hyung,” ia pergi meninggalkanku yang sudah berlumuran darah.

“Minho, gwenchana?” Tanya Onew hyung.

“gwenchana hyung, ia sedang labil. Biarkan ia seperti itu,”

“tapi kau sungguhan dengan Raehee?” Tanya Jjong hyung.

“aish hyung, kau tau kan aku hanya menganggap Raehee hanya seorang adik. Ia yang memintaku seperti ini, ia hanya ingin Taemin melupakannya, hanya itu,”

“jadi..”

“hyung, ia sudah pesimis dengan hidupnya. Dokter benar-benar memvonis hidupnya akan sebentar lagi,”

“Jinja?? Aish memangnya dokter itu tuhan apa,” elak Key. Aku setuju denganmu Key.

“ne, aish aku harus pulang sekarang, annyeong,” pamitku pada sahabat-sahabatku.

MINHO POV END

RAEHEE POV

Rambutku semakin habis akibat penyakit ini. Tuhan, apa aku sudah harus pergi sekarang? Aku memandang foto itu, fotoku bersama namja yang sangat aku cinta. Maafkan aku melakukan ini padamu. Maafkan aku tidak memberitahumu sebelumnya. Aku hanya tak ingin membuatmu khawatir akan penyakitku, Lee Taemin.

Sekarang ini aku memang sudah tak tinggal di rumah lagi. dokter memintaku untuk tinggal di rumah sakit agar lebih gampang dokter mengikuti perkembanganku. Kondisiku ini sekarang sudah sangat lemah.

Tok tok tok.

“Raehee-yaaaaaa!! Kami datang membawamu ini”

“oppadeul, jeongmal gomawo,”

“sini aku kupaskan,” ucap Key oppa. Ia benar-benar terlihat seperti sosok seorang umma. Ah umma, aku akan menyusulmu sebentar lagi, tunggu aku disana umma.

“gomawo oppa,”

“gimana? Kau sudah siap untuk di operasi besok?” Tanya Onew oppa padaku

“ne oppa, siap tidak siap aku harus siap,”

“kau pasti bisa Raehee, berjuang!!” ucap Jjong oppa. Aku hanya bisa tersenyum, karna..ya kenapa Minho oppa diam saja?

“Minho oppa, gwenchana?”

“ye? Ah, yee gwenchana. Wae? Makan buahnya, Key uda baik tuh ngupasin buah-buahannya,”

“ne, apa yang sedang kau pikirkan oppa?”

“ani, sudah makan saja, nanti diahbiskan Onew dan jjong hyung loh,” ucap Minho oppa sambil melirik kearah mereka *OnJong*

“wae? Kenapa lihat-lihat hah?” ucap Onew oppa yang membuatku tertawa.

“ya hyung! Itu kan untuk Raehee kenapa kau makan hah?”

“aku lapar Minho, Jjong juga maakn tuh,”

“ani, aku hanya makan sedikit saja, Onew hyung yang makan banyak,” sungguh perdebatan mereka membuatku tertawa. Tertawa sebelum esok aku pergi.

“sudah Onew oppa kalau alapr abiskan saja,”

“yaa!!! Raehee, aku sudah mengupaskan untukmu masa kau berikan semua kepada si gembul sih <baca: Onew>, tak sudi aku,” haha apa yang Key ucapkan membuatku geli. Ini hari dimana aku merasa senang, hanya kurang, kehadirannya..Lee Taemin, aku akan sangat merindukanmu, nantinya..

**

Hari ini hari dimana aku akan menjalani operasiku. Semua orang berdoa untukku agar operasi ini berjalan lancar, tapi aku tak tau? Semoga aku dapat menjalani operasi ini walau nanti aku akan pergi atau tidak.

“oppadeul, aku akan ke dalam sekarang. Baik-baik yah, jangan bertengkar haha,”

“apa kau ingin kami menghubungi Taemin?”

Deg! Aku tak tau apa Taemin harus mengetahui keadaanku ini.

“oppa, salamkan salamku untuknya, aku sangat mencintainya. Aku juga menyayangi kalian semua, kalian baik-baik yah. Aku akan baik-baik didalam,” ucapku sebelum aku masuk ke dlaam ruang operasi.

“kami akan mendoakanmu selalu, Raehee. Kim Raehee, fighting!” ucap Onew oppa. Akupun pergi meninggalkan mereka semua.

Lampu ruang operasi menyilaukan mataku, tapi aku harus kuat. Aku melihat ummaku disana, ia tersenyum padaku. Umma, apa aku tetap tinggal disini atau aku akan mengikutimu? Umma tersenyum dan mengangguk. Semuanya, selamat tinggal. Aku menyayangi kalian semua. Taemin, saranghae <menutup kedua mata>.

RAEHEE POV END

TAEMIN POV

sarangeun kkok gyesok dwaeyaman haeyo dagaseolsurok deo meoreojyeo

siapa yang menelponku? Aku segera mengambil handphoneku. Key hyung? Ada apa ia memanggilku?

“yeoboseyo?”

“Taemin-ah, dimana kau?”

“di rumah, kenapa hyung?”

“bisa kau ke rumah sakit Shining sekarang?”

“mau apa? Siapa yang sakit? Onew hyung?”

“ani. Raehee, ia sedang menjalani operasi pencangkokan tulang belakang sekarang, kau harus segera kesi..” tut tut.

Dengan cepat aku berganti pakaian. Aku harus kesana sekarang. Raehee sakit? Operasi pencangkokkan tulang berlakang? Aish, itu membuatku gila.

Aku terus berlari dengan cepat. Aku tidak peduli aku menabrak orang-orang disekitarku, yang aku pikrikan sekarang aku dapat melihatmu dan aku berada disampingmu Raehee. Tunggu aku.

Aku sudah sampai. Aku melihat sahabat-sahabatku sudah menunggu Raehee. Aku berjalan, perlahan, menahan agar air mataku tak jatuh.

Tep.

Langkahku terhenti saat kulihat, Minho hyung menggenggam tanganku. Mau apa dia? Mau jadi pahlawan untuk Raehee yang sedari tadi menunggunya disini.

“ini <memberikan cincin>, mianhe Taemin. Mian aku sudah membuatmu sakit. Aku sudah berbohong padamu, tapi ini demi Raehee. Ia yang memintaku seperti ini, ia..ia sudah lama menderita leukemia. Dan dokter memvonis hidupnya tak lama lagi, jadi ia melakukan ini padamu hanya karna ia ingin kau melupakannya dan tak memikirkannya lagi. sungguh Taemin, iaa..ia sangat mencintaimu. Raehee sangat mencintaimu lebih dari yang kau kira,”

Deg.

Ucapan Minho hyung membuatku sakit. Aku tak menyangka selama ini. Raehee sangat mencintaiku. Aku sangat bersalah sudah berfikiran macam-macam terhadapnya. Kupeluk Minho hyung dan meminta maaf atas kelakuanku tempo waktu. Aku benar-benar tak tau harus berbuat apalagi.

Hatiku sakit sangat sakit sekali mendengan ini. Raehee, mengapa kau tak memberitahuku sebelumnya?

Cekrek.

Kulihat pintu ruang operasi dibuka. Aku segera menghampiri dokter yang mendorong Raehee. Aku mnelihat tubuhnya yang lemah, ia terlihat sangat pucat. Tak terasa butiran air mataku menetes. Aku menangis untukmu untuk kesekian kalinya Raehee. Aku dapat melihat senyum mengembang dari bibirmu. Wajahmu benar-benar damai dan seperti malaikat.

“Raehee, maafkan aku yang telah berburuk sangka padamu dan Minho hyung. Raehee, nado saranghae…”

FIN

Gimana? Uda dapet belum romancenya? Pasti uda pada kebayangkan yah kan uda pada liat MV haru haru ^^ jadi uda tau endingnya gimana hehe, kritik sarannya yah ^^ kali gitu kritik dan saran dari kalian bisa ngebangun aku buat bisa bikin ff romance lagi *plak* makasi uda mau baca ^^

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

19 thoughts on “Saranghae, Jeongmal Sarangahe”

  1. Tapi kok muirip banget ya ma MV nya O.o
    , .ntar kalo terinspirasi usahakan jangan bnyak yg sama, jadinya yg udaa prnah liat mv nya jd ga pnsaran lagi *busyet panjang bnget kritiknya*

    😀

  2. Huaaaaa
    Uri taeminnie kasiaaan
    Huhu sedihh
    Minho baik, tapi kenapa ga jujur
    Ya walopun diminta
    Tapi kan taeminn nyesek begitu jadinya
    Sampe berantem
    Aigoo

  3. huwaaa taemin kasihan ….
    raehee meninggal ? huwaaaa …
    ini keren kok … emang ahahah rada ada kurang feel … tpi segini dah bgus banget …

    good job thor …

  4. thor daebak..
    Ini ff dbuat berdasarkan MVnya BigBang Haru Haru kan??
    Benar2 mengharukan..
    Bisa di bilang Thor berhasil menyampaikan perasaan yg d MV melalui kata2..
    #ga ngerti ngomong apa..
    Nice ff

  5. Waah baru sadar kalo ff nya ngikutin MV Haru Haru..
    tapi perasaan miriip banget sih? *ya iya namanya juga ngikutin*
    🙂 daebak.. aku terbawa suasana jadinya baru ngeh klo ff nya kyk Haru Haru.. 😥

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s