A Year Love Story Part 3 : Still in February [1.2]

A Year  Love Story

{PG-15} Part 3 — Still in February 1.2

Author             : HanaKimchi a.k.a Hana Eonni (하나 언니)

Main Cast        : Lee Jinki (Onew), Lee Chaerin (Chaerin)

Support Cast   : Key, Jonghyun, Minho, Taemin, Raena, Ahra and so many others ………

Genre              : Romance, Humor, Family, Parental Guidance

Length             : Sequel/ ??? (More than 10 maybe)

Rating             : {PG-15}

Summary         : Apakah Onew akan bertemu dengan calon istrinya itu?? Apa yang bakal terjadi saat mereka bertemu nanti?? Apakah Appa-nya Onew benar sakit parah?? Dan apa reaksi para SHINee member lainnya??

Note                :  Jangan sesali apa yang telah terjadi, tapi belajarlah dari hal itu. Kegagalan itu hal biasa, tapi gagal dalam hal yang sama kedua kalinya adalah hal terbodoh yang tidak termaafkan. Pesan author untuk readers, do whatever you want before its too late. That’s not about the end but the process that makes you grown up, slowly. Destiny is in your own hands, so FIGHTING!!!

~ ~ ~

*J* Quotes:

©      ‘Never frown, even when you are sad, because you never know who is falling in love with your smile’

©      ‘Make yourself a better person and know who you are before you try and know someone else and expect them to know you’

©      Hana eonni said ‘Ketika kau memiliki seseorang, dia tidak akan memaksamu menjadi apa yang diinginkannya. Tapi akan memberimu kesempatan untuk menjadi dirimu sendiri, membuatmu dewasa dengan melakukan segala yang kau inginkan dan bertanggung jawab. Karena cinta bukan hanya materi, kasih sayang dan emosi. Tapi perubahan dan pembuktian diri’

~ ~ ~

At night, at dinning table ……

*J* Jinki POV

“Jinki, kapan kau datang?” tanya Appa padaku.

“Tadi siang Appa.” Jawabku singkat.

“Apa kau sudah tau yang akan kubicarakan padamu?” tanyanya kemudian.

“Ne, algessoyo” jawabku singkat.

“Kau tak ada jadwal malam ini?” tanya Appa kemudian.

“Anio, aku akan menginap malam ini. Lagian aku kangen dengan kalian” kataku. Sebenarnya aku tak sanggup membuka mulutku lagi, mengingat apa yang dikatakan Umma padaku siang tadi. Bagaimana bisa lelaki didepanku ini terlihat sangat tangguh, seolah olah tidak terjadi sesuatu padanya.

“Appa, ….. kwaenchan haseyo?” tanyaku pelan.

“Ehm, …… kau tak usah memikirkanku. Aku sudah bisa menerima keadaanku sekarang” kata Appa kemudian, sambil meneruskan makan malamnya.

“Na, neomu gokchongma?” sahutku.

“Gokchonghajima, Jinki-ah. Yang kuharapkan adalah kau sekarang, sebagai anakku satu satunya. Sebagai penerus HK Construction dan masa depan keartisanmu” kata Appa yang memandangku sambil tersenyum.

“Ne. Arasso” sahutku lega.

“Selesaikan makanmu, lalu kita bicara di ruang keluarga. Yeobo, kau membuat puding coklat kesukaanku kan?” tanya Appa pada Umma-ku.

“Iya, sudah kutaruh di meja ruang keluarga, sayang. Makan dan berbincanglah dengan Jinki, aku akan menelefon butik sebentar” jawab Umma dari dapur.

~ ~ ~

That night, in SHINee dorm ….

*J* SHINee POV

“Umma masak apa?” tanya si ’Baby’.

“Ada Tuna Kimchi Soup, Tofu Soy Bean Soup dan Kimchi Stew” jawab Key tanpa mengalihkan perhatian dari panci (?) didepannya.

“Hari ini kok penuh dengan Kimchi sih???” sahut Taemin sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Kalau kau tak mau, tak usah makan!” sahut si ‘Umma’ ketus sambil memberikan ‘death glare’ nya.

“Eh, …. enggak kok. Aku mau cuman ….. ada desert-nya gak?” tanya Taemin yang kemudian mendekati Minho yang sedang duduk di sofa, nonton TV.

“Ada. Tapi ntar kalo dah makan semua baru aku keluarin. Kalo sekarang, gak seru!” sahutnya.

“Baby, … ada yang bisa kubantu gak?” tanya Jjong yang sidrom ‘suami-istri’ nta kumat tiba tiba sudah ada dibelakang Key.

“Gak usah panggil ‘Baby’ gak mempan tau!!” teriak Key pada Jjong.

“Aku kan si ‘Baby’ bukan Key hyung??” sela Taemin cemberut (hwahahahahaha … ada yg protes!)

“IYA … TAHU!! Tata meja makan aja, sana. Ehm, … Onew hyung tidak pulang malam ini. Dia menginap dirumahnya” sahut Key kemudian.

“Ouwch, ….. mwoya ige?” tanya Jjong balik.

“Sudah, sana. Nanti aku jelaskan” jawab Key.

Lima belas menit kemudian ……

“Chalmokessumnida” kata mereka berempat.

“Ehm, … malhaebwa. Ada apa dengan Onew hyung?” tanya Jjong, yang selalu ingin tahu terlebih dulu dari lainnya.

“Kelihatannya, … ada masalah. Tapi, … aku tak yakin apa itu” jawab Key, singkat sembari meneruskan makannya.

“Maksudmu, …” lanjut Minho sambil melotot.

“Tadi siang Onew hyung menelfonku dan hanya bilang kalo malam ini akan menginap dirumah. Aku tahu dia sangat manja, kekanak-kanakan dan keras kepala, tapi dia sangat sayang dan hormat pada Umma Appa-nya. So, kalo sampai dia menginap, pasti terjadi sesuatu” jawab Key dengan sangat terperinci.

“Onew hyung dimarahi ya?” tanya Tae Min polos dan ……

— PLAK!!! — …… berhasil membuahkan pukulan sumpit dari ketiga hyung-nya.

“Au, ……sakit tau?” katanya sembari mengelus kepalanya.

“Apa kalian ada jadwal besok?” tanya Key kemudian.

“Aku harus sekolah” jawab Tae Min percaya diri.

“Siapa yang tanya? Kan tugas utamamu emang hanya itu!” sahut Key ketus.

“Mianhae …… ” sela Tae Min memelas dan meneruskan makan malamnya.

“Free all day, kau …. ?” jawab Jjong dan balik bertanya pada Minho.

“Aku ada Dream Team recording, tapi siang jam 2 mungkin” jawab Minho.

“Onew hyung menyuruh kita berkumpul di dorm ketika dia pulang jam 10 besok dan kau Taemin, KONGBUHEYO!” teriak Key didepannya.

“ARASSO!” jawab Tae Min tak mau kalah kerasnya. Kemudian Key berjalan menuju rak yang ada diatas lemari es dan mengeluarkan bungkusan besar dan membawanya ke meja makan. Seketika …..

“PIZZA!” teriak mereka bertiga.

“Umma, saranghae” kata Taemin-nie yang langsung meloncat dari kursinya dan memeluk Key.

“That’s my bro” sahut Minho dengan suara berat dan kedipan matanya yang mematikan.

“Yuhuuuuuu, it’s better than anything” sela Jjong kemudian J*

“HEH!! Wait, kalian tak boleh makan kalo TIDAK MENCUCI PIRING MASING MASING!” teriak Key sejurus kemudian.

“Arasso …..” jawab mereka bertiga lesu dan ….. terpaksa. J*

=]:::::::::::> ‘KEY UMMA TERNYATA KEJAM’

~ ~ ~

The same night, in the other place ……

*J* Tuan Lee POV

“Jinki, duduklah” kataku.

“Ne, Appa” dia duduk berhadapan denganku. Tapi, …… tak berani menatap mataku secara langsung.

“Kau sudah tahu apa yang kuminta darimu. Aku tak akan menyuruhmu berhenti mengejar karir keartisanmu karena itu memang sudah keinginanmu dari kecil” jelasku.

“Arasso” jawabnya singkat.

“Aku akan bercerita sedikit mengenai yeoja itu. Dia sangat cerdas dan santun, ibunya sakit parah tapi dia tidak tahu. Aku kasihan jika dia nanti hidup sendiri. Appa-nya di Amerika, New York tepatnya dan dia di Korea hanya dengan ibunya, karena mereka sudah bercerai. Aku menemuinya sendiri dan tahu apa yang terjadi padanya. Dia adalah wakil presiden siswa di sekolah Taemin-nie, dia bisa main piano dan editor majalah sekolah. Sangat berbakat, tak banyak tingkah dan mudah memahami hal baru. Appa merasa membutuhkan menantu seperti itu, untuk membantu Appa di kantor nantinya” jelasku padanya.

“Jadi Appa juga sudah menemuinya?” dia akhirnya mondongakkan kepalanya.

“Ehm, …. iya. Matanya tak terlalu sipit, rambutnya panjang, tingginya hampir sama denganmu dan wajahnya tidak seperti kita kebanyakan. Manis” kataku padanya.

“Mungkin karena Appa-nya dari Amerika?” sahut Jinki tiba tiba.

“Mungkin. Oh ya, …… Appa akan mengundangnya kerumah minggu ini. Tanggal pernikahan kalian sudah Appa tentukan. Bulan depan dan jangan lupa undang teman-temanmu juga ya?” kataku

“Ne, Appa” sahutnya pendek

“OK. Aku ingin istirahat sekarang” pamitku.

“Annyeonghi jumuseyo” kata Jinki.

~ ~ ~

*J* Jinki POV

Ketika Appa-ku sudah masuk kedalam kamarnya, segera mungkin memencet nomer tertentu pada telefon yang ada didepanku.

“Yoboseyo”

“Honey, ini aku. Onew”

“Ah, baby. Dimana sekarang?”

“Aku ada dirumah, ada urusan dengan Appa dan Umma-ku. Bisakah besok malam kita bicara?”

“OK. Kabari aku lagi ya?”

“OK. Bye!” Aku harus memikirkan apa saja yang akan kukatakan padanya.

~ ~ ~

The next morning, in SHINee dorm ……

*J* SHINee POV

Onew baru saja sampai ……

Ketika membuka pintu, Jjong, Key dan Minho sedang menunggunya di ruang tengah. Mereka juga terheran heran mengapa Onew menyetir mobil sendiri dan membawanya ke dorm. Ya, …… tadi malam Appa memperbolehkanku membawa mobilku tanpa sopir. Baru sebulan lalu Appa-nya membelikan BMW M3 Silver seharga 200 juta Won (setara dengan Rp 1. 600.000.000).

Timbullah keheranan yang sangat besar dimata member lainnya. Yang selama ini mereka tahu, Onew diantar sopir jika pulang kerumah dan yang membawa mobil pribadi hanyalah Key dan Minho dengan Audi A5 Coupe warna putih yang berkisar harga 175 juta Won (setara dengan Rp 1. 400.000.000).

“Hyung, tumben boleh bawa mobil sendiri?” tanya Jjong.

“Appa sudah meminta ijin ke agency untuk masalah itu. Dan mulai sekarang aku membutuhkannya” jawan Onew lesu.

“Kau sakit ya?” tanya Minho kemudian dengan penasaran.

“Ani, pikiranku yang lelah” jawab Onew.

“Kau kemarin berjanji akan mengatakan sesuatu pada kami. Cepatlah, aku hampir mati karena penasaran!” kata Key beringsut duduk dengan pandangan menyelidik.

Onew menghela nafasnya lebih dalam, dia duduk disofa yang berseberangan dengan ketiga member tersebut dan melemparkan kunci mobilnya keatas meja. Dan ……

“Aku akan menikah, bulan depan” katanya.

“MWO????!!!!” mereka bertiga berteriak kaget, seketika berdiri dan merangsek duduk ke sebelah Onew.

“Appa sudah membuat kesepakatan dengan agency dan mereka memperbolehkannya. Appa-ku, …… sakit parah” kata Onew sejurus kemudian lalu menengadahkan kepalanya di sandaran sofa.

“Kwaenchana. Jika memang sudah dibicarakan ya …… tak jadi masalah” kata Key.

“Aku akan pindah tempat didepan kalian” jelas Onew.

“Maksud hyung, apartemen Manager hyung di depan dorm kita ini?” tanya Jjong.

“Iya, Manager hyung akan pindah ke lantai atas dengan para dancer” sahutnya.

“Ok! Kami akan bantu kau membersihkan dan menyiapkannya untuk ‘nuna’” kata Key.

“Nuna?” sahut Jjong dan Minho bersamaan.

“Iya, nuna. Istrinya hyung kan nuna kita?” sahut Key enteng.

“Jangan bercanda Key, calon istriku itu sunbae-nya Taemin di sekolahnya. Tahun depan baru lulus, dan mungkin kuliah bareng kamu dan Minho ntar?” kata Onew.

“HEH??? Kok bisa? Kalo gitu tua aku dong?” kata Key dengan setengah kebingungan.

“Tapi hyung, bagaimanapun juga istrimu tetap nuna bagi kami” seloroh Minho yang diikuti anggukan lainnya.

“Key, aku ingin istirahat. Tolong bangunkan aku jam 5 ya? Aku ada janji dengan Ahra” sembari beranjak dari tempat duduknya.

“Dia lagi?” sahut Jjong tak nyaman sambil menyilangkan kedua tangannya di pinggang.

“Hyung, ketika kau sudah menikah nanti, tolong akhiri hubunganmu dengan Ahra. Kumohon, ini demi kebaikanmu dan kebaikan kita bersama. Arasso” potong Key kemudian yang membuat Onew menoleh padanya.

“Ehm, arasso. Aku juga tahu kalo dia hanya main main saja denganku” jawab Onew sembari masuk ke kamar untuk istirahat.

“Kalo tahu, kenapa diteruskan?” tanya Jjong kemudian.

“Sudahlah, aku tak mau membahas itu saat ini” kataku sambil menutup pintu kamar.

“Whatever” sahut Jjong yang diiringi gelengan Minho dan Key.

~ ~ ~

That night, at one place ……

*J* Jinki POV

“Ahra, mianhae ……” kataku padanya.

“Kwanchana honey, …… as long as you still with me. You don’t love her, do you?” sahutnya ringan.

“Of course not, just …… It’s hard to reject my parents wish” jelasku padanya lagi.

“Married her, but you’re still mine. Meet me and you’re always be mine” pintanya padaku.

“Gomawo. I have to back to dorm now, coz they don’t know that I go out to see you” pamitku padanya

“Bye honey, be careful” sahutnya sambil mencium pipiku lembut.

Ten minutes later ……

*J* Ah Ra POV

“Miss Go, apa yang akan Anda lakukan?” tanya seorang laki-laki yang berdiri didepannya.

“Aku tetap pada rencanaku awal, biar Jinki menikah” jelasku.

“Lalu, ……” lanjut laki-laki itu penasaran.

“Aku tetap jadi nomer 2, lihat nanti saja. SLOWLY ……” jawabku.

~ ~ ~

Once in the morning, ……

*J* Chaerin POV

Di meja makan saat sarapan ……

“Yoboseyo”

“Chaerin-ah, ini Tuan Lee”

“Eh, Tuan Lee. Darimana Anda tahu ……?”

“Jung yang memberiku. Chaerin, Jung tadi sudah kusuruh membuatkanmu surat ijin tidak masuk. Hari ini jam 10 akan ada mobil yang menjemputmu dan Umma-mu untuk kerumahku. Istriku sudah menunggu. Sekarang waktunya kau bercerita pada Umma-mu Chaerin. Bagaimana?” katanya.

“A …..a ….aku belum siap Tuan Lee” kataku terbata bata dan kebingungan.

“Harus Chaerin. Dan kurasa Umma-mu pasti akan mengerti. Aku tutup dulu ya? Annyeong” Tuan Lee menutup telefonnya.

OTTOHKE?? What I should say to her? No matter happens, I must tell the truth …

“Ehm, Umma. Aku ingin mengatakan sesuatu” kataku. Kemudian Umma yang ada di dapur mengambil duduk di kursi sebelahku. Dia memegang tanganku, memadangku dengan lembut, seolah dia sehat dan tak terjadi apa apa.

“What do you want to say to me dear?” tanya Umma.

“But you promise me not to be angry with me after that, right?” kataku kemudian.

“Whatever you say ……” sahut Umma.

“Pertama, hp-ku sudah kembali. Jadi ini, …… hp Umma aku kembalikan. Gomawo” kataku.

“Ne, kwaenchana. Lain kali hati hati ya? Keureom, …” pinta Umma kemudian.

“Ada seseorang yang ingin menjadikanku menantunya. Nanti jam 10 ada mobil yang menjemput kita untuk bertemu dengan mereka. Aku sebenarnya bingung, tapi …… aku tak berani berbicara sama Umma?” aku menunduk seketika itu. Umma mendesah pelan, lalu ada senyum yang tersungging di tepi bibirnya. Apa arti senyum itu?

“You must be so lucky honey. Umma akan lihat seberapa besar keberanian mereka karena mau menjadikan menantunya tanpa meminta ijin Umma sebelumnya” kata Umma padaku.

“Umma …… “ selaku.

“Get ready honey, ini sudah hampir jam 9” kata Umma tersenyum.

“Ne” sahutku singkat.

~ ~ ~

In the bedroom, ……

*J* Chaerin Umma POV

Ya tuhan, benarkah yang Chaerin katakan?. Dia sudah mempunyai kekasih dan akan menjadikannya istri? Apakah ini jawaban dari doaku? Ketika waktuku tiba nanti, Chaerin sudah ada yang mengurus. Aku tak perlu khawatir lagi padanya.

~ ~ ~

Finally they arrived and, ……

*J* Tuan Lee POV

“Annyeong hasimnikka, Lee-imnida dan ini istriku” aku membungkuk pelan

“Ne, annyeong. Saya Umma-nya Chaerin”

“Chaerin, kau berkelilinglah sebentar, kami ingin berbicara dengan Umma-mu. Bagaimana?”

“Algessoyo, Tuan Lee” jawabnya kemudian. Dia segera menuju taman belakang dimana istriku merawat bunga kesukaanya.

“Nyonya Lee …… eh ….. kurasa kita jodoh hingga marga kita sama” kata Umma-nya Jinki

“Iya, itu margaku saat aku menikah dengan Appa-nya Chaerin. Atau panggil saja Hyun Ji”

“Mari ikut saya” istriku mengajak Umma-nya Chaerin ke Ruang kerja.

——-

Di ruang kerja itu kami bertiga bercakap cakap hampir dua jam lebih, dan tak terasa segala hal yang berkaitan dengan Chaerin dan Jinki sudah mencapai kata sepakat. Ketika kami selesai dan ingin menuju ke meja makan untuk makan siang, Chaerin sedang tergeletak pingsan di samping sofa.

“Ya Tuhan, Chaerin-ah …… bangun ……” teriak Umma-nya. Lalu aku segera menelfon Dokter Jung.

“Jung, segera kerumahku sekarang, Chaerin pingsan”

“Ne, arasso”

Segera kugendong Chaerin menuju kamar Jinki yang ada di lantai 2 dan ku tidurkan dia disana.

“Sayang, telfon Jinki untuk pulang sekarang” pintaku pada istriku.

“Baiklah, sebentar ……” jawabnya

“Yoboseyo”

“Jinki, kau bisa pulang sekarang sayang? Cepatlah”

“Umma. Ada ap ……?”

Belum selesai Jinki bertanya, istriku segera menutup telefonnya.

“Nyonya Lee, aku sudah menelfon anakku, sebaiknya Anda pulang beristirahat. Aku tahu kalo Anda juga tak seberapa sehat. Chaerin sudah kupanggilkan dokter pribadi kami. Mungkin dia hanya kelelahan menunggu kita ngobrol tadi. Anda akan kami antar” kata istriku pada Umma-nya Chaerin.

“Baiklah, aku mohon pamit. Aku titip Chaerin hari ini dan terima kasih untuk semuanya”

15 menit kemudian ……

“Tuan Lee, dimana Chaerin?” tanya Dokter Jung.

“Ada di kamar Jinki, diatas” jawabku. Seketika aku dan Jung tergesa gesa menuju keatas. Jung dengan sigap memasang selang oksigen dan tabung oksigen mini untuk membangunkan Chaerin. Sesaat kemudian dia mengukur tekanan darahnya.

~ ~ ~

*J* Jinki POV

30 menit kemudian ……

“Umma …..? Apa yang terjadi dengan Appa?” tanyaku tergesa gesa pula.

“Appa-mu tidak apa apa sayang. Cuman, calon istrimu pingsan” jelas Umma.

“Calon istriku? Odiga?” sahutku kemudian.

“Dikamarmu” kata Umma yang membuatku kaget.

“HEH???? Dikamarku?” selorohku terheran heran. Seketika itu pula aku berlari kemarku, beraninya dia masuk kamar orang tanpa ijin. Pingsan lagi? Memang siapa yang menggendongnya keatas?

Ketika sampai diatas, ….. Appa dan Dokter Jung ada didalam. Aku bergerak masuk, pelan dan tak ingin menimbulkan suara gaduh. Tiba tiba ……

“Jinki, kapan kau datang?” tanya Appa padaku.

“Baru saja. Siapa dia? Kok ada ditempat tidurku?” tanyaku balik.

“Itu Chaerin. Mungkin dia pingsan karena kelelahan” jawab Appa.

Keberanikan diri mendekat, dan ……

Seorang yeoja berkacamata tipis, bibirnya merona kemerahan, lumayan tinggi dan …… manis. Tak kalah cantik dengan Ahra. Diakah calon istriku???

~ ~ ~

*J* Jinki POV

Ya tuhan, yeoja itu sudah pingsan sejak 6 jam yang lalu ….. sebenarnya apa yang terjadi padanya?

Mengapa Umma dan Appa tidak segera mengantarkannya pulang tadi? Mengapa Umma hanya mengantarkan Umma-nya yeoja itu pulang dulu? Mengapa mereka membiarkan yeoja itu pingsan dan ada didalam kamarku?

Aiiissshhhhh ……… (*bingung tapi penasaran??? J)

Pikiranku kok melayang kemana mana …… (*kayak layang2 putus ya???)

“Appa, memangnya tadi apa yang terjadi?” tanyaku.

“Chaerin-ah pingsan saat Umma-nya berpamitan pulang. Umma Chaerin juga merasa kurang sehat” jawab Appa dengan jelas.

“Mengapa yeoja itu ada dikamarku?” tanyaku pada mereka keheranan.

“Kau, …… dia kan calon istrimu! Mengapa tak boleh ada dikamarmu?” jawab Appa sedikit terheran heran dengan pertanyaanku.

“Eh, …… ne?” sahutku singkat sambil menggaruk kepalaku yang … tak gatal sama sekali.

Ya ampun, …… malam ini kan aku janjian dengan Ahra. Ku kirim sms aja, biar ntar nggak marah marah.

To: My Girl

Honey, aku tak bisa bertemu kau malam ini. Appa-ku menelfon dan sekarang aku ada dirumah, tak bisa kemana mana. Aku akan menelfonmu nanti. Mianhae.

(*cieeeeee, My Girl …… perasaan author gak pernah dikasih nama gitu deh di speed-dial?? PLAK!!)

~ ~ ~

*J* Chaerin POV

“Ehmm, …… oh … o …” desahku. Ya tuhan, dimana ini? Kamar siapa ini? Foto siapa yang menggantung di dinding itu? Aku tadi kan hanya duduk di sofa dan ……

Aku pingsan! Sejurus itu pula aku langsung bangun dan tiba tiba ……

“Chaerin-ah, kau sudah sadar?” sapa wanita itu, Nyonya Lee sedang berdiri menghampiriku dan duduk dipinggir tempat tidur ini.

“Ehm, … sekarang sudah jam berapa? Mana Umma?” tanyaku dengan masih kebingungan.

“Kau pingsan lebih dari 6 jam sayang, Umma-mu sudah kami antar pulang” jawabnya.

“Chosonghamnida, aku pamit sekarang Nyonya Lee” sahutku sambil beranjak dari tempat tidur dan mengambil sweaterku yang ada dimeja sebelahku. Wanita itu, meraih tanganku dan menarikku kembali ke ranjang.

“Umma-mu menyuruh kami menjagamu malam ini. Tadi Dokter Jung juga sudah kutitipi pesan untuk ijinmu besok disekolah. Kau pulang besok saja ya?” katanya kemudian.

“Hajiman, …… “ selaku.

“Ini kamar Jinki, Chaerin. Siang tadi aku menelfonnya untuk pulang agar bisa menemanimu malam ini” kata Nyonya Lee kemudian.

“Kamsahamnida” kataku.

“Kau disini saja, nanti makan malammu akan diantar kesini ya?” katanya lagi.

“Ne” sahutku agak bingung, apa Umma-nya juga tahu tentang penyakitku ini? Ah, mengapa aku jadi kebingungan sendiri. Apa yang harus kulakukan sekarang?

Aaiissshhh, MOLLA MOLLA !!

~ ~ ~

Saat keluarga Lee menikmati makan malam ……

*J* Jinki POV

“Sayang, kalo kau sudah selesai. Tolong, antarkan makan malam untuk Chaerin keatas ya?” pinta Umma padaku.

“Heh, aku ……?” tanyaku sambil menunjuk diriku sendiri yang kebingungan.

“Iya, trus nanti tolong temani Chaerin juga. Umma khawatir terjadi sesuatu padanya, karena wajahnya masih terlihat pucat” pinta Umma lagi padaku.

“Hah, aku ……?” tunjukku lagi pada diriku.

“Sayang, kan ada sofa besar di dalam kamarmu. Kau bisa tidur disana, lagian sebentar lagi dia kan jadi istrimu?” kata Umma yang sempat kulihat mengerlingkan mata pada Appa-ku.

“Malam ini, ajaklah dia ngobrol. Biar kalian mengenal satu sama lain” tambah Appa sambil tersenyum.

“YA! KALIAN INGIN MENJEBAKKU YA?” teriakku kemudian.

“HAH, CK CK CK … BUAT APA KAMI MENJEBAKMU!” Appa ganti berteriak.

“KEUNDAE, APA YANG KALIAN RENCANAKAN?” sahutku tak kalah kerasnya.

“KAMI TAK PUNYA RENCANA APA APA!” teriak Umma dan Appa bersamaan.

“HAJIMAN……!” potongku kemudian L*

“KALO TERJADI SESUATU, … KWAENCHANA!!!” teriakan Appa yang ini ….

“YA! ……” jawabku kesal!

Kulihat mereka berdua tertawa dengan kemarahanku ini, ya …… mungkin karena selama ini aku terlalu manja mereka selalu menggodaku. BAHKAN DALAM HAL SEGAWAT INI !! J*

“Ya sudah, ……” kataku menyerah sambil membawa nampan makan malam yeoja itu keatas.

“Nah, …… gitu dong??” kata Appa.

“Chal jumuseyo, everybody” kataku mengakhiri pertengkaran lucu ini, menyerah, kalah telak dari mereka.

Hufffttttt ……… mereka tim yang sangat kuat ternyata!!!

“Ne, honey. Chayo” jawan Umma dan Appa bersamaan. Mereka berdua selalu kompak dalam hal menakutiku, menggodaku bahkan mempermainkanku.

~ ~ ~

That night, at SHINee dorm ……

*J* SHINee POV

“CHUPTA!” seru Taemin-nie. L* L*

“CHEMIOPTA!” seru Minho. L* L*

“SULPHUDA!” seru Key L* L*

“ISANGHADA!” seru Jjong. J* J*

“HEH!” tengok mereka bertiga setelah mendengar seruan yang terakhir?

“Isangheyo? Nugu? Uri?” sahut Key sejurus kemudian sambil menunjuk pada dirinya sendiri.

“Dua malam Onew hyung tak ada jadi, …… aneh!” jawab Jjong.

“Ho oh” sahut Taemin-nie manggut-manggut.

Love’s way! Love’s way! You’re my true Love~!

Hp Key berbunyi.

“Yoboseyo” sahut Key.

“Key, aku tak bisa pulang. Ummaku menyuruhku menemani yeoja itu dirumah malam ini”

”Heh, ….. yeoja? Dirumahmu? Malam ini? Menginap?” tanya Key penasaran.

”Ne”

”Hyung, …..” sela Key.

“Bye”

Belum selesai Key menginterogasi, telefonnya sudah ditutup oleh Onew. Huuufffttt ……

“YA!” teriak Key sejurus kemudian?!?!

Jjong, Minho dan Taemin ternyata menguping pembicaraannya. Jjong ada di kanannya, Minho ada dikirinya dan Taemin jongkok dihadapannya sembari menaruh tangan di dagunya dan tersenyum (*aigoo …… NEOMU KWIYEOPTA??? J’)

“MWOYA!” teriaknya. Tapi mereka bertiga tetap dalam keadaan diam dan tak bergeming. Jjong menyungging senyum nakalnya, Minho mengedipkan mata mautnya dan Taemin yang mengeluarkan ‘Baby’ aegyo-nya. Aigooooo …… J*

“Hyung tak bisa pulang malam ini. Umma-nya meminta hyung untuk menemani yeoja itu dirumah” terang Key yang kalah telak dari pandangan mereka bertiga.

“Yeoja? Siapa?” tanya Taemin polos.

“Calon istri Onew hyung” jawab Minho menoleh ke dongsaengnya sambil mencubit pipinya pelan.

“Heh, Onew hyung mau menikah? Kapan? Dengan siapa?” tanya Taemin-nie terus menerus.

“Aisshh, kau cerewet amat sih?” sahut Key.

“Aku kan, cuman tanya?” jawabnya memelas.

“Dengarkan aku. Onew hyung akan menikah, agency menyetujui karena Appa-nya sedang sakit. Terakhir, NO QUESTION!” teriak Key akhirnya.

“Ehm, dirumah …… dengan yeoja itu …… menemaninya …… ” kata Jjong sambil memandang nakal pada member lainnya. Senyum yang tersungging dibibirnya terlihat mencurigakan.

— BUG! — — BUG! —

“DASAR OTAK MESUM” teriak Key sambil mendaratkan bantalan sofa kearah Jjong dan disusul pukulan Minho berikutnya.

“WHOI!!, aku kan hanya ingin membayangkan apa yang bakalan terjadi malam ini?” kata Jjong sembari mengelus-elus kepalanya. Seketika itu, Minho dan Key langsung menutup telinga Taemin-nie yang sedang bengong.

“KAU! … TAEMIN-NIE KAN MASIH DIBAWAH UMUR!” teriak mereka berdua.

“Mian, …… aku lupa?” sela Jjong nyengir sambil kembali duduk ditempatnya semula.

“Apa yang kalian bicarakan? Kenapa telingaku ditutup sih?” tanya Taemin-nie sambil berusaha melepaskan tangan Minho dan Key yang ada ditelinganya.

“Ani. Kau …… DO YOUR HOMEWORK!” teriak Key sembari melotot ke Taemin-nie kemudian.

“Ne, Umma. Arasso” jawab Taemin, lesu dan segera beranjak kekamar untuk belajar.

“KAU KEJAM!” teriak Jjong ke Key.

“KAU MESUM!” teriak Key ke Jjong kemudian.

“KALIAN BERISIK!” teriak Minho yang sukses membuat Jjong dan Key diam seketika.

~ ~ ~

*J* Jinki POV

Tok tok tok tok …

“Apa kau sudah tidur?” tanyaku.

“Ani, masuklah Jinki-ssi” jawab yeoja itu. Aku kemudian masuk pelan dan melihatnya berbaring diranjang dan menatapku.

“Kau sudah mengenalku?” tanyaku padanya.

“Ne, nae yeoja chingu adalah SHAWOL jadi setidaknya aku tahu sedikit tentang kalian” jawabnya.

“Ehm, …… makanlah, lalu istirahat. Esok pagi aku akan mengatarmu pulang” sahutku kemudian.

“Ne, arasso” jawabnya yang langsung melahap makan malamnya.

Lalu, aku menuju ke almari dan mengambil bantal dan selimut tebal warna putih dan menaruhnya disofa. Aku juga mengambil kaos silver tak berlengan dan celana ¾ hitam. Aku sudah tak memperdulikan yeoja itu, apakah nanti dia melihatku berganti pakaian atau tidak. Kemudian aku melepas jaket kulit dan hem yang kukenakan dan langsung mengambil handuk.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!” teriaknya.

“Hey, ada apa dengan mu?” tanyaku sambil berbalik padanya dan kulihat yeoja itu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.

“Apa yang kau lakukan?’ tanyanya.

“Ganti baju?” jawabku bingung.

“Kau tahu, aku tak ingin melihatmu …… telanjang” katanya malu-malu.

“Sudahlah, sebentar lagi kau kan jadi istriku. Jadi biasakan melihatku pakai baju ataupun telanjang. Arasso!” sahutku dengan dingin.

“Tapi, …… “ selanya (*telanjang aja oppa, author gak bakal pingsan kok …… #GUBRAK J*)

“ARA! Aku akan ganti celana di kamar mandi. Lagian aku tidak ingin kau pingsan lagi seperti tadi siang” jawabku sambil membawa celanaku kekamar mandi. Ketika aku menutup kamar mandi, kulihat yeoja itu sudah melepaskan kedua tangannya dan menatapku. Di dalam otakku ……

‘GILA! Bagaimana bisa aku senekat itu tadi? Tidak biasanya aku seperti ini saat didekat seorang yeoja bahkan dengan Ah Ra sekalipun!’

Setelah selesai mandi dan ganti baju, aku keluar dari kamar mandi dan …… yeoja itu sudah terlelap memunggungiku. Aku berjalan pelan menuju ke arahnya. Dia mungkin lupa melepaskan kacamatanya saat akan tidur tadi, atau dia memang benar benar sudah tidak bisa menahan kantuknya hingga makan secepat itu?

Terlihat olehku pundaknya yang ramping, badannya yang terbalut selimut seakan seperti hasil pahatan yang sempurna. Rambut hitamnya tergerai dan ketika kuraih kacamatanya …… dia menggeliat kearahku. Aku kaget dan mundur selangkah untuk membatalkan niatku. Tapi, apa kacamata itu nanti tidak mengganggu tidurnya?

Perlahan tapi pasti kudekati kembali yeoja itu, kutarik naik selimutnya dan meraih kacamatanya. Ketika kulepas ……. dihadapanku sepertinya ada seorang dewi yang tak ingin kubangunkan dari tidurnya yang panjang! Sangat damai, nyaman dan cantik …..

Aisshhhhh, ……….. mungkin sebaiknya aku juga tidur daripada pikiranku berubah jadi mesum.

(*author: WAH, AZIK AZIK?? ONEW MULAI MESUM NIH?? J)

J To Be Continued J

Don’t be passive reader, your critics and suggestions could make anyone or anything better.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

102 thoughts on “A Year Love Story Part 3 : Still in February [1.2]”

  1. onew mulai kebius sam pesona y chaerin nih,,,, masi banyak teka teki nih jd penasaran……
    onew jg ngak dikasi tau tentang penyakit y chaerin…
    n anak2 shinee pada sedng semua y nih ya bikin ngakak nih…..

  2. ehmmm sepertinya ahra punya niat yg jahat sama jinki..
    cieee yg mau buka2an d dpn chaerin cieeee *poke jinki* hahaha
    ^^

  3. ah, gue rasa yang sakitnya Udah stadium akhir itu chaerin deh bukannya Appa si Jinki…

    Hadeww gilaa Jinki berani buka-bukaan…
    Hadeww beb Kenapa gak depan gue aja sih!!

  4. Ihh Jjong oppa yadooong..
    ommo jinki oppa buka bukaan *shock*
    waah jinki oppa sudah mulai terpesona sama chaerin..
    udah deh tinggalin aja tuh si ahra

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s