Go Away – Part 5

Title: Go Away
Genre: Romance, Sad
Author: Reene Reene Pott
Rating: General

Main Cast : Choi Minho, Lee Son Hee

Supporter Cast : Goo Hara, Donghae, Park Nah Ra, Oh Jae Jin, Kim Hyun Jae, Choi Sulli
Legth: Sequel
Language: Indonesia

A/N : Sebenernya ada posternya. Tapi ternyata ketinggalan, jadi nggak usah ya… Mian…. Lagipula dari awal nggak ad posternya kan?? Hehehe. Mianhae… Jongmal mianhae.. *bow*. Kelamaan yah? Mianhae…!!*bow* Yah pokoknya selamat membaca deh!!!

Chapter 5

 

Son Hee’s POV

“Son Hee-yah,” sebuah suara berat menyapaku dan menyadarkanku dari lamunanku. Aku menoleh.

Mataku membulat dan napasku tercekat mendapati namja itu ada di sampingku sekarang. Sedang apa dia di sini? Bagaimana dia bisa tahu aku ada di sini?

Author’s POV

Minho menatap yeoja di depannya. Hatinya membuncah ingin memeluk gadis itu, namun ia menahannya.

“Choi Minho…” gumam Son Hee. Ia menggelengkan kepalanya sesaat lalu berkata lagi,” Mian aku tidak datang ke pestamu,” Minho hanya tersenyum tipis.

“Kau sudah mendengar berita itu?” tanyanya. Son Hee mengerutkan keningnya.

“Berita yang mana? Banyak berita yang kudapat akhir-akhir ini,”

“Soal Hara,” perkataan Minho itu spontan membuat raut wajah Son Hee menegang.

“Oh, itu. Aku…” Son Hee menghentikan kata-katanya lalu menelan ludah, “Aku tak mengerti. Dan aku nggak mau ambil pusing. Jadi yaaa…” lalu dia mengangkat kedua bahunya.

“Jadi, kau menganggap ucapanku waktu itu benar-benar serius?”

“Ucapanmu yang mana?” Son Hee seperti orang babo sekarang.

“Yang di bandara,” jawab Minho sabar.

“Oh, itu. Tentu saja. Lagipula, terus terang saja aku sudah tak punya perasaan apa-apa padamu,” kalimat terakhir yuang telah diucapkan Son Hee membuat Minho pucat seketika. “Setelah mendapat undangan itu, aku berusaha keras melupakanmu. Sepertinya berhasil. Chukkae untuk pernikahanmu,” lanjutnya sambil tersenyum lalu menjilat es krimnya kembali.

Dia pura-pura. Son Hee berpura-pura tegar di depan namja itu. Hatinya sekuat tenaga menahan perih. Dia ingin Minho bahagia tanpa terbebani oleh perasaannya. Itu saja sudah cukup.

Tapi ternyata Minho menganggap semua ucapan Son Hee itu kebenaran, karena Son Hee terlihat sangat biasa. Dia ingin menceritakan tentang keluarganya, namun diurungkan niatnya itu.

Karena mereka sudah tidak saling bicara, maka Son Hee memutuskan untuk pulang. Duduk di sebelah Minho hanya akan membuat hatinya teriris-iris. Membuatnya merasa bersalah. Tanpa diketahuinya, seorang yeoja memperhatikan mereka berdua dengan tatapan merenung. Keningnya berkerut seperti sedang berpikir keras.

__

Son Hee melangkahkan kakinya dengan berat ke salah satu halte bis. Es krimnya belum habis-habis, walaupun sudah dari tadi ia jilati *eskrim ajaib*. Tetapi, tepat sebelum ia sampai di halte sebuah tangan menahannya. Son Hee menoleh dan mendapati seorang yeoja yang persis dengan yang ia lihat di tabloid.

“Hara,” gumamnya pelan. Hara tersenyum manis.

“Bisakah kita bicara sebentar?” tanyanya dengan nada memohon. “Jebal,” lanjutnya.

Son Hee mengangguk. “Ne,”

Hara membawa Son Hee ke sebuah café kecil yang ada di sekitar situ. Son Hee membuang es krimnya, karena dia kesal dari tadi ia menjilati es krimnya namun eskrimnya gak habis-habis. Setelah itu, mereka masuk ke dalam café tersebut. Mereka mengambil tempat di sudut ruangan. Kening Son Hee berkerut, ia mulai membatin yang aneh-aneh.

“Son Hee-ssi, mungkin kau masih marah dengan nampyeonku,” Hara mulai membuka percakapan setelah mereka duduk. Son Hee hanya tersenyum miris.

“Aku sudah tidak marah dengannya, dan kami sudah tidak ada hubungan apapun,” jawab Son Hee datar. Hara menyeruput cappucinno pesanannya sambil tersenyum.

“Kau tidak tahu kalau kami dinikahkan secara paksa,” perkataan Hara membuat Son Hee memutar kepalanya menghadap Hara.

“Mwo?”

“Ne, kami dinikahkan secara paksa oleh orangtua kami. Sebenarnya aku, bahkan Minho menolak, karena kami mempunyai kekasih masing-masing. Tapi kami terpaksa, karena orangtuaku yang sudah sakit-sakitan, ditambah kakek Minho yang suka jantungan, jadi kami menyetujuinya.” Jelas Hara. Son Hee jadi terperangah mendengar penjelasan Hara.

“Tapi, kalian mempunyai anak,” balas Son Hee.  Hara tersenyum masam.

“Lina bukan anak kandung kami. Tapi aku sangat menyayanginya. Kami meminta untuk berbulan madu selama 10 bulan di Jepang hanya untuk mengadopsi anak,” jelas Hara lagi. Son Hee melongo.

“Ap… Apa?” Tanya Son Hee sambil membelalakan mata.

“Aku, dan Minho, saling takut untuk bersentuhan,” kata Hara sambil tersenyum. “Sekarang, aku nggak kuat lagi. Aku nggak kuat harus selalu memakai topeng di depan orangtua Minho. Jadi, kami memutuskan untuk bercerai,”

“Hah? Jadi? Gossip itu benar?” Tanya Son Hee. Hara menaikkan alisnya bingung. “Gosip kau dan Minho akan bercerai itu,” lanjutnya. Hara mengangguk.

“Besok jam 9 pagi,” jawabnya. “Kami harus segera berpisah jika tidak ingin terus-menerus memakai topeng seperti ini,” Hara menatap Son Hee dalam “Dan menyakiti hati kami sendiri,”

“Lalu, untuk apa kau memberitahuku semua itu?” Son Hee menyeruput hot chocolate-nya dengan santai.

“Tentu saja karena Minho masih mencintaimu,” kata-kata Hara membuat mata Son Hee membulat. Lalu ekspresinya melunak dan menyeruput hot chocolate-nya lagi.

“Huh, kalau saja kau tahu apa yang sudah diucapkannya sebelum keberangkatanku ke Paris,” dengus Son Hee. “Tepat sebelum aku boarding pass,”

“Aku tahu,” ucap Hara santai. “Tidak mudah mengucapkan kata-kata itu baginya. Kau tahu, dia diancam. Dia diancam kakeknya kalau dia tak mau menikahiku, kau akan dibunuh,” jelas Hara, sukses membuat Son Hee terperanjat.

“Kalau begitu, janganlah bercerai. Kalau kalian bercerai dan kakeknya Minho akan mengira penyebabnya adalah aku dan aku akan dipancung,” tukas Son Hee. “Aku kan masih mau hidup.” Hara terkekeh pelan.

“Son Hee, tenang saja, kami bercerai karena sudah berbicara dengan kedua orangtua kami. Aku sampai mengancam akan bunuh diri kalau orang tuaku tak membiarkanku bercerai,” jawab Hara.

“Dasar nekat,” celetuk Son Hee.

“Ya, aku memang nekat, kau tahu,” kata Hara sambil tersenyum riang.

“Lalu, kalau kalian bercerai, siapa yang mengurus Lina?”

“Aku,” jawab Hara mantap. “Dia sudah seperti darah dagingku sendiri,” jelasnya. “Sekarang, temuilah Minho di luar. Dia merindukanmu tahu,” ujarnya sambil bangkit berdiri.

“Kau mau kemana?” kening Son Hee berkerut.

“Pulang, aku harus mengurus Lina,” jawab Hara enteng. “Temui Minho di halte bus,” katanya sebelum melesat pergi. Son Hee hanya termenung. Tapi akhirnya dia bangkit berdiri dan melangkah menuju kasir. Tapi si kasir berkata bahwa minumannya telah dibayar oleh yeoja yang tadi. Son Hee mengucapkan terimakasih pada Hara dalam hati lalu melangkah keluar café.

Benar saja, Minho sedang menyenderkan punggungnya di tembok halte. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya. Tatapannya merenung. Lurus ke depan.

“Minho…” gumam Son Hee pelan. Namun sebenarnya ia memanggil namja itu, dan karena sangking pelannya dia tak yakin Minho mendengar panggilannya.

Tapi nyatanya Minho menoleh dan tersenyum pada Son Hee. Senyum yang sudah lama tak dilihat Son Hee. Senyum yang selama ini dirindukannya. Son Hee terdiam mematung, meredakan jantungnya yang berdebar setiap ada Minho didekatnya.

“Son Hee-yah…” sapanya ramah. Sekarang mereka berhadapan satu sama lain. Tangan Minho terulur dan menarik tubuh Son Hee ke dalam pelukannya. “Jeongmal bogoshipoyo,”

Son Hee mematung. Namun ia tak bisa menolaknya. “Nado,” jawabnya pelan. Minho semakin erat memeluknya. Entah berapa lama ia tenggelam dalam kehangatan tubuh Minho. Baru ia sadari, ia sangat merindukan namja yang ada dihadapannya itu. Namun sekejap kemudian dilepaskanya pelukan itu.

“Waeyo, Son Hee-yah?” Tanya Minho.

“Aniyo, aku baru ingat kau masih berstatus suami orang,” ucapan Son Hee membuat Minho terkekeh.

“Ku antar kau pulang,”

“Sirreo!!”

“Waeyo?” Kening Minho berkerut.

“Aku tidak mau ada gossip atau semacamnya, tahu.” Ucap Son Hee. Mau tak mau Minho tertawa.

“Ne, tapi aku bawa kendaraan,” jawab Minho. “Lagipula sudah lama aku tidak ngobrol denganmu,”

“Aku menolak,” sergah Son Hee sambil mengangkat kedua tangannya. “Sudah ya, aku pulang, capek, dan aku butuh mencerna semua yang telah terjadi hari ini. Annyeong,” Son Hee tersenyum pada Minho lalu melangkahkan kakinya berbalik ke arah  halte.

“Nanti malam kutelepon,” seru Minho dari belakang. Son Hee hanya melambai-lambaikan tangannya tanpa mengerti sambil terus melangkah.

Minho tetap mengawasinya sampai Son Hee masuk ke dalam bis dan melaju dari tempat itu.

Son Hee’s POV

Huahh… hari ini sangat lelah. Tiba-tiba aku berbincang dengan Hara dan bertemu dengan Minho. Otakku sudah tak cukup menampung semua, jadi aku langsung melangkah ke kamar mandi. Setelah segar, aku memakai piyama dan langsun naik ke tempat tidur.

10 menit…

15 menit…

Aiiisssshhh… kenapa aku tidak bisa tidur? Langsung aku menyambar Ipod di atas meja, memakai headsetnya, lalu memutar lagu-lagu di situ. Tak lama, mataku memberat dan sudah tak sadar apa-apa.

__

KRINGGGG!!!!!!

KRIIIINNGGGGGG!!!!!!

“Aigoo, apalagi ini?” geramku. Tanganku meraba-raba meraih weker. Got it! Langsung kutekan tombolnya, entah yang mana.

KRIIINGGGG!!!!!

Masih bunyi?? Aigoo, kulepas baterainya. Aman tenteram damai sejahtera. Hari ini hari apa ya? Eemmm.,.. Minggu? Libur dong?? Tapi… sepertinya aku ada schedule hari ini. Apa ya?? Hhmmm… rapat? Aigoo! Astaganagabonar! Rapat jam 8 pagi!! Omo, eotokhe? Sekarang jam berapa? Kulirik jam wekerku. JAM 07.30 A.M KST!!!!! OH MY GOD!!!!!!! Aku langsung seperti orang kesurupan. Rekor mandiku 3 menit. Setelah mandi kilat, langsung kupakai pakaian yang kurasa pantas, lalu ngabur keluar apertemen tanpa sarapan.

Sampai di depan halte, pas sekali ada bus. Aku langsung naik. Setelah turun, setengah berlari aku masuk ke kantor. Hufft.. untung masih keburu.

“Lee Son Hee! Untung kau masih keburu, rapat sebentar lagi akan dimulai!” seru Nah Ra. “Kkaja!” Nah Ra menarik tanganku memasuki ruang rapat.

Sulli’s POV

Jarum jam terus bergerak mendekati angka 9. Aku memeriksa jam tanganku. Jam 08.30 a.m. Jujur, aku merasa lega dengan keputusan oppa ini. Aku tidak harus hidup dalam penyelidikan, dalam kebimbangan, dan dalam kebohongan. Aku sampai heran, Minho oppa dan Hara eonni sangat pandai bersandiwara di depan ku, di depan eomma dan appa. Kenapa mereka tidak jadi pemain film saja?

Aku terduduk di sebuah café di dekat ruang sidang *author ngarang* sambil menunggu oppa dan eonni datang. Aku sudah mengurus semuanya, bahkan memanggil pengacara, untuk berjaga-jaga. Dan tentu saja ini harus dirahasiakan dari media. Mereka tidak ingin persidangan berlangsung ramai. Tunggu sampai sidang selesai, baru mereka mengumumkannya pada media.

Aku berharap, sangat sangat berharap, Son Hee eonni kembali ke dalam pelukan oppa lagi. Mereka sangat serasi. Yah, tidak selalu mesra sih, hanya saja hubungan mereka tidak ada bosan-bosannya. Aku tersenyum mengingat peristiwa saat aku mengintip mereka berdua sedang berperang lempar tepung di dapur kami. Tiba-tiba ponselku berdering.

“Yoboseyo? Oppa?” kataku setelah melihat nama yang tertera di layar ponsel.

“Sulli, kau ada dimana?”

“Aku ada di café dekat ruang sidang oppa, menunggu kalian berdua,” jawabku.

“Ne, aku akan segera ke sana,” Klik. Telepon tertutup. Aku mengembalikan ponselku ke sakuku lalu menyeruput tehku. Inilah kebiasaanku dari dulu, aku tidak suka kopi. Tak lama, sosok jangkung memasuki pintu café bersama seorang yeoja yang sudah kutebak itu pasti Hara eonni.

“Annyeong,” sapa Minho oppa.

“Annyeong,” sapa Hara eonni. Aku hanya tersenyum untuk membalasnya.

“Apakah proses sidang ini akan lancar?” Tanyaku to the point.

“Harus,” jawab Minho oppa.

“Dan kau harus kembali dengan Son Hee. Aku tak suka melihat bestfriendku menderita karena kehilangan cinta,” balas Hara eonni.

“Bestfriend?” aku mengangkat alisku.

“Sulli-yah, kau pikir kami tinggal serumah harus musuhan? Kami hanya bersahabat,” sahut Hara sambil tersenyum. Harus ku akui, wajahnya sangat yeoppo.

“Aku ingin sidang ini berlangsung cepat,” kata Minho oppa.

“Kau pikir aku tidak?” balas Hara eonni. Ya, mereka tampak seperti sahabat. Bukan sepasang kekasih. Sama sekali tidak ada perasaan cinta diantara keduanya.

Tak terasa setengah jam kami mengobrol di café, hingga pengacara kami harus memberitahu kami untuk segera mulai. Aku ikut masuk, begitu pula eomma dan appa. Tampakknya appa sudah mau memaafkan Minho oppa, terlihat dari sikapnya yang tenang dan menyemangati Minho oppa. Eomma juga demikian.

Sidang pun dimulai…

Son Hee’s POV

Huahh… akhirnya rapatnya selesai juga. Aku dan Nah Ra melangkah gontai keluar gedung kantor.

Kruukk…

“Hei, bunyi apa tuh?” Tanya Nah Ra sambil menatapku. Aku hanya cengengesan.

“Aku belum sempat sarapan,” jawabku sambil menggaruk-garuk rambutku yang jelas-jelas tidak gatal.

“Terpaksa. Kkaja!” katanya sambil menarikku menuju ke sebuah warung kaki lima. Sepertinya aku mengenalinya, tapi kapan yah? Oh ya, waktu itu aku dan Nah Ra lembur sampai tengah malam dan makan di sini, dulu sebelum aku berangkat ke Paris.

Setelah mengambil tempat duduk dan memesan makanan, sambil menunggu aku ngobrol dengan Nah Ra.

“Son Hee-yah, kemarin aku bertemu Sulli di jalan,”

“Jinca? Lalu?” tanyaku. Memang, Nah Ra sempat kukenalkan dengan Sulli, dan boleh dikatakan sekarang mereka berteman baik.

“Lalu dia bercerita bahwa Minho dan Hara akan bercerai. Benarklah?” Tanya Nah Ra. Aku hanya mengangguk.

“Kemarin aku sempat bertemu Hara,”

“Jinca?” ia terkejut. Aku mengangguk.

Sudut mataku menangkap sesuatu. Aku menoleh ke arah tengah jalan. Ku lihat di tengah jalan ada seorang gadis kecil terjatuh, sementara ada sebuah truk besar melaju kencang. Panik, aku langsung menghambur menghampiri gadis itu.

“Hei, awas!!” aku membantunya berdiri, mendorong tubuhnya menepi, lalu terdengar teriakan Nah Ra.

“Son Hee!!!!!” aku menoleh dan mendelik melihat truk itu ada di depanku.

TIIIIIINNNNNN!!! TIIIINNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!

BRUKKK!!!!

_TBC_

Mungkin ada reader yang bingung kenapa ceritanya ku potong jadi dua??? Karena ceritanya kepanjangan… *yaelah*.  Gimana? Kependekan? Kepanjangan?? Yah, pokoknya makasih banget deh buat yang udah setia membaca FF ini sampe segini. Makasihhhh.. banget. Gomawoooo sangad pokoknya lah!!!!

Sengaja kupotong sampe bagian yang ini, moga-moga reader dag-dig-dug yah ama yang next part… ^^. Ada yang lagi nebak gimana part selanjutnya??? Tuangin aja di komen kalian, lepasin unek-unek kalian sama nih FF, ditampung semua kok… ^^.

Gomawo yah yang udah baca, jangan lupa, RCL nyaaa!!!!!

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Go Away – Part 5”

  1. Ketabrak truk segala padahal’kn dah mau balik lagi sama Minho, tapi Son Hee gak parah or meninggal’kn?? *ngawur
    ya udah dech lanjut thor..

  2. Yaaaaaaa
    Hei gadis kecilll
    Jangan ditengah jalan kalo main
    Di taman ato di halaman rumah aja
    Nanti mamanya nyariin!!! #ganyambung
    Lanjutt

    1. Awalnya mau gerobak sapi, tapi ga jadi deh, ga lucu kan kalo dia ketabrak truk trus mental ke Hong Kong??? (?)
      Next part udah END!!!! XDD *kebocoran*
      Okeee…. aku mampir yaa.. XDD
      gomawooo… XDD

  3. ya ! ya ! ya !
    jgn sampe sad ending ya thor !! huwaaaa ngak enak bgt dah klo sad ending
    … wkwkkwkwkw
    kasian minho!!! anak kecilnya ngapain lagi ! kurang kerjaan di tengah jalan !!
    lanjutannya thor !!!

    1. Iyaa…. liat aja deh!! *ditampol ela*
      Huhuhu.. emang.. dari awal udah sedih kok mesti sad ending??? T.T
      Minho emang kasihan di sini… huhu.. tabah yaaa yeobo.. *plakk dirajam flames sedunia*
      iya tuh!! anak ilang emang!!
      Iyaa lanjuttt!!! XDD
      Gomawo… XDD

  4. ternyata minho n hara nikah krn terpaksa. . . .
    Tapi kenapa pas semua y dag jelas ada aja kejadian yg ngehalangin, soohee ketabrak lah, meninggal ngak ya? Pa lupa ingatan nanti? Pa lumpuh? LANJUT. . . . .

  5. mianhae reene-thor aku baru baca :’ dan ternyata…

    OMONA! akhirnya mereka cerai juga. aku juga emang rada ngefeel kalo si Lina itu bukan anak mereka. terimakasih tuhan~

    Sonhee baru aja dapet berkah ramadhan, eh kecelakaan -__- yasudah aku mau ngelanjut ke part selanjutnya. part terakhir? yatuhaaaan

  6. Yah!!! Minho udh mau cerai, sekarang Son hee nya kecelakaan.. Thor kau mempermainkan hatiku :’ hahaha
    Daebak! *baca lanjutan*

  7. Yayayayaaaaa…..!!!!!!!!!!!!!!!!
    apa-apaan ni thor…!!!!!!!
    udah ada celah buat bahagia…., eh mala ada truk nyasar…
    TRUK, Thor…. bukan bajai….
    gimana nasib SoHee…????/

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s