Kimi Wa Boyfriend

Kimi wa Boyfriend

 

Author: Shin Chaerin

Cast: Lee Taemin (SHINee), Jang Yumi (imaginary)

Support Cast: Yo San sunbae (imaginary)

Genre: Romance

Disclaimer: SHINee isn’t mine! Plot ceritanya terinspirasi dari komik berjudul Day Dream yang pernah aku baca.

Rating: General

Length: Oneshot

Warning: Typo, alur gaje, OOC, AU.

***

Yumi POV

Perkenalkan namaku Jang Yumi, umur 18 tahun, kelas 3 SMA, hobi baca komik, dan entah kenapa aku selalu menderita apabila berhadapan dengan namja yang bernama Lee Taemin.

NGIIIKK NGIIIK

“Hei, aku ini kan yeoja yang lemah. Kenapa aku harus memboncengmu melewati jalan tanjakan seperti ini?! Uuh! Cepat turun!!” ujarku ketus.

“Aduh, kenapa lagi sih? Kau kan tahu aku tidak bisa naik sepeda? Kalau aku jalan kaki, nanti sampai tempat kursus bisa terlambat. Kalau naik bus, repot..” jawabnya sok manja.

Namja ini. Dia teman lamaku. Aku tidak ingat sejak kapan berteman dengannya.

“Cih, memangnya kau siapa?”

“Hehe, kita kan teman..”

Ugh! Namanya Lee Taemin, dia murid SMA yang sama denganku. Dia manja. Bawel. Menyebalkan. Dan kekanak-kanakan.

“Hei, lebih cepat sedikit dong! Kau bisa bersepeda tidak sih? Kita bisa terlambat nih..”

“Cerewet!”

Teman apanya? Kalau begitu sih bukan teman namanya. Dasar tidak berperasaan! Bersabarlah, Yumi, bersabarlah..

Ngiiik ngiiik ngiiik

***

“Ahh menyebalkan! Habis kelas tambahan, masih harus kursus juga. Benar-benar memuakkan”, gerutunya.

“Mau bagaimana lagi? Ini semua agar kita bisa masuk perguruan tinggi yang baik. Aku jadi khawatir”, sahutku.

Seketika pandanganku beralih kepada seorang laki-laki yang tengah barada di taman.

Eh?? Orang itu..

Orang itu selalu ada di taman pada jam-jam yang sama. Sedang apa ya dia?

“Hei, kau melihat apa sih?”

Aku tidak menggubris pertanyaan namja bodoh di belakangku ini. Tiba-tiba aku merasakan hembusan napas hangat di leherku. “Yumi sayang, kalau kau mau menikah denganku, pasti kau akan bahagia.”

Mwo?? Benar saja, sepedaku langsung oleng dan..

GUBRAKK

Aduh.. Sial! Aku segera menghampiri Taemin yang terkapar di hadapanku.

“Ya!! Kau selalu bicara ngaco ya?! Aku benci kamu!” seruku.

“Lho memangnya aku kenapa?”

“Kenapa katamu? Pertama, kau masih muda dan kau orang yang tidak punya rasa tanggung jawab. Masih seperti anak-anak. Dengan kata lain, kau masih kecil!”

“….”

“Impian para gadis adalah, ingin lelaki yang memiliki derajat tinggi, pintar dan serius. Benar! Seperti orang itu!” ujarku sambil menunjuk orang dengan pembawaan tenang yang selalu berada di taman pada jam-jam tertentu. Ya orang itulah tipe idealku.

“Mwo? Bukankah dia sudah terlalu tua?” tuduhnya.

“Tua apanya? Dia tidak tua, dia hanya dewasa!” elakku.

“Memangnya kamu ingin dia jadi pasangan hidupmu? Tidak cocok!”

“Apa?! Huh, kita lihat saja nanti..”

End of Yumi POV

***

Taemin POV

Setiap hari aku selalu dibonceng oleh Yumi sepulang sekolah menuju tempat kursus. Sebenarnya kasihan juga melihatnya ngos-ngosan begitu, tapi apa boleh buat.

Eh? Yumi memandang kemana? Kenapa tatapannya seperti itu?

“Hei, kau melihat apa sih?” tegurku.

“….”

Sial! Aku dicuekin. Kugoda saja ah.. Aku mendekatkan wajahku ke lehernya lalu meniupnya perlahan.

“Yumi sayang, kalau kau mau menikah denganku, pasti kau akan bahagia”, bisikku.

Tiba-tiba saja sepedanya oleng dan..

GUBRAAKK

 

Aduuhh..

“Ya!! Kau selalu bicara ngaco ya?! Aku benci kamu!” serunya sambil menarik kerah seragamku.

“Lho memangnya aku kenapa?”

“Kenapa katamu? Pertama, kau masih muda dan kau orang yang tidak punya rasa tanggung jawab. Masih seperti anak-anak. Dengan kata lain, kau masih kecil!”

Ugh! Aku ingin membalasnya tapi tidak bisa.. (˘_˘٥)

“Impian para gadis adalah, ingin lelaki yang memiliki derajat tinggi, pintar dan serius. Benar! Seperti orang itu!” ujarku sambil menunjuk orang yang tengah berdiri di taman sambil memandang langit.

“Mwo? Bukankah dia sudah terlalu tua?”

Apa sih yang dipikirkannya? Dasar yeoja aneh!

“Tua apanya? Dia tidak tua, dia hanya dewasa!”

“Memangnya kamu ingin dia jadi pasangan hidupmu? Tidak cocok!” bantahku.

“Apa?! Huh, kita lihat saja nanti..”

Dasar yeoja keras kepala! Sudah kubilang tidak cocok ya tidak cocok!

End of Taemin POV

***

Yumi POV

Keesokan harinya aku sengaja membolos kelas tambahan dan pergi ke taman untuk bertemu orang itu. Aku mengintipnya dari balik pohon. Wah dia sedang memberi makan burung-burung. Dia terlihat seperti malaikat. Aduh, bagaimana cara mendekatinya ya?

Tiba-tiba saja melintas ide cemerlang di otakku. Aku mengendap-ngendap menghampirinya dan pura-pura terjatuh untuk menarik perhatiannya.

“Aduh! Aduh lututku.. Sendiku terasa ngilu uhh.”

“Eh? Nona, kau tidak apa-apa? Masih muda kok sudah sakit peregangan sendi?”

Yes! Dia terpancing! Kekeke, lihat saja Lee Taemin, akan kubuktikan kalau aku bisa hahaha.

***

“Apa?! Jadi, kau bolos pelajaran tambahan hanya untuk menemui tua bangka itu?!” ujar Taemin.

“Tua bangka, katamu?! Sopan sedikit! Lagipula dia orang yang baik. Dari pertama kami bertemu, dia sudah menunjukkan kepribadian yang baik”, balasku.

“Kau gila. Orang tua itu pasti umurnya sudah 40 tahunan!” sahutnya.

“Tapi..”

“Lagipula orang itu sepertinya tidak normal. Lebih baik kau jauhi dia”, tambahnya.

“Tidak normal? Jangan bicara sembarangan! Dia itu seorang penyair, dia sastrawan. Lagipula apa hubungannya denganmu?”

“Apa hubungannya denganku?? Hhh.. baiklah, lakukan saja sesukamu. Sekarang aku tidak ada hubungan apa-apa lagi denganmu”, ujarnya dingin sambil berlalu dari hadapanku.

Aku tidak pernah melihat Taemin marah seperti itu. Tapi, mau bagaimana lagi? Seharusnya Taemin yang minta maaf karena sifatnya yang seperti itu..

***

Sore itu, aku menemui Yo San sunbae di taman. Aduh, aku deg-degan..

Hm, Seharusnya kami membicarakan hal-hal yang menarik saat ini, tapi rupanya beliau sibuk menulis puisi. Tapi.. duduk berdampingan dengan seorang penyair seperti ini juga keren.

“Ehm, sedang menulis puisi apa?” ujarku mengawali pembicaraan.

“Hmm, tidak ada yang istimewa, ini tentang kisah percintaan yang rumit”, ujarnya lembut.

“Wah, tolong perlihatkan dong!” ujarku semangat.

“Karyaku tidak begitu bagus, aku jadi malu hehehe.”

“Tidak apa-apa hihihi.”

Orang seperti ini dibilang tidak normal. Taemin, kau sudah salah paham. Aku segera membaca puisinya yang ia tunjukkan padaku. Aku membaca puisinya bait per bait dan terpesona dibuatnya.

“Waa! Anda hebat! Puisi ini sangat indah!” ujarku berbinar-binar.

“Hahaha, aku sedikit canggung.”

Orang ini.. Kalau dipikir-pikir, dia mirip Taemin..

Ngomong-ngomong soal Taemin, sejak kemarin dia mengacuhkanku. Bahkan ia tidak berangkat bersamaku lagi ke tempat kursus. Dasar! Dia kenapa sih? Sudahlah nanti juga dia akan baik sendiri.

***

Saat ini sedang pelajaran olahraga, biasanya kemanapun aku pergi disitu selalu ada Taemin. Tapi beberapa hari ini hubunganku dengan Taemin agak tidak baik. Aku mendengar suara ribut-ribut di sisi lapangan, oh Taemin sedang main kejar-kejaran bersama para yeoja. Aku refleks menghampirinya.

“Hei! Lee Taemin, sekarang umurmu berapa? Seperti anak TK saja main kejar-kejaran ckckck”, ejekku seperti biasanya tiap kali melihatnya main kejar-kejaran.

“Tidak ada hubungannya denganmu”, ujarnya sinis sambil memandangku dengan tatapannya yang dingin.

Apa? Hatiku rasanya mencelos mendengarnya berbicara begitu.

Tak ada hubungannya denganmu…?

Harusnya aku marah saat mendengarnya bicara begitu, tapi kenapa aku hanya diam saja seperti ini?

***

Sepulang sekolah aku bertemu dengan Yo San sunbae, beliau mengajakku ke tempat-tempat bersejarah. Apakah ini bisa dibilang kencan? Hihi..

Mungkin dengan jalan-jalan bersama Yo San sunbae dapat sedikit menghiburku.

Aku menghela napas panjang, ternyata pergi berdua bersama Yo San sunbae pun tidak menghiburku sama sekali. Sebenarnya aku ini kenapa sih?

“Hei, apa yang sedang kau pikirkan? Masih muda kok mengeluh”, tegur Yo San sunbae.

“Ah, tidak! Aku tidak memikirkan apapun hehe”, jawabku kikuk.

Aku kembali merenung dan teringat kata-kata Taemin tadi. Taemin membalasku menggunakan kata-kataku sendiri. Kenapa aku tidak bisa marah? Malah rasanya ingin menangis. Hah? Menangis?! Andwe! Untuk apa aku menangisi namja pabo seperti dia!

“Aku jadi teringat puisiku, tentang seseorang yang cintanya tidak pernah tersampaikan. Seperti diriku”, ujar Yo San sunbae membuyarkan lamunanku.

Hm, aku tidak menyangka ternyata orang sekeren Yo San sunbae memiliki kisah cinta seperti itu.

***

Setelah pelajaran usai aku tidak melihat Taemin di kelas bahkan di kantin. Apa dia ada di ruang osis? Aku segera menuju ruang osis dan bertemu dengan seorang namja teman akrab Taemin.

“Taemin? Dia tidak ada. Dari tadi aku tidak melihatnya. Kalau nanti dia datang apa mau kusampaikan?” ujar namja itu.

“Ah, tidak perlu. Terimakasih.”

Aku susah-susah mencarinya, dia malah tidak ada. Lalu samar-samar terdengar suara yeoja yang tertawa-tawa, aku melihatnya berjalan bersama Taemin.

“Ah Taemin, aku kebetulan mencarimu kemana-mana, aku..”

“Kau ada urusan apa denganku?” ujarnya sinis tanpa memandangku.

Apa?

Aku sudah bersabar untuk tidak menangis diperlakukan seperti itu, tapi ternyata ini jauh lebih sulit.

BUKK

Aku sengaja melempar buku tebal yang sedang kubawa ke arah mukanya dan langsung pergi begitu saja. Aku tidak peduli. Hatiku sudah terlanjur sakit.

***

“Ohh, begitu.. dalam kehidupan ini memang ada pasang surutnya. Ayo semangat!” ujar Yo San sunbae menyemangatiku sambil mengelus lembut kepalaku.

“Ne..”

Aku benar-benar cengeng. Tadi aku menghampiri Yo San sunbae sambil menangis, lalu beliau menghiburku dan menyemangatiku. Setidaknya beban dalam pikiranku berkurang setelah bertemu dengannya.

“Lepaskan tanganmu! Dasar abnormal!!”

Eh?

Aku melihat Taemin terengah-engah. Kemudian ia menghampiriku.

“Ng..Yumi, sebenarnya.. aku, ma-”

“Oh My God~!! Astaga!!!” seru Yo San sunbae tiba-tiba, membuatku dan Taemin terkejut.

Hah? Ada apa?

Tiba-tiba Yo San sunbae menghampiri Taemin.

“Oh, sungguh wajah yang mengagumkan! Kamu begitu sempurna, kamu adalah arti keindahan!!” ujar Yo san sunbae sambil membelai wajah Taemin.

“Hah?! Apa-apaan dia ini?!” seru Taemin. Ia langsung bersembunyi di balik badanku. Yo San sunbae kembali mendekati Taemin, meraih tangannya lalu mengecupnya lembut. Kemudian ia berkata, “Kau begitu mempesona! Jadilah kekasihku!”

Seketika wajah kami berdua pucat. A-pa..apa yang aku lihat ini adalah halusinasi?

Taemin memelukku dengan erat karena ketakutan. “Ayo manis, kemarilah..”, ujar Yo San sunbae lembut.

“A..ayo pergi..”, ujarku sambil menarik lengan Taemin.

“Hei, tunggu. Jangan pergi! Manis, jangan tinggalkan aku.. Kau mau kemana…”, teriak Yo San sunbae yang semakin lama semakin tidak terdengar karena kami berdua segera berlari secepat kilat.

“Hahh hahh apa aku bilang! Sudah jelas-jelas orang tua itu abnormal!” ujar Taemin ngos-ngosan.

Aku segera memperlambat langkahku. “Ah sudahlah! Lupakan saja! Akhir-akhir ini aku cukup mengalami banyak hal.”

“Mengalami hal apa?” ujar Taemin lembut.

“A..ada deh, kau tidak akan mengerti”, ujarku singkat. Aku tidak bisa bilang padanya apa yang aku rasakan akhir-akhir ini.

“Hei, ayo kita menikah!” seru Taemin sambil memelukku dari belakang.

“Ya! Lee Taemin! Aku kan sudah bilang jangan berkata yang tidak-tidak!” ujarku sambil mendorong tubuhnya.

“Lagipula kau ini sadar tidak sih dengan apa yang kau katakan?!” bentakku.

“Aku sadar kok, bahkan aku siap menikah denganmu kapan saja.”

Kyaa.. apa-apaan namja ini! Hahh jantungku rasanya mau copot.. Ahh! kenapa wajahku rasanya panas sekali?!

“Sudahlah Yumi, bilang saja kau juga menyukaiku.. hahaha.”

“Tidak! Aku tidak menyukaimu!”

“Oh ya? Kau pasti menangis gara-gara kuacuhkan beberapa hari ini hahaha.”

“Berisik!”

***

5 years later..

“Yeobo? Kau sedang apa?”

“Aku sedang membereskan barang-barang lama yang sudah tidak dipakai. Tapi aku menemukan ini..”, ujarku sambil menunjukkan barang yang aku temukan padanya.

“Eh, ini kan foto waktu kita masih SMA?”

“Iya benar! Aku cuma tertegun saja, saat itu wajahmu benar-benar imut seperti anak kecil. Hahaha, kau juga manis sekali..”

“Berhenti menyebutku ‘manis’! Aku trauma dengan sebutan itu..”

Ternyata dia memang manis, apalagi saat tersipu malu seperti itu.

Ya, dia Lee Taemin, bukan lagi teman lamaku ataupun teman sekelasku waktu SMA. Tapi dia Lee Taemin, suamiku..

Aku rasa hidupku sudah cukup bahagia sekarang.

The End

Epilog

Hari itu, di taman, 5 tahun lalu..

Seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahunan tengah meratapi nasibnya, bukan karena nasibnya sebagai seorang penyair atau penulis puisi. Namun, ia meratapi nasibnya dalam hal lain..

“Hiks..hiks.. A, aku ditolak lagi.. Oh percintaan sungguh rumit. Mengapa cintaku selalu bertepuk sebelah tangan..huu huu..”

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “Kimi Wa Boyfriend”

  1. Hahahastagaaaa jadi yosan sunbae itu gay? Wakaka kasian amat taemiiin
    Hmm asik ya jadi Yumi, ujug ujug diajak nikah sama Taemin gitu hiaayy
    Seneng deh cerita yg sahabat jadi cinta ginii~
    Daebaaaakk!:D

  2. Taemin,….
    aku kasian ma om om nya,…
    itu, selalu nongkrong disitu omnya nungguin Taem po???
    cinta yang selalu bertepuk sebelah tangan,
    jangan jangan si Taem pernah digoda tuh ma om om nya, makanya tau kalo omnya aneh

  3. Pantes si Taem bilang dia abnormal. Ckck. Ternyata dia sudah tahu kalo Yon Sunbae suka ma Taemin. Unung aja si Taemin suka Yumi, kalo gak, bisa kacau. Wkwkwk.
    Good job thor! Lucu ceritanya. 🙂

  4. waaa!! authoor Kereeeen 😀
    hahahaha~ abang tetem abang tetem 😀
    happy endinnggg~ dan akhirnya mereka menikaaaahh 😀 lalala~
    lucu ceritanyaa 😀 sampe ngakak aku bacanya =))
    buat lagi ya thor 😉

  5. Uwaaaaahhhh…….Author deebak!!!

    aku mau dong jadi istrinya taemin*hakz hakz hakz hakz*

    ditunggu FF yang lebih gokil lagi thor,,,,,

  6. hahhhahahhahaha ngakak sumpah !!!! najos dah tuh org !! ahahha yaiyalah rumit !! dikira masalah kayak gitu biasa ?!!
    wahhh yg laen dong !! ahahahtaemin taemin …

  7. Taeminnn taemin
    Masih sekolah udah ajak nikah
    Waakakakakkaa
    Ternyata dewasa tapi abnormal
    Untungg aja keburu ketawan
    Kasian taemin wkwkkw

  8. hahahaha ceritanya lucu thor
    aku kira taemin cemburu, eh ternyata org tua toh
    ada kelainan si yumi tuh*kaburr
    hahaha sumpah lucu dan juga yah mewe mewe*gaje
    hahaha kerenlah thor
    jadi trauma dgn kata ‘manis’
    hahahaha daebak thor

  9. taemmmiiinn, kau terlalu manis sampe di taksir om om gay. wkakakak :DD
    ah ceritanya singkat tapi daleeeemmm begeetee. rasanya envy banget waktu taem bilang “ayo kita menikah” KYAAAAAA #ih lebe ih
    auhtoorr, daebak daebak! neomi joaheyoo… ditunggu karya yang laen yaakk ;))

  10. ternyata oh ternyata yo san sunbae O.o *spechless*
    hahaha 😀
    gra2 yosan sunbae taemin aku (?) jadi trauma dengan kata2 manis *getokyosansunbae*
    yey! yumi ma taemin nikah 🙂 🙂 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s