Sometimes – Part 7

Sometime (Part 7)

Main Cast : Lee Taemin, Lee Jinki, Lee Sanghyun (IC)

Other Cast : other SHINee members, manager Kim

Genre : Romance, Family, a bit Humor/Comedy

Length : Sequel

Rating : G

Author : Mira a.k.a Mira~Hyuga

>>><<< 

PART 7

…KBS Studio’s parking lot, 8:43 pm…

“Haah~”

Jinki, Jonghyun dan Key menghempaskan tubuh mereka masing-masing di kursi penumpang dalam mobil yang mereka tumpangi, dan menghembuskan napas lelah bersamaan.

“Aiyaa~ baru seperti ini saja tubuhku rasanya remuk semua…” keluh Jonghyun pelan. Yang lain hanya menanggapinya dengan gumaman saja, mungkin terlalu malas berbicara. “Hyung, apakah schedule hari ini selesai?” tanya Jonghyun lagi.

“Ne, sudah selesai.” Jawab manager Kim yang mengemudikan mobil.

“Aigoo~ bagus kalau begitu…!”

“Kau ini terlalu banyak mengeluh… bla.. bla.. bla..”

Malas mendengarkan nasehat-nasehat manager Kim yang sebenarnya sudah berulang-ulang kali mereka dengar, Jinki yang masih khawatir pada Taemin mengalihkan wajahnya ke arah jendela. Siapa tahu tiba-tiba dia melihat Taemin di luar?

Namun setelah beberapa menit perjalanan, tidak ada apapun atau siapapun yang menarik perhatian Jinki, sebelum mata sipitnya menangkap seseorang yang sedang berjalan sendirian di trotoar. Jinki bisa langsung mengetahui siapa orang itu, karena orang itu berjalan di depan sebuah toko sehingga wajahnya tersorot lampu dari toko tersebut, membuat Jinki bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Baru saja namja sipit itu memutuskan untuk tidak mempedulikan orang itu, Jonghyun yang ternyata juga melihat apa yang Jinki lihat berseru tiba-tiba, “Stop, stop! Hyung, stop!”

“Wae? Wae? Wae?” ucap manager Kim. Agaknya dia cukup terkejut dengan seruan Jonghyun.

“Itu, itu! bukankah yeoja itu…” Jonghyun tidak menyelesaikan kalimatnya karena dia melihat Jinki yang tengah menatapnya tajam. Namun tangan Jonghyun tetap menunjuk ke satu arah, sehingga manager Kim mengikuti arah yang ditunjuk Jonghyun dan menemukan seorang yeoja yang mendadak menjadi orang penting di antara mereka. (-___-“)

“Ah~ keurae…” gumam manager Kim, sebelum akhirnya turun dari mobil dan menghampiri yeoja yang dimaksud.

“Aissh~ jinjja!” desah Jinki sembari menendangkan kakinya ke punggung kursi di depannya, saking merasa kesalnya. Jonghyun yang melihatnya jadi ngeri sendiri. “Kenapa harus dia?! Aissh~”

Sementara di luar sana, terlihat manager Kim melakukan interaksi singkat dengan yeoja itu, Sanghyun (entah bagaimana caranya), dan pria jangkung itu tampak memberikan sebuah kartu pada Sanghyun, hingga akhirnya kembali memasuki mobil, “Kita hanya tinggal menunggu keputusannya saja.” Katanya singkat, dan kembali melajukan mobil di bawah kendalinya.

“Hyung, kenapa tidak yeoja lain saja?” akhirnya Jinki bisa mengutarakan uneg-unegnya itu.

“Akan terlalu banyak memakan waktu. Dan juga terlalu beresiko. Perusahaan tidak suka menunggu keputusan yang lama.”

“Tapi jika yeoja ini menolak akan sama saja. Lagipula kenapa harus aku yang jadi ‘korban’ perusahaan?”

Manager Kim menghela napas sejenak, lalu menjawab, “Kau sendiri yang memulainya, Jinki-ya. Jadi terima saja! Dan lagi aku sudah bilang kalau ini juga demi kebaikan kalian.”

“Astaga, hyung! Tapi semua ini akan sangat beresiko. Tidak hanya bagiku, tapi Jonghyun dan Key juga… Lagipula lagi, waktu itu aku hanya bermaksud menolong yeoja itu, tidak ada maksud lain.”

“Sudahlah. Tidak mungkin mereka membuat sebuah keputusan tanpa memikirkannya sampai matang terlebih dahulu. Seharusnya kau tahu itu.”

Jinki akhirnya hanya bisa menghembuskan napas berat dan menundukkan kepalanya dengan perasaan kesal. Memang salahnya sendiri yang pergi keluar dan menemui orang lain tanpa memakai pakaian yang sering digunakannya untuk menyamar. Dan saat itu dia juga tidak mengetahui ada yang menguntitnya, sehingga terdapat foto-foto yg tadi terpampang jelas di headline surat kabar, dan dia yakin juga pasti sudah tersebar di media cetak maupun elektronik lainnya. Tapi yang dia bingungkan; tiba-tiba saja muncul gosip bahwa yeoja itu kekasihnya, hanya dari gesture yang terdapat pada foto-foto tersebut, yang menunjukkan sedikit kontak fisik antara dia dan yeoja itu. Tapi justru pihak perusahaan malah memanfaatkan gosip itu untuk menutupi kasusnya yang lain, dan hal ini justru sangat beresiko bagi Shinee yang saat ini sedang naik daun. Pasti akan ‘sedikit heboh’ jika semua fans mereka tahu bahwa leader Shinee ini sudah memiliki seorang ‘kekasih’, dan bukan tidak mungkin sebagian fansnya itu akan berbelok menjadi anti fans, dan itu berarti karir mereka mesti dipertaruhkan.

Tapi memang dasar sifatnya yang agak egois, Jinki kembali berpikiran bahwa semua masalah ini terjadi dan berawal dari saat dia bertemu dengan Sanghyun. Jika tempo hari dia tidak keluar dari mobil untuk menolong Sanghyun yang tergeletak begitu saja di depan mobilnya, dia tidak akan menanyakan keberadaan Taemin pada yeoja itu sehari setelahnya, dan jika saat itu Sanghyun tidak pakai acara pingsan, gosip ini juga pasti tidak akan muncul.

Dan sekarang Jinki malah berharap Sanghyun tidak akan menerima tawaran manager Kim tentang hal ini.

“Sudahlah, hyung..! Tidak perlu terlalu di pikirkan.” Key yang sejak tadi diam saja akhirnya buka mulut, membuat Jinki menatapnya sambil tersenyum simpul.

“Ne.”

>>><<<

Begitu sampai, Jinki langsung memasuki dorm diikuti Jonghyun dan Key di belakangnya.

“Hey! Kalian sudah pulang?” terdengar suara seseorang dari dalam, dan detik berikutnya, terlihat Taemin berjalan ke arah mereka dengan senyum yang mengembang.

Refleks Jinki berseru melihat adiknya itu tiba-tiba sudah berada di dorm mereka lagi, “Taemin-ah!”

“Kenapa lama sekali? Kalian juga tidak meninggalkan makanan apapun di sini. Aku lapar…” rajuk Taemin sembari mengelus perutnya yang memang sudah berkali-kali berbunyi sejak tadi.

“Food delivery?” ucap Jonghyun sambil tersenyum lebar.

“CHICKEN!” sambar Jinki berapi-api, dan langsung mendapat tatapan bosan dari kedua rekannya.

“Jjajjangmyun!” celetuk Taemin.

Semua mata langsung tertuju pada laki-laki yang berstatus sebagai adik Jinki itu, dan detik selanjutnya, suara tawa mereka terdengar membahana di seluruh ruangan.

Tapi tiba-tiba Jinki berhenti tertawa dan berubah serius, “Ah~ Taemin-ah! Ceritakan semua yang terjadi selama dua hari kau menghilang!”

>>><<<

…2 days later…

Sanghyun bersandar di pintu kamarnya sendiri, tubuhnya merosot dengan perlahan ke lantai, dia terisak, kedua telapak tangannya menutup wajahnya yang panas dan kembali mendapatkan luka memar di sana sini. Cafe tempatnya bekerja (cafe Minho) belum juga dibuka sehingga dia terpaksa hanya bekerja mengantar koran-susu dan bekerja di pom bensin, dengan penghasilan yang tidak seberapa, dan itu membuat ayahnya lagi-lagi memberinya ‘pelajaran’.

Untuk beberapa saat, Sanghyun hanya duduk memeluk kedua lututnya, membiarkan air matanya jatuh dengan cepat melewati pipi tirusnya. Tapi kemudian dia teringat sesuatu dan berjalan mendekati meja belajarnya, mengambil sebuah kartu nama yang diletakkannya di sana sejak kemarin.

“Kami punya sebuah pekerjaan untukmu.”

Kata-kata seorang pria—yang sebenarnya tidak dikenalnya—beberapa waktu yang lalu kembali terngiang di benak Sanghyun. (Pekerjaan?)

“Kalau kau bersedia, hubungi aku dan kita bicarakan lagi. Oke?”

Sanghyun menatap kartu itu lagi, memperhatikan sederetan nomor yang tertera di bawah cetakan nama ‘Kim Yoondeok’. Jika dipikir-pikir lagi, tidak ada salahnya mencoba. Dia bisa menambah penghasilannya dengan tambahan pekerjaan ini, setidaknya sampai cafe Minho kembali dibuka dan dia bisa kembali bekerja di sana. Dan yang terpenting, hal ini mungkin bisa meminimalisir ‘pelajaran’ yang diberikan ayahnya padanya.

>>><<<

…SM Building, 2:13 pm…

Mereka—Kim Yoondeok, member Shinee, Sanghyun dan salah satu petinggi SM—berkumpul di sebuah ruangan tertutup, dan terlihat berbicara dengan serius. Petinggi SM itu menjelaskan serinci-rincinya mengenai rencana yang sudah mereka putuskan itu, beserta alasan dan tetek bengeknya.

Sanghyun yang hanya diam mendengarkan beberapa kali merasa terkejut dengan pembicaraan itu. Berkali-kali juga dia melirik Jinki yang tampak duduk kurang tenang di seberang kursinya, dan Jinki berkali-kali juga melakukan hal yang sama, menatap Sanghyun jika gadis itu tidak sedang menatapnya.

Pantas saja Sanghyun merasa familiar setiap melihat wajah Jinki. Jawabannya; tentu saja, karena Jinki sering muncul di televisi (yang ditontonnya di cafe Minho), bernyanyi dengan kedua temannya, dan bahkan suara Jinki-lah yang paling Sanghyun sukai.

“Jadi? Bagaimana? Kalian bersedia membantu kami?”

Semua terdiam, tak menanggapi pertanyaan petinggi SM itu, kecuali manager Kim yang terlihat menatap Jinki dan Sanghyun secara bergantian.

“Kurasa itu artinya kalian setuju. Dan… agasshi, kami mohon kerja samanya…” ujar pria itu lagi sembari menatap Sanghyun yang menganggukkan kepala sambil tersenyum simpul.

>>><<<

“Jja! Kau tunggu Jinki di dalam…!” ujar manager Kim sambil menganggukkan kepalanya ke arah sebuah restoran tepat di seberang jalan mereka.

Sanghyun mengangguk dan tersenyum, kemudian membuka pintu mobil di sampingnya setelah mengangguk sopan pada pria yang duduk di sampingnya itu.

“Aa~ jamkkanman, jamkkanman!” cegah manager Kim lagi, membuat Sanghyun bergegas kembali menutup pintu mobil. “Aku tahu ini terlalu tiba-tiba untukmu. Tapi mulai sekarang, cobalah tidak bersikap formal pada Jinki, karena dia adalah ‘kekasihmu’ mulai sekarang. Arachi?”

Sanghyun lagi-lagi hanya mengangguk patuh dan akhirnya jadi keluar dari mobil. Setelah mobil manager Kim itu melaju dan hampir tidak tampak lagi, Sanghyun menyebrangi jalan raya yang lebar itu untuk sampai di restoran yang sudah disetting sebagai tempatnya dan Jinki makan malam bersama.

Sanghyun memasuki restoran itu dan berjalan dengan agak canggung menuju meja kosong yang berada di dekat dinding, dan dia hanya tinggal menunggu Jinki di sini.

Sanghyun menopang dagu dengan tangan kirinya yang bertumpu pada meja. Dia menghembuskan napas berat untuk sejenak. Entah kenapa jantungnya memompa darah lebih cepat mengingat dia dan Jinki akan melakukan sebuah sandiwara mulai saat ini.

Memang ini bukan hal yang mudah untuk Sanghyun, karena dia belum pernah mengalaminya sebelumnya, apalagi dia dan Jinki belum sepenuhnya saling mengenal. Bahkan Sanghyun tidak yakin Jinki mengetahui namanya. Tapi karena Sanghyun menganggap ini sebagai pekerjaan yang mungkin saja bisa menyelamatkannya dari siksaan ayahnya sendiri, maka dia hanya bisa menuruti semua ini. Dengan kata lain, SM Ent. membayarnya untuk melakukan ini.

>>><<<

Key menepikan mobil yang dikemudikannya ke bahu jalan, dimana tadi manager Kim juga menghentikan mobilnya di tempat yang sama, “Hyung, sudah sampai.” Gumam Key sembari menatap Jinki yang duduk di kursi penumpang dengan sikap malas.

“Hmm~” gumam Jinki juga, bernada acuh tak acuh.

“Ayo turun!”

“Shiro…”

“Aissh~ apa-apaan kau ini? Ppalli ka!” tukas Jonghyun, “Ayolah, ini hanya kencan pura-pura. Lagipula dia lumayan manis, loh…”

Mendengar selorohan Jonghyun itu, Key mendecak pelan, tapi kemudian berkata, “Untuk saat ini aku menyetujui ucapan Jonghyun hyung. Onew hyung, fighting!”

“Fighting!” Jonghyun ikut memberikan semangat, mengepalkan satu tangannya ke arah Jinki, seperti yang Key lakukan.

“Ah~ arasso, arasso.” Jinki tersenyum simpul dan membenturkan kepalan tangannya sendiri dengan tangan Key-Jonghyun, lalu membuka pintu mobil dan menjulurkan kakinya keluar, sebelum dia mengingat sesuatu dan berpikir sejenak, “Ya! Siapa nama yeoja itu?” tanyanya pelan.

Key menepuk dahinya sendiri dengan sikap lelah, sementara Jonghyun tertawa kecil dan menjawab, “Lee Sanghyun-ssi, Lee Sanghyun.”

“Oh~ Lee Sanghyun? Tidak buruk.” Gumam Jinki sembari kini benar-benar turun dari mobil.

Dia menghela napas dengan berat setelah Key dan Jonghyun meninggalkannya, kemudian berjalan menuju restoran sembari menenggelamkan setengah wajahnya dengan topinya. Sejauh ini keadaannya berjalan dengan lancar. Jinki tahu ada salah satu orang SM yang ‘berperan’ sebagai stalkernya dalam hal ini. Setelah mendengar sendiri penjelasan tentang hal ini dari petinggi SM tadi, Jinki juga tidak bisa menolah lagi dan sudah pasrah menerima apapun yang akan terjadi setelah ini.

Dan tentang Sanghyun… setelah mendengar cerita Taemin tentang Sanghyun, Jinki bisa menebak bahwa alasan Sanghyun menerima kerja sama ini adalah untuk mendapatkan penghasilan lebih, demi keselamatannya sendiri. Yah, anggap saja dalam hal ini Jinki sedang beramal.

Jinki bisa langsung menemukan Sanghyun saat begitu memasuki restoran. Dia segera menghampiri gadis itu dan duduk di kursi di hadapannya.

Sanghyun tersenyum simpul padanya, yang dibalas dengan senyuman tipis dari Jinki, “Kau sudah memesan?”

Sanghyun menggeleng dan menggerakkan tangannya, ‘Belum, aku menunggumu.’

“Baiklah.” Sahut Jinki singkat dan mulai membuka-buka buku menu yang terletak di atas meja.

>>><<<

…Shinee’s Dormitory…

“Kami pulang…” seru Key dan Jonghyun yang baru sampai di dorm. Mereka berseru seperti itu karena sekarang tidak hanya mereka dan Jinki saja yang menempati tempat itu, tapi juga Taemin.

“Welcome…” balas Taemin dari ruang tengah. Dia menghentikan sejenak kegiatan makan-sambil-nontonnya untuk melihat Key dan Jonghyun yang masuk, “Where’s Jinki hyung?” tanyanya.

“He’s dating.” Jawab Key singkat, sembari menjatuhkan tubuhnya di samping Taemin yang tampak terkejut.

“What?! He has a girlfriend? Dia tidak pernah bercerita padaku.”

“Of course…” Kata Key dengan senyuman jahil, “…karena mereka baru bertemu beberapa hari yang lalu, tepat saat kau ke sini. You know that girl.”

“Heh?”

“Bahkan sepertinya mereka kencan karenamu juga.” timpal Jonghyun yang hendak masuk ke dalam kamarnya.

“Apa sih maksud kalian, hyung? Aku sama sekali tidak mengerti.” Taemin memiringkan kepalanya, bingung.

Key tertawa sebentar, “Kau akan tahu besok. Sudahlah, bantu aku membuat makan malam! Come on!”

Sebenarnya nama Sanghyun sempat terlintas di benak Taemin, mendengar perkataan Key tadi; ‘You know that girl’, karena tidak ada lagi wanita yang dikenalnya di Korea selain Sanghyun. Dan sekarang Taemin berharap bukan Sanghyun yang dikatakan ‘dating’ dengan Jinki itu.

>>><<<

Setelah selesai makan malam, keduanya keluar dari restoran itu dan berjalan menyusuri trotoar. Sanghyun yang semula berjalan sedikit di belakang Jinki, mensejajarkan langkah mereka dan menatap Jinki dengan pandangan bertanya, “Apa yang harus kita lakukan setelah ini?”

Pemuda itu hanya balas menatapnya sekian detik dan kemudian memalingkan wajahnya lagi sambil mendengus pelan. Dirogohnya saku jas casual yang dikenakannya dan mengeluarkan benda kecil berwarna putih berbentuk persegi panjang dari sana.

“From : Yoondeok Hyung

Lakukan dengan baik, Onew-ssi…! Lebih dekat lagi, sedikit lagi. Berikan lenganmu…”

“Aissh~” namja bermata sipit itu mengedarkan pandangannya ke setiap arah, dan ekor matanya menangkap sebuah mobil sedan hitam yang terparkir di bahu jalan yang baru saja dilewatinya. Jinki tahu benar bahwa manager Kim mengamatinya dari dalam mobil itu. Dan bukan tidak mungkin kalau ‘stalker’nya juga di dalam sana.

Dengan masih mendengus malas, Jinki menatap Sanghyun sejenak, lalu membetulkan sedikit posisi topinya agar lebih memperlihatkan wajahnya. Kemudian dengan agak ragu Jinki mendekatkan lengannya ke arah Sanghyun, bermaksud agar Sanghyun menggandenganya. Ya, kau tahu. Untuk membuat keduanya terlihat lebih dekat, setidaknya sampai dipublikasikan nanti. Dan dengan ragu pula, Sanghyun menggamit lengan kanan Jinki dengan tangan kirinya.

‘Puas kau, Hyung?’ umpat Jinki dalam hati. Tidak lama kemudian handphone’nya kembali bergetar di genggaman tangannya.

“From : Yoondeok Hyung

That’s better. Tapi apakah tidak bosan terus-terusan mengunci mulutmu? :P”

Jinki menghembuskan napas kesal setelah membaca pesan yang baru masuk ke handphone’nya itu. Benar-benar dia ingin segera menyelesaikan sandiwara ini agar semua ‘penderitaannya’ cepat berakhir. Managernya itu… aissh~ jinjja!

“Ehem~ Sang… hyun-ssi..” panggil Jinki setelah menghela napas sekali lagi. Sanghyun menyahut dengan tatapan bertanya. “Kita kemana sekarang?” tanya Jinki, dan dijawab dengan kedua bahu yang terangkat. ‘Sudah kuduga, pasti membosankan mengajaknya berbicara.’ Pikir Jinki.

“To : Yoondeok Hyung

Hyung, kurasa sudah cukup. Aku ingin pulang, lelah sekali.”

“From : Yoondeok Hyung

Arasso. Kurasa memang sudah cukup. Tapi kau antarkan dulu Sanghyun-ssi sampai ke rumahnya!”

“Dimana rumahmu?” tanya Jinki langsung, membuat Sanghyun sedikit terlonjak kaget. Gadis itu terdiam sejenak dan kemudian menuliskan kata ‘Dongdaemun’ di udara. Jinki mengerutkan alisnya tak mengerti.

“Seharusnya kau selalu menyiapkan buku catatan kecil untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain.” Kata namja itu datar, namun terdengar agak tajam di telinga Sanghyun. “Ah~ lupakan itu! Kita bisa naik taksi dari sini. Kajja! Kau bisa tunjukkan jalan menuju rumahmu nanti.”

Jinki menghentikan taksi yang lewat di depan mereka, dan dia hanya ternganga saat supir taksi itu ternyata bisa mengerti bahasa isyarat Sanghyun yang menurutnya rumit.

“Aku juga punya seorang anak yang harus berkomunikasi dengan bahasa isyarat.” Kata supir itu seolah tahu isi pikiran Jinki, sambil tersenyum dan menatap keduanya dari kaca spion di depannya. Mendengar itu, Jinki hanya mengangguk-angguk saja, dan Sanghyun tersenyum simpul.

>>><<<

“Sudah sampai…” ucap sang supir taksi setelah menghentikan laju mobilnya di bahu kanan jalan.

“Oh~ne.” Jinki tertegun saat dia menoleh ke sampingnya dan melihat Sanghyun tertidur, bersandar ke lengannya. Bahkan Jinki tidak merasa ada yang bersandar pada lengannya sejak tadi, padahal dia sama sekali tidak tertidur.

Pemuda itu terdiam beberapa saat dan sedikit menundukkan kepalanya untuk memastikan bahwa Sanghyun memang tertidur. Dan dia memang benar-benar tertidur dan terlihat sangat kelelahan. Setelah mendiamkannya beberapa saat, Jinki akhirnya mengguncang pelan tubuh Sanghyun, “Sanghyun-ssi, sudah sampai. Ireonaya!”

Tidak sulit. Sanghyun langsung membuka matanya perlahan dan menggeliat sejenak, namun terbelalak saat menyadari posisinya kini. Dia segera menegakkan duduknya dan melihat keluar jendela taksi. Benar saja. Dia sudah sampai di Dongdaemun.

Sanghyun menatap Jinki sejenak, hampir saja dia membungkukkan tubuhnya kalau tidak ingat perkataan manager Kim tadi, untuk tidak bersikap formal pada Jinki mulai sekarang. Akhirnya dia hanya menggerakkan tangannya, dan untungnya supir taksi itu melihatnya melakukan itu.

“Dia bilang terimakasih banyak sudah mengantarnya.” Ujar supir taksi itu, saat dia melihat Jinki kurang mengerti.

“Oh~” namja itu pun mengangguk mengerti sekarang. Dia tersenyum tipis dan berkata, “Arasso. Sama-sama.”

Sanghyun tersenyum simpul dan turun dari taksi, menunggu hingga taksi itu mulai menjauh dan akhirnya menghilang dari pandangannya.

“Apa dia kekasihmu?”

Jinki langsung menoleh ke arah supir taksi di depannya yang baru saja melontarkan pertanyaan, “Ne?”

“Kalian pasangan yang cocok kurasa.”

“Aa~ ne, kamsahamnida.”

>>><<<

SHINee Onew Have a Dating?

Beberapa buah foto yang diupload malam tadi membuktikan bahwa Onew, leader trio SHINee ini tengah menggandeng seorang wanita di tempat umum, setelah sebelumnya terlihat makan malam bersama di sebuah restoran.

Tidak lebih dari seminggu ini Onew memang telah berkali-kali menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen. Saat pertama diberitakan menabrak seorang perempuan, kemudian membawa seorang perempuan (juga) ke apartemennya, dan sekarang muncul berita dirinya yang tengah berkencan dengan seorang perempuan (lagi). Banyak yang menduga bahwa kencan itu memang benar adanya, berkat orang yang melihat dan mengupload foto itu sendiri. Banyak fans yang mendukung, namun lebih banyak lagi yang tidak terima dan berharap itu hanya kabar burung.

Sementara itu, pihak yang bersangkutan langsung dan juga pihak perusahaan tempat SHINee bernaung hingga saat ini belum mengklarifikasi hal ini, dan identitas sang perempuan masih dipertanyakan. Apakah perempuan ini adalah perempuan yang sama dengan yang dikatakan pernah Onew bawa ke apartementnya?

Foto : *bisa dibayangin sendiri gimana wujud fotonya ^.^v*

***

Jonghyun dan Key saling berpandangan dengan ekspresi datar saat membaca artikel dari sebuah situs itu. Sementara di sisi lain, Taemin yang juga ikut membaca berita itu meraih laptop Key di depan mereka itu dan meneliti foto yang terpampang di sana, tepatnya meneliti wajah perempuannya. Dan matanya membelalak saat tahu bahwa itu adalah Sanghyun.

“D-dia… dia… S-Sanghyun?”

“Benar ‘kan apa yang kukatakan?” Key menatap Taemin dengan masih mempertahankan ekspresi datarnya.

“Tapi kenapa Sanghyun tiba-tiba… terlibat?”

“Kalau soal itu… kami juga sebenarnya kurang mengerti.”

“Ya! Apa yang kalian lakukan? Cepat siap-siap! Manager hyung sudah di perjalanan menuju ke sini.” Seru Jinki yang menyembulkan kepalanya dari dalam kamarnya.

Ketiga namja lainnya langsung mengalihkan tatapan mereka ke arah Jinki, “Hyung, beritanya sudah tersebar.” Ujar Jonghyun.

“Lalu kenapa? Memang itu yang ‘mereka’ harapkan, kan?”

Jonghyung dan Key langsung terdiam, membenarkan perkataan Jinki dalam hati masing-masing. Dan beberapa lama kemudian mereka sudah bersiap-siap untuk schedule mereka hari ini.

Sementara itu, Taemin masih diam di tempatnya, masih berusaha memikirkan jawaban dari perkataan Jinki yang semakin membuatnya bingung. Siapa yang Jinki maksud ‘mereka’? Dan kenapa jadi Sanghyun yang terlibat? Kenapa harus ‘kencan’? Dan mungkinkah ‘kencan’ itu benar terjadi? Apakah Jinki dan Sanghyun benar-benar punya hubungan khusus?

Setelah Jinki dan yang lain keluar, tidak lama setelah itu, Taemin juga memutuskan untuk keluar dari apartemen ini dan berencana langsung menemui Sanghyun di rumahnya (Taemin harap dirinya masih ingat jalan menuju ke sana).

>>><<<

“HAH! Hahahah~ Darimana kau dapatkan ini, hah?”

Sanghyun menunduk dalam sementara pria di hadapannya sedang mengintip (atau mungkin menghitung?) isi amplop cokelat tebal di tangannya yang baru saja diserahkan Sanghyun setelah gadis itu pulang dari pekerjaannya mengantar koran. Dia baru memberikannya sekarang karena tadi malam ayahnya itu sudah tertidur pulas.

“Kau tidak mencuri, kan?” tanya pria itu lagi sambil menatap Sanghyun curiga dan sedikit cegukan karena masih mabuk. Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Jalhanda! Aku tidak peduli apa pekerjaanmu hingga bisa mendapatkan hasil sebanyak ini. Sering-sering saja seperti ini, ya! Hahaha~” dia memukulkan amplop cokelat itu ke kepala Sanghyun dengan pelan sebelum berjalan keluar rumah dengan masih tertawa puas.

Sanghyun menatap punggungnya dengan mata yang sudah berair. Dia tidak menyangka ayahnya akan berubah sedrastis ini. Beberapa tahun yang lalu ia adalah orang terhormat yang selalu disegani. Tapi lihatlah sekarang!? Mungkin ia terlalu putus asa karena pernah ditimpa musibah yang bertubi-tubi. Itu wajar. Tapi apakah harus berlarut-larut seperti ini? Sanghyun memang sudah tidak mempermasalahkan kenapa-aku-yang-harus-bekerja-sementara-ayahku-bersenang-senang, tapi yang dia sesalkan adalah kenapa-ayahku-mudah-sekali-menyerah-dan-putus-asa. Hanya karena ibu Sanghyun/istrinya meninggal dan setelah itu perusahaannya bangkrut dan ia tidak mempunyai apa-apa lagi, dia sampai merubah cara hidupnya menjadi seperti ini.

Sanghyun segera mengusap matanya sebelum air matanya benar-benar jatuh. Dia menghela napas dalam kemudian mengedarkan pandangannya ke setiap penjuru rumahnya yang terlihat sangat kotor karena dipenuhi debu. Ayahnya pasti akan lama kembali dan tidak menyuruhnya cepat bekerja kembali karena baru saja ia mendapat ‘keuntungan’ yang besar. Jadi Sanghyun berencana menggunakan waktunya untuk membersihkan debu-debu itu sebelum dia pergi bekerja di pom bensin nanti sore.

***

“Sanghyun-ssi!”

Sanghyun yang sedang membersihkan debu-debu dan jaring laba-laba di dinding menghentikan kegiatannya sejenak dan segera berlari untuk melihat siapa yang memanggilnya. Taemin sedang berdiri di depan beranda rumahnya, terseyum lebar sembari melambai kecil pada Sanghyun, “Hai! Apa kabar?”

Sanghyun mengangguk dan tersenyum simpul.

“Uhmm~ apa aku mengganggumu? Kau… sedang apa?” Taemin berjalan mendekati Sanghyun yang berdiri di ambang pintu, lalu melongokkan kepalanya ke dalam rumah yang tidak terlalu besar itu, dan akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaannya sendiri, “Oh~ you cleaning this house? Sendiri?”

Dengan masih tersenyum, Sanghyun mengangguk pelan. Taemin juga mengangguk-angguk dan secara tiba-tiba mengambil kemoceng di tangan Sanghyun—yang tadi digunakan untuk membersihkan debu-debu. Taemin tersenyum lebar dan bergumam sambil mengayun-ayunkan kemoceng itu, “Biar kubantu… Ha~Hatchi! Ah~ sorry.”

Sementara Taemin menggosok hidungnya yang gatal dan memerah, Sanghyun menggelengkan kepalanya dan mengambil kembali kemoceng itu. (Aniyo. Aku akan melakukannya sendiri saja. Debunya banyak sekali. Kau bisa bersin-bersin nanti.) Sanghyun memberikan senyuman simpul dan kembali dengan pekerjaannya.

“Ouch~ let me help you… hatchii! Sanghyun-ssi!”

Yeoja itu tetap pada pekerjaannya, merespon hanya dengan gelengan kepala. Dan karena sebenarnya Taemin tidak tahu apa yang harus dia lakukan, akhirnya namja itu hanya memperhatikan Sanghyun saja.

Sanghyun menggeser sebuah kursi kayu untuk dijadikan pijakan ketika dia tidak bisa membersihkan jaring laba-laba yang menempel di bagian dinding yang paling tinggi. Dan Taemin tertawa ketika yeoja itu tetap tidak bisa meraih bagian dinding tersebut.

“Perlu bantuan?” tawar Taemin sambil mendekati Sanghyun dan memegangi kursi kayu itu agar Sanghyun tidak terjatuh. Tapi kemudian namja itu bersin lagi karena debu yang masuk ke hidungnya. Di sisi lain Sanghyun juga tengah mengucek matanya yang pedih karena kemasukan debu. Dia menunduk dan mundur sedikit, namun tanpa sengaja dia menginjak bagian kosong di bawah sandaran kursi kayu yang ringan itu, sehingga kaki kirinya terperosok masuk ke bagian kosong tersebut dan Sanghyun yang tidak bisa menahan keseimbangannya memutar tubuhnya dan akhirnya jatuh menimpa Taemin. Sekarang tubuhnya telungkup menindih Taemin yang berada di bawahnya, sementara kakinya terperangkap di kursi kayu tadi.

Taemin memekik kecil dan tanpa sadar malah memeluk pinggang Sanghyun yang berada di atasnya, “You okay?” tanyanya pelan, dan tertegun saat menyadari jarak wajah mereka yang kini sangat dekat. Bola matanya bergerak-gerak memperhatikan setiap lekuk wajah Sanghyun yang terlihat lebih detail karena jarak mereka saat ini. Sanghyun sendiri tenggelam dengan mata Taemin dan tidak sadar bahwa detak jantung merekalah yang saat ini seolah menghiasi keheningan yang menyeruak.

Rambut hitam Sanghyun terjuntai mengenai dahi Taemin, dan hidung mereka hampir bersentuhan, sebelum sepersekian detik kemudian Taemin memalingkan wajahnya ke samping, “HATCHII!”

***

Setelah mereka bekerjasama menyapu bersih seluruh lantai, Sanghyun yang sempat pergi ke kamar mandi kembali dengan membawa ember berisi air di tangan kanannya dan lap di tangan kirinya.

“Untuk apa itu?” tanya Taemin dengan wajah heran sekaligus polosnya. Dia memperhatikan Sanghyun yang sekarang berjongkok di atas lantai dan mulai membersihkan lantai kayu itu dengan lap yang dibawanya.

“Ah~ bagus! Itu akan membuatnya lebih bersih!” seru Taemin seolah mendapat penemuan baru. (-__-!!) “Sanghyun-ssi, boleh aku mendapatkan benda itu juga?” tanyanya sambil menggulung lengan bajunya dengan penuh semangat dan menunjuk lap di tangan Sanghyun.

Sementara yeoja itu hanya mendongakkan kepalanya untuk menatap Taemin dengan mulut setengah menganga. ‘Apa dia memang baru menemukan cara seperti ini?…’ pikirnya heran, ‘… tinggal dimana dia sebelumnya?’ (-_____-)

“Sanghyun-ssi? Hey!”

Panggilan Taemin membuat Sanghyun tersadar dari pikirannya yang sudah melanglang buana (-__-) Sanghyun kemudian menatap Taemin dengan pandangan bertanya, (Ne? Waeyo?)

Taemin tersenyum lebar, “Satu lap lagi.”

>>><<<

To Be Continue

A/N : Makin aneh! (-__-!!) Miaaaaaaaaann!! *bow* Aku selalu tunggu komennya, kripik… eh~ kritik maksudnya, tapi kripik juga boleh, kok. Sarannya juga aku tunggu banget! Butuh banget! Banget, banget! *apaansih?* Oh iya, kalo ff ini ngebosenin, bilang aja, ya! (╥^╥)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

31 thoughts on “Sometimes – Part 7”

  1. gak kok chingu, ehmm. .bagus kok. Tp konfliknya blm ada ya, kyknya bkal jd cinta segitiga nih. Tp lbh cocok taemin – sanghyun ntr endingnya. hehe

    1. Iya, emang aku juga ngerasa alurnya kelambatan. Emang dasar amatir… (-__-)a
      Taemin-Sanghyun? Oke, bisa dipertimbangkan. Kekeke~ Gomawoyo, udah baca dan komen (lagi)… ^^

  2. Ahh~ >< aku mau end'nya sama onew… Gak mau sama taem pokoknya with leader tofu,,, kalau sama taem gak seru,,
    author sama onew aja yah? ? ^^ please?? Jebal!

    1. Oh~ gitu, ya? .__.a Jujur nih, aku juga sebenernya masih bingung Sanghyun jadinya mau sama siapa =______=v… Huweee~ emang aku ini author rendahan… T.T *jedotin pala sendiri*

      Makasih sarannya, ya?! Berharga banget… ^___^

  3. Aaaaa taeminnn
    Baik banget deh
    Ketawan banget dia suka sanghyun
    Jinkinya gimana?
    Jangan jangan
    Nanti lamalama jinki suka juga
    Itu ayahnya tega bangett
    Mudah putus asaa

  4. udah ampe part 7 tp konflik n perihal percintaan y masi belum terlalu pelik jd kyk agak lambat alur y, kalo bisa agak dicepetin ja dikit tp. . . . .
    ONEW kok ngak da rasa prihatin y n cuek bebek bgt gt sikap y. . . .
    Lanjut. . . . .

  5. udah ampe part 7 tp konflik n perihal percintaan y masi belum terlalu pelik jd kyk agak lambat alur y, kalo bisa agak dicepetin ja dikit tp. . . . .
    ONEW kok ngak da rasa prihatin y n cuek bebek bgt gt sikap y. . . .
    Lanjut. . . . .!!!

    1. BENER BANGEEEET…!! Makanya aku suka bilang ‘kalo ngebosenin bilang aja’, soalnya ya itu… aku juga ngerasanya alurnya lambat banget… T.T
      Iya, deh. Aku usahain ntar lanjutannya lebih cepet alurnya. Makasih banget ya, udah ngasih masukan… :’)

  6. Ini gak ngebosenin kok, keren malah. Aku suka banget scene taem sama sanghyun dibagian akhir.. Romantis hehehe
    lanjutannya aku tunggu!

  7. Miraaa~ mian nih aku telat baca + komennya… *plakK
    .
    Wah jadi juga Jinki sama sangHyung dibuatin skandal.. Ckckck.. Entah kenapa aku jadi kasian sama Taemin,,
    .
    Ngebayangin Jinki ngedate kok kayaknya lucu, yah? *plakK*
    .
    Trus aku juga suka bagian Taem pas jatuh ketindih sanghyun.. Polos tapi roMantis.. Mana taem pake bersin segala. Ckckck, dasar!
    .
    Lanjut!!
    Tanda2 triangle lovenya keren.. Hehehe

    1. Jhaha~ gak papa, eonn. Aku juga telat balesnya… 😀

      Lah? kok kasian ama Taemin, eonn? .__.a

      Ckckck~ padahal menurutku itu scene tergaje loh… (-__-“)

      Makasih ya, Chandra eonn.. ^^

  8. Wow.. Bakalan jadi cinta segitiga nih kayaknya. Kasian sanghyun digituin sama ayahnya.. Hmm~

    jinki-sanghyun-taemin
    aku dukung sanghyun sama Taemin deh!!
    Lanjut!

  9. Wah, mulai nih skandalnya. Waduh, kalo udah urusan cinta segitiga, jadi bad feeling nih… Nanti sanghyun bakalan milih Taemin apa Jinki?

    Bener2 bikin penasaran! Lanjut deh, Mira!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s