Egoistic Marriage: Nuguseyo? (I)

Author : Ria QR (Twitter : @riaQR)

Main Cast :

–          Choi Min Ho

–          Kim Ki Bum

–          Kim Jong Hyun

–          Lee Taemin

–          Lee Jinki

–          Kang Hye Mi (Imaginative Character)

Support Cast :

–          Nenek Goo Hara

–          Kakek Kang Nam Gil

–          Shin Min Ri (a.k.a Widi)

–          Lee Chaerin (Taemin and Jinki’s eomma)

–          Kim Taeyeon (Key and Jonghyun’s eomma)

–          Choi Soo Young (Minho’s eomma)

–          Lee Dong Hae sasangnim

–          Tuan Goo Siwon

leght : Sequel

genre : romance, family, a bit comedy

rating : PG 15

Egoistic Marriage — Nuguseyo? (1)

“Hyemi-ah… bintang kecil kakek… Jika kau membaca ini, mungkin saja kakek sedang sekarat atau mungkin sudah mati…

            Hyemi menitikkan airmata. Kakek… panggilnya dalam hati.

            “…Kakek tidak punya apa-apa untuk diwariskan padamu. Mianhae… Bahkan tanah tempat tinggal kita dan toko kue kita itu milik orang lain.

            Hyemi-ah… jika setelah ini ada seorang nenek kaya mencarimu… terimalah.

            Sebab aku telah melakukan perjanjian dengannya.

            50 Tahun silam aku hampir menikahinya… Tapi karena ia dari keluarga kaya sedangkan kakek tidak lebih dari pemuda miskin yang berpenghasilan rendah, keluarganya tidak setuju. Kami pun berpisah. Tapi kami tidak begitu saja melupakan kisah cinta kami. Kami yakin suatu saat nanti kami akan bertemu lagi.

            Maka untuk bertemu lagi kami membuat perjanjian. Yaitu apabila kami kelak memiliki cucu, maka cucu kami akan di jodohkan.

            Hyemi-ah… kau mengerti?

            Artinya kau ku jodohkan dengan cucunya.

            Nama nenek itu adalah Goo Hara. Pemilik usaha resort, real estate, dan jaringan perhotelan Korea.

            Terimalah perjodohan ini, Hyemi-ah… Hanya ini yang kakek bisa tinggalkan untukmu. Hidupmu akan lebih baik bersama Goo Hara. Lanjutkan sekolahmu, dan berlajarlah mencintai keluarga barumu. Cintai Goo Hara seperti kakek mencintainya dahulu. Anggap dia sebagai nenekmu sendiri. Dan jangan lupa cintai pula calon suamimu kelak.

            Hyemi-ah, bintang kecilku… sehat selalu. Kakek selalu bersamamu.

***

            “Kang Hyemi,” panggil seorang wanita tua berpakaian mahal di hadapan Hyemi. Hyemi menyipitkan mata. Tidak mau bertemu dengan nenek goo Hara ini sekarang.

            Hyemi berhenti menyeruput susu kotak ditangannya. Hyemi baru saja turun dari bis sehabis pulang kuliah hari ini. Ia pulang sendiri, tidak bersama Minri. Sekarang Hyemi baru menyesal mengapa tadi tidak menunggui Minri saja agar bisa pulang bersama. Sekarang malah bertemu dengan wanita ini.

            “Jweisonghamnida (maaf). Saya harus pulang segera,” kata Hyemi.

            “Jadilah cucuku,” kata Goo Hara lagi membuat Hyemi menatapnya. “Kubilang, jadilah cucuku.”

            Hyemi meniup udara kosong dihadapannya. “Menjadi cucu anda dengan cara dinikahi cucu anda?”

            Goo Hara menghela nafas panjang. “Jangan bermain-main Hyemi. Aku bukan orang yang suka bermain-main. Terlebih lagi aku tidak suka mengingkari janji. Ikutlah denganku. Jadilah cucuku.”

            “Apa yang membuat anda keras kepala membawaku?”

“Aku mencintai kakekmu. Aku menghargai perjanjian kami. Didalam dirimu mengalir darahnya, terlebih kau orang yang selalu bersamanya selama 18 tahun terakhir. Ada alasan bagiku tidak bisa untuk tidak menyayangimu? Kau penghubung kami, Hyemi-ah. penghubung kelanjutan cinta kami. Kau tahu? aku sudah menyayangimu, jauh sebelum kita bertemu.”

“Perjanjian aku dan Nam Gil tertulis diatas kertas bermaterai yang dibubuhi tanda tangan asli kakekmu.”

Hyemi diam ditempat. Hyemi tidak mau membalas kalimat Goo Hara. Ia saja masih bingung dan masih kurang tahu dan bahkan belum bisa memngambil kesimpulan dari semuanya.

“Kalau kau tidak mau, Akan kupakai cara paksa,” lanjut Goo Hara. “Jika kau tidak memenuhi perjanjian kakekmu sendiri, aku akan menjual tanah rumah dan toko kue kakekmu.”

Kalimat terkahir sukses membuat Hyemi mendokkan kepala. Hyemi menatap Goo Hara dengan tatapan ganas. “Musun soriyo?”

“Tanah rumahmu dan juga toko kue kakekmu adalah atas namaku. Bahkan kau terancam putus sekolah. Kau tidak akan bisa terus menerus meminta uang pada Ibu Minri agar menyekolahkanmu. Aku akan memecat Ibu Minri yang bekerja di salah satu hotelku.”

“Maldo andwae!!!” pekik Hyemi.

“Pikirkanlah baik-baik hyemi-ah. Jika kau berubah fikiran, silahkan datang kerumahku. alamat rumahku ada di Ibu Minri,” kata Goo Hara yang tetap tenang meski sudah diteriaki berkali-kali oleh Hyemi. “Annyeonghi Gaseyo.”

Hyemi meremukkan kotak susu ditangannya.

***

“Terimalah perjodohan ini, Hyemi-ah… Hanya ini yang kakek bisa tinggalkan untukmu. Hidupmu akan lebih baik bersama Goo Hara. Lanjutkan sekolahmu, dan berlajarlah mencintai keluarga barumu. Cintai Goo Hara seperti kakek mencintainya dahulu. Anggap dia sebagai nenekmu sendiri. Dan jangan lupa cintai pula calon suamimu kelak.”

***

Siapapun yang mengatakan Hyemi gila, katakanlah. Hyemi sekarang sudah berada di depan rumah besar yang memliki halaman yang luas. Hyemi menekan bel yang terletak di depan pagar rumah tersebut.

“Nuguseyo (siapa)?” tanya sebuah suara yang membuat Hyemi kaget. Hyemi mencari asal suara tersebut.

“Interphone,” kata suara itu lagi membuat Hyemi segera mengerti Lalu menuju interphone diseberang. “Pabo (bodoh),” kata suara interphone lagi membuat Hyemi hampir saja merusakkan alat tersebut.

“Nuguseyo?” tanya suara interphone lagi.

“Kang Hyemi.”

“Mau bertemu dengan siapa?”

“Nyonya Goo Hara?”

“Hahahahahahahahahaha.”

            Hyemi betul-betul sudah berniat merusakkan alat ini sekarang juga.

            “Jangan rusakkan alat ini… harganya mahal. Uang tabunganmu tidak akan cukup,” kata suara interphone lagi.

            “Aisshi! Aku ingin bertemu nyonya Goo Hara!”

            “Kau yakin? Orang sepertimu mencari orang sepenting nenek? tidak salah? sudah buat janji? Atau salah sebut nama? Mungkinkah kau sebenarnya sedang mencari pemuda tampan bernama Kim Jonghyun?”

            “GOO HARA! aku tidak mengenal Kim Jonghyun! Bukakan pintunya!!!!”

            “Arasseo,” kata suara itu lagi. dan pintu pun terbuka.

            “Teknologi bodoh,” umpat Hyemi.

***

            Hyemi sudah berjuta-juta kali memuji rumah ini. Halamannya saja sangat luas. Hyemi kepayahan  berjalan dari pintu pagar sampai ke pintu rumah saking luasnya. Rumah ini bergaya arsitektur mediterania, rumah orang barat pada abad pertrengahan tapi diberi sentuhan yang jauh lebih modern. Hyemi kini sudah berada di ruang tamu dalam rumah yang Hyemi yakin ini hanya salah satu dari beberapa ruang tamu yang ada. setelah disuruh menunggu oleh pelayan, Hyemi tertarik untuk melihat-lihat sedikit isi rmah ini.

            “Just dance… dara dooo just dance gunna be okay… AWWW!!!”

            “AWW!!!” erang Hyemi bersamaan dengan seorang namja yang memakai headset. mereka saling bertabrakan. dan Hyemi tahu yang salah namja ini karena dia sedang bergerak tidak karuan dan akhirnya menabrak hyemi.

            Namja itu berdiri lalu memperhatikan hyemi. “Gwaenchanhayo (tidak apa-apa)?”

            “Ne. anda?”

            “Ne,” jawab Namja itu singkat.

            Hyemi akan memberi nilai 8 pada namja ini. dia bertubuh cukup tinggi dengan rambut ikal coklat pendek.ditambah lagi sikap sopannya.

            “Hm… permisi,” kata Hyemi sambil membungkuk setelah lama berdiam-diaman dengan namja tadi.

            “Ah, ne,” balasnya sambil membungkuk.

            Setelah Hyemi pergi, namja bernama Lee Taemin itu berfikir. “Nuguseyo?”

***

            Hyemi menepuk kedua pipinya. Wajah namja tadi cukup tampan dan Hyemi masih ingin melihatnya. Ayolah…

            Baru saja Hyemi berjalan sedikit, Hyemi mendengar suara alunan piano yang sangat jernih. Tertarik, Hyemi mencari asal suara. Hyemi menemukan asal suara berasal dari taman samping. Hyemi mendekat. Dari balik jendela, Hyemi melihat seorang namja lain sedang memainkan piano dengan lincah.

            Namja itu berpakaian casual coklat. Rambutnya hitam, pendek dan lurus. Namja itu tampak sangat menikmati permainan pianonya. Suaranya jernih… menghanyutkan… Tanpa ia sadari, Hyemi terus memperhatikan dan mendengarkan dari balik jendela.

***

            “Nuguseyo?” tanya seseorang dibelakng Hyemi sambil menepuk pundak Hyemi.

            “YA!” sontak Hyemi berteriak kaget. Hyemi berbalik kemudian mendapati orang yang mengagetkannya. Tepatnya NAMJA yang mengagetkannya.

            “Nuguseyo?” tanya namja itu lagi.

            Namja yang lain lagi. Sebenarnya ada berapa namja di rumah ini sih? batin Hyemi. Dan kenapa semua namja yang dari tadi kulihat semuanya tampan?

            Hyemi akui, namja yanga da dihadapannya sekarang ini juga tampan. Tidak kalah tampan dengan namja yang bertabrakan dengannya tadi dan nama pemain piano di taman samping. Namja ini berpotongan rambut hitam pendek dengan poni pendek di wajahnya.

            “Jangan memperhatikanku terus.  Aku tahu aku tampan,” Kata namja itu lagi membuat Hyemi mau muntah. Ya, dia memang tampan tapi sangat tidak sopan.

            “Puas mendengar Minho bermain piano?” tanya namja itu lagi. Hyemi pun berfikir.. oh jadi namja yang bermain piano itu namanya Minho…

            “Kau siapa? Pelayan baru?” tanya namja itu lagi membuat Hyemi ingin meninju mulut cerewetnya itu.

            “Kang Hyemi?” tanya seorang namja dari belakang namja menyebalkan ini. Namja lagi. Tampan lagi. Namja yang baru saja datang itu mungkin sama tingginya dengan namja menyebalkan ini. Sekarang ia tersenyum dan astaga… senyumannya itu khas sekali. membuatnya bertambah tampan.

            “Ne. Kang Hyemi,” jawab Hyemi setelah menyeret paksa pikirannya setelah mengagumi ketampanan namja ini.

            Namja yang baru saja datang itu beralih pada namja yang menyebalkan. “Loh? Ki Bum? Kau sudah bertemu dengan Hyemi-sshi?”

            Oh jadi nama namja menyebalkan ini Ki bum…

            “Memang dia siapa?” tanya Kibum pada namja tadi. “Jinki-ya! jangan sebut nama asliku! Aku punya nama luar negri!”

            “Yang kau dapat setelah program pertukaran satu tahun? hahaha. Baiklah Key. sekarang Kita punya tugas. Mari mengantar Hyemi-sshi ke ruang makan.”

            “Buat apa kita mengantar gadis kumuh ini? Bukannya dia pelayan baru kita?” tanya Key sambil menunjuk Hyemi. Hyemi meninju tangan Key yang menunjuknya membuat Key meringis pelan.

            “KAU!”

            “Eh… Jinki-sshi? Namamu Jinki kan? kau tahu dimana nyonya Goo Hara?” tanya Hyemi yang mengabaikan Key.

            “Tentu saja. Dia diruang makan. Mari kuantar.”

***

            Hyemi tidak mengerti dengan situasi seperti ini. Hyemi didudukkan berhadapan dengan empat namja yang sempat dilihatnya tadi plus seorang namja lagi yang dari suaranya Hyemi bisa tahu bahwa namja itu yang mempermainkannya di interphone. Kim Jonghyun, tadi di interphone dia menyebutkannya. Pasti itulah namanya.

            “Hyemi, aku tahu kau datang,” kata Nenek Goo Hara. “Sebelum aku berbicara banyak akan kukenalkan kelima namja yang sedang duduk didepanmu sekarang.”

            “Dari Kiri ke kanan… Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Ki Bum dan terakhir… Choi Minho, “ kata Nenek Goo Hara. “Perkenalkan, mereka semua cucuku. Dan mereka semua calon tunanganmu. Dan kalian semua, kenalkan ini Hyemi, calon tunangan kalian.”

            “MWOOOOO????!!!!”

***

            Hyemi membulatkan mata. Kelima namja yang ada didepannya ikut melakukan hal yang sama. Mulut Jonghyun mungkin sudah berbusa.

            “Halmeoni, musun soriyo (nenek, apa maksudnya)?” tanya Minho yang pertama kali membuka suara. Keempat namja yang lain mengangguk-angguk.

            “Ne, halmeoni. Musun iriseosseoyo (apa yang terjadi)?” tanya Taemin.

            “Dia tunangan siapa?” tanya Jonghyun lagi. “Kami berlima, dia sendirian. Masa dia mau poliandri?”

            Jinki tersenyum. “Semuanya. Dengarlah dulu penjelasan nenek.”

            Sementara Key hanya memasang tampang sinis dan meniup poninya.

            Nenek Goo Hara tersenyum. Ia kemudian berjalan menuju kursi yang berada tepat diantara Hyemi dan kelima namja tersebut lalu duduk. “Dengarlah dulu, cucu-cucuku yang tampan.”

            “Tapi, nyonya, kami tidak bisa didiamkan terus. Kami butuh penjelasan,” Hyemi ikut bicara.

            “No. no, hyemi-ah. Jangan memanggilku dengan sebutan nyonya. Panggil aku nenek saja.”

            “Ne, nyonya.”

            “Mworago? Kubilang panggil aku halmeoni (nenek) Hara. Kalau tidak detik ini akan kujual toko kakekmu.”

            “Andwae, nenek.”

            Nenek Hara tersenyum. “Biasakan.”

            “Dong Hae sasangnim,” panggil nenek Hara. Beberapa detik kemudian asisten berkacamata nenek Hara yang pernah mendatangi rumah Minri sudah berada disamping nenek Goo Hara.”Bacakan.”

            “Ne, nyonya,” katanya. “Kita mulai dari cerita masa lalu nyonya Goo Hara dengan tuan Kang Nam Gil, kakek dari Kang Hyemi.”

            Orang bernama Dong Hae itu pun membuka sebuah gulungan. “50 tahun yang lalu, tuan Kang Nam Gil hampir saja menikahi nyonya Goo Hara. Karena masalah status sosial yang berbeda, orangtua nyonya tidak merestui. Tapi keduanya telah berjanji, suatu saat jika keduanya sudah mempunyai cucu, maka cucu-cucu mereka akan dijodohkan sebagai penyambung cinta keduanya.”

            “Nenek…” taemin bersuara. Tampak tergugah dengan cerita barusan.

            “Kami baru mengetahuinya nek,” kat Jinki lagi.

            “Nek… Kalau ada masalah, ceritakanlah pada kami, jangan disembunyikan,” lanjut Key dengan suara lembut membuat Hyemi menganga. Padahal beberapa menit yang lalu namja itu yang paling sinis terhadapnya.

            Nenek Goo Hara tersenyum terharu. “Gamshamnida, cucuku. Dong Hae, lanjutkan.”

            Dong Hae pun melanjutkan, “50 tahun telah berlalu dan tuan Goo Siwon menikahi tiga wanita. Istri pertama bernama Lee Chaerin melahirkan dua putra, yaitu Lee Jin Ki umur 22 tahun, dan Lee Taemin umur 18 tahun. Lee Jinki adalah putra tertua dan Lee Taemin adalah putra termua tuan Goo Siwon.”

            “Istri kedua bernama Kim Tae  Yeon yang melahirkan dua putra yaitu Kim Jonghyun umur 21 tahun dan Kim Ki Bum umur 20 tahun.”

            “Istri ketiga, rest in peace Choi Soo Young, telah meninggal dan melahirkan putra tunggal Choi Min Ho,” kata Dong Hae.

            “Tuan Kang Nam Gil mempunyai satu anak yaitu Kang Chang Min yang mempunyai satu putri yaitu Kang Hyemi.”

            “Dengan demikian, nyonya Goo Hara memiliki total 5 cucu dan tuan Kang Nam Gil mempunyai satu cucu. Sesuai perjanjian, bahwa ini adalah perjodohan antara cucu dan cucu maka kelima cucu Goo Hara akan dijodohkan dengan seorang cucu dari tuan Kang Nam Gil.”

            BRAK!

            Tiba-tiba suara kursi dihentak terdengar membuat semua orang di ruang makan kaget. Key alias Kim Ki Bum menggebrak meja sesaat setelah Dong Hae menyelesaikan kalimatnya. “Mworago? apa kau bilang? Kami berlima akan menikahi satu wanita???”

            “Micheosseo (ini gila),” kata  Minho.

            “Tapi cukup menarik,” komentar Jonghyun.

            “YA hyung!” semprot taemin karena hanya Jonghyun yang tampak tidak apa-apa.

            “Jankaman. Saya belum selesai, tuan-tuan. Belum tentu kelima tuan muda akan menikahi Kang Hyemi. Kalian hanya akan ditunangkan. Kemudian nona Hyemi akan tinggal dirumah ini dan bersekolah di universitas yang sama dengan tuan-tuan. Selama 6 bulan, tuan-tuan akan berinteraksi dengan nona Hyemi dan melakukan pendekatan. Orang yang akan membuat Hyemi jatuh cinta, maka dialah yang akan menikahi Hyemi.”

            “Buat apa? Buat apa menikahi gadis miskin ini?” tanya Key membuat Hyemi mendelik kearahnya. Key tampak memasang tampang sinis lalu membuang muka ke arah lain.

            “Jaga kata-katamu Ki Bum!” seru nenek Hara begitu mendengar Key menyebut ‘gadis miskin’.

            “Baik, saya lanjutkan. Sebab, orang yang akan menikahi nona Hyemi akan mendapat warisan sebesar 80 %.”

            Seketika seluruh orang yang ada di ruang makan terperanjat. Beberapa sudah menutup mulut. Minho yang awalnya tampak tidak tertarik malah sudah membulatkan mata. 80 % itu artinya… semua resort, real state, dan hotel akan jatuh ketangan yang beruntung.

            “Ehem,” Dong Hae berdehem sebentar membuat keheningan terpecahkan. “Baiklah, tugas saya selesai. Ada yang ingin bertanya?”

            Karena Kalimat terakhir Dong Hae terlalu berat dan masih menimbukan efek shock luar biasa, maka tidak ada yang bisa menjawab.

            “Ehem. Baik, karena tidak ada pertanyaan, saya kembalikan ke nyonya Goo Hara.”

            Nyonya Goo Hara mengetuk gelasnya dengan sendok membuat semua perhatian tertuju kearahnya. “Kurasa sudah cukup. Hyemi, besok kau sudah pindah ke SM univeristy. Semuanya sudah kuatur. Dan kalian, para tuan muda putra Goo Siwon, berlombalah memenangkan hati Hyemi.”

            “Aku capek. Mungkin aku akan pergi beristirahat disalah satu resort,” kata nenek Hara sambil memijat kepalanya. “Dong Hae, siapkan semuanya. Besok aku mau pergi.”

            “Ne, nyonya.”

            Lalu nenek Goo Hara pun meninggalkan Hyemi dan kelima namja calon tunangannya.

            “Tunggu nyonya aish… Nenek Hara!” panggil Hyemi tapi ditahan oleh asisten pribadi yang sudah berjaga diluar pintu ruang makan. Hyemi masih sangat ingin bertanya. Ah tidak, bahkan pergi dari rumah ini sekalian. Hyemi tiba-tiba merasa pusing.

            “Aku juga pusing. Aku mau beristirahat dulu. Boleh kutahu dimana kamarku?” tanya Hyemi dan seorang pelayan menganguk mengiyakan.

            Sementara itu kelima namja kaya itu masih bengong menatap piring-piring kosong mereka.

***

            “Begitu?” gumam Lee Chaerin, Ibu Jinki dan Taemin. Saat ini Taemin, Jinki, ibunya dan beberapa anggota keluarga Lee sedang rapat keluarga. Mendengar penuturan Jinki, Chaerin mulai berpikir cepat.

            “Kau harus menikah dengannya Jinki,” kata Chaerin. Jinki menatap ibunya tidak mengerti.

            “Ibu tidak mau menanyakan dulu apakah aku menyukainya atau tidak?” tanya Jinki hampir berbisik.

            “Rasa suka akan datang dengan sendirinya. Nikahilah gadis itu,” kata Chaerin lagi.

            “Eomma!” pekik Jinki. Taemin dengan cepat menahan tangan Jinki yang sudah bergerak, tanda Jinki mau meninggalkan ruangan.

            “Jinki-ya! Kau adalah putra pertama keluarga ini. Kaulah yang berhak atas 80 % kekayaan ayah dan nenekmu!”

            “Musun soriyo eomma?”tanya Jinki putus asa. “Ini demi 80 % itu?”

            “Apalagi kalau bukan itu?” tanya Chaerin. “Kita akan hidup darimana tanpa itu?”

            “Aku akan bekerja! Aku tak mau menikahi gadis yang tidak aku cintai sedikitpun!” balas Jinki hampir menjerit.

            “Dengarkan kata-kataku sekali saja Jinki! Turutilah kemauan eomma! Eomma sudah melahirkanmu, merawatmu! Tibalah saatnya kau membalasnya!”

            Jinki tentu saja tidak bisa membalas kalimat terakhir.

            “Kalau kau tak bisa, Taemin pun akan kupaksa,” kata Chaerin membuat Jinki berkata. “Jankaman, eomma, aku akan melakukannya.”

            Jinki bisa merasakan tangannya digenggam erat oleh Taemin. “Ini semua demi… eomma.”

            Chaerin tersenyum puas.

***

            “Diantara kalian, siapa yang mau menikahi gadis miskin itu?” tanya Kim Taeyeon pada kedua putranya, Key alias Kim Ki Bum dan Kim Jonghyun.

            “Ibu berkata apa? Shiroh(tidak mau),” kata Key datar.

            “Tapi dia cukup menarik,” kata Jonghyun membuat Key berdecak.

            “Mananya yang menarik…”

            “Ya, Key, kau tidak tahu cara melihat pesona wanita? Jelas dia menarik. Tubuhnya tinggi, rambutnya panjang, kulitnya putih, wajah tinggal di rawat sedikit pun dia bisa menjadi gadis cantik,” kata Jonghyun.

            “Ya ya ya… terserah kau sajalah. Bagimu semua wanita itu menarik.”

            “Ya. Kim Kibum, Kim Jonghyun, eomma tidak tahu apakah gadis itu menarik atau tidak. Yang jelas, diantara kalian harus ada yang menikahinya. Arasseo?”

            “Bukan aku,” jawab Key langsung.

            “Aish. Anak ini. Pokoknya diantara kalian harus ada yang mampu merebut hatinya. Eomma akan pergi ke London besok untuk mengurus butik baru eomma. Saat eomma pulang, eomma tidak mau tahu, salah satu diantara kalian harus sudah ada yang memacari gadis itu,” kata Taeyeon dan dibalas gumaman tidak jelas oleh Jonghyun dan Key.

TBC

(Jangan lupa kritik, comment dan voting couple-nya (pengennya Hyemi sama siapa). voting terbanyak maka seperti itulah endingnya^^ thank you for reading and say no to plagiat^^)

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

188 thoughts on “Egoistic Marriage: Nuguseyo? (I)”

  1. aku maunya onew,hyemi,key,minho biar ada wakil masing2 keluarga hehehe
    tapi endingnya maunya sama key kayanya lebih seru kalo sama key
    sama key ya ^^, postnya jgn lama2 yaa pasti ceritanya bakal seru bgt deh

  2. huaaaah !
    Sama MINHO aj!!
    Tpi tpi yang laen jg suka gtu sm Hyemi !
    Jd ntar kan ad cemburu” sana sni ~xD
    LOL!

    Daebaaak!!Daebak !
    D tunggggu lanjutannya dgn segeraaaaaaa~xD

  3. MAKASIH BUAT YANG UDAH KOMEN DAN BACAAAA (YEAAAH)

    maaf gabisa balas semua komen… semua ini diluar prediksi ria, kirain yang baca cuman sedikit tau-taunya komentarnya sampe 100-an lebih !

    aduh terharuuuu *nangis dipeluk minho* *dibakar flames*

    nah kalo dibales satu-satu komennya bisa-bisa komentar part I ini sampe 200 ! uwaaah capek kan kalo dibales satu-satu -____-

    tapi intinya ria BERTERIMAKASIH buat semua yang udah baca APALAGI yang komen. buat admin yang udah ngeposting jugaa *cipok lana* haha

    next part-nya ditungguin yaaa! soalnya udah ada beberapa part yang masuk timing publish!

    KEEP VOTING TOO !

    so much love from Ria ♥♥♥

  4. Satu lagi komen dariku ria 🙂

    Gilee 1 cwe 5 cwo??
    Mana cwo nya pada ganteng2 lagi..
    Aku jg mw dong jd hyemi *ngareplu*
    aku ama key aja #plakk
    okay go to next part ^^

  5. Yaaaa
    Hohoho menariik..
    Udah lama gak baca ff yang namjanya keroyokan kayak gini.
    Masi belum bisa menebak siapa yang kepincut sii..
    Si key gak dimana mana tetep cool..
    Tapi itu yang bikin aku suka.
    Hahaha..
    Bagus author
    Kelanjutannya dipanjangin lagi.
    *kalo bisa ^^

  6. kasian hyemi sudah jatuh tertimpa tangga..
    eh, ga deng beruntung dia mau tunangan sama shinee
    cuma aku turut berduka aja atas meninggalnnya kakenya..
    aku vote key!! kayanya rame kalo sama key 🙂

  7. Waduuuhhh~
    Kenapa jadi perebutan harta warisan 80% gini ya??
    kkk~ Tapi jadi sukaa deehh!

    Masalah voting, aku udah kekeh dari awal -> KIM JONGHYUN!
    hehehe! setuju deh kalau Hyemi sama Jjong

    Oke Ria eon ^,~

  8. huwaaaa… pengen jadi Hyeminya….. *guling2, dibakar Shawol
    aku rasa ceritanya bakalan seru, soalnya ada lima tunangan, siiih…. tapi yang paling seru kalo Hyemi jadian ama Key… so, i vote for Hyemi-Key…

  9. Waah. Udah lama bgt gag baca fanfic. Udah setengah taun. Gara2 sibuk krja.
    Dan trnyata ff ini yg ku bca pertma kali setelah sekian lama hiatus. Ahahaa.
    Nice ff. Hyemi sma jinki aja, soalnya jjong buat aku seorang XDD

  10. Lucu ni ff, “̮ ƗƗaƗƗaƗƗa “̮
    Enak ya si hyemi , calon tunangannya tampan”..
    Hyemi sama minho aja atau onew yaa ..
    Next..

  11. hmm ceritanya keren, thor (y) aku pilih hyemi Jjong deh. kayanya seru deh klo si yadong playboy sexy ntu tobat jd playboy yadong. hehe xD Minho-nya sm aku aja deh~~

  12. Kesan pertama yang ditinggalkan TaeMin cukup menarik di mata HyeMi.
    Binggung juga kalau harus milih diantara ke-5nya.
    Keren-keren
    Sayangnya aku baru dapat FF ini (งˆ▽ˆ)ง
    Semangat buat baca yang selanjutnya ◦”̮◦нαнα◦”̮◦нαнα◦”̮◦‎​​

  13. Wah min ini terinspirasi dari komik jepang ya? Soalnya aku pernah baca komik jepang yg model begini, tapi cowoknya cuma 2 bukan 5 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s