Mon Destin – Part 2

Mon Destin (Part 2)

Author  : Ditia, I-el, Lia Ijjem

Cast       : –     SHINee

Han Hyejin

Kim Iseul

Kim Minna

Park Seoyeon

Shin Hyorin

Genre   : Romance, friendship

Length  : Series

Rating : PG 15

“Honey, bangun..”  Key membuka tirai kamar membiarkan sinar matahari pagi menembus ke dalam kamar Minna. Ketika  ia tak mendengar suara yang keluar dari mulut adiknya, ia beranjak membuka selimut yang membungkus tubuh Minna. Key beralih setengah duduk diatas ranjang Minna. Tanpa canggung, ia menjepit hidung Minna dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Membuat Minna menunjukkan tanda-tanda akan bangkit dari bunga tidurnya. Minna memukul-mukul  udara ringan dengan tangan dan kakinya. Ekspresi wajah Key berubah pucat ketika merasakan hantaman keras pada organ vitalnya. Ia menundukkan wajahnya dan ia melihat kaki tanpa dosa Minna berada didepan organ vitalnya, baru saja menendangnya. Membangungkan Kim Minna bukanlah gagasan yang baik. Bahayanya hampir seperti membangunkan seekor beruang yang baru saja berhibernasi.

Namun, ia tak menyerah walaupun organ vitalnya masih terasa nyeri. Key menarik-narik tangan Minna dengan tenaga prianya, tentu saja bisa mengalahkan napsu tidur Minna. Ia tersenyum tipis ketika mata Minna mulai mengerjap dan akhirnya terbuka. “Key oppa..? Aah, oppaa.. aku masih ngantuk..lagipula ini kan hari minggu.” ucap Minna setengah sadar, suaranya terdengar sedikit parau.

Key belum menyembunyikan senyumannya, lalu berujar,“My Minnaminna~ pagi ini oppa mau pergi. Kamu mau sewaktu bangun nanti nggak ketemu sama oppa?” Tanya Key sambil menyeka dahdir a.k.a iler yang merekat di sudut bibir Minna. Untuk ukuran seorang pria mempesona, seharusnya ia menjaga image-nya.

Setelah mengumpulkan kesadarannya, Minna menggeleng sambil mengucek-ngucek kedua matanya. “Apakah lama?”

Key nampak berpikir, sejurus kemudian mengacak rambut Minna lembut. “Hanya sebentar, mana mungkin oppa tega meninggalkanmu sendirian di rumah. Nah, ayo kita sarapan!” perintahnya masih dengan tersenyum. Gadis mana yang tak akan tersengat listrik kharismanya, jika ia selalu saja memamerkan senyum seperti itu? Tanya Minna dalam hati. Ia bangga memiliki kakak seperti Key. Ia tahu keempat sahabatnya diam-diam merasa iri karena keberuntungan itu—menjadi adik biologis seorang Kim Kibum. Jadi, setidaknya ia memiliki satu poin plus diatas teman-temannya tersebut. Hello, Key tampan, dan dia kakakku!

“Gendong~” rengek Minna manja. Ia sudah terbiasa bersikap seperti itu pada kakak laki-lakinya. Key hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, memunggungi Minna, kemudian berjongkok.  Ia menepuk-nepuk punggungnya, mengisyaratkan pada gadis itu bahwa ia menuruti perintah kekanak-kanakan Kim Minna—setidaknya, ia tak perlu mengganti popok Minna seperti dulu lagi.“Ayo, naik!”

Minna tersenyum senang kemudian menggelantung (?) di tubuh Key. Key menggendong Minna—dengan raut wajah merintih yang seolah mengatakan: lebih baik aku menggendong empat karung beras dibanding bayi raksasa ini—dengan langkah yang dipaksanya ringan menuju ruang makan. Ia mendudukkan Minna di salah satu kursi yang tersedia disana, kemudian ia duduk di kursi sebelahnya. Ia meregangkan tulang selangkanya hinga terdengar bunyi tulang-tulang yang saling bergesekkan.

“Kau mau saus blueberry, Honey?” tawar Key, setelah mendapat anggukkan dari Minna, ia langsung menuangkan saus blueberry ke pancake adiknya itu.

“Oppa,” panggil Minna, Key menoleh, “Hmm?”

“Aku ingin mempunyai pacar yang baik dan tampan seperti oppa.” sambung Minna sedikit malu-malu. Key mengantisipasi dengan berkata, “Kau itu pacarku sekaligus adikku, Honey.” Key menanggapi sembari menuangkan saus blueberry ke pancake miliknya sendiri.

“Aku serius, oppa..aku bosan bermain-main terus.” Benar, ucapan Minna tidak bohong. Key sempat melihat kejujuran disepasang mata Minna dan ia hafal betul bagaimana perangai adiknya ketika mengucapkan keinginannya kepadanya. Gadis itu akan bersikukuh hingga keinginannya tercapai. Key tak berniat memberontak. Ia seorang pria yang cukup dewasa untuk mengijinkan adiknya merasakan dunia baru.

“Kalau begitu, bawa pria kemari. Aku akan mengaudisinya.” ujar Key sambil menyuapkan potongan pancakenya ke dalam mulut. Ia mengucapkannya dengan sangat ringan tanpa beban.

“Audisi?” Minna menyahut bertanya. “Eh, bagaimana kriteria pria yang bisa lolos audisimu oppa? Tapi.. oppa tak berniat mengaudisi mereka untuk dijadikan pacar oppa kan?—aku yakin oppa masih suka yang bermotif kelinci, bukan yang polos.” Minna bergidik ngeri saat membayangkan isi pikirannya benar. Hello, Key tampan dan dia kakakku, sayangnya dia pecinta sejenis. Tidak, tidak, batin Minna. Ia tak membutuhkan kalimat terakhir.

Key tertawa kecil saat Minna bergumam tak jelas. “Aku lebih menyukai motif bergaris-garis belang, Honey.” Minna menghembuskan nafasnya lega. Ia tahu siapa gadis yang bermotif seperti itu, Key pernah bercerita. Key berdeham, “Hmm.. kau harus mencari pria yang pintar, yang bisa memasak,  yang bisa menjagamu dengan baik, dan yang paling penting ia harus tampan, tapi..” Key menghentikan ucapannya untuk melihat reaksi Minna. “tapi jangan melebihi ketampananku.”

***

Kim Iseul POV

 

“Yaa!! Iseul!! Apa kau keturunan tapir? Seharian ini kau bermalas-malasan terus. Itu di depan teman-temanmu menunggu!” suara menggelegar eomma dari pintu depan mampu memekakan telingaku yang baru saja kukorek bersih dengan peniti. Mau tak mau aku yang sedang asyik menonton acara tinju di ruang tv pun langsung melangkah ke pintu depan dengan langkah malas. Hello~ it’s holliday, please~!

Dari 7 langkah menuju pintu saja aku dapat melihat siapa para ‘tamu’ku itu. Ada seorang gadis cantik-elegan berpakaian ‘Hey-pria-lihatlah-tubuhku’, ada gadis cantik-imut yang berpakaian tak kalah imut dari wajahnya, dan ada juga gadis cantik-manis yang berpakaian lebih sederhana dari 2 gadis lain namun mempunyai dua manik mata yang indah di balik kacamata minusnya.

“Ada perlu apa kalian kemari?” tanyaku—mungkin terdengar ketus, kuharap mereka mengerti alasannya, dan segera membatalkan niat mereka menghancurkan hari liburku—pada ketiga tamuku itu. Apa perlu kujelaskan? Ya, ya. Si gadis pengundang nafsu adalah Shin Hyorin, si gadis cantik-imut adalah Han Hyejin, dan si gadis berkacamata adalah Park Seoyeon. Oh, bukankah seharusnya ada satu pengganggu lagi? Kemana si berisik Minna?

“Iseul, Minna meminta kita untuk datang ke rumahnya. Apa dia tak mengirimimu pesan?” tanya Hyejin padaku, dan Seoyeon hanya menganggukkan kepalanya di sebelah Hyorin.

“Oh, ponselku mati.” jawabku cuek. “Kalian saja yang pergi, aku belum mandi.” lanjutku akhirnya.

“Ah biasa juga kau jarang mandi. Ayo, ayo!” Hyorin menarik tanganku secara paksa. Aku mendelik sebal, tapi ia tetap tak peduli. Ia menarikku, menyeretku,  hingga masuk ke dalam mobil BMW M3 merahnya.

“Hey, apa tak ada yang mau menemaniku di depan?” seru Hyorin, karena ternyata Seoyeon dan Hyejin lebih memilih untuk duduk bersamaku di belakang. Seoyeon pura-pura tidak mendengar dengan mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Hyejin mengalihkan perhatiannya dengan mengubek-ngubek seluruh isi tasnya. Dan aku? Aku hanya berpura-pura tuli dengan tak menjawab pertanyaannya sambil mengikat rambut seleherku tinggi-tinggi. Dapat kudengar Hyorin mendengus lalu memajukan mobilnya setelah sebelumnya ia berkata, “Oh jadi kalian menganggapku supir?”

***

 

Kim Minna POV

 

Huaaaaaahh.. lamanya kodok-kodok lokotok itu. Si Key oppa juga, katanya mau bentar? Mana? Padahal rencananya aku mau menjalankan misi yang berjudul ‘Menggoda Seoyeon di Hadapan Key Oppa’. Kkk~

“Minnnaaaaaaaaaaa…!!!!”

Uwow, pasti itu yang teriak para kodok-kodok lokotok minus Seoyeon. Kalo si Seoyeon sih palingan lagi ngumpet di balik ketek mereka.

“Heh, Minnaa!! Teganya kau mendiamkan kita seperti ini!” cerocos Hyejin, dan aku hanya bisa memberikan cengiran imutku.

“Apa ada sesuatu yang bisa memenuhi perutku?” ujar Iseul, langsung menyelonong masuk dan berjalan menuju dapur. Ckckck.

“Eh, Hyo. Kamu kosong saat ini?” tanyaku pada Hyorin ketika kami semua minus Iseul telah duduk di sofa ruang utama.

“Mana mungkin seorang Shin Hyorin bisa tahan dengan kekosongan?” celetuk Iseul, ia tiba-tiba duduk di sampingku sambil memeluk setoples Cheese Button ditangannya. Ia menawarkan pada kami berempat, dan hanya Hyorin yang menggeleng cepat. Because of cheese, of course.

“Masih MIR.” jawab Hyorin enteng. Ia celingukkan lalu beranjak ke dapur.

“Wow! Satu bulan? Rekoor..rekoooorr..” seru Iseul, Hyejin bertepuk tangan, Seoyeon tertawa sambil mencomot Cheese Button dari toples yang dipeluk Iseul, dan aku meniup terompet(?).

“Belum satu bulan, dan aku akan memutuskannya setelah umur hubungan kami mencapai satu  bulan. Aku jadian dengannya pada tanggal 2 Februari, berarti..” ujar Hyorin menggantung kalimatnya sambil berjalan tenang dari dapur menuju ruangan dimana kami berkumpul.

“Berarti besok kau akan memutuskannya.” sambar Iseul sembari mengamati kalender di ponselnya. Tentu, besok tanggal 2 Maret. “Kau pintar!” Hyorin tertawa lalu duduk di sebelah Hyejin. Tangannya kini memeluk setoples Nut Cookies yang baru saja ia ambil dari lemari dapurku. “Ada yang punya usulan tentang cara memutuskannya?” kami berempat menggeleng. “Well, kali ini aku akan memakai kalimatmu Minna. Sorry, but you’re useless—hey, bukankah aku mengucapkannya dengan sangat merdu?” Hyorin berceloteh panjang, aku menanggapinya dengan senyuman yang kubuat-buat. Kuyakin matanya belum rabun untuk melihat kepura-puraanku. Karena setelah itu kulihat ia membuang muka. Mungkin menyadari ucapannya garing ketika kami tak menimpali sepatah katapun.

“Lalu kau? Apa kau tak punya mangsa kali ini?” sekarang giliran Iseul yang bertanya padaku. Terkadang aku menyukainya, dia tak terlalu bersahabat dengan Hyorin, sama sepertiku. Kini mulutnya sibuk mengunyah Cheese Button yang kulihat telah tersisa setengahnya di dalam toples. Dan aku sering tak menyukainya ketika ia menghabiskan makananku =,=.

“Hah.. aku ingin berpacaran dengan yang lebih tua dan lebih menantang saat ini. Tapi, mari kita bertanya pada Seoyeon, bukankah di antara kita hanya dia yang belum pernah berpacaran?” aku melirik Seoyeon yang tengah membetulkan letak kacamatanya. Seketika ruangan menjadi hening. Aku, Hyejin, Hyorin, dan Iseul memusatkan pandangan pada si obyek, Park Seoyeon. Mata kami sirat akan tatapan ingin tahu. Seoyeon melirik kami secara bergantian, lalu kemudian membuka mulutnya, “Eh?”

Ok, ok. Biar kujelaskan. Park Seoyeon.. kami memberikan gambaran 3S untuknya; Smart, ya.. ia memang pintar. Kuulangi, P-I-N-T-A-R. Ia pintar dalam segala hal. Pintar di bidang akademis—Ia selalu menduduki peringkat satu seangkatan dan terpilih menjadi wakil ketua OSIS di Seoul Senior High School—pintar merajut, pintar mengkoordinir segala sesuatu, pintar melukis, pintar mengupas kuaci, dsb. Lalu..Oh! Tunggu sebentar! Kalian pasti mengira Seoyeon sangat amat sempurna dengan segala kehebatan yang tadi aku sebutkan. Benar? Ckck, tapi kenyataannya tidak.  Ia masih mempunyai S yang lain. S kedua dari kata Slow. ia terlalu lambat dalam menanggapi segala sesuatu yang tak ada kaitannya dengan pelajaran, ya seperti tadi. Dan S yang ketiga adalah Shy, buruknya, S ketiga inilah yang paling mendominasi. Sifatnya yang pemalu itu telah berada di tingkat yang cukup kronis. Well, kurasa kalian telah mengetahuinya dari Mon Destin Part 1 (huakakak).

Berbanding terbalik dengan Kim Iseul. Kami menggambarkan 3B untuknya, yaitu Boyish, Brave, and Brat. Boyish, jauh didalam dirinya sangat bertolak belakang dengan hal-hal berbau dandan, shoping dan salon. Ia masuk ke dalam tipe tomboy. Periksa saja lemari pakaiannya. Kau tak akan menemukan satupun pakaian yang bisa disebut rok, dress atau apalah kecuali seragam sekolahnya—tentu saja, dia masih bisa dianggap sebagai perempuan, dan sekolah kami mewajibkan seluruh siswi untuk memakai rok tanpa terkecuali. Maka, jangan heran jika dia memang ANTI terhadap Hyorin. Boleh aku jujur? Sebenarnya Iseul juga sedikit anti terhadapku -_-. Hanya disaat jiwa centilku keluar. Selanjutnya Brave. Seringkali saat kami berlima berjalan pulang sekolah ada brandalan yang iseng menggoda kami. It’s cause of Shin Hyorin, si tukang pamer tubuh. Untungnya ada Iseul, pemegang sabuk hitam karate yang selalu memproteksi kami. Dia pernah membuat tiga orang algojo—tahu kan bagaimana otot-otot mereka? —ambruk didepan kakinya. Dia memang sangat berani dalam hal bertarung dan aku mengaguminya. Empat jempolku untuknya. Tapi tidak untuk julukannya selanjutnya. Brat! Tanyakan pada Hyorin, Hyejin dan Seoyeon, siapa diantara mereka yang tak pernah dibuat hampir menangis oleh Iseul. Pasti semuanya akan menjawab jawaban yang sama. Hyejin hampir pingsan saat Iseul mengurungnya didalam gudang sekolah yang gelap hanya untuk mengerjainya di hari ulang tahunnya. Seoyeon menjerit kencang saat Iseul melemparkan sekumpulan hewan menjijikan kepadanya. Dan Hyorin, ia hanya mengatakan “KAU JAHAT!” karena Iseul telah membuat pacar ke sekian Hyorin memutuskannya. Tapi ia hampir menangis, karena ia mengaku mulai menyayangi pria itu. Tentunya kami tak percaya. Lalu aku? Oh tenanglah, aku tak termasuk dalam daftar orang yang hampir menangis karena ulah Iseul. Aku adalah gadis yang pelit untuk urusan air mata. Walaupun sebenarnya akulah yang sering dijadikan bulan-bulanan oleh Iseul. Aku tak bisa memastikan kapan sifat brat-nya akan hilang. Kurasa akan semakin mengembang seperti sebuah jamur. Tak bisa dihentikan.

Oiya, apa perlu kuceritakan juga bagaimana Han Hyejin dan Shin Hyorin? Kurasa diantara kami Hyejin-lah yang paling mendekati normal. Ia cantik, periang, dan bersifat keibuan. Hanya saja terkadang ia sedikit ceroboh dan urakan, hahaha. Dan ada satu lagi yang dapat menggambarkan seorang Han Hyejin. She’s Half-Almighty. Ia hampir bisa melakukan apa saja, hanya saja ia terlalu kagok. Ia bisa melukis, tapi ia tak sehebat Seoyeon. Ia bisa karate, hanya saja tak sehebat Iseul, ia bisa bermain biola, tapi sayang ia tak semahir Hyorin, dan ia juga bisa bernyanyi, hanya saja suaranya tak sebagus suaraku, hahaha. Tapi kami tak bisa menandingi kemampuan balletnya. Yeah, she’s a gorgeous Ballerina. Dan Shin Hyorin.. kami menjulukinya si gadis GWS. Bukan Get Well Soon,  sama sekali bukan. Melainkan Gorgeous, Weak, and stubborn. Gorgeous, “Bagaimana pendapatmu mengenai seorang Shin Hyorin?” coba tanyakan sebaris kalimat itu pada setiap pria yang pernah bertemu atau mengenal Hyorin, berani bertaruh, mereka pasti hanya akan mengucapkan satu kata, yaitu ‘Gorgeous’. Memuakkan, memang. Tapi aku pernah mencobanya. Cih. Selanjutnya Weak, walaupun seringkali Hyorin bersikap angkuh, aku tahu jelas apa tujuannya. Menutupi dan menahan dirinya sendiri agar tak menangis. Ia tak mau menerima belas kasihan dari orang lain, terutama dari seorang pria. Sayangnya ia tak pernah mampu. Dia terlalu lemah dan kami semua tahu apa alasannya. Tapi aku sedikit suka dengan pemikirannya untuk menutupi sifat lemahnya. Jadi, tidak akan ada pria yang akan benar-benar menyayanginya karena melihat sisi lainnya. Semua pria hanya melihat kelebihan Hyorin hingga mau berkencan dengan dirinya. Dan jika ada satu pria yang tulus mencintainya aku belum bisa menerima kenyataan itu. Setidaknya harus aku dulu yang mendapatkan cinta sejatiku. Kemudian Stubborn, ia sangat, terlalu amat sangat keras kepala. Ia tak suka seseorang mengusik urusan pribadinya—apalagi masalah keluarganya. Dan ia juga keras kepala dalam masalah cara berpakaian. Sering kali kami berdua, aku dan Iseul—Iseul yang memang anti dengan segala hal yang berbau over cute, over sexy, and over feminine, dan aku yang memang tak suka melihat seseorang lebih mempesona dariku—memprotes gaya pakaiannya. Lihat saja pakaiannya si Hyorin saat ini. Paha dan dada sama-sama ditampilkan. Key oppa tidak boleh melihatnya. TIDAK BOLEH.

Hyorin juga sangat sering (sangat sangat sangat sangat sering) bergonta-ganti pacar. Kebanyakan pria-pria selalu menjadi pacar seharinya. Seminggu lumayan sering, 2 minggu umm..sangat jarang. Dan 1 bulan baru terjadi kali ini. MIR memang hebat.

Eh kalian mau mengetahui bagaimana diriku? Aah.. aku malu menceritakannya. Bagaimana jika authornya saja yang menceritakan? Ok, Thor! Gantikan aku.

Author POV

 

Kim Minna.. Empat sahabatnya memberikan gambaran 3C untuknya: Cute, dengan segala polahnya yang sarat ingin menunjukkan kau-tak-boleh-mengabaikan-aegyo-ku kepada para pria, didukung wajah imutnya. Childish, kesan itu tergambar jelas saat ia bersama kakaknya, yang suka ia pamerkan dengan ucapan: Hello, Key tampan, dan dia kakakku! Dan terakhir, Clumsy, ia terlalu kagok dalam mengatur system saraf otaknya. Dan kalian akan menemukannya seringkali terjebak dalam keadaan yang memalukan akibat dukungan 2C sebelumnya. Mungkin kalian bisa melihatnya seiring dengan cerita kami berjalan.

Well, ia hanya seorang gadis manja yang suka mengoleksi pria-pria tampan untuk dijadikan koleksi pribadinya. Ia akan memanfaatkan setiap pria tampan dengan keaegyo-annya. Setiap pria yang masuk jeratannya mau tak mau harus menuruti perintah dan kemauan gadis itu.  Bisa kau bayangkan apa yang dilakukan Kim Minna setelah bosan terhadap para lelaki itu? Ia akan tersenyum  pada pria koleksiannya itu sambil berkata, “Sorry, but you’re useless.”. Ya, Kim Minna memang mempunyai sifat iblis dibalik wajah dan tingkah imutnya. Tapi, meskipun ia adalah seorang gadis yang manja, ia tak pernah menangis. Bahkan pada saat kedua orang tuanya meninggal pun ia tak mengeluarkan air mata sedikitpun. Makanya Key merasa aneh dengan tingkah adiknya itu. Pernah sekali waktu Key pura-pura marah dan mengunci Minna di dalam gudang yang gelap dan banyak tikus selama 24 jam. Dan apa yang terjadi? Mata Minna terlihat baik-baik saja—tak ada tanda-tanda kalau ia menangis selama terkurung di dalam gudang. Ketika Key mengeluarkannya, Minna hanya menguap sambil berkata “Oh, Key oppa sudah selesai mengurungku?”. Ckckck. That’s she.. Kim Minna with many cute charms in herself.

Kim Minna POV

 

Ok, balik lagi ke POV aku. Hahahaha. Eh ssstt! Samar-samar dapat kudengar suara-suara yang berasal dari pintu utama. Aku mendengarkan secara seksama. Setelah terdengar lebih jelas, aku langsung melemparkan senyum penuh arti ke arah Seoyeon. Seoyeon menatapku bingung, tapi tak lama kemudian ia langsung mengganti tatapannya menjadi tatapan terkejut karena dengan jelas ia mendengarku memanggil seseorang, “Key oppa?”

Aku bangkit dari sofa dan berjalan untuk menerima pelukan dari Key oppa yang sedang berjalan dengan tenang ke arah kami.  “Oppa lamaaa.” protesku. Key oppa mencium lembut puncak kepalaku dan aku yakin saat ini si kodok-kodok lokotok minus Seoyeon pasti sedang memasang ekspresi jijik melihat ‘kemesraan’ ku dengan Key oppa. Lalu kenapa minus Seoyeon? Ya, karena aku yakin saat ini si Seoyeon sedang sibuk mengatur detak jantungnya. Aku gampang menebak perilaku gadis pemalu itu.

“Jangan salahkan oppa, Honey.. Salahkan dia!” Key oppa menunjuk seorang pria—yang sedang melihati foto-foto keluarga  kami—dengan dagunya.

“Jonghyun, kemari!” panggil Key oppa pada pria itu. Pria itu berbalik lalu menghampiri kami. “Dia adikku, Kim Minna. And honey, he’s players Jjong. Kim Jonghyun. Jangan berada dalam jarak kurang dari 2 meter darinya.” kakak tersayangku memperingatkanku. Dia memang tipe yang terlampau sempurna untuk menjadi kakak seorang Kim Minna. Tapi, walaupun begitu..aku berniat melanggar peringatannya. Lihatlah pria yang sekarang berdiri didepanku! Maksudku bukan Key oppa, tapi..

OMAIGAH. Gambaran apa yang bisa aku deskripsikan untuk pria yang kini berada dihadapanku sekarang? —sudah kubilang maksudku bukan Key oppa, tapi temannya—Lubang hidungnya memang besar, terus dia juga pendek—walaupun masih tetap lebih tinggi dariku. Tapi ya Tuhaaaaaaaann~ rambut cokelatnya, otot-ototnya, kerlingan matanya, tulang pipinya, dan yang paling membuatku melting adalah..BIBIRNYA OMAIGAAAHHHH!! Ok, aku harus bisa mendapatkannya. Minimal hari ini ia mengatakan kalau gadis yang kini berada di hadapannya itu cantik. Ehem. Aku langsung mengeluarkan aegyo-glareku padanya.

“Oh, senang berkenalan denganmu, Minna.” responnya menoleh sekilas ke arahku, lalu kembali melihati foto keluargaku. Huwat? Just it? A- aegyo-glare-ku..gagal?

Secara tak kentara aku menoleh kearah Hyorin. Memastikan gadis itu tak memamerkan tubuhnya untuk menggoda targetku. Syukurlah dia masih berkutat dengan ponselnya. Mungkin ia sedang memikirkan cara memutuskan MIR. Bukankah ia sudah sering melakukannya? Atau mungkin dia sedang mencari  pria lain untuk menjadi santapannya. Aku tak akan membiarkan Jonghyun oppa jatuh kedalam pelukannya! TIDAK-AKAN!

“Wow, apa kabar kalian semua?” kudengar Key oppa menyapa para kodok-kodok lokotok, aku kembali duduk di samping Iseul.

“Aku sangat sehat.” jawab Iseul, mulutnya kini mengunyah Nut Cookies karena ternyata toples Cheese Button tadi telah kosong tak bersisa =,=

“Aku juga dalam mood yang baik.” jawab Hyorin. Ia menutupi pahanya dengan bantal setelah menerima tatapan naga maut dariku.

“Aku sama seperti yang lain.” jawab Hyejin riang. Ia melepas syalnya kemudian menutupi dada Hyorin dengan syalnya itu—setelah mendapat perintah berupa bahasa tubuh dariku. Sekali lagi kutekankan, Key oppa tidak boleh menonton pertunjukkan tak senonoh yang ditampilkan oleh si Hyorin!

“Aku juga baik..” jawab Seoyeon pelan, hampir berbisik. Haduuuh si Seoyeon ini, ck.

Aku kembali bangkit lalu menarik tangan Key oppa “Oppa jangan berdiri terus, dong. Ayo duduk disini!” aku menyuruh Key oppa untuk duduk di samping Seoyeon. Dan muka si Seoyeon benar-benar patut diabadikan. Kayak yang lagi nahan kentut😄

“Seoyeon ngerasa dingin nggak sekarang? Kalo ngerasa dingin, nanti oppa matiin ACnya.” HUAKAKAKAK. SI KEY OPPA PINTER BANGET DEH BIKIN SI SEOYEON SALAH TINGKAH!! Napas Seoyeon yang memburu terdengar sampai ke telingaku.

“Ah,”

“Ya pasti dingin banget lah oppa. Seoyeon kan paling nggak tahan ama AC. Hmm.. dingin-dingin gini sih enaknya pelukan..” usulku memotong jawaban Seoyeon. “Like this!” aku bangkit dari sofa, berjalan menuju Jonghyun oppa, lalu memeluknya dari pinggir. Dapat kulihat Jonghyun oppa menatapku dengan tatapan ‘apa-yang-kau-lakukan?’ Aku langsung melepaskan pelukanku begitu menerima reaksi yang tak mengenakkan dari dirinya. Hyorin menatapku dengan senyuman mengejek di bibirnya dan aku balas menatapnya tajam mengisyaratkan padanya ‘dia-milikku!’.

“Hahaha.. lain kali Seoyeon harus membawa pacarnya berarti.” ujar Key oppa sambil bangkit dari sofa setelah mendengar bunyi bel di pintu utama. Seoyeon masih diam membatu. Mungkin dia kecewa karena Key oppa tidak memeluknya seperti yang kulakukan pada Jonghyun oppa.

“Ah, Min. Aku mau pulang. Ibuku pasti sedang menungguku di rumah” ujar Iseul sambil menyimpan toples nut cookies—yang isinya juga telah HABIS—ke atas meja. Ia berhigh-five ria terlebih dahulu dengan Hyejin, Hyorin, dan Seoyeon. Ketika melewatiku, ia langsung menyodorkan keteknya yang.. WIDIH!! Sekarang aku tau alasan kenapa dia buru-buru pulang.

Lalu aku kembali duduk di sofa dan langsung mendapat pelototan gratis dari Seoyeon lantaran tadi aku telah menggodanya. Hahahah~

Author POV

 

Iseul berjalan santai ke arah pintu depan rumah Minna. Dan dari jarak 5 meter ia dapat melihat Key yang sedang mengobrol dengan seorang pria bermata sipit dan berpipi chubby. Iseul mengernyitkan keningnya, merasa familiar dengan wajah si pria yang sedang mengobrol bersama Key di depannya. Tapi ia tak ambil pusing, ia terus berjalan dan hendak berpamitan pada Key sebelum..

“Kau? Si gadis pencuri?! Hei, bayar hutangmu!” seru pria berpipi chubby itu tiba-tiba. Iseul mengernyitkan keningnya. Kenapa pria ini tiba-tiba menagih hutang padaku? Siapa dia? Iseul bertanya-tanya dalam hati. Dan 3 detik kemudian ia langsung menepuk jidatnya sendiri. “Ah kau si.. uuh.. si.. umm.. Jinki! Iya, Jinki! Aiissh.. mati aku!” Iseul menggumam pada dua kata terakhir. Ia tak ingin membiarkan harga dirinya terinjak.

Key hanya menatap kedua orang berbeda jenis kelamin di depannya dengan tatapan bingung.

“Mana sini bayar!“ Jinki menengadahkan tangannya. Iseul menggaruk-garukkan tangannya di alis tebalnya. “ Aduh, Jinki.. aku—”

“Onew, ” ralat Jinki. “Ah, ya.. Onew. Umm.. Onew, maaf aku belum punya uang..” sambung Iseul pasrah.

Onew menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kemudian tersenyum evil ketika memikirkan suatu gagasan bagus untuk dirinya. “Kalau begitu, kau harus menjadi pelayanku selama satu bulan.”

“MWO?? YAA!! Aku bisa membayar hutangku! Tapi bisakah kau bersabar sebentar saja?” Iseul menaikkan nadanya 1 oktaf lebih tinggi. “Lagipula, uang yang aku ambil darimu tak sebanding dengan jasa untuk jadi pelayanmu!” lanjutnya.

Onew memutar bola matanya “Well, aku menunggu malam ini pukul 19.00, kalau kau masih belum bisa mengembalikan uangku, maka aku akan memberikan seragam pelayan padamu.”

Iseul mengacak rambutnya frustasi lalu pergi meninggalkan rumah Minna tanpa pamit terlebih dahulu pada Key.

***

“Hati-hati di jalan, Hyo!” ucap Hyejin setelah turun dari mobil Hyorin. Tujuh jam setelah Iseul meninggalkan rumah Minna, Hyejin mendapat telepon dari ibunya yang menyuruhnya untuk segera pulang ke rumah secepatnya. Ini aneh. Biasanya Hyejin pulang jam 9 malam pun ia tak akan mendapat pukulan atau minimal ceramah dari ibunya. Firasatnya mengatakan akan ada hal buruk setelah ini.

Hyejin memasuki rumahnya sambil terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa dijadikan alasan ibunya untuk menyuruh ia cepat pulang.

“Ah, Hyejin kau sudah pulang? Ayo sini!” Mrs. Han menarik tangan Hyejin yang sedang melepaskan kedua sepatu sandalnya. Hyejin mengerutkan dahinya. Bingung. Ia memerhatikan ibunya lekat-lekat. Untuk apa ibunya berdandan serapih ini?

Hyejin digiring ke ruang makan. Disana ada ayahnya, sepasang suami istri yang mukanya agak asing, dan seorang anak laki-laki yang mukanya benar-benar sudah tak asing lagi..

Han Hyejin POV

 

MINHO?? Anak laki-laki itu beneran Minho, kan? Si dedemit yang memotret celana dalamku? Astaganaga! Apa yang ia lakukan di rumahku?

“Hyejin, coba kau ganti dulu bajumu dan berdandanlah sedikit. Jangan buat malu keluarga kita.” bisik eomma padaku. Ada apa ini? Kok aku mencium bau marabahaya?

Aku melewati ruang makan setelah membungkukan badan. Bisa kurasakan tatapan mata si dedemit itu terarah padaku. Aku menuruti ucapan eomma dan masuk ke kamarku. Dengan asal aku mengambil dress yang baru aku beli kemarin bersama Minna dan Hyorin. Suara tawa mereka terdengar jelas sampai kamarku, dan diam-diam aku menguping pembicaraan mereka.

“Tak kusangka kita akan berbesanan seperti ini.” itu suara eomma. Berbesanan? Apa maksudnya? Jangan bilang..

“Iya, aku benar-benar tak sabar ingin segera menimang cucu.” itu suara wanita, sepertinya dia ibunya Minho.

“Anakmu benar-benar cantik. Sangat cocok dengan anakku, Minho.” kali ini suara ayah Minho.

“Lalu kapan pertunangan mereka dilangsungkan?” itu suara appa. Ya Tuhan..ini benar-benar malapetaka! Aku.tidak.mau.dan.aku.sudah.tidak.tahan.lagi.

BRAK!!

Aku membuka pintu kamar dengan keras dan berlari ke ruang makan, “Maksud kalian apa?! AKU TIDAK MAU DIJODOHKAN!”

“Hyejin? Sepertinya kamu sudah salah paham. Yang akan dijodohkan dengan Minho bukan kamu, melainkan kakakmu.” jelas Appa. Ya Tuhaaan..kenapa aku bisa lupa kalau aku mempunyai seorang kakak perempuan yang beda satu tahun denganku? Sekarang matilah aku. Kini Minho tengah tertawa mengejek padaku.  Tawamu menyeramkan, dedemit!

***

 

Author POV

 

Iseul kini telah mendapati dirinya sedang berdiri di depan sebuah pagar yang menjulang tinggi dengan sebuah rumah megah yang menjulang lebih tinggi di baliknya. Ia menghela napas panjang sambil terus meyakinkan hatinya sendiri. Apakah ia yakin dengan keputusan yang ia ambil saat ini? Dan berapa kali dipikirkan pun hasilnya tetap sama, mau tak mau ia harus memasuki rumah yang berukuran ratusan kali lipat lebih besar dibanding rumahnya sendiri itu.

Masih ingat dengan perjanjian sepihak yang dilancarkan si pria bermata sipit bernama Onew terhadap Iseul? Ya, Iseul harus mendapatkan uang sebelum jam tujuh malam hari ini. Tadi siang sepulang dari rumah Minna, ia langsung mencari segala pekerjaan yang bisa ia dapatkan untuk hari ini. Tapi sepertinya itu gagal karena jelas-jelas Iseul kini telah berada di depan rumah Onew dengan wajah yang ditekuk.  Raut wajah sok, tanpa rasa bersalah yang tampak pada saat pertama kali bertemu Onew tak lagi menghiasi wajahnya sekarang. Ia  merasa menyesal.

“Jadi, siap melayaniku huh?” tanya Onew setelah Iseul telah menginjakkan kakinya di lantai rumah pria bermata sipit itu, ia menyapanya dengan senang hati. Iseul melotot. “Maksudku, menjadi pesuruhku. Hilangkan pikiran kotormu, nona pencuri!” ralat Onew. Iseul menelan ludahnya sendiri dengan susah payah lalu mengangguk.

Onew tergelak lalu berseru kepada pelayan lain,“Bawakan seragam pelayan kemari!”. Tak lama kemudian seorang pelayan datang dan memberikan seragam pelayan itu pada Onew.

Iseul mendelik setelah melihat ke belakang bahu pria itu. “Kau mempunyai banyak pelayan, tapi kenapa kau memintaku untuk menjadi pelayanmu, huh? ”

Lagi-lagi Onew tergelak. “Kau itu berbeda, kau akan menjadi pelayan pribadiku.”

Iseul mencibir lalu tiba-tiba terperanjat ketika merasakan seseorang memeluk tubuhnya dari belakang.

“Hyena noo~ naaaaa~”

Iseul membalikkan tubuhnya dan mendapati  seorang pria—yang sepertinya berumur satu tahun dibawah dirinya—sedang memeluknya erat. Dan Hyena? Who’s Hyena?

“Ia bukan Hyena noona Kwangminnie” kilah Onew, membuat pria yang dipanggil Kwangmin melepaskan pelukannya dan menatap Iseul bingung. “Lalu dia siapa?”

“Sekilas ia memang mirip dengan Hyena noona, tapi dia itu Kim Iseul, pelayan pribadiku.” jelas Onew.

Kwangmin mengangguk-anggukkan kepalanya lalu kemudian menjentikkan jarinya “Kalau begitu ia harus menjadi pelayan pribadiku juga, hyung!”

“Aaah..! Kau tak mengerti, Kwangminnie..” Onew mencubit pipi Kwangmin lalu kemudian melemparkan seragam pelayan itu tepat ke wajah Iseul. “Cepat pakai, mulai malam ini sampai satu bulan ke depan, kau menginap disini dan harus melayaniku dengan sebaik-baiknya!”

“Mwo??!! Menginap??”

***

“Hai, Rinnie~” Taemin berdiri di depan pintu rumah Hyorin sambil membawa sekotak coklat. Senyumnya semakin mengembang ketika Hyorin melirik ke arah coklat yang ia bawa. Ia berharap gadis itu akan menerimanya dengan senang hati dan membalas perlakuan baiknya.

“Ada apa lagi kau kemari?” tanya Hyorin malas sambil masuk kembali ke dalam rumahnya. Taemin mengikuti Hyorin, “ Seperti biasa. Aku tau malam ini pun kau mau pergi ke pub lagi, dan aku mau ikut.”

Hyorin merasa tak nyaman dengan setiap nada bicara Taemin yang terdengar setengah merengek. Ia menaiki tangga rumahnya kemudian berbalik, dan mengatakan,“Dan lagi-lagi jawabanku pun seperti biasa. Yaitu ‘TIDAK’”

“Oh ayolah, Rin—” ucapan Taemin terpotong oleh bunyi bel. Dan Taemin tahu dengan pasti bahwa tak lama lagi tamu itu akan membawa Hyorin pergi. Ia tak bisa tenang membiarkan gadis itu bersama pria lain.

“Sudahlah, Taemin. Aku bosan kalau kau seperti ini terus.” Hyorin mengabaikannya lalu menyambar jaketnya yang tersampir di bibir meja. Ia berjalan angggun menuju pintu rumah tanpa menoleh sekalipun kearah Taemin.

“Kenapa, Rinnie? Kenapa kau selalu tak mau mengajakku? Padahal kau selalu pergi dengan pria-pria itu.” Protesnya. Taemin masih mengekori langkah Hyorin, tak peduli bahwa gadis itu telah menunjukkan isyarat tak nyaman terhadap keberadaannya.

“Karena kau masih bocah.” sahut Hyorin tajam. Taemin tak ambil pusing dengan ucapan sejenis itu. Ia sudah sering mendengarnya, bahkan yang lebih menusuk hatinya. Tapi daya tarik Shin Hyorin memang benar telah merusak akal sehatnya. Ia rela harga dirinya sebagai pria, direndahkan karena Hyorin.

“Hei, kita lahir di tahun yang sama. Hanya saja kau Agustus dan aku Juli. Wow, malah sepertinya aku lebih tua darimu.” Taemin memberi alasan agar Hyorin tak memandangnya sebelah mata, namun gadis itu tetap saja mengabaikannya. “Kelakuanmu itu yang masih bocah. Sudahlah, Lee Taemin!”

***

Shin Hyorin baru saja keluar dari mobil Volvo silver Seungho ketika pria itu membukakan pintu untuknya. Hyorin menebar senyum kemudian melangkah percaya diri memasuki pub diikuti Seungho disampingnya. Ia melepaskan jaket tebal yang membalut tubuhnya dan membiarkan pakaian ‘Hey-pria-lihat-tubuhku’ andalannya menarik perhatian para kaum adam yang tengah berpesta didalam pub. Hyorin memakai mini dress hitam dengan leher rendah dan tali tipis malam itu.

Seungho membimbing Hyorin duduk di kursi tinggi depan meja bar. Pelayan pub menawarkan pesanan, dan Hyorin segera mengeluarkan suara, “Dua botol wine.”

“Kau mau mabuk?” tanya Seungho sedikit tercengang. Hyorin menggeleng, “Hanya ingin minum sedikit.” Kemudian ia mengedarkan pandang ke lantai dansa.

Beberapa pasangan kekasih bercengkerama disana. Musik yang terlalu keras membuat semangatnya semakin naik. Lampu disko yang remang-remang menambah kesan nakal disana. Tak jarang beberapa orang memanfaatkan kesempatan itu untuk berciuman.

“Dance?” tawar Hyorin yang meminum winenya setelah pelayan memberinya sebuah gelas kecil—ia telah menghabiskan setengah botol lebih cepat. Seungho menggeleng.

“Well, aku bisa melakukannya tanpamu.” ujar Hyorin yang segera bangkit kemudian menuju lantai dansa. Ketika ia berjalan, beberapa pasang mata hanya tertuju lurus padanya, seolah ia adalah sebuah barang antik yang wajib dikoleksi. Bagi para pria itu lekuk tubuh Hyorin mirip sebuah gitar spanyol, tanpa cela.

Hyorin mengibaskan rambutnya, mengeluarkan pesonanya. Ia puas melihat sekelilingnya, para pria belum mau melepaskan pandang terhadap dirinya. Atau mungkin tubuhnya yang di balut pakaian ‘Hey-pria-lihat-tubuhku!’

Ia mulai meliuk-liukkan badannya, menggoreskan tubuhnya dengan tubuh beberapa pria yang dilewatinya. Ia sering melakukannya pada pria-pria itu, karena dia mengenal mereka. Yeah tentu, pria yang digodanya tadi, semuanya adalah mantan kekasihnya. Hyorin masih berteman baik dengan beberapa pria yang pernah menjalin hubungan dengannya.

Ia merasakan alunan musik mengisi kekosongan jiwanya. Ia bergerak tak menentu mengikuti musik yang menggema diruangan itu. Ia tak risih ketika tangan-tangan nakal pria-pria disitu menjelajahi setiap sisi tubuhnya. Tapi ia tetap mempertahankan organ intimnya agar tak tersentuh satupun tangan pria. Karena ia masih menghargainya, setidaknya sebagai wanita, ia harus menghargainya—itulah kata ibunya yang masih ia pertahankan sampai sekarang.

Hello, sweety. May I?” seorang Pria dengan kaus kasual tiba-tiba menghampiri Hyorin dan mengulurkan tangannya. Gadis itu mendongak, dua detik kemudian merapatkan tubuhnya di pria itu. Kedua tangannya bersimpuh dileher pria yang belum dikenalnya. Menyadari respon yang sangat menguntungkan, pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Hyorin. Mereka bergerak tak menentu, membuat sentuhan-sentuhan diantara tubuh mereka. Si pria menundukkan kepalanya, menyejerkannya dengan wajah Hyorin kemudian berbisik, “Aku tersanjung bisa berdansa bersama Shin Hyorin.”

Hyorin menebar senyuman lagi, ia melepaskan tangannya di leher pria itu untuk memberi sedikit jarak diantara mereka. “Kau cukup tampan untuk memancingku.”

“Panggil aku Gongchan.”

Hyorin menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinganya, ia menatap mata Gongchan dengan intens. Gongchan mengangkat sudut bibirnya kemudian memegangi pipi Hyorin. Mereka semakin memperkecil jarak yang tertaut diantara bibir mereka sebelum..

PLAK!

“Menyingkirlah kau B*TCH!” Hyorin merasakan tubuhnya ditarik ke belakang dan pipinya terasa panas akibat sebuah tamparan dari seorang wanita dengan dandanan tak jauh berbeda dengannya.

Mendengar keributan ditengah lantai dansa, Seungho yang duduk didepan meja bar segera berjalan cepat menuju sumber keributan. Ia menemukan Hyorin sedang berdiri di tengah lingkaran orang-orang yang mengerubungi mereka dengan memegangi sebelah pipinya. Ia menunggu gadis itu bereaksi.

“Oh hey, Sulli! Dia pacarmu, eh?” tanya Hyorin santai menunjuk Gongchan, gadis yang baru saja menamparnya memandangi Hyorin dengan amarah membara. “Kurasa, aku menang diatasmu lagi. Perlukah kukatakan, tadi pacarmu mau menciumku? Kau terlalu rendah untuk menyaingiku Sulli.” Hyorin tertawa. Sulli bersiap akan menampar Hyorin lagi ketika Seungho berdiri diantara mereka dan menahan tangan Sulli diudara. Sulli menghempaskan tangan Seungho kemudian mendengus dan berjalan meninggalkan mereka, diikuti Gongchan yang mengeluarkan 1001 macam alasan agar Sulli tak berpikiran untuk memutuskannya.

Seungho menarik tangan Hyorin keluar dari area pub. Hyorin mengambil jaketnya lebih dulu sebelum mereka benar-benar meninggalkan tempat itu. Seungho membukakan pintu mobil untuk Hyorin kemudian beralih ke kursi kemudi. ia menarik nafas sebelum menginjak pedal mobilnya. Popularitas gadis itu sebagai gadis nakal dan juga most searching tak bisa menghentikannya untuk mengajaknya ke pub. Sayangnya moodnya hari ini tak terlalu baik. Tak seharusnya ia membiarkan Hyorin menjelajahi lantai dansa sendirian dan membiarkannya bertengkar dengan musuh abadinya tadi. Dan juga Hyorin dalam keadaan mabuk. Malamnya bersama Shin Hyorin hancur berantakan.

Mereka menghabiskan perjalanan dengan diam. Hyorin tak membuka suaranya, mungkin merasa kepalanya pusing akibat alkohol yang ditegaknya.

Seungho mematikan mesin mobilnya ketika sampai didepan pintu rumah Hyorin. Ia keluar lebih dulu dari mobil, kembali membukakan pintu untuk Hyorin.

“ Biar kubantu.” Ujarnya memegang lengan gadis itu.

“ Tidak, Seungho. Aku bisa turun sendiri.” Hyorin berusaha turun dari mobil Seungho meskipun kepalanya terasa berat. Ia berjalan terhuyung-huyung ke pintu rumahnya. Seungho memandanginya dengan sedikit cemas namun ia berusaha mengabaikannya dan kembali masuk ke dalam mobilnya lalu menghidupkan mesin dan segera melaju meninggalkan kediaman Hyorin.

Hyorin masih berjalan terhuyung, tangannya sibuk memasukkan kunci ke lubang pintu, sangat susah dengan keadaannya yang seperti ini. Ia mendapati beberapa kali kuncinya terjatuh dari tangannya tanpa sempat melakukan fungsinya, membuka pintu. Namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang mengambil kunci dari tangan Hyorin, kemudian membukakan pintunya. Lebih mudah daripada yang Hyorin lakukan.

Lee Taemin. Entah sudah berapa kali ia melakukan kegiatan ini. Tiap malam berkunjung ke rumah Hyorin, meminta Hyorin agar mengajaknya ke pub meski ditolak, dan menunggu Hyorin hingga gadis itu pulang ke rumahnya. Ia harus memastikan bahwa gadis pujaannya itu baik-baik saja. Atau ia takkan menemukan dirinya tidur nyenyak semalaman. Ia terlalu mengkhawatirkan gadis itu. Taemin melingkarkan tangan Hyorin dilehernya kemudian menggendongnya. Ia bisa mencium bau alkohol yang menyengat dari mulut gadis itu. Aku akan selalu ada untukmu, bisiknya.

“Pulanglah,Taemin. Ini sudah malam. Aku baik-baik saja.” ujar Hyorin setengah meracau setelah Taemin membaringkannya di atas kasur. Taemin menggeleng sambil tersenyum, “Tidak. Aku tidak akan pulang sebelum kau tertidur pulas.”

“Terserah kau lah.” ucap Hyorin pasrah memejamkan matanya. Wajah gadis itu terlihat sangat menyedihkan, terluka. Setidaknya Taemin ada disitu untuknya. Taemin mengelus puncak kepala Hyorin dan menyingkirkan beberapa anak rambut yang menghalangi wajah tirusnya.

Dan ternyata benar, Taemin menepati ucapannya. Ia memang terus diam di samping Hyorin, menunggunya sampai gadis itu tertidur. Ia memerhatikan seluruh tekstur wajah gadis itu. Hyorin lebih penurut jika dalam keadaan seperti ini. Taemin meniup poninya kemudian bangkit dari duduknya. Ia memerhatikan wajah Hyorin lagi selama sepersekian detik kemudian membungkuk untuk mencium kening gadis itu. “Mimpikan aku, Rinnie..”

Ia berbalik dan berjalan menuju pintu kamar Hyorin. Tapi langkahnya terhenti ketika Hyorin tiba-tiba berkata dengan keadaan mata yang masih tetap terpejam, “ Taemin.. aku.. hamil ”

***

Kim Minna POV

 

@Seoul University

Hari ini aku akan menunggu Jonghyun oppa keluar dari kampusnya. Haah~ semoga saja ia tak sedang bersama Key oppa.

Tiba-tiba, telinga tajamku ini menangkap suara merdu Jonghyun oppa yang sedang tertawa. Aku langsung membalikkan badanku dan benar saja, He’s my Jonghyunnie~! Syukurlah Key oppa tak sedang bersamanya.

Aku menunggunya keluar dari kampus sambil terus memperhatikannya. Cih~ benar apa kata Key oppa, Jonghyun oppa memang players! Tak jarang aku mendapati ia mengerling pada setiap wanita yang berjalan melewatinya. Bahkan selama perjalanan ia menuju luar kampus, sudah 4 kali aku menemukan ia menyolek pinggang wanita. Dan respon wanita itu pasti sama, langsung membelai singkat pipi Jonghyun oppa. Aaaaaarrgghh..!! aku juga mauuuuu!!

Sip, lima langkah lagi Jonghyun oppa keluar dari pelataran kampus. Matanya bertemu dengan mataku, tapi kemudian ia mengalihkannya ke arah lain. Lho?

Aku mengangkat tanganku ke atas lalu menggerak-gerakkannya. Berharap ia menghampiriku. “Jonghyun oppaaa~!!”

Ia melihatku kemudian berbicara pada temannya—entah apa. Kemudian ia menghampiriku sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam celana. Ow, he’s so cool~ “Ada apa? Kau mencari Key? Ia sedang ada urusan dengan dosen saat ini,” ujarnya ketus. Kok gitu sih oppaa?

Aku menggeleng cepat “Tidak, aku mencari oppa.”

Jonghyun oppa menaikkan sebelah alisnya, “Ada perlu apa?”

Aku mengaitkan lenganku dilengannya yang kekar. Huwahow!! Otot-ototnya seperti bakso urat!

“Ayo kita makan es krim!!” Jonghyun oppa melepaskan lenganku lalu kembali memasukkan tangannya ke dalam saku “I don’t have a lot of time, Kid!”

HUWAAAATTT?? Dia menampik aegyoku lagiiiii?? Dan apa tadi dia bilang?? Kid? Huh, kenapa perlakuan ia terhadapku sangat berbeda dengan perlakuannya kepada wanita-wanita lain? Aku benar-benar tak tahan. Aku juga ingin digoda!

“Oppa senang menggoda orang, tapi kenapa oppa tak pernah menggodaku?!” tanyaku, kemudian Jonghyun oppa mendekat ke arahku hingga jarak kami terpaut tak lebih dari 5 cm. dari sini dapat kulihat gurat wajahnya yang benar-benar manly dan sempurna. Oh gosh~! I love him!

“Kau mau tau apa alasannya?” aku mengangguk. “Karena, kau itu.. anak kecil! Sorry, tapi aku benar-benar tak berselera dengan anak kecil bau kencur sepertimu.”

“Apa? Aku telah berumur 18 tahun! Kita hanya berbeda 3 tahun, oppa! Dan aku bukan anak kecil!” kilahku. Aku benci dia menyebutku anak kecil. Aku ini udah gede. Udah ngerasain menstruasi!

“Oya?” Jonghyun oppa mencibir lalu memegang kedua payudaraku tanpa ijinku. “Lihat! Kedua payudaramu saja sekecil ini, bagaimana bisa membuatku bernafsu? Dasar anak kecil!”

Aku menyentakkan tangannya lalu menampar wajahnya. “Kau itu benar-benar brengsek, ya?! Lihat saja, Kim Jonghyun! Aku, Kim Minna. Adik dari Kim Keybum, akan berevolusi dan membuatmu tercengang! Tunggu saja nanti!”

Wow, really? I’ll wait, Kid!” ujar Jonghyun oppa sambil menyeringai.

Aku menatapnya tajam kemudian meninggalkannya sambil menghentak-hentakkan kakiku. Kemudian aku merogoh ponsel dari dalam tasku dan menekan speed dial nomor 5.

“Hallo?”

“Donghae oppa!”

“Oh Minna, ada apa?”

“Aku ingin oppa ke rumahku malam ini!”

“Untuk?”

“Aku ingin oppa membantuku untuk memperbesar payudaraku!”

“Mwo?!”

TBC~

P.S: Sepertinya part 3 bakalan agak lama, hahaha~ sini ah dikecup dulu. Mmmmmuuaaaaaaaaahhhhh :*

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

36 thoughts on “Mon Destin – Part 2

  1. yeahhh.. i love this FF…..cra pnyampaiannya enak bged,, mian bru komen skrng,, aku udh bca part1nya,, tp msh aga langlinglung….kkekekeke…..
    ska ma jalan critanya… i think it’s little grazy….klakuan tkoh2an brasa real bged,, apa adanya…kakakakaka…..

    lanjut author!!!

  2. itu td yg t’akir cukup bkin kaget,, donghae oppa bsa gdein payudara ??? hahaaaaa
    Mw dongg !! Reader Gila nii author~
    Hyorin hamil ? Kta’a mw m’perthankan organ intim ??

  3. haha,ngakak wkt jonghyun diumpamain ky baso urat,puasa2 jd laper.

    Seru thor.dtunggu lanjutannya.
    Waduh,itu syp yg ngehamilin hyorin ya,jgn2 jjong

  4. AAAA HYE JIN TUH SAMA MINHOOO!!! Udah ku tebak sih dari treasernya. TAPI KENAPA DIA SAMA KAKAK NYAA??? ANDWAAEEEE…… T.T
    YA!! KEY!! SEO YON ITU SUKA SAMA KAMU!! KENAPA GAK PEKA BANGET SIHH?? *tensi aku*
    Hwaiting Taemin!!! aku mendukungmu!!!!!
    YAAAAAAAA !!! MINNA!!!! RUPANYA KAU SUDAH TERGILA-GILA DENGAN JONGHYUN??? WHAT THE??????
    Yoo olo Minna, Ngapain kau memperbesar payudaramu hah??? aku malah pengen punya yang kecil!! (??)

    Buat eonni-eonni selaku author nih FF, satu kata. DAEBAK. Gila nih FF rame betul. Awalnya aga susah bedain ini pasangannya sama siapa, yang ini sama sapa, tapi sekarang udah biasa. XDD
    Kurang panjang komennya??? *plakk*
    LANJUTT!!!!! XDD

  5. wkakaka
    ngakak bacanya
    pendeksripsian jonghyun apalagi
    lubang hidung besar,pendek,dsb
    dsni jonghyun emng tampangnya cocok jdi player
    itu knp minna mnta besarin payudara sma donghae?LOL

    aku nunggu partnya jinki
    aku suka karakternya dia sama iseul

  6. Wah mantep sumpah nih ff. Kereeeen!
    Parah banget jjong megang ‘barang’nya minna. Ckckck
    wah itu siapa yg ngamilin hyorin? Beehh..
    Lanjut lanjut! #penasaran akut# hehe

  7. huaaaaaaaa sumpah aku suka bgt sm ini ff!!!!!!!!!!!
    keren !!!!!!!
    hahahaha ngakak aku bacanya, kodok kodok lokotok hahahaha
    “my minnaminna~” huaaaaa key, mau dong di panggil kayak gitu
    ehh hyorin hamil??? ckckckc kasian my taeminnie
    huaaaa itu jjong asli kurang ajar haha tp koq besarin payudaranya koq ke donghae hahaha
    emang donghae pak erot (?)

    ahh part 3 bakal lama ya huhuhuhu
    cepetanlah, pengen tau cara donghae besarin payudara/plakkk
    huahahaha

    1. kekeke, sumpah lucu kalau bayangin hyejin dan iseul
      ngakak sumpah
      hahah, tak bisa berkata kata thor
      keren~~~
      kasian juga sama hyorin
      huh, tapi radabencijuga dgn sikpanya. keterlaluan
      dan minna, aku tidak mau punya oppakayak key
      mending di cuekkin, daripada di mana, tapi aku juga iri*labil
      hahaha, cuma minnanya keterlaluan
      dan seoyeon
      malu amat sih, seluruh tipe buku pada dirinya
      kekeke
      kasian(?)
      lanjut thor^^

  8. Aaaaaaaaa
    Taeminnya nyesek banget suer deh
    Hyorin tegaa T_T
    Taemin kan setia
    Katanya dia menghormati dirinya sendiri
    Yaampunnn sampe hamil lagi
    Pasti taemin nyesek banget
    Dia padahal udah baik
    Lanjut

  9. WAKAKAKAK. Tingkah 5 cwe itu konyol bgt😄

    tar dulu, aku mau nanya nih. Dsni Key pecinta sesama jenis? OMO!! Gak relaaa TT.TT

    Itu Hyorin bnrn hamil? Firasatku blg, tanpa pikir panjang Taemin mau tanggung jwb walau itu bkn anaknya. #sotoy

    Egila tu si Minna. Terobsesi bgt sm Jjong. Emg dasar Jjong menggoda iman sih. Huehehehe

    Ditunggu part selanjutnya😀

  10. itu si jjong sopan banget megang2 barang nya minna. seru ff nya, cerita nya ga cuma satu tapi 5 sekaligus. lanjut thor

  11. Ngakak pas Key dngan polosnya bilang, ‘tapi
    jangan melebihi
    ketampananku.’ -,,- Wakakakak~ Tapi dia ngselin jga ya, ITU SEOYEON SUKA KAMU, BANG! PEKA DIKIT NAPA?!

    OMAIGAH *ngikut Minna*#plakk
    Iseul! Aku smpe mrinding sama 3B kamu, serius .__.v Dan skrg kamu hrus rela ya jadi playan pribadinya Dubu.. Dibantu ya, dibantu. Simsalabim jadi apa.. *teu nyambung-..-*

    Hyejin kyaknya emg nasibnya gitu, ya. Kalo ktemu Minho, adaaa aja yg bikin dia malu.. -__-

    Ih! Hyorin mah.. Dibilangin cpet2 tobat juga.. Itu mksudnya apa kmu bilang hamil2? Awas loh ya, kalo bneran! *siape lo?!* Mana tega gitu lagi sama Taemin. TT_TT

    BIBIRNYA OMAIGAAAH! Ngakak pas bagian Minna yg mikir gini. Dan.. WHAT THE? ITU BAGIAN TRAKHIRNYA?! TANGANMU HINGGAP DIMANA, JJOOONGGGG~!! TANGAAAANN~~!! *rusuh*
    Dan apa pula urusannya sama Donghae? -_____-

    Bikin pnasaran! Boleh, lah.. Sabar nunggu buat part 3nya.. Hwaitting!!

  12. UWAAAAHHHHHH…..
    FF nya keren chingu,,,,,saat membacanya seolah-olah aku masuk ke dunia mereka..
    part 3 nya jangan lama-lama dong..gak sabar mau tahu sidonghae berprofesi jadi apa, bisa gedein payudara ma oppa? aku juga mau dong…..heheheheheheeh

  13. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA😀
    AKHIRNYAA OUT JUGAAA XDD
    MIANHE THOR BARU KOMENNNNN T.T
    SETELAH SAYA TUNGGU DENGAN SANGAT SABAR AKHIRNYA MON DESTIN PART2 KELUAR JGUAAAAAA XDDDDDDDD
    AHHH KEREN SEKEREN KERENYAAA INIIIII ~!!

    ehemm ~
    PERTAMA ! si minna dibangunin Key aja gamau bangun sih ? apalagi hodong yang bangunin (?)
    tapii ihh ~ minna joyook😄 ileraan wkwk
    kalau gitu ngiler yang lebih banyak ajadah biar tambah dielap sama key wkwk #jorok
    KEDUA ! Iseul lebih joorooookkk !!! udah kagak mandi berapa tahun itu anak ?? -__-
    dan ingettt kamuuu itu PEREMPUAN seul !!!
    yaoloh tolong tomboynya ~ ckck
    tapi serius bisa ngalahin algojo berotot ? kalo begitu kenapa si onew kagak ditinju aja #digamparpaketahu
    KETIGA ! si minna benerbener deh ~ jahil banget ama seoyeon .. ampe muka seoyeon kaya nahan kentut gitu😄 jangan gitu donk .. untung seoyeon gapunya sakit jantung😀
    KEEMPAT !
    EHH TUNGGGUUU TUNGGGUU … HYEJIN DIJULUKI ALMIGHTY ???
    *beresin rambut* berarti cocok donk ya ama key😄 yaudahlah key ama aku aja wkwk *senyum genit* #dikibasseoyeon
    SAYA EMANG BISA MAEN BALET THOR ! kotau sih ?? tapi balet sambil menggelinjang😄 huahauhuahaha
    tapi minna bisa banget deh jawab pertanyaan saya, tadi aku ngira GWS itu ya get well soon ._.
    ehh si minna jawab bukan get well soon .. pinter o.od
    KELIMA !! HYORIINNNN XDDD kamu bikin Minna SIRIK tuh !! tanggung jawab !! hahahahah
    mungkin Minna pengin kaya kamu Rinnie ~ jadi yaaaaaa .. dia sirik gitu …
    ckck
    BUAT KEY !!!! ANDA ITU BISA GAK RESPEK SEDIKIT AJA ???? SITU TERLALU CUEK ATAU KENAPA ???!!!!
    ONEW !! MANPAATIN SI ISEUL YA😀 aduuhh kasian si Iseul😄 sabar seul ~

    HAHAHAHAHAHAHHAHA
    NASIB HYEJIN APES BANGET -____- MALU BANGET DAH ITU ..
    UDAH SOK TAU DI DEPAN DEDEMIT PLUS ORANG TUA NYA !! GRR ~
    MALUUUU *tutup muka*

    Iseul kalo ngambil makanan enak banget ya ._. makanya Minna kalo lagi ada kodok kodok lokotok jangan ngeluarin makanan deh ! dijamin anda bangkrut ~ mending buat lebaran … iya gak ? #plaks
    si Hyorin kenapa gasuka keju ?? *makan keju didepan Hyorin*

    PENGGAMBARAN SI JJONG DARI SI MINNA KOCAK BANGET😄 udah bilang dia pendek terus lobang idungnya gede terus otot kaya baso urat😄 wahahah kocak ahh !!
    JONGHYUNNN !!!! ITU TANGANMU KENA BAGIAN MANA MAS ????? HOOY HOOYYY !!
    DAN MINNA !!!!!!!!!!!!!! KAMU MAU APAKAN DONGHAE ????? PLISS DONGHAE ITU BAPAK SAYA MINNA !! JANGAN DIAPA APAIN .. AKU GAMAU EOMMA TIRI !! #gela
    THOR, SAYA GARELA ITU BAPAK SAYA ! JANGAN AMMPE DIA NYENTUH MINNA YAK😄 hahah
    masa minna jadi mamah saya sih ._. wkwk #abaikan
    oke cukup thor ! aku udah girang banget baca ni FF makanya gabisa diem buat komen sepanjang ini .. jeongmal mianhe author T___________T
    SAYA AKAN SELALU MENUNGGU DAN MENAGIH PART 3 !😀 #digampar
    saya pengen tau kelanjutan mereka semua thor😀
    terus yg saya lebih pengen tau itu adalah ~ gimana BAPAK SAYA ngegedein payudara Minna !!! #plaaaakkkkk
    DAEBAKLAH THOR ~ UDAH KAYA KOREAN DRAMA NIH :*
    LANJOOOTT ..
    SARANGHAE AUTHOORRR :**

    1. EHH ADA YG KETINGGALAN THOR😄
      SAYA MAU OMELIN HYORINN !!!!!
      HYO !! KENAPA KAMU JAHAT AMA TAEMINN ??????
      dan itu seungho ? Yoo Seungho ? astaga ~ itu selingkuhan aku !!! #apasih
      PLISS HYO ~ MULAILAH LIAT TAEMIN .. KASIAN DIA NAK :’)
      DIA BAHKAN NUNGGU KAMU SAMPE PULANG ..T API KAMU MALAH BERBALIK (?)
      AKU INGIN KALIAN JADIAN !!!!
      RINNIE ?????? KAMU HAMIL ??? BENERAN ??? DEMI APA ???!!!
      YAOLOH PENASARAN THOR !!
      LANJUT AHHH !!!

  14. daebakk!!!
    kya ngakak waktu bca deskripsinya jjong ntu lho wkwkwkwkwk
    jangan yg d teasernya ntu jjong tidur ma minna ???
    taemin nyesek bngett

  15. satu kata !!
    sableng !!
    ahahahah !!
    keren … bahasanya itu .. bener2 deh .. yaampun minna ?!!!!
    aku kan calon kk ipar mu .. *senyum sinis*
    #plak!!

    huwaaa key .. awalnya kaga enak ahahha kasian bgt sih …
    ahahahah
    hyorin astaga .. ckckck inget mati bu .. #Plak!!
    huwaaa siapa tuh yg di kira mau di jodohin ma minho .. ngakak banget disitu !
    yg bikin aku melongo bgian terakhir si minna !! sarap banget itu bocah !! asajim .. ckckckckck
    author !! otakmu penuh imajinasi .. wkwkwkkw

    sumpah klo aku jdi author satu klimat .. *capek!*
    ahahahah keren .. eh tpi authornya jgn cape2 ya buat ff ..
    jdi akunya ngak cpe2 ngasih komentar .. wkwkkwkw

    gila !! si inseul mau di jadiin pelayan ?!! wkwkwkkw
    sama onew ? cckck eh itu kwangmin nya bf ??
    huhuhuh untung kembarannya kaga ikut .. tpi aneh klo kembarannya kaga ikut ..ahahah #plak!!
    readers cerewet !!!!!!

    udah lah dri pda menuh2in !! lanjutannya yg cepet ya !! bgus bgt nih ff ! seru bikin ngakak banget !! ahahahahahah buat aku melongo cengo .. !!!
    ahahah good job thor ..
    lanjutannya loh jgn lupa !!
    author : bawel !!!

  16. Hwuahh>///< onew aku jg mau dong jd pembantu pribadimu…
    Hamil? Mwo? Hmm… Sepertinya itu sebagian cara hyorin untuk menjauhkan taemin darinya kkekeke~
    jjong,,ughh… ==" kasian minna. Jd il feel sama jjong.
    Thor, Kayaknya si key udh sadar sama perasaannya seoyeon.hmm… Mari kita lihat :p #sok tau..
    Minho~~ jahat,, jd evil gtu dia.. Tp tak apa , aku suka cerita dibagiannya minho.
    Haha, udh gx sabar baca next chap'ny…
    Cepetan ya thor jangan lama" mentang" sibuk, kau mengabaikan rasa penasaran kami hingga jamuran menunggu lanjutan ff ini..
    Fighthing thor! You're my best writer ..d^o^b

  17. oh, ya thor. Kan katanya yg blm pernah pacaran diantara mereka berlima cuman seoyeon.. Jd iseul pernah pacaran dong?? =,= benarkah?
    Please, thor jwb pertanyaanku!

  18. aduuhh mameennn …
    iseul kebluk bget yaahh ..*kya akuu .. kekkekek ..
    iseul mau *terpaksa jd playang onyu?? aku juga mau doong jd baby sitter dia .
    kekkeke ..

    minnaaa~~~..
    sumpaahh aku jeleess bnget sama kamuu ..
    masa diblang adik skaligus pacarny key siihh ???
    aaaagghhh ..
    sumpaaah anee siiriiikkk …
    hhuhuhuhuhuhuhuhuu ..

    taemiinn ..
    sumpaahh sungguh setianya dirimuu ..
    hyorin hamiiill??
    oh goshh .. tae kau akan berindak sperti apaa??

    hyeeejjiiinn .. kau ke-GR-an . kekekek ..
    maklum laahh klo minong ktawa ..
    tp aku yakin ada sesuatu d balik itu ..
    kekekke .,.

    jjooongg,,
    sumpah nya yaahhh ..
    pervert bangeett siihh dirimuu .
    masa megang toket minna??
    ktauan key abis ddaahh engkauu ..
    bengep-bengep daah wajahmuu ..
    huhuhuhuhuhuhuhuhuhuuu ..

  19. ya ampun aku bingung mau komen apa O.o #syndromespechless
    hehehe :p
    itu hyorin dia hamil? anak siapa tuh? apakah taemin yang bakalan bertanggung jawab? ato hanya igauan semata?
    haha😀 key gak peka banget deh kalo sooyeon itu naksir berat ma kamu…
    aku kira hyejin bakalan di jodohin maminho *udah jingkrak2* eh ternyata ma kakaknya. gimana atuh???
    kasian banget nasib si iseul harus jadi pembantu pribadi nya onew. tapi, gak usah meratapi nasib gitu nikmati saja. ato bagaimana kalo kita bertukar posisi saja aku mau kok jadi pembantu pribadinya bang onyu… #plak
    omo omo minna kenapa mau mempebesar “itu” sama donghae *curigaemak2*.itu si jjong jga main pegang aja. hahaha😀
    part 3 masih lama ya~~ gak rela, penasaran >.<
    ditunggu lanjutannya^^

  20. HUAKAKAKAKAKAKAK!!
    Ini jadi lebih ke FF HUMOR BULAN PUASAAA😄.

    LUCULUCULUCULUCU BUANGETT DAAHHH,
    tapi ada beberapa ‘bagian’ yg blm waktunya dibaca sm aku, tp yaudahlah sikat azzaaa xp

    aku demen kata2nya minna yg ini nih : “hello~ key tampan, dan dia kakakku!” …plus pacarnya si dinaaa *ditampol minna*

    aih aih si seoyeon kalem amat yak! Kalo dipakein jilbab tambah manis tuh, trus kemana2 bawa mukenah..(bla3x) *lu kira mau taraweh?*

    iseul keren dah!
    Onewnya pinter! Hyahah. Nah, kwangmin (dia jo kwangmin bf kan?) apanya onyu yah? Sepupunya?

    Trus lagi pas bagian minna nggandeng ojong, “otot2nya kayak baso urat!” .
    BASO URAAAAT, MAMEEENN!!! 5ribu juga dapet! *ngeborong ojong*

    #lirikkeatas
    baru2nya loh aku ngomen sepanjang rel begini ._.
    Bagian yg males ngomen ah!

    Nah, part3nya hayo keluaaar !

  21. Bakso urat??-_-“,jadi laper#plak
    gimana yah kalo aq jadi adeknya key,,huwa,,..pasti seruu,,>,<,,tapi gg bisa soal.a margaku im, bukan kim*apaan sih, GJ,*..
    nah, kalo jadi pembantunya onew? lumayan tu sebulan bisa deket ma si dubu itu,,..wkwkwk…
    kalo jadi pujaan.a taem? kalo ada yg nanya aq bersedia ato gg, tn piqr pnjg aq bkl lgsg jawab :"BERSEDIA!"cewek mana yg gg mau ma namja imut+setia,..kan jarang tu,,xDD
    kalo jadi calon iparnya minho?OGAH!mending jadi anaenya#gubrak
    seruu thorr!!..penasaran ma nasibnya iseul 1 taun kedepan,sengsarakah?ato happy?haha~
    good luck ajj buat iseul, :p
    tu si hyo sapa yang hamilin??aigo aigo, ._.,,
    tu si jjong sopan amat yah?saking soapnnya langsung grepe2 tanpa nanya dulu, mana nyentuhnya 'disitu' lagi, -_____-"…
    part .a jangan lama lama yah,.. aq tgu,,^o^

  22. Crrrriiinnng,,
    *datang dengan sangat kereeen,,

    Hello key tampaaan!! Ayooo peluk akuuu,,#gonjreeeng
    Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaa!! Itu minna minna minna,,akuuuuu cemburuuuuuuuuu!! Enak bgt diaa deket deket muluu sama key!! Inget key dia ade kamuuu!! Kalo kamu mau kamu sama aku ajjah,,
    Hahahahahahaha,,

    Teteeeeeem,, *nyusut ingus,, aku terharuu sama polah kamu beb!! Sosweeeet bgt deeeh!! Gak salah kamu aku jadiin brondong akuu,,
    Tebak”an aku siih sii rinnie boong yaah?? Dia cuman mau ngetes sii tetem doang?? Iyya kan thor?? Iyya kan ?? *waswas,,

    Iseuuuulll~ polaaah dirimu gak nahaaan,, itu sii onyu jangan sampe kamu gampar juga yaaaaa!! Wkakakakak

    Ojooooooooonnggg!! Kamu cunihiiin,, pegang” susu orang iiihh,, yaampuun abis ituu wudhlu yaa jjong!!
    Minna kamu mau gedein toket?? Iihh sini sama aku ajaaaah,, plisss banget jangan ke sii donghae,, aku juga bisa koo ngegedein payudara kamuuu,, *bawa seuseureud,,

    Thoooorrrr!! Part 3nya jangan lamaaa lamaaaaa,,
    Aku udah penasaraaaaaann!!
    Yah yah yah yah!!
    Siini aku kasih kecupan deeeh,,
    Mmmuuuaaach

  23. hai el =D
    maaf m(_ _)m sebagai sesama author baru sempat baca dan komen ff mu sekarang =P
    Sebenar nya, aku kecewa..
    kenapa ff seBAGUS ini cuma dapat sedikit komentar? =\
    Kalo menurut ku yah, harus nya ff ini dapat lebih banyak komentar..
    Terlalu banyak siders di ff mu😄

    Aku suka pasangan Key-Seoyeon dgn Taemin-Hyorin !!
    kekekek..
    ini ff kolaborasi ya?
    semangat terus deh, ditungguin loh part 3 nya dan harus lebih greget lagi..
    Annyeong^^

  24. huaahhhh minna,,,,,,

    part 3 na jgn lama2 ya,,,,
    Q pnasaran nie ma donghae,,,,,
    gmn yaa crana,,,,
    hehehehe
    kli za Q bisa niru,,,,,,,,,
    wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s