Oppa Neomu Yeppo

OPPA NEOMU YEPPEO

Title : oppa neomu yeppeo

Author : yul

Artist : SHINee

Main cast : lee taemin, park li youl

Support cast : lee taesun.

Genre : romantic

Rating : PG

Length : One shoot.

NB: my second story! Enjoy it….

Lahir dengan wajah cantik bukanlah kemauanku. Pita di rambutku ini, semua perhiasan ini, aku sama sekali tidak mau. Tapi mengapa aku harus memakai semua ini? Tak adakah yang mau menolongku? Tidak. Aku sudah tak dapat ditolong lagi.

“taemin-ah….. kau tak mau menungguku memakai sepatu dulu ya?”

hh… itu suara kakakku, Lee taesun.

“habis kau ini lambat,,, aku tak mau terlambat masuk kelas gara-gara harus menunggumu memakai sepatu yang bahkan menghabiskan waktu sampai lebih dari 10 menit….”

Dia tersenyum kecil dan segera berlari meraih pundakku dari belakang.

“hahaha..iya maafkan aku! Kelasmu sudah hampir terlihat, aku duluan ya!” dia segera berlari sambil melambaikan tangannya ke arahku. Aku hanya menghela nafas dan melanjutkan langkahku menuju kelas yang sepertinya belum terlalu ramai.

Sempat kulirik cermin di dinding sebelah kelasku. Ah,,, bandanaku bengkok. Aku segera membetulkannya. Setelah aku merasa siap, aku segera berjalan memasuki kelas dan seperti biasanya, tak ada yang menyadari kehadiranku.

Hampir setengah jam kulalui dengan membaca sebuah buku. Bel masuk terdengar begitu nyaring dan semua murid segera duduk dengan tenang. Tiba-tiba wali kelasku masuk. Tunggu. Ini bukanlah jam pelajarannya.

“maaf, hari ini aku akan mengganggu kalian sebentar,,,sebenarnya aku akan memperkenalkan teman baru kepada kalian….silahkan masuk!”

Tiba-tiba dari pintu terlihat seorang siswi dengan seragam yang berbeda melangkah pelan ke depan kelas. Dia mempunyai rambut panjang bergelombang yang dia ikat satu keatas, berponi dan berwarna hitam pekat. Tubuhnya ideal, memiliki tinggi kira-kira 165cm. Kulitnya putih dan,,,,senyumnya manis.

“perkenalkan dirimu..”

“annyeong,,,,naneun park li youl imnida…aku pindahan dari pulau jaeju”

Dia kembali tersenyum dan suaranya sedikit merdu di telingaku. Beberapa anak cowok disini juga sepertinya sangat senang memandangnya.

“baiklah…disini hanya ada satu kursi kosong! Kau duduk di samping taemin!”

Hah? Apa? Aku baru sadar kalau wali kelas menyebut namaku dan menunjuk kearah dimana aku sedang duduk sekarang. Apa yang harus kulakukan? Mengapa aku menjadi gugup seperti ini?

“ne~ gomapseumnida…”  dia membungkukkan badannya dan segera berjalan menuju tempat duduk di sebelahku. Aku menjadi salah tingkah.

“annyeong…” dia tersenyum dan merebahkan tubuhnya di kursi kayu itu.

“ne..” hanya itu yang bisa keluar dari mulutku, tanpa sedikit senyum pun.

“baiklah,,,, aku titip park li youl pada kalian. Kuharap kalian bisa menjadi teman yang baik untuknya..” wali kelasku itu segera beranjak dari meja tempatnya berdiri dan berjalan keluar.

“sepertinya aku butuh bantuanmu untuk berkeliling sekolah…” dia menatapku dengan matanya yang tak begitu sipit dan bulu mata panjang yang lentik.

“hm….kalau aku punya waktu!”

“kau bercanda! Kau harus punya waktu untuk teman semejamu yang baru…” dia tertawa kecil. Entah kenapa aku tak bisa ikut tertawa dengannya padahal aku sangat ingin.

“oya,,,,siapa nama lengkapmu?” dia kembali menoleh kearahku yang semakin membuat aku salah tingkah.

“lee taemin…” jawabku singkat.

“nama yang bagus…bandanamu juga cantik…aku punya banyak pilihan untukmu dirumahku! Lain kali kau harus melihatnya!”

“maaf aku datang terlambat.. kita mulai pelajarannya!” tiba-tiba kedatangan guru fisika ku membuyarkan segela macam topik yang aku yakin masih ingin gadis itu ceritakan kepadaku.

Bel istirahat berbunyi. Aku segera memasukkan buku pelajaran yang telah kupakai barusan ke dalam tas.

“kali ini,,,” gadis itu akan memulai pembicaraannya lagi.

“aku akan memintamu mengantarku ke kantin sekolah!”

“tapi aku……..”

Ah,,sial. Aku belum mendapat alasan yang tepat.

“jebal..” dia terus menatapku sementara aku tak dapat berkata apa-apa.

“diam berarti setuju!” dia langsung menarik tanganku keluar kelas. Aku tak bisa meronta karena ternyata cengkraman tangannya cukup keras.

“tanganmu cukup besar untuk ukuran wanita, taem!” dia terus menarikku. Aku merasa geli dengan panggilan akrabnya barusan. Baru pertama kali ini ada yang memanggilku seperti itu. Tapi aku segera menghentikan langkahku. Dia menoleh.

“ada apa? Ayolah… aku sudah lapar!” dia beralih ke belakang dan mendorong punggungku.

“punggungmu juga terlalu lebar untuk ukuran wanita, taem!”

Sekali lagi aku menghantikan langkahku dan membuat dia langsung berdiri di hadapanku dengan tatapan bingung.

“kau ini ke…”

“aku laki-laki….” aku memotong cepat sebelum dia lebih banyak berbicara tentang tingkahku. Kulihat wajahnya sangat terkejut. Tapi kemudian dia tertawa.

“kau bercanda…”

“aku tidak bercanda!” aku menegaskan kata-kataku barusan dan dia langsung menghentikan tawanya.

“tapi kau memakai rok..”

“ya, aku laki-laki dan aku memakai rok, memakai bandana, memakai riasan wajah, memakai semua yang dipakai oleh perempuan…mengerti?!”

Dia sangat terkejut dan tak dapat berkata apa-apa lagi. Aku tahu memang berita ini sangat membuatnya terkejut.

“sepertinya aku harus kembali ke kelas dan tak dapat mengantarmu makan siang….bye.” aku segera berlari meninggalkan gadis itu tanpa menoleh lagi kearahnya.

Entah apa yang terjadi padanya. Aku yakin kalau dia pasti menjadi jijik padaku seperti murid-murid lain setelah mengetahui hal itu. Aku sudah biasa menghadapi kenyataan ini. Yang jelas, dia tak lagi berbicara kepadaku sampai bel pulang berbunyi.

Hari ini kulalui seperti biasa. Gadis itu, ah,,siapa namanya? Park..park li youl. Ya, dia pun hanya menatapku sejak kedatangannya tadi pagi. Sekarang adalah pelajaran olahraga dan aku harus mengganti seragamku dengan baju olahraga.

Aku berjalan seorang diri menuju ruang uks. Tempat biasanya aku mengganti bajuku.

“kau mau kemana?” aku terkejut. Tiba-tiba ada yang menarik seragamku dari belakang. Perlahan aku menoleh dan mencoba melihat siapa orang itu.

“youl-ah…” aku mengusap dadaku saking leganya. Ternyata hanya dia.

“ruang ganti kan sebelah sana taem!” dia menunjuk tempat itu. Aku menggeleng perlahan.

“aku yakin kau tahu masalah apa yang aku hadapi,,,” aku masuk kedalam dan hendak menutup pintu, tapi segera dia tahan dan dia pun ikut masuk ke dalam.

“ya, aku tahu! Kau bingung untuk masuk ke ruang ganti perempuan atau laki-laki… dan lebih memilih ruangan ini yang sama sekali tidak meminta keputusan atas jenis kelaminmu itu..”

“kau benar!” aku menyimpan baju ganti dan mulai membuka seragamku. Tapi aku melihat dia terus memandangiku dan membuat aku salah tingkah.

“hey, jangan terus menatapku seperti itu,, kau mau menontonku mengganti baju?”

“kau lucu!” dia tertawa kecil. Apa maksudnya? Ah,,,pikirannya tak bisa ditebak. Dia kemudian berjalan ke sisi lain dan mulai mengganti seragamnya.

“taesun-ah….palli! aku sudah lapar….” ini sudah ketiga kalinya aku berteriak di depan kelas taesun untuk mengajak dia pulang. Tapi dia masih begitu asik mengobrol dengan teman-temannya.

“yaa,,adikmu yang manis itu sudah menunggu!”

“dia juga cantik hari ini!”

Ah…ejekan-ejekan itu lagi. Aku sudah bosan mendengarnya. Taesun hanya bisa terdiam mendengar semua itu. Aku yakin dia sangat malu mempunyai adik sepertiku.

“aku duluan ya,,,, dan aku yakin adikku lebih cantik dari pacar-pacar kalian!” dia segera berlari menghampiriku dengan sebuah senyum yang tulus. Aku suka taesun. Dia benar-benar kakak yang baik.

Hari berikutnya terasa sedikit berbeda. Youl terus mengikutiku kemana pun aku pergi. Dia sudah seperti penguntit bagiku. Entah apa yang di inginkannya.

Siang ini aku lebih memilih untuk berdiam diri taman dan melihat murid lain tertawa bersama teman-teman mereka. Sungguh membuatku iri.

“kau menghindariku lagi..” tiba-tiba youl duduk di sebelahku sambil membawa dua buah es krim dan memberikan yang satunya lagi kepadaku.

“untuk apa kau mengikutiku?” kataku. Aku lalu mengambil es krim pemberiannya karena pada kenyataannya saat ini aku benar-benar lapar.

“kau teman pertamaku disini,,,aku tak mungkin melupakanmu!” dia melahap es krimnya. Dan jika aku juga boleh jujur. Kau adalah teman pertamaku.

“aku..menyukai bandanamu! Boleh aku mencobanya?”

Aku hanya mengangguk kecil. Dia segera melepas bandana itu dari kepalaku dan segera memakainya di kepalanya. Dia terlihat lebih manis. Sungguh.

“bagaimana?” dia menatap kearahku berharap mendapat pujian.

“lumayan..” aku menghabiskan es krimku dalam satu gigitan terakhir. Dia tersenyum kecil.

“kau tampan, taem! Aku bisa melihatnya..”

“apa yang kau katakan?” aku memalingkan wajahku dari pandangannya.

“kau bisa bilang padaku..”

“aku tidak bisa!” aku memotong cepat. Aku terlalu takut untuk mengatakan semuanya pada orang lain. Youl menghela nafas. Aku segera berlari meninggalkannya tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Entah apa yang merasukinya, beberapa hari ini youl semakin menjadi-jadi. Akh,,mungkin bahasaku terlalu buruk. Tapi keadaan youl lebih buruk menurutku. Aku yakin dia pasti sengaja mengambil beberapa bandana yang aku pakai setiap hari, bahkan alat riasku pun dia ambil tanpa izin dariku. Tentu saja kalaupun dia meminta izin, aku tak akan memperbolehkannya. Tapi anehnya, setelah dia mengambil semua itu, dia selalu memakainya di hadapanku.

Ini tak masuk di akal, jika dia menginginkan semua benda itu, maka dia akan berusaha menyembunyikannya tanpa sepengetahuanku. Tapi dia malah sengaja ingin aku mengetahuinya. Bahkan meminta pendapatku.

“lihat,,,bukankah aku lebih cocok mengenakan lipstick ini?” dia terus bercermin di sampingku sementara lipstick milikku itu ada di genggamannya.

Aku sudah tak dapat menahan kekesalanku lagi. Aku langsung meraih pundaknya dan menatapnya.

“maksudmu apa?”

“apa? Aku hanya minta pendapatmu!” dia sedikit menengadahkan wajahnya dan menatapku karena kenyataannya aku lebih tinggi darinya. Aku menghela nafas. Tanganku kiriku meraih dagunya dan tangan kananku menyentuh bibirnya untuk menghapus warna dari lipsticku.

“kau sadar kan kalau ini bukan milikmu?!” aku mengacungkan ibu jariku yang terlumuri oleh lipstick yang kuhapus dari bibirnya.

“aku tahu…”

“lalu mengapa kau melakukan ini semua? Memakai bandanaku,,, memakai riasan wajahku,,, kau tak punya semua itu? Oke…kau bisa bilang padaku dan aku akan membelikannya untukmu! Tapi bukan begini caranya..” aku mulai membentaknya.

“aku hanya ingin menyadarkanmu kalau kau TIDAK PANTAS MENGGUNAKAN INI SEMUA! Aku ingin kau sadar taem!!!! SADARLAH!” dia balas membentakku.

“DIAMMM!!” kepalaku sakit. Sakit sekali. Tapi hatiku lebih sakit. Suasana kelas yang begitu sepi membuat suaraku sedikit nyaring. Aku menutup telinga dengan kedua tanganku. Nafasku terengah-engah. Mataku terpejam dan enggan untuk terbuka lagi. Tiba-tiba kurasakan sebuah pelukan ringan dari youl.

“jangan pendam penderitaanmu sendirian….aku temanmu taem,,, AKU TEMANMU LEE TAEMIN…” dia sedikit mengeraskan suaranya di akhir kalimat. Dagunya menyentuh pundakku. Kupikir, benar apa yang dia katakan. Mungkin aku bisa menceritakan sedikit tentang masa laluku yang menyakitkan bagiku.

Aku terbangun dan melemaskan tubuhku. Youl melepaskan pelukannya dan menatapaku. Sepertinya dia tahu kalau aku akan mulai bercerita.

“ayahku,,,,sangat menginginkan 2 orang anak,,,satu laki-laki dan satu perempuan..” aku menghela nafas dan kembali bercerita.

“ibuku berhasil melahirkan taesun..anak lak-laki pertama dalam keluarga kami! Kemudian dia kembali mengandung dan ayahku berharap kalau bayi kedua itu adalah bayi perempuan..” aku menatap wajah youl yang begitu serius mendengarkan ceritaku.

“tapi ternyata,,,ibuku melahirkanku! Hal itu membuat ayahku sangat membenciku apalagi setelah ibuku meninggal karena melahirkanku.. dan untuk membayar semua kesalahanku itu… aku harus benar-benar menjadi seorang perempuan…”

“itu bukan kesalahanmu taem…”

“tapi ayahku baru bisa menyayangiku setelah melihatku dalam sosok seorang perempuan!”

“taemin…” dia menatapku.

“aku tahu semua ini sangat berat bagimu… selama 17 tahun kau harus berpura-pura sebagai seorang perempuan dan…”

“dan tak punya teman,, selalu diejek, menjadi hinaan, itu semua sudah biasa buatku!” aku tersenyum pahit.

“kau tahu? Di dalam sini…kau benar-benar seorang laki-laki! Aku bisa melihatnya…” dia menyentuh hatinya dan tersenyum kepadaku.

“mengapa tidak kau coba untuk membuka mata ayahmu dan membuktikan kalau kau memang terlahir sebagai laki-laki?!”

“aku tidak bisa!” aku menggeleng lemah.

“kau bisa!”

“aku tidak bisa!”

“kau bisa!”

“aku,,”

“kau bisa lee taemin! Aku yakin itu!” dia memotong cepat. Aku hanya menarik nafas dan mencoba memikirkan dengan matang apa yang telah youl katakan padaku.

Aku mengetuk pintu kamar taesun yang terasa sepi. Tak lama kemudian dia membuka pintunya dan tersenyum.

“boleh aku masuk?”

“ tentu!” dia mundur beberapa langkah sehingga aku bisa masuk kedalam kamarnya yang terasa sangat nyaman menurutku. Tidak dibuat-buat. Berbeda dengan kamarku yang seolah dibuat nyaman dengan beberapa tumpukan boneka dan ornamen-ornamen berenda yang terkadang membuatku merasa jijik.

“apa ada hal yang ingin kau ceritakan padaku?” taesun duduk diatas tempat tidurnya dan menutup sebuah laptop yang sepertinya baru saja dia pakai untuk bermain game.

Aku mengangguk lemah dan langsung menceritakan apa yang terjadi antara aku dan youl tempo hari. Dia adalah pendengar yang baik. Dia bahkan tak mengalihkan pandangannya dariku sampai aku selesai berbicara.

“menurutmu,,, apa yang harus aku lakukan?”

“hm,,,,” dia tersenyum kecil. Cool seperti biasa.

“kalau memang kau sudah yakin, lakukanlah mulai dari hal yang kecil!”

Mungkin benar kata taesun, aku harus melakukannya mulai dari hal yang kecil. Tapi mungkin ini adalah hal yang cukup besar bila ayahku melihatnya. Aku membuka pintu rumahku perlahan, tak ada siapa-siapa. Syukurlah.

“taeminnie…” oops. Dugaanku salah. Aku menoleh perlahan meskipun aku sangat tidak ingin. Kulihat ayah berjalan dengan tegas kearahku sambil menggulung korannya di tangan.

Plak….

Koran itu menyentuh pipiku dengan cukup keras dan pasti menimbulkan warna merah di permukaan pipiku. Aku menyentuh permukaan yang terasa panas kemudian berbalik perih itu.

“apa yang telah kau lakukan pada rambutmu?” dia menjambak sebagian dari rambutku.

“ memangnya ayah tak lihat kalau aku memotongnya?!”

“mengapa kau memotongnya hah? Aku tak pernah menyuruhmu melakukan hal itu!”

“apa salahnya aku mempunyai rambut pendek seperti ini?” aku mencoba menatap matanya. Tapi dia malah berpaling dan melihat kearah lain.

“k,,,kau,,,kau terlihat seperti anak laki-laki!” dia berkata pelan seolah dia tak ingin mengatakan hal itu.

“aku,,,,aku memang laki-laki!”

“bukan!”

“aku laki-laki!”

“bukan!”

“aku adalah laki-laki!” aku mengatakan hal itu dengan tegas.

“JANGAN KATAKAN ITU LAGI!!!!!”

Plak….

Dia kembali menamparku dengan sedikit lebih keras dari yang tadi hingga membuatku terjatuh ke lantai. Sakit. Sangat sakit.

“ayah!” taesun tiba-tiba berdiri diantara kami. Wajahnya terlihat terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang ini.

“sadarlah ayah!!!!! Aku mohon kau sadar,,, LIHATLAH KENYATAAN BAHWA AKU INI LAKI-LAKI!” aku berteriak sekuat tenaga. Tak terasa air mataku pun telah pecah dan mengalir mencoba mendinginkan rasa sakit kedua pipiku.

“tidak! Kau bukan,,,kau bukan,,,” ayahku menggeleng-gelengkan kepalanya.

“itu benar ayah! Taemin adalah laki-laki! Ayah ingat? Ibu tak pernah mengeluh saat melahirkan taemin!” taesun berjalan merangkul ayah. Aku masih tertunduk.

“dia malah memberikan nama lee taemin dengan sebuah senyuman,,,sampai saat terakhirnya! Sejak itu, ayah malah mengotori senyuman ibu dengan menjadikan taemin sebagai seorang perempuan! Ayah tau? Di sekolah, dimana pun taemin berjalan dengan penampilan seperti itu, sudah beribu-ribu hinaan yang dia dengar! Tapi dia masih bisa tersenyum…sampai saat ini… aku baru pertama kali melihat dia menangis! Dan dia menangis karena ayah…” taesun menarik nafas panjang sebelum dia melanjutkan kata-katanya.

“coba ayah hitung, berapa kali dia pernah mengeluh dengan apa yang telah ayah suruh? Hasilnya adalah nol! Baru kali ini dia bisa mengungkapkan isi hatinya,,, dan ayah, kapan kau pernah mendengarkan keinginan taemin? Kau ayahnya kan? Kau ayah kami!” ayah langsung memeluk taesun dan seketika kudengar tangisannya meledak. Semua yang dikatakan taesun benar. Ya, itulah yang aku alami selama ini.

“ayah,,maafkan aku! Aku tak pernah bisa menjadi yang ayah mau,,,”

“tidak! Ini bukan kesalahanmu, taem! Maafkan ayah..” ayah berjalan dan memelukku. Aku tersenyum karena mandengar ayah memanggilku dengan panggilan akrab dari youl. Terasa hangat. Pelukannya begitu hangat.

Aku menjadi pusat perhatian di sepanjang koridor. Setiap orang yang melihatku tak jarang yang mengedip-kedipkan matanya seolah melihat hantu. Aku hanya tersenyum dan berhenti di depan sebuah cermin di samping kelasku. Tak ada rambut sebahu, tak ada pita dan bandana, tak ada make up, dan tak ada rok. Inilah aku hari ini dan seterusnya. Aku melanjutkan langkahku dan masuk ke dalam kelas yang ternyata sudah lumayan ramai. Mataku tertarik kearah seorang gadis yang sedang serius membaca bukunya di deretan bangku paling belakang.

Sekali lagi aku tersenyum dan menghampirinya lalu duduk di sampingnya. Dia terkejut dan mengerutkan alisnya.

“kau…..”

“perkenalkan,,,aku lee taemin!” aku mengulurkan tanganku.

“ah,,,” dia menjerit dan langsung memelukku.

“kau benar-benar tampan taem!!!! Aku menyukai sosokmu yang ini!” nada bicaranya terdengar begitu senang.

“aku juga menyukaimu, youl”

——————————————–FIN—————————————————————-

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

36 thoughts on “Oppa Neomu Yeppo”

  1. nyuri2 0l nh. Awl crta sh biasa2, gk trlalu mnarik #plakk*d gampar auth0r# Eh pas bgian sma bpaknye, nyessekkkkk…..Abiz. Daebak!! Suka nh.

  2. Aissh nyesek banget jadi Taemin gituu
    Udah diejek, dihina, segala macem. Ckck bapaknya kok gitu siih  ¬.¬
    Untung Taesun bela abis-abisan (y) hyung yang baik!:D
    Jadi ngebayangin Taemin jalan di koridor sekolah..ganteeng aduuh *_*
    Daebaak(y):D

  3. Huaaaaa keren.. Bapaknya Taem tega amatlah. Untung ada Youl.. Ah saya jd kesengsem sm Taesun disini.. Kayanya pembawaannya kalem, keren gitu wkwk
    saya suka saya suka ^^

  4. astaga , astaga , astaga ,,,,,, cerita yg unik + asyiikkk ..
    taemin emank cantik tp dy te2p laki2 !!!!!
    wkwkwkwk ,,, untung ajja taesun kakak yg baik..
    suka , suka , suka ….

  5. Aihhh taeminnn lucunya
    Yaa!!! Sadar juga akhirnya
    Jelas jelas taemin itu ganteng
    Dipaksa kaya cewe
    Ya walopun cantik juga
    Tapi kan dia cowo manly wkwkwkw
    Kerennnn

  6. buseet daahh,,,ntu appanya taemin punya gangguan psikologi kali ya sampe segitunya ke taemin, kan kasiaaannn…T_T

  7. huwaaa nyesek !!! terharu banget !! huwaaa !!!!

    buat lanjutannya dong .. kan seru bnget malah nge gantung .. huwaaa ngebayangin tamin bener2 manly kayak di paris .. >///<
    *diplototin key*

    huwaa thor keren banget …

  8. Taemin emang cocok jadi apa aja,,
    jadi yoeja she is beautiful..
    jadi namja he is handsome…
    tuhan emang maha sempurna, nyiptain seorang lee taemin dengan wajah yang perfect…
    Author, ditunggu kisah selanjutnya!!!

  9. wah… Satu hari gak mampis k sini dah bnyak FF bru…

    Author aku suka FF mu…
    tapi kependekan…
    itu Taem pke pita. Jdi inget Taem yg dance genie sama Key.

    Maaf gak aku Like. Lgi eror. Soal_y aku OL d Hp.

    pokok_y aku suka… I like it… I love it…

  10. Author daebak!:D
    Bisa aja bikin cerita taem jdi cewekXD
    Tp kok ceritanya agak mirip sama kehidupan nyata taem ya.. Taem dulu kan sempat dikucilin(dibully) sama temen2ny.. *gaadaygnanya*
    Pokoknya ceritanya kerennnn

  11. ceritanya keren..
    ayahnya taemin jahat masa taemin dijadiin cewe..
    ga boleh taemin oppa kan cowo..
    untung ada li youl yang nyadarin..
    disini hidup taemin bener-bener sedih..

  12. kyaaa…… keren keren keren….. hahaha kadang aku suka envy ama tataem… dia lebih cantik dari aku yang seorang cewek tulen!!!!!! hahahaa… taem taem,,, cantik banget sih kamu….:). untuk yul eonni keren deh ff ini:)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s