Would You Please : Oppa! [1]

Title : Would You Please[PART 1]-Oppa!!

Author : Erika Putri Dhiwanti

Main Cast : Lee Jinki, Kim Hana

Support Cast : Song Hyomin,Kim Kibum,Kim Jonghyun.

Length : Sequel

Genre : Romance,Friendship

Rating :  PG-15

A.N : Crrriiiingg… aku datang lagi.. dengan FF yang mungkin aneh ini.. ini kubikin Cuma buat ngisi kekosongan selama belum ujian akhir semester*bukannya belajar malah bikin yang kayak gini,DON’T TRY THIS AT HOME!*. niatnya mah pengen coba bikin twoshoot doing,tapi kok ceritanya jadi makin panjang?? -_-a.. yowis lah.. sok atuh di baca,,

 

JINKI POV

“Jinki oppa~.. boleh aku minta foto denganmu?” Aiisshh.. gadis ini lagi! aku bosan sekali di kejar-kejar olehnya. Selalu minta yang aneh-aneh!

“Minggir! Aku sedang buru-buru. ”kataku ketus

“Tapi aku mau foto denganmu dulu. Boleh ya oppa,satu kali saja.”katanya lagi. kali ini sambil sedikit memohon dan memberikan tatapan yang sama dengan puss in boots di kartun shrek! Aku mendesah pelan lalu mengangguk untuk menyetujui permintaannya itu. mungkin dengan begini dia akan langsung enyah dari pandanganku saat ini.

“Baiklah! Ppali.. aku ada urusan.”

“Jjinja??? Assiiikkk.. oke! Ini tidak akan lama oppa. Bilang kimchi pada hitungan ke tiga ya.. hana.. dul..set.. kimchiiiii….” Katanya sumringah kearah kamera miliknya itu. kalau aku? Ccihh. Jangan harap berkata dan bertindak bodoh begitu.

“Sudah kan? Menyingkirlah!”seru ku di depannya dengan sedikit keras,berharap dengan melakukan ini lagi dia akan berhenti mengejarku dan bertindak menjadi fans fanatic ku. aku melengos pergi tanpa memeperdulikan dirinya yang masih senyum seperti orang gila menatap foto dirinya dengan ku tadi. Aku mau langsung pulang ke apartemen ku! kuliah hari ini benar-benar menguras tenaga ku!

Oh ya,namaku Lee Jinki. Aku salah satu mahasiswa dari salah satu kampus terkenal di Korea atau mungkin sudah terkenal di dunia? Hhmm… mungkin saja. yep! Seoul University. Aku sudah semester 6 dan kuharap tidak akan lama lagi aku segera lulus. Bisa di bilang aku cukup.. eheem.. kau tahulah,TERKENAL di kampus. Aku juga bingung di nobatkan begitu oleh mereka,bukan maksudku untuk menolak predikat begitu,siapa sih yang tidak mau menjadi terkenal tapi tidakkah kalian heran bagaimana mungkin di kampus sebesar ini ada seseorang yang diberi gelar kahormatan ‘POPULER’ dan menjadi incaran gadis-gadis seantero kampus. Jujur saja itu melelahkan!!! Aku harus Manahan malu ketika mereka mulai melakukan tindakan bodoh hanya untuk menarik perhatian ku.

Dan gadis tadi.. Hhhh.. entah sudah berapa lama dia mengejarku,sepertinya sejak dia mulai menginjakkan kakinya di kampus ini. Namanya siapa ya?? Molla.. aku sama sekali tidak perduli! Dan kau tahu,berapa kali ia bertindak bodoh di depan ku? jawabannya adalah TIDAK TERHITUNG! Dia juga kerap kali memberiku hadiah buatannya,apartemenku sudah seperti gudang karena dia selalu mengirimnya lewat paket kilat. Dia juga sering membawakan bekal makan siang untukku,tapi aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya. Mana mau aku makan sesuatu dari gadis freak seperti dia,nanti kalau dia menaruh mantra untuk mengguna-guna  supaya aku cinta padanya bagaimana??? Membayangkannya saja aku merinding. Sudahlah lupakan gadis tadi,aku ingin segera sampai di apartemen ku dan tidur. Lelah benar aku hari ini.

AUTHOR POV

Dua orang gadis tampak sedang duduk di bangku yang terletak di bawah rindangnya pohon sebuah taman. Gadis yang satu hanya diam,mengamati orang yang berlalu lalang sambil menikmati semilir angin yang menyibakkan rambut panjang kecoklatan tergerainya. Gadis yang satu lagi,malah asik mengamati sebuah digital kamera miliknya dan sesekali tersenyum,menahan rasa bahagia yang mungkin bisa meledak kapan saja.

“Hei Hana. Kenapa kau? Daritadi senyum-senyum terus. Memang ada apa?”tanya gadis yang satunya

Gadis bernama Hana yang diajak bicara tidak menyahut sama sekali,masih asik mengamati kameranya dan kambali tersenyum. Sang teman yang merasa kesal diacuhkan lantas merempas kamera dari tangan temannya itu.

“Yaaa!!! Song Hyomin! Kembalikan kameraku!!!!”

“Shiroh! Memang ada apa sih di kameramu sampai kau kalihatan seperti orang bodoh. Coba kulihat.. I-ini.. bukankah ini..??”Hyomin terperangah melihat gambar yang tertera di kemera milik Hana. Melihat potret diri Hana bersama seorang namja yang sangat dikenalinya. Bagaimana mungkin tidak kenal,namja ini popular di kampus. Hana tengah berfoto dengan Lee Jinki! Hana tersenyum lebar sedangkan Jinki Cuma senyum terpaksa,tampak dari hasil jepretan ini.

“Hana-ah. Kapan kau foto bersama Jinki sanbae?”Hyomin kembali menginterogasi Hana.

“…”

“Kenapa kau diam? Cepat jawab aku!”kali ini Hyomin memaksa Hana agar bercerita

Dengan perasaan ragu Hana akhirnya angkat bicara,”Tadi siang saat di kampus. Karena bosan menunggumu keluar kelas aku berjalan-jalan sebentar,lalu tanpa di sengaja aku berpapasan dengan Jinki sanbae. Jantungku hampir saja copot saat bertemu dengannya! Terus aku minta saja foto bersama,dan dia mengabulkan permintaanku itu. Ya Tuhan.. aku senang sekali. Dia sangaaaaaaaattttt tampan.”kata Hana berapi-api. Hyomin hanya tertawa melihat tingkah temannya ini,kekanak-kanakan sekali.

“Waaahh.. chukae Hana-ah. Aku senang mendengarnya. Setelah sekian lama kau berani juga minta foto dengannya.”hyomin tersenyum. Ia tahu,sangat tahu bahwa dari awal menginjakkan kaki di Seoul University ini,Hana sudah jatuh cinta pada pada Lee Jinki,sosok pria berparas bak pahatan dewa. Tampan,punya senyum maut,kaya,pintar dan popular.

“Karena aku sedang senang,bagaimana kalau aku mentraktirmu makan siang? Kau mau makan apa Hyomin,sebutkan saja. Appa dan Eomma baru mengirim uang buatku.”

“Bagaimana kalau kita makan makanan Jepang saja? bukankah sudah lama kita tidak makan makanan Jepang di tempat langganan kita?”usulnya

“Oke! Chuahe.. aku juga rindu masakan Matsimoto ahjusshi. Kajja..!!”seru Hana semangat. Kadua gadis itu lalu menyetop sebuah taksi kamudian menaikinya dan menuju tempat tujuan.

HANA POV

Hhh… perutku rasanya mau meledak. Bagaimana tidak,aku mengabiskan 3 mangkuk mie soba waktu makan bersama Hyomin tadi. Mana bisa aku menolak makanan selezat buatan Matsimoto ahjusshi. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Kurasa tidak ada! Untuk berjalan saat ini saja aku sudah kesusahan. Perutku.. ku mohon.. berdamailah denganku.. aku kesusahan nih. Aku tidak bisa tidur dengan perut penuh terisi seperti ini.

“Bibi In.. bisakah tolong ambilkan apa saja agar perutku tidak sakit?”aku agak berteriak memanggil pengurus rumah ku. hening.. tidak ada jawaban darinya.. kemana dia??? Aku melirik jam tangan putih yang bertengger ditanganku. Saat ini sudah pukul 6 sore!! Ini sudah lewat dari batas jam kerjanya. Jam kerjanya di rumah ku Cuma sampai pukul 5 sore saja.

Matilah aku!!!!

“nasibku… nasibku ottoke . Masa aku terkapar di ruang tamu begini? ANDWAE!!”. Aku berpikir sejenak,aku tidak boleh menyerah! Aku harus tetap naik ke kamar ku di lantai dua. Yap! aku bertekad.

“Aigoooo~~… kanapa langkahku berat sekali sih?” aku paksa langkah kakiku yang terasa amat sangat berat ini. Yang kenyang kan perut,kenapa kakiku juga jadi kena imbasnya. T____T. malangnya aku..

Fuiihhh.. akhirnya sampai juga di kamar ku. segera saja kuhempas kan tubuhku ini ke kasur milikku. Dan rasanya.. tidak perlu di tanya lagi.. nyaman~~~…

 “Apa kabarmu hari ini kasurku sayang??? Aiihh.. aku sungguh rindu padamu kasur.”ucapku seraya mengelus-elus lembut kasur tidur kesayanganku ini. Tunggu.. apa aku tadi bilang mengelus-elus kasur tidurku?? Kurasa sekarang aku benar-benar gila! Masa kasur tidur di elus-elus.. Babo Hana!

Lebih baik aku mandi sekarang,mungkin dapat menjernihkan kembali pikiranku yang kacau ini. Lagi-lagi aku harus berjalan menuju kamar mandi ku,walau jaraknya tidak jauh tapi kenapa untuk melangkah saja susah? Perjuangan kedua ku pun di mulai lagi.(apa deh bahasanyaaaa..???). Knop pintu kamar mandi sudah terbuka,tinggal melangkah sedikit lagi maka aku akan sampai di bath tub. Dengan langkah yang masih gontai aku mendekati bath tub itu,menyalakan air hangatnya,melepas baju yang kukenakan lalu berendam.

AUTHOR POV

45 menit kemudian..

 Hana tampak sumringah setelah keluar dari kamar mandi,dengan handuk masih melilit tubuh mungilnya ia menuju ke lemari pekaian yang terletak di sudut ruangan kamarnya. Membuka lalu mengambil asal salah satu piyamanya dan mengenakannya. Perutnya kini sudah tak bermasalah lagi,tadi ia sudah mengeluarkannya kembali (tau kan maksud aku? Dia BAB..*maaf..). Hana memakai bedak bayi di sekitar lehernya,tidak ada alasan khusus,ia hanya menyukai harumnya. Manatap dirinya melalui pantulan cermin besar berhiaskan foto dirinya dangan Hyomin dan beberapa teman sekolahnya dulu. Ia berhenti memandang di satu foto. Di foto itu ada Kibum,sahabatnya yang kini menetap di Jerman bersama kedua orang tuanya. Sejak kepindahan Kibum ke Jerman,Hana merasa kesepian,dan sejak saat itu jugalah mereka kehilangan komunikasi. Tapi tidak lagi ketika dia berkuliah,Jinki lah yang mengisi kekosongan dan kehampaan yang dirasa Hana. Walaupun Hana sadar kalau Jinki tidak suka padanya,tapi Hana merasa hanya dengan melihat wajah Jinki tiap hari itu sudah mampu mengusir rasa sepinya. Ia kembali tersenyum memikirkan Jinki.

Hana melirik gulungan benang wol bewarna abu-abu di meja dekat tempat tidurnya. Sudah setengah jadi dan membentuk pola syal. Niatnya setelah selesai mau di berikan kepada Jinki.

“Ah iya.. lebih baik ku selesaikan saja syal ini. Aku ingin melihat Jinki oppa memakainya.. hihihihi..”

HYOMIN POV

Ketika sampai kampus pemandangan aneh kembali menyergapku,sepertinya ada yang memerhatikanku dari jauh. Tapi entah siapa. Padahal kalau dipikir-pikir aku tidak mengenakan pakaian yang dapat menarik perhatian siapapun. Aku tidak memakai rok mini maupun tanktop super mini dan ketat yang biasa gadis lain kenakan. Aku tak segila itu. aku hanya memakai celana jeans dan baju tanpa lengan serta high heels 9 cm ku.

“HYOMIN~~… “aku mendengar sebuah suara,masih agak samar memang,saat aku menoleh yang kudapati malah Hana.

“Hyomin-ah.. selamat pagi~.”serunya semangat,ia menyunggingkan senyum padaku. Senyum yang manis,aku sampai gemas melihatnya. Ya,inilah Kim Hana. Pembawaannya selalu ceria dan enerjik. Tidak pernah sekalipun aku melihatnya memasang tampang cemberut. Dan satu lagi. Kurasa urat malunya sudah putus. Kalian tahu kan dia sangat menyukai Jinki sanbae? Dia melakukan segalanya untuk orang satu itu.

“Selamat pagi adik kecil~”aku lalu mencubit pipi nya.

“Yaiiissshhh..Adik kecil katamu?  kenapa kau mencubitku? Sakit tahu!?”ia mengomel. Haha,,

“Habis kau lucu.”ledekku

“Memangnya aku badut? Kenapa kau ada disini? Ini kan bukan wilayah ruang kelasmu.”ucapnya. ne,dia benar,ini bukan wilayah kelasku. Aku jurusan kedokteran sedangkan dia jurusan psikolog.

“Ahni.. aku hanya ingin memastikan kalau kau masuk kampus. Awalnya aku tidak yakin setelah melihat cara jalanmu kemarin sehabis makan siang. Tapi syukurlah kalau kau baik-baik saja, aku lega.”ia tampak senang mendengarku berkata demikian.

“Aaaahh.. gomawoyo Hyomin. Kau baik sekali sudah mau mengkhawatirkanku. OMO!! Aku harus pergi sekarang Hyomin-ah,sebentar lagi kelasku akan dimulai. Annyeong~.”ia pergi dan melambaikan tangannya padaku. Bertingkah layaknya anak kecil dengan sepatu flat biru tua yang dikenakannya. Berlari sambil bernyanyi tak jelas. Ckckckckck.. kapan dia akan sadar kalau dia itu bukan bocah berumur 5 tahun lagi. dari cara jalan dan juga pakaiannya. Dia masih senang memakai kaos bergambar anime,calana jeans yang terkadang robek di bagian dengkulnya dan sepatu kets atau sepatu flat. Tidak pernah sekalipun aku melihatnya memakai high heels seperti yang ku kenakan. Kurasa kapan-kapan aku harus mendandaninya. Ahni.. Ahni.. tidak boleh kapan-kapan! Kurasa HARUS SECEPATNYA!

JINKI POV

Aku paling suka area kampus pada saat pagi hari seperti ini. Kebanyakan mahasiswa belum datang hingga aku leluasa untuk berjalan-jalan mengitari gedung. Aku memilih untuk memarkirkan mobilku di parkiran balakang kampus yang jarang di gunakan oleh orang lain. Belum lama aku berjalan-jalan untuk menikmati udara segar pagi hari aku melihat sosok gadis yang cukup menarik perhatianku. Gadis itu berjalan layaknya model,rambut panjangnya tergerai melewati bahu,mamakai high heels dan cukup manis dengan dandanan sederhana begitu. Aahh.. dia tipeku!

Lumayan juga aku memerhatikannya. dan tampaknya dia menyadari ada yang memerhatikannya,dia menghentikan langkahnya untuk mengamati sekeliling. Aku pun segera menyembunyikan tubuhku di balik pilar tiang besar penopang gedung.

“Lee Jinki! Sedang apa kau?”sebuah suara mengagetkanku dari belakang. Dan kulihat Jonghyun berdiri di belakangku sambil melipat kedua tangannya didepan dada.

Aku mengelus dadaku karena kaget,”Yaa!!! Kim Jonghyun! Kau mau membunuhku ya?!? Aku bisa kena serangan jantung kalau kau mengagetkan ku!”

“Hahahaha… kau pasti melamun ya? Masa kau tidak dengar derap langkahku tadi?”dia mulai meledekku

“Mana aku dengar suara langkah kakimu itu. kau itu kalau jalan kan tidak ada suaranya. Mirip hantu!”

“MWO?!? Kau bilang mirip hantu? Enak saja kau mengataiku! Lagian apa sih yang kau lihat?”kulihat Jonghyun kini mencari apa yang kulihat tadi. Sebelum ketahuan lebih baik aku mencegahnya

“Ahahaha.. Aniyo.. tidak ada apa-apa kok. Sudahlah,tidak usah dipikirkan. Lebih baik kita ke kelas sekarang,professor Jung tidak akan memberi ampun kalau kita terlambat.”aku berusah membujuknya untuk segera pergi dari sini. Tapi untuk terakhir kalinya melihat sosok gadis itu lagi,dan dia tidak sendirian lagi. bersama seorang  yeoja sepertinya. Tapi kok perasaan aku kenal ya? Adduuhh.. saat di butuhkan begini kemana perginya ingatan cemerlangku? Mm… siapa ya dia???

AHA!!!! Bukankah itu gadis freak yang selalu mengejarku?

HANA POV

Hari ini suasana hatiku sedang baik. Entah kenapa hari ini bawaannya aku ingin terus tersenyum. Mungkin karena cuaca hari ini cerah dan bunga-bunga sudah mulai bermekaran di taman. Cantik sekali~. Kalau kalian bingung pendeskripsian ku mungkin kalian pernah melihat kartun dimana kalau sang tokoh utama senang maka dia serasa terbang ke langit,melihat berbagai macam bunga warna-warni tak lupa burung ikut berkicau meramaikan suasana. Kira-kira seperti itulah suasana hatiku. Hahaha.. aneh kan?

“Noumu yeppo..”seruku wantu melihat setanagkai bunga mawar merah besar yang tangah mekar di sudut taman. Aku hendak memetiknya tergiur akan indahnya bunga itu,namun langsung kuhentikan mengingat bahwa dia juga makhluk hidup ciptaan Tuhan. Masa baru saja mekar aku langsung memetiknya. Itu sama sajakan dengan membunuh sesuatu segera setelah sesuatu itu hidup. Dan itu sama saja aku ini PEMBUNUH!! Andwae. Aku tidak mau jadi pembunuh!  >o<

“Ah.! Aku sampai lupa tujuan asalku ke gedung jurusan seni ini.”aku menepuk jidatku. Bukankah aku kesini untuk memberi hadiah pada Jinki oppa. Tapi dimana dia ya??? Aku celingak celinguk,mengedarkan pandanganku kesegala arah. Mencari sosok yang ku cintai itu. tapi kenapa tidak tampak juga ya dia? Aku jadi khawatir,dimana dia berada sekarang?

Saat aku melihat kesebuah lorong yang sepi aku melihat Jinki oppa. Dan dia berjalan mengarah kesini. Ke arahku berdiri. Tampaknya dia belum menyadari keberadaanku. Dia jalan menunduk.

Mati aku!!!!! Harus apa aku? OMO OMO OMO.. jarak kami berdua hanya terpaut  5 meter,dan itu semakin diperkecil dengan langkahnya yang mendekat. Haruskah kusapa dia? Ahh.. kelihatannya ya.

“A-Anyyeonghaseo oppa.”kataku terbata. Mana mungkin tidak terbata di depan namja yang ku cintai ini.

Ia mendongak,melihat ke arahku,ia mengernyitkan keningnya,” Anyyeonghaseo.”sahutnya. apa? Hanya itu? tidakkah ada basa basi lagi supaya dia lebih lama disini? Ayo Hana,, berpikirlah. Tanyakan apa pun padanya.

“Oppa habis kuliah ya?”Aiisshhh.. bodohnya aku. Ya iyalah dia habis kuliah,ini kan area kelasnya!

Ia tampak bingung tapi kemudia dia menjawab,”Ne aku habis ada kuliah barusan. Sudah ya,aku pergi dulu.” ia lalu melongos pergi

“Chakkaman oppa!!!! Jangan pergi dulu!”aku buru-buru mencegahnya. Ia memutar badannya,menghadap ke arahku lagi. yes!!

“Mwo? Apalagi sih?”

“Anu.. Ngggg… oppa ada acara tidak akhir pekan ini? Aku ingin mengajak oppa main. Bagaimana?”tanyaku sedikit ragu

“Tidak mau! Aku sibuk. Sudah,jangan ganggu aku!”. Hhhh.. lagi-lagi tawaranku di tolak. Tapi tenang.. aku tidak kehabisan akal.

Aku merogoh isi tas ransel coklatku,mencari sesuatu di dalamnya,mana ya.. perasaan kumasukkan di dalam tas ini deh. Tapi mana ya.. Aaahh.. ini dia. Dapat!

“Igo.” Malu sekali aku waktu memberikannya pada oppa. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang tentang aku. Masa bodo!

“Mwoya ige?”tanyanya heran.

“Kemarin ketika ke supermarket aku melihat coklat warna-warni. Jadi kubeli. Ini semua aku yang buat lho oppa. Di buat dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta. Kujamin 100% tidak ada toko yang menjualnya di korea. Ahni. Bahkan di dunia pun tidak mungkin ada yang sama dengan punyaku. Hehehe.”

Dia terlihat bingung mendengar penjelasanku barussan,Aigoooo~ noumu kyeopta. Dia makin terlihat imut jika sedang begitu,”Gomawo.”katanya

Aku tak mampu berkata lagi. kurasa otakku lumpuh hanya dengan mendengar dia bilang ‘Gomawo’ padaku. Ya Tuhan.. mimpi apa aku semalam. J

“Oh ya. Apa kau kenal dekat dengan yeoja yang kau ajak bicara tadi pagi?”tanyanya lagi padaku

“Hah? Yeoja? Yang mana oppa?” mana aku ingat yang mana satu. Aku terlalu banyak bicara jadi aku lupa siapa saja yang ku ajak bicara seharian ini

“Dasar pikun. Itu lho,yeoja tadi pagi. Yang memakai  celana jeans,baju tanpa langan biru dan high heels. Kalian tadi pagi mengobrol,dan kelihatan akrab.”terangnya

Aku mencoba mengingat,memutar otak mencari-cari siapa gerangan orang yang di maksud Jinki oppa. Celana jeans,baju tanpa lengan warna biru dan juga high heels. Kalau tidak salah ingat sih orang itu Hyomin,hanya dia yang mirip pendeskripsian oppa tadi.

“Hyomin maksud oppa?”

“Mana kutahu namanya. Makanya aku bertanya padamu! Tapi siapa tadi namanya? Hyomin? Dia temanmu?”

“Ne oppa. Dia teman terbaikku! Kenapa memangnya?  Kau suka?”. Oh Tuhan. Kumohon jawabannya adalah TIDAK. karena kalau benar maka aku akan hancur. Jangan sampai.

“A-Aniyo. Seorang  temanku ingin tahu namanya. Itu saja.”

Fuiihh.. aku lega sekali mendengarnya. Yippppiiiiii….. *\^o^/*

“Oh iya. Siapa namamu?”. OMO! Ini tidak bohong kan? Ini sungguhan kan? Dia menanyakan namaku?

“Kim Hana-imnida.”jawabku malu-malu

“Oke. Akan kuingat namamu. Kalau begitu sampai jumpa lagi Hana-ah. Boleh kupanggil begitu kan?”

Aku mengangguk cepat,”Tentu saja oppa. Kau boleh memanggil sesukamu.”

Tidak ada sepatah katapun lagi yang keluar. Dia hanya tersenyum dan melangkah,meninggalkanku yang masih seperti agar-agar mengingat kejadian tadi. Dan senyumnya sangaaaaaatttt maniiiisssss.. Apa aku sekarang mimisan?

JINKI POV

“Hhhh…”desahku panjang begitu keluar dari ruang kelas. Kepalaku bisa pecah kalau berada disana lebih lama lagi. yang kumau saat ini adalah pulang dan tidur.

Karena mobilku kuparkir dihalaman belakang kampus,maka amat terpaksa ku langkahkan kakiku menuju mobil kesayanganku itu. Sedikit memakan waktu memang,tapi sudah lah tak apa. Tapi tunggu.. apa itu yang kulihat? Aiissshhh.. gadis pengganggu itu lagi! Naega micheoso! Kenapa sih harus bertemu dengan dia di saat seperti ini. Pasti dia mau mengganggu ku lagi. aku berjalan menunduk,sengaja,untuk menghindari bertemu pandang dengannya. Berusaha sebisa mungkin untuk mengabaikan kaberadaannya yang mirip patung,berdiam diri di tempatnya dan dapat kulihat ia melihat kearahku. Tak sedetikpun ia melepaskan pandangannya padaku. Apa aku begitu tampan?*iya oppaa~! Kau sangat tampan!!!hahahaha

“A-Anyyeonghaseo oppa.”panggilnya terbata. Aku mendongak. Sial sekali aku! Bertemu lagi dengannya.

“Annyeonghaseo.”aku menyahut sekilas. Aku lantas diam. Menunggu apalagi aksi yang akan ia lakukan. Tapi justru pertanyaan bodoh yang keluar dari mulutnya. -____-!

 “Oppa habis kuliah ya?”

Coba pikir pertanyaan macam apa itu,”Ne aku habis ada kuliah barusan. Sudah ya,aku pergi dulu.” aku lalu melongos pergi. Malas sekali aku!

“Chakkaman oppa!!!! Jangan pergi dulu!”tiba-tiba ia menghentikan langkahku. Aku  memutar badan,menghadap ke arahnya lagi.

“Mwo? Apalagi sih?”tanyaku ketus.

“Anu.. Ngggg… oppa ada acara tidak akhir pekan ini? Aku ingin mengajak oppa main. Bagaimana?”. WHAT??? Main?? Menurutmu aku ini bocah apa?! Di ajak main segala.

“Tidak mau! Aku sibuk. Sudah,jangan ganggu aku!”

Sepertinya ia kesal,terlihat dari reaksinya begitu mendengar penolakanku,ia merogoh isi tas ransenya,mengaduk layaknya mencari sesuatu di dalamnya

“Igo.” Ia menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang warna coklat padaku.

“Mwoya ige?”tanyaku heran.

“Kemarin ketika ke supermarket aku melihat coklat warna-warni. Jadi kubeli. Ini semua aku yang buat lho oppa. Di buat dengan penuh kasih sayang dan rasa cinta. Kujamin 100% tidak ada toko yang menjualnya di korea. Ahni. Bahkan di dunia pun tidak mungkin ada yang sama dengan punyaku. Hehehe.” Tuh kan.. aneh benar dia. Tampangnya membuatku takut. Somebody please help me!!

”Gomawo.”kataku.

Tapi kemudian aku teringat kejadian tadi pagi.

 “Oh ya. Apa kau kenal dekat dengan yeoja yang kau ajak bicara tadi pagi?”tanyaku sedikit ragu

“Hah? Yeoja? Yang mana oppa?” tanyanya balik.

“Dasar pikun. Itu lho,yeoja tadi pagi. Yang memakai  celana jeans,baju tanpa langan biru dan high heels. Kalian tadi pagi mengobrol,dan kelihatan akrab.”jelasku

Tampaknya ia berusaha mengingat siapa yang kumaksudkan tadi. Cukup lama ia berpikir.

 “Hyomin maksud oppa?” ucapnya hati-hati

“Mana kutahu namanya. Makanya aku bertanya padamu! Tapi siapa tadi namanya? Hyomin? Dia temanmu?”

“Ne oppa. Dia teman terbaikku! Kenapa memangnya?  Kau suka?”. Raut wajahnya berubah drastis. Kelihatan tidak suka.

“A-Aniyo. Seorang  temanku ingin tahu namanya. Itu saja.” ketika mendengar jawabanku ini raut wajahnya langsung sumringah. Berapa banyak sebenarnya ekspresi yang dia punya?

 “Oh iya. Siapa namamu?”

“Kim Hana-imnida.”

 “Oke. Akan kuingat namamu. Kalau begitu sampai jumpa lagi Hana-ah. Boleh kupanggil begitu kan?”

Dia mengangguk cepat,”Tentu saja oppa. Kau boleh memanggil sesukamu.”sahutnya

Kim Hana… aku punya sesuatu untukmu.

HANA POV

Kira-kira sudah hampir tiga minggu sejak Jinki oppa menanyakan namaku di lorong itu.Dan sudah hampir tiga minggu jugalah ia mulai tidak mengabaikanku lagi. Bahkan beberapa kali ketika kami berpapasan atau ada aku di dekatnya hampir selalu dia yang menegurku duluan. Dia juga meminta nomor ponselku dan alamat rumahku. Dan tebak,kami sudah dua kali jalan berdua. Oke,kuulangi. BERDUA!. Seperti sekarang ,aku dan dia lagi ada di tepian sungai Han yang indah, kami duduk menikmati pamandangan sungai. Apa menurut kalian itu tandanya dia mulai suka padaku? Omo…. Aku terlalu senang. >,<

Kruyuukkk

Ah sial. Kenapa harus di saat begini sih?

“Hana-ah. Kau lapar?”. Tuhan.. aku malu sekali

Aku tak sanggup menoleh ke arahnya,mau di taruh dimana wajahku??????

“Hei.. kenapa kau diam?”

Kini kuberanikan diri untuk menengok ke arahnya. Dia memasang tampang menunggu jawaban dariku. Aku mengangguk lemah,berusaha menahan malu.

“N-Ne oppa. Aku lapar.”

Bukannya marah atau malu,dia justru tertawa mendengar jawabanku. Kan aku tambah malu!

Dia berdiri,lalu di raihnya tangan kiriku dengan tangan kanannya. Menarikku agar ikut berdiri. Masih menggenggam tanganku,dia lalu berujar,”Kajja. Ayo kita makan. Kau mau makan apa?”

Aku tertegun,masih focus pada tanganku yang sekarang di genggamnya,hangat sekali. Jadi ini rasanya di genggam oleh seorang Lee Jinki ya? Aku suka.

“Hello~.. Kim Hana.. Neo gwenchanayo?”kulihat dia mengibas-ibaskan tangan kirinya yang bebas ke depan wajahku

“Aaahh.. ne oppa.. gwenchana. Ayo kita makan.”

“Kau mau makan apa? Bagaimana kalau kita makan seafood?”tawarnya.

Hah? Apa? Seafood? Haduh.. bagaimana ini,aku kan alergi makanan laut.

“Ngg… anu oppa… aku.. aku alergi makanan laut.”jawabku sambil menggaruk tengkukku yang tak gatal

“Oh? Begitukah? Baiklah,kita ganti saja. kau mau makan apa?” tanyanya lagi

“Mmm… apa ya? Gimana kalau kita makan ayam saja? aku tau rumah makan yang menjual hidangan ayam. Enak sekali!” Kekeke..aku berani bertaruh,dia tidak mungin menolak. Seingatku dia sangat suka makan ayam.

“Jjinja????? Ayo cepat kita kesana.!”serunya semangat,tuh kan benar aku! Muahahahaha…

Kami lalu bergegas menuju mobil yang ia perkirkan tak jauh dari kami duduk tadi. Dia masih menggenggam tanganku. Eomma~~~.. anakmu ini senang bukan kepalang. Dia memperlakukanku layaknya seorang putri,membukakan pintu mobil untukku,memasangkan sabuk pengamanku dan menyalakan lagu romantis di mobilnya. LEE JINKI OPPA~ AKU MAKIN MENCINTAIMU~!!

HYOMIN POV

Lama-lama aku khawatir dengan Hana. Ini sudah yang ke-20 kali aku meneleponnya. Tapi tetap nihil,Hana tidak menjawab teleponku. Baiklah! Akan terus kuusahakan menghubunginya.

Kutekan tuts di ponselku,menekan nomor ponsel Hana yang sudah kuingat di luar kepala.

Tuuuuttt… tuuuuttt.. tuuuuuutt…(kayak bunyi kereta api! Haha). Masih sama,tidak ada jawaban. Aku mulai putus asa. Akhirnya kuputuskan untuk meneleponnya besok pagi. Kalu masih tidak di angkat juga,kurasa aku harus langsung ke rumahnya saja!

JINKI POV

“Hhhh…”aku mendesah keras. Baru jam 12 malam aku sampai apartemenku. Hana terus-terusan mengajakku jalan. Kakiku rasanya mau copot! Melelahkan.

Aku mau mandi,lengket sudah seluruh tubuhku karena keringat. Saat hendak menaruh jaket yang kukenakan,kurasakan ada sesuatu di dalamnya. Apa ini? Kurogoh saku jaket dan menemukan sepucuk surat,aahh tidak. hanya kertas warna pink tak beramplop. Kalau surat  beramplop,benar kan?. Tanpa babibu,aku langsung membuka lipatan kertas itu.

Dear Jinki oppa..

Terima kasih ya untuk malam ini. Aku senang. Lain kali ayo kita main bersama lagi. lain kali aku akan mengajak oppa ke restoran ayam yang lain. Aku tau kau suka sekali ayam,iyakan? Aku tau tempat-tempat seperti itu. kekeke… Selamat malam oppa~..  ^^   

Eh? Tau darimana dia kalau aku suka ayam? Assshh.. sudahlah .Aku kembali melipat kertas itu dan meletakkannya di meja ruang tamuku. Aku lalu bergegas menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarku. Rasanya luar biasa nyaman waktu air hangat dari shower menyentuh puncak kepalaku. Segar…

Setelah selesai mandi,aku mengambil kaus v neck dan celana longgar selutut dari dalam lemariku. Memakainya,dan kemudian menjatuhkan diriku ke atas kasur ukuran king size milikku. Aahh,,, senang sekali bertemu kau kasur ku (Diihh.. sama kayak Hana doyan ngomong ama kasur ya..ckckckck). kini perlahan mataku mulai menutup,aku tidur.

AUTHOR POV

Kini dua bulan sudah Hana dan Jinki dekat. Bahkan kabar kedekatan mereka pun kini mulai menjadi topic hangat seantero kampus. Entah siapa yang menyebarkannya,tapi itu bukanlah pertanyaan sulit. Jinki yang dulu cuek dan terkesan tidak memperdulikan Hana sekarang berbalik. Justru sekarang Jinki yang mendekati Hana. Menyapanya,mengajak ngobrol,ke kafetaria kampus bersama,pulang bersama atau terkadang mereka jalan-jalan.

Jangan di tanya perasaan Hana atas kejadian ini,dia pasti akan meloncat-loncat saking gembiranya. Kalian tau kan kalau dia teramat cinta pada Jinki,sanbae nya di kampus yang beda jurusan. Hyomin pun paham benar akan temannya itu,ia merasa senang akhirnya Hana mendapat apa yang dia harapkan,yaitu dekat dengan seorang Lee Jinki.

Hana berjalan melewati sebuah gedung music yang sepi. Tak biasanya ia melewati jalan itu,tapi karena gedung kampus Jinki dan dirinya jauh,dan salah satu akses untuk mempersingkat waktu adalah dengan melewati gedung itu,jadilah ia memotong jalan. Namun langkahnya terhenti ketika seseorang yang entah siapa menariknya masuk ke dalam gedung music sepi seraya menutup matanya itu dengan paksa.

“Le.. Lep.. Lepaskan aku! Siapa ini?!? Hei!!!” hana memberontak sekuat tenaganya. Tapi sayang,tenaganya tak cukup melumpuhkan besar tenaga yang di keluarkan orang yang menariknya. Mungkin sekitar 5 orang.

“Lepa-“ucapannya terpotong saat melihat siapa orang yang telah menariknya masuk. Kelima yeoja cantik yang notabene adalah sanbaenya di kampus. Dandanan bak model,kulit seputih susu dan rambut sehalus sutra sedang mengerubuni dan memojokkannya di dinding.

Salah satu dari yeoja itu mendekat,”Ccciihh… gadis seperti kau berani sekali mendekati Jinki oppa!”sentaknya. Hana hanya terdiam. Tak berani membantah omongan para ‘peri’ ini.

“Hahaha… tidak sadar kah dia siapa Jinki oppa itu?!? APA KAU TIDAK PUNYA KACA, HUH?”ujar yeoja kedua

“Kau benar! Aku muak melihat dia berkeliaran di sekitar Jinki oppa terus! Siapa kau berani-berni dekat dengannya!” kata yeoja ketiga.

“Rambut? Buruk!,wajah? Ccciiihh,aku tak sudi melihat tampangnya yang menjijikkan ini!,style? Ya Tuhan.. sama sekali tidak bergaya! Kau yakin kau ini manusia? Bukan alien? Di umurmu yang sekarang ini kau bahkan masih bisa memakai kaus bergambar anime begini? Hahaha..”cemooh yeoja keempat dengan suara beratnya.

“Siapa namamu?”tanya yeoja terakhir yang dari tadi hanya diam memperhatikan tingkah temannya yang lain.

Hana diam,tak berani berkata ataupun melihat kearah mereka berlima.

“KAU TIDAK DENGAR YA? DIA BERTANYA SIAPA NAMAMU?!?”bentak yeoja kedua di depan wajah Hana dengan suara nyaringnya. Hana tersentak,air matanya hampir tumpah mendengar bentakkan itu. namun di tahannya agar tak keluar.

“H-Hana. Kim Hana,sunbaenim.”ujarnya pelan

Yeoja kelima yang tadi duduk kini mendekati Hana yang tersudut di dinding,”Kau pikir siapa dirimu sampai berani mendekati Jinki oppa kami? Kau apakan dia hingga bisa dekat denganmu?!?”

Hana tertunduk,tak berani menatap mata yeoja itu. walaupun matanya indah,tapi menyorotkan kesan kebencian yang teramat dalam padanya. yeoja itu mengangkat wajah Hana agar menatapnya.

“Kau dengar aku tidak,HUH? Jawab aku! Kau apakan Jinki oppa sampai dekat denganmu?! Apa kau jual dirimu padanya?!?!?!?!? Dasar murahan!” tuduh sang yeoja. Mendengar tuduhan itu,air mata Hana yang sedari tadi ditahannya tak lagi dapat dibendung. Air mata itu membasahi kedua pipi Hana,membentuk aliran sungai disana.

“Aku.. Aku tidak melakukan apapun sanbaenim. Ku mohon, lepaskan aku,biarkan aku pergi dari sini.”pintanya

“Apa kau bilang? Mau pergi dari sini? Lalu kembali mengikuti Jinki oppa kemana pun dia pergi? Kau pikir kami gila!? Tidak semudah itu gadis bodoh!” yeoja itu lalu mengeluarkan pisau lipat dari dalam tasnya. Mengarahkan ke pipi,lalu leher Hana. Hana ketakutan. sangat ketakutan.

“Kami akan menghabisi nyawamu terlebih dulu sayang.. hahaha..” yeoja ketiga berujar lagi. Kini yeoja ketiga itu mengambil alih pisau yang ada di tangan rekannya. Memain-mainkan ujung pisau yang tajam itu ke leher Hana. Hana yang ketakutan berteriak sekeras mungkin,berharap ada seseorang yang mau menolongnya.

“AAAAAAA… TOLOONG… KUMOHON TOLONG AKU!!!”teriaknya. kelima ‘peri’ itu langsung membekap mulut Hana. Namun tiba-tiba terdengar suara pintu berdebam keras. Di buka paksa.

“HENTIKAN ITU SEKARANG JUGA!”

TBC

Huaaaaaa….. otthe??? Geje ya? Geje ya? Aahh.. Mianhae *big bow.. tapi walaupun geje tolong komen atau setidaknya ninggalin jejak ya.. dan yang buat lia yeoja itu sengaja ga aku kasih nama. Awalnya sih pengen artis yang laen juga,tapi aku takut salah nulis dan bikin fansnya marah. So… begitulah jadinya.. maaf ya kalo mengecewakan.

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

32 thoughts on “Would You Please : Oppa! [1]”

  1. Aihhhhh
    Masa jinkinya suka sama hyomin
    Nyesek banget dong jadi hana
    Tapi itu ada yang nolonginn
    Jinki donggg
    Ato jangan jangan!!
    Itu kibum?
    Tapi kan kibum di jerman
    Tapii >.< Jinkinya kaya ga pernah ikhlas gitu
    Kalo pergi sama hana gimanaa gitu
    Walopun di depan hana dia biasa aja

  2. bgus..it jinki dketn hana cm bwt pdkt ma hyomin y?
    Duh,kshn hana ny.
    Um,unk pngetikn -Q g tau ap hnya tmpiln d hp or memng sbnarny-,cb drapikn lg. Cnthny unk shabs titik itu spasi..
    Fightng thor..

  3. wowow.. apa ini cinta segi empat (?) Hana> Jinki> Hyomin> jgn2 ntar cinta sama Kibum.. itu Kibum sahabatan, pas dateng pasti cinta sama Hana (nie reader sok tau bgt)
    aku stju sama coment di atas agak, maaf, dkit brntakan…
    Story? Of course great!
    okeh , next~

    chingu~ come to my wp ne? http://www.flamestory.wordpress.com
    don’t 4get to RCL ^^ gomawo #I need Oxygen, terutama komen sngt d prlukan

  4. hoaa
    Kayanya jinki dketin hana ad mksud lain dh?
    Trs sypa yg nolongin hana y?kayanya bukan jinki
    Jgn2 kibum plng dr jerman

  5. huwaaa jinki deketin hana ngak ikhlas ya cuman mau kenalan ma hyomin ?? kasian banget !!
    hyaaaa tuh cwe2 minta di tabokin apa ?!! siapa yg nolong? jinki apa hyomin ?? atau kibum ??
    huwaaa kibum … mudah2an ajah dy… ^^
    amin .. ahahha
    author !! seru nih ! lanjutannya jgn lma2 ..

  6. Waduh knp tiba2 mereka jadi deket?
    Apa gara2 Hana dimanfaatin?? Huwaaaa.. sabar yaaah

    Tebak = Pasti yg tiba2 nolongin si Jinki!
    Yekan #sotoy haha

  7. seru….
    Lee Jinki,sosok pria berparas bak pahatan dewa. Tampan,punya senyum maut,kaya,pintar dan popular……… <=== setuju banget ama yg ini

    tp kok onew manfaatin hana?

  8. kren thor tpi jinki kok jhat bget dy kyakx manfaatin hana u/ dkat dgn hyomin gtu, lnjut k next part 😀
    Gud job thor…

  9. Wow wow wow
    ªkŮ Ά̲̣̥​ϑǎ̜̣̍​ cowok kayak jinki ϑι̥ kampusku ªkŮ jg bisa jα̲̅ϑΐ gila kayak hana itu.ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ
    Waaah jinki deketin hana cuma buat kenalan sama hyomin itu

    Sapa Ɣªήğ nyelamatin hana !??

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s