I’m Your Secret Admirer – Part 4

Title                        : I’m Your Secret Admirer Part 4

Author                   : shineofshinee
Main cast              : Key Shinee, Min Hyo Rin (imaginer), Hyun Jai (imaginer)
Support cast         : SHINee, etc.
Length                   : Chapter
Genre                     : Romance, Humor, Friendship

Rating                    : General               

I’m your secret admirer part 4

-Key Pov

Atau jangan-jangan dugaanku benar, bahwa yang bersama Hyo Rin tadi dan menciumnya adalah Onew hyung??

“Key, kau tak apa?”, Onew hyung berusaha menuntunku masuk ke dalam mobilnya. “Tak apa hyung. Aku bawa mobil, jadi lebih baik aku pulag sendiri”, pikiranku sekarang masih bertanya-tanya, apa yang terjadi antara Hyo Rin dengan hyung ku??

“Tenanglah, aku sudah menyuruh Minho untuk membawa mobilmu ke dorm kita. Sekarang, kita akan menuju rumahku”, jelasnya. “Kenapa kita tidak ke dorm saja hyung?”, tanyaku penasaran. “Kau mau anak anak tahu tentang kondisimu saat ini”, jawabnya menolak pendapatku. “Baiklah”

* * * * * *

            “Sudah kuduga dari awal, kau menyukai yeoja itu”, ucapnya dan menyerahkan segelas coklat panas ke dalam genggaman tanganku. Aku masih kesal dengan kejadian tadi. Andai saja aku datang tepat waktu, mungkin kejadian tadi takkan terjadi.

“Ne”, aku hanya mengangguk. “Tapi, cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, hyung”, sambungku dengan sedikit emosi. “Tidak Key, aku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama sepertimu”, bantahnya berusaha menenangkan emosiku. “Kau tahu!! Tadi dia berciuman dengan namja lain!”, ucapku menyindirnya, walau aku tak tahu siapa sebenarnya namja tadi itu, dan aku berharap itu bukan Onew hyung.

“Yaa! Key, aku juga melihatnya. Tapi bukan Hyo Rin lah yang memulainya, aku melihat jelas”, dia mulai meyakinkan diriku. “Lalu, kenapa hyung bisa menemukanku di taman?”, aku menatap wajahnya tajam, berharap jawabannya bukanlah hal yang aku pikirkan. “Tadi, aku mencarimu ke rumah. Tapi sepupumu bilang, kau sedang pergi ke taman, jadi aku segera menuju kesana”, jawabnya santai. Huh, syukurlah ternyata itu bukan Onew hyung. “Lalu siapa namja tadi?”, aku hanya bertanya-tanya dalam hati.

“Aku sangat mencintainya hyung”, kurasakan air mata mulai menetes di pipiku. “Aku sudah tahu Key, sejak kau mencium kening Hyo Rin saat liburan itu”, sahutnya membuatku terkejut. “Mwo?? Kau melihat itu? Kukira tidak akan ada orang yang lihat”, aku benar-benar malu mendengar ucapannya. “Ne. Aku hanya tertawa geli melihat kejadian itu. Kau sudah merayu fans mu sendiri Key!”, ucapnya dan mengacak rambut basahku. “Isssh.. kau ini!”, sahutku malu dan hatiku terasa mulai tenang sekarang.

“Aku menyukainya sejak SMA, hyung”, ucapku tiba-tiba membocorkan rahasia sendiri. “Haa? Jadi dia teman SMA mu?”, Onew hyung begitu terkejut mendengarnya. “Ne, dia teman SMA ku. Tapi, aku tak pernah membuat Hyo Rin mengenalku, bahkan melihatku. Jadi, dia tak pernah tahu kalau aku ini satu sekolah dengannya. Aku selalu menjadi secret admirer nya, hyung!”, jelasku.

“Wow! Aku tak menyangka kau mempunyai kisah cinta seperti itu”, dia tersenyum bangga padaku. “Ya. Tapi walaupun begitu, aku tak pernah berani mengungkapkan perasaanku ini. Sebenarnya, di taman tadi, aku sudah siap mengungkapkan perasaan ini. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak padaku”, ucapku dan menyeruput coklat panas di tangan. “Sudahlah Key, masih banyak kesempatan lain. Aku sangat yakin Hyo Rin juga mencintaimu. Terlihat dari tatapan matanya ketika menatapmu!”, Onew hyung merangkul pundakku.

”Jadi, diam-diam kau suka memperhatikannya yaa? Jangan bilang kau juga menyukainya!!”, aku panik, takut takut hyung ku itu menyukai yeoja pujaanku. “Tenanglah Umma! Aku tak akan suka padanya”, candanya dan meyakinkan diriku.

“Yaya, aku percaya padamu. Tapi, apakah ciumannya dengan namja tadi masih bisa meyakinkanku kalau Hyo Rin juga mencintaiku?”, tanyaku gelisah.

“Ah Key! Sudah kubilang Hyo Rin tak menginginkan ciuman itu, aku yakin!”.

“Memangnya siapa namja tadi? Apakah kau tahu?” tanyanya. “Aku juga tak tahu hyung”, jawabku.

Tiba-tiba, ponselku bergetar, ada 1 sms dari Hyo Rin. Dia menanyakan kenapa aku tak datang dan membiarkan dirinya menunggu lama. Aku ingin membalasnya, tapi aku semakin ingat dengan kejadian tadi. Jadi segera kumatikan ponselku dan menenangkan pikiranku yang masih kacau mala mini. Besok pagi mungkin aku akan menemuinya.

-Hyo Rin Pov

Aku bingung dengan Key, padahal aku sudah menunggunya lama hingga harus berhujan-hujan, tapi tetap ia tak kunjung datang. Saat kukirimkan sms, tak ada balasan. Kucoba telpon, ponselnya mati. Ada apa dengannya? Dia benar-benar membuatku khawatir.

Lalu, bagaimana dengan Hyun Jai? Dia terus memaksaku untuk mencintainya.

* * * * * *

Flashback…

“Hyo Rin!”, terdengar suara seorang namja memanggilku dan berlari menuju tempatku berdiri. Aku yakin itu Key, tapi wajah namja itu masih tertutup oleh gelapnya malam.

“Hyun Jai?”, aku benar benar kecewa karena yang datang bukanlah Key, melainkan Hyun Jai. “Ada apa kau kesini?”, tanyaku heran. “Aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Tadi aku ke rumahmu, tapi eomma-mu bilang kau ada disini. Jadi, aku segera pergi ke taman menemuimu.

“Lalu apa yang ingin kau bicarakan?”, aku menghiraukannya karena khawatir dengan Key yang belum datang juga. “Hyo Rin, dengarkan aku!” . “Ne”, sahutku santai.

“Hyo Rin, aku benar benar mencintaimu. Aku menyukaimu sejak SMA. Berkali-kali kunyatakan perasaanku padamu, tapi berkali-kali juga kau menolak cintaku”, ucapnya memegang erat kedua tanganku. Rintikan-rintikan hujan mulai turun membasahi wajahku.

“Lalu, apa maumu?”, tanyaku datar tanpa menatap matanya. “Aku tak bisa melupakanmu Hyo Rin, tak bisa walau sudah kucoba.  Besok aku akan terbang ke German untuk melanjutkan studiku. Aku takut kehilanganmu Hyo Rin, takut kau akan melupakanku. Mungkin selama disana aku tidak akan tenang memikirkanmu. Aku ingin kau membalas cintaku, dan aku yakin di lubuk hatimu yang paling dalam pasti ada sedikit rasa untukku!”, dia mulai serius dan menatap mataku tajam. Aku bingung, aku benar benar tidak mencintainya. Aku hanya menganggap dirinya sebagai sahabat.

Mulutku terturup rapat, tak tahu apa yang harus kuucapkan. Sebenarnya aku tak tega melihat Hyun Jai terus memohon padaku. “Hyun Jai, aku tak akan melupakanmu. Aku tak akan membuat kau kehilanganku. Tenanglah! Aku slalu menyayangimu. Kau sahabatku Hyun Jai, aku tak akan melupakanmu!”. Ucapku menenangkan emosinya. “Tapi, aku ingin kau membalas perasaanku ini! Aku ingin selamanya bersamamu! Aku ingin kau menjadi kekasihku, Hyo Rin! Dan mungkin itu bisa menenangkan perasaanku saat berada di German nanti!”, kulihat air mata jatuh di pipinya.

“Minhae Hyun Jai, aku tak bisa. Aku tak memiliki perasaan yang sama sepertimu. Aku sudah menyukai namja lain! Minhae!”, ucapku dan berusaha melepaskan tanganku dari genggamannya.

Hujan mulai turun dengan deras. Aku ingin pulang, aku tak tahan dengan situasi ini. Kulangkahkan kakiku meninggalkannya. Tapi, dia menarik tanganku dan mendekatkan wajahnya tepat dengan wajahku, hingga bibir kami pun bertemu. Dia menciumku di bawah hujan deras yang terus mengguyur kami.

“Aku harap itu bisa merubah perasaanmu padaku!”, ucap Hyun Jai setelah itu dan pergi meninggalkanku. Pikiranku sekarang mulai kacau. Aku benar benar tak mengerti dengannya. Dia begitu memaksakan diriku. Akhirnya aku pulang dan berhenti menunggu Key.

(flashback end)

Aku masih tak tega membayangkan wajah Hyun Jai saat mendengar jawaban bahwa hatiku tak pernah ada rasa cinta padanya. Dan dia membalas itu semua dengan ciuman, ciumana di bibir merahku. Itu adalah ciuman pertama yang aku rasakan. Kenapa dia berani melakukan itu padaku? Rasanya ingin sekali kutampar wajah Hyun Jai, tapi aku tak bisa. Tanganku terasa berat untuk melakukan itu.

Aku sadar, aku begitu menyayangi Hyun Jai. Tapi, aku tetap tak bisa mencintainya, hatiku sudah terkunci oleh Key. Padahal aku lebih kenal lama dengan Hyun Jai. Dia juga selalu melindungiku, memperhatikanku, membuatku tersenyum. Sayang, aku tak bisa membalas itu semua.

“Huaaahh!”, aku mulai mengantuk. Segera kutarik selimut untuk menutupi seluruh badanku dari dinginnya malam, dan menutup mataku perlahan-lahan.

* * * * * *

            Aku mencoba untuk membuka mata, tapi kepalaku terasa pening. Kubuka selimut dan beranjak dari tempat tidurku. Ketika berdiri, badanku rasanya melayang, aku tak kuat melangkahkan kakiku. Pandanganku mulai buram, kupingku terasa pengang dan sakit sekali. Lama-lama aku tak bisa melihat dan mendengar apapun “Bruuuk!!”, tubuhku terhempas di atas kasur.

* * * * * *

            Kurasakan bau yang sangat menyengat menusuk hidungku, dan perlahan kucoba membuka mata. Kulihat eomma mendekatkan sebotol minyak angin ke hidungku, dan kemudian aku berusaha menyingkirkan itu. Di sampingnya berdiri seorang namja dengan mimik wajah yang amat cemas memerhatikanku.

“Hyo Rin, panasmu tinggi sekali. Istirahatlah, Eomma akan membuatkanmu bubur”, ucap eomma dan meninggalkanku keluar kamar. Aku hanya mengangguk menjawab eomma.

“Sepertinya ini salahku. Seharusnya semalam aku tak terlalu lama berbicara denganmu dan membiarkan hujan mengguyur seluruh badanmu”, ucap Hyun Jai yang masih berdiri di dekat ranjangku. “Tidak, hanya karena kondisi tubuhku saja yang terlalu lemah”.

Suasana menjadi hening sesaat. Hyun Jai terus memandangi wajahku, dan aku benar-benar merasa tak nyaman dengan tingkahnya yang seperti itu. “Jam berapa kau akan berangkat? Minhae Hyun Jai, sepertinya aku tak bisa mengantarmu ke air port”, ucapku memecah suasana.

“Tak masalah, lagi pula aku menunda keberangkatanku hingga bulan depan”, jawabnya santai dan duduk di sampingku.

“Wae? Apa karena kejadian semalam?”.

“Ani, tapi karena melihat kondisimu yang seperti ini, jadi sengaja kutunda. Aku tak tega meninggalkanmu dalam kondisi seperti ini”, jelasnya. Oh God! ingin muntah aku mendengarnya, padahal aku ini hanya demam biasa.

“Gomawo Hyun Jai kau telah khawatir padaku. Tapi aku hanya demam biasa, besok mungkin sudah kembali normal. Jadi tak perlu lah kau tunda keberangkatanmu itu!”, protesku kesal. “Ne, aku memang sangat mengkhawatirkanmu. Kau tahu kenapa? Karena aku sangat mencintaimu, walaupun seandainya kau hanya terjatuh dari sepeda, tetap saja aku tak akan meninggalkanmu dalam kondisi yang tidak seperti biasa”, bantahnya masih berharap banyak dariku.

“Kau memang sangat baik, maaf telah membuatmu repot!”, ucapku dan membuat sedikit senyuman di bibirku.

“Tak apa Hyo Rin. Tapi apakah pikiranmu telah berubah?”, suaranya terdengar parau, dia menatap mataku dalam. Aku tak mengerti apa yang dimaksudnya, benar-benar tak mengerti.

“Tentang apa?”, kerutan keningku membuat ekspresinya berubah, dia terlihat lebih sabar sekarang. “Hal semalam yang aku katakan. Aku berharap kau bisa merubah perasaanmu padaku. Seperti perasaanku kepadamu!”.

Sepertinya lebih baik aku mati daripada mendengarnya menanyakan hal seperti itu lagi.

Kutarik napas perlahan-lahan, “Hyun Jai-ah,  perasaanku tetap sama. Aku menyayangimu sebagai temanku, bahkan kuanggap kau sebagai oppa kandungku. Kau selalu memperhatikanku, mengkhawatirkanku, melakukan apapun untukku. Tapi maaf, aku benar-benar tak bisa membalas rasa cintamu itu. Aku berharap kau bisa menemukan yeoja lain yang lebih baik daripadaku di German nanti”.

“Tapi,  aku akan slalu menunggumu sampai kapanpun, dan aku yakin suatu  saat nanti kau akan mencintaiku”.

Terdengar ponselku berdering . Aku meminta Hyun Jai untuk mengambilkannya di atas meja belajar. Setelah kulihat ternyata panggilan dari Key, “Annyeonghaseyo Hyo Rin!”, sapanya di balik telepon. “Annyeong Key”, jawabku dengan nada yang terdengar malas.

“Minhae Hyo Rin, minhae!”, sambungnya. “Wae?”. Suara Key terdengar sedikit parau, “Tadi malam aku telat datang, jadi ketika aku sampai tidak ada kau disana. Pasti kau sudah pulang kan?”

“Ne, tak apa Key. Seharusnya aku yang minta maaf karena meninggalkanmu”

“Ani, aku yang salah. Apakah aku telah membiarkan hujan mengguyurmu?”, tanyanya merasa bersalah.

“Ani ani, kau hanya membuat bajuku basah”, keluar sedikit tawa dari mulut kecilku. “Minhae, aku sangat merasa bersalah. Apakah sekarang kau bisa menemuiku di café dekat rumahmu itu? Aku akan mentraktirmu minum kopi untuk menebus kesalahanku ini”, ajaknya.

“Oh Key, minhae. Tapi aku benar-benar sedang tidak enak badan”

“Mwo? Pasti ini semua salahku. Hyo Rin, maaf aku telah membuatmu sakit. Baiklah aku akan mengunjungimu!”, telepon terputus, Key langsung menutupnya.

“Dekat sekali kau dengannya?  Key Shinee?”, tanya Hyun Jai yang berdiri melipat kedua tangannya. Dia bagaikan bodyguard ku sekarang.

“Ne, semenjak liburan itu, aku menjadi dekat dengan Key. Kami saling berkounikiasi, bertukar pikiran. Dia seperi sudah mengenalku lama. Kau tahu? Itu semua karena puisi yang kau buatkan. Yaah, walaupun sebenarnya abstrak. Tapi, kau memang hebat. Kau selalu membuatku tersenyum membuat apa yang kuinginkan terwujud. Aku bingung harus membalas kebaikanmu dengan apa? Kebaikanku tak sebesar kebaikanmu. Minhae Hyun Jai jika aku tak bisa membalas itu semua”, jawabku panjang lebar.

“Tenanglah kau tak perlu bingung. Kau bisa membalas itu semua”

“Dengan apa?”

“Balaslah dengan cinta. Kau masih punya 1 bulan untuk menumbuhkan rasa itu padaku!. Baiklah aku pamit pulang”, jawabnya dengan muka datar dan keluar dari kamarku.

Bosan sekali aku dengannya, yang selalu ia bahas adalah cinta (-_-“).

To be continue….

Readers, maaf yaa kalo ceritanya rada-rada aneh. author belom ahli dalam membuat cerita.

OKEY, silahkan tinggalkan komen! 🙂 ;D

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “I’m Your Secret Admirer – Part 4”

  1. hyun jai please deh ah !! ngak sah maksa2 !! dy cuman cinta ma key !! gedeg juga !!
    gra2 hyunjai first kiss nya hyorin ilang !! terus si key tersakiti, si hyorin terbebani !!
    kesel2 …
    huwaaa key jgn salah sangka ma si onew !! wkwkwkkw
    kasian muka polos begitu wkwkwk
    masih kesel ma hyunjai !! ya !! apa hyunjai ngak inget key siapa ?!! dy tuh sahabat mu dulu !! kesel ma hyunjai !!!!
    lanjut thor .. ^^

  2. hadehhh aturan tuh first kiss buat keyy,, ahh bibir’a hyo rin udh gg perawan deh , lho ?
    (-.-”)

  3. Berarti hyun jai kalo dilihat dari belakang mirip Onew ya? Apa hyun jai fansnya Onew? Haha.. *ngarang* . Yaa Key,, jangan bersedih ya? Tetaplah kejar si Hyo Rin, aku yakin dia pasti menyukaimu apalagi kau adalah seorang idola sekarang. *hadeh ngomong apaan sih? Gak JELASSS!!*

  4. Aduhhh hyunjai
    Jangan begitulaaah
    Kasian sama hyorin sedikit
    Emang sih nyesek banget
    Tapi emangnya hyunjai mau?
    Pacaran sama hyorin tapi hyorinnya gasuka
    Kan sama aja boong
    Lanjutt

  5. Ngakak pas part “Bosan sekali aku dengannya, yang selalu ia bahas adalah cinta (-_-“)” hahaha kurang panjang thor hhi next part musti lebih bagus ya, ditunggu 😀

  6. aisshhh……si hyun jai tu nyebelin deh!! pengen getok palanya sama palu deh biar hilang ingatan!! hyo rin tu cintanya sama key….maksa mulu nih!!

    bikin naik darah aja si hyun jai tuh,,
    key…..terus kejar hyo rin ya??? jngan salah paham…..
    kekeke~ si ayamholic dicurigain,,

    lanjuuuuuttttttttttt

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s