Would You Please : Really? [2]

Title : Would You Please[PART 2]-Really??

Author : Erika Putri Dhiwanti

Main Cast : Lee Jinki, Kim Hana

Support Cast : Song Hyomin,Kim Kibum,Kim Jonghyun.

Length : Sequel

Genre : Romance,Friendship

Rating :  PG-15

A.N : kehabisan kata-kata.. silahkan di baca.

 

JINKI POV

“Hei jinki!”suara seseorang terdengar dari belakangku

“Oh.. ku rupanya Jjong. Ada apa?”

“Ahni.. aku cuma mau pinjam film Titanic mu lagi.”

“Ck.. kau ini Jjong! Kali ini wanita mana lagi yang kau dekati,huh?”. Aku mengerti benar Jonghyun,kalau sudah meminjam film yang romantis itu artinya dia sedang mendekati seorang yeoja.

Dia terkekeh mendengar perkataanku,”Hahaha… kau tau saja Jinki. aku bertemu denganya dua minggu lalu di club milik Minho. Dia cantik,namanya Sekyung. Aigooo~~.. aku bisa mati memikirkannya.”ujarnya seraya mengangkat tangannya ke udara. Kenapa bisa ada manusia seperti Jonghyun,ya? Tidak waras!

“Hhh,, iya baiklah,terserah kau saja. nanti malam ambil saja si apertemenku. Sudah ya,aku pulang dulu. Mau tidur.”

“Oke bos! Tidurlah yang nyenyak dan lama,agar kulit halusmu itu makin bersinar Jinki. hahaha..”ledeknya,ia lalu berlari meninggalkanku setelah mengatakan itu. menjengkelkan!

“Awas kau KIM JONGHYUN!!!!!”. Aku berteriak,tapi usahaku sia-sia,dia menghilang sudah.

Aku beranjak menuju tempat dimana aku parkirkan mobilku,di halaman belakang kampus. Namun ketika mulai berada disekitar sebuah gedung musik yang kurasa tak terpakai lagi aku mendengar sesuatu. Cuma sekali,tapi kuat.

“AAAAAAA… TOLOONG… KUMOHON TOLONG AKU!!!” Degh! Suara siapa itu? sepertinya bersumber dari ruang music ini. Sontak aku masuk keruangan ini. Aku membuka pintu itu dengan kasar. Dan tebak apa yang kulihat? Hana sedang dipojokkan oleh lima orang yeoja. Ada pisau yang diarahkan dilehernya. Wajahnya ketakutan,ia menangis. Aku tak tega melihatnya,naluriku sebagai ‘pahlawan’ muncul sudah.

“HENTIKAN ITU SEKARANG JUGA!”. Aku mengeraskan suaraku. Kelima yeoja itu melihat kearah ku. tampaknya mereka terkejut malihatku.

“S..sa..Sanbae.”ucap salah seorang dari mereka

“KU BILANG HENTIKAN! LEPASKAN DIA!”. Aku makin menaikkan suaraku.

“Tap…tapi sanbae.. dia kan selalu mengganggu sanbae. Kami membantu sanbae untuk mengusirnya.”kata yeoja yang lain,suaranya membuat telingaku sakit. Cempreng betul.

“Ne sanbae. Kami paham sanbae muak padanya.”imbuh yang lain

“Sanbae tenang saja. kalau kami menghabisi yeoja jelek ini,sanbae tidak akan kami libatkan.”ujar yeoja berambut ikal yang menurutku adalah leadernya. Aku diam. Masih diam.

“Iya oppa. Oppa tidak perlu cemas. Yang perlu oppa lakukan adalah keluar dari ruangan ini,tutup mulut dan lupakan apa yang oppa liat hari ini. Kami pastikan kalau besok yeoja ini sudah enyah dari pandangan oppa. Bagaimana?!”.tawar yeoja terakhir padaku.

                Apa-apaan ini? Berani sekali mereka bertaruh padaku tentang nyawa seseorang! Apa yang harus aku lakukan supaya Hana terbebas dari mereka? Aku tak tahan melihatnya ketakutan begitu. Ayolah Jinki,berpikir dengan otakmu yang cemerlang itu.

AHA! Aku punya ide. Entah darimana ide gila ini muncul di kepalaku.

“Lepaskan yeojachingu ku sekarang!!! Tak akan ku maafkan kalian kalau sampai melukainya!”. Dapat kulihat raut tak percaya diwajah mereka. Harus ku akui,mereka berwajah ‘malaikat’,tapi melihat dan mendengar perkataan mereka tadi pandapatku berubah,mereka adalah ‘Iblis’ yang menjelma!

“MWO? Yeojachingu?”seru mereka serempak

“Ne. dia yeojachingu ku! jangan pernah lagi menyentuhnya walau sehelai rambut pun! Kalau kalian sampai melakukannya,maka aku lah sendiri yang akan memastikan hidup kalian berlima sengsara. ARRASEO?!?!”. Aku memberi penekanan di akhir bicara. Agar mereka paham dan takut padaku,dan juga Hana. Aku mendekati Hana yang saat ini terduduk di lantai pojok tempatnya tadi berdiri.

Tubuh mungilnya itu bergetar hebat. Air matanya juga turun deras sekali. Ketika ku sentuh bahunya ia terperanjak. Memandangku sekilas kemudian ia tak sadarkan diri. Aku tentu saja kaget,segera kepapah tubuhnya(bridal style nih ceritanya.. biar so sweet gitu deh..haha). aku melangkah melewati kelima yeoja itu,namun langkahku terhenti di salah seorang yeoja.

“Tadi kau panggil aku apa?’ Oppa’? Ccihh.. siapa kau berani memanggil ku begitu?! Jangan lagi pernah ku dengar kau memanggil ku ‘oppa’! atau kalau tidak,aku punya hadiah special untukmu. Tidak menyenangkan tentunya.” Seruku dingin. Sejurus kemudian aku keluar dari ruangan itu. menuju mobilku. masih bisa ku dengar salah seorang yeoja bicara

“Eonnie~~.. otthokhe? Aiiiisshhh…”gerutunya.

Tapi well,aku tak peduli. Masih ada Hana yang harus ku perhatikan. Dia begini karena aku juga kan? Karna dia suka padaku maka dia di perlakukan begini kan? Aku menempatkannya di jok belakang mobilku. Memposisikannya tidur. Setelah itu aku menempatkan diriku sendiri di balik kemudi mobil ku. tapi sekarang aku bingung,harus ku bawa kemana dia ini. Ke rumahnya? Aah.. ahni..ahni.. dia pernah bilang kalau kedua orang tuanya ada di luar negri dan Cuma ada penjaga. Ke hotel? Aaaiiihh.. apa pendapat orang kalau melihatku membawa masuk seorang yeoja tak sadarkan diri ke dalam hotel. Lalu kemana ya??? Mmm… tidak ada pilihan lagi. ku bawa saja dia ke tempat itu.

 HANA POV

“Errgghh..”. aku berusaha membuka kedua mataku. Walau rasanya berat tapi harus tetap kupaksakan. Setelah cukup terbuka aku mengamati sekelilingku,aneh… ini bukan kamarku. Tempat ini tak pernah kulihat sebelumnya. Warna catnya abu-abu berpadu dengan hitam.

“Sudah bangun?” sebuah suara tiba-tiba muncul dan mengagetkanku. Aku menoleh ke sumber suara. Dan taukah kalian apa yang kudapat? Jinki oppa!!!!!!!!!  ¤.¤a. apa yang dilakukannya disini?

“Oppa?”tanyaku memastikan. Takut kalau-kalau salah orang,karna aku selalu membayangkan Jinki oppa lah yang pertama kali muncul setiap aku bangun tidur.

“Ne. ini aku. Lee Jinki.”

“Ooohh.. Lee Jinki. MWO?? Lee Jinki? Jinki oppa? Aku tidak salah lihat kan?”pekikku.

“Iya. Ini aku,Lee Jinki.Dan yeah,kau tak salah lihat. Cepat cuci mukamu lalu kita sarapan.”serunya

“Yy—ye oppa.”sahutku singkat.

Di meja makan sudah tersaji roti panggang,beberapa pilihan selai dan jus serta susu. Aku heran,darimana dia dapat energy untuk beraktifitas jika sarapannya adalah makanan ini,bukannya nasi! Aku melihatnya sudah menunggu ku di meja makan. Membolak- balik halaman sebuah majalah dengan tangan kanannya. Saat menyadari kedatanganku,dia menutup majalah itu.

“Kemarilah. Kita sarapan.”

“Mwo? Ah,ne oppa.”aku melangkah kearahnya sambil menunduk.

“Hana-ah. Kenapa kau menunduk begitu? Apa wajahku jelek sampai kau tak mau menatapku?”ujarnya lirih

Aku buru-buru mendongakkan kepalaku,menatapnya dan menggeleng keras,”Ahni! Oppa tidak jelek! Kalau oppa jelek mana mungkin aku menyukai oppa!?” ooppsss…. Aku keceplosan! Hana! Neo jeongmal baboya!.

Dia terlihat kaget mendengar perkataanku barusan,tapi sejurus kemudian dia berujar,”Mwo? Kau menyukaiku?”tanyanya yang sukses membuat jantungku hampir keluar. Aku melirik sekilas,lalu mengangguk pelan. Rasanya mau bunuh diri saja!!!!

“Suka? Hanya itu?”. hah? Apa maksudnya?

“Maksudmu apa oppa?”aku menyuarakan pemikiranku

“Kau Cuma suka padaku?”. Aku diam,otakku masih belum menangkap apa maksud perkataanya .Aku tambah bingung kalau dia terus bertanya begini.

“Hhhh.. bagaimana ini.. kurasa aku jatuh cinta padamu,tapi kau malah Cuma menyukaiku? Sepertinya cintaku di tolak. Pupus sudah harapanku.”ujarnya. Roti panggang yang ada di tanganku jatuh menyentuh piring. Ada yang salah sepertinya dengan pendengaranku,kenapa aku dengar dia bilang jatuh cinta padaku?

“Hana-ah. Gwencanayo?” kini dia berada tepat didepan wajahku,mengibas-ibaskan tangannya.

“Uhuk-uhuuuk-uhuuuukk..”entah kenapa aku jadi terbatuk begini

“Ini.. minum ini Hana-ah.”dia menyodorkan segelas susu padaku,aku menerimanya dan lantas meneguknya tanpa sisa(hadddeehh.. ketauan deh doyannya..ckckkc..lanjuuut!!)

“Aigoo~.. kenapa kau tiba-tiba batuk Hana-ah. Kau membuatku khawatir. Apa sekarang sudah baikan?”

Aku mengangguk. Hanya mengangguk.

“Tadi oppa bilang apa?”

“Aaahh.. itu..hmmm.. aku bilang aku jatuh cinta padamu. Wae?”

“Mwo?”

“Aku jatuh cinta padamu.”

“MWO?”

“Aiishh… kanapa kau selalu membuatku mengulangnya? Aku cinta padamu. Saranghae Hana-ah.”dia menatap mataku tajam. Untuk kesekian kalinya aku mematung,otak dan tubuh ku rasanya lumpuh.

“Jadi?”tanyanya

“Jadi apa oppa?”

“Jadi,apa kau masih tetap menyukaiku saja?”

“Heh?”

“Tadi kau bilang kau hanya menyukaiku. Tidak mencintaiku!”. Ia mengerucutkan bibirnya,Aigo~~ lucu sekali dia.

“AHNI!!!! Siapa bilang aku hanya menyukaimu? Na ddo saranghae oppa.”.ingin sekali aku mencium bibirnya itu,tapi ku tahan. Apa yang akan dia pikirkan kalau wanita yang mencium pria duluan?

Senyum merekah dari bibirnya itu,”Kalau begitu mulai hari ini kau adalah yeojachingu ku! Jadi kalau ada sesuatu yang menimpa mu katakan padaku. Aku tidak suka melihatmu dikerjai seperti kemarin. Arraseo?”

Apa? Kemarin? Dikerjai? Aaaahh iyaa! Para sanbaeku itu kemerin mengancamku di ruang music kan? Tapi untunglah. Karena hal itu saat ini Jinki oppa menyatakan perasaannya dan menjadi kekasihku.

“Ne~.”

“Kalau begitu makan sarapanmu lalu kita kerumah mu untuk ganti baju.”

“Untuk apa ganti baju?”

“Yaa!! Kau mau ke kampus memakai baju itu?”katanya sambil menunjuk baju yang kemarin ku kenakan

“Aah.. iya benar. Baiklah. Kau juga oppa,makan sarapanmu! Yang banyak! Aku tak mau namjachinguku sakit!”

HYOMIN POV

“MWO??? Kau resmi manjadi kekasih Jinki sanbae?”

“ssttttsss… dasar bodoh! Pelankan suaramu Hyomin-ah.”Hana membekap mulutku dengan kedua tangannya. Aku kehabisan nafas!

“Pphh… H.. Han.. Hana-ah. Lepaskan aku! A.. Aku.. tida..tidak bisa nafas! Hh..hhh..hhh..”

“Ahahaha.. mianhae. Habis kau juga sih!”kekehnya. bukannya menyesal hampir membunuhku malah tertawa!

“Aku kan kaget. Bagaimana bisa sebuah penyekapan berakhir bahagia begini?”. Dia mengangkat kedua bahunya.

“Yaa.. Hana-ah. Ceritamu ini seperti di drama-drama. Kau di sekap,Jinki sanbae datang dan menyelamatkanmu. Kemudian kalian jadi sepasang kekasih. Omo~  aku turut senang untukmu Hana-ah. Sini,kupeluk kau!”. Tanpa menunggu persetujuan darinya aku memeluknya. Akhirnya temanku yang satu ini mendapatkan apa yang dia inginkan. Hampir dua tahun dia mengejar Jinki sabae dan kini dia mendapatkannya

“Hyomin!!! Lepaskan aku!”

“Ahahaha.. Maaf. Terlalu terbawa suasana,hihihihi.”

“Kau masih ada kuliah tidak?”

“Hm? Sepertinya tidak,kenapa memangnya?”

“Jinki oppa mengajakku makan siang bersa-“

“Yaaa… apa lagi yang kau tunggu Hana-ah. Cepat pergi temui dia.”Aku memotong

“Yaisshh… aku belum selesai bicara! Dia juga mengajakmu.”

“Lho? Kan kalian berdua yang sepasang kekasih,kenapa aku juga di ajaknya?”tanyaku heran

“Dia bilang karna kau temanku. Lagipula bisa mati jantungan aku kalau berdua saja dengannya. Ayolaaahh~.. ku mohon… temani aku.. ya ya ya..” dia mengalungkan tangannya di lengan kananku,menatapku dengan puppy eyes nya itu.

“Hhh.. baiklah. Akan ku temani kau.”jawabku pasrah

AUTHOR POV

Di sebuah restoran..

Suasana ruangan di salah satu restoran di korea siang ini lumayan ramai. Banyak pasangan muda mudi yang makan siangnya di sini. Jumlah keluarga yang sekedar ingin menghabiskan hari pun tak sedikit. Di salah satu sudut ruangan,tampak tiga orang yang tengah menikmati hidangan makan siang mereka. Siapa lagi kalau bukan Jinki,Hana dan Hyomin.

Tak banyak yang mereka perbincangkan. Obrolan basa basi yang biasa orang lain lakukan.

“Sanbae.. sejak kapan kau mulai suka pada Hana?”tanya Hyomin. Jinki yang hendak mengambil sepotong daging dari panggangan menghentikan aktifitasnya sejenak,menatap ke sumber suara.

“Mmm.. entahlah,aku juga tidak tau.”singkatnya kemudian memburu lagi daging di panggangan

“MWO? Yaa oppa!! Jawaban macam apa itu?! huh.!”gerutu Hana.

Hyomin terkekeh mendangar nya,”Hahaha..”

“SONG HYOMIN!!! Bukannya membelaku kau justru menertawakanku!”Hana menggembungkan pipinya. Terlihat kesal.

“Hahaha… hana-ah,banyak orang yang tidak menyadari kapan mereka jatuh cinta pada seseorang. Kau tau,dari sebuah buku yang pernah kubaca,cinta datang tiba-tiba. Kau bahkan tidak sadar kalau kau sudah cinta padanya. benar kan Jinki sanbae?”

“Ne. Apa yang di katakan Hyomin benar Hana. Sekarang ku tanya padamu,sejak kapan kau jatuh cinta padaku?”selidik Jinki pada Hana yang duduk dihadapannya.

“Mmmm… kapan ya? Kurasa sejak hari pertama datang ke kampus. Aahh.. tidak-tidak! ketika melihat kau bermain basket di lapangan! Oh,kurasa bukan saat itu. kapan yaa.???”

“Kau lihat kan? Kau saja tidak tau kapan kau mulai jatuh cinta padaku. Jadi jangan protes kalau aku juga tidak tau.”ujar Jinki. dia masih saja menikmati daging panggang yang tersaji.

“Arraseo. Aku tidak akan memikirkannya. Sudah.. sudah.. ayo kita makan lagi. permbicaraan ini lama-lama membuatku lapar. Oppa ini,makan yang banyak!”seru Hana sambil menyodorkan daging panggang matang ke atas mangkuk nasi Jinki.

“Gomawo.”

AUTHOR POV

Kriiing…kriiing….

Sebuah panggilan telepon berbunyi nyaring di ruang keluarga rumah Hana. Hana yang sedang menonton televisi sontak terperanjak dari duduknya. Dihampiri sang sumber bunyi nyaring itu

“Yeoboseyo.”

“Yeoboseyo,bisa aku bicara dengan Hana?”tanya orang dari seberang.

Aneh.. aku seperti pernah mendengar suara ini,batin Hana.

“Haloooo~. Masih ada orang di sana?”

Hana tersadar dari lamunannya,”Aaahh.. Ne.. ne.. ini aku sendiri. Maaf,ini siapa?”

“Kau tidak ingat padaku? Aiiishh.. menyebalkan! Masa tidak ingat?!”

“Mianhae. Aku lupa. Ini siapa?”ulangnya lagi. hana bertanya sambil berpikir siapa yang meneleponnya.

“Tidak akan ku katakan. Pokoknya besok siang jam 2 jemput aku di bandara Incheon. Kau akan tau siapa aku. Arraseo?!?”

Tuut..tuuut..ttuut..

Belum sempat Hana menjawab,sambungan telepon sudah terputus. Hana menatap garam telepon dalam genggamannya.

 Berani sekali dia menyuruh ku menjemputnya!? Dia pikir siapa dirinya bisa memerintahku begitu!?. Besok siang? Jam 2 dibandara Incheon?,umpat Hana dalam hati.

***

Hana POV

“Hana! Kau bodoh. Kau benar-benar bodoh! Kenapa kau mau menuruti perintah dari orang tak jelas itu,huh?”aku mengutuk diriku sendiri,memukul ringan kepalaku. Ya,saat ini aku ada di bandara Incheon,tempat yang diperintahkan oleh sang penelepon tadi malam. Kurasa aku memang bodoh,mau saja menuruti perintahnya! Kalau itu Cuma orang iseng,gimana? Kalau itu penculik,gimana? Kalau itu debt collector,gimana? Yaiisshh.. aku menghapus pemikiranku yang terakhir,aku bukan tipe orang yang suka berhutang!

Hampir satu jam lebih aku menunggu. Tapi masih tidak ada tanda-tanda orang yang mengenaliku,aku pun sebaliknya. Terlalu banyak orang kepalaku jadi berdenyut. Mungkin memijitnya bisa sedikit menghilangkan rasa sakit ini. Aku mencari tempat duduk yang kosong. Tepat di pojok aku menemukan tempat duduk yang tidak di tempati oleh orang sama sekali. Segera saja aku kesana.

“Aigo~.. kumohon berhentilah berdenyut.” Aku memijat disekitar pelipis. Sudah agak mendingan. Aku melirik jam tangan pink yang ada di tangan kanan ku. sudah jam 14.15. mungkin benar aku di bohongi! Lebih baik aku pulang dan istirahat sajalah.

Aku berdiri dari dudukku,sekali lagi kucoba mengedarkan pandanganku ke segala arah. Siapa tau ada yang ku kenal. Aaahh.. lupakanlah Kim Hana. Itu Cuma orang iseng. Saat beberapa langkah aku berjalan,aku berhenti. Kulihat ada seseorang yang juga menatap ku. seorang namja! Tapi siapa itu?

“Hana-ah. Annyeong! Neomu bogoshipo~. I miss you too much.”ucapnya. hampir saja aku pingsan melihat sosoknya yang kini Cuma berjarak lima langkah di depanku,tapi dia cepat-cepat menahan tubuhku. Ku tatap ia lekat-lekat,takut salah lihat.

“K-Kibum?”tanyaku pelan

“Ne. ini aku Kibum. Kim Kibum. Kau baik-baik saja? wajahmu pucat.”

Aku masih tak bereaksi. Masih tak percaya dengan apa yang ada di depan ku sekarang. Aku mengerjapkan mata berkali-kali. Barangkali ini hanya halusinasiku saja.

“Hana-ah. Gwencana?”tanyanya lagi. Wajahnya,suaranya,gaya bahasanya,tatapan matanya. Semuanya. Masih sama. Benar,dia Kibum-ku. Kibumku yang hilang dulu. Tanpa terasa aku meneteskan air mataku.

“Kibum-ah~…”

“Aigo… keapa kau malah menangis?! Seharusnya kau itu loncat-loncat senang karna melihatku,bukannya menangis begini.”protesnya. ia kini memelukku dalam dekapannya. Perlakuan yang sama setiap kali aku menangis. Selalu ada dada dan bahunya untukku menangis.

“Kibum… kibum… benar ini kau kan? Aku tidak mimpi kan?”

Ku dengar ia mendengus sambil tertawa,”Iya,kau benar. Ini aku Kibum. Dan kau tidak mimpi saat ini. Jadi ku mohon,berhentilah menangis bagini. Orang-orang akan menganggap aku yang membuat mu menangis. Jebal~..” dia melepaskan pelukannya,tapi aku tidak mau! Juga tidak peduli dengan tatapan orang yang mengarah pada kami. Mungkin mereka berpikir kalau kami sedang syuting drama. Terserah!

“Yaaa!!! Sampai kapan kau mau memelukku Hana-ah? Kita lanjutkan dirumahmu saja.”katanya

“Mwo?!?”,aku melepaskan pelukanku,”Apa kau bilang? Lanjutkan dirumah ku? ccihh.. tak sudi!”aku menghapus air mataku,melangkah maju pergi darinya.

“Yaa!!! Kau Kim Hana!!! Tunggu aku!! Yaiisshh..!”teriaknya dari belakang. Aku tak peduli,terus saja keluar dari bandara Incheon dan menyetop sebuah taksi. Ku tunggu Kibum,lama sekali sih bocah itu. dulukan gerakannya secepat kilat!

“Kim Kibum!! Ppali.. jalanmu lambat sekali. Dasar siput!”

“Hana!! Tega benar kau meninggalkanku. Bukannya bantu membawakan koperku,kau malah jalan duluan. Teman macam apa kau ini?!?”pekiknya dari luar taksi. Pak supir yang tadi duduk di balik kemudi langsung menolong Kibum memasukkan koper-koper ke dalam bagasi. Setelah selesai memasukkan koper Kibum menyusulku duduk di bangku penumpang.

“Hahaha.. siapa suruh bawa koper banyak begitu. Memangnya enak. Weeeekkk..”Aku menjulurkan lidahku.

“Tidak sopan!! Awas saja kau ya.. lihat pembalasanku. Muahahaha..”. aku bergidik ngeri mendengar tawanya. Kau tau,mendekati sempurna pada iblis!

“Terserah kau lah Kibum. Oh ya,dimana kau akan tinggal selama di korea?”. Setauku rumah Kibum yang dulu sudah di jual.

“Pertanyaan bodoh macam apa itu? Tinggal dimana kata mu? Tentu saja di rumahmu!”

Mwo??? Tidak salah dengar kan aku?

“Apa?! Kau keberatan kalau aku menginap dirumahmu? Ya sudah kalau kau tak mau,aku pulang lagi saja ke Jerman. Annyeong Hana-ssi.”ujarnya dingin,ia juga membuka pintu taksi yang kami naiki.

Aku menarik tangannya, “Shiroe!!! Kau tak boleh pergi! Arra.. arra.. kau boleh tinggal di rumahku selama yang kau mau. Kalau perlu kamarku juga boleh jadi milikmu. Otte?”

Kulihat ia menimbang,alisnya berkerut,”Mmmhh.. baiklah,jika kau memaksa. Hahahaha..”

“Assiikkkk… dan satu hal lagi.”

“Waeyo?!?”

“Jangan memanggilku dengan embel-embel ‘ssi’,aku tidak suka mendengarnya!”seruku

****

Sudah hampir satu bulan lamanya aku menjalin hubungan dengan Jinki oppa. Dan telah seminggu ini aku susah untuk bertemu dengannya. Kalau kucari di kampus,teman-temannya bilang dia sudah pulang. Kalau ku hubungi ponselnya,hanya suara operator yang mengarahkanku untuk meninggalkan pasan. Jadwal kuliahku di semester ini juga menumpuk. Aku tak bisa hanya memikirkan masalah cinta,lalu mengabaikan masalah akademikku. Itu sama sekali bukan aku!. Hyomin juga sedang sibuk. Kami juga bahkan jarang sekali bertemu. Jurusan kedokteran yang di ambil,memaksanya untuk praktek di daerah terpencil di Busan.

Tapi untunglah ada Kibum yang menemaniku. Walau dia juga lebih sering mengabiskan waktu di luar. Oh ya,aku juga tak lupa memberitahukan bahwa aku sekarang berkencan dengan salah seorang sanbae ku. jinki oppa. Aaah.. mengingatnya aku jadi makin rindu. Ottokhae?. Rasanya aku akan meledak jika lama-lama memendam rindu begini. Kekekeke.. J

Aha! Ku rasa aku tau tempat yang sering ia datangi. Sebuah café. Beberapa kali dia mengajakku ke sana. Baiklah! Kuputuskan untuk coba mencarinya ke sana.

****

Taksi yang mengantarkanku ke café itu kini berhenti. Aku memandang sekilas keluar,siapa tau mobil Jinki oppa di parkirkan di luar. Dan yap! aku melihat sebuah mobil yang sepertinya milik Jinki oppa. Hh.. leganya~

“Totalnya 32.000 won nona.”suara sang supir membuyarkan lamunanku

“Ah.. ne. mianhae ahjusshi. Ini.” Kuberikan selembar uang lima puluh ribuan padanya.

“Gamsahamnida. Ini kembaliannya nona.”ia menyodorkan uang kembalian senilai 12.000 won padaku

“Tidak usah ahjusshi. Ambil saja kembaliannya.”kataku sambil melangkah keluar dari taksi.

“Gamsahamnida nona. Semoga hari mu menyenangkan.”serunya. aku hanya membalasnya dengan tersenyum. Yang ada di otakku sekarang ialah menemui namjachinguku. Jinki oppa tercinta. Kekekeke.

“Selamat datang~ meja untuk berapa orang nona?”sapa seorang palayan padaku saat aku melangkah masuk ke dalam café itu.

“Aahh.. igo.. Maaf,apa kau kenal dengan seseorang bernama Lee Jinki? kulihat ada mobilnya di luar.”

“Lee Jinki? Onew hyung maksudmu?”tanyanya balik.

Hah? Siapa itu Onew? Aku tak kenal!

“Bukan Onew. Tapi Lee Jinki. J-I-N-K-I.”ejaku padanya. dia terkekeh. Aigo~ manis sekali dia. >,<

“Hahaha.. iya,Lee Jinki atau Onew. Dia orang yang sama. Benar,dia ada di meja pojok sebelah sana.”dia mengarahkan tangannya ke sebuah meja yang terletak paling belakang café ini. Aku pun mengangguk.

“Lee Taemin!! Cepat antarkan pesanan meja nomor 24!”

“Ne~. maaf nona,apa mau ku antar ke meja Onew hyung?”. Ooh.. jadi namanya Lee taemin.

“Aah.. tidak usah Taemin-ssi. Kau antar saja pesanan itu.aku tak  mau kau sampai di marahi oleh bos mu. Aku bisa sendiri kok ke sana. Aku kan bukan anak kecil lagi. Sudah sana,lanjutkan kerjamu. Maaf mengganggu. Hehehehe..”

“Oke. Baiklah kalau begitu. Tapi jika butuh apa pun panggil saja aku!”katanya mantap. Hohoho.. semangatnya seperti menular padaku. Setelah mengatakan itu,dia kembali mengerjakan tugasnya.

Aku pun menuju ke tempat Jinki oppa berada. Tapi kelihatannya dia tidak sendirian,melainkan bersama seseorang. Yeoja kah? Aihhss… awas saja kalau benar!. Jinki oppa dan temannya tidak menyadari ke datanganku,karna terhalang oleh sebuah tembok tipis. Bisa ku dengar walau samar-samar percakapan mereka.

TBC

Komen komen dan komen… okokokokokokok.. 😀

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

33 thoughts on “Would You Please : Really? [2]”

  1. Hyomin kah ituu!!
    Jinki suka hyomin kenapa nembak hana si?
    Kasian deh
    Tapi bisa aja nanti hana sama key!!!
    Lanjuutt

  2. aish !!!!
    jinki toh yg nyelamatin hana bukan si kibum …
    huwaa kibum ..kibum…kibum…

    iya nih si jinki suka ma hyomin tapi dy nembak hana ?!!
    kasian banget hananya !!
    hyaa jinki kenapa jadi napeun ?!!

    mending hana sama taemin atau ngak key …

  3. gomawo thor… nama aq di pake,, hehehehee

    serasa aq jadi main cast nya,,, apalagi bias aq onppa… pas bnget !!!! ngarep

    ff nya daebak,, lanjutin yahh….

  4. coment lagi ahh…
    tapi aq kurang suka onppa di sini nyebelin… cuma manfaatin orang doank…. jadi sebel…

  5. wah jinki sma spa ya…?sma jjong dong…jngan sma hyomin…ga suka jinki jhat apa lagi klw mpe hyomin jga suka ma jinki…ttm itu temen mkan tmen…author..laki saya jngan dbkin jahat dong..

  6. mnurutq teman yg d’smping onew si konci y? *author : sotoy bgt sih ni reader
    ok lah. lanjutannya palliiii. penasaran. bkin org pnsaran dosa loh. hahaaha

  7. ada taeminnie juga ternyata di nih ff….
    klw mnurutku tu mang hyomin deh….
    kan jinki oppa sibuk, trus hyomin juga ikt2an sibuk….
    butuh bkti pa lg…
    bnarkan thor????

  8. semoga key pacaran ama aku,
    semoga key pacaran ama aku,
    semoga key pacaran ama aku,
    semoga key pacaran ama aku,
    semoga key pacaran ama aku,
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku
    semoga key pacaran ama aku

  9. Apa yang mereka bicarakan?
    Apa?
    Apa?
    Apa?
    Apa mungkin rahasia pemanfaatan secara tdk langsung terungkap?
    hemmm *evilsmark
    Tapii~ siapa cewenya??

    Key pulang? yey haha..

  10. Ahhhh kayaknya onew cm manfaatin hana yaaa???ahhh poor hana,,,smga hyomin g suka sm jinki,,,lanjut bacaa,,,ahhh keyumma udh dtg,,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s