I’m The Real HumanoDevil – Part 1

I’m The Real HumanoDevil

Author: Lee Taehyunnie

Main cast:

SHINee Kim Jonghyun

SuJu Lee Sungmin

Gwiboon (Key Girl Ver.)

SuJu Kim Kibum

Support cast:

Other SHINee Members, fx Victoria , SNSD Yoona, SuJu Kim Heechul, SuJu Leeteuk, SNSD Jessica, SuJu Kyuhyun, BoA(Reporter),TVXQ Changmin(Cameraman), SNSD Tiffanny(sonsaengnim), Jung Joori(KepSek), B2ST DooJoon(sonsaengnim), Boyfriend Youngmin & Kwangmin(penonton), Simon D(penonton), BigBang TOP & Taeyang(polisi)

Length: sequel

Genre: Mystery

Rating : PG-13 (semoga saya ga’ salah beri rating ^^”a)

 

“Heh, Brengsek! Dia perempuan, Bodoh! Bagaimana bisa seorang lelaki memperlakukan perempuan seperti itu?!”

Buagh!

Suasana di salah satu kelas dalam lingkup SM High School ini seketika menegang. Seisi kelas XII A serentak mengarahkan pandangan ke arah sebuah bangku di sudut kelas. Seorang siswa berambut hitam baru saja memberikan bogem mentahnya pada siswa lain. Siswa itu menatap tajam pada sosok di hadapannya.

Jika kalian tahu apa yang telah terjadi, mungkin kalian akan menyalahkan siswa yang baru saja di omeli itu– Kim Jonghyun. Kenapa? Karena ia baru saja menyakiti seorang yeoja teman kelasnya sendiri. Bukan sepenuhnya salah dia juga sih sebenarnya. Hanya saja yeoja itu tidak menyadari bahwa suasana hati orang yang diajaknya bercanda sedang buruk.

Sungmin tentu saja tidak terima Victoria– yeoja tadi– diperlakukan seperti itu. Ia benar-benar menghargai wanita. Dan perilaku Jonghyun yang sudah kesekian kalinya ini sungguh membuatnya kesal.

Sementara itu, Jonghyun tetap diam dalam pikirannya. Ia seakan tidak peduli dan berusaha kembali tenang di kursinya. Namun Sungmin rupanya tak mau ini berakhir cepat. Ia segera menarik tangan Jonghyun dan menghempaskannya ke dinding, menatap tajam pada sepasang mata dihadapannya. Dan yang didapatnya hanya tatapan dingin dari brown bitter cofee itu

“Bodoh! Ekspresimu membuatku muak! Dia itu manusia, apa ‘ketololanmu’ sudah melebihi standar, huh!” Sungmin mencengkeram rahang Jonghyun kuat membuat pemuda itu meringis pelan. Bosan melihat lawannya hanya menikmati perlakuannya, Sungmin membanting wajah Jonghyun dengan bunyi derak yang dipastikan berasal dari rahang Jonghyun, yang hanya ditanggapi dengan helaan napas.

“Sepertinya noona-mu  depresi melihat tingkah laku adiknya yang ‘menyebalkan’ ini, makanya noona-mu  ‘bunuh diri’.” ejek Jessica tepat di depan wajah Jonghyun. Satu lagi kesalahan yeoja di kelas ini, suka mengungkit.

“Sica~ya!” Yuri menarik-narik tangan Jessica mencoba memberitahu yeoja itu akan aura mengerikan yang perlahan mulai berdesir di sekitar mereka.

“…untung saja tertangkap kamera CCTV, kalau tidak adiknya yang ‘aneh’ ini tidak akan bisa belajar cara bunuh diri yang baik dari noona-nya!”

Jonghyun mengangkat sedikit kepalanya sebelum membalas, “Kau marah karna dengan mudah ku tolak setelah bertahun-tahun kau mengikutiku kan…”. Jessica tersentak mendengar serangkai kalimat yang baru saja di dengarnya.

“Heh, ini tidak ada hub…”

“Kau juga tidak berniat membela Victoria kan? Kau hanya memanfaatkan waktu ini untuk melampiaskan kemarahanmu kan? Cih, tidak berguna.” Jonghyun menyeringai membuat mantan calon yeojachingu-nya terpojok.

Dengan satu pukulan keras di meja, Jessica meninggalkan Jonghyun sambil menggumamkan umpatan-umpatan tidak jelas. Tak lama kemudian Sungmin yang memang tidak menyukai sikap Jonghyun sejak noona­-nya meninggal itu ikut pergi dengan satu deathglare yang menusuk.

Cahaya sendu keemasan melintas melewati celah-celah buku di sebuah perpustakaan umum. Seorang laki-laki berpakaian seragam sekolah masuk dari pintu depan menuju ruang baca kesusastraan. Sejuk dari AC segera menyambut ketika namja itu mulai melangkahkan kakinya ke arah rentetan buku-buku antologi puisi.

Ruangan itu senyap. Hanya ada dua orang yeoja dan namja yang berbisik-bisik, seorang ahjussi tengah berkeliling di bagian novel, dan beberapa pengurus perpustakaan yang tengah menyusun buku.

Dengan seragam yang agak berantakan ia mengambil salah satu buku di rak genre ‘Kriminal/Kejahatan’. Kejadian yang sangat langka karna dia bukan seorang dengan tipe yang suka dengan buku-buku fiksi seperti itu.

Senyuman kecil di wajahnya saat membuka salah satu halaman dalam buku “I’m The Real HumanoDevil”.  Ia membolak-balik halaman demi halaman. Senyumannya semakin lebar setiap kali menemukan scene yang menurutnya menarik.

“Ini akan jadi sangat menyenangkan.” namja itu tersenyum sebelum obrolan dari balik rak di hadapannya terdengar begitu mengganggu. Ia mengintip dari celah buku yang diambilnya.

Dua orang itu, yang pasti sangat ia kenal karna sudah tiga tahun berada di kelas yang sama. Mereka berbisik-bisik membicarakan dirinya. Namja itu menggebrak meja saking kesalnya pada dirinya. Yeoja lain hanya mengiyakan dan memasang tampang sebal.

“Kalau begitu, kau yang pertama…” bisik pelan namja itu sebelum berlalu dengan sebuah buku ditangannya.

Langit nampaknya di tutupi mega hitam. Sepertinya sebentar lagi hujan. Namun jalanan tetap ramai seperti biasa seakan tidak ada yang peduli hari akan hujan. Namja itu melangkah semakin cepat seiring yeoja dibelakangnya terus mengejarnya.

“Ya! Jonghyun-ah!!!”teriak Gwiboon pada Jonghyun yang jauh di depan.

“Sudah ku bilang kau pulang saja! Aku bisa menjaga diriku sendiri!” namja itu balas berteriak.

“Tapi aku disuruh menjagamu sampai kau tidur!” namja itu berhenti dan berbalik menghadap Gwiboon. Yeoja itu tampak lelah dengan keringat di wajahnya. Ia mengatur napasnya sejenak sebelum mencengkeram bahu namja di hadapannya.

“Aku tahu kau memang bisa menjaga dirimu sendiri, tapi dengan keadaan seperti ini siapa yang akan memasakkan makanan untukmu?! Lagipula kau sedang punya banyak masalah sekarang. Setidaknya mintalah aku untuk membantumu!” omel Gwiboon. Jonghyun hanya mendecih dan memalingkan wajahnya. Ia sudah kehabisan cara untuk menghadapi pengasuhnya ini. Jonghyun menatap Gwiboon dari sudut matanya, mengira-ngira apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun yeoja itu hanya diam dan terus menatap tajam ke arahnya.

‘sepertinya tidak apa-apa’

Dengan cepat Jonghyun menarik tubuh Gwiboon hingga terlampau dekat, mengeliminasi jarak antara  mereka. Gwiboon membelalakkan matanya karna syok atas apa yang baru saja terjadi. Tapi tubuhnya seolah dikunci oleh namja itu, tak kuasa untuk bergerak.

Jonghyun tersenyum kecil sebelum melepaskan ciumannya. Ia berbisik di telinga Gwiboon, “Aku akan baik-baik saja, yeobo.”.Seketika wajah Gwiboon memerah, terkejut sekaligus bingung. Kenapa Jonghyun memanggilnya ‘yeobo’?.

Namja itu terkekeh pelan. Ia perlahan berlalu meninggalkan Gwiboon yang masih belum kembali ke dunia nyata(?).

“Aku ada urusan! Kembalilah besok dan kita ‘bermain’ lagi.”

Blush~

Wajah Gwiboon kembali memerah seperti satu skop es krim stroberi yang perlahan meleleh(?).

Jam menunjukkan pukul 02.05 dini hari, namun Jonghyun belum juga tidur. Kemeja putih dan jeans hitam yang dikenakannya telah basah sejak beberapa menit yang lalu. Entah sudah berapa lama ia terdiam di kamar mandinya. Tubuhnya menggigil dengan tangan mencengkeram kepalanya. Matanya pun masih membelalak lebar meski lingkaran hitam terlihat jelas di bawah matanya.

“He…hehe…” Jonghyun tertawa pelan.

“Haha…hahahahaha!” kemudian tawanya semakin keras tanpa tahu apa yang membuatnya tertawa. Apa menurutmu akan ada seseorang yang datang dan menanyakan padanya kenapa ia belum tidur? Sepertinya tidak. Orang tuanya tidak ada di rumah. Ia benar-benar sendirian sekarang. Noona yang selalu menemaninya di rumah sekarang sudah tidak ada lagi. Entah kenapa noona-nya melakukan hal itu, bunuh diri dengan menoreh tubuhnya sendiri kemudian melumurinya dengan perasan jeruk nipis. Tentu saja sakitnya begitu mengerikan hingga akhirnya ia benar-benar meninggalkan Jonghyun sendiri.

Karena itulah orang tua Jonghyun memutuskan untuk meminta Gwiboon mengurus keseharian Jonghyun. Beruntung bagi Gwiboon bisa punya pekerjaan seperti ini, paling tidak ia bisa mengurangi beban biaya orang tuanya di Daegu sementara ia sekolah di Seoul. Apalagi yang dia urus adalah namja tampan dan pintar, yeoja mana yang akan bosan jika harus menemani Jonghyun hingga namja itu tidur?. Hanya saja dengan keadaan Jonghyun yang masih syok seperti ini agak (baca:sangat) sulit untuk membuatnya patuh.

Prang!

Sebuah cermin jatuh tepat di atas lutut Jonghyun. Sejenak ia memperhatikan cermin persegi yang pecah menghantam porselen di bawahnya. Tangannya terjulur menyentuh ujung bagian cermin itu.

Darah perlahan keluar dari telunjuk dan jari tengahnya. Ia tersenyum kecil sebelum mengelus cermin itu semakin cepat. Lukanya semakin melebar. Tapi bukannya berhenti melakukan kegiatan anehnya, Jonghyun lebih memilih untuk melebarkan senyumnya.

Could you be my brownie baby (you be my brownie baby)

Could you be my brownie baby

Could you be my brownie baby

Could you be my brownie baby*Dynamic Duo – Be My Brownie (Jonghyun’s fave)

Perhatian Jonghyun seketika teralihkan ke arah handphone-nya yang tergeletak bisu di dekat westafel. Ia beranjak menuju benda itu dengan pecahan cermin di tangan kirinya dan mendapati Gwiboon mengiriminya pesan.

Jonghyun-ah, kau sudah tidur? Kalau belum cepatlah tidur!” ia merunduk, mengeratkan genggamannya pada pecahan cermin di tangan kirinya. Helaian rambutnya yang mulai panjang membingkai wajahnya. Ia tersenyum sebelum sejurus kemudian membalas pesan Gwiboon dengan tangan kanannya.

Tidak usah khawatir. Aku baru saja bangun untuk minum, setelah ini aku akan kembali tidur. Annyongi jumuseyo, yeobo.” ia kemudian berbalik dan kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda.

Pagi di sebuah apartemen di tengah kota. Seorang laki-laki baru saja keluar dari dapurnya setelah membuat sandwich dan secangkir kopi. Tiba-tiba perhatiannya teralihkan pada televisinya yang tengah menayangkan berita pagi, Annyeong Korea**.(baca:Apa Kabar Indonesia).

Telah terjadi pembunuhan di sekitar wilayah Dongdaemun. Korban adalah seorang siswa dari SM High School angkatan 2008-2009. Korban yang diketahui bernama Kim Heechul ditemukan tewas di Parking Lot dengan luka lebam di bagian kepala dan perut yang terbelah. Diduga pembunuhan terjadi kemarin malam. Menurut keterangan warga setempat pada sekitar pukul 01.00 dini hari warga mendengar suara jeritan laki-laki yang dari arah Distrik Dongdaemun. Hingga kini polisi masih menunggu hasil otopsi untuk penyelidikan lebih lanjut. Saya BoA dan rekan saya, Changmin, Seoul, Tv-XQ, melaporkan.” Laki-laki itu memiringkan kepalanya. Akhir-akhir ini banyak sekali kasus pembunuhan di Seoul.

Pyuhngsaeng gyuhte isseulge (I do) Nuhl saranghan

“Yeoboseyo.”

Kibum! Ini kau? Cepat pakai bajumu dan pergi ke Distik Dongdaemun! Kau dapat tugas hari ini! Detektif-detektif lain tidak bisa dihubungi. Victoria akan menemanimu menangani kasus ini. Bergegaslah! Aku tidak mau menunggu!” seru seseorang di seberang sana. Entah siapa orang itu, yang pasti ia dari kepolisian.

“Hm, baik.” Jawab laki-laki dengan nama Kim Kibum itu.

Cklek!

Mata Gwiboon menatap ke sekeliling. Tidak ada tanda-tanda Jonghyun di ruang tamu apartemennya. Ia melangkah pelan setelah meraih kunci yang diberikan Nyonya Kim beberapa minggu yang lalu, katanya untuk mengantisipasi jika Jonghyun belum juga bangun ketika pengasuhnya datang.

“Jonghyun-ah? Kau dimana? Sudah bangun? Jonghyun-ah?” ia terus mengawasi sekitar. Ruang tv yang hanya dibatasi kaca buram dengan ruang tamu juga masih sepi. Dapur pun tetap bersih. Biasanya dapur akan berantakan jika Gwiboon datang terlambat dipagi hari.”Apa anak itu begadang? Huft, seharusnya aku tidak membiarkannya pulang sendirian.” Ucapnya menyesal.

Blush~

“A-aish! Kenapa aku memikirkan hal itu?! Gwiboonnie, neo jeongmal pabo!”

Yeoja itu terus memukul kepalanya sendiri saat masuk ke kamar Jonghyun yang ‘tumben’ tidak dikunci. Tempat tidurnya kosong bahkan masih rapi. Padahal biasanya Gwiboon harus merapikan kamar Jonghyun sebelum berangkat sekolah.

Kakinya membawanya ke arah lemari pakaian. Namun tiba-tiba ia berhenti merasakan basah di bawah kakinya. Matanya memicing turun menatap karpet yang basah. Ia pastikan air itu berasal dari kamar mandi. Dengan cepat ia meraih gagang pintu hanya untuk menemukan Jonghyun bersandar didinding kamar mandi.

Sosok itu memejamkan matanya dengan darah ditangan kirinya. Air yang terus mengalir dari shower membanjiri lantai kamar mandi. Bahunya sangat jelas tampak naik turun. Gwiboon segera berlari menuju namja yang tergeletak lemah di lantai kamar mandi.

“Ukh, kau demam.” yeoja itu melingkarkan tangan Jonghyun ke bahunya dan mencoba memapah Jonghyun.

“A-aigo…k-kau berat sekali.” Gwiboon terus menarik tangan Jonghyun, mencoba membuatnya berdiri. Sayangnya namja itu terlalu berat baginya yang hanya siswi 17 tahun yang diminta mengurus laki-laki sebayanya.

Gwiboon berdiri sambil menghela napas. Ia memperhatikan Jonghyun sekali lagi. Dan dengan sangat terpaksa ia menarik kedua tangan Jonghyun, menyeretnya keluar kamar mandi. Agak sedikit kesulitan saat mencoba menaikkan Jonghyun ke atas tempat tidurnya.

Teringat akan luka ditangan Jonghyun, Gwiboon bergegas ke kamar mandi lagi untuk mengambil kotak P3K. Tidak perlu waktu lama untuk menemukan kotak itu karena Gwiboon sudah sering mengobati luka Jonghyun. Namun tak pernah ia bayangkan sebelumnya jika Jonghyun sampai tidak tidur dan membiarkan lukanya terus terkena air di kamar mandi.

Ia perlahan membuka kepalan tangan Jonghyun, sedikit tersentak dengan pecahan cermin yang besar ditangannya. Ia mengambilnya dan melemparnya ke arah bak sampah yang sebenarnya ‘lumayan’ jauh. Tangannya mengusap luka itu dengan kapas berusaha selembut mungkin agar tidak menyakiti sosok yang terbaring di hadapannya.

“Sssh…!” Jonghyun meringis pelan. Sontak membuat Gwiboon terkejut dan berhenti mengusap luka Jonghyun sejenak. Mata itu terbuka perlahan menampakan bola matanya yang redup. Ia menatap sayu ke arah Gwiboon yang masih melanjutkan kegiatannya.

Risih dengan sepasang mata yang terus memandanginya, Gwiboon melirik ke arah Jonghyun tanpa mengangkat kepalanya. Namja itu terlihat sangat lemah dan rapuh di balik selimutnya. Ia tersenyum miris pada Gwiboon.

“Berhenti tersenyum aneh seperti itu di depanku, Kim Jonghyun.” ucap Gwiboon datar memperingatkan Jonghyun. Tapi namja itu tetap tersenyum, bahkan lebih lebar dari sebelumnya. Entah kenapa Gwiboon merasa kesal melihat ekspresi yang dibuat Jonghyun hingga ia tiba-tiba mengencangkan balutan perban di tangan Jonghyun.

“A-ah! S-sakit!” Gwiboon menyeringai sebelum merenggangkan kembali balutan perbannya. Selesai dengan luka di tangan Jonghyun, ia melanjutkan kegiatannya dengan mengompres Jonghyun.

“Apa yang kau lakukan semalam? Bukankah aku sudah menyuruhmu tidur? Kau membohongiku, hn?” ia menatap Jonghyun penuh selidik.

“Kau tidak perlu tahu.” Jawab Jonghyun yang tidak bisa disebut sebagai jawaban. Gwiboon menaikkan sebelah alisnya. Apa yang sudah dilakukan namja ini sampai ia tidak mau memberitahu pada pengasuhnya?.

“Yaa…”Jonghyun mengangkat sedikit selimutnya dan menatap tubuhnya sendiri.

“Wae?” tanya Gwiboon yang hampir beranjak dari kursinya.

“Apa yang kau lakukan dengan bajuku?” Jonghyun bertanya kembali seraya menyentuh dadanya sendiri yang kini hanya ditutupi selimut.

“Tentu saja melepasnya. Kau tidak mungkin menggunakan baju basahmu itu terus menerus, kau bisa masuk angin.” Jawab Gwiboon cepat.

“Kenapa celanaku tidak kau lepas juga? Celanaku kan juga basah,” sambung Jonghyun. Ia menatap Gwiboon polos, benar-benar terlihat imut.

“A-aahh…Pabo! Aku ini perempuan, mana mungkin aku melakukan itu!” tolak Gwiboon yang mulai menunjukan guratan merah di pipinya.

“Tapi kau kan pengasuhku~” ujarnya masih dengan innocent face-nya. “Yeobo, aku tidak bisa bergerak. Mana bisa aku mengganti ce–“

“Berhenti mengoceh, Jonghyun!” tukas Gwiboon cepat dan berlalu meninggalkan Jonghyun yang terkekeh pelan.

Di salah satu sisi Dongdaemun Mall tepatnya di Parking Lot, sejumlah polisi tengah berkumpul dan berbincang-bincang. Seorang dengan jas cokelat keluar dari sebuah Lamborghini Murcielago dan dengan cepat melangkah menuju sekumpulan polisi itu.

“Kibum, akhirnya kau datang!” sambut salah satu dari polisi-polisi itu. Kibum hanya menggumam dan menghela napas berat ketika menyadari bahwa tepat di tempat kejadian nampak isi perut seseorang berceceran. Ia mengernyit menahan perutnya yang mual. Ugh, organ-organ itu benar-benar menjijikan di mata Kibum.

“Bagaimana hasil otopsinya?” tanya Kibum pada orang yang tadi menyambutnya.

“Belum ada. Tapi mungkin besok kita sudah terima hasilnya. Kau tahu sendiri kan, mayatnya baru saja diantar beberapa…”

“Tunggu!” potong Kibum. Ia berlari ke arah isi perut yang berceceran itu. Matanya menangkap banda putih di balik usus kecil yang tampak sangat menjijikan. Menguatkan dirinya, Kibum berjongkok dan menarik benda putih yang hampir dipenuhi darah dan cairan aneh dari usus itu.

Annyeong~…bagaimana kabar anda semua, Pak Polisi. Tunggu tunggu, jangan terlalu bersemangat dulu. Ini masih korban pertama, santai saja.

Aaahhh, mencari saya? Saya ada di SM High School. Sampai jumpa. Saranghamnida~” isi kertas itu membuat Kibum menaikkan alisnya. Apa ini tulisan tersangka?. Kenapa dia memberitahukan keberadaannya?. Kibum membulatkan matanya dan segera meraih telepon genggamnya, menelpon seseorang.

Yeoboseyo?” jawab seseorang di tempat lain.

“Ah, Yoona-ssi, kau mau mendengarkanku?”

Hm? Ada apa, Kibummie?

“Untuk beberapa waktu ini tinggalkan apartementmu dan menginap saja di rumahku. Aku akan jelaskan pada umma dan appa. Jangan pulang malam dan mintalah aku atau orang yang aku kenal untuk menjemputmu, ara?” jelas Kibum panjang lebar.

Hm! Araseo!” jawab Yoona semangat. Kibum menghela napas. Namun ia masih khawatir. Ia punya banyak kenalan dari SM High School karena ia termasuk alumni. Kibum takut jika saja orang yang dimintai bantuan oleh Yoona – yang masih bersekolah di SM High School-  adalah tersangka sebenarnya. Atau mungkin saja tersangka itu hanya menggunakan nama SM High School untuk tameng. Bisa saja tersangka itu berasal dari YG High School atau Cube High School yang memang bersaing dengan SM High School. Entahlah.

—————————————————————————————————————-

Akhirnya jadi juga…..hhhh…

Haha, maaf kalo gaje. Ummm, Annyeong Korea itu terinspirasi dari ‘Apa Kabar Indonesa’. Hohohoho….gomawo,chingu

Annyeong ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “I’m The Real HumanoDevil – Part 1”

    1. suka sama karakter Jonghyun??? huehehehe, hati-hati loh nanti kenapa2 *apaan?!*
      neomu neomu kamsahamnida, makasih banget udah baca ff pertama hyunnie di sini *bow*
      next part masih di edit, maaf kalo nanti bingung sama ceritanya ^^

  1. Isi perut yang berceceran..aish,ngebayangin na bikin mual..uweek,,
    Suka ma gwiboon n jonghyun,,semoga tar mereka jadian..
    Author hwaiting!!
    D tunggu part selanjutnya..

  2. Woo.. Seru… Ceritanya menarik..
    Tp yg ‘isi perut’ bikin muntah.. Untung puasa ga da yg bs dimuntahkan..
    Lanjutannya jgn lama2 ya.

  3. S.E.R.U.
    Lanjutkaaan!!!!!!
    Aaah jjong dasar masak gwiboon disuruh lepas celana siiiii. *ceritanya cemburu*#PLAKingat ramadhanramadhan

    1. bukan psikopat, tapi gangguan kejiwaan gara2 Song Dam noona mati (ga’ beda jauh o’on!)
      maaf ya bikin bingung, habis…ini ff pertama di genre mystery (kebanyakan romance)
      dan…makasih banget ya udah baca plus comment ^^

  4. huwaaa seru …
    eh ada gitu tersangka bilang sendiri …
    apa jgn2 si jjong ??
    ko aku merasa kuat ya curiganya ma jjong … soalnya di part ini jjong ngak punya alibi apa2 …
    huwaaaa jjong … ma gwebon !!
    untung nmanya ngak key ! tpi tetp ajh .. aku lebih suka cwe asli .. soalnya yg di pke key mulu.. huwaaa *nangis di pojokan*

    tpi ceritanya keren nih … suka klo genre kayak bginian .. wakakakak
    lanjutannya jgn lma2 thor ..

    1. cintaaaaaaa deh sama comment ini(!)
      iya ya? jangan-jangan memang Jjongppa nih, dasar Jjongppa
      maaf ya, habis hyunnie ini fujoshi tapi buat menghormati yang bukan fujoshi hyunnie bikin jadi Gwiboon deh, sekali lagi maaf *bow*
      part 2 lagi di edit
      neomu neomu kamsahamnida ^^

  5. aiihhh ,, keren , seru , bikin penasaran , , , , , , , , ,
    ayoo lanjutkan !!!
    10 jempol dhe bwt authorna .. *minjem jempol orang*

  6. authorrr lanjuuttttt, kagak pake lama yakk…
    ane pnasarannn, jjongnya kurang ajar tp beuhhhh kerennnnnnn *ngelapp kringett
    daebak authorr

  7. waaaa waaa waaaaa … Keyeeen bgeud daahh ffnyaa …. Aku suka beud si jjong zde org pyscho2, soalny pas beud ama mukanyaa … #duaaaakk!! D lempar high heels ama blingers,, piss jjong !! xDv

    Lanjut nya jgn lama2 yakk auhtor … Aku penasaran bgeud nehh … Hwaiting !! (lho?! –“)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s