They Suddenly Came Into My Days – Part 11

Title                       : They Suddenly Came into My Days – Part 11

Author                  : myee

Main Casts          : Kim Soona, SHINee members

Support Casts    : Seo Jeo Hyun, Im Yeon Ji, Kim Soo Ro, Kang Ho Dong, Song Jae Jin, Jin Woo

Genre                   : AU (School), Friendship, Action (?)

Length                  : Sequel

Rating                   : PG

—–

Author’s POV

Sooro berdiam diri di dalam mobilnya selama beberapa menit. Seluruh pikirannya berkecamuk di otaknya, memikirkan nasib anaknya dan juga hal-hal lain yang menumpuk di dalam kepalanya.

Inilah saatnya.

“Jin Woo, aku akan masuk. Akan kuberi kau tanda apabila sesuatu datang mengancamku”, ucap Sooro pada pin yang sebelumnya telah terpasang pada kerah jasnya.

Sesaat kemudian, sebuah pesan masuk ke ponselnya.

From     : Jin Woo.

Baik, agassi. Saya sarankan anda mematikan ponsel anda dan meletakkannya di dalam mobil anda, kalau perlu hapus pesan ini. Saya dan yang lain sudah bersiap dalam radius 750 meter, menunggu tanda dari anda.

 

Sooro menghapus pesan singkat itu dan mematikan ponselnya dan menaruhnya di dalam dashboard mobil. Ia mengambil napas panjang sebelum keluar dari van hitam itu.

Saat ia keluar dari mobil, beberapa penjaga telah datang menghampiri Sooro. Ia berjalan dengan langkah sedikit ragu menuju lobby itu, dan Kang Ho Dong sudah menunggu dengan senyum tertempel di wajahnya.

“Akhirnya anda tiba, Kim Sooro-ssi.”

Kim Sooro menatap tajam ‘mantan’ kepala pengawalnya itu. “Apa maksud semua ini, Ho Dong?”

Ho Dong hanya tertawa puas dan menatap langit-langit lobby itu.

“Mana anakku?”, ia melanjutkan.

“Oh? Anakmu? Ia tengah berisitrahat di suatu tempat. Tenanglah, Sooro. Dia dalam keadaan sehat dan aman.”

“Apa yang kau inginkan dariku?”

Ho Dong kembali memusatkan perhatiannya pada Kim Sooro. Sebelum menjawab pertanyaan itu, dia kembali mengguratkan senyum khasnya.

“Jabatan. Kekuasaan. Kemudian hartamu.”

—–

“… Di mana yang lain?”, tanya Key.

Onew hanya terdiam.

Kibum mengepalkan tangannya dengan geram. Ia berjalan menuju Jinki dan menarik kerah bajunya dengan kasar, “APA YANG KAU LAKUKAN PADA MEREKA, HAH?”

Belum sempat Jinki menjawab, sebuah pukulan keras menyerang wajah bagian kanannya. Refleks Onew membalas serangan Key, dan perseteruan pun dimulai di antara kedua namja ini.

Di sisi lain, Soona masih menatap kosong laki-laki yang ada di depannya.

“Jae Jin ahjussi… Apa yang kau mau dariku, hah?”, tanyanya pelan, namun menyiratkan amarah yang besar.

“… Bawa dia”, ucap Jae Jin singkat kepada keempat penjaganya dan ia pun pergi ke arah berlawanan.

Saat penjaga-penjaga itu datang mendekatinya, Soona mulai berusaha untuk kabur, namun tangannya lebih dulu ditarik oleh salah seorang penjaga. Gadis itu memberontak, tetapi tenaganya kalah jauh dibanding mereka.

“LEPAS! LEPASKAN AKU! PERGI KALIAN!“, jeritnya sambil berusaha melepaskan genggaman di kedua pergelangan tangannya.

“DIAM!”

Dan sebuah tamparan keras melayang pada pipi kiri Soona, hingga kulit gadis itu berubah menjadi merah. Namun Soona tidak menyerah begitu saja, ia kembali memberontak hingga sebuah pukulan yang menghantam perutnya kembali membuat yeoja itu kehilangan keseimbangan, sebelum akhirnya ia dibawa oleh salah seorang penjaga.

“SOONA!”, sebelum Key meraih lengan gadis itu untuk menariknya kembali, Jinki lebih dulu mencengkram kedua pergelangan tangan Key hingga membuatnya tersungkur di lantai.

“Jelaskan arti dari semua ini hyung”, ucap Key dalam posisinya. Key mengepalkan kedua tangannya dengan geram dan masih memberikan tatapan tajamnya pada namja di hadapannya. Jinki balas melihatnya dengan pandangan serius, namun kesedihan sekaligus kecemasan tertulis jelas di wajahnya.

Sosok Lee Jinki yang kini tengah berdiri di depan matanya tampak berbeda. Tatapannya kosong, namun sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di balik matanya yang bening itu.

“Bukan urusanmu”, jawabnya sedingin mungkin. Jauh di dalam lubuk hatinya, Jinki merasakan sesuatu mencabik batinnya. Namun ia berusaha menekan rasa itu, demi suatu alasan.

Di dunia ini apa yang lebih buruk dari pengkhianatan, huh? Semua orang pasti melaknat hal tersebut.

“Bukan urusanku? Jelas urusanku, bodoh. Apa maumu menjerumuskan kami semua ke dalam perangkap Ho–“

BRUAAAAAAAAAGH!

Jinki lagi-lagi memukul keras muka Kibum hingga ia sedikit terlempar menghantam tembok di belakangnya. Key memegang mukanya yang kini penuh dengan luka. “…Kurang ajar kau, hyung…”

Key menyeka tetes demi tetes darah yang mulai keluar dari ujung bibir dan hidungnya, kemudian ia berdiri kembali, bersiap untuk menyerang balik lelaki yang dua tahun lebih tua darinya.

BAAAAAAGH!

Ia mendorong jatuh Onew hingga punggungnya membentur dinding. Jinki mengerang menahan nyeri karena tulang punggungnya kini terasa sangat buruk. Key berjalan dengan langkah berat ke arahnya kemudian menarik dengan kuat kerah kaos yang tengah dikenakan Onew, “SADAR KAU, LEE JINKI! DI MANA SOSOK HYUNG AKU HORMATI ITU BERADA, HAH?”

Key sekarang melancarkan pukulannya pada muka dan dada Onew. Namun, tenaga Jinki tidak akan habis begitu saja. Ia mencengkram keras pergelangan tangan Key dan sedikit memelintirnya, kemudian ia mendorongnya agar menjauh.

“KAU TIDAK MENGERTI KEY!”

Kini giliran Jinki yang menarik kerah baju Kibum, “KELUARGAKU TERANCAM MATI, KAU TAHU HAH?!”

Key membelalakkan matanya.

 

Apa?

 

Dengan napas memburu, Onew menarik kerah kaus yang dipakai oleh Kibum –memaksanya untuk berdiri kembali dan bertatap muka dengannya–.

“Jae Jin dan Ho Dong mengancamku akan membunuh kedua orang tuaku apabila aku tidak melaksanakan tugas ini, kau tahu?!”

“Dan apakah kau tahu seberapa pentingnya arti ‘keluarga’ untukku, hah?!”

Key memandang kedua bola mata milik Jinki dengan mata terbelalak. Ia masih tidak bisa mempercayai perkataan yang baru saja dibicarakan oleh ‘hyung’-nya tersebut.

“Kalau kau berada di posisiku, apa yang akan kau lakukan, Key? APA?!”

Namja bernama Kibum itu hanya mengerutkan alisnya. Ya, dia juga akan berpikir hal yang sama apabila ia menjadi Jinki sekarang.

Namun, yang dilakukannya tetap salah, bukan?

“Pertanyaanku sekarang, apa kau tidak merasa bersalah sama sekali, hyung?”, desis Key.

“Setelah apa yang telah kau lakukan pada gadis itu… Dia telah menganggapmu sebagai kakaknya sendiri, ingat? Yang kau lakukan hanyalah mengoyak kepercayaannya.”

“Dan perlu kau ingat, Lee Jinki yang berada di hadapanku bukanlah Lee Jinki yang kukenal.”

Dengan sisa kekuatannya, Key melepas cengkraman kedua tangan Onew pada kerahnya dan menghempaskan tubuh Onew di lantai.

“Kau adalah orang terbodoh yang pernah kutemui, hyung.”

—–

DUUUUUUUUUUUUAGH.

 

Sebuah pukulan terakhir melayang dari kepalan tangan Jonghyun. Napasnya sudah terputus-putus. Taemin yang berada di sebelahnya juga tidak kalah lelah. Di sisi lain Minho terduduk bersandar di lantai. Matanya tertutup rapat, mencoba membunuh rasa lelah yang menyerang tubuhnya.

Di hadapan mereka semua penjaga itu telah tumbang seluruhnya.

“Minho-ya… Gwaenchana?”, tanya Jonghyun sambil berjongkok di samping namja jangkung itu. Napas Minho tersengal. Tidak hanya karena kelelahan menghadapi orang sebanyak itu, namun juga rasa sakit yang tertancap di lengan kanannya.

Jonghyun memegang lengan Minho dan sedikit menggerakannya.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAARGH! STOP, HYUNG!”

Jonghyun berdecak, “… Lenganmu patah.”

Taemin yang mendengar hal tersebut langsung membuka blazer hitamnya dan menyobek lengan kaos berwarna abu-abu panjang yang dikenakannya. Ia segera beranjak menuju hyungnya itu dan menopang lengan Minho dengan mengikatkan sobekan lengan kaosnya pada bahu Minho.

“Tahan, hyung. Ini memang sedikit sakit, tapi bertahanlah”, ucap Taemin sambil mengikat kain itu.

Jonghyun menatap kosong lorong yang ada di hadapannya. “Apa maksud Jinki hyung melakukan ini semua?”

Taemin dan Minho langsung terdiam.

Seorang Lee Jinki telah berkhianat.

Lee Jinki yang selalu tersenyum.

Lee Jinki yang selalu terbuka dengan mereka berempat.

Lee Jinki yang selalu perhatian dengan keadaan Soona.

Lee Jinki yang tak pernah mengeluh dengan tugasnya.

Lee Jinki yang sangat mereka percayai.

Untuk beberapa saat, keheningan menerpa mereka. Tidak ada yang berbicara, semuanya larut dalam pikiran mereka masing-masing.

Namun tiba-tiba Minho berdiri dan melenguh panjang.

“Sudahlah, tugas kita belum selesai. Jangan menjadi lemah gara-gara hal seperti ini”, ujarnya.

Jonghyun hanya tersenyum tipis sebelum tertawa kecil, “Ya, kau benar.”

“Kau masih kuat jalan kan, hyung?”, tanya Taemin sedikit cemas.

“Aku tidak selemah itu, Tae.”

Minho menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya. Ia memandang kedua rekannya yang lain kemudian mengangguk. Kemudian mereka melesat ke lantai puncak dengan satu tujuan.

Keselamatan seorang gadis bernama Kim Soona adalah hal yang terpenting sekarang.

—-

“Sial.”

Kibum menyeka ujung bibirnya yang mengeluarkan darah. Hidungnya juga sudah memar karena pukulan yang ia terima dari Jinki.

Namja itu mengalihkan pandangannya pada sosok yang kini tengah berusaha untuk berdiri di belakangnya. Jelas-jelas tubuh Jinki sudah tidak mampu untuk menopangnya berdiri, namun laki-laki itu masih tetap memaksa agar segera bangkit.

Kibum mendecakkan lidahnya dengan kesal. “Kau belum menyerah juga, hah?”, tanya Kibum geram.

Jinki menatap tajam ke arah Key. Kibum berjalan ke arahnya dan kembali menghantam wajah Jinki untuk yang kesekian kalinya.

“KAU BODOH, LEE JINKI! MEREKA HANYA MEMANFAATKANMU!”, teriak Key.

“APA YANG BISA MEMBUKTIKAN KALAU MEREKA TIDAK AKAN MELAKUKAN APAPUN PADA KELUARGAMU APABILA KAU MEMBANTU MEREKA, HAH?!”

Dan untuk yang terakhir kalinya, Kibum kembali memukul keras Jinki.

“Hhh…hh… Ayahmu akan malu melihatmu berbuat seperti ini, hyung! Tidakkah kau memikirkan hal itu?!”

Jinki terbaring lemas di lantai. Darah sudah mengalir dari hidung dan mulutnya. Ia sudah tidak bisa bergerak sekarang. Key kembali berdiri. Tubuhnya sedikit berguncang karena tenaganya yang sudah sangat tipis.

“Kau lelaki yang payah, hyung.”

Kemudian Key berbalik menuju arah ke mana penjaga-penjaga itu membawa Soona pergi dan langsung berlari ke sana.

Kini Jinki hanya bisa merasakan sebuah penyesalan yang menggantung di hatinya.

“…Maaf…”, ujarnya pelan. Ia mencoba untuk bangun dan menyandar pada dinding terdekat, berusaha untuk menjernihkan kepalanya. Seluruh badannya terasa sakit. Key baru saja menguras seluruh tenaganya.

Namun yang dikatakan Kibum benar. Yang telah ia lakukan sekarang hanya memperburuk keadaan. Nyawa keluarganya juga belum tentu dalam keadaan aman.

“Kau benar-benar bodoh, Jinki…”, ucapnya pada diri sendiri.

Dan beberapa saat kemudian, Jinki mendengar langkah kaki yang bergerak ke arahnya. Ia menggerakkan kepalanya sedikit ke samping, dan terlihat tiga sosok namja yang tengah berdiri di hadapannya.

Pada bibirnya yang kini sudah dihiasi darah merah, semburat senyum tipis terpampang jelas pada wajahnya. “Ikuti lorong ini, lalu ke arah kanan. Ujung koridor sebelah kiri. Key menunggu kalian”, ujar Jinki dengan napas yang terputus-putus.

Taemin menatap Jinki sebentar kemudian berjongkok di hadapannya. Ia terdiam, namun kemudian ia memeluk kakak angkatnya itu. “Apapun yang hyung perbuat, apapun alasan hyung, aku tahu kalau sebenarnya hyung tidak ingin melakukan ini semua”, ucap si maknae pelan.

Jinki hanya terkekeh pelan dan menepuk-nepuk punggung Taemin lemah. “Cepat pergi”, ujar Onew singkat.

Taemin melepas pelukannya dan mengangguk.

“Tunggu sebentar lagi, karena ada sesuatu yang harus kita bicarakan, hyung”, ujar Minho dingin dan dibalas dengan senyuman kecil Jinki. Kemudian mereka bertiga langsung berlari ke arah ujung lorong itu, meninggalkan sosok Jinki yang tengah terduduk menatap kosong langit-langit koridor.

Jinki menghembuskan napasnya dengan berat.

“… Kuserahkan sisanya pada kalian…”, ujarnya lemah.

Selang beberapa detik, langkah kaki kembali terdengar menuju arahnya. Kini derap langkah itu milik salah seorang penjaga –atau bawahan dari Ho Dong–  yang berjalan mendekatinya dan akhirnya berdiri di depan Onew. Namja itu mendongakkan kepalanya dan menatap wajah si penjaga.

“Apa maumu?”, tanya Jinki.

“… Kerja yang buruk, Lee Jinki.”

 Dan suara tembakan menggema di koridor tersebut.

—-

Key terkejut dengan suara yang baru saja terdengar oleh kedua alat pendengarannya.

“…Onew… hyung?”, kata-kata tersebut meluncur begitu saja dari mulutnya.

Di hadapannya kini berdiri Jae Jin, dan Soona terduduk pada single couch berwarna hitam di pojok ruangan, dengan pelatuk yang mengarah pada tengkoraknya. Mata Key kembali terarah pada sosok Jae Jin yang tengah menyeringai padanya.

“Bunuh dia.”

Mata Soona terbelalak. Di sekeliling Kibum kini berdiri beberapa penjaga yang siap mencabut nyawanya kapanpun juga. Mereka mulai memukuli Key tanpa ampun. Key berteriak menahan sakit, dan darah mulai keluar dari kepalanya dan juga bagian tubuhnya yang lain.

“TOLONG HENTIKAN SEKARANG JUGA! AKU MOHON!! HENTIKAAAAAAAAN!”

Gadis itu menjerit histeris. Ia meminta para penjaga itu menghentikan perbuatan keras mereka terhadap Key, tetapi hal itu hanya membuat Soona mendapat pukulan atau tamparan keras yang mendarat mulus di wajahnya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk menyerang penjaga yang mengarahkan pelatuk itu ke kepalanya, dan segera melesat ke arah Key yang sekarang sudah tidak bisa bergerak lagi.

“MATI KAU!”

Key hanya bisa melihat bayangan seseorang yang mengarahkan tongkat besi ke arahnya, bersiap untuk memukul tengkoraknya.  Ia hanya bisa menutup matanya dengan rapat, menghadapi kenyataan bahwa mungkin inilah waktu terakhirnya berada di dunia.

DUAAAAAAAAAAKK.

Kibum kembali membuka matanya. Suara hentakan dari tongkat besi itu terdengar jelas, namun ia tidak merasakan apapun.

Sampai akhirnya ia menyadari tubuh gadis itu sudah terbaring tepat di sampingnya. Kepala gadis itu kini bersimbah darah segar, namun seulas senyum terlukis di bibirnya.

“… kau… baik… kan?”, tanya gadis itu dengan suara yang sangat kecil.

Key hanya bisa terpaku melihatnya terkulai lemas. Namja itu berusaha bangun, dan ia memegang tangan Soona.

Gadis itu masih tersenyum. Namun senyum itu terasa sangat menyakitkan bagi Key.

Dan hal yang paling tidak diinginkan pun terjadi.

Yeoja itu pun perlahan menutup kelopak matanya.

.

.

.

Tidak.

 

Jangan.

 

Soona?

 

Kau mendengarku, kan?

 

Tolong, buka kembali matamu.

 

Soo?

 

Key menatap orang-orang di sekitarnya dengan tajam sebelum ia bangkit. Amarah dan rasa kesal sudah berkumpul di otaknya, dan dia siap untuk mengeluarkan semuanya. Ia mengepalkan tangannya dengan kencang, bersiap untuk menghantam para penjaga itu.

“KURANG AJAR! BERANINYA KALIAN!”

Entah darimana tiba-tiba Key mendapat tenaga untuk menyerang kembali penjaga tersebut. Satu demi satu penjaga berhasil ia pukul. Jae Jin mundur beberapa langkah ke belakang dengan raut muka cemas melihat keadaan di depannya mulai terbalik. Namun ia kembali lega, karena melihat sosok Key yang kembali terjatuh di lantai dengan tubuh penuh luka dan darah.

“APAPUN YANG TERJADI BUNUH DIA SEKARANG JUGA!”, perintah Jae Jin sebelum akhirnya ia tertawa puas.

BRUAAAAAAAAAK!

Pintu ruangan itu tiba-tiba terdobrak keras. Sosok Minho, Taemin, dan Jonghyun langsung memasuki ruangan di ujung koridor lantai sepuluh tersebut. Jonghyun, Minho dan Taemin mengerahkan seluruh tenaga terakhir mereka untuk menyerang para penjaga itu. Dan selang beberapa menit, mereka bertiga berhasil membalikkan keadaan.

“Key!”, teriak Jonghyun setelah ia berhasil menumbangkan penjaga yang terakhir.

Ia langsung berlari menuju arah Kibum itu dan berjongkok di sampingnya. Ia langsung memeriksa keadaan Key yang cedera parah, dan ia langsung shock melihat sosok yeoja yang seharusnya mereka lindungi sudah tergeletak dengan darah mengalir deras dari kepalanya.

“SOONA!”

Minho langsung melesat menuju Soona dan ia beberapa kali memanggil namanya dan  mengguncangkan tubuh mungilnya. Namun hasilnya nihil, ia tidak kunjung sadar. Taemin memeriksa urat nadi gadis itu di lehernya, dan Tuhan sepertinya masih memberi kesempatan. Denyut nadinya masih terasa.

“… Kalian… berani-beraninya merusak semua rencana kami…”

Semua mata tertuju pada Jae Jin yang tengah mencoba berdiri, tangannya bertumpu pada ujung meja. Ia mengambil sesuatu dari lacinya.

Sebuah ponsel.

Ia memencet tombol di ponsel itu, dan seketika alarm langsung bergema di seluruh penjuru gedung.

“Apa ini?”, ucap Taemin heran.

Jae Jin hanya menyeringai tajam. “Waktu kalian hanya tinggal lima menit. Ingat itu baik-baik.”

 

“… Kurang ajar!”, Minho berdiri menghampiri Jae Jin kemudian kembali menghajarnya. Di sisi lain, Jonghyun memakai kembali earphone-nya dan berusaha menghubungi Jin Woo.

“JIN WOO HYUNG! SELAMATKAN KIM SAJANGNIM SECEPATNYA! LIMA MENIT LAGI BOM ITU AKAN MELEDAK! CEPATLAH! SOONA SUDAH BERADA DENGAN KAMI!”, teriak Jonghyun.

Taemin langsung mengangkat tubuh Soona, dan Minho langsung memapah Key, membantunya untuk berdiri dan lari dari tempat ini.

Ini sulit.

Waktu mereka tinggal lima menit, dan mereka kini berada di puncak gedung berlantai sepuluh.

Mereka berlari menyusuri koridor itu dengan tergesa-gesa, namun langkah mereka tiba-tiba terhenti.

“JINKI HYUNG!”, teriak Taemin.

Terlihat Onew yang terduduk menyender pada dinding. Tangannya memegang dadanya yang sudah dilapisi darah merah pekat. Matanya telah tertutup rapat, bibir serta mukanya pun sudah pucat pasi.

“Biar aku yang menggendongnya, kalian cepatlah turun. Kususul kalian nanti”, ujar Jonghyun.

Taemin dan Minho mengangguk, kemudian mereka langsung berlari menuju tangga. Jonghyun memegang pergelangan tangan kiri Onew dan mengecek urat nadinya.

“Ya Tuhan…”

Jonghyun menggigit bibir bawahnya. Lantas ia menarik kedua lengan tangannya dan berusaha untuk menaikkan tubuh Jinki ke atas punggungnya.

“Bernapaslah lebih lama lagi, hyung”, harapnya pelan. Ia menarik napas panjang sebelum ia melesat ke bawah menyusul ketiga rekannya yang lain.

Waktu mereka hanya tinggal empat menit lagi.

—–

“KIM SAJANGNIM!”

Jin Woo dan para pengawal pribadi Sooro telah tiba di lobby.Ho Dong yang tengah ber-’negosiasi’ dengan Sooro hanya bisa terlonjak kaget dengan munculnya para pengawal Sooro.

 

Namun anehnya, senyum malah terhias pada wajah Ho Dong.

 

Mereka langsung menangkap Ho Dong dan beberapa penjaganya yang lain. Ho Dong menatap Sooro dengan dingin, namun kemudian ia menyeringai.

“Kau tahu apa arti suara alarm ini kan, Sooro? Anakmu akan pergi sebentar lagi!”, ucapnya sebelum ia berhasil diseret oleh para pengawal pribadi Sooro menuju luar gedung.

Kim Sooro memandang Ho Dong tidak percaya. Kemudian ia berniat untuk naik ke lantai atas, menyusul anaknya. Namun Jin Woo menahannya, melarang  Sooro untuk pergi ke lantai puncak.

“LEPASKAN, JIN WOO! ANAKKU MASIH DI ATAS! LEPAS!”, teriak Sooro.

“TIDAK, SAJANGNIM! MASIH ADA MEREKA BERLIMA! ANDA HARUS PERCAYA PADA MEREKA!”

Sooro terus memberontak, namun Jin Woo dan beberapa bawahannya berhasil menarik Sooro menjauh dari gedung tersebut.

Dan akhirnya suara ledakan besar pun terdengar.

Dari puncak gedung tersebut terlihat serpihan kaca dan runtuhan dinding terlempar keluar. Api mulai menyelimuti gedung dan asap tebal mulai mengepul di atas bangunan itu.

Menurut logika, tidak akan ada yang bisa selamat dari ledakan seperti ini.

“SOONA!”

—–

TBC

 

P.S          :

Sip, satu part lagi sebelum ff ini benar-benar beres!

Maaf bagian ini kelamaan, maklum saya ini pelajar yang sibuk gara-gara ulangan+tes+tugas+pr yang tiap hari ada mulu, ditambah lagi saya baru selesai UAS, jadi maafkan saya T^T

Maaf juga kalau part ini kurang maksimal dan enggak begitu rame, soalnya saya buatnya buru buru sih #alibi

Mohon komentar dan kritiknya ya~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

43 thoughts on “They Suddenly Came Into My Days – Part 11”

  1. eonni!!!!!
    sumpah!! DAEBAK banget!!! xD
    aku nungguin ff ini sampe sekarat eon!!! *lebe -,-

    pokoknya nanti ff part selanjutnya harus cepet ya??? *minta ditabok xD
    hahaha xD

    jinki jangan sampe mati yahh??? kalo bisa nanti jinki sama soona. jangan sama key atau minho (?) xD

    okay~ cukup aku ngebacot disini -,-
    lanjut thor!! 😀

    1. Hihi makasih sudah membaca 🙂
      Part selanjutnya insyaAllah cepet, soalnya aku udah ngirim kok part finalnya.

      Soal Jinki… Hmmm, liat nanti deh ya okeeee?
      Dan kalau Soona, sama, liat nanti aja deh yap 😉

  2. aaaa! Keren keren keren~
    Mereka ngga mungkin mati kan? Kan SHINee hebat!
    Ayolah ayolah! Buat mereka semua bahagia.

    Ngga nyangka deh ah ONEW! Tapi aku tetep cinta.
    Lanjutannya ditunggu oke?

    1. Mati atau enggak, entar diliat aja yah part finalnya 😀

      Onew… Sebenernya aku pertama mikir tuh Key yang jadi pengkhianatnya, tapi kalau gitu kan asli ketebak banget, jadinya aku milih si dubu aja deh haha!

      Oke, ditunggu yah, Shalina (bener kan namamu Shalina?) 🙂

    1. Hahaha, kalau dilanjutin entar kepanjangan ah yang part ini 🙂
      Makasih yah udah bilang seru, padahal aku udah pesimis aja bakal lebay dan gak rame yang part ini 😦

      Oke, ditunggu ya 😀
      Makasih udah baca 😉

  3. Huaaaaa
    Udah di tunggu tunggu
    Akhirnya publish jugaaa
    Yaampun nyesek
    Aduhh gabisa nulis apa apa lagi
    AAAAAAAAAAAA

    1. Iyaa nih akhirnya publish! Padahal aku udah kirim ini sejak dua bulan lalu lho haha

      Makasih udah baca+komentar ya nikitaemin 🙂

  4. gyaaaa ff ini kluar juga akhirnya ^^
    actionnya kerasa banget o_O
    daebaaakk~ uu seneng deh baca ini (?)
    tidaaak onew jangan mati=.=

    lanjutt thoorr ~ udah gak sabar inii ._.v

    1. Iya, akhirnya keluar juga hehehe .___.v
      Masa sih actionnya kerasa? Aku aja ngerasa aneh banget pas bikin yang part ini lho heheheh

      Oke, part akhirnya sudah aku kirim kok. Sabar yaaa 🙂
      Makasih udah baca+komentar!

    1. Aku di rumah terus kok (?)
      Part ini sampai yang part akhir sebenernya udah dikirim semenjak dua bulan yang lalu ke sini, tapi baru dipost sekarang.
      Mungkin ff-nya numpuk kali ya?

      Makasih udah komen dan baca yaaa 🙂

    1. Hahaha akhirnya keluar juga ya 🙂
      Soonanya mening- Ups! Baca aja part selanjutnya deh ya.
      Soal Jaejin, liat nanti juga deh.

      Part akhir sudah dikirim, tinggal nunggu publish. Mohon ditunggu!
      Makasih udah baca+komen yaaaa

  5. Akhirnya update juga ffnya fiuuuh *lap jidat*
    Jinkinya jahat tapi kasian, gimana dong? -_-
    Mereka selamat kan? Iyadong harus selamat yakan? *maksa*
    Part endingnya jangan lama lama ya 😉

    1. Iya ya, akhirnya update 😀
      Jinki sebenarnya baik kok say ahahaha (ups)
      Soal selamat atau enggak, liat nanti deh.

      Sip, ditunggu yah 🙂

  6. hya…akhirny keluar jg ff ini,
    wh onew yg brhianat? Tp kasian jg onew..
    Soona nglindungin Key y? Wh Key jg kuat lg pas ngliat soona luka..soona ma key aja y

    itu soona, key,minho, jjong, taem trus onew slmet kn? Jgn da yg mati ya.. Yg mati pnjahatny aja..
    Next part jgn lama2 y say
    fighting 😀

    1. Iya, Onew yang berkhianat 🙂
      Soona ngelindungin Key, dan Key juga berusaha untuk ngelindungin Soona.
      Soal mati atau enggak, liat nanti deh yah.

      Makasih udah baca dan komentar 😀

  7. Tdaaak onew jangan matiii ><
    Yg lain juga hrus selamat ya thor!! *maksa*
    Updatenya jgn lama" yaaa 😀

    1. Wah, coba deh entar baca aja yah part akhirnya 🙂

      Part final udah kukirim, tinggal tunggu publish aja kok.
      Makasih udah baca plus komentar yaaaa

  8. dah sekian lama, akhirnya muncul jugaa,hehe
    ANDWAE!!!!!!!!!!!!!!!awas ajj kalo mreka mati*ngasah golok*
    huwa,,jinki kasian amat,,aq sampe nangisss,, >.<
    aq yakin mreka gg akan mati,soalnya kan ada tulisan 'Menurut logika, tidak akan ada yang bisa selamat dari ledakan seperti ini.'berarti msh ada kemungkinan mreka selamat, :p
    btw, thor,aq susah ngebayangin ho dong nyeringai ato sejenisnya,soal.a dah biasa liat dia ketawa sampe mulutnya segedemulut kuda nil yg lagi nguap, ._.
    nanti endingnya harus happy ending yah~hehe…
    aq tgu next part.a.,,^^

    1. Sekian lamaaaa, aku menungguuuu *nyanyi Ridho Rhoma* hahaha #geplak
      Masa sih nangis? Wah maaf dong kalau gitu ya :’)
      Sama aku juga susah bayangin Ho Dong nyeringai gitu gitu, soalnya kebiasaan liat dia ketawa lebar gitu sih ahaha

      Soal ending… Liat saja nanti kekekeke~
      Oke, ditunggu yah 🙂

      Makasih udah baca dan komentaaaar~

  9. huwaaa myee !!!
    kangen aku sama kamu .. masih inget ngak !!
    aku nunggu ff ini lama banget !!!
    huwaaa part ini buat aku deg-deg an !!
    kayak berasa nonton film .. feelnya kerasa ..
    hyaaaa key .. !!
    huwaaa makin jtuh cinta ma key #plak!!
    mereka berhasil hidup kan ??!! jgn sampe ngak .. huwaaa

    huwaaa lanjutannya jgn lma2 lagi ya .. sangat menunggu nih …
    hwaiting myee

    1. Hello Ellaaa~ Inget dong, kamu kan yang rajin komentar di setiap ff di sini hahaha 🙂
      Maaf ya nunggunya kelamaan *deepbows*
      Masa sih feel-nya kerasa? Wah sujud syukurr deh saya.

      Soal hidup atau mati atau gimana, liat part akhirnya aja deh ya, oke?
      Makasih udah baca dan komentar ya Ella 🙂

  10. Omo omo ..! Sangat menegangkan ! Lama bgt yah bru publish lagi.. ? Hehe
    cpat yah chap 12 nya, tolong yah selamatkan onew ma soona…. Huhuhuhu

    1. Iyaa, cukup lama juga ya? Mungkin ff di sini lagi numpuk banget, makanya baru publish deh.

      Siiip, tunggu part akhirnya ya say 🙂
      Makasih udah baca plus komentar!

  11. huaaa, dari lama aku nungguin ff ini. akhirnya di post juga.
    jinki ditembak jadi ditembak ya sama anak buahnya hodong??
    ya, semoga dia ga kenapa-napa. jinki sebenarnya ga jahat kok -__-

    tadi sempet miris juga bagiannya key berantem sama jinki. semoga mereka semua selamat.

    oppadeul hwaiting!!

    next part jangan terlalu lama ya thor. penasaran banget lho. sumpah

    1. Waaaah, makasih udah nunggu yah 🙂
      Iya, dia ditembak sama anak buahnya Ho Dong T^T
      Soal selamat atau enggak, liat part akhirnya aja yah.

      Part akhir tinggal nunggu publish kok. Makasih udah mau baca dan komentar ya 🙂

  12. Heyaaaa! Myaaaaaaaaa!
    Maaf telat. Maaf baru baca. Maaf baru komen.
    Setelah ditunggu…. TSCIMD akhirnya keluar…
    Aaah.. Rame.. Tapi kebayang muka Kang Ho Dongnya.. Habis kebayangnya Kang Ho Dong asli, jadi pasti lucu! Hahahaha.
    :’)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s