Summer Love Story 2.3

Yeii… I’m back ^^

Barang siapa yang sudah baca part 1nya, bisa langsung baca aja part 2 ini. Tapi bagi yang belum, harap baca part 1nya duluan ya. Kalau tidak, kalian akan bingung ^^

Let’s read this. Kajja!!

Author              : Ji I-el

Main Cast        : Choi Minho, Ji Hyerin (Ahaha… As usual, it’s Flames’s time :D)

Length              : Sequel

Genre                : Sad Romance in Life

Rating               : General

Summary        : Tak ada satupun alasan bagiku untuk mencintainya, tapi begitu banyak hal yang membuatku yakin untuk mempertahankan hatiku padanya. Dan hal-hal itu terus bertambah dari hari ke hari. Tapi, ketika apa yang kau inginkan tidaklah sesuai dengan yang terjadi, apa yang akan kau lakukan? (….).

Disclaimer       : The story is mine. This FF is based on true story with a little conversion. And this story has received the approval from the people who have this story.

Korea selatan mengalami musim panas pada awal Mei hingga Agustus. Dan di waktu tersebutlah kisah ini menjadi sebuah cerita bagi sipemilik kisah cinta ini. The first sweet love story from Ji Hyerin, a girl who never believe that a guy has love for her.

***I-el

 

Sudah kubilang sebelumnya kalau dia adalah orang yang cukup sibuk di lingkungan tempat, bukan? Sudah hampir seminggu ini kami lost contact. Saat ku kirimkan pesan, dia hanya akan membalas sekali atau dua kali saja, bahkan saat ku telpon pun belum tentu diangkatnya. Kalaupun diangkat, dia hanya akan berkata, ‘ahh… Ryn, maaf aku sedang rapat. Nanti ku sms ya.’

Ok. Baiklah akan kutunggu sampai malam.

Tikk.. Tokk… Tikk.. Tokk

Sudah pukul sembilan malam, sementara aku masih berkutat dengan buku-buku berbau ilmiahku. Sesekali aku menoleh ke arah waktu, lalu melihat layar ponsel, tapi yang kutunggu-tunggu belum saja muncul di layarnya.

Tikk.. Tokk… Tikk.. Tokk

Waktu menunjukan pukul satu dini hari. Ahhh.. mungkin dia langsung tidur. Tapi, tadi siang dia memintaku untuk menunggu, kan?! Kenapa dia tidak menghubungiku sama sekali? Apa dia sengaja melakukannya? Ahh.. tapi Minho bukanlah tipe orang yang seperti itu. Iya, dia pasti ketiduran. Eum… apa aku kirim pesan duluan saja ya?

To: Nae Jagiya

Oppa?

Lima menit, sepuluh menit… tidak juga ada balasan. Padahal aku berpikir, kalau bukan sekarang maka kapan lagi kami bisa saling berhubungan? Mulai nanti jam sembilan saja dia akan mulai sulit dihubungi.

35 menit kemudian…

Ryn?

From: Nae Jagiya

 

Dengan segera aku membalasnya.

To: Nae Jagiya

Ne?

 

Mianhaeyo.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Heum? Gwaenchana ^_^

 

Jeongmal bbogusipoyo, Ryn

From: Nae Jagiya

Ahh… kalimat itu lagi. Kalimat yang sangat ampuh untuk menghilangkan rasa kesalku padanya karena menunggunya hingga selarut ini dan setiap kali dia melakukan kesalahan.

To: Nae Jagiya

Na ddo, oppa 🙂

 

Kenapa, Ryn?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Anio. Oppa….

 

Ne? ada apa, Ryn?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

 Nanti aku tidak bisa menghubungimu lagi, ya?

 

Ne. Nanti aku juga ada rapat, Ryn. Maaf ya.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Hhhh… kalau begitu sekarang saja kita mengobrol. Heum?

 

Kamu tidak mau tidur?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ahh… aku tadi terbangun

Kataku berbohong. Sebenarnya ada alasan lain kenapa aku tidak bisa tidur sama sekali dan aku sangat yakin Minho akan marah jika tahu kalau aku tidak tidur karena kembali kesakitan.

Terbangun kenapa?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Heum… tidak apa-apa.

Balasku sambil sesekali memegangi dadaku.

 

Jujur, Ryn. Kenapa terbangun? Apa sakit lagi?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Eum… oppa..

 

Ne?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Sakit..

 

Balasku dengan sangat singkat karena napasku sudah tidak karuan lagi.

Eh? Apa yang sakit, Ryn? Napasmu sesak?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ne.

 

Tidak ada balasan pesan lagi dari Minho, tapi seperti biasa yang dilakukan Minho, dia akan menelponku tak peduli kapanpun itu, jika aku mengeluh ‘sakit’ karena dia sudah hapal betul keluhanku itu diungkapkan untuk apa.

            “Ryn?” panggilnya dari seberang sana.

            “…” tak ada jawaban dariku karena aku sedang menahan suara tangisanku agar tidak sampai terdengar oleh Minho.

          “Ryn, apa yang sakit? Ryn! Ryn!” panggil Minho yang membuatku semakin sesenggukan karena haru. Meskipun akhir-akhir ini Minho lebih sering acuh padaku, tapi semua hari dimana ia mendiamkan keluhanku, terbayar sudah dengan kepanikannya sekarang ini.

Aku menarik napas dengan sembarangan, “oppa, sakit…” akhirnya suaraku masih bisa keluar.

            “Iya, Ryn. Apa yang sakit? Heum?” tanya Minho lagi dengan nada suara yang lembut, membuatku tenang.

            “Eungg… dadaku.” jawabku dengan agak ragu. Pantaskah aku berkata begitu?

            “Kenapa? Sesak lagi? Ya sudah, sekarang kamu duduk, ya.” Komandonya untuk membuatku merasa lebih baik.

            “Tidak kuat.” keluhku lagi sambil tetap meringkuk menahan rasa sakit.

          “Ya sudah. Sekarang kamu coba buat kakimu lebih tinggi dari kepalamu. Jangan meringkuk.” ahh.. Minho sudah seperti paranormal bagiku. Dia bahkan tahu kalau aku tidur dengan posisi yang sebenarnya membuat napasku semakin sesak. Aku pun membetulkan posisi tidurku, “sekarang tarik napas pelan dari mulut, lalu keluarin pelan-pelan juga dari mulut.” Minho berkata begitu berulang-ulang sampai akhirnya napasku berangsur normal.

Tapi tak lama sejak itu, rasa sakitnya kembali muncul.

            “Hiks…” aku sesenggukan menagis menahan sakit di dadaku.

            “Aiya!! Kamu jangan menangis, Ryn. Napasmu akan bertambah sesak.”

            “Rasanya sakit…” keluhku sambil menekan dadaku kuat-kuat.

            “Ryn, aku yakin banget ada luka dalam di dadamu itu karena kecelakaan dua tahun yang lalu itu. Makanya, setiap kali asmamu kambuh, rasa sakitnya akan berasa karena setiap asmamu kambuh, mau tidak mau kamu harus bernapas lebih banyak. Jadi, dadamu akan terasa sakit ketika kamu menarik napas.”

            “Mungkin saja.” tanggapku singkat sambil mengelus dada.

         “Kapan-kapan kita ke rumah sakit untuk periksa. Mau, kan?” tanya Minho dengan nada yang cukup serius. “kalau kamu memang takut kalau orangtuamu mengetahui keadaanmu selama ini, maka aku yang akan menemanimu.” Aku menutup mulutku rapat-rapat. Aku benar-benar merasa seperti gadis paling beruntung di dunia karena mendapatkan Minho.

Aku masih tetap mencoba mengatur napasku. Aku tidak ingin usaha Minho menjadi sia-sia dengan keadaanku yang semakin buruk. Minho terus berceloteh tentang banyak hal, mulai dari kegiatan-kegiatannya yang menyita banyak waktu yang seharusnya dia habiskan untukku, sampai kepada dia mengajakku untuk menikah. Aku hanya menanggapinya dengan tertawa karena menurutku ajakan dia itu lucu sekali. Apa yang bisa dilakukan seorang lulusan High School untuk menghidupiku jika sudah menikah nanti? Tapi, dia mencoba meyakinkanku.

            “Ehh, Ryn. Aku serius. Aku siap kok untuk cari kerja agar bisa memenuhi kebutuhanmu. Menikahlah denganku, ya?”

            “Dasar babo. Aku masih mau kuliah. Nanti saja kalau sudah lulus.”

            “Ahh.. padahal aku maunya sekarang.” Aku menanggapinya dengan terkekeh.

Masih banyak lagi yang dia bicarakan. Aku lebih banyak diam dan karena hal itulah seringkali dia mengambek dengan berpura-pura memarahiku. Aku diam bukan karena aku ingin begitu, tapi lebih dikarenakan rasa sakit di dadaku mulai hilang dan napasku mulai normal, jadi tubuhku yang mulai tenang ini terasa ingin diistirahatkan.

            “Ryn, sudah tidur, ya? Kalau begitu, annyeong. Saranghaeyo, Ryn.” kata Minho mengakhiri telponnya.

Aku belum sempat menjawab apapun padanya karena telponnya sudah ditutup. Tapi, jauh di dalam lubuk hatiku aku berkata, “Terima kasih Minho karena tak pernah merasa bosan untuk menjagaku selama ini.”

*          I-el       *

Siang harinya, aku mencoba mengirim pesan pada Minho.

To: Nae Jagiya

Oppa?

 

Ini sudah kesekian kalinya pesan singkatku berisi nada memanggilnya, tapi tak ada satupun balasan yang sampai ke ponselku. Huahhh…. Apa mungkin dia belum bangun?

“HUAHH… MINHO OPPA BALASLAH PESANKU!” teriakku dari dalam kamar.

Ryn?

From: Nae Jagiya

 

Akhirnya pesan darinya masuk juga. Dengan semangat aku membalasnya.

To: Nae Jagiya

Ne, oppa

 

Mianhae, Ryn aku sibuk akhir-akhir ini.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ne. Aku mengerti kok, oppa n__n

 

Dan seperti biasa aku akan mengajaknya saling berbalas pesan walaupun dia akan membalas dengan jang waktu yang terlalu jauh dari pesan yang aku kirimkan padanya. Tapi, tak apalah, asalkan aku bisa melihat barisan-barisan ketikan tangannya, sudah lega hatiku rasanya.

*          I-el       *          I-el       *

Entah kenapa akhir-akhir ini perasaanku sangat tak karuan. Liburan panjang musim panas ini benar-benar terasa tidak menyenangkan, padahal sekarang aku sudah memiliki Minho. Tapi, beberapa waktu kebelakang ini, aku merasa sama saja. Tak ada yang berbeda dengan musim panas sebelumnya. Sekarang ini aku jadi sering sekali uring-uringan di tempat tidurku dan waktuku habis di depan buku sketsa sambil sesekali mengecek ponsel kalau-kalau ada pesan masuk dari Minho oppa.

Sambil menuggu, iseng-iseng aku gambar sketsa gambar Minho. Batang pensil kugoreskan disana-sini membentuk sketsa kepalanya, kemudian aku lengkapi seluruh bagian kepalanya. Setelah menurutku sudah tidak ada yang tertinggal, aku buat sedikit bagian bahunya.

Akhirnya, selesai juga sketsa gambar Minho yang terekam di kepalaku. Memang sih tidak persis mirip, tapi aku merasa puas karena dapat menyelesaikan gambarnya. Kemudian, aku pandangi gambar itu agak lama. Wajah itu, wajah yang tidak pernah bisa aku tatap jelas jikalau dia tidak sedang memalingkan wajahnya ke arah lain atau jika kedua mata yang menempel di wajah itu tidak sedang menutup rapat.

Mataku beralih ke bahunya. Ya, memang tidak begitu persis juga dengan bahunya, tapi bahu itulah yang selalu bersedia menopang kepalaku ketika aku bersandar padanya. Bahu itu, salah satu dari bagian tubuhnya yang siap menjadi tempatku menangis saat kebetulan aku punya waktu bertemu dengannya. Saat aku sedang benar-benar sedang melayang ke dunia fantasiku, sebuah pesan masuk ke ponselku. Itu pesan dari Minho.

Ryn, maaf aku baru balas

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ne

 

Sedang apa?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Sedang tidur-tiduran saja ^^

Ohh..

Ryn…

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ne? Mau bicara apa? Katakan saja

 

Ryn, aku bingung. Aku…

From: Nae Jagiya

 

Perasaan tidak menyenangkan yang aku rasakan semakin menjadi-jadi. Aku pegang dan mencengkram dadaku kuat-kuat. Aku berusaha menahan gejolak perasaan tidak penting ini sebisaku. Aku merasakan ada hal yang tidak menyenangkan akan terjadi. Tapi, aku juga tidak yakin apa itu, tapi yang jelas semuanya akan terjawab jika aku memancing Minho bicara lebih jauh.

*          I-el       *          I-el       *

 

To be continued…

Huwahhh…. Part 2 sudah selesai, berarti tinggal part 3 yaitu part yang terakhir. Nah, buat kalian yang udah mengikuti ceritanya, sabar menunggu ya. Ga akan lama kok. Ga bosan-bosan nih mengingatkan buat yang puasa, jangan bolong-bolong ya puasanya kalau bukan karena halangan  ^^

Annyeong ^^

Sincerely,

Author: Ji I-el

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

35 thoughts on “Summer Love Story 2.3

    1. Mianhae for late reply. I have my own reason why this to be happened. Mianhae… mianhae… mianhae…
      Perhatiannya memang membuat semua org menggila
      Thanks for ur comment ^^

    1. Mianhae for late reply. I have my own reason why this to be happened. Mianhae… mianhae… mianhae…
      Skrng psti sudah tau jwabnnya, konfliknya ada di Minho
      Thanks for ur comment ^^

  1. Lanjut lanjut lanjut🙂
    jangan lama” ya thor,aku penasaran sama apa yg akan di bilang sama minho,semoga bukan hal buruk..haha

    1. Mianhae for late reply. I have my own reason why this to be happened. Mianhae… mianhae… mianhae…
      Nyatanya memang hal yg buruk yg terjadi
      Thanks for ur comment ^^

    1. Mianhae for late reply. I have my own reason why this to be happened. Mianhae… mianhae… mianhae…
      Well, memang kenyataannya seperti itu ceritanya ^^
      Thanks for ur comment ^^

    1. Mianhae for late reply. I have my own reason why this to be happened. Mianhae… mianhae… mianhae…
      Iya di akhir cerita mrk putus kok. Tuh!! -nunjuj section 3-
      Thanks for ur comment ^^

  2. Arrghh~ si Ryn kayaknya parah banget ya, sakitnya?
    Aduhh.. Minho perhatian banget… pengen banget punya cowo kayak Minho: cuek-cuek-perhatian😀 huahaha
    itu.. Minho mo bilang apa? mau break? atau mau pergi jauh?
    ahh…~~~~ yg cepet lanjutinnya😉

    1. Mianhae for late reply. I have my own reason why this to be happened. Mianhae… mianhae… mianhae…
      Heum… sepertinya memang bgitu… Minho mau bilang… tuh ada di oart 3 ^^
      Thanks for ur comment ^^

  3. itu sms’an mreka lucu deh,singkat2 gt.
    Sumpah ya,si minho bkin melayang2 gmn gt.sy sk karakter minho ><
    Bagus thor,lanjutan'a dtunggu

  4. No comment deh.. Ga bsa ngomong apa2 selain satu kata.. Mianhae.. Dan satu kata lain.. Gomawo..

    Nice FF. Penulisan udh rapih.. Yah.. Kadang ada sediiikit typo.. Di maklumi.. Sekian

    RvR

  5. waa~
    speechless lagi deh aku! auw auw! Ngga nyangkalah pokoknya..
    Aku tahu minho itu gombal, tapi aku gatau kalo minho itu romantis, perhatiannya lebih-lebih gitu..

    momments of both of you is the sweetest lah! (ngomong apa sih sal?)
    Aku tidak tahu cerita selanjutnya, dan aku penasaran. Kutunggu lanjutannya eonie! Fighting untuk semua kehidupan eonie!

    seperti biasa, komenku paling ngga nyambung.

  6. Annyeong~ @kpopjoyy on twitter mengadakan lomba membuat fanfic.silahkan cek di “favs” kpopjoyy untuk ketentuannya🙂

  7. Mencelos hati gw iel..

    Knp knp knp kau p0t0ng dsitu?aish.. Sm ky c renee *nunjuk2 reneepot* saeng pikiran qt sm.
    JGN blg minho jd ragu akan hubungan’a.. Andwe.
    Dan,
    ada 1 spekulasi lg.
    Jgn blg klw minho dj0d0hin ama emak’a??bahhh. .kalut.

  8. Maaf ya, aku blm bisa bls comment kalian satu persatu. Buat comment no.14, 2 kta utkmu.. ‘Gwaenchana’ dan ‘Na ddo’🙂 … Mianhae.. Jeongmal mianhae. Hope u read this last story. RvR

  9. First, too short eonniee😦 but noprobs ^^

    Tapi, itu ada apa dengan minoo??? Kenapa tiba2 sibuk gitu?
    Aduuhh~ Sabar ya Ryn😦 Jangan sampe mengorbankan harga diri juga lhoh
    #justopini haha

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s