The First and The Last Love Letter – Part 1

                                         The first and the last love letter

Title : The first and the last love letter

Author(*) : gabgabblinger

Main Cast(*) : Lee Taemin. Shin Yoomi (OC)

Support Cast(*): Kim Jonghyun. Lee Jinki a.k.a. Onew. Choi Minho. Kim ‘Key’ Bum. Choi Siwon.

Length(*) : Sequel/Series

Genre(*) : Angst, Friendship, Romance, Life.

Rating(*) : General / PG-13

Enjoy!

***

Dia tidak sadar dan tidak perduli ketika tanda-tandanya datang, dan ia terlalu lambat untuk menyadarinya ketika tanda-tanda itu sudah terlebih dulu berubah menjadi kenyataan yang kelu.

***

Siang itu masih terasa panas, udara sisa musim panas masih berhembus, sekolah-sekolah sudah memulai kegiatan belajar mengajarnya setelah libur semusim penuh, murid-murid sekolahan malas-malasan ketika guru mereka menerangkan pelajaran, daun-daun mulai berganti coklat dan jatuh dari tangkai mereka, yang artinya, musim gugur.

Taemin, namja imut itu suka sekali dengan musim ini, bahkan kalau bisa, ia ingin ajal menjemputnya saat musim gugur, alasannya simpel, ia ingin daun-daun ikut jatuh ketika ia dikubur, daun yang jatuh itu seakan ikut berduka akan kematiannya, sebab itulah yang terjadi pada Eommanya. Eomma nya meninggal saat musim gugur, saat itu daun berjatuhan, seakan ikut menangis ketika eommanya pergi dari dunia. Alasan kematiannya, karena eommanya sakit, nama penyakitnya itu terlalu panjang untuk diingat seorang Taemin kecil yang waktu itu umurnya masih 7 tahun.

“Taemin-ah, taemin” seseorang mencolek-colek punggung Taemin yang sedang melamun di pelajaran Sejarah.

Taemin menoleh kebelakang lalu mendapati Hyungnya menatapnya serius.

“Waeyo? Hyung?” Tanyanya berbisik.

Hyungnya itu menunjuk-nunjuk sesuatu.

“Apa sih hyu-“

“Lee taemin! Aku mendapatimu sedang melamun saat aku menerangkan. Dan di kelasku tidak boleh ada yang melamun! Sekarang kamu berdiri di depan kelas!” Kalimat Taemin terpotong oleh teguran Cho Seonsaengnim.

Taemin hanya bisa menggerutu dalam hatinya. Dengan terpaksa ia berjalan ke depan kelas, lalu mengangkat 1 kakinya dan menjewer kedua telinganya dengan tangannya sendiri.

Murid-murid yang lain menahan tawanya melihat Taemin yang menggembungkan pipinya karena sebal di strap plus sebal di tertawakan teman-temannya.

KRIIIIIIING KRIIIIING

Bel pelajaran selesai, Cho seonsaengnim membereskan barangnya dan berpamitan dari kelas, sebelumnya ia menyuruh Taemin untuk kembali duduk ke bangkunya.

Setelah Cho seonsaengnim benar-benar keluar dari kelas, murid-murid kelas 1-A itu kembali ramai dengan pembicaraan masing-masing yang mereka pendam saat Cho seonsaengnim mengajar,  sedangkan Taemin memijat-mijati kaki dan lengannya sendiri karena kecapean.

“Capek taemin-ah? Gitu aja kok capek? Kamu kan namja!” ujar hyung Taemin sambil menepuk pundak Taemin, yang membuat Taemin kaget.

“Hyung! Gimanapun aku udah berdiri 30 menit!! Capek tauu!” Protes nya.

“Huuuu, ke kantin yuk! Oh aku ajak Minho sekalian- Ya! Minho-ah! Ayo cepat ke kantin!!” Serunya, hyung Taemin yang suka ngobrol dan shopping itu adalah Kibum, tapi meski begitu ia lebih suka dipanggil Key, lebih gaul, itu sepertinya alasannya.

Seorang namja jangkung bermata belo menghampiri Key dan Taemin, itulah Minho.

“Kajja” katanya lalu menggeret Key dan Taemin keluar kelas menuju ke kantin.

=====Di Kantin=====

Terlihat 2 Namja sedang melambai ke arah Taemin, Key, dan Minho. Menanggapi lambaian itu, 3 namja tersebut menuju ke arah 2 namja yang lain.

“Jjong hyung, Onew hyung, tadi Taeminnie di strap loooo” Ujar Key ember.

“Jinjjayo Taemin-ah? Gimana bisa kamu di strap? Bukannya kamu murid rajin?” Jawab namja yang berbadan lumayan kekar dan berambut kecoklatan berkilau itu menanggapi Key.

“Tadi dia ngelamun hyung” tambah Minho.

“Aigooo Taeminnie, ngelamun apa hayoooo” Ujar namja yang duduk di samping namja berbadan agak kekar tadi, matanya sangat sipit sehingga ketika tersenyum, matanya tinggal segaris.

“Aku tadi lagi ngeliat keluar jendela dan kelihatan daun-daun yang berguguran, lalu aku ingat Eommaku deh” jawab Taemin sejujur-jujurnya.

4 hyungnya itu merasa menyesal menanyakan dan mengejek Taemin yang melamun, mereka tahu Taemin sangat sensitif kalau sudah bicara tentang Eommanya.

“Er- Mianhe taemin-ah, kita gak tahu…” Ucap Key dengan nada menyesal.

“gak apa-apa kok hyung! Aku udah gak begitu sedih lagi, aku udah ikhlas dengan kepergian Eomma sekarang, hehehe gak usah melas gitu dong! Jjong hyung! Wajahmu jelek seklai kalau melas!” Jawab Taemin sambil tersenyum.

Tapi Hyung-hyungnya tidak sebodoh itu, mereka melihat pancaran kesedihan dari mata Taemin. Namja rapuh itu.

“Makan aja yuk, udah laper nih” kata Namja berambut agak kecoklatan yang namanya Jjong alias Jonghyun itu.

5 namja itupun berdiri mengambil makanan mereka ke bu kantin.

***

5 namja itu termasuk populer di sekolah, terlihat jelas dengan ketampanan luar biasa yang mereka miliki, mereka juga punya keahlian masing-masing yang membuat mereka menjadi lebih populer lagi.

Lee Jinki atau biasa dipanggil Onew, namja bermata sipit itu adalah Ketua OSIS di sekolah Elitnya, ia juga cerdas, ia biasanya mendapat ranking 1 ataupun 2 sesekolahan, tidak pernah melebihi itu.

Kim Jonghyun, orang-orang yang akrab dengannya biasa memanggilnya Jjong, ia berbakat di bidang seni, suaranya yang indah dan keahliannya dalam memainkan berbagai alat musik membuatnya semakin dikenal orang, ia juga tidak pernah keluar dari 10 besar untuk bidang akademisnya.

Kim Kibum, atau biasa dipanggil Key, namja super kaya ini sangat menyukai shopping, meski sering bersikap seperti Eomma, ia adalah pemegang sabuk hitam Taekwondo, ia juga melatih hoobae-hoobae yang ikut dalam ekstrakulikuler Taekwondo di sekolahnya. Ia memang masih kelas 1, tapi ia sudah mengikuti klub itu dari SD, sehingga ia-lah yang dipercayai para senior untuk melatih hoobae nya dalam hal Taekwondo.

Choi Minho, ia adalah Kapten Klub Basket di sekolahnya, badannya yang jangkung membuatnya mudah memasukkan bola ke ring, ia juga sudah membawa nama harum sekolahnya–yang memang sudah harum–dengan membawa kemenangan dalam pertandingan Basket.

Lee Taemin, ia adalah yang termuda dari semuanya, umurnya masih terlalu muda memang untuk bisa masuk ke SMA tapi ia memang sekolah lebih awal, jadi ia bisa bersama 2 hyungnya yaitu Minho dan Key, Taemin termasuk murid yang rajin dan pintar, ia juga ikut dalam klub basket Minho, ia tidak terlalu jago, tapi ia sangat menyukai basket jadi ia berusaha keras. Prestasi akademiknya pun memuaskan, ia tak pernah keluar dari peringkat 5 besar.

***

Murid-murid keluar dari kelasnya, ada yang sambil berbicara dengan temannya, ada juga yang diam saja, mereka keluar dari sekolah sambil berbagi cerita liburan musim panas mereka kepada teman mereka. Menandakan bahwa sekolah telah selesai.

Kelas 1-A terlihat kosong, hanya terdapat Taemin yang masih membereskan barangnya. 2 hyungnya sudah berpamitan dulu karena ada kepentingan masing-masing.

Taemin berjalan pelan keluar dari sekolahnya. Keluarganya memang kaya, tapi ia ingin naik bus, jadi ia di antar supirnya hanya pada saat tertentu saja, misalnya: Telat.

“Woi! Taemin-ah!!” Panggil seseorang dari belakang, otomatis Taemin menoleh dan mendapati Jonghyun sedang tersenyum sambil melambai ke arahnya, Taemin berhenti agar hyungnya itu bisa menuju ke tempatnya berdiri.

“Kok belum pulang Hyung? Sekolah aja udah sepi” ujar Taemin memulai pembicaraan.

“Tadi Barangku ketinggalan di Ruang klub Seni” Jawab Jonghyun sambil merangkul Taemin dengan satu lengannya.

“Motormu mana hyung?”

“Di bengkel, kemarin aku habis jatuh, terus aku servis deh, jadi aku dari tadi naik bus”

“Gak luka kan hyung?”

“Enggak, tapi motorku baret-baret…”

“Sudahlah hyung, biar gak kebut-kebutan lagi di jalan, polisi biar tenang gak ada hyung, hehe”

“Cengengesan aja deh Lu” Jonghyun lalu menggetok pelan kepala Taemin.

2 namja itu menyusuri jalanan yang sudah dikotori oleh daun-daun kering. Tapi terlihat sangat indah, daun itu berjatuhan satu demi satu, kembali mengingatkan Taemin hari dimana Eommanya meninggal.

***

” Eomma kenapa?” Ujar Taemin kecil mendapati Eommanya yang melamun.

Kret kret kret.

Eommanya menulis dengan seluruh tenaga yang tersisa di dirinya ke atas papan putih kecil yang sepertinya sudah disiapkan.

  `Sedang memikirkan Kamu dan appamu`

Taemin mengangguk lalu naik ke atas ranjang Eommanya, Taemin yang waktu itu masih umur 7 tahun duduk di samping Eommanya yang badannya terlihat lemah.

“Eomma pasti sembuh kan? Aku sudah bosan dengan bau rumah sakit hehe” ujar Taemin kecil sambil tersenyum kepada Eommanya.

Eommanya mengangguk. Lalu kembali menuliskan sesuatu.

Kret kret kret

 

`Taemin harus kuat dan tidak boleh lemah ya. Apalagi menangis. Janji sama Eomma`

Taemin membaca tulisan di papan putih kecil itu dengan agak kesusahan karena tulisannya yang sudah tidak jelas. Setelah mengerti maksudnya ia tersenyum dan menjulurkan kelingkingnya.

Eommanya pun dengan susah payah mengangkat kelingkingnya seperti mengangkat 25 kg beras, ke arah kelingking kecil Taemin, lalu mengaitkan keduanya.

Mereka berdua tersenyum.

Kemudian Eomma Taemin kembali menulis.

` Tolong ambilkan minum ya`

Taemin lalu mengambilkan minum Eommanya yang ada di meja, dan memberikannya pada Eommanya, Eommanya tersenyum pelan.

Tapi tidak lama, tiba tiba Eommanya seakan tercekat sesuatu, ia terus mengerang kesakitan. Taemin kecil tidak tahu harus berbuat apa. Ia berlari dengan cepat menuju ke ruang suster penjaga.

Ia terus meneriakkan kalau Eommanya sakit, dokterpun tidak lama datang dan melakukan banyak hal. Taemin kecil hanya bisa menangis di pelukan pelayan Han. Pelayan setia keluarganya.

Ia terus meminta masuk melihat Eommanya, tapi dilarang, ia menangis keras, perasaan takut menyelimutinya, takut kesepian, takut sendirian, dan yang paking ia takuti, ia takut tidak akan bisa lagi melihat Eommanya.

Sang dokter keluar dari kamar rawat VVIP Eommanya dengan raut muka yang aneh.

” Maaf, kami telah melakukan semua yang kami bisa.”

Tangisan beberapa pengawal dan pelayan Taemin pecah, mereka dan Taemin masuk ke ruang inap Eomma Taemin itu.

Ketika melihat wajah Eommanya yang sedang tidur dengan senyum menghiasi wajahnya, Taemin kecil tersenyum.

Tapi hatinya tenggelam seketika, ketika ia tahu, Eommanya tidak akan bangun lagi selamanya.

***

“Woi! Kamu ngelamun lagi Taemin-ah?” Suara Jonghyun membuyarkan lamunan Taemin.

“Eh, nggak, cuma seneng aja ngelihat daun-daun jatuh, indah. Ya kan hyung?”

Jonghyun mengangguk.

“Kamu pasti kesepian ya? Appa mu jarang pulang, kamu cuma di temani sama pelayan-pelayanmu”

“Nggak juga kok hyung, lagipula aku masih punya kalian disisiku, meski waktu liburan musim panas kemaren aku kesepian banget, hehe tapi aku seneng bisa ngumpul lagi waktu sekolah udah mulai!”

“Tetep aja kesepian, oh ya!Taemin-ah!”

“Neh?”

“Aku comblangin ya”

Hening sejenak.

Taemin masih mencerna kata-kata hyungnya itu. Beberapa detik kemudian, seperti Komputer pentium 2, Taemin baru merespon.

“HEH?!?!?!”

“Lamban banget reaksimu, memangnya kenapa? Kan seneng, biar kamu tahu rasanya jatuh cinta ama punya pacar!”

“Tap-tapi Hyung a-ak-aku kan hahh…. Enggak ah hyung, aku pengen konsen sama sekolahku”

“Yah kamu tuh Kolot banget deh, udah lah, kamu temuin dulu orangnya, nanti kalau gak suka ya gak usah di terusin! Biar kamu pengalaman Taeninnie! Ok? Ok? Ok? Ok! Nanti jam 7 malem aku tunggu di kafe xxx langganan kita yah!”

“Tapi, Hyuuung!!!”

Belum selesai kalimat Taemin, Jonghyun sudah ngibrit ke bus yang sudah menunggu di bus stop terdekat. Taemin mencoba mengejar tapi busnya sudah berjalan jauh.

Terlihat Jonghyun melambaikan tangannya sambil cengar-cengir gak jelas di kaca kepada Taemin yang ngos-ngosan ngejar bus.

“Duh, dasar Jonghyun Hyung! Padahal katanya mau bareng”

***

Kafe xxx. 7.25 PM

Setelah banyak pertimbangan, Taemin pun memutuskan untuk mengikuti ajakan hyungnya itu, lagipula kalau tidak suka kan bisa dibilang baik-baik. Dengan agak berat Taemin turun dari mobilnya,–karena sudah malam, pelayan Han memaksanya untuk di antar mobil–ia berjalan pelan menuju ke kafe. Di sudut ruang, ia bisa melihat Jonghyun sedang duduk sendirian sambil menatap keluar jendela.

Taemin berjalan menuju tempat duduk hyungnya itu dan duduk di hadapannya.

“Howa.!!!! Kau mengagetkanku Taemin-ah!”

“hehe Annyeong!”

“Ku kira kau tidak akan datang”

“Aku kasihan sama hyung, dateng aja deh”

“Dasar babo! Kau sekarang agak kurang ajar ya” Jonghyun meraih kepala Taemin lalu menggetoknya keras, Taemin langsung mengusap kepalanya.

“Sakit hyuuung” sambil terus mengusap kepalanya, Taemin bertanya.

“Mana dia hyung? Udah jam setengah 8 nih, lama bener”

“ciyeee gak sabar nih ye, bentaran, dia tadi udah sms aku katanya datangnya telat, soalnya ada tugas kelompok” Taemin mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.

“Siapa sih sebenarnya dia hyung.?”

“Dia anak kelas 1-D, dia adiknya temannya Noona-ku Taeyeon. Sebenarnya Taeyeon Noona ingin aku jadian sama anak ini, tapi aku lagi gak pengen punya pacar, aku dan adiknya temannya Noona ku itu pun bermusyawarah, dan dia mau di comblangin sama kamu. Titik” Cerita Jonghyun panjang lebar.

“Emang dia gak suka sama hyung?”

“Er- gak tahu juga sih”

“Namanya?”

“Nanti juga tahu—Eh disiniiii!!!”

Tiba-tiba Jonghyun berdiri dan melambaikan tangannya ke arah pintu.

Taemin pun ikut menoleh dan ia bisa melihat seorang Yeoja. Yeoja itu tinggi untuk ukuran yeoja, 169 cm-an mungkin.  Ia memakai rok selutut dan mantel bulu, rambutnya hitam panjang di urai, wajahnya sangat cantik apalagi ketika ia tersenyum.

Pada saat itu juga jantung Taemin berdetak lebih cepat dari biasanya.

Yeoja itu mendekat dan duduk di sebelah Jonghyun, ia tersenyum kepada Jonghyun dan Taemin, Jonghyun nyegir melihat Taemin yang terpaku melihat Yeoja di sampingnya.

“Annyeonghaseyo, nama saya Shin Yoomi, salam kenal” yeoja itu menundukkan kepalanya.

” oh neh, annyeong! Namaku Taemin. Lee taemin!”

Jonghyun menahan tawanya melihat sikap Taemin.

“Oh ya guys, aku udah ada janji sama Taeyeon Noona, kalian tahu dia gimana kan? Kalau telat bisa di bejek-bejek aku sama dia, kalau gitu aku pergi dulu ya, Annyeong”  Jonghyun beranjak dari sofanya lalu pergi sambil melambaikan tangannya, ia segera naik bus yang kebetulan sudah ada.

Situasi pun menjadi canggung. Taemin yang memang tidak pintar ngobrol masih sibuk dengan pikirannya. Yoomi yang biasanya ceria tiba-tiba jadi diam.

“Taemin-ssi-“

“Yoomi-ssi-“

Mereka saling memanggil satu sama lain dalam waktu yang sama.

“Hahahahaha” Mereka berdua tertawa dengan kelakuan mereka sendiri.

“kamu dari kelas 1-D itu kan? Aku sering denger lo, katanya kamu muridnya Key hyung, sering di omelin ya?” ujar Taemin mencairkan suasana.

“Neh, memang sih Key sunbae suka ngomel, tapi dia orang yang baik kok”

“aku tahu. Haha, oh kita ngomongnya enakan dikit dong, gak usah sopan-sopan banget, lagipula kita satu angkatan”

“ok!”  kata Yoomi sambil membentuk bentuk bulat dengan jari telunjuk dan jempolnya.

Taemin tertawa dengan Aegyo Yoomi. Setelah itu Coklat hangat pesanan Jonghyun datang, diatasnya terdapat gambar hati dengan coklat.

“Dasar Jonghyun hyung”

“Haha dia emang orang yang romantis ya, bener kata temen-temenku” ujar Yoomi sambil tertawa.

“Oh iya Yoomi-ah, kamu kan di comblangin ama Hyung, kok malah setuju aja hyung com….com…blangin sama aku?” Yoomi tersenyum mendengar pertanyaan Taemin.

“Jonghyun Oppa sudah seperti Oppa ku sendiri, aku mencintainya sebagai kakak. Dan aku mau saja menurutinya, sekali-kali kan boleh? Hahaha”

“ooh gitu hahaa”

setelah itu mereka mulai ngobrol banyak, mulai dari hobi, cita-cita, banyak sekali. Dan dalam waktu yang singkat mereka sudah menjadi sahabat.

“Duh gak kerasa ya udah jam 9 hahaha” ucap Yoomi sambil melihat jamnya.

“Jinjjayo? Secepat itu waktu berjalan? Ahahaha”

Mereka berduapun memutuskan untuk pergi, Taemin memaksa Yoomi agar bareng bersamanya karena sudah malam, dan akhirnya setelah banyak membujuk, Yoomi pun mau.

“Terimakasih ya malam ini, aku senang bisa bertemu dengan mu Taeminnie!” kata Yoomi setelah keluar dari mobil mewah Taemin, sambil tersenyum lebar.

“Sama-sama! Aku juga senang bisa bertemu denganmu Yoomi! Kalau begitu, sudah ya aku akan pulang dulu, Annyeonghigaseyo!” Taemin melambai pelan ke arah Yoomi lalu menutup pintu kaca mobilnya.

Yoomi balas melambai. Setelah itu mobil Taemin kembali berpacu pergi.

***

“Jangan lupa kerjakan PR kalian, minggu depan di kumpulkan, sekarang saya akhiri, selamat siang”

Cho seonsaengnim, homeroom teacher di kelas Taemin keluar dari kelas setelah memberi PR sebejibun.

“Selaluuu saja pr sebejibun, Cho seonsaeng memang tidak tahu arti kata capek!” Omel Key tepat ketika Cho seonsaengnim keluar dari kelas.

“Sudahlah hyung, lagipula kan hyung pinter” Kata Taemin.

“Tapi, ngasihnya tuh tiap minggu, sedang ngerjainnya tuh juga seminggu.. Belum PR dari guru yang lain, aku kan juga harus ngurus hoobae-hoobaeku di klub Taekwondo Taemin-ah”

“Iya juga sih ya, kalau hyung yang bilang, rasanya kok berat banget ya?” Taemin menggosok-gosok bagian belakang lehernya.

“ke kantin yuk” Tiba-tiba saja Minho datang dan menepuk pundak Taemin pelan, ke 3 namja itu keluar dari kelas mereka. Sambil bercanda dan ngobrol mereka menuju ke kantin.

Di ujung lorong, Taemin bisa melihat Yoomi sedang bersama teman-temannya, bercanda, tertawa bersama, lalu tiba-tiba Yoomi menoleh ke arahnya,  Yoomi tersenyum sambil melambai.

Dan sekali lagi jantung Taemin berdetak lebih cepat dari biasanya.

Yoomi merasa agak kesal karena sepertinya Taemin tidak menghiraukannya, tapi sebelum ia mulai membenci Taemin, Taemin mendekat padanya bersama ke 2 hyungnya.

“Ke kantin bareng yuk, nanti aku kenalin sama hyungku yang lain.. Kecuali Jjong hyung pastinya” Taemin tersenyum. Teman-teman Yoomi mulai berbisik-bisik.

“Ayo!” Setelah Yoomi mengatakan kata itu, teman-temannya langsung heboh. Yoomi melambaikan tangannya ke temannya sambil berlalu mengikuti Taemin.

Bagaimana tidak heboh, seorang Lee Taemin salah satu namja terpopuler satu sekolah sedang mengajaknya makan siang bersama, memang Yoomi cantik, tapi masih banyak yeoja cantik yang lain di sekolah elit itu, itu artinya Yoomi adalah yeoja yang beruntung.

Key dan Minho saling berbisik melihat Taemin yang terus mengobrol dengan Yoomi. Jarang sekali mereka bisa melihat Taemin tersenyum dan tertawa begitu lepas seperti itu.

“Ciyyeee Taemiiin, udah ngegaet cewek sekarang?” Goda Minho.

“Hyung apaan sih? Jangan suka nggodain orang deh”

“Sensi iih Taemin sekarang, digodain dikit langsung ngomel” Yoomi hanya bisa tersenyum melihat kelakuan 3 sekawan itu.

“Wooiii! DI siniii!!” Terlihat Onew sedang melambaikan tangannya seperti anak kecil yang bertemu ibunya.

Ke 3 namja itu plus Yoomi langsung menuju ke meja yang di tempati Onew.

“Jjong hyung kemana?” Tanya Taemin setelah duduk di hadapan Onew.

“Dia mau ada Konser musik, jadinya latihan dan juga ngelatih hoobae yang udah terpilih” jawab Onew sambil mengunyah Sandwich isi Ayam nya.

4 orang yang baru datang itu ber ‘O’ ria.

Tidak banyak yang dibincangkan mereka, karena si Empunya bicara lagi ngilang, maksudnya Jonghyun.

Hanya terlihat Taemin dan Yoomi yang ngobrol akrab sekali. Memang biasanya Jonghyun lah si pembuat suasana, ia juga suka membuat guyonan dengan couplenya, Key.

“Yah! Di sini sepi amat yak? Ini kuburan apa kantin? Jadi gak yakin deh” Dengan otomatis 5 orang itu menoleh ke asal suara.

“Hyuuung, kok disini?” Kata Taemin yang sukses membuat Jonghyun berdecak kesal.

“Nih, cuma mau bagi tiket VIP di konser musik ku! Wajib dateng! Kamu juga Yoomi! Konsernya Bulan depan!!” Terang Jonghyun sambil menaruh 5 tiket di atas meja.

“Hyung! Konsernya kan masih bulan depan, kok tiketnya udah dikasih?” Kata Taemin yang dari tadi mendengarkan dengan detail kata-kata Jonghyun.

“Gakpapa kan? Lagi pula, mulai hari ini, tiketnya sudah bisa dipesan, dan kalian aku kasih gratisan!” Jawab Jonghyun

“Eh.. Kok Yoomi disini? Bukannya tadi aku mau kekelasnya yah?” Tanya Jonghyun pada dirinya sendiri, yang ditertawakan oleh ke 5 orang dihadapannya.

“Iya nih Taemin.. Mentang-mentang sudah akrab jadi di ajak” Ujar Key.

“Ihiiy Taemin, aku sukses besar dong?” Jonghyun menggerakkan kedua alisnya ke atas dan ke bawah dengan cepat.

“Diam hyung!” Semburat merah di pipi Taemin mulai muncul.

“Sukses apa Jjong?” Tanya Onew yang sukses juga merubah Taemin menjadi tomat.

“Iih pipi kamu lo Taemin- Ah?! Oke oke! Arasso!- yah, Aku pergi dulu ya, katanya mau merancang rangkaian acara dan musik yang di pakai dulu buat konser, Annyeong!”

Jonghyun lalu berlalu dari situ setelah di panggil temannya, Taemin menarik nafasnya lega, karena tidak ada lagi selain Jonghyun yang tahu kalau pipinya memerah.

***

Sudah 1 minggu ini Taemin dan Yoomi menjadi sahabat karib. Mereka sudah sering ngobrol bareng, Hang-out, bahkan banyak yang bilang mereka sudah pacaran.

Siang itu libur karena hari minggu, Taemin sedang membaca buku dengan minum teh di halaman belakang rumahnya.

“Taemin-yah!!!” dengan otomatis, kepala Taemin menoleh ke arah suara yang memanggilnya.

“Siwon hyung?” Taemin mengucek matanya lalu menoleh kembali ke arah suara yang memanggilnya tadi.

“SIWON HYUNG!!!”Taemin beranjak dari kursinya menuju ke siwon.

“Apa kabarmu? Masih lemahkah seperti yang dulu? Ahahaha”

“Hyung! Aku ikut klub basketnya Minho hyung! Sekarang aku sudah benar-benar Namja kuat! Hehehe”

“Namja kuat gak pake embel-embel ‘hehehe’!”

“Iih hyung, biarin week”

“Kamu masih Childish yah!”

Siwon lalu mengejar Taemin yang berlari menjauhinya. Siwon adalah anak dari sahabat Eomma Taemin, saking akrabnya Eomma mereka, mereka jadi sering bertemu dan menjadi akrab juga.

Saat lulus Sekolah Dasar, Eomma Siwon dan Siwon tentunya pindah ke Inggris karena pekerjaan ayahnya. Maka karena itu, Taemin terpaksa harus berpisah dengan sahabatnya itu. Semenjak saat itu, Taemin lebih sering bermain sendiri, dan tidak begitu dekat dengan orang-orang.

Tapi ketika ia kelas 1 SMP, ia bertemu dengan Jonghyun, Key, Minho, dan Onew. Dan karena bertemu dengan teman-teman baru itu, Taemin kembali menjadi yang dulu, Taemin yang ceria dan terbuka.

“Hyung sekolah di sekolahanku kan?”

“Tentu, tapi aku nggak tinggal disini lo, hahahha”

“Nggak pengen juga, hyung disini terus, nanti bisa sumpek”

“Eh, jadi Taemin yang sekarang gini ya, awas lo ya!” 2 namja itu kembali berlarian setelah duduk. Pelayan dan pengawal di rumah itu yang melihat, tersenyum melihat wajah Taemin yang terlihat sangat bahagia.

“Besok aku kenalin, sama sahabat baikku di SMA!”

“Iya deh apa katamu, Taemin-ah, minta tehnya dong dikit.”

“neh” Taemin mengambil cangkir kecil di sampingnya. Ia yakin di situ, tapi tangannya tidak meraih cangkir itu, ia malah meraih udara.

“Lelet dah kamu, cepet sini, haus nih!”

“Iya iya hyung, banyak maunya deh” Taemin kembali meraih cangkir di sampingnya, tapi ia kembali meraih udara. Ia mengucek mata nya sebentar lalu menggelengkan kepalanya.

“kamu gak papa Taemin-ah?”

“Uh? Neh, cuma aku agak ngantuk ajah, hehehe, nih Tehnya” ujar Taemin sambil memberikan Siwon cangkir teh yang berhasil–setelah sekian kalinya–ia raih.

Taemin kembali mengucek matanya.

***

Ketika tanda itu kembali datang, ia hanya menganggap semua itu angin yang berlalu, ia tidak tahu bahwa itu akan mengancam kebahagiaannya esok.

***

Cahaya matahari menerangi bumi, pagi itu angin dingin berhembus dengan agak kencang, angin itu menggoyangkan gorden sebuah rumah megah, membuat cahaya yang kuat dari matahari menembus ke sebuah kamar yang luas.

Taemin sedang tertidur sangat pulas ketika cahaya matahari menyilaukan matanya yang masih tertutup, ia lalu membuka matanya sesikit dan menyadari kalau sudah pagi, Taemin lalu bangun dan meregangkan ototnya. Ia segera masuk ke kamar mandi dan juga sekalian memakai seragamnya yang sudah disiapkan pelayannya.

Setelah sarapan, Taemin berpamitan dengan pelayan Han, lalu berlari ke busway.

“Tuan Muda! Jangan lari! Nanti jatuh lo!”

Taemin memoleh ke belakang ke supirnya, ia tersenyum sambil tetap berlari, dengan  menirukan gayanya saat men-dribble bola.

BRUK

Tiba-tiba Taemin kehilangan keseimbangannya dan jatuh, sopirnya yang dari tadi mengawasinya langsung berlari ke arahnya.

Pipi dan Dagu Taemin tergores aspal dan berdarah, pelipisnya pun tergores, Taemin mencoba mengangkat badannya tapi badannya itu sudah lemah.

“Tuan muda! Anda tidak apa?”

“Neh pak, aku tidak apa apa kok” Jawab Taemin lemas.

“Ayo kita bersihkan lukanya dulu tuan”

Taemin yang lemas karena kesakitan hanya pasrah ketika di bopong oleh sopirnya.

***

To Be Continued………………………………….

***

A.N: Annyeong! Ini adalah FF debutku! Ff ini sebenarnya mau aku ikutin lomba ff, tapi ternyata karena banyak kendala yang menghadang (?), maka tidak jadilah aku ikut lomba itu. Daripada FF ini nimbrung nganggur di lepy ku, ku post saja deh disini. Maaf bagi semuanya, karena FF ini tidak begitu bagus, namanya juga ff debut. Hohohohohohohoho. Tapi aku makasiiih banget sama Admin yang sudah dengan ikhlas menge-post ff laknat milikku ini T.T <<terharu. Jangan lupa comment ya! Itu udah bikin saya senang!!!

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “The First and The Last Love Letter – Part 1”

    1. Waaaaah ada yang penasaran!!!
      Taeminnya aku masukin kandang kambing xP *dibakar taemints*
      Saya coba deh utk tidak lama2!!
      Makasih mau baca n comment ff laknat saya ini!!! 🙂

  1. Itu si Taem kenapa?
    Kayanya bakal ada sesuatu yg terjadi nih #nyotak hehe
    lanjut thor, ditunggu next partnya..

    1. Si taem ya gitu lah…Hahaha
      apaan yang terjadi? Hehehe#sokNGGAKtahu
      oki2,,, next part bakal aku kirim cepetan, tapi gak tahu kapan di postnya!

  2. Aigooo~
    Curiga bakal jadi angst atau sad fiction.
    Curiga bakal terjadi sesuatu sama Taemin.
    Curiga kalau… GYAAAH TAE!
    Author, jangan apa apain dia thor, gatega bayanginnya!

    Next part ditunggu.

    1. Sebenarnya author juga gatega, tapi wajah paling polos ya Taemin, dia kan imut2, meski jatuh buncur kek te2p imut kan? Hehehe#ketawapolos *ditendang taemints*

      kyaaa ada yang nungguin ff supper laknat milikku ini~~~~ bahagianya hari ini! Gomawo for commenting!!

    1. Aduuuch, masih belum tahu juga ya (????)

      Perkiraan chingu gitu ya? Hmmmmmmmmm….

      Anyways, thanks for commenting yaa!

  3. Taemppa knp tuh?
    Sakit apa?kok mirip penyakit di film one litre of tears itu yah?hehehe
    lnjut thor.pnasaran akut!hehe

    1. Gak tahu juga tuh???
      Sakit apa aja boleeeh, mirip yah? Masak sih? Hehehehe
      gomawo sudah mau penasaran <3<3<3<3<3<3<3!!!!

    1. KOK PADA NANYA TAEMIN KENAPA???? KOK NGGAK ADA YANG TANYA AKU KENAPA YAAAA????!?!?!?!?!#PLAKKKK digebukin readers hehehehhe *Author autis*

      oki2!! Gomawoooo mau nungguin yaaaaaa

  4. aduh,
    itu si Taemin knpa,,?
    duhh,
    pnasaran,
    next part jngan lma-lma ya,,
    ikan pari, ikan cucut,,,
    yuk mari lanjut,,,,

    1. Duhh, bahagianya, ada reader kreatif yg mau bikin pantun buat akuh…. Hiks hiks srooot…. <<alay

      okeoke, aku usahain ya chingu! Gomawo for reading and commenting!!!

  5. huwaaa.. taemin kenapa ??
    kayaknya itu gejala penyakit deh .. jgn bilang taemin kena penyakit yg sama kayak eommanya !!
    huwaa nangis dah ah !!! kasian …
    ini debut ??? huwaa keren ddebutnya ajh dah bgus bgt gimna selanjutnya .. !!!

    lanjutannya thor .. ahahahahha

    1. Menurut chingu gitu? Hmmmm, emang penyakit eommanya Taemin tadi apaan yak? *author pikun, maaf ya *deepbow
      jangan nangis dung!! Simpen buat besok2!! Oops, kelepasan!!!! He he he he
      ff ini keren????? Beneraaaaannnnn??!?!?!?!!?! Sumpehlosumpehlosumpehlooooooo?!?!?!?!?!
      Gyahahaha senang sekali ada yg bilang ff debut ku ini bagus, gomawo chingu!!! *cium*

    1. *angguk-angguk* gak ada penyakitnya ya? Ngeceknya kurang kalii, hehehehe

      ho.oh, aku usahain yaa abis ied nanti aku selesein editing nya! Gomawo chingu atas jejaknya!

  6. Taem…..kamu kenapa? ㅠ_ㅠ
    Jangan bilang Taem sakit….jangan bilang thor, jangan bilang!! *plak*
    Jangan bilang nanti Taem meninggal….(amit-amit)
    Jangan ya thor…
    Pokoknya biarkan Taem tetap hidup dan bahagia bersama Yoomi dan hyung2nya 🙂
    Next part jgn lama ya~ 😉

    1. Aduhh, jangan melas-melas gitu dong~~ gak tega… ToT…
      Kenapa taetaem harus bahagia sama yoomi kalau ia bisa bahagia denganku???????#Plak ditampar jjong

      siaaaaappppp!!! Gomawo ya chinguuu

    1. Si taemin sakit kayaknya…. Hehe
      okeeeeeee siappp, gomawo udah mau mampir ya!!!! *kayak restoran aja =·=”*

    1. Keren??? Ah, masak sih? Hehehe#tersipu
      hmmmm,, kupikir2 dulu dehh…
      Oki doki lanjutannya!
      Annyeong Nia-ahjussi!!!! Saya gaby~*kayak ada yang pengen tahu aja*

  7. keren keren keren! baru debut tapi keren, berarti authornya berbakat

    ng.. itu Taem kira-kira sakit apa ya? apa nanti dia jadi buta? jangan sampe deh

    semoga Taemin jadian sama Yoomi ^^

  8. Akuh? Berbakat? *sujud syukur* *cium tangan* makasih yah hiks…hiks…. Udah dibilang berbakat….

    Taemin buta? Hmmmmmm,,, mungkinkah? Ahahaha
    Gomawo chingu udah mau comment! See u at next part! :*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s