Hey, Can You See My Heart – Part 10

Title    : Hey, Can You See My Heart  part 10

Cast    : Choi Minho, Kim Jong Eun, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Jinki, Lee Yoora, Park RaeNa

Genre : Romance

Rate    : PG15

Author: Mutiaadha

 

Taemin POV

“Taemin jaga dia, jangan biarkan dia makan yang macam-macam ya! Dia masih belum sembuh benar!”

“Ne hyung, serahkan padaku”

“Baiklah kalau begitu aku ke kelas dulu, annyeong~” Jonghyun hyung langsung berlari ke kelasnya, kabarnya hari ini dia ada test matematika, jadi dia harus belajar dulu mengulang semua yang sudah dipelajari semalaman.

“Jonghyun oppa berubah ya sekarang” komentarku sambil berjalan bersama Jong Eun menuju kelas kami.

“Ne, sekarang dia juga tidak punya yeojachingu lagi. Terakhir putus sama Sekyung onnie, dan sekarang aku tidak pernah mendengar dia punya pacar lagi”

“Mungkin dia sudah tobat jadi playboy.”

“Ya, mung… kin” kalimat Jong Eun menggantung ketika kami baru saja memasuki kelas. Kulihat dihadapanku ada Rae Na bersama Minho. Aku tidak tau apa yang Minho lakukan dikelasku, entah itu untuk menghampiri yeojachingunya atau sengaja membuat Jong Eun semakin terluka.

“Aku..” Jong Eun beranjak pergi, aku tau Ia ingin menghindar.

Buru-buru kutarik tangannya dan kugenggam erat.

“Gwaenchana” kataku meyakinkannya. Mungkin ini saatnya aku menggunakan caraku. Aku akan membuatnya menyesal karena telah meninggalkan Jong Eun.

Sudah dapat kutebak, Ia menatap kami tajam ketika kami memasuki kelas. Apalagi saat itu aku menggandeng tangan Jong Eun. Tapi seperti tidak terjadi apa-apa, aku dan Jong Eun melangkah masuk menuju bangku kami tanpa menghiraukannya.

“Kau hebat!” bisikku pelan pada Jong Eun. Sedang Ia hanya tersenyum setengah.

“Taemin, Jong Eun pulang sekolah kita jalan-jalan yuk!” dan Yoora datang seperti sengaja melengkapi sandiwara kami “aku dan Jinki mau melihat drama musical goong loh, kalian mau ikut?”

“Sepertinya bagus, bagaimana Taemin?”

“Ne, terserah kau saja”

“Kyaaa baiklah” suara Yoora tiba-tiba saja berubah dari tinggi menjadi semakin rendah. Ia kemudian memberi isyarat lewat matanya kalau sekarang ada seseorang yang berdiri disamping Jong Eun.

“Mian mengganggu sebentar” kata orang itu yang ternyata adalah Minho. Haish orang ini mau apalagi sih?

“N.. ne” jawab Jong Eun ragu.

“Hari minggu ada acara?” tanyanya kemudian. Jong Eun menggeleng pelan “kalau tidak ada acara, aku harap kau bisa datang ke pertandingan basketku”

Jong Eun terdiam cukup lama sebelum akhirnya mengangguk pelan “tentu, aku pasti akan datang”

***

Jong Eun POV

“Wooo apa aku terlambat?” tanya Yoora seraya duduk disebelahku.

“Ani, pertandingan baru dimulai. Skornya masih dua kosong”

“Mwo? siapa yang dua? Apa SM high school?” aku mengangguk. “Hey kukira kau tidak jadi datang”

“Aku sudah berjanji, jadi harus datang!”

“Dan mendukungnya penuh!” imbuh Yoora yang langsung kusambut dengan tatapan aneh “omoo masuk lagi, ya Choi Minho keren!”

Mendadak suara riuh teriakan bergemuruh keseluruh penjuru lapangan. Kulihat Ia baru saja mencetak 3 point, dan seperti biasanya, sekarang Ia berlari mengelilingi lapangan dengan senyum penuh kemenangan. Aku tersenyum getir. Seperti yang selalu kukatakan, aku sangat suka bagian itu, bagian dimana dia berlari dan tersenyum setelah berhasil mencetak skor.

“Kau tidak teriak seperti biasanya?” komentar Taemin disebelahku.

“Haish, kau meledek?” aku langsung mencoba memukul kepalanya tapi Ia berhasil memegangi tanganku. “Haish dasar”

“Dia melihat kearahmu” bisik Yoora pelan.

“Mwo?” Yoora memberiku isyarat dengan gerakan matanya.

Dan aku melihat Ia disana sedang memandangku, ya Choi Minho memandangku. Ia tersenyum sebentar sambil kemudian melanjutkan pertandingannya. Aku menelan ludah pelan. Apa maksudnya? Kenapa Ia harus tersenyum padaku? Kenapa Ia harus membuatku tidak bisa membencinya? Hmmm.. sepertinya aku memang tidak pernah bisa membenci Minho oppa.

“CHOI MINHO OPPA! FIGHTING!!!”

***

“Chukae~” aku mengulurkan tanganku.

Aku melihat Ia terpaku sambil memandangku penuh tanya.

“Gumawo” Minho oppa menyambut uluran tanganku.

“Kau melakukannya dengan sangat baik oppa”

“Ne, gumawo” Ia menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Aku afal sekali jika Ia sudah melakukan hal ini, Ia pasti sedang salah tingkah “gumawo sudah berteriak mendukungku.”

“Ah itu” aku jadi malu sendiri jika mengingat itu. Tadi aku reflek berteriak mendukungnya.

“Jong Eun” Taemin tiba-tiba saja datang sambil menyerahkan se cup moccacino kepadaku “Ayo pulang sudah sore”

“Ne” aku kembali menatap Minho oppa sebentar “Aku pulang dulu, oppa”

“Ne, hati-hati  Ja.. mmh.. maksudku hati-hati Jong Eun~ah!”

Aku tersenyum pelan sambil beranjak pergi mengikuti Taemin yang sudah terlebih dahulu berjalan didepanku.

“Jong Eun..” tiba-tiba aku merasakan Minho oppa menarik tanganku “tunggu sebentar”

“Hmm?”

“Mian.. mianhae” katanya sedikit tertahan.

Aku menarik nafas pelan. Akhirnya kata-kata itu terlepas juga dari mulutnya secara langsung, walaupun Ia sudah berulang kali mengucapkan kata maaf ditelfon sewaktu Ia memutuskan hubungan kami, tetapi sekarang sepertinya berbeda. Ini pertama kalinya Ia meminta maaf padaku secara langsung.

Dan entah mengapa hatiku terasa sangat sakit ketika Minho oppa mengatakannya dengan wajah sedih. Aku seperti ingin berjuang mendapatkannya kembali, mengatakan padanya kalau aku tidak apa-apa jika Ia menyakitiku berulang kali, aku tidak pernah marah padanya, aku ingin kami mulai semuanya dari awal lagi, tetapi itu semua terasa sangat tidak mungkin untukku.

Ya sadarlah Kim Jong Eun, Ia sudah memiliki Rae Na, orang yang bisa mengerti dia sepenuhnya, orang yang lebih baik darimu.

“Mian? untuk apa? Kau tidak salah apapun, oppa!” kataku dengan air mata yang nyaris tumpah, haish aku rasa bendungan air mataku sebentar lagi akan roboh. Tapi aku harus terus menahannya.

Minho menatapku putus asa, aku tidak pernah melihat tatapan ini sebelumnya. “Aku tidak bermaksud-“

“Oppa, gwaenchana” aku memotong kalimatnya “Aku tau ini semua tidak sepenuhnya salahmu. Aku tau, mungkin aku bukanlah yeoja yang baik untukmu, yang tidak bisa mengertimu, yang tidak selalu hadir disaat kau butuh, oleh karena itu kau berpaling” aku mengigit keras-keras bibir bawahku agar air mataku tidak tumpah sekarang Ttapi aku dapat menerima itu semua sekarang, aku yakin Rae Na adalah orang yang tepat untukmu”

“Jong Eun~ah ini semua tidak seperti..”

“Aku mengenal Rae Na cukup lama. Dia sahabatku. Aku tau orang seperti apa dia. Dia sangat baik, dan kalau sudah sayang sama seseorang, Ia pasti akan menyayangi orang itu dengan sepenuh hatinya”

“Tapi..”

“Kumohon, jangan sakiti perasaannya. Aku tau Rae Na sangat menyayangimu” kataku sambil melangkah pergi, kembali menyusul Taemin “oh iya” kataku sambil berbalik “kalian yang awet ya” sahutku lalu mengedip dan berlari secepat mungkin menjauhi Minho. Tentunya dengan air mata yang sudah membasahi pipiku.

***

“Jangan menangis” Taemin mengulurkan tissue kepadaku ketika kami sudah berada di bus dalam perjalanan pulang bersamanya.

“Gwaenchana” kataku sambil mengelap air mataku.

“Kenapa kau harus selalu menangis karenanya?”

Aku menatap Taemin heran sambil tersenyum pelan. “Ini yang terakhir, aku janji” aku kemudian merebahkan kepalaku pada pundak Taemin.

“Aku tidak yakin” Taemin sepertinya meragukanku “kenapa ini yang terakhir?”

“Karena aku…. ingin melupakannya”

***

Minho POV

Aku memandangi kepergiannya. Entah mengapa aku merasakan seluruh hatiku sakit sekali melihatnya pergi dari sisiku. Ya aku mungkin baru menyadari kalau aku masih mencintainya. Aku memang mencintainya. Dan kenyataannya, aku memang sangat mencintainya.  Aku bodoh. Aku memang bodoh. Aku memang Choi Minho yang bodoh. Aku telah menyia-nyiakan Jong Eun.

“Oppa” kudengar kini suara Rae Na mendekat “Chukae, kau menang!”

Aku tidak menjawabnya.

“Kita harus merayakan keberhasilan ini, kkaja!” Rae Na sudah menarik tanganku untuk segera pergi tapi aku meyibakan tanganku darinya.

“Rae Na” kataku sambil memandangnya. Aku sudah meyakinkan diriku untuk mengatakan ini. Aku rasa sekaranglah waktunya menjelaskan kesalahpahaman ini.

“Ne..” Rae Na seperti minta kelanjutan dari kalimatku.

“Aku rasa, kau salah menilai hubungan kita selama ini…”

“Mwo?!” aku lihat Rae Na begitu terkejut dengan kata-kataku barusan.

“Ne. Aku dan kau tidak pernah berpacaran kan? Kita hanya berteman!”

“YA OPPA!” Rae Na menatapku kesal “Apa dia menghasutmu lagi agar kau kembali padanya? Haish dasar!!”

“Berhentilah berburuk sangka padanya. Lagipula aku tidak pernah memintamu menjadi yeojachinguku kan? Kedekatan kita selama ini hanya sebagai teman biasa. Aku tidak pernah menganggapmu lebih dari pada itu. Mungkin kau berpikir aku ini jahat, tapi asal kau tahu aku juga tidak meningikan ini semua terjadi. Kau yang mendekatiku dan mengatakan pada semua orang kalau kita berpacaran, jadi siapa yang memulai ini semua?”

“Oppa, mengapa kau tega melakukan ini?”

“Mian. Hanya itu yang dapat ku katakan padamu Park Rae Na. maaf atas kekeliruan selama ini, maaf atas kesalahpahaman antara kita dan maaf karena aku sudah membuatmu merasa seperti dipermainkan. Aku benar-benar meminta maaf atas ini semua.”

“Ya, apa hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutmu?”

“Ne. Mianhae”

Kulihat Rae Na sudah menangis sekarang dan itu semakin membuat aku semakin bersalah.

“Baiklah jika itu maumu, aku kabulkan. Kita berakhir disini!” Ia mengelap air matanya dengan tangannya. “Tapi kalau kau pikir kau bisa kembali pada Jong Eun setelah semua yang terjadi, kau salah besar. Ia sudah memiliki Taemin sekarang!” kata Rae Na seraya pergi meninggalkanku.

Aku tersenyum getir.

Taemin ya?

Ya, aku tau akan hal itu.

***

Jong Eun POV

drrrt… drrrt.. drrt..

Terdengar suara getaran handphoneku yang kuletakan diatas meja. Bunyi getaran itu ternyata cukup sukses membangunkanku dari tidurku. Perlahan tangan kecilku menyusup keluar dari selimut, meraba-raba meja tempat aku meletakan handphoneku yang kebetulan berada tepat disamping tempat tidurku.

Begitu aku berhasil meraih handphoneku, mataku memicing langsung kearah lcd yang sudah tertera avatar Taemin bergerak-gerak disana, tanpa ragu aku langsung membuka sebuah pesan singkat yang Taemin kirim untukku.

From : my super Taeminnie~

Annyeong, bangun! bangun! dan turun ke bawah, aku sedang sarapan bersama Jonghyun hyung 😀

Keningku berkerut seketika, kulihat jam di layar handphoneku yang baru menunjukan pukul 8 pagi.

Haish tumben sekali Taemin datang pagi-pagi ke rumahku.

Walaupun malas aku tetap memaksakan mataku agar terbuka, aku langsung berjalan menuju kamar mandi dan berniat mencuci muka. Setelah itu akupun segera turun menuju meja makan. Kulihat Taemin serta Jonghyun oppa langsung menyambutku hangat.

“Ah akhirnya bangun juga, kalau begitu ayo kita makan, aku sudah lapar~” Jonghyun oppa langsung menarikku agar duduk di kursi.

Aku takjub melihat ada banyak makanan enak tersedia di meja makan. Mulai dari kimbap, bibimbap, kimchi, bulgogi, sup kepiting, pizza, spagetti dan sup rumput laut.

“Heh kalian gila, siapa yang sanggup menghabiskan makanan sebanyak ini?” aku hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Jangan protes! Taemin dan aku sudah berusaha memasaknya dari jam 3 pagi, jadi kau makan saja!!!” Jonghyun oppa sudah mulai menyumpit nasinya dan dimasukan banyak-banyak ke dalam mulutnya.

Taemin tersenyum sambil menyodorkan pizza kearahku “Untukmu, makanlah!”

Aku yang memang sangat menyukai pizza tanpa ragu pun melahapnya, dan ternyata rasanya sangat enak. Jika benar Taemin dan Jonghyun oppa yang memasak pizza seenak ini, aku akan minta dibuatkan setiap hari.

“Bagaimana, enak?” aku mengangguk.

“Enak sekali. Ini serius kalian yang buat, rasanya tidak kalah dengan pizza di toko”

“Ani, yang itu beli”

“Lalu yang buat yang mana?” aku mencoba menebak-nebak “pasti bulgogi ya?”

“Ani, itu beli juga” sambung Taemin.

“Ah pasti kimbap?”

“Itu beli juga”

“Mwo, lalu yang mana yang buatan kalian?”

“Tidak disini, tapi di dapur”

“Mwo? Kenapa hanya disimpan di dapur?”

“Tadi itu aku belum selesai bicara” Jonghyun oppa kini bicara dengan mulut penuh bibimbap “Aku dan Taemin mencoba membuat makanan tapi kami merusaknya, rasanya sangat buruk, aku rasa itu lebih cocok disebut racun yang mematikan dari pada makanan, tapi kalau kau mau mencobanya, masih ada di dapur, aku melarang Taemin membuangnya, karena kupikir kau kan pemakan segalanya, entah itu enak atau tidak, pasti kau makan”

Aku menatap Jonghyun oppa kesal, seenaknya saja bicara, memangnya aku apa pemakan segala?!

“Lalu, ini semua?”

Taemin tertawa kecil sambil menatapku dengan wajah polosnya “Hehe kau kenal ahjumma Choi yang punya toko restaurant di depan gang kan?”

“Mwo? Jadi kalian beli padanya? Tapi memang sudah buka, ini baru jam setengah sembilan?”

Jonghyun oppa kini membenarkan posisi duduknya sambil menatapku dengan tatapan khasnya jika sedang merayu yeoja.

“Jangan panggil aku Kim Jonghyun jika tidak bisa melakukan ini semua”

Aku langsung melebarkan mataku “Kau… kau merayu ahjumma Choi?”

“YA!” Seketika Ia menjitak kepalaku “kau pikir aku apa merayunya?”

“Lalu?!”

“Kau kenal Choi Je Soo?”

Aku berpikir sejenak “Itu anak ahjumma Choi kan? Mwo… jangan bilang kau..”

“Guere, Je Soo itu sangat tergila-gila padaku, jadi ya kumanfaatkan saja kesempatan bagus ini, aku menyuruh ummanya masak ini semua, dan aku membayarnya duakali lipat serta aku mengajaknya berkencan nanti malam!”

“Haish oppa kau jahat, kasian Je Soo onnie hanya kau manfaatkan?”

“Manfaatkan apa, aku kan membayar harga duakali lipat dan dia juga jadi bisa pergi dengan orang yang ia suka, tidak ada yang dirugikan, ini namanya hubungan mutualisme”

“Ya ya ya terserah kau saja!” aku mulai menyendok bibimbap dan memasukannya ke dalam mulut.

“Jangan makan itu, makan yang ini saja” Taemin sudah menggeser mangkuk sup rumput laut kearahku.

Aku mengerutkan kening sebentar.

“Saengil chukahamnida, Kim Jong Eun” Taemin sudah mengucapkam selamat ulangtahun sebelum sempat aku mencerna maksud ia memberikanku sup rumput laut. Aku menepuk jidatku sendiri, kenapa aku bisa lupa hari ulang tahunku sendiri?

“Haha.. aku..”

“Ya kau pikir makanan ini semua untuk apa?” Jonghyun oppa kini sudah menyalahkan lilin berangka 18 diatas kue yang aku tak tau darimana asalnya, tiba-tiba sudah ada diatas meja.

“Oppa!!!” aku berteriak senang, ternyata mereka menginggat hari ulangtahunku.

“Ayo tiup lilinya” Jonghyun oppa langsung menyerahkan kue kearahku untuk ku tiup.

“Chamkkanmanyo” Taemin mencegahku “kau harus make a wish dulu!”

Oh iya, aku lupa. Baiklah, aku mulai memejamkan mataku dan menyebutkan keinginan dalam hati.

Ya Tuhan, tolong jangan biarkan orang-orang yang kucintai meninggalkanku lagi.

Setelah memohon permintaan, aku langsung meniup lilin yang kemudian disambut oleh tepuk tangan Jonghyun oppa dan Taemin.

“Ahhh.. gumawo ya sudah ingat ulang tahunku. Tapi kenapa harus pagi-pagi sekali?”

“Karena nanti malam aku sudah berangkat ke Belgia” ucap Taemin sambil sibuk mengaduk-aduk minumannya.

Mwoya? Aku hampir mati mendadak. Taemin ke Belgia? Untuk apa? Apakah ia akan tinggal disana, bersama kedua orangtuanya?

“Bel.. Belgia?”

Taemin mengangguk mantap.

“Aku berangkat nanti sore”

“Ken.. kenapa secepat itu?” Mendadak aku lemas, aku baru saja meminta agar orang-orang yang kucintai tidak meninggalkanku lagi, tetapi kenapa sekarang Taemin akan pergi ke Belgia?

“Kau kenapa, kau takut kehilangannya ya?” goda Jonghyun oppa.

Aku menggeleng pelan. Tapi jujur saja, aku memang takut kehilangannya. Aku baru saja kehilangan Minho oppa, kini sahabatku ingin meninggalkanku juga?

“Ah mengakulah Jong Eun~ah, kau menyukai Taemin ya?”

“OPPA!” aku melotot “mana mungkin, Taemin itu sahabatku, aku hanya tidak ingin dia pergi”

“Kalau kau tidak mau Taemin pergi, lakukan sesuatulah” dengan santainya Jonghyun oppa melahap buah stroberi dari kue ulangtahunku, entahlah kenapa dari tadi ia makan terus.

“Aku harus apa?” aku menunduk lemah, kemudian aku menatap Taemin yang sedang senyam-senyum tidak jelas “Taemin-ah, jangan pergi, jebal…”

“Kenapa aku harus bertahan disini?”

“Karena, karena aku tidak ingin kau pergi, aku membutuhkanmu, kumohon, tetap lah disisiku”

Suasana hening sejenak, tetapi beberapa detik kemudian Taemin dan Jonghyun oppa tertawa bersama. Aku yang awalnya bingung, kini jadi mengerti kalau mereka hanya mengerjaiku. Haish dasar!!!

“YA! KALIAN MENGERJAIKU?!”

“Akhirnya kau mengakuinya”

“Haish, mengakui apa” aku mulai memukul-mukul tubuh Taemin kesal “kalau begitu kutarik kata-kataku yang barusan!”

“Mwo, mana bisa begitu?!” Taemin kini memegangi tanganku agar aku tidak bisa memukulnya lagi “kau sendiri yang meminta agar aku tetap berada disisimu”

“Ya ya ya, kalian curang!”

“Tapi aku serius, aku akan ke Belgia sore ini, ummaku sakit jadi aku harus menjenguknya, tenang saja aku tidak tinggal disana Jong Eun-ah”

Aku mulai cemberut. Dasar, harusnya ia bilang dari tadi!

“Oleh karena itu aku merayakan ultahmu pagi ini, dan sekarang aku juga ingin mengajakmu pergi, kau mau tidak?”

“Kemana?”

“Kemanapun yang kau mau, ini harimu, kau yang menentukan!”

“Baiklah aku ganti baju dulu, tunggu sebentar ya” aku beranjak pergi tapi Jonghyun oppa mentapaku menyebalkan.

“Aku tidak diajak?”

“Tidak ada undangan untuk orang yang menyebalkan!”

“YA! aku memang menyebalkan, kau baru tau?” ia kini berjalan menghampiriku “tapi aku gantengkan?” katanya seraya mengoleskan krim kue ulangtahun kewajahku.

“JONGHYUN OPPA!”

***

“Waaaah” aku menatap takjub pemandangan disekelilingku. Sebuah taman kecil didekat SMP ku dulu kini telah dirubah menjadi tempat yang sangat indah dengan beberapa hiasan bunga disana sini.

“Kau ingat tempat ini?” Taemin sudah menarikku duduk dibangku taman “ini tempat pertama kali kita bertemu”

“Ya aku ingat, semua terekam disini” aku menunjuk kepalaku “kau di bully sunbae-sunbae itu, dan aku datang menolongmu, ya kan?”

“Haish jangan sebut yang itu!” Taemin sudah menjitak kepalaku pelan “kau lupa akhirnya siapa yang menangis?”

“Ne” aku mengangguk malu jika mengingat itu. Aku datang mencoba menolong Taemin, tapi akhirnya sunbae-sunbae itu malah balas membullyku sampai aku menangis, kemudian Taemin datang melindungiku, aku ingat dia terkena pukulan beberapa kali demi melindungiku, sampai akhirnya kami berdua menangis bersama, dan sunbae itu malah berbalik minta maaf saking paniknya telah membuat dua orang sekaligus menangis.

“Sudahlah jangan diingat, itu salah satu aibku, masa aku menangis juga, itu gara-gara kau!”

“Mian” aku menatap sekelilingku sekali lagi “tempat ini sangat bersejarah untuk kita ya, saat kau pulang dari Amerika beberapa tahun yang lalu, kita juga bertemu disini kan?”

“Ne, maka itu aku mengajakmu kesini, aku ingin kembali mengingat itu semua” Taemin menerawang jauh kearah langit-langit “aku ingin kau selalu mengingatku”

“Mwoya?” aku menatapnya tak percaya “tentu saja aku selalu mengingatmu, kau itu sahabatku, Taemin-ah”

Kulihat raut wajah Taemin berubah, entahlah itu hanya perasaanku saja atau bagaimana.

“Geure, sahabat. Ya, kita sahabat ya” Taemin tersenyum kepadaku, tapi aku merasa senyumnya aneh, bukan seperti senyum yang biasa.

Dan entah kenapa aku juga jadi merasa aneh dengan perasaanku. Kata-kata ‘sahabat’ teraga begitu menyakitkan untukku. Benarkah hanya sebatas sahabat?

Haish Kim Jong Eun apa yang kau pikirkan! Dari dulu dia memang sahabatku!

“Habis ini kau mau kemana lagi, aku masih punya waktu sekitar dua jam sebelum pergi”

Aku menatap matanya yang sendu itu. Entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku mengapa jadi takut kehilangan dia ya? Ya walaupun aku tau dia hanya akan pergi dua atau tiga hari saja, tapi kenapa aku jadi sekhawatir ini? Apa aku… menyukainya? Apa iya aku mencintai sahabatku sendiri? Secepat inikah perasaanku berubah?

“Ya kenapa kau menatapku seperti itu?” suara Taemin membuyarkan lamunanku “kau mau kemana?” tanyanya sekali lagi.

“Disini saja, berdua denganmu~” kataku sambil menyenderkan pundakku dibahunya.

***

Setelah puas mengobrol banyak hal, akhirnya Taemin langsung melesat ke Incheon, sedang aku terpaksa pulang sendirian. Ya, tidak masalah sih, pasalnya kalau Taemin mengantarku pulang telebih dahulu, nanti ia ketinggalan pesawat.

Ya, aku senang sekali hari ini. Di ulangtahunku yang ke 18 aku masih memiliki orang-orang yang perduli padaku.

Drrrt.. Drrrt.. Drrrt

Kini handphoneku begetar, avatar Minho oppa yang muncul di lcdku. Ada pesan singkat darinya yang ternyata berisi ucapan selamat ulangtahun untukku. Ternyata ia juga menginggatnya, kupikir tidak. Setelah membalas smsnya dengan ucapan terimakasih, aku kembali melanjutkan perjalanan pulangku. Tetapi entah mengapa aku merasakan ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Awalnya aku biasa saja, tetapi lama-lama orang itu semakin mendekat kearahku.

Aku menatap orang itu panik, orang itu sangat menyeramkan dengan baju hitam-hitam serta masker hitam yang menutupi wajahnya. Terlihat matanya dirias dengan sifat hitam yang membuat ia makin menyeramkan. Aku yang saat itu tidak mampu berpikir panjang langsung berlari sekencang-kencangnya, namun dari arah yang tak terduga kini sebuah motor sport merah melaju kencang kearahku yang tak mampu lagi menghindar. Aku terjatuh, terpental keaspal. Seketika rasa sakit menjalar keseluruh tubuhku.

Dengan segenap kemampuanku, aku berusaha untuk bangkit, tetapi si pengendara motor itu kembali mengarahkan motornya untuk menabrakku. Aku yang tak punya tenaga untuk mengindar lagi, hanya mampu pasrah sambil teriak menutupi wajahku dengan tangan.

Tapi ternyata motor itu tidak menabrakku, si pengendara motor itu menghentikan motornya tepat di berapa centimeter dariku. Ia kemudian membuka helmnya dan menatapku sinis.

“Ke… Key oppa?!” aku dengan seluruh tenaga yang tersisa menyebut nama si pengendara motor yang tadi menabrakku, tetapi Key hanya menatapku meremehkan.

“Sampaikan salamku pada oppamu” katanya seraya melesat pergi meninggalkanku yang kini terkapar lemah di jalan. Dan kulihat orang misterius yang menguntitku tadi juga ikut pergi bersama Key oppa.

Aku tidak tau apa yang terjadi saat itu. Yang aku tau kini aku tidak mampu bergerak lagi, aku rasa aku akan segera mati secepatnya.

***

“Jong Eun-ah, kau sudah sadar?” samar aku mendengar suara seseorang yang sangat familiar untukku. Aku mencoba membuka mataku, tetapi sulit sekali, kepalaku juga terasa sakit. “Gwaenchana?”

Aku tak punya kemampuan untuk bersuara, aku hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

“Kau kenapa bisa seperti ini?”

Aku masih tak menghiraukan suara itu. Aku masih terus berusaha membuka mataku. Sampai akhirnya perlahan-lahan aku melihat sebuah kamar bernuansa biru yang dapat kukenali siapa pemiliknya. Benar saja, kini Minho oppa sudah berdiri didepanku sambil menyerahkan segelas air.

“Minum dulu” ia membantuku meneguk sedikit air “tadi ada yang menemukanmu tergeletak di jalan, kemudian ia menghubungiku lewat ponselmu, karena kotak masuk pesanmu yang terakhir adalah dariku. Sebenarnya kau kenapa, apa yang membuatmu begini?”

Aku menggeleng lemah, air mataku sudah mengalir, Minho oppa tiba-tiba saja langsung memelukku, berusaha menenangkanku.

“Haish, mianhae, aku seharusnya tidak menanyakan itu, aku tau kau masih shock”

“Op.. oppa” aku semakin terisak didalam pelukannya. Entah kenapa aku jadi secengeng ini, aku lemah sekali. “Oppa, aku kira aku sudah mati”

“Haish kau bicara apa sih?” Minho oppa melepaskan pelukanya, “kau masih shock, sebaiknya kau istirahat dulu ya”

“Andwae, aku mau pulang, aku harus memberitau Jonghyun oppa tentang hal ini” aku berusaha berdiri namun tiba-tiba saja aku terjatuh.

“Jong Eun-ah” Minho oppa langsung berusaha membantuku berdiri, tapi aku menepisnya.

“Aku harus memberitahu Jonghyun oppa” aku berusaha bangkit lagi tapi lagi-lagi aku terjatuh dan kini seluruh kakiku sakit sekali. “aku..” sekuat tenaga aku bangkit lagi, tetapi jatuh lagi dan lagi.

“Haish, kau apa-apaan sih!” Minho oppa tanpa ragu-ragu langsung menggendongku dan mendudukanku diatas tempat tidurnya, ia kemudian mengambil kotak p3k dari lemari dan mulai mengobati lututku dan beberapa luka dikakiku.

“Kau kan bisa menelfonnya” kata Minho oppa kemudian.

“Tidak bisa, aku harus bertemu Jonghyun oppa sekarang, aku takut jika ia sudah..”

“Haish hentikan, nanti ku telfon kau tenang ya, sekarang kuobati dulu lukamu”

“AKU TAKUT JIKA TERJADI SESUATU PADANYA!” teriakanku mengagetkan Minho oppa “oppa, aku harus bertemu Jonghyun oppa sekarang, sebelum Key oppa mencelakainya”

Minho oppa menatapku seketika, kemudia Ia mengerutkan keningnya.

“Key itu siapa?”

Aku seperti sudah tidak punya tenaga lagi untuk menjelaskan asal usul Key oppa ini. Yang jelas, aku hanya khawatir pada Jonghyun oppa saat ini karena sejak kejadian tadi siang, saat Key oppa mencoba menabrakku dengan motornya, aku tau satu hal kalau ia punya dendam pada Jonghyun oppa. Aku hanya takut jika sekarang Key oppa sudah mencelakai Jonghyun oppa.

“Oppa, jebal antarkan aku pulang, aku ingin memastikan Jonghyun oppa baik-baik saja”

“ANDWAE!” Minho oppa kini menatapku tajam dengan wajah yang sangat khawatir “kau masih sakit, Jong Eun, lihat kakimu, bagaimana mungkin aku membiarkan kau pergi dengan kondisi seperti ini, kau mau membunuhku atau bagaimana sih?”

“Oppa, tapi Jonghyun oppa..”

“Jong Eun-ah aku tau kau khawatir padanya, tapi bisakah kau mengkhawatirkan kondisimu juga? Kau, lihat dirimu, kakimu luka parah seperti ini, dan kau tetap ingin memaksakan diri, kau pikir aku tidak khawatir denganmu, kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana?”

Aku hanya bisa mematung tanpa bisa berbicara. Aku melihat ekspresi yang sangat khawatir dari wajah Minho oppa.

“Aku takut kehilanganmu~” katanya sambil kemudian duduk tepat disampingku. Perlahan ia meraih tanganku dan kemudian di gengamnya erat. “kau tau betapa khawatirnya aku ketika mendapat telfon kalau kau terkapar di jalan dengan kondisi kaki yang terluka parah? Kau tau ada berapa banyak air mata ku yang keluar ketika menungguimu tak sadarkan diri? Kau tau betapa takutnya aku kalau sampai tadi kau tak akan pernah bangun lagi, untung saja dokter Shim bilang kalau kau hanya pingsan. Kau tau, kalau aku masih sangat mencintaimu, Jong Eun-ah”

“Oppa~”

“Mianhae Jong Eun-ah, aku tau aku sangat bersalah padamu”

“YA CHOI MINHO!!!” tiba-tiba saja pintu kamar Minho oppa terbuka, kulihat Jonghyun oppa sudah berada dibaliknya. Ia kemudian berlari menghampiri Minho oppa dan kemudian tak segan-segan meninju wajah Minho oppa “KAU APAKAN ADIKKU?!!!”

“OPPA!” aku yang panik langsung memeluk tuhuh Minho oppa agar Jonghyun oppa tidak dapat lagi memukulnya. “HENTIKAN!”

“YA kau apa-apaan sih, kau lihat apa yang telah dia lakukan padamu?”

“Hyung, aku~”

“Minho oppa tidak bersalah, ia yang menolongku! Yang melakukan ini semua Key oppa!!!”

Seketika aku melihat Jonghyun oppa membeku. Wajahnya mendadak pucat pasi.

“Kau bilang apa?”

“Ya, Key oppa yang membuatku begini. Ia sengaja melakukan ini padaku, karena kupikir ia masih menyimpan dendam padamu karena kematian Sunhwa onnie”

Mendadak Jonghyun oppa jatuh ke lantai. Ia langsung memegangi dahinya yang terasa sakit.

“Hyung, gwaenchana?” Minho oppa langsung berlari menghampiri Jonghyun oppa.

“Kibum~” kata Jonghyun oppa sedikit tertahan.

TBC

Oh maaf jika mengecewalan -__- hiya next partnya aku bikin versi Jonghyun dan Sunhwa dulu ya, flashback hubungan mereka biar jelas masalahnya kenapa Key jadi jahat. Terus buat next part HCYSMH nya berarti ditunggu abis flasback Jjong sunhwa ya happy reading J

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Hey, Can You See My Heart – Part 10”

  1. wahhh,,,
    jong eun udah mlai suka ma taemin,,,,
    q pnasaran ma kelnjutannya,,
    brung knari, brung perkutut,,
    yuk mari, lnjuuuutttt….

  2. Akhirnya minho sadar juga kalau ia masih cinta sama si jong eun. Tapi aku sekarang lebih setuju jong eun sama taemin!!
    Minho plin plan sih, ribet.
    Ada apa antara key dan jjongkutercinta?????!?!!!!
    Next part asap thooor!!!!!!!! Fighting!!!

  3. Ah, tuh kaaaaan thor… sekarang aku malah dukung Minho Jongeun!!!!!! XDD
    Tapi.. TAEMIN KASIHANNN HUEEEEEEEEEEEEEE

    GIMANA DONK?? AKU MESTI DUKUNG SAPA????? TT.TT

    ASAP YAHH THOR!!!! *ups, mian capslock jebol* XDDD

  4. AKU DUKUNG ??? *brenti mikir dulu*
    MINHO AMA JONG EUN hehehehe *cz minho bkn bias aye kk~ gada hubungannya kale’
    MINHO KAU HARUS AMA EUN EUN YAAH *nama panggilan sayang ke jong eun PLak*
    jebaaaall,klo kupilih niih taemin ama sapa gtooh hehehehe

  5. Ayoo chingu terus lnjutkan , aku jg pnasaran tntng kisah na jjong ,
    Trus orng yg d bonceng key , yg ngikuting jong eun itu sypa ?? Hehehee

    Lnjutt trusss .. Ơ̴̴͡.̮Ơ̴̴͡

  6. huwaa sebenernya apa yg terjadi sih ?! kenapa key jdi jahat gitu ?!!
    yg ngikutin jong eun siapa ?
    ya ampun .. gila key bener2 jahat disini ..
    ngak mau…ngak mau.. eh tapi keren juga sih .. #plak!!

    lanjutannya thor .. keren abis sss.

  7. eiiittsss mwo?! jong eun sama taemin?
    tapi gimana kalo jong eun balik lagi sama minho? karena minho udah sadar perasaannya yang sebenernya, apa jongeun bakal nerima lagi minho? ato malah sama taemin???

    terus key? *ajirnya muncul juga!!* jahat banget siihh

    di tunggu lanjutannya thor :))

    HWAITING!!!

  8. key jadi jahat, seru juga tuh. nae yeobo biar jahat atau apapun aku tetap suka kok *hueek readernya muntah masal*

    duh, tadinya di part2 sebelumnya udah bener2 kesel sama minho. tapi pas disini dia udah nyeselin semua perbuatannya dan pengen balik lagi sama jong eun kasian juga sih. walaupun aku ttp dukung taemin.

    oh ya pesan buat rae na : makan tuh cinta! makanya jadi temen jgn makan temen.emang enak dibuang sama minho! egois dasar *emosi tingkat akut*

    sekian thor, next partnya cepet yaaa

  9. berarti yg celakain jjong waktu tu jg key dong. . . . .
    Jong Eun sama Minho aja, aku sedikit ngak rela jong Eun ma taemin walaupun taemin baik n minho udah nyakitin jong eun. . . .
    aku udah kecantol Jong Eun n Minho couple. . . . . . . .

  10. wah…jadi penasaran sama sunhwa, meninggal kenapa ya??
    Pokoknya aku bakal tetep dukung taemin.. Sama taemin aja ya thor ! 😀
    Abis biarpun aku kasian ama minho tapi lebih ga tega sama taemin..
    Ditunggu next part

  11. waduuuuuh maaf ya blm bisa balesin satu satu nih commentsnya.. Makasih ya semua yg udah coment *hug* endingnya jongeun sama taem apa minho ya? Mhmm banyak yg minta minho tp byk jg yg minta taemin ya.. Hayo tebak sama siapa kira2.. 🙂

  12. Minhoooooooo :3:3:3
    Aaaaaaa jong eun jangan suka sama taem doonggggg!!!!
    Itu minhonya masih sukaaaaa
    Key kenapa sih? Sunhwa siapa-_-

  13. JANGAAAAN BILANG ENDINGNYAAAA JONG EUN SAMAA MINHO !!!
    HARUS SAMA TAEMIN !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s