Would You Please: My Feeling [4]

Title : Would You Please[PART 4]-My Feeling

Author : Erika Putri Dhiwanti

Main Cast : Lee Jinki, Kim Hana

Support Cast : Song Hyomin,Kim Kibum,Kim Jonghyun.

Length : Sequel

Genre : Romance,Friendship

Rating :  PG-17

 

JINKI POV

Aku sengaja memarkirkan mobil agak jauh dari rumah Hana. Taku kalau nanti dia melihatku,dia akan masuk rumah lagi. tapi coba tebak apa yang kulihat,Hana pulang jalan kaki dan badannya kehujanan! Rasa cemas langsung menyelimutiku. Aku tidak dapat melihat jelas Hana sekarang karna mataku ini minus. Akan tetapi dari kejauhan ini bisa kulihat kalau Hana agak sesenggukan. Benar rupanya,dia menangis di tengah hujan.

Saat hendak menghampirinya,aku melihat seseorang keluar dari dalam rumahnya. Namja!?! Siapa dia? Bukankah Hana anak tunggal? Lalu siapa laki-laki itu? dia memayungi Hana,lalu tak berapa lama berselang dia memeluk Hana! Berani sekali dia! Kenapa Hana justru terlihat nyaman bersamanya? Hana tidak melepas pelukan itu sama sekali. Setelah itu namja tersebut membawa Hana masuk. Eh.. tunggu dulu. Parasaan apa ini? Dulu aku tidak peduli dengannya. Aku bahkan memanfaatkannya. Aku Cuma menjadikan Hana umpan agar Hyomin dekat denganku kan? Dan itu tidak berhasil.

“Aiisshh!!!!”pekikku. Hatiku panas! Aku tak rela Hana di peluk begitu.

Aku benci! Aku benci! aku benci!. Karna tidak tahan lama-lama melihat  adegan itu!. aku pun tancap gas ke bar langganan ku,mungkin Jjong ada disana.

JONGHYUN POV

“Astaga Jinki~.. kenapa kau ini,huh? Cukup! Berhentilah minum!”perintahku pada Jinki.

“Jjong-ah… aku bodoh sekali.”ujarnya pelan. Badannya tidak bisa tegak lagi,dia berpangku pada meja bar yang kami tempati.

“Hei.. kubilang berhenti minum! Kau mabuk!”seruku saat Jinki hendak menegak gelas minumnya yang ke tujuh. Gila rupanya dia ini! Sudah tau tidak bisa minum malah mabuk begini.

“Aaahh!! Lepaskan aku! Aku ingin minum! Jangan halangi aku Jjong.. Hana-ah~.. mianhae..”gumamnya. apa tadi dia bilang? Hana-ah?  Hmm.. ada apa ini? Mumpung mabuk ku introgasi saja dia.

“Kau kenapa Jinki? ayo,ceritalah padaku. Hana? Dia kenapa?”

“Mianhae Hana-ah.. aku tak tau kalau ini akan sangat menyakitimu. Aku pria yang buruk!”rutuknya.

“Apa yang Hana lakukan sampai kau jadi seperti ini Jinki-ya?”selidikku lagi

“Hana.. dia… Hiks.. Hiks… dia bilang kalau dia tau aku menyukai Hyomin dan hanya menjadikannya batu loncatan. Dia minta putus denganku.. hiks.” MWORAGO?? Darimana Hana tau itu? dan… ini sebuah keajaiban! Seorang Lee Jinki menangis gara-gara seorang gadis. Apa ini berarti dia mulai mencintai Hana?

“Kapan dia minta putus darimu?”

“Tadi.. dan aku bodoh sudah membuatnya menungguku terlalu lama. Aku pria yang jahat. Dia bahkan baik sekali mau membelikanku makan. Dia selalu begit-“

Bruk! Belum sempat dia melanjutkan,tubuhnya merosot ke lantai. Dia pingsan. Aku pun langsung membopongnya. Meski tak pingsan sepenuhnya,dia jalan terhuyung kesana kemari. Membuatku repot saja anak ini!

***

AUTHOR POV

Dua minggu kemudian…

“Hana.. cepat habiskan makananmu. Nanti keburu dingin.”titah Kibum saat melihat Hana Cuma mengaduk-aduk pasta favoritnya. Mereka di sebuah retoran sekarang.

“Aku tak lapar Kibum-ah.”sahutnya

“Tetap paksakan! Porsi makanmu akhir-akhir ini memburuk. Lihat badanmu itu,kurus! Aaigo~ kau ini manusia atau batang kayu? Itu kan makanan favoritmu. Apa kau mau diganti? Punyaku?”tawar Kibum. Hana menggeleng.

“Tidak terima kasih. Kau cepat habiskan makananmu. Aku mau cepat pulang dan beristirahat.”ucap Hana pelan.

“Kenapa harus pulang sekarang? Ini kan masih siang. Sudah ku sogok pakai baju dan sepatu baru kau masih tega membuatku galau di rumah? Ayolah~.. temani aku jalan-jalan.. ya.. ya.. ya.. lagi pula kau butuh penyegaran. Memang kau tak bosan dirumah terus?”Kibum mengeluarkan jurus mematikannya,puppy eyes.

“Hhh.. baiklah. Tapi cepat habiskan itu.”Hana menunjuk seporsi pasta udang di depan Kibum.

“Oke! Kau juga makan!”

“Ne~.”sahut Hana singkat.

JINKI POV

Temui rekan bisnis appa di restoran pasta milik Tuan Kang. Kau harus mulai memikirkan masa depanmu dan juga perusahaan.

Kata-kata appa terus teringang di kepalaku. Hh.. inilah nasib kalau kau menjadi pewaris tunggal perusahaan besar Korea. Hidupmu tak jauh dari yang namanya urusan bisnis,bisnis dan bisnis. Aku juga terpaksa mengambil kuliah jurusan Management  Business. Semua rancangan appa ku. Aku ini bukan robot appa!! Tapi mau gimana lagi,ini tanggung jawabku.

Aku memasuki restoran pasta yang di sebut appa tadi. Memutar kepalaku untuk mencari rekan bisnis appa itu. appa bilang rekannya itu memakai jas abu-abu. Dan,aaahh.. dapat. Hanya satu orang yang memakai jas abu-abu disini. Tak salah lagi. itu pasti dia!

Saat melangkah menuju tempat sang rekan bisnis,aku malah berhenti. Melihat sesosok gadis bertubuh mungil di hadapanku. Dia memakai dress selutut berwarna biru langit,sepatu hak yang tidak terlalu tinggi dan pita di atas kepalanya sebagai pemanis.

“Hana-ah~..”kataku pelan.

Hana tampak kaget melihatku,”San.. sanbae?”sahutnya. untuk beberapa saat kami terdiam. Cuma Sali ng tatap.

“Hana-ah… Ak-“

“Aah.. sanbae.. kenalkan,ini Kibum,tunanganku..”ujarnya sambil menunjuk seorang namja yang berada tepat di sampingnya. Namja itu memasang ekspresi kaget.

“Kibum-ah.. kenalkan,dia.. Lee Jinki. Sanbae ku di kampus.” Sejurus kemudian dia menunduk.

“Ohh.. Mianhae.. kenalkan,aku Kibum,Kim Kibum. Senang berkenalan dengan anda Jinki-ssi.” Namja bernama Kibum itu mengulurkan tangannya kepadaku. Tapi aku tak membalasnya. Aku masih memandangi Hana.

“A-ah igo… Kalau tak mau kenalan ya sudah.”gerutunya pelan. Aku bisa mendengarnya tau!

“Ayo Kibum-ah. Kita pergi. Permisi sanbae.”Hana menggenggam erat tangan kiri Kibum dan menariknya keluar restoran. Aku melihat kearah tangannya. Apa itu? kenapa biru begitu? Tangan Hana memar?

Aku baru mau menyusul Hana,tapi sebuah panggilan dari arah belakang terdengar olehku..

“Lee Jinki-ssi. Sudah kutebak itu pasti kau. Ayo kemarilah,jangan Cuma berdiri di sana.”.  Dengan langksh lesu aku menuju orang itu… rekan bisnis appa..

*** 

KIBUM POV

“Apa yang kau lakukan barusan,huh?”sentakku saat berada dengan Hana di mobil. Hana tetap menunduk. Seperti menahan tangisnya.

“Kau bilang aku apa? Tunanganmu? Ya Tuhan.. dia itu kekasihmu! Kau gila mengatakan itu!”

“Kau tenang saja Kibum-ah. Dia tidak akan perduli dan berpikiran macam-macam. Toh dia juga tak suka padaku.”kata Hana. Kini kulihat air mata turun membasahi pipinya.

Aku tak mengerti maksudnya,”Apa maksudmu? Tidak menyukaimu bagaimana? Dia namjachingumu kan? Yang kau ceritakan padaku. Lee Jinki itu kan?”tanya ku panjang lebar.

Hana hanya mengangguk,air mata itu semakin deras mengalir. Aku makin tak tega.

“Jinki sanbae.. dia.. dari awal tak menyukaiku. Dia menyukai temanku,Hyomin. Bukan aku..” nafas Hana sedikit tersengal saat menjelaskannya. Hyomin? Siapa itu?

Lalu aku menghentikan mobil di sebuah danau,dulu aku dan Hana sering datang kemari. Di tempat itu Hana menceritakan semuanya. Dari awal sampai akhir. Hari dimana dia mengurung diri dan akhirnya pingsan. Juga hari ketika dia pulang hujan-hujanan waktu itu. baru ku tau kalau malam itu Hana meminta berpisah dari Jinki. Namja brengsek itu! berani-beraninya dia melukai sahabatku!!!! Tidak akan ku ampuni kau Lee Jinki!!!!!!!!!!

“Dan satu lagi Kibum. Sudah kupikir baik-baik tentang ini. Aku ingin ikut kau ke Jerman. Melanjutkan kuliah ku disana.”

“MWO?” sahutku.

***

HYOMIN POV

Fuiiihhh… leganya~. Praktek membantu dokterku telah usai.. tak kusangka menjadi seorang dokter di daerah terpencil benar-benar sulit. Tapi aku senang,aku menemui banyak orang disana. Setidaknya aku jadi mengerti sifat banyak orang. Pantas saja Hana suka mempelajari pribadi orang lain. Aahh… bicara soal Hana,apa yang sedang di lakukan bocah itu ya? Aku jadi penasaran. Hihihihi.. ku telepon dia sajalah.

Tuuutt..ttuuutt…tttuuuuttt…

“Yeoboseyo?”

Aha! Ini suara Hana. Tapi kenapa suaranya serak? Dia sakit kah?

“Yeoboseyo~~.. Hana-ah.. Aigo~. Bogoshipo~. Aku baru saja pulang. Tapi aku justru langsung menghubungimu. Kekekekeke…”

“Aahh.. kau pasti lelah,lekaslah istirahat. Jangan sampai kau sakit. Mana boleh seorang dokter jatuh sakit. Nanti yang obatin siapa?”ujarnya. Ini aneh,Hana tak seriang dan ceria biasanya.

“Yaa!! Dokter juga manusia tau! Masa tidak boleh dokter sakit. Lagipula kan kalau sakit ada kau yang menjaga ku. iya kan?”tanyaku. aku rindu sekali padanya.. ia ku anggap adikku sendiri.

“Ne?”

“Ahahaha… bukan apa-apa. Oh ya,kau sedang apa?”

“Aku? Sedang beres-beres.”jawabnya singkat. Dia ini kenapa sih? Kok ngomongnya irit sekali hari ini.

“Tumben kau beres-beres. Dimana Bibi Im? Bukankah itu tugasnya?”

“Bibi Im ada disini membantuku. Hyomin,sudah ya. Aku tutup dulu teleponnya. Annyeong..”

Ppiiip..

Sambungan terputus tiba-tiba. Ada apa dengannya?  Aahh sudahlah. Mungkin dia sedang repot,batinku.

Ddrrttt…drrrtt…drrttt…

Ada pesan tepat setelah itu,Um? Nomor siapa ini? Kenapa tak ada namanya di kontakku?

From : 0xxxxxxxxxx

Kau yang bernama Song Hyomin? Bisakah kita bertemu sebentar? Ada yang ingin ku bicarakan denganmu. Temui aku di taman kota pukul 19.00 KST. Kim Kibum.

Kim Kibum? Siapa itu? darimana dia tau nomorku? Kenal saja tidak,malah minta ketemu dan bicara. Apa dia mafia penculik? Hhhiii… aku ngeri sendiri.. #_#

***

“Kau yang bernama Song Hyomin?”sebuah suara mengagetkanku. Pria dengan kemeja coklat dan cardigan yang di gulung hingga lengan. Tampan~. Waduuh?? Kenapa aku berpikir begitu Hyomin? Babo! Dia itu penjahat,ingat!

“N-Ne.. aku Song Hyomin. Apa kau Kibum? Yang mengirim pesan padaku tadi?”selidikku

“Iya. Aku Kibum. Duduklah,ada yang mau aku bicarakan.”ujarnya. Nampak sekali dia memerintahku dan aku tidak suka itu! langsung ku hapus pemikiran tentang dia tampan!

“Ada apa?”tanyaku

“Kau kenal Kim Hana?”

“Hana? Tentu saja aku mengenalnya. Aihh.. lumayan lama aku tak jumpa dengannya. Aku rindu.”

“Ccciihh..”dia berdecak,”Rindu katamu? Hah.. yang benar saja! Hana tak pantas mendapat rindu dari orang sepertimu!”

“MWORAGO?” pekikku,aku emosi mendengar kata-katanya,”Siapa aku berani bicara begitu?”

“Aku ini sahabatnya! Dan sebagai seorang sahabat aku tak suka jika Hana terluka karena kalian! Arraseo?!”gertaknya padaku.

“Apa maksudmu? Kalian? Aku tak mengerti Kibum-ssi. Tolong,bicaralah yang jelas.”

“Yeah. Kalian. Kau dan si namja brengsek itu,Lee Jinki! kalian membuat Hana terluka! Sangat terluka!”

“Aku masih tak mengerti.”

Kulihat dia mendengus,”Kau ini bodoh atau bodoh? Karna perasaan Jinki padamu membuat Hana terluka! Apa aku sadar kalau Jinki itu suka padamu,huh? Dia menjadikan Hana kekasihnya agar dekat dan punya kesempatan mengejarmu! Tidakkah kau sadar akan hal itu Hyomin-ssi?”

“Mwo? Jinki sanbae suka padaku? Aku tak tau itu.”

“Sekarang lihat akibatnya. Hana ingin pergi ke Jerman! meninggalkan kenangan buruknya di Korea tentang kalian! Puas kau!”sentaknya di depan wajahku.

“Mwo? Hana akan ke Jerman? ANDWAE!!! Kapan dia akan berangkat?”tanyaku padanya.

“Ccciihh.. untuk apa aku memberitahumu? Apa kau mau menyakiti Hana dengan datang bersama Jinki itu,huh?”serunya

“Yaiisshh!!!!! Kibum-ssi! Kau ini menyebalkan sekali sih! Aku tidak akan pernah melakukan itu! aku tidak suka pada Jinki sanbae! Sekarang cepat katakan padaku kapan Hana akan berangkat ke Jerman! Jebal~”pintaku memelas. Jarang-jarang aku melakukan ini.

Kibum mematung dengan suaraku yang meninggi,”Be-besok. Pasawat pagi pukul 7.”

“Baiklah. Terima kasih Kibum-ssi. Aku pergi dulu!”kataku dan berlari secepat yang aku bisa. Meninggalkan Kibum-ss yang mungkin masih mematung. Aku harus menemui Jinki sanbae!

***

“Aaahhh… leherku sakit..”gumamku dan memijat leherku. semalaman aku menunggu Jinki sanbae di apartemennya,sampai tertidur di depan pintu begini. Memalukan!

“Hyomin?”ada orang yang memangilku. Aku menengok.

“Jinki sanbae!?!”pekikku. Ia tampak lesu dan eerr… haruskah ku katakan? Oke,tak bernyawa!

“Sedang apa kau di depan apartemenku? Ayo,masuklah.”aku menggeleng keras. Menolak tawarannya.

“Waeyo?”tanyanya bingung

“Aiisshh.. sanbae darimana saja sih? Sudah ku tunggu dari malam tau tidak!”seruku. ia mengernyitkan kedua alisnya.

“Sekarang cepatlah ke bandara Incheon! Kalau tidak kau akan menyesal seumur hidupmu!”

“Wae?”

“Hhh… Kim Hana! Dia akan ke Jerman jam 7 pagi ini! Ppali!! Susul dia ke bandara!”

“MWO??? Ke Jerman? Andwae!!! Jam.. jam.. jam berapa sekarang Hyomin-ah?”katanya buru-buru.

Aku melihat jam tanganku,”Pukul 06.30. kau masih punya waktu tiga puluh menit untuk menariknya kembali ke sisimu!”. Seruku. Ia pun segera berlari meninggalkanku. Biarlah.. aku senang setidaknyaa dia langsung bertindak. Tapi kulihat dia memalingkan wajahnya sejenak sebelum masuk ke dalam lift.

“Gomawoyo Hyomin-ah.”serunya .

“Ne sanbae.. hwaiting!! Bawa kembali Hana-ku!”kekehku

“Mwo? Hana mu? ANDWAE!! Dia HANA-KU!”sahutnya. Hahahaha..

***

HANA POV

“Kau yakin mau pergi ke Jerman Hana?”tanya Kibum. Ini kesekian kalinya ia bertanya. Kalau dia bertanya terus niatku akan goyah.

“Mmm..”gumamku.

“Tidak menyesal,kan?”tanyanya lagi. ia menatap memohon padaku.

“Ahni.. mungkin dengan ini aku akan bahagia,”aku mengangkat bahuku,”Siapa tau kan?”

“Terserah kau lah Hana. Aku capek menasehatimu.”ucapnya. baru tau dia kalau aku keras kepala. Ckckck..

‘Pesawat XXX dengan nomor penerbangan xxx menuju Jerman dalam waktu 5 menit lagi akan berangkat. Di persilahkan bagi para penumpang yang masih berada di luar untuk segera memasuki pesawat.’

Aahh.. waktunya tiba. Aku harus pergi.

“Ayo Kibum. Kita masuk. Aku tak mau kita sampai ketinggalan pesawat. Kajja.”ajakku. namun Kibum masih duduk.

“Sebentar. Tunggulah sebentar lagi.”serunya

“Yaissshh.. ppali.. pesawat tidak akan menunggu kita kalau terlambat!”

“Aku bilang tunggu sebentar lagi! aku masih mau disini. Jebal~.”wajahnya tampak cemas dan celingukan kemana-mana.

“Apa sih yang kau tunggu? Ayo cepat! Kita bisa tertinggal pesawat Kim Kibum.”aku tarik paksa tangannya.

“Aaaa~… apphu… lapaskan Hana-ah. Tunggu sebentar… 1 menit..45 detik.. 3 detik.. Aahh. Itu dia.”Kibum menunjuk ke sebuah arah. Ku edarkan pendanganku ke tempat yang dia maksud.

Entah ini benar atau Cuma khayalanku,tapi sosok di depanku sekarang adalah… Jinki sanbae..!! ia berlari ke arah kami,tidak ! dia berlari ke arah ku! nafasnya tersengal-sengal.

“Hana-ah. Jebal~ jangan pergi. Jangan tinggalkan aku sendiri. Ku mohon padamu.”Jinki sanbae mengatakan itu sambil memelukku.

“Aku bodoh karna melakukan itu padamu. Aku bodoh karna telah menyakiti dan melukai perasaanmu. Aku minta maaf. Mian.. jeongmal mianhae~ tak akan ku ulangi. Jadi tolong,jangan pergi dari sisiku. Kau akan membuatku mati karna tidak bisa bernafas.”lanjutnya lagi.

“San..bae.. Apa yang kau lakukan disini? Lepaskan aku. Aku akan jadi penghalang lagi jika tetap disini. Kau mencintai Hyomin,bukan aku!”aku berusaha melepaskan pelukannya. Tapi itu sia-sia. Tenaganya sangat besar. Malah semakin dieratkannya pelukan padaku.

“Sampai kapan pun kau tidak akan kulepaskan! Kau milikku! Hanya milikku! Jadi jangan pergi meninggalkanku. Saranghae~..neomu neomu jeongmal saranghae~..”

“A-Apa kau bilang? Coba ulangi lagi..”pintaku. kali ini dia sedikit melonggarkan pelukannya dan mengarahkan bibirnya ke telingaku.

“Aku bilang… Saranghae Kim Hana. Aku sangat mencintaimu. Melebihi apa pun.”

“Melebihi apa pun katamu?”

“Ne~ melebihi apa pun.”balasnya

“Lalu Hyomin? Kau kan mencintai Hyomin. Mau menjadikanku korban lagi?”ketusku.

Dia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam,”Tatap mataku. Apa aku terlihat bohong padamu sekarang?”. Tidak! kali ini dia sama sekali tak bohong. Bisa kulihat ketulusannya.

“Hyomin masa lalu. Aku Cuma suka padanya,bukannya cinta. Kaulah cintaku. Kim Hana. Satu-satunya dalam hidupku. Sekarang dan Selamanya. Sampai kapan pun tidak akan berubah sedikitpun.”

“Apa aku bisa mempercayai kata-katamu saat ini sanbae?”tanyaku lagi. kurasa wajahku semerah tomat sekarang. Ini kali pertama dia romantis.

“Tentu saja.. percayalah sepenuhnya padaku. Aku kapok mengecewakanmu. Itu membuatku menderita.”ujarnya lirih.

“Aku butuh bukti,bukan janji…”

“Kau mau bukti? Baiklah,akan kubuktikan keseriusanku. Hhhh… Kim Hana… maukah kau menikah denganku?”. Ucapannya itu sukses membuat lututku lemas. Aku tak percaya ini,dia melamarku!?!

“Kenapa kau diam saja? katanya mau bukti.. sudah kubuktikan malah diam saja. Ayo cepat jawab. Maukah kau menikah denganku,denganku- Lee Jinki?”ulangnya lagi sambil menepuk dadanya.

“Ak.. Aku tak tau harus bicara apa.”

“Kenapa tidak tau. Aku Cuma butuh jawaban ‘iya’ atau ‘tidak’,itu saja kok. Harus kuulangi lagi kah? Maukah kau meni-“. Kupotong kata-katanya dengan ciumanku.

“Ne sanbae.. aku mau.. aku mau menikah denganmu…”jawabku setelah melepas ciumanku. Senyum lebar menghiasi wajahnya yang tampan. Senyum lebar itu membuat matanya membentuk pola bulan sabit. Kekeke.. imut.. >0<

Sesaat kemudian dia manarikku dan mendekatkan wajahnya ke arahku. Perlahan aku bisa  merasakan bibirnya menyentuh bibirku. Manis,aku suka bibirnya(?). tapi kok,lama lama dia makin dalam menciumku?

“Emmpphh… san..bae… emmppphh.. leppass… ini .. ini.. di bandara..”ujarku. tapi dia tetap menciumku.

“Hei kalian berdua.. tidak lihat masih ada aku ya? Hh.. ya ampun.. benar-benar tidak tau malu. Kalau mau,lanjutkan nanti saja. orang-orang melihat kalian,tau tidak? ckckckck… ingat umur..”suara Kibum membuat Jinki melepaskan ciumannya.

Oooppsss.. aku lupa kalau ada dia. Hehehe.. maaf Kim Kibum…

“Ahahaha… Mian.. terbawa suasana.”kata Jinki sanbae. Aku tertawa melihatnya salah tingkah begitu.

Kibum mendengus kesal,”Habis sudah uangku.”

“Maksudmu Kibum?”tanyaku heran

“Itu,”dia menunjuk kearah jadwal jam penerbangan,”Pasawatnya lepas landas 10 menit yang lalu. Ini semua gara-gara kalian. Omo~ uangku… ya!!! Kim Hana! Lee Jinki!! kalian harus ganti uangku!”sungutnya.

“Baiklah. Tentu saja. itu gampang. Sekarang aku mau menculik Hana dulu ya. Sampai jumpa Kibum-ssi.”Jinki sanbae menarik tanganku meninggalkan Kibum yang diam mematung.

“Yaa.. Yaaa!! Mau kemana kalian?? Kim Hana!!! Bawa kopermu ini!!”teriaknya

“Mian Kibum yang tampan.. tolong bawakan dulu koperku ya.. terima kasih.. annyeong~. Sahutku

***

Di dalam mobil Jinki…

“Kita mau kemana sanbae?”tanyaku heran saat ia malajukan mobil nya ke daerah perumahan elit.

“Ke rumahku.”

“Hah? Ke rumahmu? Kenapa mandadak begini? Aku tidak ada persiapan. Ottokhae??”

“Hahaha.. tenang saja. Ibu dan ayahku bukan orang yang memandang gadis dari penampilan. Kau tak perlu cemas.”jawabnya enteng. Mwo? Tetap saja kan aku butuh persiapan! Dasar!

“Hana~. Mmm… berhenti memanggilku ‘sanbae’,aku tak suka mendengarnya.”pintanya

“Hm? Waeyo? Kan memang kau sanbae ku. iya kan? Sanbae.”ucapku menekankan kata terakhir.

“Iya. Benar aku sanbae mu di kampus. Tapi mulai sekarang aku adalah kekasih sekaligus calon suamimu. Jadi jangan panggil aku seperti itu. Arra?”serunya. haha,, aku senang menggodanya. Wajahnya saat kesal benar-benar menggemaskan.

“Kalau aku tidak mau bagaimana?” tantangku.

“Mwo? Kau tidak mau menuruti kata-kataku? Dasar keras kepala!” ia mengerucutkan bibirnya.

“Apa? Keras kepala? Jadi kau tak suka gadis keras kepala sepertiku? Huh,, ya sudah.hentikan mobilnya. Aku mau turun.”rutukku.

“Yakin mau turun disini? Biasanya kalau siang begini banyak anjing keamanan petugas keamanan yang berkeliling. Kau takut anjing bukan?”ancamnya. iihh… aku benci anjing! (mian bagi pecinta anjing,ga ada maksud apa-apa kok. Cuma fiksi.. ^^V)

“Aaahh.. iya iya.. aku tak jadi turun disini. Jadi tolong turunkan aku di halte bus! Sekarang.. tuan Lee Jinki yang agung.”

“Tidak mau! Ini mobilku, dan kau ada di dalamnya. Jadi suka-suka aku dong. Memang apa susahnya sih tidak memanggilku sanbae.. kau ini.!”

“Lalu kau mau di panggil apa,huh? Cepat katakan.”aku memasang wajah pura-pura kesal.

“Pikirkan saja sendiri! Masa harus aku yang mengatakannya padamu.” Ku goda begitu dia makin menekuk wajahnya. Omo~ neomu kyopta!!!!! >O<

Kurasa cukup menggodanya,nanti dia malah tambah kesal..

“Chagi-ya~~~.. kau marah ya? Aku kan Cuma bercanda. Chagi~..”rayuku seraya menarik-narik lengan bajunya manja. yes! Sukses. Wajahnya langsung merah. Hahaha…

“Kau bilang apa? Aku tidak dengar. Kurang kuat. Ayo ucapkan sekali lagi.”tantangnya.

“Masa tidak dengar? Baiklah kalau begitu,,, chagi-ya~.. Oppa~… jangan marah ya. Hehehe..”ku taruh kepalaku di lengan kanannya. Membujuknya agar tak marah lagi.

“Aiisshh… kau mengganggu konsentrasiku menyetir. Nanti saja kalau sudah menikah kau baru boleh kau manja begini. Dan satu lagi..”

Aku menautkan kedua alisku,”Kenapa lagi?”

“Jangan berpenampilan cantik di depan namja lain! Kau hanya boleh cantik untukku,tidak untuk pria lain! Aku tak mau mereka merebutmu dariku.”.. hah? Apa-apaan ini? -,-a

“Maksudmu chagi?”tanyaku

“Kau tak boleh tampil cantik seperti waktu kita bertemu di restoran dulu. Aku jengah melihat mata banyak pria di tempat itu tertuju padamu! Rasanya waktu itu ingin ku tusuk mata mereka semua.”sungutnya. aahh… hari itu rupanya. Dia bilang aku cantik? Asssiikkk.. \^o^/

“Jangan mengenggam tangan Kibum! Jangan memeluknya! Dan ini poin paling penting dari yang terpenting. Jangan menangis di pelukan siapa pun selain AKU! Ingat,selain Aku! Kau itu milikku. Aku tak rela jika kau disentuh namja lain. Kau mengerti?”dia menoleh kewajahku,mobilnya berhenti di depan sebuah bangunan besar nan megah.

“Ayo masuk. Appa dan eomma sudah menunggu.”ujarnya.

Tapi aku menariknya untuk tetap duduk kembali ketika dia selesai melepas sit belt dan hendak membuka pintu mobil,”Chakkaman.. aku akan mengabulkan permintaanku asal permintaanku juga kau turuti dan kabulkan.”

Ia terlihat kaget,”Apa itu?”tanyanya kemudian.

“Aku hanya minta hal yang sederhana. Cintai aku dan tetaplah bersama ku hingga maut memisahkan. Jangan sekali-sekali berpaling dariku karna alasan apa pun. Aku tak butuh harta dan status. Yang kubutuhkan hanya satu.. kau.. Lee Jinki-ku. kau juga milikku. Otte?”

Dia tidak menjawabku,dia justru menarik leherku dan kemudian mencium bibirku lembut. Aku suka ini,tapi.. bukankah tadi dia bilang kalau orang tuanya sudah menunggu kami?

“Mmmpphh… chagi~.. hentikan.. orang tuamu .. me.. nunggu kita kan?”kataku,agak sulit karna sulit lepas dari ciumannya.

“Ah.. benar. Aku hampir lupa. Ayo.. Hana chagi~..”sejurus kemudian dia mengecup pipiku

Aku tersenyum. Tak sabar menanti hal istimewa apalagi yang akan kualami bersama Lee Jinki.

TBC

Aku butuh komennn…… syalalalalal~

©2010 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

38 thoughts on “Would You Please: My Feeling [4]”

  1. mian bru komen d part yg ini.
    geli ngebayangn jinkiny,cemburuan bgd.tp itu nyosor bgd y jinki’a.
    Tp krg nguras emosi thor
    dtunggu lanjutanny y

  2. Syukurlah… Akhr.y hana sm jinki. Tp, jujur sj aku gk s7 hana ama jinki.
    Author, pndritaan (?) jinki trlalu singkt. Trus, alur.y cepat.

    After all, aku suka. Stdk.y Jinki dah bsa mncintai Hana…

    BANZAIII…

  3. aku pengennya jinki cembburu lebih dari ini! Hahaha, kalau aku jadi hana, aku kerjain jinki habis2san, *setuju?
    But, at least.. So sweaatttt… Masih ada lanjutannya kan ? Sampe nikah yah, hehe

  4. kyaaa…kirain hana sama kibum.
    Masih ada lanjutannya toh? Kirain udah end, jangan-jangan ntar kibum sama hyomin? *author : ini reader kebanyakan perkiraan* kekeke~

  5. lanjjjjjuuuuuuttttt ..

    tpi klo bsa konflikny yg lbh nguras emosi dunk ..
    biar lbh dramatis ..

    cepet di publish ya next partny ..
    FIGHTING .. 🙂

  6. iiiiiiiicccccchhhhh ,,,,, jd gemez gimana gituw baca’nya ……..
    jinki siey ,, bru nyadar sekarang …
    ow yaa ,, mumpung key nganggur kasi aku ajja dhe yaa .. *dibacok lockets*

  7. aah keren,tapi kenapa aku malah nunggu ceritanya si kibum? Bakal di buatin part kibum ga thor? Buat ya? Buat! Buat! 😮
    *dicambuk author*

  8. hhaahh .!
    aQ sLaLu ngikutin FF nii
    dri part awaL .
    aQ suka bgt .

    aQ kira part nii ud END .
    tpii terxta msii TBC .
    Lanjutin terus iiaa thor
    smpai Jinki nikah sma hana .
    okay . 😉
    hhehe .

  9. Wuoooo
    Jinki kelewat romantis dan agak over protectif ya, hahaha tapi gak apa, biar hana seneng.

    Next part, langsung nikahkan saja mereka berdua. Bahaya kalo dibiarkan pacaran gitu, *mirip emak-emak y gw* :Dv

    NB: ada beberapa kata yang keulang.

  10. senyum” sendiri gara” ngebanyangin onyu kalo beneran nyosor gini hahahah…..
    suka suka suka sama ff ini..
    dtunggu next chapternya 🙂

  11. huwaaaa jinki seru ey .. ahahah
    tau dih di bandara juga … udah yuk chagy kita pergi tinggalin ajah barang2 hana disini *narik2 lengan key* plakk !!

    ahahah masih tbc toh rupanya … huwaaa lanjutannya dong ..
    di tunggu deh .. ^^

  12. sesungguhnya aku suka hana sama jinki, tp alurnya jadi berasa aneh *mian author*
    anehnya karena gak ada penyelesaian untuk masalah jinki dan kibum. kan awalnya jinki taunya kibum tuh tunangan hana, tp kok pas di bandara jinki ayem2 aja tuh pas ada hana
    *ato aku yg bacanya kelewat y??*
    sekali lg, mian author. bukan maksudnya gak suka sama ceritanya *suka bgt malah, apalagi jinkinya itu loh hahahaha*, cuma ada bagian yg kurang sreg aja hohoho *plak!!reader rewel byk maunya*
    lanjutkan author!! banyakin adegan sweetnya hahahahaha

  13. Ejieeee~~~ Happy juga si Hana jadinya hahaha
    Congratssss

    Tapi gak setuju sama Key yg nyalahin Hyomin!!!
    Kan yg jatuh cinta si nyunyu knp yg disalahin Hyomin???? hem!

  14. Syukurlahhhh,,,,jinki ternyata cinta sm hana,,,kasian hyomin dibentak2 key,,,padahal hyomin g salah apa2,,,,btw smg hyomin sm key ajalah,,,heheheheeh,,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s