Glass House

“glass house”

Wah,,, ini ff debutku di sini. Semoga kalian suka ya ^^

Ini sebenarnya ff buat temen aku dea J. Tapi kayaknya cocok deh di share ke blog ini.

Happy reading.

Title              : glass house

Author          : riri locket

Main cast     : park ga eun ( you)

                       Kim ki bum/key

Length         : oneshot

Genre          : romance. Life, friendship.

Rating         : PG-15

 

Ga eun POV

Sekarang aku duduk tepat di beranda rumah sahabat terbaikku, kibum atau pangil sajalah key hehe.. Seperti biasa, aku sedang menunggunya untuk berangkat sekolah bersama. Memang selau saja aku yang menunggunya pagi-pagi seperti ini. Itu karena key selalu bangun terlambat. Terkadang aku sampai ketiduran di sini menunggunya.

“khajja. Ayo kita berangkat.” Ajak key yang tiba-tiba saja keluar dari rumahnya.

“tumben kau cepat. Apa kau bangun cepat?” tanyaku sambil menyamai posisinya yang sudah berjalan.

Tunggu, sepertinya ada yang janggal dengan key. Tapi apa ya?hmm..Lalu kulihat key dari atas ke bawah. Dan mataku tertuju ke kaki key.

PLETAKK!!

“phaboya?”aku mengetuk kepala key keras.

“YA! kenapa kau mengetuk kepalaku?” tanya key emosi. Ia mengelus kepalanya pelan.

Di usapnya lagi bekas hantamanku itu“appoyo~..”

“aku tau kenapa kau cepat selesai hari ini. Itu karena kau tidak memakai kaus kaki,sepatu dan kau masih memakai sandal rumah, phabo!”

Key melihat kakinya yang sedari tadi berjalan menggunakan sandal rumah kelincinya.

Phaboya!!haha benar-benar namja pabho!Dan …hitung saja, pasti dia sebentar lagi akan tertawa .. 1….. 2….. 3!!

“AHAHAHAHAHAHA”

Yup, tebakan ku tepat!dasar key sarap. Semua gerak geriknya dapat kutebak dengan mudah. Aku langsung membalikkan badanku karena key pasti memukul apa saja yang ada di dekatnya pada saat tertawa. Dari pada bagian tubuhku yang lain di pukuli, mending punggungku saja. Di tengah jalan tertawa lebar, memukul-mukul punggung orang dan memakai sandal kelinci besar persis seperti orang gila,bukan? Hahaha …itulah key,sahabatku.

Tapi, aku sangat suka melihat tawa key yang lebar itu. Wajahnya sangat manis. Mata nya tertutup, di tambah lagi lesung pipit yang lubangnya besar sekali … sangat menawan!!hahahaha..aku sudah gila karena sahabatku sendiri. Sejak pertama kali berkenalan dengannya aku memang telah termakan pesonanya hingga kami berahabatpun rasa itu makin menjadi-jadi, Eottokhae? Kekeke~

“sudah, jangan tertawa terus. Pergi ganti sana. Aku akan menunggu disini.”

“ne. mianhae ga eun.. gidaryo~..“ aish… >.< ia memberikan senyum mautnya,

kira-kira cukuplah untuk ongkosku menunggunya di sini hahaha..

***

Key POV

APA??? Di hukum lagi? Aku dan ga eun sangat sering di hukum karena datang terlambat. Dan hari ini, hukuman kami adalah membersihkan toilet sekolah. Aish… shippal!!! Aku paling tidak suka bila di suruh melakukan ini.

Ku lihat ga eun sudah bersiap dengan alat-alat pembersihnya. Aku segera mengambil sikat panjang dan gayung. Ga eun sangat bersemangat setiap kali di hukum. Anak aneh, di hukum malah senang. Apa dia punya kelainan huh?Haduh.. dasar ga eun.

“ga eun~ kenapa kau sangat suka di hukum? Kau ini aneh “ tanyaku padanya sambil menyikat lantai toilet yang sangat kotor ini. Ga eun sedikit menyunggingkan senyumannya. Lalu kembali menyiram-nyiram dinding-dinding yang kotor.

“entahlah.. aku merasa bahagia dengan semua hukuman.. hahaha”

 “phabo!!” ku siram sedikit air ke punggungnya dan berhasil membuatnya berbalik badan.

“ya!!! Apa yang kau lakukan? Bajuku jadi basah…aishh Sini ku balas kau!!” ga eun mengejarku yang berlari menjauh darinya. Ia membawa satu gayung air di tangannya.

“hahaha park ga eun..ayo kejar aku kalau kau mampu,, walau aku tak suka berlari, tapi lariku lumayan kencang!!!haha” aku berteriak-teriak sambil berlari kencang keluar toilet.

Ga eun masih saja mengejarku dari belakang.

Terus saja aku berlari hingga aku berada cukup jauh dari ga eun. Ku lihat ke belakang, Ga eun terduduk di lantai dan menundukkan kepalanya. Gayung yang tadinya ia pegang kini tergeletak dan air di dalamnya tumpah hingga membuat genangan air di sana. Ha? wae geure? Kenapa ga eun tiba-tiba terduduk seperti itu? Langsung secepatnya kubawa lagi tubuh ini berbalik arah berlari ke tempat ga eun berada.

“ga eun,, ga eun kau kenapa?” aku menggerak-gerakkan lengannya. Tak ada jawaban.

“….”

Aigo..aku semakin panik. Apa anak ini sakit?“ga eun,, ada apa denganmu?”

“aku kecapekan gara-gara lari. Dadaku sesak,key~” ga eun meringis kesakitan.

“ha? dimana sakitnya?apa begitu sakit? Sesak bagaimana?”

Kemudian aku memegang dagunya dan menaikkanya agar melihat ke arahku. Wajahnya pucat!!

Ada apa dengannya? Dia menutup matanya seakan menahan rasa sakit.

Aku tak tau harus berbuat apa. Aish.. kim ki bum! Berbuatlah sesuatu,, erghh otakku tak bisa bekerja karena panic!!!

Kupegang lengannya seraya ingin membangunkan ga eun. Aku akan membawanya ke uks! Ya, bukankah seharusnya aku bawa ke sana? Aish..phabo!

“bwahahahahaha” tiba-tiba saja ga eun tertawa dengan sangat keras. Jjangkaman,, bukankah dia sakit? Ke..kenapa dia tertawa?

“aish… YA! Kenapa tertawa?”

“hahaha mian key, aku Cuma bercanda. Dan ternyata kau sangat panik.. hahaha” sial. Dia lagi-lagi tertawa. Aish…aku di tipu sama yeoja ini…aigoo…tidak taukah dia seberapa aku terkejut dan paniknya tadi?

“a..aku tidak khawatir. Siapa bilang aku khawatir? Ke.gr.an yeee” ku buang pandanganku darinya.

“kkotjimal!mengaku saja kalau tadi panik, iya kan? Hayyooo. ” ia menarik-narik bajuku agar aku mengakuinya. Sekeras apapun usahamu,, tak akan aku mengaku.. shippal!!

“enggak!” jawabku tegas.

“iya!” bantahnya.

“enggak”

“iya!”

Hahaha dasar! Selalu saja kami bertengkar, setiap hari bertengkar! Tapi itulah yang membuatku tetap menyukainya dari dulu hingga sekarang, berada di dekatna tak akan pernah membosankan, apakah kau tau itu, park ga eun? kurasa kau akan segera mengetahuinya! Kekekeke~

Ga eun POV

Aku menghampiri key yang menungguku di depan gerbang sekolah. Ku kenakan terlebih dahulu jaketku. Walau hari tidak hujan, tapi omma selalu menyuruhku memakai jaket dan membawa syal. Aku ya ikut saja, entah apa alasan omma. Dari kejauhan, dapat kulihat badan kurus key yang bersandar di perpohonan melipat kedua tangannya di depan dada.

“key, ayo kita pulang.” Aku menarik tangannya dan ku genggam agar mengikutiku.

Key melepas tangannya. Ha? Ada apa dengan dia? Tak biasanya dia seperti ini.

“aku ingin makan dulu. Kau temani aku ya?”

Aneh sekali key ini. Kenapa hari ini bertingkah sekali coba? Dari mulai tadi waktu di kelas ia mengajakku makan bersama di kantin, biasanya juga tidak.

“kok tumben mau makan dulu?Biasanya juga langsung pulang.”

Key mengerutkan keningnya dan menatapku dengan mata yang bersinar-sinar. Dia menatapku dengan matanya yang tajam dan bening! Haduh… mana bisa aku menolak? Apakah ada yeoja yang mampu menolak tatapan key? Haha kurasa tidak!

“geure!..tapi di tempat biasa ya” jawabku pasrah.

“ne. tapi kau pergi dulu ke sana, nanti aku menyusul”

Key langsung pergi entah kemana.

Lihatlah bagaimana anehnya anak ini. Yang mengajak tadi dia, dan sekarang malah kabur entah kemana. Aku hanya terdiam melihat punggungnya yang semakin menjauh. Key berjalan berjalan terburu-buru.

Key POV

Barang sudah di tangan, sekarang aku sedang mencari-cari di mana ga eun duduk. Ku telusuri sudur-sudut ruangan yang cukup ramai ini. Ah itu dia. Ku lihat dia sedang melamun melihat ke arah luar jendela. Ku sembunyikan barang yang tadi kubeli di balik badanku. Lalu berjalan ke meja ga eun. Setelah aku mendekat, ia tidak juga menoleh karena keberadaanku. Ia malah tetap melayangkan pikirannya ke luar jendela itu. Tapi, ada yang berbeda dengannya. Wajahnya terlihat agak pucat.

“park ga eun” aku mencoba mengejutkannya pelan.

Ia menoleh melihatku. Di lihatnya aku dengan heran. Ia menatap kotak yang ada di belakang punggungku.

“mwo? Apa itu?” tanya ga eun singkat.

“coba tebak ini apa” kataku dengan menyungging sedikit senyuman menawan.

“molla. Cepat katakan!” ga eun menarik tanganku dan mengarahkan tubuhku untuk duduk.

Ku sodorkan sebuah kotak berukuran sedang tepat di atas meja. Ya, barang yang sedari tadi ingin ku sembunyikan. Kulihat ekspresi wajahnya terkejut. Lalu berubah menjadi bingung. Ia mulai membuka kotak itu dengan perlahan. Di keluarkan isi dari kotak itu. Boneka beruang berukuran sedang berwarna putih kesukaannya.

“key,,, ???” ia kembali terkejut.

“iya. Ini untuk hadiah ultahmu yang beberapa hari yang lalu belum ku berikan.”

“ha? Jadi ii..ini untuk ku???” tanya ga eun tergagap.

Haha lucu sekali wajahnya terkejut seperti itu. Imut >.< aku suka melihatnya bahagia seperti itu. Apa lagi wajahnya kebingungan .. hahaha micheosso.

“iya, phabo! Apa kau tak bisa mendengar kata-kataku tadi?”

“keunte,, kenapa hari ini kau baik sekali?”

“jadi selama ini aku tidak baik, huh?” aku menunjuk-nujuk ke wajah ga eun.

“ya ya..bukan seperti itu juga..maksud ku..maksudku..”

“ahhh lama sekali kau berbicara. Kita langsung saja memesan makanan. Aku akan meneraktirmu.” Langsung kupotong kata-katanya. Hahaha wajahnya terlihat geram.

“tunggu, kau akan meneraktirku?” ia kegirangan tak menentu.

“ne. Udah… sssstttt jangan di teruskan. Tak usah terlalu terkejut seperti pada saat melihat hadiah tadi.” Aku menempelkan jari telunjukku di bibirnya.

Matanya membelalak besar. Di remasnya boneka yang sedari tadi di pegang. Lalu buru-buru ku turunkan tangan ku karena kulihat ia seperti LAGI-LAGI terkejut. Pipi ga eun memerah. Kami hanya saling diam menatap satu sama lain. Tiba-tiba datang pelayan yang tadinya ku panggil.

“mau pesan apa kongkenim?” sesegera mungkin aku mengakhiri acara “tatap-tatapan” dengan ga eun.

“ehem..aku mau ke toilet dulu. Kau pesan lah untuk ku terserah apa saja” kulihat ia buru-buru sedikit berlari kecil ke toilet.

Ga eun POV

Haduh gawat!!! Terjadi lagi seperti biasa, jantungku berontak seperti ini. Rasanya ada peperangan di jantungku tadi. Bisa kurasakan, jantung ini berdetak cepat. Wajahku…wajahku..wajahku juga panas sekali rasanya. Aish.. ada apa sebenarnya? Padahal aku hanya di beri hadiah oleh key…dan key hanya menatap ku..dan… huaaaa ada apa ini? Kulihat wajahku di cermin yang sedari tadi berjejer di depanku. Wajahku juga memerah..eotokhae? ya Tuhan, aku kenapa? Aku merasa terlalu berlebihan hari ini. apa jangan-jangan aku.. ah tidak..tidak mungkin.. Tapi ini sudah sangat jelas. Memang ku akui setiap kali key memperlakukanku secara lembut, keadaanku pasti menjadi orang gila seperti ini. Apa aku memang sedari dulu mencin..tai key? Mwo? Aish….aku tidak bisa menyangka ini. Tak pernah ku bayangkan hal ini sebelumnya. Micheo micheo.. arghhh!!!!

Aku kembali ke meja tadi. Terlihat di sana sudah berjejer banyak makanan. Key duduk manis menungguku. Yang menjadi pertanyaanku saat ini adalah apa wajahku masih merah? Ah Semoga saja tidak. Aku mencoba bersikap seperti biasa.

“ayo kita makan. Nanti keburu dingin.” Ucapnya bersemangat.

***

Hari sudah malam, ‘acara’ makan-makan kami telah usai. Dan berjalan menuju halte bis. Tapi, di tengah-tengah perjalanan, tiba-tiba saja hujan turun sangat deras. Karena bingung, langsung saja ku ajak key ke tempat biasa aku berteduh.

“key, ayo ke sana.” Aku menunjuk sebuah rumah kaca yang tampak sudah tua dan menyeramkan.

“ah tak usah ke situ. Pasti di sana banyak hantunya!!” dasar key. Di keadaan darurat seperti ini pun masih saja takut sama hantu.

“ya sudah kalau begitu aku ke sana sendirian!” aku mulai berlari dengan memegang boneka menuju rumah itu.

“ya! Jangan kesitu! Bahaya di situ!” key berteriak-teriak sendiri. Tapi sepertinya dia mengikutiku.

Dan sampailah aku,key di dalam rumah kaca ini. Di sini penuh dengan daun-daun kering. Setauku, ini rumah bekas peninggalan seseorang yang menjual dan menanam bunga di sini dulunya. Dn sekarang tidak terpakai lagi. Rumah kaca ini tak terlalu kelihatan karena tertutupi oleh pohon yang saangat besar di depan dan di sampingnya. Memang sedikit angker tapi ya aku tak pernah takut dengan hal-hal yang seprti itu. Berbeda dengan key yang penakut. Ahahaha ku lihat key terus saja mempehatikan kanan kiri setiap sudut ruangan ini. Ia sepertinya sangat takut.

“sudah key. Tenanglah. Di sini tidak ada hantu.” kataku sedikit menahan tawa. Geli rasanya melihat orang tampan tetapi takut hantu. Hahaha jahatnya aku.

Kami mulai duduk di bangku yang tua ini, kayu-kayunya mulai rapuh. Aku menatap key. Key menggigil kedinginan. Bajunya basah kuyup, berbeda denganku yang hanya basah sedikit karena aku memakai jaket tadi. Key menggosok-gosok tangannya untuk mengusir hawa dingin.

dia mulai menyadari tatapanku padanya. Lalu menoleh dengan pelan ke arahku.

“apa yang kau lihat?” tanya key sewot.

 Aku hanya tersenyum kecil.

“kau kedinginan?” sindirku. Aku tau pasti, key tak suka ku tanya seperti ini.

Ekspresi wajahnya langsung berubah datar dan tangannya berhenti menggosok tangan yang satu lagi. Ia merapikan posisi duduknya.

“ti..tidak. siapa yang kedinginan? “

“kau kena hujan seperti itu. Bagaimana ..”

“hacciiimmm!” belum selesai aku ngomong, tiba-tiba key bersin, bukti nyata bahwa dia kedinginan.

Langsung saja ku ambil syal yang ada di tasku dan ku berikan pada key.

“ini. pakailah. Nanti kau sakit aku tidak mau tanggung jawab”

“tidak usah!” Ia membuang pandangannya dariku dan membelokkan badannya berlawanan arah denganku.

Tanpa berkata banyak aku segera memakaikan syal ini di tubuh key. Karena syal ini berukuran cukup besar.

Key POV

“tidak usah!” aku menolaknya, tak ingin ku di kasihani.

Ga eun langsung memakaikannya di tubuhku. Aish… keras kepala sekali anak ini. Ia terus saja membenarkan letak syal ini. jarak wajahnya denganku sangat dekat. ku pegang tangannya, agar ia berheti. Ku tatap matanya dalam. Lalu ia menundukkan kepalanya tak mau melihatku.

“aish…ini kau pakai sendiri saja.” Ia kembali duduk di tempatnya tadi. Haha..mukanya jadi merah seperti itu.

Sangat lama kami menunggu hujan berhenti. Rasanya hangat sekali memakai syal ini. Ga eun tampaknya sudah tertidur. Kulihat wajahnya dari samping. Walau sedikit pucat, tapi ternyata dia sangat cantik. Jantungku mulai berdetak, apa karena perasaanku yang meledak-ledak? Entahlah, yang jelas aku ingin terus melihat wajahnya. Damai rasanya saat melihat ga eun.

Aku mendekatkan bibirku ke bibirnya. Ku kecup pelan bibirnya yang pucat. Di rumah kaca inilah ciuman pertamaku ku lepaskan. Dengan yeoja yang sangat ku cinta. Saranghae ga eun.

I want to stop time, and stay next to you forever
I want to hold you even more
While remembering every single thing…about you
I had faith in only forever

***

Author POV

Sejak hari itu, semakin bertumbuh rasa cinta pada diri mereka. Tapi sikap mereka masih saja sama tanpa ada yang berbeda. Masih saling bertengkar dan tak mau mengakui perasaan masing-masing. Persahabatan mereka erat meski banyak masalah yang datang setiap harinya.

Ga eun POV

Ada perasaan aneh di benakku. Apa akan ada sesuatu yang buruk nantinya? Perasaanku sedang tidak enak, Entahlah..jika aku terus memikirkan itu, catatanku tak akan selesai.

Sekarang aku sedang berada di kelas dan mencatat pelajaran yang di tulis di papan. Sedangkan key sedang di hukum karena ia ketiduran di kelas tadi. Key berdiri dengan memegang kedua kupingnya. Haha key ada-ada saja. Ia melihat ke arahku. Lalu ia menjulurkan lidahnya. Apa dia autis? Hahaha aneh sekali tingkahnya. Aku hanya memperhatikannya sambil terkekeh kecil dari dalam kelas. Terkadang aku bingung, key terlihat gila dan aneh tapi terkadang sangat romantis. Tapi aku menyukai apapun yang ia lakukan kekekeke~.

PLAKK!!

“awwww” sakit sekali kepalaku. Siapa yang melempar spidol ini? ku ambil spidol sialan ini. Lalu kulihat ke depan, ternyata ibu guru yang melemparkan ini ke kepalaku. Tanpa banyak kata dia langsung menyuruhku mengikut jejak key berdiri di depan kelas.

“ya! Kau di hukum juga? Hahahaha” key mulai menertawakanku.

“diam! Aku dihukum juga karena dirimu ini! kenapa kau melihat-lihatku tadi huh?”

“lho? Aku hanya mengejekmu dari sini. Kau saja yang melihatku terus menerus! Apa aku terlalu ganteng hingga kau terus menatapku? hahahaha” lagi-lagi ia menjulurkan lidahnya. Aish… aku di hukum gara-gara kelakuannya ini, shippal…

***

Keesokan harinya..

Key POV

Entah kemana ga eun selama seminggu ini. Dia tidak datang sekolah, aku ke rumahnya dan tidak ada orang di sana. jelas saja, orangtuanya kan sudah tinggal di rumah neneknya yang aku tak tau di mana. Aku sangat khawatir dan panik. ku telvon pun, hpnya dimatikan. Entah sudah berapa ratus pesan yang ku kirim, tak ada balasan sama sekali. Aku terus bertanya pada temannya yang lain, dan mereka bernasib sama sepertiku, kehilangan keberadaannya.

Ga eun..dimana kau sebenarnya? Aku rindu padamu. Aku rindu senyummu, tawamu, suara dan wajahmu. Aku ingin kita bertengkar lagi seperti dulu. Apa kau tak merindukanku? Apa kau sama sekali tak mau lagi bertemu denganku? Kau di mana ga eun????odisseo?

Aku…aku sangat kehilangan dirimu. Rasanya aku malas untuk hidup. Sakit rasanya setiap hari tak ada dirimu, ga eun. Mataku perih, dadaku juga sesak dan sakit. Terus saja ku pegangi potoku bersama ga eun. Ku pandangi setiap detail poto ini. Tak bisa lagi ku tahan rasa ini. aku akan menemukanmu. Pasti!

***

Aku pulang sangat larut hari ini. ah, ada surat untukku. Kubuka surat yang ada di tanganku. GA EUN??? Ini dari ga eun? Aku memeluk surat yang ku terima ini. ya Tuhan!! Terimakasih. Dengan sangat perlahan ku baca satu persatu huruf-huruf tulisan tangan ga eun. Di tuliskan di sini, temui aku di rumah kaca pukul 9 malam.

Apa? Kenpa tiba-tiba seperti ini?ada apa sebenarnya? Kulihat jam tanganku. Dan sekarang pukul 10 lewat. Apa? Gawat!! Ini gawat! Aish aku segera berlari ke rumah kaca.

***

Now playing_life~SHINee

Sampai. Akhirnya sampai. Kulihat ga eun sedang tertidur lemah di kursi itu. Ia menggunakan jaket tebal dan syal yang melingkar di lehernya dan dia memeluk boneka pemberianku.

Aku mendekatinya, matanya tertutup. Degup jantungku berhenti. Mataku membulat besar dan tanganku mendingin. Lemah lutut ini. aku tak bisa bernafas dengan baik. Ku dekati dan semakin mendekat. Ku pegangi wajahnya yang pucat!sangat pucat, dingin, melebihi dinginnya tanganku dan dinginnya ruangan ini. ya tuhan…ada apa dengan ga eun???? Ia membuka matanya sedikit demi sedikit. Rasanya semua anggota tubuhku yang terhenti tadi kembali bekerja. Senyum yang sangat lebar ku sungging di bibirku.

“ga eun …ga eun..kau bangunlah ga eun.. aku di sini.” Ku tarik tubuhnya agar duduk.

lalu aku duduk di sebelahnya. Ku dekap ga eun yang ada di sampingku. Aku sangat rindu.. rindu sekali … bahkan mataku perih. Karena betapa senangnya aku bertemu dengannya lagi.

Kepala ga eun terjatuh lemah ke bahuku. Ada apa dengan dia? Ku tidurkan tubuhnya di pangkuanku. Ku elus pelan wajah pucutnya. Ia mengeluarkan tetesan-tetesan bening dari pelupuk matanya. Aku semakin bingung. Ada apa???

“kau terlamabat!” ia masih saja menutup matanya dan tetap mengeluarkan air mata.

Kucoba menjelaskan kenapa aku terlambat dan aku meminta maaf padanya. Dan sifat ga eun tetap sama. Ia memaafkan aku. Paha ku sudah basah karena air matanya.

“Ada yang ingin ku katakan.” Kami serentak mengatakan kata-kata yang sama.

“katakanlah. Kau duluan saja” ku persilahkan ia berbicara terlebih dahulu.

Ia bangun dari tidurnya dari pangkuanku. Dan kembali duduk.

“maaf selama ini aku tak menghubungimu dan seperti menyembunyikan keberadaanku..

Itu semua ku lakukan karena aku tak ingin kau tau penyakit yang ku derita,key.” Suaranya pelan. sangat pelan hingga hamper tak terdengar.

Oh geochin salmae shideuleogal ddae

Geudaega naegae dagawa

Eoleobooteun geu maeumae soneul daen soongan

Na.ae salmeun shijak.dwaesseumeul

Geudae jichigo himdeul ddae

Budi geu yeop.jariae nareul itgae hae

Badgiman han sarangeul dashi deuril su itgae

Ee salmi kkeutnagi jeonae

mwo? Apa yang ia katakan? Penyakit? Sejak kapan da mengidap penyakit.

Aku mengatur nafasku. Aku tersentak. Otakku tak bisa berpikir.

“a.. apa?penyakit apa?” aku tak sanggup lagi berbicara. Suara ku sangat bergetar. Ya tuhan….cobaan apa lagi ini? ku mohon…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

42 thoughts on “Glass House”

  1. aaaaakkkkkhh aku kesel!!! gimana nih ceritanya???
    bukannya oneshot??

    ADMIN APA YANG KAU LAKUKAN?? (jambak2 rambut admin #plakk tolong abaikan)

  2. hih~ kok kepotong siih!!
    pdhl aku udah muterin lagu life looh (beneran nih) biar menghayati critanya…
    tp kok akhir2nya ilang -.-?

  3. wuaaaaa!!! kepotong!!! nangis nih aku!! author tanggung jawab!! huhuhu…
    ceritanya keren bgt. lg seru BANGET. huhuhu.. itu gimana nasib mereka??? keren tp ngegantung. hahaha

  4. Kemanakemanainiceritanyaa?
    Aduduuh admiin, periksa lagi gih. Atau ini sequel?
    Ya ampun, padahal lagi seru-serunya ikh itu x(
    Ga Eun kenapa? Haduh Key! Tanggung jawab ah itu gara-gara kamu, LOL xD

  5. Lho?
    kok gini?
    gantung?
    Ini Oneshoot kan?
    kepotong?
    atau ada sequelnya min?

    bener kata @Hyun-ok
    aQ udh muterin lagu Life loh ???

    butuh lanjutan nih FF
    secepatnya 😥

  6. NYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHH *gaya voldemort*
    Kepotoooooooooongggggg TIIDAAAAAAAKKKK
    padahal udah penasaran tingkat ahjumma-ahjumma shampoan-_—-

  7. Haaah ? Mwo ?
    Yaaa author atau admin atau siapalah.
    Kok kepotong sih ?
    Padahal lagi seru – serunya,
    Ayolaaah di rilis ulang yang fullnya,jebaaaaal >,<
    jangan buat readers kecewa~

  8. Hai, aku reader baru salam kenal 🙂
    oneshoot or chap?
    kenapa di cut
    huhu lanjut donk, aku suka banget abang key

  9. kenapa kau gantung FF ini Thor!! kau menyebalkan padahal cerita ini sungguh seru dan bagus sekali! apa yang kau lakukaan!!! *dramatis sekalee*
    Btw….keen thor!! love this! lanjut dong

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s