Hey, Can You See My Heart – Part 12

Title    : Hey, Can You See My Heart  part 12

Cast    : Choi Minho, Kim Jong Eun, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Lee Jinki, Lee Yoora, Park RaeNa

Support cast : Yong Junhyung (beast)

Genre : Romance

Rate    : PG15

Author: Mutiaadha

 

Author POV

Choi Minho tertegun melihat kondisi ini. Ia tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi. Jong Eun yang tiba-tiba saja mendapatkan kecelakan dan Jonghyun yang kini terduduk lemas di lantai kamarnya pascamendengar nama Key disebut. Sebenarnya ada apa? Siapa orang yang bernama Key itu? Semuanya berhasil membuat Minho bingung dan penasaran.

“Oppa, gwaenchana?” Jong Eun kini berusaha memapah Jonghyun duduk di kursi, melihat ini Minho pun segera membantunya dan kemudian menyerahkan sebotol air mineral botol yang tergeletak di meja kecil kamarnya.

“Minum dulu hyung, tenangkan dirimu!”

Jonghyun terlihat lebih tenang setelah minum. Ia kini menyandarkan punggungnya dan mulai menarik nafas pelan, membiarkan jantungnya berdetak normal seperti biasa.

“Oppa, nan eottokhae? Key oppa pasti akan kembali lagi!” Jong Eun terlihat sangat khawatir, tergambar dari raut wajahnya yang tak seperti biasanya.

“Tidak ada yang bisa kita lakukan, kita hanya bisa melihat apa yang selanjutnya terjadi pada kita” Jonghyun kini menatap Jong Eun penuh arti, sambil sesekali mengelus puncak kepala Jong Eun. “Mianhaeyo, ini semua salahku, mian karena kau terluka seperti ini!”

“Hyung, sebenarnya siapa Key itu? Apa dia orang gila yang tidak memiliki perasaan, mengapa ia menabrak Jong Eun sampai terluka seperti ini? Kenapa kita tidak lapor polisi saja?!!” usul Minho dengan amarah yang hampir meluap.

“Tidak bisa” Jonghyun menggeleng pelan. “Kibum orang yang nekat, ia mungkin akan melakukan hal yang lebih parah daripada ini”

“Lalu kita harus bagaimana, oppa?!”

“Tidak ada jalan lain, kecuali aku berbicara empat mata dengannya, aku harus menjelaskan semuanya, menjelaskan semua kesalahpahaman yang selama ini terjadi”

***

“Annyeong” sapa Minho ketika ia melongokan kepalanya dari balik pintu kamar Jong Eun. Hari ini ia datang menjenguk keadaan yeoja itu, dan syukurlah keadaanya mengalami peningkatan, buktinya sekarang perban kakinya sudah mulai dilepas, hanya tinggal beberapa plester yang menempel membalut beberapa lukanya.

“Oppa kau datang?” sapa Jong Eun ketika sosok tinggi tegap itu duduk dipinggiran tempat tidurnya dan menyerahkan sebucket bunga mawar merah untuknya.

Entah kenapa Jong Eun kini seperti mengalami DeJavu. Hal-hal seperti ini rasanya pernah dialaminya. Ketika Minho tersenyum kepadanya, duduk disampingnya dan menatapnya dengan tatapan seperti itu. Ini semua terasa seperti sosok itu masih menjadi miliknya. Tapi pada kenyataannya, hubungan mereka sudah berakhir sekarang.

“Kau sudah sembuh?” tanya Minho yang kemudian dijawab dengan anggukan kepala Jong Eun. “Baguslah, aku senang mendengarnya!”

“Gumawo, aku suka bunganya. Neomo yeppoda”

Minho tersenyum manis kearah Jong Eun, perlahan tangannya menyusup lembut mengacak-acak rambut Jong Eun. Dan Jong Eun hanya bisa terdiam menerima perlakuan itu. “Aku senang melihat kau sudah kembali ceria lagi” sambung Minho kemudian.

“Ne, aku tidak mungkin bisa seperti ini jika oppa tidak menolongku kemarin!”

“Mmmh, ngomong-ngomong, kau sudah memberitau Taemin akan masalah ini?” tanya Minho tiba-tiba.

Jong Eun menggeleng, ia memang belum mengabari Taemin akan hal yang menimpa dirinya, ia hanya takut Taemin khawatir, lagipula saat ini Jong Eun sudah agak baikan jadi sepertinya Taemin tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini.

“Aku tidak ingin membebaninya. Eomma Taemin sedang sakit, aku tidak ingin ia cepat-cepat meninggalkan Belgia hanya karena aku”

“O” Minho mengangguk mengerti. Sejenak, suasana diantara keduanya hening sejenak, Minho seperti sedang sibuk menyusun kata-kata untuk menanyakan sesuatu pada Jong Eun. “Hmm, Kim Jong Eun, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Tentu, apa?”

“Bagaimana hubungan kalian?”

Jong Eun terdiam mencerna kalimat Minho barusan. “Aku dan Taemin? Kami masih baik-baik saja”

“Bukan itu maksudku..”

“Oh, sampai saat ini kami masih bersahabat!” Jong Eun langsung mengerti apa yang Minho maksud. Memang Jong Eun merasa ada sesuatu yang berbeda dengan perasaannya untuk Taemin, tapi sejauh ini hubungan mereka memang masih sejauh sahabat saja kan?

“Apa itu berarti masih ada ruang dihatimu untukku?” pertanyaan Minho barusan langsung sukses membuat Jong Eun membeku seperti bongkahan es di Kutub Utara. Bagaimana bisa Minho menayakan hal ini padanya? Bukankah ia sudah memiliki Rae Na?

“Oppa..”

“Aku tau, aku mungkin tidak pantas bertanya seperti itu setelah semua yang aku lakukan padamu, mianhae~” Minho menunduk menyembunyikan wajah penyesalannya. Ia tau bahkan ia sangat mengerti kalau seharusnya Minho tidak memiliki hak untuk melontarkan pertanyaan semacam itu. Dari awal ia yang memilih ini semua, seharusnya ia menyadari hal itu.

“Oppa, mianhae. Aku..”

“Arraseo!” Minho mengangguk mantap sambil menatap Jong Eun dengan pandangan yang tak pernah Jong Eun lihat sebelumnya. Antara pandangan penuh harap dan kecewa bercampur di matanya.

“Oppa, aku rasa semua sudah ditakdirkan untuk seperti ini. Aku yakin kau akan bahagia bersama Rae Na, percayalah!”

“Ne. Gumawo~” Minho tersenyum sambil kini mencubit gemas pipi Jong Eun.

“YA! Apa yang kalian lakukan?!” tiba-tiba suara itu memecahkan suasana saat itu. Spontan Minho langsung menarik tangannya dan menatap orang yang baru saja masuk ke kamar Jong Eun itu.

“Yoora, kau datang?” Jong Eun tersenyum senang ketika ia melihat sahabatnya Yoora dan Onew datang menjenguknya.

“Geu namja, kenapa kau disini, huh?” Yoora langsung menatap Minho dengan tajam.

“Mian, kalau begitu aku keluar dulu” Minho yang merasa seperti tidak mendapatkan penerimaan baik oleh Yoora pun langsung beralih pergi meninggalkan kamar Jong Eun yang kemudian disusul oleh Onew.

“Yoora kau kenapa seperti itu? Minho kan berniat baik, hanya ingin menjenguk”

“Omona~ kau kenapa bisa seperti ini hah?” Yoora seperti mengalihkan pembicaraannya. “Kenapa kau tidak memberitau aku akan hal ini?!”

“Haish hanya luka kecil, gwaenchanayo~”

“Cih, aku harap orang yang membuatmu begini mati mendadak kesamber petir hari ini. Ia tega sekali membuatmu seperti ini, ini pasti kado terburuk yang kau terima dihari ulang tahunmu ya?”

“Ne. Tapi aku sudah tidak apa-apa sekarang.”

“Apa kau sudah tau siapa yang melakukan ini padamu? Hah jangan bilang Rae Na, kalau sampai ia yang berada dibalik ini semua, aku tidak akan segan-segan menjambak rambutnya dan kubenturkan ke tembok!”

“Haish, sejak kapan sahabatku ini jadi seorang yang kejam seperti itu, huh?”

“Rae Na duluan yang kejam. Eh, kau tau tidak kalau sebenarnya tidak pernah ada hubungan apa-apa antara Minho dan Rae Na. Minho tidak pernah meminta ia jadi yeojachingunya, Rae Na saja yang salah mengartikan!”

“Mworago?!” Jong Eun menatap Yoora serius. “Kau bercanda?”

“Ani. Aku dengar dari beberapa anak yang kemarin melihat mereka bertengkar sewaktu kompetisi basket kemarin. Heh apa itu artinya Minho ingin kembali padamu?”

Jong Eun tersentak. Ia jadi ingat akan kata-kata Minho sebelum Yoora datang, mungkin kah itu artinya.

Haish!

Jong Eun menggelengkan kepalanya. Ia sadar sekarang, perasaannya untuk Minho sudah berakhir. Ia sudah mengubur semuanya dalam-dalam dan saat ini terlalu sulit untuk Jong Eun membongkar kenangan-kenangan itu lagi.

“Heh jika ia memintamu kembali, apa kau akan menerimanya?” pertanyaan Yoora barusan langsung disambut dengan gelengan kepala Jong Eun.

“Aku bukan orang yang suka melihat kebelakang, bagiku itu semua adalah masa lalu, aku tidak ingin mengingat itu lagi, jadi apapun yang terjadi, aku tidak ingin kembali padanya!” Jong Eun tersenyum singkat. Entah kenapa ia merasa lega setelah mengatakan hal itu. Sekarang ini Jong Eun merasa perasaannya untuk Minho tidak lebih dari perasaan untuk seorang dongsaeng pada oppanya, sama seperti perasaan Jong Eun untuk Jonghyun oppa.

“Haish ya ya ya apakah ini semua karena Taemin?!” tuduh Yoora dengan wajah mencurigai. Jong Eun menggeleng pelan. “YA… matamu tidak bisa berbohong!”

“Haish!” Jong Eun menjatuhkan tubuhnya ke kasur dan kemudian menutup wajahnya dengan bantal. Entahlah kenapa ia jadi salah tingkah seperti ini, apa karena semua yang dikatakan Yoora benar.

“BRUUUUK!!!” tiba-tiba saja terdengar suara pintu kamar Jong Eun yang dibuka secara kencang. Dibaliknya terlihat sosok Minho dan Onew dengan tampang panik mereka.

“JONG EUN~AH, JJONG HYUNG TIDAK ADA!!!”

***

“Chukae~ kau berhasil Kim Kibum!” sejulur tangan terulur kearah seseorang yang diketahui bernama Kibum itu. Kibum kemudian tersenyum puas dan memperlihatkan wajah bangganya.

“Ini baru awal, masih ada pembalasan selanjutnya”

“Ya, terserah kau saja, yang jelas aku sudah cukup puas dengan ini!”

“Hah, itu karena tujuanmu membuat Jong Eun celaka sudah tercapai, Park Rae Na!” Kibum menatap yeoja itu tajam. “Tapi aku masih harus membereskan nappeun namja Kim Jonghyun!”

“Arraseo. Tapi aku pikir kau harus lebih hati-hati untuk itu Kibum-ssi. Rencana pertama boleh berjalan mulus tapi belum tentu yang kedua!” yeoja yang ternyata bernama Rae Na itu tersenyum meremehkan.

“Tenang saja, aku bukan orang yang suka membuat kesalahan dalam semua misiku!!!” Kibum kini membalikan badannya menatap jendela besar dihadapannya yang memperlihatkan pemandangan kota Seoul dari apartementnya yang berada di lantai 17 ini.

Sebentar lagi semua dendamnya akan terbalas. Benar-benar tinggal sedikit lagi semua ini akan berakhir. Kibum ingin semua sempurna, ia ingin semuanya berjalan mulus bak jalan tol. Ibarat tapakan langkah, ini benar-benar langkah terakhirnya, ia tidak ingin tersandung dilangkah terakhir itu. Dan Park Rae Na adalah salah satu pemulus rencananya. Berkerja sama dengan yeoja itu membuat ia mendapatkan banyak keuntungan mengingat Rae Na juga memiliki dendam pada adik Kim Jonghyun karena telah membuat orang yang ia cintai meninggalkannya, tapi Kibum tidak pernah memperdulikan hal itu, ia hanya perduli bahwa ia dan Rae Na memiliki satu tujuan yang sama.

“Aku senang berkerja sama denganmu Kibum-ssi, kalau begitu aku pergi dulu” Rae Na kini bersiap membereskan barang-barangnya dan pergi meninggalkan apartement Kibum. Tapi saat Rae Na membuka pintu apartement itu, tiba-tiba saja sesosok tubuh yang berlumuran darah di kepalanya ambruk tepat dihadapan Rae Na.

“AHHHHG!!!” Rae Na berteriak dan mundur beberapa langkah. Ia kaget melihat tubuh Jonghyun ambruk dihadapannya dengan keadaan mengerikan. Rae Na meringis pelan sambil menutup mulutnya saking shocknya.

“YA! Kau..” BRUUUK. Kini satu orang lagi ambruk dihadapannya. Ia mengenali orang yang satunya lagi itu sebagai Yong Junhyung, anak buah Kibum. Keadaan Junhyung tidak jauh berbeda dengan Jonghyung.

“Key-ssi, mian.. orang ini.. me.. memak.. me.. memaksa masuk!” Junhyung berbicara dengan nafas terputus-putus. Sepertinya ia baru saja terlibat perkelahian dengan Jonghyun yang mengakibatkan keduanya mengalami keadaan seperti saat ini.

Kibum menatap Jonghyun dengan senyum liciknya, ia kemudian berjalan mendekati Jonghyun dan kemudian menarik kerah baju Jonghyun, memaksa Jonghyun untuk bangun.

“Kau datang, Kim Jonghyun?” Kibum tersenyum meremehkan kearah Jonghyun yang sudah tak berdaya. Jonghyun tak mau kalah, ia juga balas menatap Kibum dengan tajam diantara sisa-sisa tenaganya. “Bagaimana kau tau aku tinggal disini, huh?”

“Bi.. biar bagaimanapun, dulu kita pernah dekat, aku.. aku tau dimana kau bersembunyi Key-ssi!”

Kibum melepaskan pegangan tangannya dari kerah Jonghyun, menyebabkan Jonghyun kembali terjatuh ke lantai.

“Jokernim, kau boleh keluar sekarang, nanti jika aku memerlukanmu, kau ku panggil!” Kibum memerintahkan Junhyung untuk keluar.

Junhyung mengangguk dan kemudian keluar meninggalkan Kibum, Jonghyun dan Rae Na bertiga di dalam apartementnya.

Dan sepeninggal Junhyung, Kibum kembali menatap Jonghyung yang sudah tak berdaya. Ia tidak menyangka kalau ia dapat dengan mudah mencari namja itu tanpa kesulitan karena ia datang sendiri ke hadapannya.

“Kau..” desis Jonghyun tidak percaya melihat kehadiran Rae Na diantara mereka. “Mengapa kau disini?”

Rae Na tidak menjawab sama sekali, ia hanya mampu berdiri mematung ditempatnya sejak awal.

“Seperti yang kau lihat, ia partnerku untuk menghancurkanmu Kim Jonghyun!” Kibum yang kini menjawab pertanyaan yang diajukan Jonghyun untuk Rae Na. Sedang Jonghyun langsung dapat menebak alasan apa yang melatarbelakangi Rae Na melakukan ini, pasti ada hubungannya dengan Jong Eun dan Minho.

“Kau.. kau kenapa melakukan ini, kau bukannya sahabatnya?”

“Ya, jauh sebelum aku menyadari kalau Jong Eun sangat menyebalkan!” Rae Na angkat bicara juga akhirnya. “Ia telah merebut Minho dariku, lalu menyakitinya, dan sekarang merebutnya lagi. Dia itu adalah yeoja paling menyebalkan di muka bumi ini!!!”

“Berhenti bicara yang tidak-tidak tentang adikku! Jong Eun tidak pernah merebut Minho dari siapapun, jika sekarang Minho meninggalkanmu itu bukan karena Jong Eun tapi karena ia memang ingin melakukan itu, Park Rae Na!!!” bela Jonghyun yang kini beralih menatap Kibum. “Key, aku tidak tau apa yang membuatmu berubah seperti ini, aku tau kau mungkin marah padaku akan kematian Sun Hwa, tetapi kenapa kau membalaskan dendamu pada adikku? Dia tidak tau apapun tentang masalah ini Key-ssi!”

“Karena aku tau kalau kau sangat menyayangi adikmu kan Kim Jonghyun! Aku hanya ingin melihatmu menderita, melihatmu seperti ini. Sekarang bagaimana rasanya melihat dongsaengmu itu terluka? Bagaimana perasaanmu jika melihat saudaramu seperti itu? Ini belum seberapa Jonghyun-ssi. Harusnya kau berterima kasih padaku karena aku tidak sampai membunuhnya!”

BRUUUUUK!!!

Dengan segenap kekuatan yang Jonghyun miliki, ia meninju keras rahang Kibum hingga menyebabkan ia meringis kencang dan kesakitan.

“Berhenti lakukan itu atau kau..”

“APAAA?!!” Kibum balas menantang. “Nappeun namja! Kau brengsek!!! Namja macam apa kau ini? Semua yang kulakukan tidak sebanding dengan apa yang telah kau lakukan pada noonaku!” Kibum kini mengeluarkan sesuatu dari saku jacketnya. Sebuah senjata api yang kini dilayangkannya kearah Jonghyun. “Seharusnya aku langsung membunuhmu Kim Jonghyun!”

“Key, kau salah paham..”

“APA?! Apa yang salah paham dariku? Aku tau semuanya, aku tau semua hal busuk yang kau lakukan pada Sunhwa noona. Kau meninggalkannya untuk yeoja lain karena dia sakit. Karena dia tidak dapat hidup lebih lama lagi. Sebegitu teganya kau meninggalkannya dengan cara seperti itu? Bahkan ketika hari terakhirnya, kau memaksanya tetap berada disampingmu padahal kau tau kalau ia sakit. NAMJA MACAM APA YANG MEMBIARKAN SEORANG YEOJA MENINGGAL DIPANGKUANNYA HAH?!! Jika kau membawanya ke rumah sakit, mungkin sekarang ia masih ada. KAU BRENGSEK!!!” emosi Kibum meledak hingga ia kini sudah semakin yakin untuk menembakan senjata apinya ke kepala Jonghyun beberapa detik lagi.

“AKU TIDAK PERNAH TAU SUNHWA SAKIT KEY-SSI!!!” Jonghyun balas meninggikan suaranya. “Aku benar-benar tidak tau apapun tentang penyakit Sunhwa!”

“Aku tidak percaya dengan alasanmu itu!” Kibum kini bersiap menembakan pistolnya. “Ada pesan terakhir yang kau ingin sampaikan, Jonghyun-ssi?”

Jonghyun sama sekali tidak takut akan ancaman Kibum sekalipun ia tau kalau ia bisa mati kapan saja jika Kibum telah menembakan pistolnya. “Aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat mencintai Sunhwa!”

“Terlambat Jonghyun-ssi..”

“Aku sangat mencintainya melebihi apapun di dunia ini. Bahkan ketika kami sudah berada di dua alam berbeda, aku masih sering merindukannya. Aku tidak pernah tau ia menginap penyakit mematikan yang akan merengut nyawanya sewaktu-waktu, Suhwa sama sekali tidak pernah cerita masalah itu. Ia yang memutuskanku, ia yang mengakhiri hubungan ini. Ia yang membuatku menjadi seorang playboy seperti ini!” Jonghyun mulai meneteskan beberapa air mata dipipinya. Ia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya, ia tidak pernah menumpahkan air matanya seperti ini jika bukan karena orang-orang yang sangat ia cintai. “Saat ia memintaku menemaninya seharian, aku tidak pernah menyangka kalau itu adalah hari terakhir aku melihatnya, hari terakhir aku melihat senyumannya dan hari terakhir aku mengenggam tangannya. Bahkan ketika ia meninggal digedonganku, aku masih tidak mempercayainya sampai sekarang. Aku mencintainya dengan tulus, jika aku mengetahui semuanya dari awal, aku tidak akan membiarkan ini terjadi Key-ssi!” air mata Jonghyun mengalir semakin deras dan hal itu membuat Kibum kaget. Ia tau orang macam apa Jonghyun, ia tau kalau namja itu tidak akan pernah menyia-nyiakan air matanya jika bukan karena sesuatu yang sangat penting untuknya.

Dan kata-kata itu juga sukses membuat pertahanan Kibum goyah. Entah mengapa Kibum mempercayai semua kata-kata Jonghyun barusan. Entah kenapa Kibum dapat melihat kejujuran dari mata seorang Kim Jonghyun.

“Terserah kau mau mempercayai ini atau tidak, tapi yang jelas aku benar-benar tidak berniat menyakiti Sunhwa. Dan jika sekarang kau ingin membunuhku, lakukanlah jika itu dapat membuatmu puas, jika ini adalah ganjaran atas semuanya, aku siap. Tapi satu hal yang harus kau dengarkan baik-baik Key-ssi, jangan pernah kau menyakiti dongsaengku satu-satunya, ia sama sekali tidak terkait dalam masalah ini!” Jonghyun mulai memejamkan matanya ditengah linangan air mata yang terus mengalir membasahi kedua pipinya. “Lakukanlah Key-ssi. Lakukan sekarang!”

Kibum menatap Jonghyun tajam. Walau sebagian hatinya telah terkontaminasi dengan kata-kata Jonghyun barusan, tapi ia tetap ingin mempertahankan pendiriannya. Perlahan dipegang pistol itu erat-erat dan bersiap-siap menembakannya tepat di otak kiri seorang Kim Jonghyun, dan beberapa detik kemudian…

“DOOOR!!!” terdengar bunyi keras keseluruh ruangan. Rae Na bahkan yang sejak tadi mendengarkan perkelahian dua namja itu pun langsung menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Ia tidak menyangka akan menyaksikan proses pembunuhan secara langsung di dalam hidupnya.

“Mianhae” desis Kibum pelan sambil menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Sekarang seluruh tubuhnya lemas seperti tidak memiliki kekuatan apapun untuk berdiri.

“Kenapa meminta maaf, Key-ssi?!” suara Jonghyun barusan kembali membuat Rae Na menyingkirkan telapak tangannya dari wajahnya. Bagaimana bisa suara itu masih ada?

“Kenapa tidak jadi membunuhku, Key-ssi?!” tanya Jonghyun lagi. Rae Na kini dapat melihat sosok Jonghyun yang utuh tanpa luka apapun masih berdiri dihadapan Kibum. Ternyata tadi Kibum tidak menembakan senjata apinya ke arah Jonghyun tetapi kearah sofa yang tepat berada dibelakang Jonghyun, terbukti dengan adanya lubang besar pada sofa itu saat ini.

“Mianhae hyung, jeongmal mianhaeyo!” kini Kibum berlutut, menangis dihadapan Jonghyun dan Rae Na. Entah mengapa semua pertahananya runtuh saat itu juga, ia tau ia tidak pernah bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia mempercayai kata-kata Jonghyun, ia tau kalau ia tidak akan pernah bisa membunuh Jonghyun bahkan ketika kesempatan itu telah benar-benar ada di depan matanya.

“Ireona, Key-ssi!” Jonghyun mengulurkan tangannya membantu Kibum berdiri.

“Mian hyung, aku..” kini tangis Kibum pecah dipelukan Jonghyun. Jonghyun tersenyum, ia tau kalau Kibum tidak akan pernah mampu melakukan ini.

“Jadi kau mempercayaiku?” tanya Jonghyun yang diiringi anggukan kepala Kibum. “Gumawo sudah mempercayaiku, gumawo juga telah kembali memanggilku hyung. Aku senang Key ku sudah kembali!”

“Mian atas semuanya hyung, aku benar-benar menyesal. Kenapa kau tidak pernah bilang padaku kalau kau tidak mengetahui penyakit noona?!”

“Aku tidak memiliki kesempatan, bahkan Donghae hyung pun tidak. Ia sudah berusaha memberitaumu akan hal ini, tapi kau seolah tidak ingin dengar dan tidak ingin memahami Key-ssi. Sudahlah, lupakan semuanya, sekarang saatnya kita membuka lembaran yang baru lagi!”

Kibum mengangguk, ia tau kalau apa yang dilakukannya selama ini salah. Ia tau balas dendam tidak juga dapat menyelesaikan semua masalah. Kibum sadar dan benar-benar sadar akan hal ini.

“Gumawo hyung~”

“Ne, nado gumawo!”

Disudut lain terlihat Rae Na hampir menangis melihat adegan yang nyata dihadapannya ini. Ia paling tidak suka hal seperti ini, tapi ia juga tidak mampu menyembunyikan air matanya. Sama seperti Kibum, Rae Na pun menyadari kalau balas dendam tidak itu tidak baik. Membuat Jong Eun terluka seperti kemarin sudah cukup untuknya, ia tidak ingin meminta lebih.

Perlahan ditinggalkannya apartement Kibum dengan memantapkan langkahnya untuk juga memulai hidup barunya. Mungkin Berlin adalah tujuannya selanjutnya, mungkin juga ini adalah jalan yang dipilihkan Tuhan untuknya agar bisa tinggal bersama kedua orang tuanya di Jerman.

***

“OPPPPPPA!!!” Jong Eun berteriak kencang dan berlari memeluk Jonghyun ketika Jonghyun baru saja datang setelah sempat menghilang sejak tadi pagi. Ia kini kembali dengan keadaan yang cukup mengenaskan, ada beberapa luka memar di wajahnya dan tangannya. “Oppa, kau..” Jong Eun tak dapat berbicara apapun ketika ia melihat kondisi oppanya tersebut, ia bahkan sempat shock juga ketika melihat Kibum datang bersama Jonghyun ke rumahnya.

“Annyeonghaseo Jong Eun~ah!” sapa Kibum yang langsung membuat Jong Eun diam seribu bahasa. Ia menelan pelan air liurnya sendiri, beberapa mengedip-ngedipkan mata untuk memastikan kalau apa yang ia lihat sekarang adalah nyata. Kim Kibum yang nyata, bukan Kibum yang kemarin menabraknya dengan motornya.

“Jangan khawatir, ia sudah berubah sekarang. Semua masalah antara kami sudah selesai, kau tidak perlu cemas, arraseo?!” Jonghyun mengacak-acak rambut dongsaengnya itu dan kemudian berjalan menuju kamarnya.

“Kau sudah baikan? Mian atas yang kemarin, aku benar-benar minta maaf Jong Eun~ah!” Kibum membungkuk 90 derajat menyatakan kalau ia sangat menyesal. Konon katanya di Korea jika seseorang menunduk sampai serendah itu ia benar-benar menyesal atas semuanya dan Jong Eun dapat melihat itu dari mata Kibum.

“Gwaenchana Key oppa, aku sudah memaafkanmu!”

“Gumawo” Kibum tersenyum manis, ia sangat berterima kasih kepada Jong Eun karena diantara semua perlakuan Kibum selama ini untuknya, ia masih menyediakan ruang maaf untuk Kibum dihatinya. Kibum kemudian mengeluarkan sebatang lollipop yang kemudian diberikan pada Jong Eun. “Kau masih suka lollipop kan?”

“Oppa~”

“Ambilah. Mungkin lollipop ini tidak dapat menghapus semua kesalahanku padamu, tetapi ku harap kau dapat memaafkanku dengan tulus Jong Eun~ah karena aku hanya butuh itu sekarang!”

Jong Eun mengangguk sambil mengambil lollipop pemberian Kibum. “Ne oppa, aku ikhlas memaafkanmu!”

“Gumawo, jeongmal gumawo. Lain kali aku akan menebus kesalahanku dengan hal yang lebih berarti dari pada sebuah lollipop, Jong Eun~ah!”

***

Hari ini matahari pagi bersinar cerah, bunga-bunga musim semi sudah mulai ada yang menguning, aura musim panas telah tiba. Selaras dengan cuaca pagi ini yang cerah, hati dan perasaan Jong Eun pun juga ikut bersinar. Hari ini seperti hari-hari biasanya, tetapi yang membuat hari ini terasa berbeda adalah sekarang tidak akan adalagi masalah-masalah mengenai Kibum, dan yang paling penting saat ini semuanya sudah kembali normal seperti biasanya.

“YA! Tebak siapa aku?!” tanya sebuah suara yang tiba-tiba saja menutup kedua matanya. Jong Eun tersenyum tipis, ia pasti tau siapa pemilik suara itu, itu pasti Lee Yoora, sahabatnya.

“Yoora-ya lepaskan tanganmu dari mataku!” perintah Jong Eun kemudian.

“Ahhh~ kenapa kau tau ini aku?!” Yoora langsung mengerucutkan mulutnya dan beralih menatap sekelilingnya, menghirup udara disekitarnya seolah sedang menikmati angin musim panas ini. “Hah cuaca hari ini cerah sekali ya~”

“Ne. Secerah hatiku!” Jong Eun juga ikut menikmati keadaan ini. “Hari ini aku senang sekali Yoora~ya, masalah Key oppa sudah selesai dan aku tidak perlu mengkhawatirkan itu lagi~”

“Ne, aku tau itu. Syukurlah, akhirnya ia sadar. Dan yang paling penting adalah si Rae Na juga sudah pindah ke luar negeri, akhirnya penganggu itu pergi juga dari hidup kita!”

“Rae Na pindah ke luar negeri, jeomalyo?”

Yoora menutup mulutnya. Ia keceplosan. Harusnya ia tidak boleh memberitahu hal ini pada Jong Eun. Harusnya ini hanya menjadi rahasia antara Kibum – Jonghyun – Onew dan beberapa teman-teman dekat Jonghyun. Harusnya juga Onew tidak membocorkan masalah ini pada Yoora karena Yoora mudah sekali keceplosan seperti sekarang ini.

“Haish~ paboya!” Yoora menjitak kepalanya sendiri.

“YA! Lee Yoora, benarkah seperti itu?”

“Ne, yang aku tau dari Onew, Rae Na sempat terlibat dengan rencana Key oppa yang kemarin, tapi ya karena sekarang semuanya sudah berakhir, Rae Na memutuskan untuk pindah ke Jerman. Aku rasa ia sudah tidak memiliki rencana untuk menyakitimu lagi tapi juga tidak punya keberanian meminta maaf!”

Jong Eun merenungi kata-kata Yoora barusan. Ya, semoga apa yang menjadi keputusannya adalah yang terbaik baginya.

“Jong Eun~ah” tiba-tiba langkah kaki Jong Eun terhenti ketika melihat sebuah sileut sosok seseorang berdiri tegak dihadapannya dengan sudah mengenakan seragam sekolahnya secara lengkap. Orang itu tersenyum kearah Jong Eun yang sukses membuat Jong Eun ingin segera berlari memeluknya.

“Tae.. Taemin~ah?!” Taemin menghampiri Jong Eun dan langsung memeluk tubuh yeoja itu, sedang Jong Eun membalas pelukan Taemin dan menenggelamkan wajahnya di dada Taemin. Entah mengapa ia sangat merindukan namja itu, namja yang baru 3 hari pergi meninggalkannya, namja yang entah mengapa sangat dirindukannya.

“Taemin~ah, kau pulang?”

“O” Taemin melepaskan pelukannya dan beralih menatap Jong Eun. “Apa kau baik-baik saja? Aku dengar kemarin kau kecelakaaan, apa itu benar?”

“Kemarin aku memang mengalami kecelakaan kecil, tetapi sekarang aku sudah baik-baik saja kok!”

“YA! Mengapa kau tidak memberi aku kabar?”

“Mian, aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir, aku tau kau pasti akan segera meninggalkan Belgia saat itu juga jika aku memberitaumu!”

“Haish, pabo!” Taemin menjitak kepala Jong Eun pelan. Tadi pagi setelah ia mulai kembali masuk sekolah lagi seperti biasanya, ada beberapa anak yang memberitaunya kalau Jong Eun kecelakan, tetapi untungnya ia tidak apa-apa, Taemin jadi lega saat melihat Jong Eun benar-benar tidak apa-apa.

“Lain kali harus hati-hati, arraseo?” Jong Eun mengangguk mematuhi nasihat Taemin.

“Ommooona~ ada apa dengan kalian berdua? Kenapa sekarang terlihat jadi seperti sepasang kekasih, huh?” ledek Yoora yang kemudian langsung belari kecil menuju kelas sebelum Jong Eun menjitaknya.

“Haish jinjjayo!”

Disudut lain ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan Jong Eun dan Taemin. Sepasang mata yang teduh itu menatap keduanya penuh arti, ia tau kalau apapun yang ia dapat lakukan tidak akan mengubah kenyataan yang ada. Sepasang mata itulah yang pada akhirnya harus mengikhlaskan sebuah fakta yang tak mungkin dapat ditolak lagi. Dan sepasang mata itu jugalah yang tidak memiliki alasan lain untuk terus mengeluarkan segudang air mata untuk sesuatu yang tak akan pernah ia dapatkan kembali. Sepasang mata itu adalah sepasang mata milik seorang namja bernama Choi Minho.

Minho menyadari satu hal kalau ternyata Jong Eun memang memiliki perasaan berbeda untuknya, untuk seorang Lee Taemin. Jelas perasaan itu berbeda dari perasaan seorang sahabat biasa. Minho tau itu, Minho dapat mengetahui dari bagaimana cara Jong Eun menatap Taemin, bagaimana cara Jong Eun tersenyum pada Taemin dan juga cara Jong Eun bicara pada Taemin.

Lalu sekarang yang dapat Minho lakukan adalah ikhlas untuk menerima ini semua. Sejak awal ia yang memilih jalan seperti ini, jadi seharusnya Minho tidak boleh menyesal atas apapun.

Ya, seperti inilah yang namanya cinta. Terkadang kau baru menyadari betapa berartinya dia saat ia bukan milikmu lagi. Dan pada kenyataan yang ada Jong Eun bukan milik seorang Choi Minho lagi. Tidak perduli seberapa besar perasaan Minho yang tersisa buat Jong Eun, satu-satunya hal yang harus diterima dihadapannya adalah benar-benar melepas Kim Jong Eun pergi dari dalam hatinya.

Sekali lagi dipandangi sosok Jong Eun yang kini sedang berjalan beriringan menuju kelas dengan Yoora dan Taemin disampingnya. Minho tau kalau namja itu dapat melakukan yang lebih baik dari yang pernah ia lakukan untuk Jong Eun.

“Taemin~ah take care of my ex-girlfriend!” bisik Minho sebelum akhirnya lenyap dibalik koridor.

TBC

Waaaa akhirnya klimaksnya sampai di part ini, gimana gimana gimana? Jelek ya? Maaf kalo yang gak puas. Aku memang sering gagal buat ff bagus *TEEET TOOOT* oh iya kalo yang nyangka part ini udah ENDING kalian salah hehe, karena end nya di part 13. Tungguin ya buat end nya, semoga gak ngecewain 🙂

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

29 thoughts on “Hey, Can You See My Heart – Part 12”

  1. Cant wait for chapter 13!!!!!!!
    Aaah part ini kereeeen BGT!!!!!!!!
    Jjooooong krnapa kau nggak mati?!?!?!?!!
    Padahal aku pengennya jjong ketembak, trus sad ending deh. Hehehehehe*istri yang durhaka*
    Huu minho salahnua sendiri dulu gitu, sekarang baru terasa deh butuhnya ke jong eun!!!
    EunTae couple! Hahahahaha

    Thor! Part thirteen jangan lama lama aloas ASAP yaaaaaaaa
    FIGHTING!!!!!!#Berapi-api#tereak pake toa

  2. kyaaa,
    udah mau ending ya,,
    ah,
    aku brharap jong eun ma taemin pacaran,,
    next part jngan lma2 ya,,
    brung knari, brung perkutut,,
    yuk mari, lanjuuuttt…..

  3. HWAW kirain ini udah ending ekekekek
    kelongkap ya part 11 nya? oke thor aku baca di blogmu yak 😀
    minho 😥 kasian 😥 😥
    semangat unnie!

  4. hm~ milih minho apa taem nih aku???
    pengennya sih ama minho heuheuheu tp terserah authornya lah!!!
    hahaha
    aku koment dulu dueeh blum baca euy gak sangguuuuup nanti mewek dah… hiks hiks

  5. akhirnya jong eun udh ngeganti perasaannya ke minho cuma perasaan dongsaeng ke oppanya.. Tenang deh aku 🙂
    tetep dukung jong eun sama taem biarpun ga tega sama minho.. Tapi lebih ga tega lagi kalo taem yg sakit hati.. mending minho cariin cewe baru aja atau sama aku juga boleh kok *plak

    Next part jangan lama-lama ya thor ! Penasaran sama endingnya 😀

  6. huwaaa keren !!! kibum akhirnya jadi baik .. ^^
    *hug kibum*
    rae na pergi ntah kmna .. tetep ajah ada yg sakit .. ahahah kasian minho .. ahahah udah lah .. ini akhir yg aku idam2kan .. ^^

  7. Horeeee!!! Akhirnya Minho menjauh, Taemin mendekat…dan Jong Eun sadar!
    Oke, mantap sekali Thor!
    tapi kalau gini? part 13-nya gimana ya?
    Wahhhh!!! penasaran, penasaran, penasaran!!!!!

  8. huaaa, key saraanghaeeeyoo *tereak pake toa*
    #ditendang kelaut sama locket

    key luluh juga sama jonghyun. gitu dong baikan, masa berantem mulu karna salah paham -__-
    minho tabah ya, relakan jong eun buat taemin. flames setia nunggu kok (ga nyambung)

    pantas rada bingung kok part 11nya ga ada langsung ke 12. penasaran juga nih. baca yg part 11 aaah.
    next yah author ^o^

  9. Huah minho sama aku aja! Pokoknya jong eun hrs ma taeminie yak! Daebak lah aku nangis baca yg key sama jjong. Ya ampun key *hug

  10. Maigaattt
    Baru baca hari gini
    Untung baca yang part 11 dulu
    Baru yang ini
    Aihhh gatau lah gatau
    Gatau banget gatau mau gimana lagi
    Pasrah aja deh
    Terlalu ini ff huaaa suka bgt
    Rae naaaaaaaa hush hush jangan ganggu lagi
    Belajar yang bener di jerman ya

  11. Jjjooooooonggg!!!!!
    Dia cinta bgt ya sama sunhwa? Aaaa sedihh
    Issss kok taemin pas dtg unyuuuu gitu sih :$
    Tapi minho……….kasian!!!!!!
    Aaaaaaaa jong eun balik lagi dong hikss

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s