Summer Love Story 3.3

Yeii… I’m back ^^

Barang siapa yang sudah baca part 3nya, bisa langsung baca aja part terakhir ini ini. ^^

Oh ya, disarankan saat baca part terakhir ini, kalian siapin track list untuk didengar sambil baca. Daftar lagunya:

Can your hear me-Taeyeon, I love you-Taeyeon, In your hands-Xing(Kevin ver.), It has to be you-Yesung, Heaven-SNSD, Calling out-Luna&Krystal, One-SHINee, The name I loved-SHINee dan yang terakhir Mistake-SNSD

Nah, kalau sudah siap tuh lagunya dijadiin track list, berarti kalian siap baca ^^

Let’s read this. Kajja!!

Author             : Ji I-el

Main Cast        : Choi Minho, Ji Hyerin (Ahaha… As usual, it’s Flames’s time :D)

Support Cast   : Someone from SHINee ^^

Length             : Sequel

Genre              : Sad Romance in Life

Rating             : General

Summary         : Tak ada satupun alasan bagiku untuk mencintainya, tapi begitu banyak hal yang membuatku yakin untuk mempertahankan hatiku padanya. Dan hal-hal itu terus bertambah dari hari ke hari. Tapi, ketika apa yang kau inginkan tidaklah sesuai dengan yang terjadi, apa yang akan kau lakukan?Dan apa yang akan dikatakan hatimu jika semuanya harus dimulai dari nol lagi? –Ji Hyerin-

Disclaimer       : The story is mine. This FF is based on true story with a little conversion. And this story has received the approval from the people who have this story.

Korea selatan mengalami musim panas pada awal Mei hingga Agustus. Dan di waktu tersebutlah kisah ini menjadi sebuah cerita bagi sipemilik kisah cinta ini. The first sweet love story from Ji Hyerin, a girl who never believe that a guy has love for her.

***I-el

 

Ryn, aku bingung. Aku…

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ne, oppa? Katakan saja. Apa ini masalah hubungan kita?

 

Aku menebak asal saja. Tapi, mungkin memang inilah yang sejak beberapa minggu yang lalu mengganggu ketenanganku. Entah kenapa aku merasa akan ada hal yang besar yang akan melanda kehidupanku.

Gak  tahu kenapa, aku merasa sudah tidak bisa mendampingi kamu lagi

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Lalu oppa mau kita gimana sekarang?

 

Entahlah, aku bingung. Aku takut ini akan menyakiti kamu.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Gak apa-apa, oppa. Aku sudah mempersiapkan diriku dari awal aku memutuskan untuk bersamamu. Kalau kamu ingin kita putus, ya tidak apa-apa. Tapi, kalau memang masih bisa diperbaiki terlebih dahulu, ya dicoba saja.

 

Umm… i guess it must be ended now.. before it’s too late

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Eum… tapi apa alasan oppa memutuskan itu? Aku mau tahu alasan sebenarnya.

 

Aku merasa kalau aku sekarang bukanlah seorang Minho yang bisa menjaga kamu. Menghilangkan rasa sakit dari dirimu. Minho yang kamu butuhkan… aku bukan lagi seperti itu. Hhh..

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Tunggu. Bisakah oppa menunggu beberapa hari saja? Aku, aku mungkin tidak akan terbiasa tanpa kehadiranmu. Jadi, bisakah oppa bertahan sebentar sampai aku bisa terbiasa dengan semuanya?

 

Eum… Entahlah.. tapi kalau itu yang Ryn mau, aku akan coba.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Hhh… oppa tau? Sebenarnya aku punya satu keinginan sederhana yang ingin aku wujudkan bareng sama oppa

 

Apa itu?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Aku… aku sebenarnya ingin sekali merayakan ulang tahunku yang ke-18 nanti bersama dengan oppa. Tapi, sepertinya sudah tidak mungkin terjadi lagi karena keadaannya seperti ini sekarang. Hhh.. berarti ulang tahunku nanti, aku akan merayakan sama teman-teman lagi.

 

Hey, i’m still here for you baby. Even if it’s not as your namja, but as your oppa J

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Ani. Bukan yang seperti itu. Ryn mau merayakan ulang tahun nanti bersama oppa sebagai namjachinguku, bukan sebagai oppaku. Maukah oppa bertahan sampai saat ulang tahunku tiba?:’(

 

From: Nae Jagiya

Ohh.. baiklah. Aku akan coba.

 

To: Nae Jagiya

Gomawo, oppa. Hhh… kalau dipikir-pikir apa jadinya aku tanpa oppa ya setelah ulang tahunku nanti? You are my everything, oppa.

 

Aku masih bisa bernapas lega karena setidaknya kami masih bisa bertahan selama kurang lebih 5 bulan ke depan sampai tiba hari ulang tahunku. Minho oppa baik sekali masih mau memberikan waktu bagiku untuk bersamanya. Tapi, sanggupkah aku bertahan dengan kepura-puraan ini?

Lagi-lagi otakku liar berkelana, menjamah segala macam dugaanku tentang apa yang akan terjadi esok depan. Hatiku masih tetap belum tenang. Aku masih belum yakin, kami akan bertahan dalam keadaan yang seperti ini. Aku pun bahkan meragukan kalau hari ini akan berlangsung seterusnya. Akhirnya, kami kembali berbalasan pesan sampai akhirnya Minho oppa mengirimkan pesan seperti ini…

Ryn, aku pikir sebaiknya memang harus berakhir sekarang.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Mwo? Ani. Tolonglah bertahan sebentar saja. Kalau oppa memang tidak bisa menunggu sampai hari ulang tahunku, tunggulah sampai aku bisa terbiasa dengan keadaan hubungan begini.

 

Entahlah, Ryn. Aku pikir memang sudah harus berakhir sampai disini saja.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Baiklah kalau oppa mau seperti itu. Aku akan terima. Thanks for everything, oppa.

 

At least, disinilah kami berakhir. My love story berakhir di pertengahan summer yang hangat ini. Aku masih tidak menyangka akan begini akhir kisahku dengan Minho. Hhh.. oppa, kenapa harus begini jadinya??

*          I-el       *

Alhasil, aku tidak bisa tidur sama sekali. Waktu sudah menunjukan pukul 12 dini hari ketika aku lihat layar ponselku. Aku masih terbayang-bayang sosoknya yang baru sesaat tadi masih menjadi kekasihku itu. Satu hal yang masih belum masuk akalku adalah kenapa alasan dia pergi karena dia tidak bisa menjagaku lagi? Padahal waktu aku memutuskan menjadi kekasihnya dulu bukan karena dia bisa menjagaku, jadi buat apa dia langsung merasa patah semangat begitu?

Akhirnya, aku mengirim pesan kepada Minho oppa. Aku berharap dia masih terjaga. Aku berharap dia masih memikirkan aku, memikirkan cerita dan kisah kami saat masih bersama. Aku pun berharap dia menyesal dengan keputusannya.

To: Nae Jagiya

I still thinking what you have done to me. And because of that, i stil can’t sleep. I still thinking how sick it is.

 

Tak lama kemudian aku menerima balasan dari Minho dan dimulailah conversation pertama kami sebagai mantan couple.

So do I… hhh..😥

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Siapa yang bodoh disini sebenarnya? Kita atau keadaan?

 

Akulah yang bodoh… Hhh..

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Semuanya. Aku yang lebih bodoh lagi, kenapa aku harus menjalani ini sama kamu padahal kau tahu keadaannya gak memungkinkan.

 

Apa yang salah dari kamu, Ryn? Kamu terlalu baik.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Salahku ya membiarkan semua ceritanya semua ceritanya jadi begini. Membuatnya jadi ada dengan memperbolehkan oppa masuk ke dalam duniaku.

 

Kamu menyesal aku hadir di duniamu, Ryn?

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Menyesal jika akhirnya buruk seperti ini. Aku berpikir mengenai akhir yang baik-baik. Bukan dengan cara begini.

 

Do you decline what i have said? If you say so, i’ll do that.

From: Nae Jagiya

 

To: Nae Jagiya

Maaf.. bukannya aku tidak suka dengan apa yang kita alami, tapi aku hanya tidak suka dengan cara berakhirnya saja. Ini malah membuatku semakin trauma pada namja.

 

Together in all this memories, i see your smile.. all of my memories i hold, dear. Darling, you know i love you till the end of time..

Ryn, jujur aku tidak bisa lepas dari dirimu ternyata. Kamu mau kan kembali padaku lagi?

From: Nae Jagiya

 

Setelah aku melihat pesan terakhir darinya itu, aku mematikan ponselku dan berpikir sampai pagi menjelang. Aku berusaha untuk mencoba menghindarinya sampai aku tahu sendiri apakah aku bisa tanpanya atau tidak. Aku mulai berpikir, apakah baik adanya jika aku kembali padanya.

Saat matahari mulai mengintip ventilasi udara kamarku, aku pun memutuskan untuk menjawab pesannya yang masuk terakhir kali beberapa jam yang lalu. Akhirnya, aku memutuskan untuk mengatakan sesuatu yang sebenarnya agak berat aku ketikan di ponselku untuk dikirimkan padanya.

To: Nae Jagiya

Oppa, maaf semalam aku mematikan ponselkui. Aku tidak punya maksud untuk menghindar secara harafiah..

Oppa, sudah kukatakan dari awal padamu, ada baiknya kamu memikirkannya terlebih dahulu sebelum mengatakan kalau oppa ingin ‘putus’. Sekarang hasilnya sudah jadi seperti ini, aku pikir aku hanya bisa menjadi dongsaengmu lagi seperti awal kita saling mengenal. Ya, aku akan ada untukmu sebagai dongsaeng, bukan sebagai  yeoja lagi.

 

Kalian lihat kan betapa bodohnya aku? Aku bahkan tidak tahu aku dapat bisikan dari siapa sampai aku mengatakan begitu. Hatiku bilang aku ingin kembali padanya, tapi kenapa otakku tidak bisa menyesuaikannya dengan hatiku? Kenapa otakku harus memberikan perintah pada otot-otot jariku untuk mengetik pesan yang demikian?

Anioo… Andwae.. Ryn babo. Hyerin babo!! Akhirnya aku memutuskan untuk mengirim pesan klarifikasi yang  bisa membuatnya tidak salah berpikir mengenai aku. Sebisa mungkin aku harus memperlihatkan betapa sebenarnya aku ingin kembali padanya, tapi aku tidak ingin kejadiannya seperti waktu aku memancingnya menanyakan apakah aku ingin jadi kekasihnya atau tidak seperti dulu.

To: Nae Jagiya

Aku benar-benar minta maaf. Aku punya prinsip ‘apa yang sudah putus, tidak bisa disambung kembali.’. Dan kalaupun seandainya kita coba lagi untuk kembali jadi sepasang kekasih, aku yakin ceritanya tidak akan semanis seperti saat kita belum putus, oppa.

Jujur, aku juga masih tidak terbiasa hidup tanpa perhatian darimu. Tapi, aku pikir untuk mendapatkan itu tidak harus dengan menjadi yeojachingumu, kan?

Tapi, kalau kamu memang benar-benar ingin aku kembali, maka ubahlah prinsipku seperti waktu kamu mengubah cara berpikirku tentang namja.

Kalau kamu rasa tidak sanggup, ya berarti memang kita sampai disini dan gak ada alasan lagi bagimu untuk ada buatku dan aku untukmu.

 

Baiklah jika itu yang kamu inginkan, Ryn.

From: Nae Jagiya

 

Kalian lihat? Ada nada pasrah disana. Inilah hal yang berubah dari sosok Minho yang kemarin masih menjadi kekasihku. Aku pikir dia pasti punya alasan lain mengapa dia harus menjadikan hari kemarin menjadi ada dan menjadi suatu kisah dalam perjalanan hidup kami. Tapi, apapun itu, selama dia tidak mau dan berniat menceritakannya sama sekali, biarlah itu menjadi rahasianya berdua saja dengan Tuhan.

*          I-el       *          I-el       *

Aku mencoba membiasakan diri untuk tidak bergantung padanya dengan cara mengurangi intensitas komunikasi kami. Tapi, jari-jariku selalu saja merasa gatal ingin mengetik sejumlah huruf untuk kukirimkan ke ponselnya. Aku pun membuat barisan-barisan puisi secara spontan dan mengirimnya pada Minho.

To: Nae Jagiya

Setiap penggal cerita yang kau tinggalkan

menjadi sebuah ukiran di dada

Setiap kata cinta yang kau ucapkan

menjadi sebuah udara yang kuhirup bebas

Setiap pelukanmu yang tidak bisa kubalas

menjadi sebuah pukulan yang menghantam keras tepat di dadaku ini

 

Kau isi hari-hariku yang lalu

dengan begitu banyak melodi

menjadikannya sebagai salah satu

dari sekian banyak hal yang aku syukuri

 

Tak ada kata paling indah

yang bisa aku lihat

dan juga aku dengar

satu-satunya kata yang paling kunanti darimu

tak peduli dengan waktu

 

Jikalau kau ingin pergi.. Jauh..

tunggulah

tunggu sampai kau telah menyembuhkan

luka di hatiku

tunggulah

sampai tugasmu selesai

sampai aku dapat kembali berdiri tegak

tanpa topangan dari dirimu lagi

 

Sudah tentu itu bukan pesan terakhir dari kami. Bukan suatu pesan kenangan yang kuberikan untuknya, melainkan satu pesan yang kuharap dapat membuatnya sadar bahwa aku masih akan ada untuknya sekalipun dia berpikir bahwa aku sudah pergi jauh. Sejak awal aku sudah berjanji bahwa aku tak akan meninggalkannya, tapi dia yang memilih jalan untuk meninggalkanku.

Kalau boleh jujur, sebenarnya aku marah dengan sikapnya, dengan apa yang ia lakukan padaku sekarang ini, tapi ketika aku kembali mengenang semua pesan-pesannya dulu di inbox ponselku, semua rasa kesalku terhapus begitu saja. Seperti pasir pantai yang tersapu air laut, seperti debu tanah yang terbawa angin.

Aku buka kembali seluruh inbox dari Minho yang masih bertahan di ponselku.

I’ll always love you.. until the end of time..

Cause all i need is you, my lady

From: Nae Jagiya

 

You got my word J

I’ll promise to keep my love for you.. Deep in my heart.. No matter what

From: Nae Jagiya

 

*whispering you*

Saranghaeyo, nae yeoja

*kiss your forehead*

From: Nae Jagiya

 

Because you could make my heart tremble in fear of lonely. Loneliness when you get away from me, when you leave me in the darkness of love… And i can’t imagine what will i be if you’re not with me.. So, i decide to make you mine.. So, i will not lose you.

From: Nae Jagiya

 

I always say ‘saranghaeyo’, because now i’m deeply fall in love to you, baby.. This is not only in my mouth, but my heart say so.

From: Nae Jagiya

 

Started on a day i know you.. Day by day, i hear myself say.. calling out your name.. ‘why can’t this feeling just fade away?’, i said that on the past. But, now i know that if i let you go, i will never know what my life would be. I know now, just quite how.. My life and love should go on.. with you on the first place in my heart.. In my mind.. In my dream.. And in my life.

From: Nae Jagiya

 

Promise me. That you wouldn’t leave me..

From: Nae Jagiya

 

Hhh.. all you have to know is I love you.

From: Nae Jagiya

 

Ne.. i promise baby.. because this *nunjuk ke dada kiri sendiri* is now belongs to you

From: Nae Jagiya

*          I-el       *          I-el       *

 

Itu baru sebagian kecil dari pesan darinya yang masih kusimpan sampai sekarang, bahkan tak ada niatan sedikitpun untuk menghapusnya. Sampai sekarang, meski sebulan sudah hampir aku lewati setelah keputusan kami untuk berpisah itu, aku masih sering memperhatikan dan kembali membaca pesan-pesan dari Minho itu,, dikala aku merindukannya tapi dia tak membalas pesanku sama sekali. Tapi, ada satu pesan dari Minho yang membuatku sampai sekarang masih bertanya-tanya dan belum menentukan apakah aku akan pergi dari hidupnya atau tetap menunggunya.

 

Dia mengirimiku sebuah penggalan lirik lagu Jepang kesukaannya. Setelah dia memintaku untuk mencari tahu sendiri artinya, maka akupun mencarinya bahkan mendownload lagunya. Yang pasti inti dari lagu itu adalah Minho ingin aku mengetahui bahwa dia akan selalu ada untukku sampai aku yang menginginkan sebaliknya. Entahlah, aku belum yakin betul tentang makna keseluruhannya, tapi apapun maksudnya aku akan menuggu Minho sampai dia mengulang permintaannya untuk kembali padaku beberapa waktu yang lalu. Aku pun sedang menunggu apa  usaha yang dilakukannya untuk membuatku kembali percaya padanya bahwa tak akan ada lagi kata ‘putus’ dari mulutnya.

*          I-el       *          I-el       *

 

Aku mulai merasa bosan menuggu. Semakin hari Minho semakin membuatku kesal karena tak pernah membalas pesan dariku bahkan terkadang telpon dariku tidak diangkatnya. Aku tidak tahu apa maunya Minho, kemarin-kemarin dia bilang akan menungguku, tapi sekarang aku ragu dengan pernyataannya itu. Dia bahkan tidak menunjukan usaha sedikitpun untuk membuatku percaya lagi padanya.

Suatu kali, aku mengiriminya sebuah pesan. Isinya seperti ini…

To: Nae Jagiya

You have to remember one thing that I still having love for you.

 

To: Nae Jagiya

Everybody said I’m stupid and crazy. But, I only say ‘this is the way I love someone only’.

 

 

To: Nae Jagiya

If I disturbed your life with my presence in your world now, you can ask me to go far away and not to comeback anymore. But, you have to know once again..

There’s nothing can get the same special place like what you got in my heart because it’s only for you.

However, my love hurt me so, that’s not the matter for me to forget our story, what you have given and what you have given and what we have done together.

 

To: Nae Jagiya

Whatever you done to me, I don’t care. I still save my heart for you.

Although I’m not the brightest star anymore, I’ll be the little candle for your life. Saranghaeyo. Jinjja jeongmal saranghaeyo, oppa.

 

Semua pesan dariku itu tidak dibalas sama sekali pada hari aku mengirimnya. Tapi, keesokan paginya aku mendapat telpon darinya.

Suaranya terdengar aneh, tapi meskipun begitu aku tetap meladeni conversation dengan Minho karena bagaimanapun memang suaranyalah yang membuat aku merasa baik setiap hari. Jika aku tidak mendengar suaranya, atau tidak melihat barisan singkat pesan di ponselku, maka hari itulah yang kusebut dengan hari terburuk di duniaku.

Seperti biasa dia akan mengatakan bahwa aku babo setiap kali aku mengirimnya pesan bertema seperti itu, seakan mau pergi padahal aku tak punya niatan sama sekali untuk menjauh dari hidupnya apalagi untuk pergi dari dunianya.

            “Babo” kata Minho sekali lagi dari seberang sana.

            “Ne. Ryn memang babo. I being crazy because of my love to you, oppa.”

            “Mwo?

            “Aniyo.”

            “Ryn, I really love you.”kata Minho tiba-tiba saat aku terdiam.

            “Mwo?” kataku bertanya agar dia mengulangnya.

            “Aniyo.”

           “Baguslah. Aku lebih suka kalau oppa mengatakannya hanya sekali daripada berulang kali karena itu berarti kata-kata tersebut mempunyai arti penting.”

            “Tumben kita sepemikiran, Ryn.

            “Dari dulu aku sudah berpikir demikian. Aku hanya ingin mengetes oppa.”

Sambungan telpon kami berlangsung hampir selama setengah jam. Aku seperti mendapatkan kekuatan dan semangat yang baru untuk menunggu lebih lama lagi, tidak peduli hampir semua orang terdekatku yang mengetahui hubunganku dengan Minho ini memintaku untuk segera menghapus dirinya dari hidupku, menyuruhku agar tidak terlibat terlalu banyak dalam hidupnya karena mereka yakin seorang Minho pasti sudah  menemukan pengganti aku, hanya saja aku yang tidak tahu dan dengan bodohnya otakku tertutup dengan rasa sayangku padanya.

Aku tetap tak peduli dengan kata-kata mereka yang mengatakan bahwa dia jahat karena walaupun aku pernah berpikir demikian pula, akulah yang merasakan bagaimana kasih sayang yang ia berikan padaku dulu.

*          I-el       *          I-el       *

 

Keesokan harinya aku mencoba menelponnya. Disaat sendiri begini, suaranyalah yang ingin aku dengar. Teman-temanku meninggalkanku duduk sendiri di anak tangga di depan asrama tempat tinggalku. Aku dan Minho sekarang bertambah jauh karena aku memilih melanjutkan kuliah di daerah Busan. Orangtuaku ingin aku jauh dari keramaian Ibukota, maka aku diasramakan disalah satu universitas swasta terbaik disini.

            “Oppa?” kataku saat telponnya mulai tersambung.

            “Eungg…” seperti biasa, Minho mengerang tanda dia baru bangun karena mendengar suara dering ponselnya.

            “Baru bangun, ya?” tanyaku berbasa-basi.

            “Ne. aku ngantuk banget karena semalam aku tidak tidur.” jelasnya padaku. Kata-kata tadi membuat aku teringat sesuatu. Tapi, apa ya? Oh ya, sudah beberapa hari ini aku tidak mendengarnya memanggil nama panggilan yang ia memberikan untukku sejak pertama kali kami kenal.

            “Aku kan tidak menyuruhmu untuk tidak tidur semalam.”

            “Ne. aku juga tahu itu. Kamu memang tidak menyuruhku.”

            “Hhhh… ngambek lagi deh pasti. Ya udah sekarang oppa mau tidur?”

            “Eum..” nada suaranya seperti mengiyakan pertanyaanku.

        “Oppa…” aku berusaha membuatnya tetap terjaga karena entah kenapa aku ingin sekali mendengar suaranya. Apa mungkin ini yang terakhir? Tidak tahu, yang jelas sekarang aku ingin menghabiskan waktu yang ada untuk mendengar suaranya.

            “Waeyo?”

            “Tidak apa-apa. Apa aku salah mendengar suaramu. Hehh?”

           “Kenapa kamu jadi ngambek?” tanya Minho. Dia ini, apa dia sudah lupa dengan semua pesan-pesan yang kukirimkan padanya? Aku butuh pertanyaan itu sekarang. Aku mau menjawab pertanyaan yang ia berikan dahulu, sekarang.

            “Gak ngambek kok. I miss you.”

           “Na ddo.” kata Minho, “Oh ya, aku mau tidur. Mataku benar-benar berat sekarang.” kata Minho lagi dengan nada yang aku rasa meninggi padaku.

            “Tidak usah marah-marah seperti itu, kan?”

          “Habisnya tadi kamu pakai bercanda dengan bilang kamu gak menyuruhku untuk gak tidur malam.” nada suaranya membuat dadaku sesak. Aku paling tidak bisa mendengar atau mengetahui Minho marah padaku karena kebodohanku, karena kekanakanku..

Alhasil aku diam menutup mulutku karena aku mulai menangis. Aku menangis keras sekali sampai-sampai aku harus menahan rasa sakit yang berimbas di dadaku. Aku tidak ingin Minho mengetahui betapa lemahnya aku sejak tidak lagi bersamanya. Aku tidak ingin dia tahu betapa semua hidupku bergantung pada apa yang ia lakukan terhadapku.

Aku tahu rasanya mengantuk Minho, tapi tidak bisakah kau menghargai usahaku, keberanianku untuk menelponmu seperti ini, dan merendahkan harga diriku sebagai yeoja yang tak pernah berhenti mengejarmu?

Aku terdiam begini selama beberapa menit. Lama kelamaan aku tidak mendengar suaranya sama sekali. Pasti dia sudah tertidur dengan handsfree yang tertempel di telinganya. Akhirnya, aku memberanikan diri untuk melakukan apa yang selama ini aku takutkan, yaitu: menyanyi lagu favoritnya, Can you hear me-Taeyeon.

            Jageumman ahpado nunmulnayo

            Gaseumi soricheoyo

            Geudae appeul geudae gyeoteul jinamyeon

 

            Ontong sesangi geudaeyindae

            Geudaeman geurineundae

            Geudae appaeseu sumyul jukyeoyo

 

            Naegae geudaega inyagi ahnin geotcheoreom

            Geujeo seuchineun sunganin geotcheoreom

            Sibge nal jinajineun geudae gyeotae

            Ddo dagaga han geolyeumjocha

            Chae tal su eobseuljirado

            Seoseongiyigae hae nummul jiegae hae

            Babocheoreom ahyicheoreom’

            Chalayi geunyang ohsobeoryeo

            Jeom jeom daga seolsurok

            Jagu geobi najiman

            Yi sarangeun meongchul suga umnabwa

Aku yakin Minho tidak mendengarnya karena saat ini dia pasti sudah benar-benar terlelap. Aku diam beberapa saat setelah lagunya selesai kunyanyikan. Aku berpikir-pikir lagi mungkin akulah yang salah disini sebernarnya. Aku tidak menjaga cintanya. Akulah yang salah karena aku mencintainya terlalu berlebihan padahal belum tentu dia merasakan hal yang sama. Akulah yang salah karena aku tidak membuatnya mencintaiku lebih dan lebih lagi dari ke hari.

 

Sekarang aku baru tahu betapa tidak enak rasanya kehilangan sesuatu yang berharga apalagi ketika dulu aku sering menyepelekannya, sering merasa bahwa dia akan terus menjaga cintanya untukku sehingga aku tidak perlu berpikir dan berusaha keras untuk membuatnya mencintaiku lebih lagi dari hari ke hari. Ada rasa penyesalan yang dalam disini. Aku salah, waktu kau memintaku kembali aku bahkan tidak menjawabnya sampai sekarang.

Ternyata, aku salah. Satu bulan lebih bukanlah waktu yang lama untuk dihabiskan bersama dengan orang yang kau cintai, orang yang merupakan alasan kenapa aku masih sanggup bernapas sekalipun setiap malam serangan asma membuatku menderita setiap kali aku menarik udara utuk mengisi paru-paruku.

Masih banyak hal yang aku lewatkan, masih banyak hal yang belum aku lakukan ketika aku masih bersamanya. Aku belum pernah membalas pelukannya sekalipun dia memintaku melakukan itu berulang kali, aku belum pernah menggandeng tangannya saat aku jalan bersamanya padahal dia mungkin meminta tanganku hanya untuk menjagaku, aku bahkan belum mewujudkan permintaannya menyanyikan lagu favoritnya itu secara langsung. Belum.. Belum..

Tapi, ketika aku menutup ponselku, sambil sesenggukan karena sisa tangisanku, segeralah aku menekan sejumlah huruf tanpa mempedulikan dimana otakku saat aku mengetiknya di ponselku dan mengirimnya pada Minho karena terpikir juga bahwa aku tidak sanggup lagi menunggunya tanpa kepastian yang jelas akan seperti apa hubungan kami kedepannya.

To: Nae Jagiya

I guess this is our last conversation…

I can’t stand any longer. I can’t being like this anymore

I love you more than myself.

I won’t leave you, I’ll here by your side with another way. If you being my keeper as an angel, I would be the little candle to bright the darkness

Jika sinar kecil dari sebuah lilin ini tidak dibutuhkan lagi, maka tiup saja lilin itu. Biarkan dia mati bersama dengan angin yang membawa harapannya untuk dinyalakan lagi oleh orang lain, meskipun lilin itu masih brharap agar malaikat tak bersayaplah yang hadir untuk menyalakannya kembali dalam keadaan terang sekalipun.

*          I-el       *          I-el       *

This is all the reason why I do that, why I do this. Why I refuse to sing, why I refuse to hold your hand, although I want hold you so much. This is the reason why I still love you.

I hope you can read this story –Ji Hyerin-

*          I-el       *          I-el       *

 

 

Nah, sekarang sequelnya sudah selesai semua. Gimana pendapt kalian tentang ceritanya nih? Heum? ^^

Sebelumnya aku minta maaf kalau ternyata kalian merasa agak gak nyambung apalagi gantung gitu. Habisnya, aku bingung gimana nyusun potongan”an cerita yang udah lewat lama banget itu jadi satu cerita utuh gitu.

Oh ya, aku mau tanya, ada tidak yang pernah mengalami apa yang Ji Hyerin –main cast- alami ini? A-yo! A-yo!! Tunjuk tangan. Ehehe… maksudku comment aja deh gitu ^^

Hooh ya, jangan lupa tinggalkan comment ya karena comment like oxygen dan bagaimana cara anda berkomunikasi dengan authornya.

Tunggu karya-karyaku selanjutnya ya

Annyeong ^^

Sincerely,

Author: Ji I-el

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

59 thoughts on “Summer Love Story 3.3

  1. Aku blom pernah thor ._.

    Ceritanyaaa..
    Sedih bangeeeeet T_T
    Romantis bangeeet ♥
    Nyentuh banget ke hati (˘̩̩̩⌣˘̩̩̩ƪ)

    Bagus thor! Jadi kepingin nangis T_T nyesek di dalem ati T_T

    GoodJob thor (y)

    1. Dirimu mau nangis? Klo yang punya cerita mah tiap hari kerjaannya tiap hari nangis ^^
      Sedih? -Iya
      Romantis? -Iya
      Nyentuh? -Terlalu Iya

      Hhh.. syukurlah aku masih bisa menyentuh hati org lain dgn FFku ini🙂
      Thanks for ur comment ^^

  2. Waah aku pernah mengalami ini author,tp engga mirip bgt kya gni,intiny sama😦
    sabar sabar sabar *jadi curcol..hahaha
    apakah ini ada POV minho.nya thor? Aku penasaran minho kya gni knp..hehe
    semngat thor sama FF yg baru😉

    1. POV Minhonya?
      Wah, aku kurang tau deh. Aku hanya melihat dari sisi si wanitanya saja. Maafkan aku ya *bow

      Iya, karya” selanjutnya masih coming soon ya, sayang ^^
      Thanks for ur comment ^^

  3. Waah aku pernah mengalami ini author,tp engga mirip bgt kya gni,intiny sama😦
    sabar sabar sabar *jadi curcol..hahaha
    apakah ini ada POV minho.nya thor? Aku penasaran minho kya gni knp..hehe
    semngat thor sama FF yg baru😉

  4. aku belum pernah unnie, dan nggak mau ngalamin itu,
    Aku kira akhirnya minho sakit atau hyerin nya sakit, terus balikan lagi*sinetron bgt ya??*

    Aku tunggu kelanjutan ceritanya ya unnie, I like it,

    1. Ahaha… iya, semoga dirimu tidak mengalaminya. Yah, jgn sampelah
      Perih bgt soalnya pasti jd Hyerin🙂

      Well, kayaknya emg bakal ada kelanjutannya deh. hehehe… entah deh. tunggu aja
      Thanks for ur comment ^^

  5. Great! Daebak! Jjang!
    Tapi agak kecewa sama endingnya sih T^T tapi overall ini bagus semuaaaaa >.< Onnie buat yang versi Minho nya donggg ~

    1. Heum… sebenernya mau sih bikin versi Minhonya, tp nanti jatuhnya jd bukan based on true story. Ini kan semua apa yg aku tulis emg berdasarkan pengakuan yg empunya cerita. Nah, klo mau buat yg versi Minho. berarti diriku harus menginterogasi namja yg jd inspirasi cerita ini dong??
      Kekeke~
      Yah, nanti aneh lah jadinya. Ahh~ gimana klo versi author aja?😛
      Well, thanks for ur comment ya ^^

  6. Belom pernah ngalamiin .__.
    Nyeseekkkk
    Pengen ada minho pov heheh.__. Alesannya minho sebenernya knp gituu
    Kata-katanya deep bangettt! Terus sederhana jadinya gampang dihayatin (y)
    Yeeyy, ditunggu karya selanjutnya eonniii :D:D

    1. Untunglah belum pernah ngalamin. Klo bisa sih jangan. hehe… klo gak kuat ya jangan (??)
      Heum… aku yg bikin jg sbnrnya pengen ada Minho POVnya, tp~ tidak mungkin aku melakukan penginterogasian pda namja yg punya nih cerita, jeng TT_TT
      Ok. Tunggu karyaku selanjutnya ya
      Thanks for ur comment ^^

    1. Widihhh… senasib sama Hyerin, ya?😥
      Semua org memang berharap endingnya baik” aja. Gak ada konflik
      Kekeke…
      Memang proses galau itu loh yg bikin perih klo diingat”
      Well, thanks for ur comment ^^

  7. tertohok ,,,,, hikkkkzzzz ……
    koq nyesek gini abiz baca niey ff ,,,,, author harus tanggung jawab ……….
    *author: sape suruh lu baca*
    tapi keren koq ,, wlw ending’na agak ngegantung ..
    angkat jempol bwt author’na ,, tp jempol kaki yaa ……. *disembelih author*

    1. Tertohok? Hhehehe… Mianhae *bow
      Aduhh, gimana cara tanggung jawabnya? Eum… gini deh, biasmu siapa? Nanti aku nikahi km dengannya asal bukan Minho aja😛
      Thanks for ur comment ^^

  8. Pernah, tapi gak mirip2 banget. Mungkin paling mirip yg pas hyerin merasa mjd yeoja yg terlalu berlebian mengejar namja.
    Aduh nyesek kalo diinget T.T
    daebak ffnya thor..

    1. Wuihhh… ada yg senasib dengan Hyerin
      Ya, ketika kita merasa klo kitalah yg ditinggalkan, mka hal yg psti dilakukan adlh mengejarnya kembali. Dan proses ktika melakukannya adlh hal yg malah justru ngebuat perasaan kita tidak bisa lepas dgn mudah
      Thanks for ur comment ^^

  9. Ehm,, kasihan juga si ceweknya. Sudah berusaha, tapi minho nya begitu.. Aku jadi gak tega. Thor, coba bikinin Minho POVnya, coz aku penasaran, kenapa dia memutusin hubungannya? Thank you.🙂

    1. Iya, tapi menurutku yeojanya salah juga karena dia gak bisa menjaga perasaan cinta si Minho terhadapnya…
      Susahnya jd yeoja #curcol
      Well, spertinya hal yg tidak mungkin dibuat versi Minhonya soalnya yg punya cerita aja udah declare bkal gak ada Minho POY-nya *nunjuk comment yg bawah*, so what should i do?
      Nothing~

      Thanks for ur comment ^^

  10. Bagus, eonie :’)
    Ketika aku baca, berulang kali aku bergumam ‘babo babo’. Sori before.
    Haha, menyentuh banget ya.

    Aku sih ga pernah kayak Ryn, aku cewek berkepribadian 180 derajat berbeda dari Hyerin.
    Aku sebel banget sama Minho itu, entahlah, aku ngga tau alasan dia mutusin kenapa. Tapi yang jelas kesel banget, caranya itu. Trus Hyerinnya aku juga sebel banget, ah, ngapain mikirin orang itu belum tentu orang itu mikirin kita. #emosibanget

    Minhonya plin plan ih.
    Tapi FF eonie keren banget! Sukses deh, tapi ada beberapa typo eonie. Fighting ya!

    1. Ye,, org si Hyerinnya aja emg suka dibilang ‘babo’ sama si Minho. Jadi, gak salah juga kamu bilang begitu🙂

      Klo bisa sih jgn sampai kayak Ryn. Hehehe…
      Memangnya kepribadianmu seperti apa? Ahh~ iya, baru ngeh. Si Ryn itu kan lemah bgt dan rapuh. Ya kan?
      Yg jd Hyerin aja jg ga ngerti alasannya sampai skrng apalgi km. Sbnrnya, FF ini sngaja dibuat agar si Minho baca dan mengetahui sberapa hancurnya Ryn sbnrnya.
      Maafkan si Hyerin ya. Hyerin emg begitu orgnya. Berharap si Minho kembali walau tampaknya hal itu smakin mustahil

      Kamu bilanglah sama si Minho😛
      Hehhee… iya, baru di awal aja ada yg salah. Mklum saking buru”nya
      Thanks for ur comment ^^

  11. aaahhhh…. aku udah terperangkap oleh pesona FF auhtor eonni (?) tanggung jawab~😥 hiks.. kasian bgt itu hyerin😥 author eonni yg sangat baik dan luar biasa… please.. bikin minho’s POV dong.. biar ga nyesek gini. bikin sequelnya lg dong.. huhuhu.. overall..daebak!! jjang!!!😀

    1. Aduhhh… Aduhh… si eneng ini. Pesona macam apa yg ditampilkan FFku?
      Well, kamu maunya aku tanggung jawab dgn cara apa nih??
      Iya, kasihan.. kasihan.. kasihan.. #upin-ipin
      Aduh, gak janji deh bisa bikinin Minho POV, krn aku jg gak yakin bisa mewawancarai namjanya biar FFnya lebih real
      Mianhae… *bow

      Thanks for ur comment ^^

  12. FYI, mewakili author… Seems there will be no MINHO POV..

    Ruru.. Just want to say thankyou..

    Great hand writing..

    RvR

    1. Hhh… dirimu itu ya. Ruru tau kok gak bakal ada Minho POV sampai kapanpun, lain hal aku mau mengarang bebas tentang apa yg otakmu pikirkan.

      Ne, ur welcome, Nagee or Rhy, yeah whatever u want. I just writing what i know

      Thanks for ur praise for me

      RvR, too
      Please, don’t ever tried to stop writing that word🙂

      Thanks for ur comment, oppa~ ^^
      *painful smile*

  13. huwaaa nyesek .. belom tuh .. heheheheh
    #plak…
    nyesek bgt … kasian … ryn…
    huwaaaaaaa kelanjutannya gmna tuh ??

    huwaa jdi nge gantung .. yasudahlah .. mungkin emang aslinya kayak begini .. hehehe #plak!!

    1. Aku harap gak ada yg bernasib begitulah klo tipe”nya bukan org yg tahan banting, macam si Hyerin yg rapuh itu.
      Iya kasihan dirinya itu, ya? TT_TT

      Maaf ya krn ngegantung. Well, emg critanya begini. Maaf ya
      Thanks for ur comment ^^

  14. iell. ini cerita nyesek banged. aku kasian sama hyerin. pokonya aku ga bisa bilang apa2 lagi. aku lemah terhadap sad end. miriissss..

    tapi tetep kata – kata nyesek kamu. megang banged. aku jadi mikir hyerin itu kamu loh ga tau kenapa..

    1. Ahh~ ne…
      Memang menyesakan ya? keke… ya sudah sih tak usah dipikirin siapa sebenrnya yg punya crita ini yg penting senang kan sudah bisa baca FF (??)
      Aku jg lemah sama sad ending…
      Kata”ku? Halahh… aku bikin itu jg sesuai yg ada aja kok trus dituangin lg mkanya terkesan sama sperti aslinya. Well, it’s up to you nganggep yg pnya crita itu siapa, semua org bebas berpikir dan mengutarakan pendapatnya ini => loh kok jd pidato?!
      Well, thanks a lot for ur comment, ne? ^^

  15. Huaaa minho
    Kasian deh hyerinnya
    Minho abis putus minta balikan
    Tapi gaada usaha sama sekali
    Mana omongan dia pas pertama kali itu gadilakuin
    Nyesek banget T_T
    Oh iya hyerin kan suka sakit pas nafas
    Itu dia kenapa? Gaada penjelasannya
    Katanya mau dianter checkup ama minho
    Eh malah putus
    Sabar banget sabar
    Huhu malah ikutan nyesek+galau begini
    Kerennn! Buat ff lagi yang banyak yaa, fighting!!!^^

    1. Huhuhuhuhuhuuhuhuhuhuhuhu…. TT.TT
      Aku jg jd ngegalau sendiri kalau baca FFku ini berulang kali. Seperti masuk kembali ke masa lalu
      Heum….. iya, jadi tuh sebenarnya ya konfliknya ada di sifat Minho yg ngajak balikan tp gak menunjukan usaha apapun. galau kan?!!😦
      Lah, bukannya wkt adegan telpon”an itu si Minho udh bilang ya klo Hyerin itu prnh kecelakaan. coba liat lg tuh bagian pas telpon’an di part 2 ^^

      Baiklah FFku yg baru msh coming soon
      Thanks for ur comment ^^

  16. annyeong🙂 salam kenal author…
    maaf cuma komen di part 3 ini doank, soalnya biar lebih jelas gitu komen tentang ceritanya (ga ngerti ya? sama aku jg ga ngerti apa yg kutulis #plak)
    nyeseekkk T_T ini yg jadi Ryn kasiaan bgt. digantungin kek gini ga jelas T_T sebenernya pernah sih ngalamin hal kek gini, tp ga berlebihan smpe nulis puisi, nyanyi wakakakk
    overall sih bagus, bagus bgt malah. tp endingnya gantuung. ini based on true story kan? pantes ga bisa dibuat minho POV. ditunggu karya lainnya🙂

    1. Annyeong, salam kenal juga Resty
      Well, it’s okay tp alangkah baiknya kalau dirimu selalu comment skalipun itu cerita berpart” biar gak dibilang silent reader. Aku sih orgnya woles, tp kan ga semua kyk aku ^^
      Yepp… gantung. Tp, menurut kabar terakhir sih udh gak gantung lg. Nanti deh diusahain bikin part tambahannya. ahahaha… =. msh dlm proses investigasi
      Heum… klo masalah nulis puisi ya sifat org kan beda”, jeng. ada yg ngegalau dgn bikin puisi kyk aku, ada yg ngurung diri. tp mendingan bikin puisi drpd nyiksa diri di kamar ga jelas ngapain, kan?🙂
      Oh ya kalo lagu, itu sbnrnya lagu yg selama ini jd soundtrack antara Minho sama si Hyerin mkanya sngaja tuh aku suggest buat denger itu lagu sekalian sambil baca FFku ^^
      Well, thanks for ur praise for me and thanks a lot for ur comment. ^^

  17. Eeerrrr… kayaknya kamu minta aku masukin ke mesin cuci ya Za?
    aduuuuuuuuuuuhhhhhhhh geregetan!
    aku kesel nih ah sama FF nya! Gak suka aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!! *banting rumah*
    ._.v

    1. Lahhh??? Kenapa, Lan??
      Ada yg salah sama ini FF ya?? Yahh… maap deh maap…
      Habisnya aku juga gregetan bgt mau mengembangkan cerita ini jadi bentuk FF
      Well, gak apa’ deh klo kamu gak suka ^^
      Kamu mau aku bantuin gak bantiung rumahnya??? (lah??)
      Kasih aku alasan knp gak suka. Hayooooo!!!!😛
      Thanks for ur comment, jeng
      Hahaha… akhirnya doaku agar FFku kali” di comment sama kamu terkabul juga ^^

  18. Heeeeeem,
    Typo nih kak😦 So Drama, anddddd
    Gantuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnggg endnya~ Huaaaaaaaaaa
    Kenapaaaaaaa???
    Apa karna based on true story? u,u

    Katanya Mino mau ngajak nikah, tapi kenapa end nya begono?
    Aduh aku gak ngerti deh jalan pikiran minoo!
    Itu lagi Ryn nya jangan terlalu mengharap sampai memohon gitu ke minonya
    Merusak citra perempuan saaaay😦

    Apakah memang ini kejadian aslinya?
    Harap sabar

  19. Iya, banyak yg typo. Maaf bgt -bow-
    Heum… iya, krn based on true story, ya akhirnya memang jd begini. Gantung.. Like a drama ya?? Tapi emg cerita aslinya kayak begini kok, mau diapain lg?? Hhhh~

    Sebenrnya km bener bgt klo apa yg Ryn lakuin itu merusak citra prempuan, tp emg pada dasarnya Ryn ga mau kehilangan Minho sama sekali, jadi mau gimana lg? Dia cuma mau di hari ultahnya ada yang bersama dirinya, jd masuk akal kan knp Ryn memohon” gitu??

    Ya, ini kejadian aslinya.. Based on true story
    Ne ^^
    Thanks for ur comment ^^

    1. Kekeke… ga apa” kok, tapi klo bisa sih commentnya dari part 1 sampai 3 ya? ^^
      Well, iya nih nyesek ya?
      Hoohoho..
      Seneng deh bs ngebawa reader ke perasaan asli yang dirasain sma pemilik ceritanya ^^
      Brarti saya berhasil ^^
      Thanks for ur comment. Jgn lupa baca dan comment FF karya author” yg lain ya? Annyeong…

    1. Ehh??
      emg ga prnh ada sequelnya, sayang.
      Umm dan kyknya ga akan ada sequelnya deh ^^
      Kkeke.. mianhae, but thanks for ur comment ^^

  20. keren thooooor~ feelnya dapet banget, mata aku sampe berkaca-kaca, hehe
    tapi gantuung thor,😦
    aku pernah, tapi ya gak persis bgt..
    mian thor baru komen di part ini, sekalian, hehe🙂

    1. Eh?? Gapapa kok, sayang ^^
      Tp sbenernya sih ya, lebih baik kamu comment dr awal sampai akhir gitu, kan biar bisa sekalian sharing kekurangan yang ada dlm FF dr awal sampai akhirnya ^^
      Tp gapapalah, aku maklumin, Mungkin sedang sibuk, bukankah bgitu?? ^^
      Huwaa.. satu jiwa lagi yang seprti Ji Hyerin ^0^
      Hehehe,,
      Makasih ya, sayang atas commentnya ^^
      -bow-

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s