The Last Curse – Part 1

The Last Curse

(Butterfly’s Side Story 1 of 2)

Author: Shin Chaerin

Cast: Key (SHINee)

Support Cast: Lee Taemin, Onew, Choi Minho, Kim Jonghyun, Yong Mi Rae

Disclaimer: Terserah SHINee miliknya sapa, yang jelas ceritanya punya saya XD

Genre: Fantasy, Angst, Romance

Rating: PG-13

Length: Twoshot

Warning: Alur gaje, membingungkan, bikin pusing, typo, OOC, dll

A.N: Disarankan kepada reader untuk membaca ff saya yang berjudul Butterfly part 1-5 terlebih dahulu sebelum membaca ff ini, hal tsb dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman. *bow* dan bagi kalian yang sudah baca tapi lupa ama cerita Butterfly, silakan dibaca lagi ya hahaha *digebuk*

***

 

(Flash back to Butterfly Part 4)

Key POV

BRAAKKK

Pintu ruangan dibuka dengan paksa oleh seseorang. Orang itu berlari menghampiriku dan Minho dengan wajah bercucuran keringat dan ngos-ngosan.

Apa yang terjadi? Wajahnya begitu kacau dan frustasi.

“Hhh..O..Onew hyung dan Jonghyun..”

“Ada apa Taemin? Katakan yang jelas! Kenapa mereka?” tanyaku. Taemin seakan tak sanggup menjawab pertanyaanku, napasnya masih tersengal-sengal. Wajahnya benar-benar kusut, antara sedih dan ketakutan.

“Mereka..menyerang Onew hyung dan Jonghyun hyung. Yang jelas tadi Onew hyung sedang melawan mereka sedangkan Jonghyun hyung, ia..tertangkap. Aku bisa meloloskan diri karena Onew hyung..”

“Sial!!” umpatku.

“Kita harus menolong mereka”, ujar Minho.

“Baiklah, tapi harus ada satu orang yang menjaga Troides. Dia tidak mungkin kita tinggalkan”, kataku.

Hanya ada dua pilihan. Minho atau aku yang menjaga gadis itu. Apa Minho bisa dipercaya?

“Minho.. kau, atau aku yang berangkat?” tawarku padanya. Aku berharap Minho lebih memilih menolong Onew hyung ketimbang menjaga gadis itu di kastil ini.

“Kau saja yang berangkat Key, kau kan lebih hebat. Biar aku saja yang menjaga Troides disini”, kata Minho menjawab pertanyaanku.

Aku mencoba mempercayai Minho, namun entah kenapa perasaanku tidak enak. Aku mengajak Taemin bergegas menuju tempat Onew hyung berada dan menyelesaikan semua masalah ini. Tempatnya lumayan jauh, sehingga aku dan Taemin harus berlari sekuat tenaga untuk sampai disana.

Deg.

Perasaan tidak enak ini muncul lagi. Apa gadis itu baik-baik saja? Semoga Minho tidak berbuat macam-macam padanya.

“Hyung, kita hampir sampai”, Taemin menunjukkan tempat dimana Onew hyung dan Jonghyun melawan brujah-brujah itu.

Aku melihat ada sekitar 8 brujah sedang menyerang Onew hyung. Tapi aku tidak melihat Jonghyun. Apa ia tertangkap?

“Onew hyung! Bertahanlah!” teriakku.

“Taemin, ayo kita serang mereka!” komandoku.

“Dengan senang hati..”

Dengan ketangkasan dan kecepatan bergerak, kami bisa menghindar dari brujah-brujah sialan itu. Salah satu kelebihan klan Malkavian adalah memiliki kecepatan bergerak dibanding dengan klan Brujah. Sedangkan klan Brujah memiliki kelebihan yang menyusahkan, yaitu keinginan membunuh yang kuat.

“Hahh..hahh aku percaya kau akan datang, Key! Lihat, mereka bisa dikalahkan dengan mudah”, ujar Onew hyung bangga setelah kami bertiga menang telak terhadap brujah-brujah itu. Brujah-brujah itu telah melarikan diri.

“Yah, untung cuma 8 brujah”, timpalku.

“Tadi aku diserang lebih dari 20 brujah. Ada beberapa yang berhasil menawan Jonghyun. Kalau kita tidak segera menolongnya, Jonghyun bisa dibunuh”, kata Onew hyung cemas.

“Hyung, apa hyung tahu kemana mereka membawa Jonghyun hyung?” tanya Taemin kepada Onew hyung.

“Kurasa Jonghyun dibawa ke markas mereka”, ujar Onew hyung datar.

“Sebentar lagi pagi, sebaiknya kita kembali ke kastil dulu”, ajakku.

“Ya, setelah itu kita susun rencana untuk menyelamatkan Jonghyun”, perkataan Onew hyung barusan membuat perasaanku lebih tidak enak. Apa akan ada masalah besar yang menimpa kami semua nantinya? Aku merasakan hal itu, tapi aku sama sekali tidak tahu masalah besar apa nanti yang akan menimpa kami.

***

Aku menyusuri seisi kastil ini. Tapi tak kutemukan mereka dimanapun. Sial!!! Apa Minho membawa pergi gadis itu? Apa yang dipikirkan si bodoh itu?!

Huft, tenang Key, tenang.. Sekarang yang harus kau lakukan adalah mengendus keberadaan Minho. Salah satu kelebihanku yaitu intuisi yang tajam. Aku bisa merasakan keberadaan seseorang dari intuisiku itu.

Aku memejamkan mataku. Mencoba fokus pada pusat kosentrasi di otakku. Mengkosongkan pikiran dan aku bisa membaca keberadaannya..

Eh?? Apa-apaan ini? Kenapa aku tidak bisa membaca keberadaan mereka. Sial! Ini pasti ulah Minho, dia sengaja menghilangkan jejak dengan cara membaca pikiranku dan memodifikasinya. Benar juga, Minho memang memiliki kelebihan membaca pikiran orang lain dan memodifikasi segala ingatannya. Sama sepertiku, tapi kelebihanku cuma dalam hal mengambil ingatan orang itu dan mengendalikan jiwanya. Sedikit mengerikan juga ketika aku tahu bahwa hanya ada dua keturunan vampir dalam sejarah kaum kami yang dapat mengendalikan jiwa seseorang, yaitu aku dan Caine. Caine adalah vampir terkuat sepanjang sejarah. Semua kaum vampir takut kepadanya.

Ketika orangtuaku tahu bahwa aku memiliki kelebihan yang sama dengan Caine, mereka langsung mengucilkanku, menyebutku anak terkutuk dan pembawa sial. Karena mereka menganggap aku sama dengan Caine, seorang yang dengan seenaknya mengutuk kaum kami dengan kutukan yang menyusahkan, kutukan-menghisap-darah-manusia.

Kaum Malkavian membenci Caine. Bahkan mereka menyebut Caine sebagai iblis. Tapi pada pertengahan abad 18, Caine tewas terbunuh, atau bunuh diri ya? hm, aku lupa. Kurasa aku harus banyak-banyak membaca buku sejarah tentang kaumku.

Sejak kecil aku selalu sendirian. Tidak pernah memiliki teman. Bahkan orangtuaku sendiri membenciku, mereka selalu mengurungku. Aku sadar bahwa mereka semua takut kepadaku. Banyak dari kaumku yang ingin membunuhku karena mereka menganggap diriku berbahaya. Termasuk orangtuaku sendiri, mereka juga pernah akan membunuhku namun Onew hyung menyelamatkanku. Onew hyung dan saudara-saudaraku yang lain selalu membelaku. Sampai saat aku berusia 15 tahun pada pertengahan abad 18, aku membunuh orang tuaku sendiri. Aku sengaja menghilangkan Jiwa mereka karena mereka selalu menyakitiku. Mungkin bagi orang tuaku, aku memang anak yang terkutuk.

Setiap keturunan vampir memiliki bermacam-macam kelebihan yang berbeda-beda. Kami klan Malkav juga memiliki kelebihan itu. Terkadang dalam satu keluarga pun memiliki kelebihan yang berbeda pula. Kelebihan umum yang pasti kami miliki yaitu ketangkasan, kecepatan gerak, kekuatan fisik dan ketajaman penglihatan di siang ataupun malam hari. Sedangkan kelebihan khusus yang kumiliki yaitu, kemampuan mengambil ingatan siapapun serta mengendalikan jiwanya. Kalau kelebihan dari Onew hyung apa ya? Kurasa tahan terhadap sinar matahari dan memiliki kekuatan fisik yang jauh lebih hebat dari kami berempat adalah salah satu kelebihannya. BagikuOnew hyung adalah sosok malaikat penyelamatku, dia sudah kuanggap sebagai orangtuaku sendiri. Maka dari itu aku mengabdikan hidupku padanya.

Kalau Taemin apa ya? Kurasa dia hebat dalam hal menentukan arah. Ketika kami tersesat, hanya Taemin-lah yang tahu jalan pulang. Kalau Jonghyun, kurasa dia pintar dalam hal membaca dan mengingat. Dia suka sekali membaca dan memiliki ingatan yang kuat tentang apa yang telah ia baca. Beratus-ratus buku sejarah dan pengetahuan yang ada di kastil ini sudah dia lahap. Jadi ketika salah satu dari kami bertanya apa itu dementation (baca: Butterfly part 2), maka ia akan dengan lancar menjelaskan definisinya, menguraikannya dan memberi kami berbagai macam contoh-contohnya.

Rencananya kami bertiga akan membicarakan masalah strategi untuk menyelamatkan Jonghyun. Aku segera menuju ruang pribadi Onew hyung, disana, kulihat Taemin dan Onew sudah berdiskusi lebih dulu.

“Hyung, mereka tidak ada. Minho dan gadis itu tidak ada dimanapun di kastil ini”, ujarku penuh kekecewaan setelah aku duduk berhadapan dengan mereka berdua.

“Apa? Bagaimana bisa?” protes Onew hyung.

“Hyung, mana mungkin kan? Kau pasti bercanda”, ujar Taemin memastikan.

“Aku tidak bisa bercanda di saat seperti ini, Taemin. Cih! Aku tidak akan pernah memaafkan Minho”, ujarku geram.

Sedangkan Onew hyung, wajahnya menampakkan kekecewaan yang begitu mendalam.

“Padahal, kalau ada gadis itu sebagai pengikat jiwa kita, setidaknya kita bisa berumur lebih panjang.”

Aku dan Taemin hanya bisa diam dan mendengarkan kata-kata Onew hyung dengan seksama, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya(?).

“Seharusnya yang pantas menceritakan sejarah ini adalah Jonghyun, karena dia memiliki ingatan yang baik. Tapi aku akan mencoba mengingat sebisaku. Dulu, saat aku tahu bahwa aku memiliki kutukan itu, aku sempat depresi. Saat aku masih kecil, setiap hari ayah dan ibu selalu mencarikan manusia untuk kuhisap darahnya. Ketika aku dewasa, aku mulai terbiasa dengan kutukan ini. Sampai pada suatu saat, ada orang lain yang sama denganku. Dia mati kelaparan, tubuhnya kering karena dia tidak mau menghisap darah manusia entah apa alasannya. Kemudian setelah dia mati, kutukan itu malah menimpa adiknya. Secara turun-temurun akan seperti itu. Jika aku mati, maka kutukan itu akan menurun ke Jonghyun. Secara pribadi aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.”

Onew hyung menghela napas panjang kemudian dia melanjutkan ceritanya lagi. “Dan menurut para leluhur, jalan satu-satunya agar terhindar dari kutukan itu adalah dengan memiliki seorang Butterfly. Jiwanyalah yang akan kita persembahkan kepada Caine.”

“Tapi hyung, bukankah Caine sudah mati?” tanya Taemin.

“Caine memang sudah mati. Tapi jiwanya masih hidup dan terus menghantui kaum Malkavian. Kutukan darinya masih akan terus berlanjut”, sahutku.

“Kapan Troides itu akan dijadikan tumbal? Apa ada saatnya sendiri?” tanya Taemin (lagi).

Ah iya, aku juga tidak tahu kapan. Selama ini Onew hyung tidak pernah bilang kapan saatnya Troides itu akan dijadikan tumbal. Ia selalu mengulur-ulur waktu dengan berkata ‘masih belum saatnya’.

“Sebenarnya fungsi seorang Troides adalah untuk menyelamatkan nyawaku. Dengan ganti nyawanya, nyawaku bisa terselamatkan. Dari leluhur kita dulu, ada sebuah ritual khusus semacam upacara persembahan. Katanya, setelah upacara persembahan itu, kutukan pada si anak tertua itu hilang. Tapi mencari seorang Troides itu tidak mudah. Semuanya berdasarkan kecocokan. Tidak sembarang wanita. Dan terimakasih Key, kau telah menemukannya untukku. Walaupun pada akhirnya Minho malah melepaskannya”, ujar Onew hyung penuh rasa kecewa.

Kemudian Onew hyung melanjutkan penjelasannya, “Masalah kapan upacara itu diadakan, sebenarnya terserah padaku. Kalian tahu tidak, kenapa banyak Malkavian yang pada akhirnya mati? Selain berperang dengan brujah, mereka mati karena..”

“Kutukan itu”, celetukku.

“Benar, kutukan itu benar-benar menyiksa. Sudah sering rasa sakit kurasakan akibat dari kutukan itu. Ada sebuah tetuah yang mengatakan bahwa seseorang yang terkena kutukan itu akan mati cepat. Maka dari itu, segeralah mencari seorang Troides untuk dijadikan tumbal. Tapi apa yang terjadi? Banyak Malkavian yang tidak mempersembahkan troidesnya kepada Caine karena mereka jatuh cinta pada Troides miliknya dan tidak tega jika Troidesnya mati. Mereka lebih memilih mati pada saat yang telah ditentukan daripada mengorbankan wanita yang dicintainya.”

“Tapi bukankah itu egois? Membiarkan seorang Troides hidup, lalu dia sendiri mati dan kutukan itu menurun kepada adiknya”, sanggah Taemin.

“Maaf saja jika aku egois”, ucap Onew hyung yang membuat aku dan Taemin mengerutkan kening.

“Apa maksudmu hyung? hahaha”, ujarku sambil memaksakan untuk tertawa.

“Maaf…”

“Jangan bercanda hyung, atau.. Jangan-jangan kau sengaja?”

“Maafkan aku Key”, ujarnya sambil tersenyum getir.

“Kau bilang, kau bisa mengadakan upacara persembahan itu kapanpun kau mau. Tapi aku baru sadar, kau tidak segera melakukannya. Kenapa?”

Onew hyung hanya diam saja.

“Hyung, apa kau mencintai gadis itu? Sehingga kau hanya menyekapnya saja dan tidak segera mempersebahkannya”, celetuk Taemin sambil tersenyum pahit.

“Awalnya aku ingin melakukan ritual persembahan itu saat waktunya hampir tiba. Tapi setelah waktunya hampir tiba, semuanya malah jadi begini”, ujarnya pasrah.

“Hyung! Katakan! Kapan waktu yang telah ditentukan itu tiba?!” pekikku.

“Seorang Malkav yang terkena kutukan itu akan mati pada saat usianya genap 250 tahun.”

“Berapa lama lagi saat usiamu mencapai 250 tahun, hyung?” tanyaku.

“Tenang saja, masih 3 hari lagi”, jawabnya sambil tersenyum lemah.

“Apa? Itu tidak boleh terjadi. Aku..aku harus mencari gadis itu, dan lakukan ritual persembahan itu secepatnya, hyung!” teriakku. Aku tidak menyangka secepat ini Onew hyung akan kehilangan nyawanya.

“Bukankah Key hyung memiliki kelebihan mengendalikan jiwa seseorang? Kau bisa mengembalikan jiwa orang yang sudah mati kan hyung?”

“Aku hanya bisa mengembalikan jiwa orang yang mati karena kuhilangkan jiwanya. Kalau ia mati karena takdir, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Pokoknya aku akan mencari gadis itu.”

Aku segera beranjak dari kursiku hendak mencari Minho dan gadis yang berhasil dibawanya kabur. Namun, tangan Onew hyung menahanku.

“Sudahlah Key. Tidak ada gunanya kau mencari keberadaannya. Aku tahu suatu saat aku akan mengalami hal ini. Ternyata aku sama egoisnya seperti mereka yang dengan rela membiarkan gadis yang dicintainya hidup, membunuh diri sendiri dan membiarkan adiknya mewarisi kutukan itu.”

“Tapi hyung..”

“Key, kau mencintai gadis itu kan? Aku tahu. Aku juga yakin sebenarnya kau tidak rela kalau gadis itu dikorbankan hanya demi aku. Iya kan?”

“Jangan bodoh hyung! Bagiku kau adalah sosok orang tua dan penyelamatku. Jadi mana mungkin aku-“

“Tapi sayangnya Minho sudah bertindak lebih dulu. Kurasa ia juga tidak rela jika gadis yang dicintainya dikorbankan”, ucapnya memotong pembicaraanku.

Aku hanya terdiam. Dari lubuk hatiku yang paling dalam, memang terbesit rasa tidak rela jika gadis itu dikorbankan. Tapi, bukankah seharusnya kita lebih mementingkan kelangsungan hidup klan daripada mementingkan urusan cinta.

***

Keesokan harinya, aku, Onew hyung dan Taemin bergerak ke tempat klan brujah itu menawan Jonghyun. Dengan kemampuan menentukan arah yang dimiliki Taemin, akhirnya kami tiba di markas besar brujah-brujah itu. Kami mengendap-ngendap di depan kastil dimana Jonghyun disekap. Kami memakai jubah panjang dan memakai tudung agar tidak ada yang mengenali kami.

Kami berhasil menghabisi 4 brujah yang berjaga di depan gerbang kastil. Akhirnya kami berhasil menyelinap memasukki kastil tanpa diketahui oleh siapapun. Kami tercengang saat melihat banyak brujah-brujah yang berkumpul di halaman kastilnya, seperti sedang melakukan upacara.

“Hyung apa-“, kataku terhenti saat melihat Onew hyung menggeram marah.

“Mereka akan membunuh Jonghyun di upacara ini… Sial!!” ujar Onew hyung.

“Apa?!”

“Hyung, kita harus melakukan sesuatu, kalau tidak..kalau tidak..”, ujar Taemin gusar.

“Apa yang bisa kita lakukan?? Apalagi dengan jumlah total brujah sebanyak ini”, ujarku tak kalah emosi.

“Kalau kita bertiga menyerang merekapun tak ada artinya, jumlah mereka terlalu banyak”, sahut Onew hyung.

“Key hyung, kau kan bisa mengendalikan jiwa. Kalau begitu ambil saja jiwa brujah-brujah itu!” kata Taemin.

“Tidak bisa, kelebihanku ini ada batasannya. Mengambil jiwa seseorang setidaknya membutuhkan konsentrasi penuh, setelah aku menemukan pusat pikiran orang itu baru aku bisa mengendalikan jiwanya. Kalau pusat pikirannya ada sebanyak ini, aku tidak sanggup.”

“Ah itu Jonghyun!” tunjuk Onew hyung ke arah altar. Aku melihat dua brujah disisi kiri dan kanan Jonghyun sedang menggirinya ke tengah-tengah halaman kastil. Jonghyun mencoba berontak namun tubuhnya terikat. Sedangkan ada seorang lagi yang mengelilingi kayu yang bertumpuk tinggi di tengah halaman kastil, kemudian orang itu menyulut api. Seketika api berkobar dengan ganasnya. Kami bertiga hanya memandangi api itu dengan nanar. Jonghyun akan dibakar hidup-hidup.

“Key hyung, lakukan sesuatu!”

“Key, kalau hanya 3 atau 4 brujah, bisa kan kau ambil jiwanya? Brujah-brujah yang ada diatas altar itu, kau bisakan mengendalikan jiwa bereka?”

“Akan kucoba.” Aku menutup mataku dan memusatkan pikiranku untuk menemukan pusat pikiran brujah-brujah itu.

Setelah beberapa menit berlalu, aku membuka mataku dan mendapati keributan dan kepanikan dari brujah-brujah itu. Bagaimana tidak panik? karena tiba-tiba orang-orang yang semula berada diatas altar termasuk yang sedang menggiring Jonghyun tiba-tiba jatuh tergeletak tak bernyawa. Sedangkan yang menyulut api malah menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam kobaran api karena jiwanya kukendalikan.

“Kau hebat Key. Kalau perlu, bunuh pemimpinnya juga.”

Sulit, saat ini pemimpin brujah itu tidak muncul, pasti dia bersembunyi. Kupikir dengan adanya beberapa brujah yang mati, upacaranya ini akan dihentikan namun dugaanku salah. Beberapa dari brujah itu menarik Jonghyun, atas instruksi dari seseorang mirip pendeta, brujah-brujah itu akhirnya melempar Jonghyun ke arah kobaran api.

Sial!!!

Kami bertiga melihat dengan jelas bagaimana Jonghyun dibunuh dengan cara dilemparkan ke kobaran api. Kami syok tentu saja. Taemin bahkan sempat menangis.

Aku segera memejamkan mata, aku harus menemukan pusat pikiran pendeta sialan itu. Ternyata kemarahanku membuatku tidak dapat mengontrol kelebihanku ini. Satu per satu dari mereka jatuh tergeletak kehilangan nyawa, ada yang membunuh temannya sesama brujah, ada yang menceburkan diri kedalam api, termasuk pendeta itu, lalu ada pula yang bunuh diri. Kepanikan ini terus berlangsung. Namun Onew hyung segera menyadarkanku.

“Key, kita harus pergi dari sini. Kalau tidak, mereka akan mengetahui keberadaan kita. Bisa gawat kalau mereka sampai tahu.”

Akhirnya kami bertiga pergi dari tempat itu. Dengan perasaan yang amat kecewa kami kembali lagi ke kastil. Aku gagal menyelamatkan Jonghyun. Kenapa jadi begini? Kenapa satu per satu orang yang dekat denganku menghilang. Jonghyun, orang yang sangat dekat denganku. Ia mati dengan tragis. Lalu sebentar lagi Onew hyung, orang yang paling aku hormati di dunia ini, akan segera kehilangan nyawanya.

Aku kembali memusatkan pikiranku, mencari jejak Minho lagi. Tidak ada. Ia benar-benar memusnahkan jejaknya.

Sial! Aku harus bagaimana? dalam keadaan begini, Onew hyung masih saja melarangku mencari gadis itu. Apa sih yang dia pikirkan? Apa dia benar-benar rela mati?

***

Esoknya, kami hanya berdiam diri di dalam kastil. Onew hyung masih syok mendapati kenyataan bahwa Jonghyun sudah tiada.

Dan yang membuaku semakin sedih adalah kematian Onew hyung yang semakin lama semakin dekat.

“Key, kalau aku mati nanti, kau harus memaafkanku apapun yang terjadi? Kau mau janji kan?” ujar Onew hyung memelas.

“Ya, aku janji”, jawabku tanpa ada keraguan sedikitpun.

“Dan kumohon, jaga Taemin baik-baik. Apapun yang terjadi, kalian harus hidup. Aku tahu mereka takut padamu, Key. Satu-satunya kaum Malkavian yang ditakuti brujah-brujah itu adalah kau. Jadi, aku percaya kalau kau akan baik-baik saja”, ujar Onew hyung.

“Iya, aku janji hyung.”

***

Hari ini adalah hari yang paling berat bagiku. Orang yang kuhormati sejak aku kecil, kini telah tiada. Onew hyung meninggal akibat keegoisannya sendiri. Setelah kematian Onew hyung, aku dan Taemin berniat pergi dari kastil itu. Mencari tempat persembunyian baru, agar brujah-brujah itu tidak menemukan kami. Kami akan menuju sebuah rumah peninggalan leluhur kami di suatu daerah terpencil yang jauh dari kehidupan masyarakat luar. Mungkin begini lebih baik.

Namun saat aku dan Taemin berjalan di hutan, kami bertemu seseorang yang membuatku amat sangat terkejut.

“MINHO!”

“Key..Taemin..”

Kemarahanku sudah membuncah. Aku segera menghampiri Minho dan menghajarnya. Minho dengan gesit menghindari pukulanku.

“Hyung, sudahlah hentikan! Tidak ada gunanya seperti ini.” Taemin mencoba melerai perkelahian kami.

“Dari mana kau, Minho?! Kau yang membawa gadis itu kan? Dimana gadis itu sekarang? Jawab!” teriakku penuh emosi.

“Iya, aku membawanya Key. Aku yang melepaskannya. Memangnya kenapa? Aku hanya ingin melepaskan orang yang kucintai dari penderitaan. Apa itu salah?” Minho mengatakannya dengan lantang.

“Kau..Kau tau apa akibat dari perbuatanmu hah?! Kau ini bodoh atau apa?! Kau pikir kemana Onew hyung sekarang? Kenapa hanya ada aku dan Taemin disini? Kenapa Onew hyung tidak bersama kami? Apa kau bisa menjawabnya?!”

Minho terdiam sejenak, kemudian ia membuka mulutnya. “Maafkan aku. Aku memang bodoh. Waktu itu aku hanya ingin gadis itu terbebas dari penderitaannya. Aku ingin dia hidup bahagia”, jelas Minho.

“Tapi penyesalanmu sekarang sama sekali tidak ada artinya.”

“Maafkan aku. Kalau kau memang ingin membunuhku, lakukan saja Key.”

“Huh, hukuman bagi seorang pengkhianat memang mati”, sahutku.

“Hyung, sudahlah..jangan seperti ini..kumohon”, rengek Taemin yang sama sekali tidak kupedulikan.

“Kau memang pantas mati Minho. Kau yang menyebabkan Onew hyung kehilangan nyawanya.”

“Aku tahu aku salah, Key. Terserah saja kalau kau memang ingin membunuhku. Aku yakin kau bisa menghilangkan nyawaku dengan mudah. Tapi ada satu hal yang ingin kusampaikan, aku ingin kalian memaafkanku. Bukan memaafkanku sebagai seorang pengkhianat, tetapi sebagai seorang saudara. Karena sampai kapanpun, seorang pengkhianat itu takkan pernah termaafkan.”

Aku menatap Minho lekat-lekat, mencoba mencari pusat pikirannya. Sedangkan Minho hanya pasrah di hadapanku. Kesabaranku sudah habis. Aku pun tak menghiraukan rengekkan Taemin. Tak ada satupun yang dapat mencegahku saat ini.

Beberapa saat kemudian, Minho mengerang tertahan kemudian menjatuhkan diri ke tanah sambil terus mengerang.

“Key hyung, hentikan! Sudahlah hyung! Dia bisa mati hyung!” Taemin terus merengek dan menarik-narik lenganku, tapi aku tetap fokus pada kegiatanku kali ini. Membunuh Minho pelan-pelan dan menikmati segala rasa sakitnya.

Minho masih terus mengerang dan erangannya perlahan-lahan berhenti. Aku sudah mengambil jiwanya. Hanya dengan menatapnya dan mencari pusat pikirannya, aku bisa mengambil dan mengendalikan jiwa orang sesukaku. Kelebihanku ini, mengerikan bukan?

Kulihat Taemin menghampiri mayat Minho dan menangis tersedu-sedu. Apa dia menyesal? Aku yang membunuhnya saja tidak menyesal, kenapa dia malah menyesal?

“Minho hyung..hiks..Key hyung, aku mohon kembalikan jiwanya. Hyung, kau dengar aku tidak?! Kenapa kau malah membunuhnya?” Sambil menangis, Taemin menunjukkan emosinya padaku.

Aku tidak menghiraukan perkataan Taemin. “Ayo Taemin, kita pergi dari sini. Kau harus ikut denganku.”

“Tapi hyung.. Minho hyung bagaimana?”

“Biarkan saja mayatnya disini. Memangnya kau mau menemani mayat Minho disini?! Ikut denganku!!!”

Dengan perasaan yang sepertinya tidak rela, Taemin meninggalkan mayat Minho. Sepanjang perjalanan, kerjanya hanya melamun dan menangis. Untuk apa menangisi seorang pengkhianat.

Di tengah-tengah perjalanan menuju tempat tinggal kami yang baru, kami bertemu dengan pasukan brujah. Rupanya mereka tahu bahwa akulah dalang dari kekacauan upacara mereka kemarin.

Tiba-tiba kami dikepung. Mereka cuma sekitar 10 orang, gampang saja bagiku untuk membunuh mereka. Namun yang kuinginkan bukan ini, melainkan kebebasan. Kebebasan dari ancaman-ancaman mereka sepanjang hidupku. Aku tidak ingin terus menghindar, maka dari itu aku sengaja memberanikan diri untuk menemui pemimpin mereka. Kawanan brujah itupun membawaku menuju istana mereka. Mereka mau saja kusuruh mengantarku, mungkin mereka pikir, mereka berhasil menangkapku dan Taemin. Tapi aku tidak sebodoh itu untuk menyerahkan diriku kepada mereka. Aku hanya ingin menantang pemimpin mereka untuk berduel.

Kami tiba di istana mereka. Dimana tempat ini menjadi tempat eksekusi Jonghyun kemarin. Akhirnya aku dan Taemin sampai di tempat pemimpin brujah itu.

“Malkavian. Apa kau kemari ingin mengantarkan nyawamu?”, ujar sang pemimpin brujah.

“Aku kesini hanya ingin menawarkan perjanjian denganmu.”

“Hahahahaha, tidak ada seorangpun dari klan vampir yang berani mengadakan perjanjian dengan brujah. Tapi rupanya ada seorang vampir dari golongan malkav yang lemah, yang berani menawarkan perjanjian dengan brujah sambil tersenyum sok.”

“Oh, aku merasa sangat tersanjung”, sahutku yang malah membuat pemimpin brujah itu semakin geram.

“Kau, berani-beraninya melecehkanku! Kami, kaum brujah, tidak suka dilecehkan!”

“Hm, kukatakan satu hal yang penting padamu, Bukankah dalam sejarah brujah, siapapun yang berhasil membunuh raja mereka, maka sang pembunuh itu akan menjadi raja selanjutnya? Kau pasti tahu apa yang akan terjadi sekarang kalau aku membunuhmu”, kataku dengan lantang.

“Apa?!”

“Kalau aku mau, aku bisa mengendalikan jiwamu sesukaku. Kubuat kau membunuh kaummu sendiri lalu bunuh diri. Menarik kan?”

“Kau..apa kau pemilik kekuatan ‘sang iblis’? Aku pernah mendengar, ada seorang anak malkavian yang memiliki kekuatan itu.”

“Huh, kau pikir siapa yang membuat kacau upacaramu kemarin? Aku. Aku yang membuat kaummu bunuh diri, membunuh sesama. Aku juga yang membuat pendeta itu menceburkan diri ke api”, jelasku.

“Kau!!!”

“Percuma saja kalau kau menyuruh anak buahmu untuk membunuhku sekarang. Dalam waktu kurang dari 2 menit, aku bisa menghilangkan nyawamu. Mau coba?” tantangku.

“Fufufu, baiklah aku mengalah, tidak kusangka kau lebih mengerikan dari Caine. Lalu apa maumu?”

“Cepat sekali kau menyerah padaku?”

“Cepat katakan apa maumu sebelum aku berubah pikiran!”

“Baiklah, seperti yang telah kukatakan tadi, aku kemari karena ingin mengadakan perjanjian denganmu”, kataku tegas.

“Perjanjian apa?”

T-B-C

Yeay, terima kasih sudah mau mengikuti perkembangan ff saya yang tidak jelas ini hohoho. After reading, mind to review my ff please? Gomawo ^_^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “The Last Curse – Part 1”

  1. Woohhhh!! Ini sequel butterfly toh
    Seru bangetttt!! Tapi kenapa onew meninggalT_T huu ngenes pas baca onew gaada
    Terus minho… Aduh antara rela dan ga rela(?) Dia meninggal
    Wow key ternyata kemampuannya kewl banget! Malkav paling ditakutin, punya kemampuan yg cuma 2 org yg punya wohhh kewwlll!!!
    Aku tunggu lanjutannyaaaa!:D:D

  2. Waah Key keren bnget, suka suka sama Key yang disini..
    Kalo yang d Butterfly’kn Key’na biasa2 aja n’ diem2 aja skrang waktu’na Key braksi, *apa’an sih emank Power Rangers*

    Onew, Jjong ma Minho dah mati, huhuhuhu sedih

    D tnggu lnjutan’na yaa thor..

  3. yaaaah..minho,Jjong,onew mati..huuaaa kasian.. 😥 😥 😥
    hmm penasaran sm perjanjiannya key it ??
    pernah ngg dibahas di ff butterfly ?#pikun

    ffnya keren thor..sangat keren..ditunggu kelanjutanya thor.. :-);-)

  4. waw..!!!
    keren thor.. aku bacanya ampe ga kedip..
    cuma sayangnya onew,jjong,mihno meninggal..
    key serem banget ya.. ga nyangka.. *syok
    perjanjiannya apa??
    part selanjutnya cepet di publish ya.. =D

  5. ohh my almighty key!!!!! you’re so cool! XXD

    SARANGHAE KEY-OPPA!!!! XXXXD

    key keren deh.. aigooo lanjutin !!! aku tunggu!! 😀

  6. Keren!! Hahaha.. Aku paling suka ada kalimat seperti ini : dan dalam tempo seingkat-singkatnya. Kayak Teks Prokalmasi aja.. Hehe.. Aku tunggu part 2 nya ya? Oke?

  7. saya baru baca yang butterfly. disitu ending-nya malah bikin penasaran ya wkwk. dan disini, key jadi kaya psikopat hiiii-_- part 2nya ASAP yayaya. saya lagi tergilagila sama yang genre-nya kaya gini soalnya ehe

  8. hwaaah daebak!! manteff thor
    aku emang salah satu fans nya Butterfly loh, soalnya menurut aku itu keren bgt ceritanya. Unik alur dan ide ceritanya… hehe….

    itu si Jjong mati kebakar ya? duh, kalau aku ada disana pasti akan aku selamatin pake ilmu Gomu Gomu no Bazooka *author: emangnya lu pikir ini One Piece??*

    ditunggu lanjutannya thor…jgn lama2.. hehe

  9. huaaaaaaaaaaaaaa
    Key Oppaaaaaaaa
    lanjut lanjut Thor aku pngen tahu ksah nya Key slnjutnya kya gmn
    trus gdis itu jga
    pngen tahu kisah cnta nya n’tar gmn dulu kan dia cinta ma key

  10. onew jangan matiiiiii, itu cewek di korbanin aja apa! haha …
    Lanjutannya jgn lama lama ya unnie, nggak sabar, 2 part kan? Hehe…

  11. Key dingin bgt. Tp keren. Tangguh. Onew kn mati, kutukanny kn hrsny turun k Jjong, tp si Jjong udh mati duluan sblm Onew. Jd kutukanny turun k Key ga tuh?

  12. astaga ,,,,,,, seneng banget ketemu sequel’na butterfly !!!!!!!!!! *guling2 kegirangan*
    tapi kenapa jd pada mati gene sich ,,,,,, tp untung key masih baek2 saja …
    aq mw ngaku dulu dhe ,, kalo sebenarnya aku baru baca & nemu ff butterfly beberapa hari yg lalu ,, jd gag comment dhe ..
    tp nemu niey ff aku langsung bahagia ,, mata berbinar2 ,, mulut mangap ,, *lebey*
    so ,, aku comment disini ajja yaa ….
    bwt author lanjutannya cepetin yaa ……….

  13. Omo, key ny jd sdis bgt
    tnyta onew jg cnta toh ma troides ny
    minho mti, kshn, pngorbanan cnta ne
    ak mnggu pas key ktmu ma troides ny lg ne, apkh dy tga ngebnuh ny ato mlh ga sanggp krn cnta..
    Brarti skrg ktukn ny ad d key kn?
    D tggu next part ny y

  14. aigoo!!! gila keren banget!!!
    tpi key jahat banget ngebunuh sodara.a sndri,,hiks..hiks.. my nampyoen *di gebuk masal flamers*
    huh gk nyangka si onew suka sma troides.a ckckck,
    author jngn lama” lanjutan.a y…

  15. woahhh keren thor…
    butterfly ada sekuelnya…
    kukira gak ada … baguslah soalnya ff butterfly nya kmarin endnya gantung..

  16. Haduh, masa aku baru tau ini after story-nya dari butterfly coba? *bow*
    hem… ga nyangka, akhirnya setelah Minho ngelepasin butterfly mereka, satu persatu malkavian bersaudata mati.
    yang nyisa tinggal Key ma Taemin aja nih. jadi penasaran lanjutannya gmna.
    Tapi, kasian juga sih sama Key. Dia serasa nanggung beban yang berat banget.
    oKEY, mau lanjut dulu ke bagian 2 nya.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s