Please Love Me – Part 1

PLEASE LOVE ME

Title                 : Please Love Me

Author             : ettaeminho

Main Cast        : Choi Minho, Lee Taemin, Choi Ryunna (YOU)

Support Cast   : Lee Jinki a.k.a Onew (SHINee)

  Kim Jonghyun (SHINee)

  Jung Soojung a.k.a Krystal (F(x))

                          Kang Jiyoung (KARA)

Length             : Chaptered

Genre              :  Romance, Friendship

Rating             : PG-13

Annyeong.. chingu..

Ini FF pertamaku.

Aku tahu FF ini masih banyak kekurangan, tapi ini murni hasil imajinasiku saat aku ngetik lho..

Walaupun masih pemula, tapi aku harap chingu-deul suka 😀

Happy reading ^^

*************************************

Ngeungg..

Deru motor yang ditarik kencang oleh pemiliknya memecah keheningan malam,seakan berlomba untuk menjadi yang tercepat. Sorak-sorai teriakan para penonton membahana ketika sebuah motor berwarna hitam berhasil melewati garis finish. Teriakan pendukung semakin keras saat sang pemilik motor membuka helmnya, lalu berjalan menuju kerumunan.

“ Daebak…. Kau memang hebat “ ucap seotang namja bermata sipit yang menunggu ditepi arena balap.

“ Gomawo, Hyung “ balas namja yang sedang berjalan sambil membawa helm ditangannya. Pemilik motor berwarna merah-motor yang lainnya- ikut turun dari motornya dan memberi selamat.

“ Ya, Chukkae. Kau memang sulit untuk dikalahkan, Minho “ ujarnya.

“ Aku menang dan kau kalah, Kim Jonghyun “ kata namja yang dipanggil Minho tadi. Jonghyun terkekeh.

“ Ne, salahku juga mengajakmu bertanding. Padahal sudah ketahuan siapa yang akan menang. Kalau saja aku menantang Onew-hyung atau Taemin, mungkin akan lain ceritanya “ tuturnya. Onew dan Taemin-yang merasa namanya disebut-sontak menghadiahkan satu jitakan dikepala Jonghyun. Mereka berempat memang bersahabat sejak kecil. Tidak jarang pula mereka balapan motor (seperti saat ini) hanya untuk sekedar iseng.

* * *

Braakkkk….

Terdengar suara Minho membuka pintu dengan kasar. Taemin , Onew dan Jonghyun tidak terkejut dengan kelakuan sahabat mereka satu ini.

“ Ya! Choi Ryunna , dimana kau ?” teriak Minho.

“ Hyung, sudahlan jangan berteriak seperti itu” nasihat Taemin. Jonghyun menggelengkan kepalanya, sementara Onew sibuk mengusap telinganya. Tak lama, dating seorang yeoja dengan tergopoh-gopoh.

“ Waeyo, oppa ?” tanyanya hati-hati.

“ Cepat buatkan akua dan teman-temanku ini minuman. Dan tidak pakai lama, Ara ?” perintah Minho. Yeoja yang bernama Ryunna itu hanya mengangguk lalu berjalan menuju dapur. Sedangkan Minho dan yang lainnya menuju kamar Minho.

“ Kenapa hyung tega pada Ryunna ? Diakan dongsaengmu “ kata Taemin iba.

Minho tersenyum sinis, “ Tepatnya dia bukan dongsaeng kandungku. Kami hanya saudara tiri “

“ Sampai kapan kau mau benci padanya, Minho ? Dia itu yeoja yang baik “ Onew ikut berkomentar.

“ Sampai dia sadar kalau dia hanya pengganggu dirumah ini”

PRANGGG….

Suara benda jatuh terdengar dari luar kamar Minho. Sontak Minho dan yang lainnya berjalan menuju pintu. Di balik pintu, Ryunna sedang berdiri sambil memunguti serpihan-serpihan gelas yang baru saja ia pecahkan. Terdengar isakkan halus. Ryunna menangis. Tetapi bukannya iba, Minho malah mendekatinya dengan penuh emosi yang terpancar diwajahnya.

“ Dasar pabbo ! Sudah berapa banyak benda dirumah ini yang kau pecahkan hah ?” bentak Minho seraya mengguncang pundak Ryunna dengan keras. Ryunna hanya menunduk.

“ Mi…mianhae oppa “ katanya sambil terisak.

“ Mian katamu ? aku tak butuh kata itu. Sekarang buatkan lagi minuman untuk kami. Kami sudah kehausan “ bentak Minho lebih keras. Ketiga sahabatnya hanya bias memandang iba. Tak ada yang bias mereka lakukan. Itu memang sudah menjadi watak Minho. Menasihatipun percuma, yang ada hanya membuat Minho semakin emosi.

Sikap Minho memang seperti itu kepada Ryunna semenjak ayahnya menikah dengan ibu Ryunna tiga bulan yang lalu. Eommanya sendiri telah meninggal sejak Minho berusia 8 tahun. Minho sendiri sebenarnya tidak terima dengan pernikahan itu. Dan karena appa dan eomma tirinya terlalu sibuk, maka Ryunna lah yang harus menjadi korban pelampiasan kebencian Minho. Ryunna sendiri 2 tahun lebih muda dari Minho dan ia bersekolah di sekolah yang sama dengan kakak tirinya itu.

* * *

“ Hyung, aku lapar “ rengek Taemin setelah mereka kembali memulai cerita di kamar Minho.

“ Sebentar, aku panggilkan Ryunna “ Minho beranjak dari posisinya untuk memanggil (lebih tepatnya menyuruh) adik tirinya itu. Tetapi tangannya ditahan oleh Taemin.

“ Biar aku sendiri yang mengambilnya, hyung” Taemin segera keluar dari kamar dengan wajah berseri-seri.

Sebenarnya niat Taemin bukanlah untuk mengambil makanan, melainkan ia ingin bertemu dengan Ryunna. Ia ingin melihat keadaan yeoja itu. Saat Taemin tiba di dapur, langkahnya terhenti saat melihat seorang yeoja tengah membuat minuman sambil terisak. Taemin memperhatikan Ryunna diam-diam. Yeoja itu berusaha menahan isakkannya. Tetapi gagal, air matanya terus mengalir, bahkan lebih deras saat Taemin mendekatinya. Taemin menyentuh pundak Ryunna dengan lembut, membuat yeoja itu tersentak dan buru-buru menghapus air matanya.

“ Ta-Taemin oppa ? minumnya lama ya?” Tanya Ryunna sedikit terkejut dengan kehadiran Taemin. Taemin tidak menggubris pertanyaan Ryunna. Ia malah mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan memberikannya pada Ryunna.

“ Lebih baik kau simpan saja air matamu itu, minho hyung memang berwatak keras. Aku saja yang sudah bertahun-tahun mengenalnya tak mampu berbuat apa-apa jika ia sudah mengeluarkan tabiatnya itu” ujar Taemin yang di akhiri dengan sebuah senyuman manis.

“ Aku hanya bingung. Kenapa Minho oppa begitu benci padaku. Aku tak mengerti. Padahal …. Padahal selama ini aku sudah berusaha keras untuk menjadi adik yang baik untuknya “ isakkan Ryunna semakin keras. Dengan ragu, Taemin merengkuh yeoja dihadapannya itu kedalam pelukannya. Berusaha membei kekuatan untuk Ryunna.

“ Sudah, mungkin Minho hyung belum bias menerima semuanya. Aku tahu dia. Dia hanya butuh waktu “ Taemin mengelus puncak kepala Ryunna dengan lembut.

“ Sampai kapan ?” Tanya Ryunna seraya melepaskan pelukan Taemin.

“ Sampai ia mengerti dengan apa yang dimaksud dengan ketulusan cinta”

“ Apa maksud oppa?” Tanya Ryunna tak mengerti. Taemin hanya diam. Matanya seperti menerawang ke masa lalu.

* * *

Ryunna terpaku ditempat tidurnya. Kata-kata Taemin tadi terus berputar-putar dibenaknya. Seperti sebuah proyektor yang tengah memutar sebuah film.

-Flasback-

“ Sampai ia mengerti dengan apa yang dimaksud dengan ketulusan cinta”

“ Apa maksud oppa?” Tanya Ryunna tak mengerti. Taemin hanya diam. Matanya seperti menerawang ke masa lalu.

“ Minho hyung itu orangnya sangat tertutup. Dalam hidupnya ia hanya mencintai dua orang yeoja. Pertama adalah eommanya dan yang kedua adalah Jung Krystal.”

“ Krystal ?”

“ Krystal adalah cinta pertama Minho hyung. Mereka sempat berpacaran saat duduk di bangku SMP. Tetapi, suatu haru Minho hyung melihat Krystal sedang berkencan dengan namja lain. Mereka akhirnya putus. Dan sekarang Krystal menghilang entah kemana. Sejak saat itu, Mnho hyung menutup hatinya untuk yeoja lain. Dia belum pernah pacaran lagi. Yeojachingu pertamanya , Krystal. Tetapi kami berharap dia bukanlah Yeoja chingu terakhir Minho hyung “ Taemin mengakhiri ceritanya dengan helaan nafas. Ryunna hanya teridam, tak tau harus bagaimana.

“ Oh ya satu lagi “ ucap Taemin tiba-tiba yang sukses membuat Ryunna mengangkat satu alisnya.

“ Waeyo ?”

“ Jangan panggil aku dengan embel-embel ‘oppa’ . kita ini masih seumuran Ryunna-ya” kata Taemin yang dijawab dengan kekehan kecil Ryunna.

“ Nde, Taemin-ah “

-Flashback end-

Entah mengapa setiap mengingat cerita Taemin, hati Ryunna terasa sakit ketika mendengar Minho terkhianati. Mungkin ikatan batin sebagai adik sudah menyelimuti hatinya. Ryunna menyayangi Minho. Meskipun perilaku kasar yang ia terima dari kakak tirinya. Ryunna tak membenci Minho. Malah itu semua membuat dirinya semakin bersabar dan berusaha mengerti watak sang kakak.

* * *

BYURRR…

Ryunna merasakan seluruh tubuhnya basah. Sontak ia bangun dan dihadapannya Minho telah berdiri tegap sambil membawa sebuah ember.

“ Minho oppa?”

“ Sudah jam berapa sekarang? Dasar pemalas ! Kau itu hanya menumpang disini. Jadi sekarang kerjakan apa yang sudah menjadi kewajibanmu. Cepat” Perintah Minho.

Tanpa perlawanan, Ryunna segera bangkit untuk membuat sarapan, membersihkan rumah dan apapun yang sudah diperintahkan Minho padanya.

* * *

“ Ryunna-ya, gwaenchanayo ?” Tanya Jiyoung saat melihat teman sebangkunya terlihat pucat.

“ Gwaenchana. Aku hanya sedikit pusing”

“ wae?” Tanya Jiyoung (lagi).

“ Semalaman aku mengerjakan tugas dari Yoon songsaenim “ jelas Ryunna.

“ Mwo? Yoon songsaenim ? guru matematika kelas 3 itu ? Pasti kau disuruh mengerjakan tugas kakak tirimu itu lagi ya”

tebak Jiyoung yang dijawab dengan anggukan pelan Ryunna.

“ Aigoo, kau ini, kenapa kau selalu pasrah saja sih jika kakakmu itu melakukan kekerasan padamu. Apa kau tidak melaporkan tindakannya pada ibu dan ayah tirimu ?”

Ryunna menggeleng pelan, “ Aku tak mungkin melakukannya. Yang ada Minho oppa akan semakin menbenciku jika aku melakukan hal itu”

“ Tapi…” Jiyoung tak meneruskan kalimatnya saat ia melihat Ryunna memegangi kepalanya. Ia hanya menghela nafas.

“ Sebaiknya kau ku antar ke ruang kesehatan sekarang “

“ Gomawo, Jiyoungie “

Jiyoung lalu menuntun Ryunna menuju ruang kesehatan. Taemin yang melihat itu lalu menghampiri Jiyoung yang baru saja keluar dari ruang kesehatan.

“ Ada apa dengan Ryunna ?” Tanya Taemin khawatir.

“ Dia sakit” jawab Jiyoung singkat.

“ Sakit ?” Taemin memastikan.

Jiyoung memutar kedua matanya, “ Ne, dan itu semua akibat ulah sahabatmu itu” katanya kemudian meninggalkan Taemin yang masih diam mencerna semua yang baru saja dikatan Jiyoung. Taemin mengerang kecil, lalu ia memutuskan untuk masuk ke ruang kesehatan.

“ Ryunna-ya?” sapa Taeminpelan.

” Taemin-ah”

“ Gwaenchana ?” Tanya Taemin khawatir yang melihat wajah Ryunna begitu pucat. Walaupun Ryunna mengangguk pelan, Taemin tetap tidak yakin kalau Ryunna tak apa-apa. Ia meletakkan punggung tangannya di kening Ryunna.

“ Badanmu panas sekali, sepertinya kau demam” Ryunna menepis tangan Taemin pelan dan berusaha bangkit dari duduknya.

“ Aku tidak apa-ap…” Karena terlalu terburu-buru, Ryunna merasa kepalnya semakin berdenyut dan itu membuatnya sedikit terhuyung. Dengan sigap Taemin langsung menangkap tubuh Ryunna.

“ Lebih baik kau pulang dan istirahat Ryunna “ saran Taemin.

“ Tapi..”

“ Sudahlah, aku akan mengantarmu”

* * *

Selama dalam perjalanan pulang, Taemin tak henti-hentinya tersenyum dan menoleh pada yeoja yang duduk dikursi tepat disampingnya.

“ Ya! Kau kenama Taemin-ah?” Tanya Ryunna yang merasa tak nyaman dengan kelakuan Taemin.

“ A-anhi “ jawab Taemin gugup.

“ Kenapa kau repot-repot mau mengantarku Taemin-ah ?”

“ Karena aku khawatir padamu “ Taemin buru-buru meralat ucapannya barusan. Taemin pabbo, batinnya. Ryunna mengangkat satu alisnya, “ Mwo?”

“ Itu.. sudahlah lupakan saja”

Tak berapa lama, akhirnya mereka tiba di depan kediaman keluarga Choi. Taemin turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Ryunna.

“ Gomawo sudah mengantarku” kata Ryunna saat turun dari mobil Taemin dan lalu berjalan meninggalkan Taemin. Taemin kembali masuk ke mobilnya dan meruntuki dirinya sendiri.

“ Kau bodoh Lee Taemin. Apa yang kau ucapkan tadi “ gumamnya. Masih terpikir olehnya kata-kata yang terlontar tanpa sengaja dari mulutnya.

“ Apa yang terjadi padaku ?” batinnya.

* * *

“ Ryunna! Cepat kau bereskan kamarku” suruh Minho pada Ryunna yang meringkuk dibalik selimut tebalnya.

“ Oppa jangan sekarang. Kepalaku sedang pusing. Jeball…” tolak Ryunna dengan suara bergetar.

“ Alasan saja. Bilang saja kau malaskan? Dasar dongsaeng tidak berguna” bentak Minho.

“ Aku tidak berbohong oppa. Aku sakit”

“ Aku tak mau tahu. Dan ingat baik-baik, aku tak suka orang pemalas, ara ?” Minho menarik tangan Ryunna dengan kasar.

Terpaksa Ryunna menuruti permintaan kakaknya sebelum ia bertindak jauh lebih kasar. Sesampainya di kamar Minho, Ryunna yang memang sedang pusing , tak sengaja menyenggol sebuah figura hingga jatuh dan pecah. Minho memasuki kamarnya begitu ia mendengar kegaduhan.

“ Aigoo Ryunna. Kau tahu, foto itu sangat berharga bagiku” omel Minho.

“ Mianhae oppa. Aku tak sengaja “

“ Sekarang kau bereskan semuanya” Ryunna mengangguk.

Minho keluar kamar. Ryunna memunguti pecahan kaca itu dengan hatai-hati. Ryunna terkesiap saat ia membalik figura itu. Di dalam figura itu, terlihat Minho sedang merangkul seorang yeoja yang diyakininya adalah Krystal. Ryunna sendiri heran. Mengapa Minho masih menyimpan foto yeoja yang sudah mengkhianatinya. Dan entah kenapa, Ryunna merasa hatinya sakit saat melihat foto itu.

* * *

To Be Continue….

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

Is It What You Want? – Part 7

Title                       : Is It What You Want? Chap. 7

Genre                   : Romance. Friendship

Main Cast            :  –     Lee Taemin

–          Choi  MinGi

Other Cast          : SHINee

Rating                   : PG 15

A/N                        :

Continue reading Is It What You Want? – Part 7