Is It What You Want? – Part 7

Title                       : Is It What You Want? Chap. 7

Genre                   : Romance. Friendship

Main Cast            :  –     Lee Taemin

–          Choi  MinGi

Other Cast          : SHINee

Rating                   : PG 15

A/N                        :

~Author POV~

MinGi membuka matanya pelan. Terasa olehnya Taemin yang sejak tadi mengelus rambutnya.

“Morning, jagiya~” Taemin tersenyum sambil mengelus pipi MinGi. MinGi meregangkan tubuhnya dan duduk di sisi tempat tidur. Berusaha untuk mengumpulkan nyawanya. Dia menatap jam dinding. Jam 06.00 pagi. “Ayo bangun, kita sarapan lalu mandi. Aku akan mengajakmu main hari ini.” Kata Taemin sambil ikut bangun dan duduk di sebelah MinGi. MinGi terlihat masih belum bangun sempurna.

“Main…?”tanyanya pelan sambil terkadang menutup matanya karena masih mengantuk.

“Ne. main. Kita keliling Seoul. Kita suruh Taesun hyung yang menyetir mobil. Ok?” Taemin memandang wajah MinGi yang terkadang membuka-nutup matanya, yang setengah nyawanya masih berada di alam mimpi. Taemin mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya dengan bibir MinGi lumayan lama sampai MinGi sadar bahwa dirinya dicium dan langsung mendorong Taemin keras.

“Ya!!! Apa yang kau lakukan pagi-pagi begini ha??!!! Dasar cabul!!” seru MinGi sambil berdiri dan menjauh dari Taemin.

“Cuma morning kiss kok… lagian karena itu kau jadi bangun kan.” Jawab Taemin tersenyum sambil bangkit dan menarik tangan MinGi. “Kajja, Key hyung pasti sudah membuatkan sarapan untuk kita.”

“Ya!!! Kim Jonghyun!!! Apa yang kau lakukan!!!!” terdengar suara teriakan histeris Key dari ruang tengah. Taemin dan MinGi yang mendengarnya langsung berlari menghampiri sumber suara. Terlihat Jonghyun yang tertidur di sofa. Tangannya memegang sebotol kosong bir sedangkan yang lainnya tergeletak di karpet. Bantal-bantal sofa berserakan dimana-mana.

Mingi terdiam melihatnya sedangkan Taemin langsung menghampiri Key yang sedang memunguti bantal.

“Ya!!!!!! Kim Jonghyun! Bangun kau!” Onew menampar wajah Jonghyun tapi dia tidak bangun juga.

“Ada apa dengannya hyung?” Tanya Taemin yang bergegas memunguti botol kosong di karpet.

“Aku tidak tahu. TAdi pagi saat bangun tidur dia sudah tidak ada. Dan saat aku keluar mencarinya dia sudah begini. Aish… apa yang sebenarnya dia pikirkan.. mabuk seperti ini…” Key menumpuk semua bantal di sofa lain. Matanya terlihat merah. Sepertinya dia mau menangis. Terlihat Minho yang datang dengan segelas air dan berjalan mendekati Jonghyun.

“Belum bangun?” Tanya Minho pada Onew. Onew hanya menggeleng. Mukanya terlihat kesal. Bagaimana dia tidak kesal melihat anggota member sekaligus dongsaeng dan sahabatnya ini terkapar karena mabuk. Minho menyuruh Onew menjauh dan langsung menuangkan air ke muka Jonghyun. Yang lain hanya terbelalak melihat perbuatan Minho.

Jonghyun langsung bangun dan duduk sambil terbatuk-batuk. Sepertinya air tadi masuk ke dalam hidungnya yang besar itu. /plak

“ya!!! Apa….” Jonghyun mengusap mukanya sambil sesekali terbatuk. “Aku kira aku tenggelam tadi!!´serunya sambil memandang semuanya. Minho memeberikan sisa air di gelasnya dan Jonghyun langsung meminumnya. “Gomawo.” Jonghyun terdiam. Semua yang ada di sana memandang Jonghyun dengan pandangan neraka kecuali MinGi, yang sedari tadi menatapnya khawatir.

“Apa yang kau lakukan bodoh! Apa kau benar-benar bodoh ha?! Bodoh bodh!!” seru Key kesal sambil memukulkan bantal ke tubuh Jonghyun. Onew mengambil satu bantal dan ikut-ikutan memukulnya. Taemin juga tidak mau kalah dan menindih tubuh Jonghyun. Sedangkan Minho hanya duduk memandangi hyungnya disiksa sambil tertawa.

“Yaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!” Jonghyun berteriak dan mendorong semua yang menyiksanya. “… Aish. Okay mianhae! Mianhae! Aku tidak akan mengulanginya lagi!” serunya sambil berdiri dan membungkuk di hadapan semuanya.

“Ya! Jinjja!” Key langsung memeluk Jonghyun. “aku kira kau mati karena overdosis!!!” serunya sambil menangis keras.

“Omona Kibum ya! Mana ada orang mati karena mabuk hah?!” seru Jonghyun sambil mengacak-acak rambut Key. Onew menepuk punggung Jonghyun. “Mianhae hyung…” gumam Jonghyun.

“Lain kali bicaralah. Jangan dengan cara seperti ini.” Onew memebrikan nasihat yang dibalas denga senyum oleh Jonghyun.

“Jeongmal… Gwenchanayo?” Tanya MinGi. Jonghyun menoleh dan tersenyum.

“Gwenchana.” Jawab Jonghyun sambil tersenyum. “Kemarin malam maaf ya. Aku sepertinya sudah tidak sadar. Aku merasa kau mirip dengannya.”

“Ah.. ne..” MinGi tersenyum lega. Pertama karena Jonghyun baik-baik saja dan ternyata kemarin malam Jonghyun hanya mabuk. MinGi sempat bingung kalau Jonghyun serius kemarin malam.

“Ya! Ya! Tunggu dulu! Apa maksudnya kemarin malam??!!” seru Taemin sambil menarik MinGi ke pelukannya. Menariknya menjauh dari Jonghyun.

“Hahahahaha! Kau begitu protektif sekali kepada MinGi.” Jonghyun tertawa keras melihat perbuatan Taemin begitupun yang lainnya. “Kemarin malam sebenarnya aku sudah mabuk bahkan sebelum MinGi datang. Dia datang saat aku sedang galau galaunya! Aku kira dia wanita yang kusukai itu yang pernah aku ceritakan pada kalian!” jawabnya sambil melirik member lain. Semuanya ber “Oh” ria sedangkan Taemin masih bingung. “Ah, ne. itu waktu kau sedang ada di rumah MinGi. Nanti aku ceritakan. Nah, yaaahh tanpa sadar aku sudah mengelus pipi MinGi dan berpikiran untuk menciumnya. Setelah itu dia langsung pergi masuk ke kamar. Itu saja.” Terusnya santai sambil mengangkat bahu.

“Itu saja??!!!! Kau bilang itu saja??!!! Kau hampir mencium pacar dongsaengmu sendiri ya!!! Hyung!! Ya!! Neomu paboya!!!” Key yang tadi sedang merangkul Jonghyun langsung saja mencekiknya setelah mendengar cerita tersebut. “Dan kau hanya bilang ‘itu saja’??!!!!! Graaawwwwwwwwwwwwwwwww!!”

Taemin yang hendak menghajar Jonghyun malah tertawa melihat kelakuan Key ditambah Onew yang ikut menghukum Jonghyun dengan tingkah konyolnya. Minho yang sedari tadi diam pun ikutan menjitak kepala hyungnya itu.

“Taemin, “ Minho memanggil Taemin dan memberi isyarat dengan kepalanya. Taemin tertawa dan langsung berlari mendorong Jonghyun yang menyebabkan semuanya ikut terjatuh.

“Taemin!! Apa yang kau lakukan??!!! Appo aaaahhh” Onew berteriak karena tubuhnya tertindih paling bawah. Taemin hanya tertawa melihat para hyungnya itu kesakitan.

“AAAAAHHHH!!!” tiba-tiba Jonghyun berteriak. Yang lainnya hanya terdiam sambil melayangkan pandangan heran padanya tanpa merubah posisinya. “AKU MAU MUNTAH! MENYINGKIR!!”

Semuanya langsung berteriak dan menyingkir. Jonghyun berlari menuju kamar mandi ditemani Key. MinGi terdiam sebentar tanpa sadar dirinya sudah dibawa ke kamar oleh Taemin.

“Benar tidak terjadi apa-apa kemarin malam?” Tanya Taemin sambil memandang tajam mata MinGi.

“Ne. Benar-benar tidak terjadi apa-apa. Saat Jonghyun oppa memegang pipiku aku langsung kabur ke sini, karena aku tau ada yang tidak beres dengannya.” Jawab MinGi yang langsung dibalas dengan pelukan Taemin. “Taemin-ah…”

“Syukurlah…” TAemin melepaskan pelukannya. “Sudah sana mandi dulu baru sarapan. Pakai saja kamar mandi di sini. Aku akan pakai yang ada di luar.” Katanya sambil beranjak pergi keluar.

“Ah, Taemin-ah…” panggil MinGi. Taemin menoleh. “Ambilkan air minum ya selagi aku mandi.”

“Kenapa harus aku???!!!”

“Kan kau yang mengatakannya sendiri kemarin malam! Kalau aku mau tidur kau yang akan mengambilkan!”

“Kapan??? Aku tak ingat! Ambil sendiri!” serunya sambil keluar dan menutup pintu.

“Aisshh.. Jinjja. Menyebalkan sekali.” MinGi langsung masuk ke dalam kamar mandi dan mandi. Selesainya mandi dia langsung mengambil tasnya dan mengambil obat. Saat hendak keluar dia melihat segelas air minum sudah tersedia di meja sebelah tempat tidur.

“Hahahaha~ Lee Taemin… pabo…” gumam MinGi sambil meminum obatnya. Untung obatnya bisa diminum sebelum makan, pikirnya. Tes.

Sesuatu keluar dari hidung MinGi ke lantai. Titik merah… MinGi menyentuh lubang hidungnya. Darah. “Sial….” Gumamnya. Dia langsung mengambil tisu dari dalam tas dan menyeka hidungnya. Untung darah yang keluar tidak banyak.

“MinGi?” terdengar suara ketukan pintu dan Minho dari luar kamar. MinGi langsung memasukan tisu bekas darahnya ke dalam saku celana. Terlihat kepala Minho yang melongok dari luar. “MinGi? Kau sudah selesai kan? Sarapan sudah siap.” Ujar Minho sambil membuka pintu lebih lebar.

“Ah ne…” MinGi berjalan menghampiri Minho. Wajah MinGi yang terlihat pucat disadari oleh Minho.

“MinGi?” MinHo menahan MinGi yang sedang berjalan. “Mukamu pucat. Kau sakit?” tanyanya khawatir.

“Ah? Masa?” MinGi menyentuh mukanya. “Mungkin ini karena aku lapar oppa… kajja, kita makan.” Seru MinGi sambil tersenyum dan berjalan cepat ke meja makan. Minho terdiam sebentar. Walaupun terlihat seperti itu, sebenarnya Minho adalah oang yang paling peka terhadap sekitarnya. Minho yakin sekali MinGi sakit. Tapi Karena perkataan MinGi yang meyakinkannya bahwa dia hanya lapar, Mindo segera melupakannya dan berjalan ke meja makan.

~Taemin POV~

MinGi datang dan duduk di sebelahku. Aku menatapnya. Wajahnya terlihat pucat.

“MinGi… Kau pucat…” ucapku sambil menyentuh dahinya. Aku takut dia sakit. Padahal hari ini kami berencana untuk pergi.

“Iya, MinGi-ah. Kau kelihatan pucat.” Onew hyung menghentikan kegiatan makannya dan menatap wajah MinGi.

“Aaa~ ini cuma karena aku lapar. Kemarin malam kan aku Cuma makan sedikit. Benar-benar tidak apa-apa kok.” Jawabnya sambil tersenyum dan menyingkirkan tanganku. Key hyung memberikan mangkuk berisi nasi yang sangat banyak berserta lauk-lauknya yang tidak kalah banyak.

“Makan ini! Jangan sampai kau sakit hanya karena kekurangan makan!” serunya sambil mengusap kepala MinGi.

“hehehe. Gomawo oppa. Aku akan makan banyak.” Serunya sambil memakan makanannya. Yah. Mungkin dia memang benar-benar lapar. Dia makan seperti orang tidak makan selama 1 bulan. Semua yang memperhatikannya tertawa.

Turururlut~ Taemin ganteng~ ada telepon nih~

Aku cepat mengambil handphoneku setelah mendapat pandangan sinis dari para hyungku yang mendengar nada ringtone handphoneku.

“Manajer hyung?” aku melihat layar hapeku dan mengangkat telepon. “Yoboseyo hyung?”

“Ya! Taemin! Onew ada di situ?” tanyanya dari seberang sana.

“Iya ada.” Aku menatap Onew hyung yang sedang sibuk makan. “Kamis edang sarapan. Ada apa?”

“Apa dia tidak membawa handphonenya ha? Aku sudah meneleponnya lebih dari 7 kali!”

“Hyung,” aku memanggil Onew hyung. Dia menoleh padaku. “Ini manajer hyung, dia katanya sudah meneleponmu lebih dari 7 kali.”

“He? Benarkah? Handphoneku ada di kamar hehehehe.” Jawabnya terkekeh. “Kamu saja yang bicara dengannya. Memang ada apa?”

“Ahh.. ada apa hyung?” tanyaku kembali berbicara dengan Manajer hyung.

“Kalian datang ke kantor ya setelah sarapan. Kita harus mempersiapkan jadwal debut Jepang dan London kalian.” jawabnya memberitahuku. He?

“Ah. Hyung, bukankah kau bilang kami hari ini libur???” tanyaku sebal. Seharusnya hari ini aku pergi bersama MinGi.

“Perubahan jadwal. Pokoknya kalian segera datang kesini! Biarkan Onew yang membawa mobil!” serunya sambil menutup telepon. Aku menyimpan handphoneku kasar. Emebuat semua orang menatapku.

“Ada apa?” Tanya Minho hyung.

“Kita harus ke kantor setelah sarapan.” Jawabku sebal. Yang lain membelalakan matanya.

“He? Bukankah kita libur hari  ini?” Tanya Jonghyun hyung sambil menghentikan makannya.

“Perubahan jadwal katanya.” Jawabku sambil meneruskan makan. Aku melirik MinGi. Wajahnya tanpak kecewa. “Maaf MinGi-ah… sepertinya kita tidakjadi pergi hari ini.”

“Ah.. Gwenchana… lagipula ini kan perkerjaan. Apa boleh dibuat.” Jawabnya sambil tersenyum. Tapi ekspresi kecewanya tetap terlihat. Ahhh… menyebalkan.

“Bagaimana dengan MinGi? Kita tidak meungkin meninggalkannya di sini.” Tanya Key hyung sambil membereskan piring kotor.

“Ah. Kita bawa saja. Aku akan meminta bantuan orang yang ada di sana untuk menjaganya.” Seru Jonghyun hyung.

“Ha? Bagaimana dia bisa masuk?” tanyaku. MinGi terlihat khawatir dan memandangiku.

“Dia bisa jadi sepupuku. Marga kami sama lagipula. Tidak menutup kemungkinan itu kan? Lagipula mata kami mirip. Sama-sama besar.” Jawab Minho santai. MinGi yang se[ertinya baru menyadarinya tertawa kecil.

“Benar juga. Mata kita mirip, oppa.” Serunya kepada Minho oppa.

“Aku sudah mengirim pesan kepada Sooyoung. Katanya mereka sedang berada di kantor untuk latihan. Kita bisa menitipkannya pada mereka. Luna dan f(x) member yang lain juga ada disana.” Onew hyung memberitahu kami sambil melihat handphonenya.

“Tapi kalau mereka sedang latihan, aku hanya akan menggangu mereka…” ujar MinGi.

“Ah, tapi setahuku F(x) tidak mempunyai jadwal latihan hari ini. Aku akan menelepon Soojungie.” Seru Jonghyun hyung sambil mengambil handphonenya dan segera meneleponnya.

“Ah.” Jonghyun hyung bergumam dan langsung meletakkan handphonenya di meja, menyetelnya ke setting loudspeaker. “Annyeong Soojungie~”

“A~ Jjong oppa! Annyeong~ Ada apa?” Tanya Krystal di seberang sana.

“Kamu ada di kantor sekarang?”

“Ne. Aku ada di sini bersama member yang lain..” jawabnya.

“Apa kalian sedang latihan?”

“Aniyo~ Luna onnie punya jadwal hari ini. Kami hanya ikut-ikutan saja daripada diam di dorm.”

“Semua member ada disitu? Tidak ada orang lain kan?”

“Ne, hanya ada Amber unnie di sebelahku. Sulli dan Victoria unnie juga. Tidak ada orang lain selain kami. Ada apa?”

“Soojungie ah~ kau tau tentang pacar Taemin itu kan?” Tanya jonghyun hyung sambil melirik MinGi. Wajah MinGi langsung memerah. Aku melotot pada Jonghyun hyung. Bagaimana bisa anggota F(x) mengetahui tentang kami??

“Ah ne~ aku tahu itu… ada apa dengannya? Eh? Apakah dia ada di sana?” tanyanya girang.

“Ne~ dia ada di sini. Kebetulan kita harus ke kantor sekarang dan bingung harus menitipkannya pada siapa. Kalian bisa menemaninya sampai kami selesai?”

“Ne ne! tentu saja! Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. Aku akan memberitahu member lain. Kami ada di ruangan biasa kok. Kesini saja!” serunya.

“Okay. Kami akan kesana sebentar lagi. Gomawo Soojung-ah~” seru Jonghyun hyung sambil menutup telepon.

“Ya! Hyung! Bagaimana bisa para member F(x) mengetahui tentang MinGi???” tanyaku panik. MinGi terlihat kebingungan juga.

“Ya~ tidak ada yang bisa disembunyikan dari Luna. Dan dia memberitahunya ke member yang lain. Sebagian besar member SNSD juga mengetahuinya kok. Tenang, mereka tidak akan memberitahukan hal ini kepada siapapun.” Jawab Onew hyung yang masih saja makan.

“Aa… apakah ini benar-benar tidak apa-apa? Aku jadi merasa meepotkan semua orang.” Tanya MinGi.

“Ne~ tidak apa-apa kok. Tenang saja. Ayo siap-siap berangkat.” Seru Key hyung kepada kami.

“Ya! Onew hyung! Berhentilah makan! Kau yang menyetir hari ini!” seruku kepada Onew hyung yang msih saja makan.

“Kenapa harus aku???” tanyanya sambil berhenti makan dan berjalan menuju kamar. “Menjadi yang tertua selalu menyebalkan.” Gerutunya sambil mengambil kunci mobil.

~MinGi POV~

Aku bergegas mengambil tas kecilku dan memasukkan beberapa obat ke dalamnya.

“MinGi-ah.” Terdengar suara Taemin di belakangku. Aku langsung menutup tasku dan berbalik. “Kau sudah menmbawa barang yang diperlukan?” tanyanya.

“Ne.” jawabku sambil tersenyum. “Kajja kita keluar.”

“Biar aku yang bawakan tasmu.” Seru Taemin sambil berusaha mengambil tasku. Otomatis aku menepis tangannya. Dia terlihat kaget.

“Ahh.. tidak usah Taemin-ah. Aku bisa membawanya sendiri.” Jawabku sambil menggandeng tanganya. “Kau kaget? Maaf..”

“Ani.. Ya sudah ayo.” Jawabnya sambil mencium pipiku dan membawaku ke mobil. Bisa gawat kalau Taemin melihat isi tasku. Hhh….

Aku masuk ke dalam mobil dan melihat Minho oppa duduk di kursi pengemudi.

“eh? Minho oppa? Kau yang menyetir?” aku bertanya padanya dan melihat Onew oppa yang duduk di sebelah Minho.

“Aku kekenyangan. Takutnya aku mengantuk saat menyetir. Kan gawat.” Jawabnya sambil terkekeh. Minho oppa terlihat cemberut. “Ya, sudahlah Minho. Kau harus sering-sering menyetir kalau tidak mau kemampuan menyetirmu hilang.” Seru Onew oppa sambil memukul pelan pundak Minho oppa.

Tidak sampai 10 menit, kami sampai di gedung SM. Tidak terlalu banyak orang berlalu lalang di dalam sana. Semua staff yang melewat terlihat menyapa kami. Maksudku, SHINee oppa..

“He? Siapa cewek ini?” Tanya salah seorang staff wanita yang tadi menyapa oppadeul. Aku melangkah mundur. Minho oppa langsung merangkulku.

“Dia adik sepupuku. Choi MinGi.” Jawabnya sambil menyuruhku menjabat tangan wanita tersebut.

“Choi MinGi imnida…” gumamku sambil tersenyum dan menjabat tangannya. Wanita tersebut memperhatikanku.

“Kalian terlihat memiliki mata yang sama. Kau cantik sekali.” Katanya sambil tersenyum, membuatku tersipu. “Baiklah aku kesana ya. Annyeong.” Katanya sambil melambaikan tangannya dan pergi. Kami melanjutkna berjalan masuk.

“Apa kubilang. Kami mempunyai mata yang mirip.” Seru Minho oppa sambil terus merangkulku. Aku hanya tersenyum sampai Taemin menarik tanganku.

“Ya, cukup rangkulannya. Jangan menyentuh pacarku yang cantik ini.” Katanya membuat wajahku memerah. Semua tertawa mendengarnya. Kurang ajar kau Taeminnie~

Kami tiba di depan sebuah ruangan dan Minho oppa masuk duluan.

“Annyeong noona~” terdenga suara Minho oppa yang memberikan salam dan disusul dengan suara-suara perempuan. Aku masuk terkahir bersama dengan Key oppa.

“Annyeong haseyo…” salamku setelah melihat para member F(x) di hadapanku. Aku menunduk dalam-dalam. Rasanya tidak dapat disangak aku dapat bertemu mereka, girlband yang paling sukai ;;__;;

“Ah~ Tidak usah menunduk begitu dalam.” Seseorang mengangkat tubuhku. Sulli. “Annyeong ~~” serunya sambil tersenyum. Aku balas tersenyum. Omona~ dia begitu tinggi.

“Baiklah kami pergi dulu ke atas.” Seru Taemin. “Ya, Sulli-ah, titip dia ya.” Katanya pada Sulli. Sulli memberikan tanda OK dengan tangannya. Lalu Taemin menarik tanganku dan langsung menciumku di depan semuanya. “jangan nakal ok~.” Katanya pelan dan langsung berlari keluar. Aku berdiri mematung dengan muka panas. Lee Taemin… berani-beraninya dia…

“Kyaaa~~~!!! Amber unnie! Apakah kau lihat itu?!!! Dia menciumnya!!!” seru Krystal histeris sambil memeluk Amber unnie.

“Ayo duduk di sini.” Ajak Sulli. Aku duduk di sebelah Amber unnie. Amber unnie memandangku dan tersenyum. Omona~ aku piker wajahku makin merah sekarang. Sebegai seorang cewek, dia sangat tampan~

“Hello MinGi.” Katanya sambil bersalaman denganku. “Nice to meet you. I’ve heard a lot about you from Luna.” Katanya.

“Ah ne~ so nice to meet you all too~ I can’t believe that you all know me.” Jawabku dengan sangat baik. Amber unnie dan Krystal memandangku.

“Wah~ Your English’s nice!” seru Krystal mengajakku ber-high five. Aku menyambut tangannya. Mereka menyenangkan. Victoria unnie datang sambil membawa minum dan makanan.

“Ini, kalau kau lapar, makan saja.” Seru Vic unnie sambil duduk di hadapanku. Omona~ dia sangat sangat sangat cantik. Membuatku tidak dapat berkata apapun. Sulli mengibaskan tangannya di hadapanku.

“Ada apa?” Tanya Sulli yang keheranan melihatku bengong.

“Ah tidak… hanya saja… Victoria unnie terlihat sangat cantik…” jawabku sambil tersipu. Yang lain tertawa mendengarnya termasuk Victoria unnie.

“Gomawo MinGi-ah~” jawabnya sambil tersenyum.

“Ah~ ngomong-ngomong, kau kelahiran tahun berapa? Aku belum tahu.” Tanya Sulli.

“Ahh.. aku sama sepertimu dan Krystal. Aku lahir tahun 94.” Jawabku sambil tersenyum. Krystal langsung menarik Amber unnie untuk bertukar tempat duduk dengannya.

“Chingu!!!” Krystal menarik tanganku. “Amber unnie, menyingkir! Ini hanya untuk 94liners!!” serunya pad Amber unnie, mebuat Amber unnie cemberut dan pindah tempat duduk di sebelah Vic unnie.

“Dimana Luna unnie?” tanyaku yang tidak melihat sosok yang aku kagumi itu di ruangan ini.

“Dia sedang ada urusan. Sebentar lagi juga datang kok.” Jawab Krystal. “Oh iya, ngomong-ngomong, bagaimana caranya kau masuk kesini?” tanyanya.

“Ah… aku berpura-pura datang sebagai sepupu Minho oppa… Kebetulan marga kami sama, jadi tidak akan terlalu dicurigai.”

“Kalau begitu kita saudara~” seru Sulli tiba-tiba sambil memelukku. “Ah, ada yang paling membuatku penasaran. Bagaimana kisahmu dengan Taemin oppa sampai bisa ‘jadian’ begitu?” tanyanya mebuatku tersipu malu.

Pada awalnya aku enggan menceritakannya pada mereka, tapi tanpa sadar aku sudah menceritakan semuanya termasuk sifat Taemin yang menyebalkan itu. Yang lain tertawa mendengarnya terutama Krystal.

“Hahahahaha!!! Taemin oppa memang begitu! Terkadang dia bisa menjadi sangat meyebalkan, bahwa terhadap kami, hoobae-nya.” Serunya sambil mengusap airmatanya yang keluar karena tertawa.

“Benarkah? Aku baru mengetahuinya saat kami bertemu. Huh.” Jawabnku sebal mengingat semua perlakuan Taemin terhadapku dulu.

“tapi kau beruntung bisa mendapatkan Taemin. Dia anak yang baik.” Kata Victoria unnie yang membuatku tersenyum.

“Kamsahae unnie~”

“Ya~~~ aku lapaaarrrr!!!” tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan membuat semuanya kaget. Luna unnie. Dia berhenti berjalan dan menatapku. “Ahhhh!!! MinGi kan?!!” serunya sambil berlari dan memelukku yang baru saja berdiri hendak member salam.

“Ah ne~” jawabku sedikit kesusahan karena sesak.

“Kau begitu cantik persis seperti yang diceritakan Onew oppa.” Seru Luna unnie sambil memperhatikan wajahku.

“Ya unnie! Lepaskan dia! Apakah kau tidak bisa melihatnya sesak begitu hah?” seru Krystal sambil menarik tubuhku. Luna unnie langsung duduk di sebelah Amber unnie dan bersandar padanya.

“Aku lapaaarrr~ Vic umma~ apakah kau tidak membawa makanan?” tanyanya pada Vic unnie.

“Ada sih, tapi sudah kami makan tadi. Aku tidak membawa yang lain.” Jawabnya sambil mengecek tas besarnya.

“Kalau begitu aku akan membeli beberapa makanan.” Seru Krystal sambil berdiri dan menarikku. “Ayo MinGi, kau temani aku.” Aku yang sudah ditarik tidka dapat berbuat apa-apa.

Kami berjalan melewati pintu keluar yang berbeda denga yang tadi.

“Kami para artis biasanya keluar lewat sini pada jam segini. Kalau kita keluar lewat pintu depan itu, biasanya banyak para fans yang berkumpul.” Jelasnya saat melihat ekspresi wajahku.

“Oh~” gumamku. Aku meperhatikan Krystal yang berjalan di sebelahku. Dia juag tinggi walaupun tidak setinggi Sulli. “Kenapa kau bisa begini tinggi??” tanyaku. Krystal menoleh dan tertawa.

“Gomawo~ tapi tinggiku hanya 167cm kok. Bila dibandinkan dengan Sulli sih masih lebih tinggi dia yang 170.” Jawabnya.

“Aku hanya 164cm. Badanmupun sangat bagus. Apalagi kakimu.” Kataku sambil memeprhatikan kakinya yang sangat indah. Sama seperti kaki SNSD unniedeul.

“Badanku bagus karena aku sering olahraga bersama Amber unnie. Kau harus melihat perut Luna unnie~! Sixpacknya membuat semua orang iri! Kalau kakiku… Gen mungkin ya?” jawabnya terkekeh.

Kami sampai di sebuah restoran yang tidak jauh dari gedung SM dan memesan beberapa makanan untuk dibawa. Saat menunggu, tiba-tiba Krystal mendapat telepon.

“MinGi ah! Maafkan aku, aku harus cepat-cepat kembali ke gedung. Aku dicari Jess unnie, handphonenya ada di aku.” Serunya sambil berulangkali meminta maaf.

“Sudah tidak apa-apa, handphone unnie-mu lebih penting. Pergilah. Aku masih hapal jalan ke gedung kok.” Jawabku. Krystal berterimakasih dan memberikanku uang untuk membayar makanan dan langsung pergi.

Setelah membayar aku langsung berjalan kembali ke arah gedung, melewati jalan tadi. Untung makanan yang dipesan tidak terlalu banyak, jadi aku tidak repot membawanya. Saat berbelok, aku melihat segerombolan fans berkumpul di depan pintu tempat aku dan Krystal keluar tadi.

Aku memutuskan untuk terus berjalan melewati mereka sampai salah seorang fans menahanku.

“Ya! Apa yang kau lakukan! Jangan seenaknya masuk!” seru cewek yang menggunakan kaos bergambarkan wajah Jonghyun oppa. Spertinya mereka Shawol.

“Aku mau masuk.” Jawabku datar. Aku tidak mau berada di sini dan ingin cepat-cepat masuk ke dalam.

“Siapa kau ha bisa masuk seenaknya? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya lagipula.” Tanya cewek tersebut sambil memperhatikan wajahku. Membuatku makin tidak nyaman.

“Aku sepupu Minho oppa.” Jawabku sambil menatap balik cewek itu. Cewek itu tertawa keras begitu juga temannya yang lain.

“Sepupunya dia bilang??? Ya! Kami juga bisa menjadi adik Jonghyun oppa atau kakak Taemin!” serunya sambil mendorong tubuhku. “Kebohongan yang tidak bermutu!” dia mendorongku lagi membuat semua makanan terjatuh.

“Ya!!! Apa yang kalian lakukan!!! Ini milik Luna unnie!!!” aku berteriak padanya. Aku melihat makanan Luna unnie yang jatuh dan hancur berantakan

“Dan dia bilangitu milik Luna?” serunya sinis. “Siapa lagi yang mau kau sebutkan ha? Jangan-jangan kau mau bilang kalau kau anak Lee Soman?” tanyanya sambil menarik tanganku. Aku langsung menepisnya yang tanpa sengaja terkena pipinya.

“Kau! Beraninya menamparku!” cewek tersebut terlihat marah hanya karena tanganku sedikit mengenai pipinya. Hello~ aku tidak menamparmu ya tolong. Aish. Mengapa ada fans seperti ini di dunia ini?

Aku berusaha mengabaikannya dan maju tapi seseorang menarikku dari belakang sampai aku terjatuh. Mereka memukuliku dan menjambak rambtuku. Aku berusaha melindungi wajahku. Namu, salah seorang dari mereka melempar sesuatu yang lumayan keras ke arah wajahku dan mengenai hidungku.

“Kyaaaaa!!!!” rasanya sakit sekali. Aku memegang hidungku. Hidungku yang patah waktu itu terasa sakit kembali. Tiab-tiba saja hidungku mengeluarkan darah.

“Ya! Berhenti!! Dia berdarah!!!” seru salah seorang dari mereka. Satu perstau dari mereka melangkah mundur menjauhiku. Aku melihat tanganku. Penuh dengan darah. Aku dapat merasakan darah yang keluar dari hidungku tidak berhenti juga. Aku berusaha mengehntikannya dengan tanganku, tapi tidak berguna.

“Apa yang harus kita lakukan?? Darahnya keluar banyak sekali!!!” terdengar teriakan histeris dari salah seorang fans itu. Aku melirik mereka. Wajah mereka terlihat ketakutan sekali. Aku terus berlutut dan memandang tanah. Terlihat darahku yang menggenang. Darah yang banyak sekali. Apa-apaan ini??? Kenapa tidak bisa berhenti???

“Ya!!!! Apa yang kalian lakukan???!!!!” terdengar teriakan histeris seseorang. Aku menoleh sedikit. Victoria unnie. Dia berlari dan langsung memelukku.

“Maaf, kami tidak bermaksud…” kata salah seorang dari fans yang memukulku tadi.

“MinGi ya!! MinGi! Apa kau sadar???” tanyanya sambil mengangkat wajahku. “Omona!!!!” Victoria unnie terlihat kaget saat melihat wajahku. Matanya terlihat memerah. Apakah wajahku sebegitu mengenaskannya? Hahahaha.

Victoria unnie langsung membopongku berjalan ke dalam gedung. Aku dapat melihat kaos putih yang dipakai Vic unnie menjadi merah terkena darahku.

“Unnie… bajumu…” gumamku pelan. Vic unnie terus membopongku.

“Tidak perlu khawatir. Apa yang mereka lakukan padamu? Omona… bagaimana cara menghentikan darahmu ini???” serunya sambil berulang kali menyeka hidungku. Tapi percuma. Darahku terus mengalir. Badanku mulai terasa lemas…..

~Author POV~

Taemin dan Minho berjalan ke ruangan tempat MinGi berada. Tapi MinGi tidak ada di sana.

“Dimana MinGi?” Tanya Taemin sambil duduk di sebelah Sulli begitu pulla Minho.

“Dia sedang membeli makanan bersama Krystal.” Jawabnya sambil bermain dengan iPadnya.

“Oh…” Taemin mengambil handphonenya dan memainkannya sebentar. Tapi sampai 10 menit kemudian mereka berdua belum kembali juga. Vic bangkit dari duduknya.

“Sudah 30 menit. Lama sekali. Aku akan keluar menyusul mereka. Aku takut mereka kerepotan membawa makanan.” Seru Vic sambil keluar dan berbelok ke kiri, ke arah Krystal dan MinGi keluar tadi. Sesaat setelah Vic keluar, Krystal masuk ke dalam ruangan dari arah sebelah kanan. Taemin dan melihatnya langsung berdiri.

“Ya! Soojung-ah! Kenapa kau datang dari arah ruang latihan?” Tanya Minho sambil menghampiri Krystal.

“Ah… tadi aku bertemu dengan Jess unnie sebentar karena handphonenya ada padaku..” jawabnya.

“Dimana MinGi?” Tanya Taemin. Krystal terlihat mengingat sesuatu.

“Ah! Tadi aku meninggalkan MinGi karena Jess unnie meneleponku untuk segera ke tempatnya, jadi aku meninggalkannya di restoran sana. Dia bilang tidak apa-apa jadi…” jawab Krystal terlihat bersalah.

“Aishh.. anak itu…” Taemin mengambil handphonenya dan langsung menghubungi MinGi.

Tring~

Terdengar suara handphone dari dalam ruangan. Taemin melihat ke arah Sulli. Jaket MinGi ada di pangkuan Sulli.

“Aiisshhh~ Anak itu tidak membawa hapenya. Pintar sekali.” Taemin langsung mengambil jaket MinGi dari pangkuan Sulli dan mengeluarkan handphone dari dalam sakunya. Sesuatu terjatuh dari saku jaket MinGi saat dia mengeluarkan handphone.

“Taemin, ada yang jatuh nih.” Kata Amber sambil mengambil benda tersebut. Benda seperti tisu yang berwarna merah. Amber mengambilnya dan memperhatikan tisu tersebut. “Ini… Darah?” Tanya Amber sambil mencium tisu tersebut.

Taemin langsung menoleh. Begitu juga dengan yang lainnya setelah mendengar kata darah. Dia langsung merebut tisu tersebut.

“Darimana kau menemukan tissue ini noona?” Tanya Taemin yang memeperhatikan tissue tersebut.

“Tadi terjatuh dari… saku jaket MinGi.” Jawabnya pelan. Taemin membelalakan matanya dan langsung berlari keluar. Yang lain mengikutinya kecuali Minho. Dia mengambil tissue tersebut dari lantai dan memandanginya.

“Jadi…. Sepertinya ini alasan mengapa dia pucat tadi pagi.” Gumam Minho pelan.

“Pucat apa?” Tanya Key yang masuk ke ruangan bersama Jonghyun dan Onew. Minho berbalik dan memperlihatkan tissue penuh darah itu padanya.

“Ini… darah??? Hiiyyy… bekas siapa?” Tanya Key menjauhkan wajahnya dari tissue tersebut. Jonghyun terdiam melihatnya dan menatap Minho.

“MinGi.” Jawab Minho pelan. Membuat Key dan Jonghyun terbelalak.

“Apa maksudmu?” Key terlihat bingung. “Jadi… tadi pagi dia pucat karena ini…? Buka karena lapar?”

“Kita harus mencari MinGi segera.” Seru Minho. Key berbalik, namun Jonghyun tidak ada di belakangnya.

“Kemana Jonghyun hyung?” Tanya Key.

“Dia berlari keluar begitu mendengar kata MinGi.” Jawab Minho. “Sudahlah, ayo cepat. Aku merasakan firasat buruk.” Serunya sambil berlari keluar disusul Key dan Onew.

Taemin berlari begitu cepat meninggalkan member F(x) yang lainnya di belakang. Di berbelok dan melihat Victoria yang terduduk di lantai bersama seseorang yang berlumuran darah.

“MINGI!!!!” Taemin berteriak dan berlari menghampiri Victoria. Dia menangsi dan berusaha menghentikan darah yang keluar dari hidung MinGi. Yang lain berlari menghampiri Taemin dan terkejut melihat MinGi. Taemin menarik tubuh MinGi ke pelukannya.

“Ya! Choi MinGi! Choi MinGi!!! Bangun!!!! Bangunnn!!!!!!!”

–TBC–

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

36 thoughts on “Is It What You Want? – Part 7”

  1. jiaaa!!!kasian banget jjong oppa,ditampar’ ama onew oppa
    Itu minho cara ngebanguninny dasyat bener kekeke

    Lanjutt next part!!aku penasaran akhirny.jjong tuh suka ama mingi y??

    1. siapa suruh jjong mabuk. onyu kan khawatir T_T
      masa dashyat? malah kata aku itu normal… (author ga normal)
      jjong itu sukanya sama author :’)
      sip! ditunggu aja… bakal lama bgt keluarnya chapter 8…

  2. aish… aku bru bisa coment… lagi*ok abaikan*

    Minji-ah kamu kenapa?? sakit apa sih?
    ok. aku ngibrit dulu ke part sebelomnye…
    aku tunggu kelanjutannya…

    1. emang suka susah. satai aja :3 yg penting tetep comment kekekekeke
      bukan minji tapi mingi T_T dia sakit… apa aja boleh…
      LMAO kamu baca yg ini dolo baru chap 6 aneh sekali sesuatu —
      sip sip!

  3. emang cewe yg mirip sama mingi itu siapa??
    ih serem ya kalo keluar darah ga brenti-brenti.. Jangan-jangan ntar si minGi penyakitnya makin parah lagi 😦

  4. nah loh,
    si mingi knapa,,
    aduh sbnernya mingi sakit apa sih,,
    next part jngan lma2 yaw,
    brung kenari, brung perkutut,,
    yuk mari, lanjuuutttt…..

  5. huwaaa makin seru .. astaga kasian mingim .. itu fans bener2 deh !! ishhh sableng banget sih !!
    jdi kayak gitu kan…!!
    kasian mingi .. huwaa jjong ..jjong ..
    dy pacar adikmu .. -_-”

    huwaa makin suka ma critanya .. lanjut thor ..

  6. omona,mingi-_-
    aduh ini namany penistaan
    kenapa fans seperti itu kali-_-
    dan taemin, omma-_-
    semoga mingi tidak apa-apa
    deg-degan gini
    hidungnya itu,jangan sampai lebih dari kemaren sakitnya
    Mingi hwaiting#eh
    good job thor
    masih ada typo-_-

  7. aah jahat banget sih fansnya!! aku bayangin darah yang keluar dari hidung mingi kaya kran.. abis ga berenti bertenti ><

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s