Hey, Can You See My Heart – Part 11

Title : Hey Can You See My Heart  part 11 (Jonghyun’s side)

Cast : SHINee, Lee Sunhwa, Kim Jong Eun
Genre : Romance
Rate : PG

Aku cukup lama tertegun menatapnya. Seakan tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja diucapkannya. Mendadak perasaanku hancur berkeping-keping, seperti terkena ledakan bom dahsyat yang menghancurkan semuanya tanpa sisa. Bagaimana bisa ia mengatakan itu disaat semuanya sedang baik-baik saja.

“Mianhae, oppa” kulihat ia menunduk menutupi wajahnya yang kini penuh air mata.

“Apa salahku?” aku minta penjelasan.

“Sudah tidak ada kecocokan antara kita”

“YA jika hanya itu masalahnya, aku bisa memperbaikinya. Aku bisa merubah semua yang kau tidak suka dariku”

“Mian oppa, tapi aku tidak bisa, mianhae”

Aku yakin ada hal lain dibalik ini semua. Aku yakin jika masalahnya bukan masalah tidak ada kecocokan lagi, tetapi ada hal lain, aku yakin sekali.

“Lee Sunhwa, tataplah mataku, katakan yang sebenarnya, aku yakin bukan ini kan masalahnya?” aku menarik wajahnya agar ia menatapku, tetapi ia terus saja menghindari kontak mata denganku.

“Oppa, jangan memaksaku, jebal..”

“Sunhwa, kenapa kau lakukan ini padaku?” aku menarik nafas pasrah. “Ini bukan masalah ketidak cocokan saja kan, iya kan?”

Ia masih terdiam tanpa berusaha menanggapiku. Aku semakin kesal dengan sikapnya itu, setidaknya ia harus bicara agar aku tau apa salahku.

“YA SUNHWA JAWAB AKU!”

“NE, MEMANG BUKAN MASALAH KETIDAK COCOKAN SAJA!” Ia tidak kalah berteriak untuk menyamai suaraku “aku.. aku punya pacar lagi!”

“Ap.. apa?” aku berharap pendengaranku salah. Aku berharap apa yang dikatakannya barusan salah. “Apa kau bilang?”

“Ne, aku punya pacar lagi!!!” Ia kini menatapku tajam “aku bosan denganmu yang sok romantis dan sok perhatian itu, aku benci semua yang ada pada dirimu Kim Jonghyun, aku benci! Pokoknya mulai sekarang, kita berakhir!!!” Ia langsung pergi berlari meninggalkanku yang kini nyaris mati mendengar semua kata-katanya.

Perasaanku sakit, dadaku sesak, dan aku merasa aku akan segera mati secepatnya.  Benarkah seperti itu, benarkah hanya karena itu ia mengakhiri ini semua?

Aku menggeleng pelan, mencoba untuk melangkah pulang dengan segenap sisa-sisa tenagaku. Tapi entah mengapa kakiku malah melangkah menuju warung soju milik ahjumma Han.

“YA Lee Sunhwa, aku ingin minum soju sampai mati~” gumamku dengan air mata yang mengalir deras ditengah ketidak warasan pikiranku.

***

2 bulan kemudian..

“Ah mianhae jagiya, aku benar-benar ada urusan malam ini, besok saja ya kujemput ditempat biasa, oke, annyeong” aku memutuskan hubungan telfonku dengan Nara, kemudian kembali mencari kontak telfon bernama Ji Eun dan menekan tombol call “Annyeong, jagiya, nanti sore ada acara?”

“Ani, waeyo oppa?” kudengar suara kecil Ji Eun menjawab dari sebrang.

“Aku ingin mengajakmu pergi, jam 5 ku jemput ya, kau siap-siap, annyeong”

Setelah selesai dengan Ji Eun kini aku mencoba menghubungi Hyun Jung.

“Yoboseo, Jonghyun Oppa!” terdengar Hyun Jung berteriak disebrang sana.

“Ah Hyun Jung-ah, nanti jam 7 aku jemput ya, aku ingin mengajakmu dinner”

“Jeongmal oppa? Ah baiklah, jam 7 ya!”

“Ne, sampai bertemu nanti malam”

Klik

Aku selesai dengan ketiga pacarku. Hari ini semua jadwal kencan sudah tersusun rapih, aku hanya tinggal menjalankannya saja. Haha senangnya~

“YA OPPA!” kulihat Jong Eun, adikku menatapku tajam sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. “Kau pacaran dengan berapa yeoja sekarang?”

Aku tergelak. Adikku ini ingin tau sekali urusan orang.

“Tiga” jawabku sambil merebut setoples keripik kentang dari tangannya.

“Haish oppa, kau.. jinjayo!”

“Waeyo?”

“Haish micheosseo! “

“Itu urusanku, kau jangan ikut campur dongsaeng!”

“Oppa, kau kenapa jadi seperti ini sih, apa karna putus dengan Sunhwa onnie kau jadi begini, iya?”

Aku tidak menjawab, ya semua yang Jong Eun katakan adalah benar. Aku memang berubah karenanya. Karena ia telah meninggalkanku yang sangat mencintainya. Seenaknya saja ia membuangku demi orang lain. Sudah cukup ini semua, aku tidak ingin ada lagi yang menyakitkan perasaanku, daripada aku yang patah hati, lebih baik aku yang membuat semua yeoja patah hati, dengan begitu aku merasa lebih baik.

“Oppa, jebal berhentilah jadi playboy seperti ini”

“Waeyo, aku suka dengan diriku yang seperti ini, kau tidak usah melarangku, kau tidak mengerti apa-apa, Jong Eun-ah!”

***

Suatu malam yang dingin (?) saat aku sedang berkencan dengan salah satu pacarku, tiba-tiba saja aku bertemu dengan Sunhwa. Ia menatapku kaget, begitu juga denganku, tapi sungguh, aku tidak ingin perduli padanya, aku sama sekali tidak ingin menatapnya lagi. Tetapi beberapa menit setelah itu, aku mendapat sms darinya. Ia mengajakku untuk bertemu besok, tetapi aku sama sekali tidak berniat datang. Untuk apa semuanya, aku dan dia sudah tidak punya hubungan lagi.

Karena smsnya tak kubalas, ia akhirnya menelfonku. Dan setelah terlihat pembicaran beberapa menit, akhirnya aku menyetujui untuk bertemu dengannya besok.

Keesokan harinya aku datang ditempat yang telah dijanjikan. Aku sengaja datang telat, agar ia menungguku terlebih dahulu.

“Oppa, akhirnya datang juga kupikir tidak” ucapnya ketika melihat aku datang.

Aku hanya tersenyum datar menanggapinya sambil memperhatikannya saat itu mengenakan kemeja panjang serta jeans. Jujur saja, aku memang membencinya semenjak ia memutuskan hubungan kami, tetapi aku juga tidak bisa membohongi diriku kalau aku masih mencintainya, biar bagaimanapun juga, ia adalah cinta pertamaku yang sulit dilupakan begitu saja.

“Sebenarnya ada apa?”

Ia terdiam, aku tebak sedang menyusun kata-kata yang tepat untukku.

“Kau sudah memiliki pacar baru ya sekarang?”

Aku mengangguk “Waeyo?”

“Ani. Hanya saja, aku ingin meminta maaf padamu soal yang kemarin” ia kini sudah menatapku dengan tatapan lembutnya itu “aku masih mencintaimu, oppa”

Aku tersenyum meremehkan. Apa-apaan sih dia? Ia yang memutuskan hubungan kami, tapi kini ia mengatakan kalau ia masih mencintaiku, ia mau mempermainkanku?

“Kau bicara apa sih?”

“Oppa, aku tau aku salah, tapi sekarang aku sadar kalau aku tidak bisa melihatmu bersama yeoja lain. Ya mungkin aku bodoh, dan terserah kau jika ingin membenciku tapi ku mohon, aku minta waktumu sehari untuk menemaniku jalan-jalan sepuasnya”

Aku tak menjawab, aku tak menanggapi, aku hanya belum bisa mengerti dengan jalan pikirannya.

“Aku terima jika setelah itu kau ingin membenciku, aku sungguh hanya minta satu hari bersamamu”

“Guere, jika itu maumu, besok aku akan memenuhi keinginanmu” kataku akhirnya setelah berpikir duakali.

***

Hari ini cukup melelahkan tapi menyenangkan, tadi aku mengajaknya menonton pertunjukan drama musikal, dan sekarang kami sedang makan siang di cafe favorite kami.

Aku memilih menikmati moccacinoku daripada mengobrol bersamanya, entah mengapa aku tidak ingin bicara banyak dengannya, aku bersedia menemaninya hari ini hanya semata-mata untuk memenuhi keinginannya saja, tidak ada alasan lain untukku.

“Oppa, gumawo sudah bersedia menemaniku hari ini” ucapnya sambil menatapku, dan aku hanya mengangguk pelan “oppa, aku tidak ingin hari ini tidak cepat berakhir”

“Hmm” aku hanya bergumam tidak jelas sambil mengutak-atik handphoneku. Entah kenapa aku merasa aneh dengan perasaanku. Aku sepertinya masih mencintainya.

Tiba-tiba saja ia menyenderkan kepalanya dibahku, aku meliriknya sebentar dan betapa terkejutnya aku ketika melihat ada darah yang mengalir keluar dari hidungnya.

“Kau..” aku mulai panik, aku mencoba mengelap darah di hidungnya, tapi ia dengan tenangnya menepis tanganku.

“Aku tidak apa-apa”

“Kau, hidungmu, berdarah~”

“Arraseo” katanya sambil mengelap darahnya dengan tangan.

“Ayo kita ke rumah sakit sekarang”

“Tidak mau. Aku ingin disini saja bersamamu”

“Tapi hidungmu berdarah!”

“Gwaenchana” ia mencoba menenangkanku sambil kemudian menggenggam tanganku. Dan sekali lagi aku terkejut ketika merasakan genggaman tangannya itu terasa sangat dingin.

“Kau kenapa, sakit?”

Ia kembali merebahkan kepalanya di bahuku. “Sa.. saranghaeyo”

“Mwo?”

“Kim Jonghyun oppa, sarang-ha-yo” ia mengatakan kata-kata itu dengan nafas tersenggal-senggal.

“Na-do” aku semakin panik ketika darah kembali mengalir dari hidungnya. Tanpa menghiraukan perintahnya lagi untuk tetap disana, aku langsung menggendongnya berlari menuju rumah sakit terdekat.

“Op-oppa. gwaenchanayo”

“Apanya yang baik-baik saja, kau sakit kan? Kau gila jika menyuruhku tetap berada disana, kau harus ke rumah sakit sekarang!”

“Op-ppa ka-kamsha-hamnida” nafasnya semakin tak teratur dan itu membuatku aku semakin panik. Aku tak perduli lagi, kini kupercepat langkahku, sebentar lagi kami akan sampai di rumah sakit.

“Sunhwa-ya kau masih bertahan kan?” tanyaku yang tak ditanggapinya dengan reaksi apapun “YA SUNHWA-ya, katakan sesuatu!”

“O” ia bergumam pelan sambil kemudian menutup matanya “oppa, aku ingin tidur”

“YA SUNHWA-ya jangan tutup matamu, jangan tutup matamu sekarang!”

***

Aku takut. Aku takut ketika lampu ruang ICU itu dimatikan, aku takut ketika dokter itu sudah keluar menghampiriku dan keluarga Sunhwa, dan aku semakin takut jika apa yang dikatakannya tidak sesuai dengan harapanku.

“Bagaimana dok?” tanya Kibum, adik angkat Sunhwa yang langsung mengerubungi dokter itu.

Sang dokter hanya menggeleng pelan sambil menepuk pundaknya “Mianhamnida, tapi saya sudah berusaha sekuat tenaga” katanya sambil kemudian berlalu diikuti dua suster dibelakangnya.

Seketika tangis umma Sunhwa pecah, ia menangis sejadi-jadinya dipelukan suaminya. Kibum juga nampak menangis dengan terus memegangi kepalanya, sedang aku juga seperti tak mampu berkata-kata lagi, dadaku sesak, air mataku mengalir deras, kenyataan ini benar-benar menyakitkan untuk kami.

Kulihat kini Kibum menatapku dengan tatapan penuh dengan kebencian, ia kemudian berjalan menghampiriku dan kemudian meninju wajahku sampai kini aku merasakan bibirku robek dan berdarah.

“YA KIM JONGHYUN!!!”

Aku tidak tau apa yang aku perbuat sampai menyebabkan Kibum marah padaku dan meninjuku. Aku tidak melakukan apapun, aku tidak merasa melakukan apapun!

“KAU LIHAT SEKARANG!” ia menarik kerah kemejaku “kau lihat sekarang, Sunhwa nuna sudah meninggal, kau puas sekarang hah? PUAS KAU MEMBUNUHNYA?” sekali lagi ia melayangkan tinjunya kearahku.

“Ya, apa yang kau bicarakan hah?” aku mencoba membela diri.

“Cih” Ia mendengus kesal “kau jangan sok polos. Kau tau kan kalau Sunhwa nuna sakit jantung, tapi kau masih tetap mengajaknya pergi hari ini. KAU SUNGGUH PEMBUNUH KIM JONGHYUN!!!”

“Ap.. apa kau bilang Sunhwa sakit jantung?” aku cukup kaget mendengar kenyataan ini, benarkah seperti itu?

“Kau tidak tau atau pura-pura tidak tau? Kau memutuskan hubungan kalian karena kau tau ia sakit kan? KARENA KAU TAU UMURNYA TIDAK PANJANG LAGI?? Kau sangat kejam Kim Jonghyun kau itu busuk, kau PEMBUNUH NUNA KU!!!”

“YA KIBUM HENTIKAN!” tiba-tiba saja umma Sunhwa memegangi Kibum yang ingin kembali memukulku.

“Lepaskan aku umma, biarkan aku membunuhnya juga!!!”

“Jonghyun sebaiknya kau pergi, sebelum kesabaran Kibum habis” appa Sunhwa menepuk pundakku, ia juga memandangku penuh kebencian, aku tau itu, walaupun ia tetap tenang dihadapanku “tolong tinggalkan kami, dan jangan pernah tampakan wajahmu lagi dihadapan kami”

Aku menunduk lemah. Air mataku sudah mengalir lagi. Sebenarnya apa yang terjadi. Apa yang dikatakan Kibum? Apa maksudnya, aku sama sekali tidak mengerti? Aku tidak pernah tau tentang penyakit Sunhwa, dan aku juga tidak pernah memutuskan hubungan kami, dia lah yang melakukannya, bukan aku.

“Ahjussi~”

“Pergilah sebelum aku juga berniat membunuhmu”

***

Dua hari sejak kematian Sunhwa. Aku mengurung diri di kamar. Aku tidak punya semangat dan keinginan untuk keluar. Aku masih bingung dengan keadaan disekelilingku. Aku tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi, aku benar-benar tidak mengerti.

Aku sangat sedih dengan kepergian Sunhwa, biar bagaimanapun aku masih sangat mencintainya. Tapi jika semua orang menyalahkanku atas kematiannya, apa yang harus kulakukan. Aku bahkan juga membenci diriku sendiri untuk sesuatu hal yang tak pernah kulakukan. Aku benci diri ku sendiri.

Drrt.. Drrt.. Drrt..

Handphoneku bergetar. Kulihat ada sms dari Donghae Hyung. Dengan malas aku membukanya.

From : Donghaefishy

Jjong, aku baru saja bertemu Key, dan ia menjelaskan semuanya tentang kematian Sunhwa. Mian aku tidak bisa menemuimu, aku sibuk sekali tapi aku sudah mengirim cerita lengkapnya lewat email, segeralah kau cek emailmu.

Aku terbelalak membaca sms dari Donghae Hyung ini. Aku tau, memang selama ini Donghae sangat dekat dengan Kibum dan juga denganku, jadi aku rasa ia tidak mungkin berbohong soal ini.

Buru-buru ku cek emailku dan langsung membuka email dari Donghae hyung. Perlahan mataku menyusuri setiap tulisan disana.

From : leedonghae@gmail.com

To : kimjonghyun@ymail.com

Subject : Key

Kemarin aku mengunjungi rumahnya, tetapi ia sekeluarga sedang beres-beres untuk pindah ke Busan dan memulai hidup baru disana. Aku kemudian memaksanya bercerita tentang kenapa ia menyalahkanmu karena kematian Sunhwa, dan beginilah katanya, aku tidak melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangi.

Key tau kalian berakhir. Waktu itu Sunhwa pulang kerumah dengan mata penuh air mata, dan ia tidak berkata apapun kecuali “aku dan Jonghyun putus” dan saat itu Key menyimpulkan kalau kau memutuskan hubungan kalian karena kau sudah mengetahui penyakit Sunhwa. Key mengira kalau kau tidak ingin mempunyai pacar yang penyakitan, apalagi beberapa hari setelah itu ia melihatmu sudah memiliki kekasih baru, dan dari sanalah ia mulai membencimu karena menurutnya, kau telah mempermainkan perasaan Sunhwa.

Sehari sebelum meninggal, dokter bilang jantung Sunhwa semakin lemah, ada kebocoran pada jantungnya. Dan ia dipaksa untuk dioprasi. Sunhwa menyetujuinya dengan syarat ia ingin bertemu denganmu sebelum ia menjalankan oprasi, dan orangtuanya pun menyetujuinya.

Sampai akhirnya kalian bertemu untuk terakhir kalinya itu. Menjelang sore, orangtua Sunhwa mencoba menghubunginya, tetapi hpnya mati. Sampai akhirnya kau datang berlari kerumah sakit dengan kondisi Sunhwa sudah sekarat.

Dan ketika Sunhwa dinyatakan meninggal, Key semakin membencimu. Menurutnya, kau lebih mementingkan dirimu sendiri. Kau tetap memaksakan Sunhwa disampingmu, padahal kau tau kalau ia sakit, sampai akhirnya ketika Suhwa sekarat barulah kau menyerahkannya pada orangtuanya.

Sampai saat ini Key masih dendam padamu, tapi ia tidak bisa membalasnya sekarang. Ia bilang, suatu hari nanti ia akan datang membalas dendam padamu.

Maaf Jjong, aku hanya ingin menyampaikan apa yang dikatakan Key agar tidak ada kesalah pahaman lagi.

Annyeong,
Donghae.

Aku merasakan sekujur tubuhku lemas. Aku sudah terjatuh ke lantai saat ini.
Sekarang aku mengerti. Aku mengerti apa alasan Key membenciku, aku mengerti kenapa mereka menyalahkanku atas kematian Sunhwa.

Tapi ini semua tidak pernah kulakukan. Aku sama sekali tidak tau penyakit Sunhwa sebelumnya, aku tidak pernah tau kalau ia sakit ketika mengajakku bertemu waktu itu, dan aku sama sekali tidak berencana membiarkannya tetap bersamaku disaat ia sedang sekarat. Aku tidak pernah berencana melakukan itu semua. Ini semua kesalahpahaman, ini semua tidak benar!

Dan sekarang satu hal yang aku tau. Aku tau kenapa ia memutuskan hubungan kami, itu karena ia tidak ingin aku bersedih ketika aku kehilangannya. Ia juga bilang kalau sudah memiliki pacar semata-mata karena tau aku tidak mungkin melepasnya dengan mudah.

Ya, tapi taukah kau Lee Sunhwa. Caramu ini salah besar! Kau bukan ingin membuat semuanya berjalan baik-baik saja, tapi kau menghancurkan semuanya.
Kau pikir aku tidak terluka? Justru dengan cara ini aku lebih terluka.

Patah hati, kehilanganmu, dituduh membunuh, dan kini aku harus bersiap dengan pembalasan adik angkatmu? Tidakah ini menyiksaku?

Aku sudah memegangi kepalaku yang benar-benar ingin meledak. Aku tidak tau apa yang harus kulakukan. Hatiku sakit sekali, sakit sampai aku tak mampu menjelaskan bagaimana rasanya seperti ini. Andai saja aku bisa berbagi rasa sakit ini, aku ingin orang lain juga merasakan perasaan seperti ini.

“OPPA!” samar kudengar suara dongsaengku Jong Eun yang kini panik dengan kondisiku. Tetapi aku tidak perduli dengannya, setidaknya untuk saat ini.

Tiba-tiba saja terlintas dipikiranku untuk kembali memainkan perasaan para yeoja. Aku ingin mereka merasakan perasaan seperti ini. Aku ingin mereka merasakan perasaan dipermainkan seperti ini, agar aku merasa aku bukanlah satu-satunya orang yang bisa dipermainkan. Ya, aku akan menjadi playboy untuk saat ini.

TBC

Ini maksa oke J mianhamnida~~~~~~~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Hey, Can You See My Heart – Part 11”

  1. Wew…kerennn…!!! Kasian amat sampe papanya sunhwa mrh sama jonghyun…stlh key sam jonghyun baean, papa mamanya gmn ty??

  2. Kasian Jjongppa, gak tau apa-apa eh kena marah
    Heuu~ *peluk Jjongppa

    next~ kisah jongeun lg kan? jgn sampai ada yg menyakiti dan tersakiti lagi ya, nyesek! hahaa.. Daebak author!

  3. Ternyata….
    Nyesek banget jong
    Keyyy jangan salah paham!!
    Yaampun ceritanya bertolak belakang
    Jauh bangett, kasian jong
    Tapi sunhwa sih aneh aneh aja #dijitak sunhwa
    Lanjut

  4. motif dibalik jjong berubah jadi playboy tuh karena sunhwa. kasian juga sih jonghyun gatau apa2 tapi dia yg dituduh ngebunuh dan nyakitin sunhwa.

    key, main ambil kesimpulan aja siih *jitak key*

    donghae nongol lewat email doang. tanpa wujud, wkwk
    numpang ngeksis yah mas *dimutilasi fishy*

    hehe, daripada komen saya memancing keributan kabur aja ah.
    thoor part 13nya yaaa

  5. Duuuh kasian jjong, kenapa nasibnya bisa sejelek ituh? Sunhwanya aneh2 sih, jadi jjong deh yang ribet.
    Key tidak salah memang, tapi seharusnya gg ngambil kesimpulan yg cepat gitu doong!!!!
    Jjonggggggg dun cryyy ill be always on ur side huhuhu

  6. eh ??
    itu sunhwa marganya lee ?? bukan kim toh ???
    aku kira marganya sma kayak si key .. hihihihihi

    huwaa kesalahpahaman .. kasian jjong .. ^^ eh aku suka bgt nih ff .. konfliknya beruntun .. ahahahha ^^

    author hawiting .. next part ya .. ^^

  7. Ow trnyta key adik angkt na sunhwa .. Hehee

    Ya ,kasihan jjong psti frustasi bgt ,,
    Kira” gmn kisahh cinta jjong stlh key uda tau klo jjong gk slh ?? Hehehee

    Dan bgaimna dgn taemin n jongeun ?? Smoga cpt jdian ..

    Hehehee

  8. Alasan kno jjong jadi playboy. Amua jd slah pham. Kn sunhwa yg ngajakin jjong oppa ktemuan, bkannya jjong oppa.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s