Nappeun Namja : Cold Eyes [1]

Title              : Nappeun Namja- Cold Eyes part 1

Author          : Unlockeylucifer

Main Cast     : Yoon Soori

                        Key (Kim kibum)

Support Cast : Deska as Park Shinmi

                        Shim Chaerin

                        Lee Taemin

                        Kim Jonghyun

                        Choi Minho

Length          : Sequel

Genre           : Romance, Family, Friendship,

Rating          : PG-15

 

Anyeong chingu. Sekedar pemberitahuan FF ini debut pertama loh. Lumayan menguras otak untuk bikinnya. Tadinya mau coba oneshot dulu, tapi idenya mentok. Akhirnya diputusin bikin sekuel aja. Walau ga yakin responnya gimana. Heehe

Jadi dimohon maaf kalo ceritanya ga menarik atau kurang berkenan bagi reader sekalian *bow*

Sekian curhat saya, mohon dimaklumi. Happy reading !!

Author POV

Kring, kring, kring……  bunyi alarm menggema di seluruh ruangan, tetapi masih belum cukup untuk membangunkan yeoja yang masih terlelap di dalam tidurnya.Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya memasuki kamar itu. Wanita itu menggelengkan kepalanya saat melihat putri tunggalnya masih berkutat di dalam selimutnya. Dengan cepat ia menghampiri putrinya, dan menyibak selimut yang menutupi tubuh yeoja di hadapannya.

” Eeehhhm…” yeoja itu hanya bergumam pelan seraya membalikkan tubuhnya

” Soori! palli! ireona! ” wanita itu berteriak tepat di telinga yeoja yg dipanggil soori itu

Soori membuka kelopak matanya yang terasa berat, ia menyapukan pandangan ke sekeliling kamar dan tatapannya berhenti saat melihat eommanya berdiri di samping tempat tidur. Soori bangkit perlahan, mengucek matanya dan langsung menuju ke kamar mandi.

” Sarapan sudah siap di bawah. Jangan lama-lama nanti kamu telat ” ucap eomma Soori lalu meninggalkan kamar putrinya

Soori POV

Aku memeriksa penampilanku di depan cermin, yap semua sudah siap. Aku langsung melangkahkan kaki menuju ruang makan. Kuambil sepotong roti yang tersedia di atas meja makan lalu menyuapkannya ke dalam mulutku. Diruang makan hanya ada eomma yang sedang mencuci piring, kulirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku. Tumben, biasanya appa belum berangkat jam segini.

” Appa berangkat duluan. Katanya ada rapat penting di kantor, jadi dia buru-buru pergi” ucap eomma seolah bisa membaca pikiranku

Aku hanya manggut-manggut mendengar ucapan eomma

” Kamu berangkat sendiri saja ke sekolah, lagipula jaraknya tidak jauh dari sini” ujar eomma

” Nde, aku berangkat dulu eomma” aku menghampiri eomma lalu mencium pipinya sekilas dan berangkat menuju sekolahku

******

Aku telah sampai di SM High School, tempat yang mulai hari ini akan menjadi sekolahku. Sekarang aku duduk di kelas 2 SMA. Aku sekeluarga pindah ke Seoul sekitar sebulan yang lalu. Dulu kami memang tinggal di Seoul, tetapi karena saat itu haelmoni sedang sakit dan tidak ada yang menjaganya maka saat kelas 1 smp aku, eomma, dan appa pindah ke Daegu. Tapi sekarang kondisi haelmoni sudah membaik dan juga karena tuntutan pekerjaan, maka appa memutuskan agar kami kembali ke Seoul.

Aku terus menikmati pemandangan sekolah baruku ini. Appa bilang SM HS merupakan salah satu sekolah terbaik di Seoul. Tidak heran, sekolah ini termasuk salah satu jajaran sekolah elit di Korea Selatan, fasilitas sekolah ini sangat memang sangat memadai. Mulai dari tenaga pengajar profesional, aula, gedung olahraga, lapangan basket, lapangan sepakbola, kolam renang indoor bahkan gedungnya pun sangat besar.

Sebenarnya aku tidak pernah meminta untuk dimasukkan ke sekolah seelit ini. Karena aku yakin biayanya pasti tidak sedikit, dan menurutku semua ini hanya menghambur-hamburkan uang.  Tetapi menurut kedua orangtuaku pendidikan itu yang utama. Jadi mereka tidak akan segan untuk mengeluarkan biaya hanya untuk sekedar menyekolahkanku di sini. Di sekolah yang menurut mereka bisa menunjang keinginan mereka. Kembali ke cerita.

Aku terus mengarahkan pandangan ke sekitarku, sesekali kubaca buku panduan siswa yang ada di tanganku. Aku terus berjalan sehingga tidak menyadari kehadiran seseorang yang berada tepat di hadapanku. Tabrakan pun tak terelakkan. Kulihat buku-buku yang dibawanya terjatuh. Aku membantu mengumpulkan buku-buku itu dan langsung menyerahkan ke pemiliknya yang ternyata seorang yeoja.

” Jeosonghamnida” aku meminta maaf seraya membungkukkan tubuh

” Cheonmaneyo ” ucap yeoja itu sambil merapikan buku yang ada di tangannya

Aku memperhatikan penampilan yeoja itu. Dia memiliki rambut sebahu yang agak bergelombang. Bibirnya pink merona, tampaknya dia tidak memakai lipgloss. Sepasang bola matanya berwarna hitam pekat, matanya juga tidak terlalu sipit seperti layaknya orang korea kebanyakan. Bahkan dia memiliki double eyelid yang membuat matanya terlihat indah di balik kacamatanya.

Dia melihat ke arahku, kulihat alisnya bertaut, mungkin dia sadar aku memperhatikannya. Aku berdeham kecil, mencoba mencairkan suasana.

” Yoon Soori imnida ” Aku mengulurkan tangan seraya memperkenalkan diri

Kulihat ia melirik tanganku, lalu kembali menatapku

” Park Shinmi imnida ” Yeoja bernama Shinmi itu membalas uluran tanganku.

Aku melihat dasi yang dikenakannya, sama dengan milikku. Berarti ia juga kelas 2. Karena di sekolah ini tiap tingkatan kelas warna dasinya berbeda, sehingga memudahkan kita mengetahu siapa yang mana sunbae atau hoobae.

” Kau kelas 2 berapa? ” tanyaku penasaran

” 2 A ” jawabnya singkat

” Wah sama, teman sekelas pertamaku. Bagaimana kalau kita ke kelas bersama? “

Yeoja bernama Shinmi itu hanyamengangkat bahunya dan mulai berjalan. Kuanggap itu sebagai jawaban iya. Akupun mengejar Shinmi dan mulai menjajarkan langkah dengannya menuju kelas baruku.

******

” Anyeong haseyo, choneun Yoon Soori imnida ” aku memperkenalkan diri di depan kelas. Di sampingku sudah ada Lee seongsenim, wali kelasku yang baru

” Silahkan duduk di bangku kedua dari belakang ” perintah Lee seongsenim

Kulihat bangku yang disebut oleh seongsenim. Aku tersenyum tipis. Dari dulu aku paling senang duduk di bangku yang terletak di samping jendela dan sekarang aku mendapatkannya. Aku mengarahkan kakiku ke tempat yang dituju, tetapi langkahku terhenti saat mendengar suara pintu digeser. Kulihat pandangan murid-murid mengarah ke sumber suara. Akhirnya aku pun menoleh kearah tersebut. Pemandangan di hadapanku sukses membuatku terpana. Disana berdiri seorang namja.Matanya berwarna coklat hazel, tatapannya tajam. Rambutnya berwarna coklat gelap sangat pas dipadukan dengan kulitnya yang putih. Kulit wajahnya sangat mulus, hidungnya mancung, bibirnya tipis kemerahan. Secara keseluruhan wajahnya bisa dibilang sempurna. Saat ia berjalan masuk, rambutnya tersibak sehingga dapat menunjukkan tindikan yang terdapat di telinganya. 2 kancing paling atas kemejanya terbuka, dia menyampirkan tasnya di bahu kirinya. Dia terus berjalan menuju ke bangku paling belakang yang kurasa adalah tempat duduknya, tanpa mengacuhkan pandangan yang lain.

” Ya!! Kim Kibum! kau lihat sekarang jam berapa? sekolah dimulai pukul 08.00 dan sekarang sudah pukul 08.25 . Kau masih berani masuk ke kelasku?! ” Sura Lee seongsenim sontak membuyarkan lamunanku. Jadi nama namja itu Kim Kibum. Aku melihat ke arahnya, menunggu reaksinya atas ucapan Lee seongsenim tadi.

Namja itu membalikkan tubuhnya, matanya melirik ke arah jam yang terpampang di atas papan tulis dan kemudian kembali ke Lee seongsenim

” 08.25 masih terhitung jam 8 kan? jadi kenapa aku tidak bisa masuk kelas? ” tanyanya santai dan seolah tanpa dosa

Aku melirik ke arah seongsenim, menunggu responnya atas jawaban namja itu. Lee seongsenim hanya menarik napas panjang, terlihat sekali dari raut wajahnya bahwa ia sangat kesal. Tetapi ia tidak berkata apa-apa justru langsung memutar tubuhnya menghadap papan tulis dan mulai menulis. Namja bernama Kim Kibum itu langsung menarik bangkunya dan duduk di tempatnya. Akupun langsung menaruh tas dan duduk di tempat yang disuruh oleh seongsenim tadi. Saat aku mengambil buku dari dalam tas, kudengar seperti ada yang berbisik memanggil namaku. Aku mendongak, kudapati ternyata yeoja yang duduk disampingku, ia tersenyum seraya mengulurkan tangannya

” Shim Chaerin imnida “

” Yoon Soori imnida ” aku menyambut uluran tangannya. Aku membalas senyumannya, tampaknya dia yeoja yang ramah. Kudengar Lee seongsenim mengetuk-ngetukkan spidolnya ke papan tulis

” Jangan mengobrol ” ujarnya tanpa membalikkan tubuh

Aku langsung membuka bukuku, lalu memulai menulis rumus-rumus yang terdapat di papan tulis. Lama-lama bosan juga. Aku meletakkan pensilku, tiba-tiba di kepalalu terlintas pikiran mengenai namja tadi. Aku memberanikan diri membalikkan tubuh perlahan. Kulirik dia dari sudut mataku. Tampaknya dia tertidur, matanya terpejam. Aku mulai mengamatinya. Dia menggunakan earphone ditelinganya, tubuhnya bersandar di kursi, kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku. Tanpa sadar aku tersenyum. Namja ini membuatku terpana sejak pertama kali aku melihatnya. Andai saja tuhan memberikan aku kesempatan agar bisa mengenalnya lebih baik lagi, aku pasti senang sekali.

Ring.. ding.. dong  tanpa kusadari bel istirahat berbunyi. Lee seongsenim membereskan bukunya dan melangkah keluar kelas. Kulihat murid-murid berhamburan keluar. Aku menutup bukuku, dan aku menoleh saat ada yang menyentuh bahuku. Ternyata Chaerin.

” Mau ke kantin sama-sama? ” tawarnya

” Eehhm…. tentu ” jawabku lalu bangkit dari kursiku. Kuarahkan pandanganku, Shinmi sedang merapikan bukunya di meja paling depan. Aku menghampirinya disusul oleh Chaerin.

” Shinmi-shii kau mau ke kantin sama-sama? ” ajakku

” Aniya, aku ada bekal ” tolaknya

” Jebal, kita makan sama-sama. Daripada di kelas membosankan ” bujukku. Shinmi tampak berpikir, lalu ia mengambil bekalnya dari tas dan langsung melangkah keluar kelas

” Kau mau kemana? ” tanyaku bingung. Shinmi berbalik, ia menatapku sebentar lalu menghela napas pelan

” Tadi siapa yang mengajakku ke kantin? dan sekarang kau bertanya aku mau kemana? “

Aku hanya bisa tersenyum kikuk mendengar ucapannya

” Nee, Kajja! ” Chaerin menarik tanganku dan menyusul Shinmi yang sudah berjalan mendahului kami menuju kantin

******

Key POV

Kuperhatikan jam yang terpampang diatas papan tulis. Bel istirahat masih lama. Kuputuskan untuk mengambil ipodku dari dalam tas. Kupasang earphone di kedua telingaku. Aku menguap, kelopak mataku terasa berat. Perlahan aku memejamkan mata dan mulai tertidur.

” Key, Key! Ireona! kau mau ke kantin tidak? ” samar-samar kudengar ada yang memanggilku. Aku membuka mata perlahan, kulihat ada Jonghyun-hyung, pasti tadi suara dia. Ah sudah jam istirahat rupanya.

” Ani hyung, aku malas ” jawabku sambil menguap

” Ayolah hyung, aku lapar ” rengek Taemin sambil menggoyang-goyangkan bahuku

” Kalau lapar ke kantin sana, memang aku eomma-mu? ” Jawabku ketus yang langsung membuat Taemin terdiam

” Aigo, kamu kenapa? bangun-bangun emosi. Kasihan Taemin, lihat wajahnya sampai shock begitu ” Minho coba menenangkanku

” Iya hyung, kok galak banget sih? lagi PMS ya? ” ujar Taemin polos yang sukses membuatku mendaratkan jitakan di kepalanya.

” Appoyo ” Taemin meringis sambil mengelus-elus kepalnya yang jadi sasaranku. Kulihat Jonghyun-hyung hanya geleng-geleng melihatku dan Taemin

” Palli! Jinki sudah duluan ke kantin. Kalian mau mendengar omelannya memang? ” ujar Jonghyun-hyung

Aku menghela napas pelan dan mendelik ke arah mereka

” Kalian tidak bisa membiarkanku hidup tenang ya? ” omelku yang disambut dengan kekehan mereka

” Memang tidak ” ucap Jonghyun-hyung sambil menarik tubuhku agar berdiri dari bangku dan mendorongku menuju kantin

******

Soori POV

Aku, Shinmi dan Chaerin sudah menempati salah satu bangku di kantin sambil menikmati puding vanilla kesukaanku. Faktanya tempat ini tidak menyerupai kantin pada umumnya. Malah hampir seperti Cafe. Bisa kalian tebak tentunya, harga makanan disini cukup mahal. Tapi tempat ini tetap saja ramai oleh murid-murid yang kuyakini uang mereka sangat lebih dari cukup untuk sekedar membeli makanan di kantin ini.

Aku mengaduk-aduk minumanku, sesekali mengedarkan pandanganku ke sekeliling kantin. Tetapi tatapanku berhenti saat menangkap 4 sosok namja memasuki kantin. Kantin yang awalnya riuh dengan suara murid-murid seketika sunyi. Kulihat para yeoja berbisik-bisik bahkan ada beberapa yang terlihat mencoba untuk menarik perhatian namja-namja itu dengan memasang senyum manis.

Namja yang paling pendek berjalan duluan dibanding teman-temannya, disusul dengan namja, heh tunggu. Apa benar dia namja? aku menyipitkan mata berusaha memastikan penglihatanku. Ia memakai celana, sudah pasti ia namja. Omo, wajahnya cantik sekali. Dibelakangnya berjalan namja yang paling tinggi, wow dia tampan. Tampaknya dia rajin berolahraga, terlihat dari bentuk tubuhnya yang atletis. Aku menyesap minumanku, tetapi mataku tetap memperhatikan mereka. Aku berusaha melihat wajah namja yang berjalan paling belakang, dia agak tertutupi tubuh namja di depannya. Saat aku berhasil melihat menangkap sosok itu, aku tersentak. Tak ayal aku tersedak minumanku dan terbatuk-batuk kecil.

” Gwenchanayo? ” tanya Chaerin khawatir, ia menepuk punggungku

” Ne, gwenchana ” aku mengusap air yang menggenang di pelupuk mataku. Tersedak cukup menyakitkan. Shinmi menatapku cemas. Aku tersenyum ke arahnya mennjukkan bahwa aku baik-baik saja

Namja tadi! aku kembali teringat dengannya. Aku langsung melayangkan pandangan ke sekeliling kantin, berusaha mencari sosoknya. Ah itu dia, senyumku mengembang. Dia sedang duduk bersama ke3 temannya. Ekspresinya dingin, sama seperti saat dikelas tadi. Tapi entah kenapa aku justru tertarik olehnya. terutama tatapan mata namja itu, seolah menyimpan misteri di dalamnya.

Aku menumpukan daguku di kedua tanganku, termangu menatapnya. Tapi perhatianku teralihkan saat ada yang menghalangi pandanganku. Rupanya Chaerin sedang mengibaskan tangannya di depan wajahku.

” Soori-ah waeyo? ” tanyanya agak bingung melihat sikapku. Chaerin dan Shinmi langsung melayangkan tatapan mereka mengikuti arah pandanganku.

” Aigo, kau memperhatikan Key? ” Chaerin tersenyum

” Nuguseyo? ” tanyaku bingung. Key? yang aku lihat kan Kim Kibum

” Aissh, Key itu ya Kim Kibum Soriii ” Chaerin menjelaskan. Aku membulatkan mulutku membentuk huruf O setelah mendengar penjelasannya.

” Kalau kau suka dengan Key, maka kau harus siap bersaing ” ujar Chaerin seraya menghela napas pelan. Aku mengerutkan kening, tidak mengerti.

” Ya, karena banyak yeoja disini yang tergila-gila dengannya. Asal kau tahu, bahkan ada desas-desus mengenai yeoja yang di bully oleh fansnya Key karena yeoja itu berani menyatakan cintanya.” Jelas Chaerin panjang lebar dengan volume suara direndahkan.

Mataku membulat mendengarnya. Masih ada saja yang namanya kekerasan dan penindasan. Hal yang paling aku benci. Karena menurutku semua orang memiliki hak yang sma, tidak ada istilah yang kuat menindas yang lemah. Sangat kekanakkan.

Aku kembali melayangkan pandanganku ke meja Key. Mereka terlihat sedang mengobrol, sesekali key tersenyum menanggapi ucapan temannya. Tak dapat dipungkiri, aku terpesona olehnya. Mataku tak bisa beralih darinya saat ini. Tak tahu berapa lama aku memandangi Key hingga aku merasa bahuku disenggol pelan, aku menoleh. Kulihat Chaerin memandangku kemudian ia melirikkan matanya ke arah Key. Saat menegok, kudapati Key sedang melihatku, tatapannya tajam, kedua alisnya terpaut membentuk ekspresi yang tidak bisa dijelaskan. Omona, tampaknya dia sadar kalau tadi aku memperhatikannya.

Aku langsung menunduk, aku yakin wajahku sudah memerah sekarang. Tuhan selamatkan aku dari momen memalukan ini! Tiba-tiba Shinmi bangkit dari tempat duduknya, ia menarik tanganku.

” Kajja, kita ke kelas ” Shinmi menarikku hingga terbangun dari kursiku. Sepertinya dia ingin membantuku keluar dari situasi ini.

Aku mengangguk dan langsung mengikutinya. Chaerin menyusul di belakang kami. Sebenarnya aku masih penasaran dengan Key, tapi kurasa aku tidak mempunyai cukup keberanian bahkan untuk sekedar melihat wajahnya.

******

Key POV

Aku, Taemin, Minho, dan Jonmghyun-hyung melangkah memasuki kantin. Kantin penuh dengan murid-murid lain termasuk para yeoja. Cih, aku melihat mereka satu persatu. Mereka tampak berbisik-bisik dan sesekali menyunggingkan senyum ke arahku. Aku muak melihatnya. Aku berdecak kesal sembari terus berjalan di belakang Minho.

” Hyung, Jinki-hyung mana? tadi katanya sudah duluan ke kantin ” suara Taemin membuyarkan pikiranku. Kulihat Jonghyun-hyung mengambil ponselnya dan langsung mendial no Jinki-hyung.

” Yeoboseyo, Jinki. Eodiga? ” tanya Jonghyun-hyung saat telepon diangkat

” ……………. ” Jinki-hyung terdengar memberikan jawaban

” Oh, nee. Kalau sudah selesai langsung kesini saja ” ujar Jonghyun-hyung lalu langsung mengakhiri panggilan

” Waeyo? ” tanya Minho pensaran

” Jinki bilang dia sedang dipanggil oleh kepala sekolah. Mungkin akan lama katanya kita makan duluan saja ” Jonghyun-hyung langsung menduduki tempat kosong yang memang biasa kami tempati

” Kalian mau pesan apa? ” tanya Minho

” Aku seperti biasa saja ” Ujar Jonghyun-hyung. Minho melihat ke arahku, aku hanya mengangkat bahu. Dia sudah paham, artinya aku sedang tidak lapar

” Aku mau susu pisang hyung! ” ujar Taemin semangat. Kami semua langsung melihat ke arahnya

” Kau ingat umurmu Taemin? ” tanya jonghyun hyung

” Ingat lah. 18 tahun kan? ” ujar Taemin polos

” Ya, kau sudah 18 tahun. kelas 1 sma. Tapi apa kebiasaanmu untuk minum susu pisang itu tidak bisa berubah ya? ” Jonghyun-hyung memandang Taemin bingung

” Hyung, minum susu itu tidak dibatasi umur. Lagipula aku kan memang sedang dalam masa pertumbuhan. Jadi aku membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan itu dapat diperoleh juga melalui susu. Susu itu kan mengandung banyak kalsium, jadi bisa saja nanti tinggiku mengalahkan Minho-hyung ” Jelas Taemin panjang lebar

Aku hanya memutar bola mata mendengar ucapan Taemin, Jonghyun-hyung terkekeh, sedangkan Minho langsung mendelik ke arah Taemin

” Ya! kau tidak bisa mengalahkan tinggiku ” elak Minho

Sementara Taemin hanya tersenyum lalu melakukan mehrong ke arah Minho

” Tidak akan kubelikan pesananmu ” ancam Minho ke Taemin. Kulihat mata taemin membulat seketika. Ia langsung menunjukkan aegyonya

” Aih hyung, mian. Aku cuma bercanda ” Taemin berusaha membujuk Minho

Minho membalikkan badan dan langsung memesan makanan. Taemin tampak agak panik, takut pesanannya tidak disebutkan. Kudengar Minho menyebutkan pesanan makanannya dan mengeraskan volumenya saat menyebutkan susu pisang. Taemin langsung tersenyum lebar. Aku tersenyum melihat kelakuan sahabat-sahabatku. Yah, sahabatku. Mereka yang ada saat aku berada dalam masa terpurukku. Biarpun aku terlihat dingin, tapi sebenarnya aku sangat menyayangi mereka. Mungkin kata-kataku berlebihan mengingat aku adalah seorang namja. Tapi aku tidak akan memungkirinya. Mereka adalah sahabat terbaikku.

Aku menyandarkan tubuhku di kursi, dan mendongakkan kepalaku. Dan kusadari ada seorang yeoja yang sedang melihat ke arahku. Aku memperhatikan yeoja itu. Aneh, biasanya aku akan langsung jijk melihat tatapan para yeoja saat mereka melihatku. Tapi tidak dengannya. Cara dia menatapku berbeda dengan yeoja lainnya. Entah kenapa aku tidak merasa risih diperhatikan seperti itu olehnya. Aku memperhatikan yoja itu dengan seksama. Dia tampak bangkit dari tempat duduknya dan beranjak pergi. Aku menatap kepergiannya, mataku tak bia lepas darinya. Arrggghhh! apa yang terjadi denganku? aku mengacak rambut kesal, membuat aktifitas Jonghyun-hyung, Minho, dan Taemin langsung berhenti. Mereka menatapku heran.

” Key, gwenchanayo? ” Jonghyun-hyung terlihat khawatir. Aku menatapnya sekilas dan langsung mengangguk pelan

” Kalau ada masalah, ceritakan saja pada kami. Kau tahu kan, kami selalu ada disaat kau membutuhkan tempat untuk berbagi ” Minho menepuk bahuku pelan

” Benar hyung. Kalau ada masalah ceritakan saja. Pasti kami bantu. Atau kau mau minum susu pisangku? tadi Minho-hyung beli 2 kok. Mungkin setelah meminum ini, kau bisa lebih tenang ” Taemin menyodorkan susu pisangnya ke arahku. Aku melihat susu pisangnya sekilas lalu tersenyum ke arahnya. Aku mengacak pelan rambut jamurnya itu. Adik Jinki-hyung ini memnag kelewat polos, tapi tetap saja aku menyayanginya. Dengan segala tingkah manja dan kekanakkannya.

” Aniyo, habiskan saja susu pisangmu. Katanya kau ingin mengalahkan tinggi tubuh seseorang ” aku melirik ke arah Minho

” Tentu saja hyung. Lihat saja nanti, aku pasti jadi lebih tinggi dan keren dibanding Minho-hyung” Taemin tersenyum lebar. Minho menghela napas panjang, kurasa dia malas membantah perkataan dongsaengnya yang satu itu. Aku bangkit dari tempat dudukku. Mereka semua langsung menatapku heran.

” Mau kemana? ” tanya Minho

” Menjernihkan kepala ” jawabku sambil berlalu. Aku melambai sekilas kearah mereka, dan berjalan menuju keluar kantin. Di dekat pintu kantin aku bertemu dengan Jinki-hyung. Ia menatapku heran.

” Kau, mau kemana? ” tanyanya

Aku hanya tersenyum singkat dan menepuk bahunya pelan sambil berlalu. Dari jauh kudengar Jonghyun-hyung memanggil Jinki-hyung, dan Jinki-hyung langsung berjalan menghampirinya. Aku menarik napas lalu menghembuskannya perlahan. Aku terus berjalan mengelilingi sekolah tanpa tujuan yang jelas. Tanpa kusadari aku sudah berada di halaman belakang sekolah. Aku melihat sekeliling, sepi dan tenang. Kuputuskan untuk membaringkan tubuh disini, lalu menghirup udara segar sebanyak-banyaknya. Rupanya cara ini cukup ampuh untuk menjernihkan pikiranku. Aku mulai memejamkan mata, menikmati desir angin yang menerpa wajahku. Tapi semua ini tidak berlangsung lama. Ketenanganku terusik saat mendengar ada suara langkah kaki mendekat.

******

Soori POV

Aku terus berjalan mengitari sekolah, menikmati pemandangan yang masih terasa asing dimataku. sekarang sedang jam kosong, jadi tidak ada salahnya kan kalau aku melihat-lihat disekitar sini. Aku terus berjalan dan tanpa terasa aku sudah menjajakkan kakiku di halaman belakang sekolah. Aku mengitari pandanganku, tapi perhatianku terpusat pada sosok yang sedang terbaring tak jauh dari tempatku. Penasaran, aku semakin mendekati sosok asing itu yang tampaknya seorang namja. Jarakku dengannya semakin dekat, akhirnya aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. Omo! aku terkesiap pelan dan langsung menutup mulutku. Key?

Aku menatapnya lekat-lekat, meyakinkan penglihatanku. Dia benar-benar Key

Aku berjongkok disampingnya, memandanginya dari dekat. menikmati momen ini, tampaknya ia tertidur. aku tersenyum, wajahnya tampak seperti malaikat. Sangat polos. Tiba-tiba angin bertiup kencang, rambutku beterbangangan diterpa angin sehingga menghalangi pandanganku. Angin mulai berhenti bertiup. Aku merapikan rambutku yang berantakan dengan jari-jari tanganku. Akhirnya aku memutuskan untuk kembali ke kelas. Kurasa sudah cukup puas aku memandanginya. Lagipula, aku takut kalau dia terbangun nanti bisa-bisa dia marah karena aku dianggap sudah mengganggu tidurnya.

Aku bangkit perlahan dan membalikkan tubuh. Tapi langkahku tertahan saat ada yang menyentuh tangaku. Aku menoleh, ternyata Key. Dia menggenggam tanganku. Seketika mulutku terbuka, reaksi dari perasaan terkejutku. Dia menatapku tajam, membuat tubuhku terasa kaku. Seolah-olah otakku tidak bisa merespon segala perintah yang ingin kuberikan. Aku mencoba membuka mulutku, setelah berapa lama akhirnya aku dapat bersuara

” Jeosonghamnida ” Ucapku pada akhirnya

Tapi dia tetap menatapku tajam. matanya seolah menghipnotisku. Tanpa kusadari ia sudah menarik ku, sehingga aku terjatuh tepat diatas tubuhnya. Aku mendongakkan kepala, tubuhku membeku. Key, wajahnya tepat berada di depanku. Bahkan aku bisa merasakan hembusan napasnya menerpa wajahku. Jantungku berdegup sangat cepat tak beraturan. Tapi apa yang dilakukan Key sontak membuat mataku terbelalak dan napasku seolah terhenti. Tangannya menarik kepalaku memaksa wajahku untuk mendekat. Dan dalam hitungan detik, bibirku sudah bertemu dengan bibirnya.

TBC

Akhirnya part pertama selesai jugaa, yeey ^o^

Untuk part ke2nya ditunggu yah. Oh ya, buat Desca Daming yang maksa saya untuk cepet2 publish ff ini. Senang kan keinginannya udah dipenuhin -,-

Jadi sekian dulu, untuk part 2 nya lagi dipersiapkan. Jadi Please banget, tinggalin comment. Kritik dan saran diterima dengan baik. Supaya author bisa memperbaiki kekurangan2 yang ada.

Don’t Forget to Leave your comment..Gomawo ^_^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

87 thoughts on “Nappeun Namja : Cold Eyes [1]”

  1. Halooooooow, akhirnya sempet comment juga. Mian telat wehehehhee. Tuhkan banyak yang nungguin lanjutannya. Jangan lama lama ya nggi. Betewe eniwey basewey itu yang punya nama marah loh namanya diganti ganti (?)

  2. Huaaa daebak 😀
    Key keren bangeeeeeeeeeet *hug key*
    tapi Key ko maen kisseu sih? nakal 😐

    oh iya, kenalin namaku Tria, aku reader baru. mohon di bantu ya ^O^

  3. ceritanya menarik.
    Hahaha eh si key mah baru ngeliat udah
    main cium-cium *slapped XD
    eh tapi author, taemin dsni umur 18 thn kelas 1sma? err .. gak terlalu tua thor? O,o hahaha yasudahlah
    saya tunggu part 2 nya 😀 hwaiting!

  4. Wuitsss.. mian, thor.. baru sempet komen XD hahaha.. itu si key lagi merhatiin yeojanya, tapi si yeoja mikir lagi dipelototin. pandangan key tajam sih.. *melting*
    huahaha…
    aduh aduh… si key yadong!!!! main nyosor ajah…
    ahahaha~ author ini. tanggung jawab.. aku jadi senyum2 sendiri 😉
    kami semua menunggu kelanjutannya 😀

  5. kya!!! kya!!! kya!!!! *heboh sendiri-_-*
    aigoo~ aigoo~ ini bisa membuat saya jatuh cinta pada key!! kya!!! andwae!!!
    ini bagus banget, ff pertama? tapi kok udah rapih banget?? :3
    feelnya terasa, taemin disini juga lucu banget.. aigooya~~
    ditunggu part2nya thor, jgn lama ya^^

  6. Eumm… i’ll read later. Aku tertarik sama judulnya, so aku akan nungguin sampai sequelnya tamat dlu baru comment. Hahahaha…
    Yg penting aku udh ninggalin jejak dulu drpd gak sama sekali ^^

  7. wah, endingnya bikin penasaran nih. ada apa gerangan? –‘
    hmmm, cocok bgt klw key di sini jd nappeun namja. cocok sama matanya yg keliatannya tajem setajem peniti (?) ehehehe 😀
    lanjutkan chingu, readers menanti 😉

  8. Anyeeeong reader *teriak pake toa bareng key*
    hehe, saya baru muncul nih. nah disini author mau ngejawab beberapa komen yang ditujukan untuk ff ini

    1. kok umurnya taemin 18? apa ga ketuaan untuk ukuran anak sma kelas 1?
    nee, diakui itu memang salah author. niatnya mau bikin 16 tapi gatau kenapa antara tangan,mata dan otak yang kurang sinkron sehingga yang diketik jadi 18. miann yah, maklumin soalnya ngetik ff ini juga pas lagi ngantuk sih jadi ada yang miss typo juga deh *bow*

    2. ceritanya agak kaya bbf?
    ini sama sekali ga diambil dari cerita bbf. mungkin karena setting sekolahnya aja yang dibikin agak high class jadinya terkesan kayak gitu. tapi author jamin ceritanya beda.

    3. ini ff debut?
    iyaa, ini benar2 pertama kalinya author bikin ff. makanya author sennneeeenng banget banyak reader yang bilang ffnya bagus ^^

    untuk semua yang udah komen, jeongmal gomawoyo!!
    padahal awalnya sempat mikir yang komen palingan 10 sampai 15an lah, maksimal 20. eh pas pertama lihat ffnya dipublish ternyata yang komen lumayan banyak * hiks hiks terharu :’) *

    gatau mau bilang apa lagi? tetap support author yah, dan mohon kesabarannya untuk part2 nanti. karena saya sendiri gatau kapan ffnya dipublish *nunjuk2 admin* hehe mudah-mudahan sih secepat mungkin ^^
    keep comment!!

    sekian dulu… anyeeooong yeoreobeun!!

  9. oh oh oh!!! d ff nie berbalik dri knyataan,, key yg biasany cerewet jdi dingin,, kyakny posisi key yg suka ngomel udah diambil sma jinki,, kekekeke~

    untuk ff prtma debut udah bagus kok,,

    dtunggu lanjutannya ya……& jngan lama”!! hehe

  10. hyaa… Kereeen….
    Key.a cool bangeth…

    Jadi penasaran ma lanjutannya…
    Knpa si key.a gak bsa ng.rasa jijik dgn tatapan soori…
    Kereen abiss… Pkk.a keren bangeth, gak bosan deh baca.a
    Ckckckc 😀

  11. hwaaaaaaaaa ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    key !!!!!!!!
    kenapa km cium cew laen ??? aku jadi sakit hati nech .. *key: derita loe*

    kayaknya cerita ini bakal jd seru ,, ayoo lanjutkan !!

  12. geregetan jadinya geregetan #alaSherina

    omooo n’tu My Key pke nyium” anak org smbarangan
    pdhal blom jga Kenal

    haish ni ff nya bgus bgt Thor
    ni ff prtama tpi Author’a kya yg udh brpangalaman bgt bkin ff

  13. Taemin oppaaaa….. aku setuju pendapatmu…. sebagai yeojachingu yg baek harus membela namjachingunya dunk….. #Taemints smuanya… maafkan aku…. hahahahahhaahahhahha…..

    DAEBAK!! JEONGMAL JEONGMAL JEONGMAL DAEBAK!! ^_^ walaopun ini FF debut tapi awalnya aja dah bagus kok… terusiin thor..

    mian baru comment skrng coz aku readers baru…

  14. lalalalalalaa …
    bagus lho thor , tapi yang aku bingung yaaa ,,, 18 tahun kok 1 sma ?
    kan kelas 1 sma itu baru umur 15 – 16 tahun … wkwkwkw …
    .
    . hehe , Lanjuuuuuuuuuut langsung daah …

  15. yayayay …. kog aku deg-degan baca FF ini padahal alur cerita nya ringgat dan sering aku temui tapi kok buat aku guling2 waktu bacanya … 😀
    senangnya bisa baca FF yang main cast nya key prince …

Leave a Reply to Ljkonna1892 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s